p-Index From 2021 - 2026
8.894
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Lingkungan LINK Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional Jurnal Ilmiah Mahasiswa JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Belitung Nursing Journal Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Serambi Engineering JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan JOURNAL OF RESEARCH IN PUBLIC HEALTH SCIENCES Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kebidanan Indonesia Avicenna : Journal of Health Research Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Narra J KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal Impresi Indonesia Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Journal of Noncommunicable Diseases (JOND) Jurnal Ekosains Gema Lingkungan Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Proceeding Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis)
Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Limbah Elektronik Rumah Tangga dan Praktik Penanganannya Pada Mahasiswa Universitas Diponegoro Muhammad Fadhlullah; Nurjazuli Nurjazuli; Nikie Astorina; Onny Setiani
Jurnal Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.3.2.62-74.2022

Abstract

ABSTRAK Limbah elektronik merupakan perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan. Mahasiswa yang sedang aktif melakukan pembelajaran jarak jauh sangat bergantung pada kehadiran perangkat elektronik komunikasi. Umur dari perangkat elektronik yang singkat menyebabkan meningkatnya timbulan limbah elektronik di masyarakat. Bahaya dari limbah elektronik yang tidak tertangani dengan baik mengancam kesehatan manusia dan kualitas lingkungan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan limbah elektronik rumah tangga dan praktik penanganannya pada mahasiswa Universitas Diponegoro. Jenis penelitian ini analitik dengan pendekatan cross-sectional, melalui observasi Analisa data berupa Univariat dan Bivariat. Pengambilan sampel dilakukan pada mahasiswa aktif S1 angkatan 2018 dan 2019. Hasil observasi dari 195 responden pada uji univariat menunjukkan bahwa responden mayoritas berjenis kelamin perempuan 80% dan berkuliah di fakultas kesehatan masyarakat 53,3%. Mayoritas responden memiliki timbulan limbah elektronik di tempat tinggalnya 82,6% dengan jenis timbulan terbanyak dari kategori small equipment 39,44% dan smartphone menjadi perangkat elektronik terbanyak yang menjadi limbah 20,97%. Responden memiliki tingkat pengetahuan limbah elektronik dengan kategori baik 68,21% dan memiliki praktik penanganan limbah elektronik dengan kategori baik 54,36%. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan limbah elektronik di rumah tangga dengan praktik penanganan limbah elektronik di rumah tangga (p-value = 1,000). Responden memiliki pengetahuan dan praktik penanganan dengan kategori baik 36,9%. Mahasiswa memiliki pengetahuan baik, tetapi belum melakukan praktik dengan benar. Program edukasi praktik penanganan limbah elektronik masih harus digaungkan. Kata kunci: Limbah elektronik, bahaya kesehatan, pengetahuan, praktik, mahasiswa ABSTRACT Electronic waste is an electronic device that is no longer in use. Students who are actively doing distance learning are very dependent on the presence of electronic communication devices. The short lifespan of electronic devices causes an increase in the generation of electronic waste in society. The dangers of electronic waste that are not handled properly threaten human health and environmental quality. This study aims to determine the level of knowledge of household electronic waste and its handling practices in Diponegoro University students. The research type is analytic with a cross-sectional approach through observation of data analysis is in the form of univariate and bivariate. Sampling was carried out on active undergraduate students in the 2018 and 2019 batches. The observations results from 195 respondents in the univariate test showed that most respondents were 80% female, and 53.3% studied at the Faculty of Public Health. Most respondents have generated electronic waste in their place of residence (82.6%), with the largest type of generation from the small equipment category (39.44%) and smartphones being the most electronic devices that become waste (20.97%). Respondents have a good level of knowledge of electronic waste (68.21%) and have a good category of e-waste handling practices (54.36%). The bivariate results test showed that there was no significant relationship between the level of knowledge of electronic waste in the household and the practice of handling electronic waste in the household (p-value = 1,000). Respondents have good knowledge and handling practices (36.9%). Students have good knowledge, but have not practiced properly. Educational programs on the practice of handling electronic waste still need to be promoted. Keyword: Electronic waste, health hazard, knowledge, practice, university student
STUDI LITERATUR: PENGARUH FAKTOR KESEHATAN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA Nufla Ihsani; Onny Setiani; Suhartono Suhartono
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v14i2.2050

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hasil Kajian Gizi UNICEF, menyebutkan bahwa Sebagian besar anak di Indonesia berisiko stunting akibat kondisi lingkungan yang sanitasinya buruk. Penyebab stunting bisa secara langsung dan tidak langsung, oleh karena itu faktor lingkungan perlu dikaji sejauhmana menyebabkan stunting. Tujuan dari riview artikel ini adalah menganalisa pengaruh faktor kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Metode: Desain penelitian ini adalah literature review, penelusuran artikel dilakukan melalui E-Journal UNDIP, Google Scholars, ProQuest, PubMed, Jurnal PloS, Jurnal Kesehatan Masyarakat UI, Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, yang di publikasikan antara 2015-2021. Kriteria inklusi dalam artikel yaitu menjelaskan faktor air, sanitasi, air minum, pajanan asap roko, pajanan pestisida dan logam berat dengan kejadian stunting. Hasil: Hasil studi 10 artikel menunjukan faktor air minum tidak layak serta jamban yang tidak layak berpotensi tiga kali lebih tinggi terjadi stunting. Faktor riwayat pajanan pestisida pada balita berpotensi 1,7 kali sebagai faktor risiko stunting. Faktor pajanan logam berat menunjukan kadar Pb dalam darah berhubungan signifikan dengan tinggi badan pada balita. Faktor pajanan asap roko berisiko menyebabkan stunting, karena pajanan nikotin yang dapat mempengaruhi proses pertumbuhan balita. Kesimpulan: Faktor kesehatan lingkungan memberikan kontribusi terhadap tumbuh kembang balita, oleh karena itu bisa menjadi faktor yang mempengaruhi stunting pada balita. Upaya promosi kesehatan terkait pentingnya intervensi gizi sensitif di faktor lingkungan perlu ditingkatkan untuk mencegah stunting.
Relationship of Noise Levels with Hypertension in Textile Workers in Semarang City Intan Sekar Arumdani; Onny Setiani; Tri Joko; Mursid Raharjo; Sakundarno Adi
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 19, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v19i3.638-650

Abstract

Noise is associated with a risk factor for several cardiovascular diseases, one of which is hypertension. Hypertension is estimated to cause 7,5 million deaths, or about 12.8% worldwide. The textile industry is exposed to high noise intensity because it constantly uses machines. The results of a preliminary study of noise measurement showed that the average at 6 points reached 90 dBA. The Threshold Value for the noise level contained in permitted government regulation is ≤ 85 dBA for duration of exposure of 8 hours. The measurement results exceed the threshold value. This study was analytical observational research with a Cross-sectional study design. The sample in this study was 74 workers textile industry in Semarang city. The average noise intensity measurement in the entire machine area of spinning unit 5 of the Semarang City Textile Industry is 87.49 dBA. Based on statistical test analysis, the results of noise levels (p-value = 0.037), working period (p-value = 0.015), and continuity of use of ear protection equipment (p-value = 0.048) and duration of exposure per day (p-value 0.510) were obtained. There is a significant relationship between noise level, working period, and continuity of Ear Protection Equipment use with the incidence of hypertension.
ANALISIS TATA LAKSANA KLINIK SANITASI UNTUK PENGENDALIAN ISPA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Shafira Mutia Khairunnisa; Onny Setiani; Nur Endah Wahyuningsih; Nurjazuli Nurjazuli
Jurnal LINK Vol 18, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.486 KB) | DOI: 10.31983/link.v18i2.8830

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit berbasis lingkungan dan cenderung dianggap biasa oleh masyarakat, sedangkan ISPA yang tidak ditangani dengan baik dapat berakhir dengan pneumonia atau kematian. Klinik sanitasi merupakan solusi untuk mengatasi penyakit berbasis lingkungan melalui upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap aspek input dan proses dalam pelaksanaan klinik sanitasi untuk pengendalian ISPA pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Kedung Badak Kota Bogor. Metode penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif, dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara mendalam kepada informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa belum adanya SOP klinik sanitasi yang disesuaikan dengan situasi pandemi, ketidaksesuaian jadwal dengan regulasi yang berlaku, belum dilengkapinya SDM dengan pelatihan terkait klinik sanitasi, tidak adanya media KIE seputar ISPA, serta tidak dilakukannya konseling, inspeksi, dan intervensi kesehatan lingkungan terhadap pasien ISPA pada masa pandemi COVID-19. Temuan tersebut menunjukan masih terdapat hal-hal yang belum optimal baik dalam aspek input maupun proses pada tata laksana klinik sanitasi di Puskesmas Kedung Badak Kota Bogor.
Hubungan Kualitas Lingkungan dengan Kejadian Malaria (Wilayah Endemis Malaria, Lingkup Kerja Puskesmas Kaligesing, Kabupaten Purworejo Tahun 2022) Fitni Hidayati; Mursid Raharjo; Martini Martini; Nur Endah Wahyuningsih; Onny Setiani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 22, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.22.1.21-27

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan masalah prioritas dalam kesehatan sejak 100 juta tahun lalu. Kaligesing termasuk salah satu kecamatan di kabupaten Purworejo dengan tingkat endemisitas malaria tinggi, mempunyai perbukitan yang disebut dengan bukit menoreh. Nyamuk Anopheles sp sangat senang berada di wilayah perbukitan, karena mempunyai suhu yang sejuk dan kelembapan yang sesuai dengan perkembangbiakan vektor. Sungai yang menggenang dan sumber mata air sangat jarang digunakan dan menjadi salah satu tempat perkembangbiakan nyamuk Anopheles sp. Kondisi rumah yang mendukung, akan mempercepat penularan malaria dari gigitan vektor Anopheles yang terdapat Plasmodium dalam tubuhnya, seperti tidak terpasangnya kawat, tidak memiliki plafon rumah, ditemukan celah pada dinding, terdapatnya kandang ternak, genangan dan semak-semak yang menjadikan tempat istirahat bagi nyamuk. Hal ini sangat disukai oleh nyamuk, sehingga angka penularan semakin tinggi.  wilayah Kaligesing mempunyai angka tertinggi malaria bulan januari hingga Juli dengan total 97 kasus. Tingginya penularan malaria sangat layak dilakukan penelitian di wilayah Kaligesing.Metode: Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan kualitas lingkungan dengan kejadian malaria. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain Case control .Penelitian ini memiliki sampel 80 responden, dimana 40 sebagai kasus dan 40 sebagai kontrol.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kualitas lingkungan yang signifikan terhadap kejadian malaria ialah kawat kasa (p-value 0,000), plafon (p-value 0,000), kandang ternak (p-value 0,002), adanya semak-semak (p-value 0,000), dan Breeding places (p-value 0,001). Adapun kualitas lingkungan yang paling berpengaruh terhadap kejadian malaria yaitu kawat kasa (p-value 0,001) dan kendang ternak (p-value 0,040). ABSTRACT Title: The Relationship between Environmental Quality and Malaria Incidence (Malaria Endemic Area, Scope of Work of Kaligesing Health Center, Purworejo Regency in 2022) Background: Malaria is a priority problem in health that has existed since 100 million years ago. Kaligesing is one of the sub-districts in Purworejo regency with a high level of malaria endemism and has hills called menoreh hills. Anopheles sp mosquitoes are very happy to be in hilly areas; because they have cool temperatures and humidity that are suitable for vector breeding. The stagnant river and spring are very rarely used and become one of the breeding sites for anopheles sp. mosquito. Supporting home conditions will accelerate the transmission of malaria from the bites of Anopheles vector mosquitoes that have Plasmodium in their bodies, such as not attaching gauze wire to ventilation, not having a ceiling of the house, there are gaps in the walls, there are livestock pens, puddles, and bushes that make resting places for mosquitoes. This is very much liked by mosquitoes, so the transmission rate is getting higher.  The Kaligesing region had the highest malaria rate from January to July with a total of 97 cases. The high transmission of malaria is very feasible to conduct research in the Kaligesing region. Methods: This research is quantitative using a case-control design. This study has a sample of 80 respondents, of which 40 a case and 40 are controlled. Result: The results showed environmental quality related to malaria incidence, namely the presence of gauze wire (p-value 0.000), ceiling (p-value 0.000), livestock sheds (p-value 0.002), the presence of bushes (p-value 0.000), and breeding places (p-value 0.001). The environmental quality that most affects the incidence of malaria is the presence of gauze wire (p-value 0.001) and livestock sheds (p-value 0,040).
Penerapan Integrated Vector Management (IVM) Dalam Upaya Eliminasi Malaria Di Daerah Endemis Kabupaten Purworejo Dwi Fitriani; Mursid Raharjo; Martini Martini; Onny Setiani; Nur Endah Wahyuningsih
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 22, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.22.1.112-121

Abstract

Latar belakang: Satu-satunya kabupaten yang belum mencapai eliminasi di pulau jawa bali adalah Purworejo. Re-emerging disease malaria yang terjadi pada bulan Juli 2021 menyebabkan Purworejo gagal mendapatkan sertifikat bebas malaria. Integrated Vector Management (IVM) ditujukan untuk memudahkan para pemangku kebijakan dalam menerapkan program pengendalian vektor agar lebih efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini menganalisis penerapan IVM di kabupaten Purworejo dalam mencapai target eliminasi malaria tahun 2023Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Informan dipilih langsung oleh peneliti (purposive sampling).  Data diolah menggunakan aplikasi Nvivo 12 Plus. Nilai koding menunjukkan seringnya variabel tersebut dibahas informan selama penelitian.Hasil: Berdasarkan analisis referensi pengkodean Nvivo 12 Plus menunjukkan variabel pendekatan terintegrasi (110 koding), kapasitas sumber daya (30 koding), kerjasama lintas sektor (97 koding), Advokasi, Mobilisasi dan Regulasi (28 koding), dan pengambilan keputusan berdasarkan bukti (51 koding). Sumber Daya Manusia dalam pengendalian malaria di Puskesmas Kaligesing merangkap tugas dan kompetensi belum sesuai. JMD dinilai masih kurang apalagi ketika terjadi outbreak. Analisis situasi hanya berfokus pada kasus dan kondisi masyarakat, belum maksimal pada kajian epidemiologis maupun entomologis. Pencegahan dan pengendalian malaria terfokus setelah terjadi kasus. Kerjasama lintas sektor masih sebatas koordinasi belum maksimal dalam implementasi. Persepsi terkait masalah kesehatan menjadi tanggung jawab sektor kesehatan sedangkan sektor lain hanya mendukung. Penanganan malaria masih menjadi kegiatan mandiri dan belum kolaboratif. Belum ada program lintas institusi dalam penanganan malaria.Simpulan: Penerapan IVM Malaria di Kabupaten Purworejo belum maksimal. ABSTRACTTitle: Application of Integrated Vector Management (IVM) in Efforts to Eliminate Malaria in Endemic Areas, Purworejo RegencyBackground: The only district that has not achieved elimination on the island of Java Bali is Purworejo. The re-emerging malaria disease that occurred in July 2021 caused Purworejo to fail to get a malaria-free certificate. Integrated Vector Management (IVM) is intended to make it easier for policymakers to implement vector control programs to be more effective and efficient. The purpose of this study is to analyze the application of IVM in Purworejo district in achieving the malaria elimination target in 2023Method: This research uses descriptive qualitative methods. Data collection was carried out with in-depth interviews. Informants are selected directly by the researcher (purposive sampling).  Data is processed using the Nvivo 12 Plus application. The coding value indicates the frequent discussion of these variables by informants during the study.Result: Based on the Nvivo 12 Plus coding reference analysis, it shows the variables of integrated approach (110 coding), resource capacity (30 coding), cross-sectoral cooperation (97 coding), Advocacy, Mobilization and Regulation (28 coding), and evidence-based decision making (51 coding). Human Resources in malaria control at the Kaligesing Health Center concurrently have tasks and competencies that are not yet appropriate. JMD is considered to be lacking, especially when there is an outbreak. Situation analysis only focuses on cases and community conditions, not yet optimally in epidemiological and entomological studies. Malaria prevention and control is focused after a case occurs. Cross-sectoral cooperation is still limited to coordination has not been maximized in implementation. Perceptions related to health problems are the responsibility of the health sector while other sectors are only supportive. Malaria management is still an independent and not yet collaborative activity. There is no cross-institutional program in malaria management.Conclusion: The application of IVM Malaria in Purworejo Regency has not been maximized
PENERAPAN "GREEN HOSPITAL" SEBAGAI UPAYA MANAJEMEN LINGKUNGAN DI RUMAH SAKIT PERTAMINA CIREBON Fahriza Risnawati; Purwanto P; Onny Setiani
Ekosains Vol 7, No 01 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5604.26 KB)

Abstract

Risk Factor Analysis of Dust Exposure with Symptoms of Respiratory Disorder in Brick Industry Workers in Tegowanuh Sub-District, Kaloran District, Temanggung Regency Muhammad Fadli Ramadhansyah; Onny Setiani; Budiyono Budiyono; Sulistiyani Sulistiyani; Tri Joko
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 20, No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v20i1.126-139

Abstract

The brick industry has the potential to create a source of pollution in the form of dust which is harmful to the environment and workers health from the burning process. This study aims to determine the risk factors and analyze the relationship between dust exposure and symptoms of respiratory disorder in workers. This study used the total sampling technique to choose a sample of 75 participants for an observational study with a cross-sectional approach. The results showed that the average total dust particulate levels at 13 points was 1748.47 µg/Nm3 and the average inhaled dust content in 75 respondents of 4.56 mg/m3. The results of the analysis showed that the variables associated with symptoms of respiratory disorder were inhaled dust levels (p=0.023), working period (p=0.040), length of exposure (p=0.032), and use of personal protective equipment (p=0.015). Workers in the brick sector in Tegowanuh Sub-District may have respiratory symptoms more frequently depending on their exposure to amounts of inhaled dust, working period, exposure duration, and use of personal protective equipment. During the work process, it is advised to use personal protective equipment as a mask to prevent the onset of respiratory problems.
Literatur Review: Hubungan Penggunaan Pestisida dengan Kejadian Gangguan Neurologis pada Petani Raihan Mahesa Ardiansyah; Onny Setiani; Suhartono Suhartono
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i4.6887

Abstract

Penggunaan pestisida pada daerah pertanian merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya gejala gangguan neurologis pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari penggunaan pestisida dengan kejadian gangguan neurologis pada para petani berdasarkan dari berbagai artikel terkait yang dikumpulkan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian literature review, penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan artikel-artikel menggunakan mesin pencari seperti Scopus, Nature, dan Google Scholar. Kriteria artikel yang dijadikan acuan pada penelitian ini yaitu artikel terbitan tahun 2015-2023 serta artikel jenis open access dan full text. Dari hasil pencarian artikel serta skrining, didapatkan artikel final yang dipakai yaitu sebanyak 5 artikel, di mana dilakukan proses skrining sebanyak 2 kali dari yang awalnya 40 artikel menjadi hanya 5 saja yang dipakai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua petani selalu menggunakan pestisida saat bekerja. Paparan pestisida dapat menyebabkan gangguan neurologis pada petani, di mana gangguan neurologis tersebut antara lain Alzheimer, demensia, gangguan defisit perhatian, perubahan perilaku ke arah yang negatif, mengganggu tumbuh kembang sel otak. Insomnia juga dapat terjadi akibat dari paparan pestisida, di mana terganggunya fungsi enzim asetilkolinesterase dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.
ANALISIS FAKTOR RISIKO PAPARAN PESTISIDA TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETANI BAWANG MERAH Chyntia Nur Aviva Hidayat; Onny Setiani; Nikie Astorina Yunita Dewanti; Yusniar Hanani Darundiati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2209

Abstract

The high use of pesticides can cause health problems, one of which is disorders of the sympathetic nervous system in regulating blood pressure. The preliminary study on 1-2 June 2022 in Wanasari and Jagalempeni Villages found that farmers use pesticides not according to the dosage set, and 14 out of 20 farmers experienced hypertension. This study aimed to analyze the risk factors of pesticide exposure to hypertension incidence in shallot farmers in Wanasari District, Brebes Regency. The research used a cross-sectional design. The research sample was 101 male shallot farmers in Wanasari and Jagalempeni Villages, taken by consecutive sampling technique. Data analysis used the chi-square test. The results showed that 62 (61,4%) respondents had hypertension, an average length of work of 5,01 hours/day, 3,72 types of pesticides, 2,76 times/week of spraying frequency, and 2,98 types of use of personal protective equipment (PPE). The statistic test showed that proven factors as risk factors of hypertension incidence were the length of work (p=0,003; PR = 4,048; 95% Cl = 1,650-9,928), pesticide dose (p=0,006; PR = 4,219; 95% CI = 1,578-11,281), spraying frequency (p=0,007; PR = 3,581; 95% Cl = 1,491-8,602), use of PPE (p=0,001; PR = 7,212; 95% Cl = 2,516-20,678), while the types of pesticides is not a risk factor of hypertension incidence. This research concluded that length of work, pesticide dosage, spraying frequency, and use of personal protective equipment (PPE) are the risk factors of pesticide exposure to hypertension incidence.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Abd. Rasyid Syamsuri Adi, Bayu Kusuma Adilasari, Philomena Larasati Aditya, Vanessa Rizky Ali Djamhuri Alifia Intan Berlian Amaliyah, Ratu Aam Ana Qomariah Anak Agung Gede Sugianthara Andriana Marwanto Anies Anies Anisa Nur Fitri Setiarini Anissah, Neli Anju Stefani Annisa Amilush Shalihah Annisa Zolanda Annisa Zolanda Antonius Tae Asa, Antonius Tae Apoina Kartini Apsari, Laeila Ardiansyah, Raihan Mahesa Ardias Ardias Ariani Ariani Ariawan Soejoenoes Arnita Ayu Kusuma, Arnita Ayu Asrori Asrori Astin Hardiana Astorina YD, Nikie Atyaf Umi Faizah Ayu Widyawati Az-zahro, Putri Rahmawati Bagoes Widjanarko Bambang Setiyobudi Bayu Kusuma Adi Bayu Wicaksono Bhary Kharis Subhiandono, Bhary Kharis Bintar Wahyu Ismail Budi Bowo Leksono, Budi Bowo Budi Waloyo Budiiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Catarina Citra Puspa Dewi Cecilia Sri Rahayu Chesaria Candra Cahyani Choidiyah, Siti Choiroel Anwar Chyntia Nur Aviva Hidayat Cresti Dwitiya Murti Dani Imaduddin Dewi Andang Prastika Dewi Susanti Dhody Ardi Pratama Diah Ayu Pusparini, Diah Ayu Dian Islamiari Qoriah Dini Kusumastuti Dwi Fitriani Dwi Kuntari, Ayu Dwi Sutiningsih Dwiyanthi, Kadek Lia Eddi Suhaedi, Eddi Eka Sudarsana Eka Wahyuni Elanda Fikri Endang Sukawati, Endang Eny Hastuti, Eny Etik Sulistyorini Eunike Galuh Saputri Evi Rahmiyati Evi Yulia Arini, Evi Yulia Evy Ratnasari F. S. Nugraheni S., F. S. Fachmi Al Farisi Fahriza Risnawati Faisal Amri Fajar Fauziah Anggraini, Fauziah Feriyandi Feriyandi, Feriyandi Fianti andua Fidiyatun Fidiyatun Fitni Hidayati Fitra Ayu Minarti, Fitra Ayu Fitri, Clara Fuadi, Mirza Fathan Hadi Nasbey Hanan Lanang Dangiran Hanan Lanang Dangiran, Hanan Lanang Hanani D, Yusniar Hari Peni Julianti Hasrah Junaidi Helmin Rumbiak, Helmin Hendra Budi Sungkawa, Hendra Budi Heru Padmonobo Homer, Philips I Dewa Made Widaryana, I Dewa Made I Gusti Bagus Wiksuana I Ketut Suada Ika Fitriati, Ika Ilya Farokha Rizqiyana Ima Candra Kusuma Imam Djamaluddin Mashoedi Imam Djamaludin Mashoedi Intan Sekar Arumdani istiqomah istiqomah Jamhari Jamhari Jayawarsa, A.A. Ketut Kamilah Budhi R Kanthi Hidayahsti Kartika Permatasari Karunia Dwi HPS Ketut Resmaniasih Khabib Mualim, Khabib Khairunnisa, Shafira Mutia Khiki Purnawati Kasim Kholilah Samosir Kun Aristiati Susiloretni Kusuma Dara Zulfania Kusuma, Agcrista Permata Lenci Aryani Lilik Suliswati, Lilik Lily Gunawan Lina Yulianti Linda Devega M ROMLI, M Mardiyono, Mardiyono Marlina, Nanda Ika Vera Martini Martini Martini Martini Martini Martini Martyna Widya Marzuki Marzuki Mas Henny Dewi Sartika Maskinah, Eni Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Mayang Puspita Sari Meidiana Dwidiyanti Melyana Nurul Widyawati Melyana Nurul Widyawati Meta Suryani, Meta MG Catur Yuantari Misgiono Misgiono, Misgiono Mohammad Z. Rahfiludin Mohammad Zen Rahfiludin Muchtar Mawardi Muh Fauzi, Muh Muhammad Fadhlullah Muhammad Fadli Ramadhansyah Muhammad Rivai Mulia Syakira Ramadhani Murniwati Bagia Mursid Rahardjo Mursid Rahardjo Mursid Raharjo Mursid Raharjo Mursid Raharjo Mustafiroh Kasanah Mutasir Mutasir, Mutasir Nasrin Nasrin, Nasrin Neni Saswita Niki Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikita Rizky Nikmah Jalilah Ritonga Nina Rosenovianty Christiana Nisa Zakiyah Noor Pramono Noverita Dian T, Noverita Dian Novia Luthviatin Novia Rina Dewi Nufla Ihsani Nur Endah Wahyuningsih Nur Endah Wahyuningsih Nur Endah Wahyuningsih Nur Endah Wahyuningsih Nurjazuli - Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurmala Sari Oktavia Suci Setyoningsih, Oktavia Suci Olivionita, Vita Paramastri, Nerpadita Philips Homer Poppi Nastasia Dewi Prasetiyawati, Ida PRASETYO ADI NUGROHO, PRASETYO ADI Pratiwi, Dian Eka PURNAMA, LUBIS BAMBANG Purwanto P Purwanto Purwanto Purwanto, Anto Pusaka, Semerdanta Puspaningdyah Ekawati Putri Arida Ipmawati, Putri Arida Qorina Sabila Fa'iza Raharjo, Puspito Rahayu Utami Rahman, Muhammad Auliya Raihan Mahesa Ardiansyah Raisha Selviastuti Rasyid, Khairul Retno Sulistiyowati Rika Adi Kusumo, Rika Adi Rizka Laila Rachmawati, Rizka Laila Rizki Nurul Mutmainnah Rizkyansyah, Alif Rodhwa Asma' Amanina Ronna Atika Tsani Rosa Rantetoding, Rosa Rosmiati Saleh Rr Sarah Fadhilah Nafisa Rudi Anshari, Rudi Safira Putri Indraswari Sakundarno Adi Samina Samina Sandy Wahap Santri Pertiwi Sarwono Sarwono Septanti, Elza Muthia Setyatama, Ike Putri Shafira Mutia Khairunnisa Sharadifa Putika Apsari Siregar, Sylvia Nehemia Siti Aisyah Kurniasih Siti Maisyaroh Bakti Pertiwi Siti Munfiah Soedjono Soedjono Sri Achadi Nugraheni Sri Endang Pujiastuti Sri Ratna Astuti, Sri Ratna Sri Slamet Mulyati, Sri Slamet Sri Sumarni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Suharyo Hadisaputro Sujari Sujari, Sujari Sulistiyani Sulistiyani SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistiyono Putra, Ilham Pradana Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sunarti Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Surip Surip Suroto Suroto Suryati Kumorowulan Sus Setyabudi, Sus Sutji Wardhayani, Sutji TATI NURHAYATI Tri Anggi Huwaida Tri Joko Tri Joko Tri Joko Trijoko Trijoko Ulfa, Elok Fadila Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Vandi Putra Malau Vifta Dian Lestari Vitasari, Marliana Wiarisa, Hesty Wiarisa, Hesty Widiastuti, Yulia Widjarnarko, Bagoes Wikri Eko Putra Wilujeng Ginanjarwati Winda Yunyaty Harianja Winnoto Winnoto Yulizar Yulizar Yundari, Yundari Yura Witsqa Firmansyah Yusniar Hanani Yusniar Hanani D., Yusniar Yusniar Hanani Danudianti Yusniar Hanani Darundiati Yusniar Hanani Darundiati Yusran Fauzi Zaedatul Farida Zulfania, Kusuma Dara Zulmi Indriyani