Claim Missing Document
Check
Articles

Kasus Diabetes Mellitus Pada Kucing Lokal Fitriani, Ayu; Suartha, I Nyoman; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.648 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengamati gejala klinis, gambaran hematologi dan kimia klinis pada penderita DM. Penelitian dilaksanakan di Bali Veterinary Clinic Pererena Bali. Waktu penelitian berlangsung pada akhir bulan Maret sampai bulan Mei 2015. Kucing penderita DM memiliki gejala klinis polyuria, polydipsia, polyphagia, penurunan berat badan, luka basah yang tidak kunjung sembuh, gusi pucat kekuningan, peningkatan temperatur tubuh, anoreksia. Pada uji darah lengkap didapatkan hasil White Blood Cell, Red Blood Cell, Hematocrite, Platelet, dan Hemoglobin rendah sedangkan Lymphocytes tinggi. Pada uji glukosa darah menunjukan bahwa glukosa darah tinggi. Tes fungsi hati menunjukkan bahwa AST tinggi tetapi ALT normal.
Respons Imun Anjing Lokal Jantan Umur Diatas Satu Tahun Pasca Vaksinasi Rabies Prasatya, I Gde Made Abdi; Suardana, Ida Bagus Kade; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (1) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.625 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.1.69

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui titer antibodi anjing lokal jantan umur di atas satu tahun pasca vaksinasi rabies. Penelitian menggunakan 10 sampel darah anjing yang diambil di Desa Gulingan dan diuji dengan enzym linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukan dari 10 sampel, 7 sampel (70%) memiliki titer antibodi protektif (seropositif) dan 3 sampel (30%) belum memiliki titer antibodi protektif (seronegatif). Seropositif adalah nilai Optical Density (OD) di atas 0,5 IU, sedangkan seronegatif adalah nilai Optical Density (OD) di bawah 0,5 IU. Rataan nilai OD di atas 0,5 IU/ml ditemukan pada anjing berumur di atas 3 tahun dengan sistem pemeliharaan dilepas dalam lingkungan rumah dan beberapa dilepas liarkan. Nilai OD dibawah 0,5 IU ditemukan pada anjing berumur di bawah 3 tahun dengan sistem pemeliharaan dilepas liarkan.
Perubahan Lesi Makroskopis pada Anjing Penderita Dermatitis Setelah Pengobatan Minyak Mimba dan Minyak Kelapa Murni Cahyaniarta, I Kade Candra; Suartha, I Nyoman; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (6) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.086 KB)

Abstract

Dermatitis merupakan peradangan yang terjadi pada kulit. Penyebab dermatitis dapat berasal dari luar (eksogen), seperti bahan kimia, fisik (sinar), mikroorganisme (parasit, bakteri, jamur, virus), ataupun dari dalam (endogen) seperti genetik, ketahanan kulit dan metabolisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kesembuhan lesi pada anjing yang menderita dermatitis yang dirawat dengan campuran minyak mimba dan minyak kelapa murni. Anjing yang menderita dermatitis dengan lesi primer, lesi sekunder, maupun gabungan dari lesi primer dan skunder dengan campuran minyak mimba selama 15 hari. Penelitian ini menggunakan tiga ekor anjing sebagai sampel perlakuan dan satu ekor anjing sebagai sampel control tanpa diberi campuran minyak mimba dan minyak kelapa murni. Sampel yang digunakan, diobesrvasi dan dilakukan pencatatan lesi serta perubahan lesi yang terjadi dimulai dari hari ke-0 sampai hari ke-15. Data dianalisis dengan uji Wilxocon dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian campuran minyak dapat mengurangi lesi dermatitis kompleks pada anjing. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan pemberian minyak mimba berpengaruh nyata terhadap kesembuhan lesi dermatitis kompleks dan efektif sebagai pengobatan dermatitis kompleks pada anjing.
Uji Cemaran Mikroba pada Daun Mimba (Azadiractha Indica A. Juss) Sebagai Standarisasi Bahan Obat Herbal Saweng, Cikal Farah Irian Jati; Sudimartini, Luh Made; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.288 KB)

Abstract

Tanaman mimba (Azadiractha indica A. Juss) merupakan bahan herbal yang telah lama digunakan sebagai obat tradisional. Daun mimba mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, azadiracthin, salanin, meliantriol, nimbin, dan nimbidin yang bermanfaat dalam kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cemaran mikroba yang terdapat pada simplisia daun mimba yang dikoleksi disekitar Univeristas Udayana, Jimbaran, Bali memenuhi persyaratan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) No. 12 tahun 2014 serta peningkatan mutu dan keamanan obat herbal terstandar. Penentuan cemaran mikroba simplisia daun mimba dilakukan dengan uji angka lempeng total (ALT) mengunakan media Plate Count Agar (PCA) dan angka kapang khamir (AKK) menggunakan media Potato Dextrose Agar (PDA). Pertumbuhan koloni bakteri diinokulasikan pada lempeng agar dengan metode sebar dan diinokulasi pada suhu 35-370C selama 24 -48 jam dan pada suhu 20-250C untuk pertumbuhan angka kapang khamir selama lima hari. Diperoleh hasil dengan pengukuran kuantitaif angka lempeng total dan angka kapang khamir dari simplisia daun mimba yaitu 3750 cfu/g dan 100 cfu/g. Simpulan daun mimba yang dikoleksi dari Kampus Univeristas Udayana, Jimbaran, Bali telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar cemaran mikroba pada obat tradisional pada BPOM RI No. 12 tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional yaitu jumlah angka lempeng bakteri maksimal 1.000.000 cfu/g dan angka kapang khamir maksimal 10.000 cfu/g dan layak digunakan sebagai bahan baku obat herbal karena telah memenuhi syarat.
Pemberian Kalsium Hidrogen Fosfat Dihidrat dan Vitamin D3 untuk Pengobatan Rickets pada Anak Anjing Persilangan Dewi, Putu Ayu Purbani Novia; Suartha, I Nyoman; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.044 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.107

Abstract

Anjing merupakan persilangan antara Pomeranian dengan anjing lokal, berjenis kelamin jantan berumur 3,5 bulan dan memiliki bobot badan 3 kg mengalami gangguan muskuloskeletal dengan tanda klinis berpindah tempat dengan cara menyeret badan dan kedua kaki belakangnya, di samping terjadi deformitas simetris pada ekstremitas cranial dan terdapat rasa nyeri pada ekstremitas caudal. Anjing pada kasus ini setiap harinya hanya diberikan pakan nasi dan hati ayam oleh pemiliknya. Pemeriksaan radiografi ditemukan bagian yang mengalami radiolusen pada os tibia fibula, deformitas tulang simetris terjadi pada ekstremitas kranial pada os humerus, serta deformitas pada lumbosakral. Pemeriksaan darah lengkap menunjukkan anjing kasus mengalami anemia mikrositik normokromik, dan leukositosis. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium, disimpulkan anjing kasus didiagnosis menderita rickets. Terapi kausatif diberikan berupa calcifar 500 mg 1/6 tablet/hari selama 4 minggu, terapi simtomatis berupa meloxicam 7.5 mg 1/6 tablet/hari selama 7 hari, dan terapi suportif dengan mengganti makanan dengan dog food komersial, pemijatan otot-otot ekstremitas caudal, mengontrol bobot badan, mengajak anjing latihan ringan yaitu berjalan dipagi hari dan berenang. Setelah empat minggu terapi anjing mengalami peningkatan kekuatan tulang yaitu anjing sudah dapat berlari, menaiki dan menuruni tangga, meskipun deformitas pada kedua kaki depan dan tulang punggung tidak dapat kembali normal.
Studi Kasus: Gangguan Lower Motor Neuron pada Anjing Lokal Marmanto, Tessa Saputri; Soma, I Gede; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.326 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.28

Abstract

Anjing lokal berusia dua tahun dengan bobot badan 13 kg diperiksa di Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Hasil pemeriksaan anjing jantan yang berjalan dengan kaki depan menopang tubuh dan memiliki langkah kaki depan pendek ini, menunjukkan tanda klinis paraplegia dan inkontinensia urin. Pemeriksaan neurologi yang dilakukan mengindikasikan terjadinya gangguan lower motor neuron. Pemeriksaan darah rutin menunjukkan anemia normositik hiperkromik [PCV 22.8% (37-55%), MCV 60.9 fl (60-77 fl), dan MCHC 49.3 g/dl (31-34 g/dl)] dan limfositosis [7.6 x 109 (1.0-4.8 x 109 )]. Hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan perubahan anatomis yang terlihat. Dari rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, anjing didiagnosis menderita gangguan lower motor neuron. Gangguan lower motor neuron adalah gangguan saraf yang menyebabkan kelumpuhan otot skeletal pada kaki belakang dan kandung kemih. Prognosa anjing yang mengalami gangguan lower motor neuron adalah infausta. Terapi yang diberikan berupa terapi supportif dengan pemberian neurotropik, vitamin B kompleks tablet, dan ferrous gluconate 250 mg. Hasil terapi tidak menunjukan adanya perubahan.
Hemogram Anjing Penderita Dermatitis yang Diobati dengan Krim Herbal Campuran Ekstrak Daun Mimba, Sirsak, dan Pegagan Putrawan, Baja Sadhayu; Kendran, Anak Agung Sagung; Sudimartini, Luh Made; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.531 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.249

Abstract

Salah satu indikator penting untuk mengetahui status kesehatan adalah darah sehingga perlu pengujian terhadap darah melalui hemogram. Hemogram adalah tes yang dilakukan pada sampel darah yang menyajikan berbagai nilai dari komponen-komponen sel darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hemogram anjing penderita dermatitis pada uji efektivitas krim herbal yang menggunakan campuran ekstrak daun mimba, sirsak dan pegagan. Penelitian ini menggunakan tiga ekor anjing penderita dermatitis dengan tingkat keparahan yang sedang. Lesi dermatitis pada anjing diolesi dengan krim herbal setiap hari selama 15 hari. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-0, ke-5, ke-10, dan ke-15. Pengujian dilakukan dengan mesin Animal Blood Counter iCell-800Vet. Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis melalui Sidik Ragam dilanjutkan dengan uji Duncan jika ada perubahan yang nyata antara perlakuan menggunakan software SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 22 dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil hemogram pada anjing penderita dermatitis kompleks yang diobati dengan krim ekstrak daun mimba, sirsak, dan pegagan tidak berpengaruh nyata terhadap White Blood Cell, Limfosit, OTHER#, Eosinofil, Limfosit%, EO%, RBC, HGB, MCV, MCH, MCHC, RDW-CV, RDW-SD, Hematokrit, Platelet, MPV, PDW, dan PCT namun pemberian krim ekstrak dari campuran daun mimba, sirsak, dan pegagan berpengaruh terhadap OTHER% (basofil, monosit, dan neutrofil).
Uji Cemaran Mikroba pada Daun Mimba (Azadiractha Indica A. Juss) Sebagai Standarisasi Bahan Obat Herbal Saweng, Cikal Farah Irian Jati; Sudimartini, Luh Made; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.270

Abstract

Tanaman mimba (Azadiractha indica A. Juss) merupakan bahan herbal yang telah lama digunakan sebagai obat tradisional. Daun mimba mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, azadiracthin, salanin, meliantriol, nimbin, dan nimbidin yang bermanfaat dalam kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cemaran mikroba yang terdapat pada simplisia daun mimba yang dikoleksi disekitar Univeristas Udayana, Jimbaran, Bali memenuhi persyaratan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) No. 12 tahun 2014 serta peningkatan mutu dan keamanan obat herbal terstandar. Penentuan cemaran mikroba simplisia daun mimba dilakukan dengan uji angka lempeng total (ALT) mengunakan media Plate Count Agar (PCA) dan angka kapang khamir (AKK) menggunakan media Potato Dextrose Agar (PDA). Pertumbuhan koloni bakteri diinokulasikan pada lempeng agar dengan metode sebar dan diinokulasi pada suhu 35-370C selama 24 -48 jam dan pada suhu 20-250C untuk pertumbuhan angka kapang khamir selama lima hari. Diperoleh hasil dengan pengukuran kuantitaif angka lempeng total dan angka kapang khamir dari simplisia daun mimba yaitu 3750 cfu/g dan 100 cfu/g. Simpulan daun mimba yang dikoleksi dari Kampus Univeristas Udayana, Jimbaran, Bali telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar cemaran mikroba pada obat tradisional pada BPOM RI No. 12 tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional yaitu jumlah angka lempeng bakteri maksimal 1.000.000 cfu/g dan angka kapang khamir maksimal 10.000 cfu/g dan layak digunakan sebagai bahan baku obat herbal karena telah memenuhi syarat.
Respons Antibodi Avian Influenza pada Anak Babi yang Diberi Vaksin Escherichia coli – Avian Influenza Bhaskara, Audrey Febiannya Putri; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.61

Abstract

Babi berperan penting dalam ekologi virus influenza, karena babi dapat berperan sebagai wahana untuk reasorsi virus influenza dari unggas dan mamalia. Vaksinasi dengan antigen influenza universal, yaitu nukleoprotein, dapat menurunkan peluang babi dalam memunculkan virus influenza baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengentahui respons antibodi dari vaksinasi dengan nukleoprotein rekombinan - Escherichia coli. Sebanyak 12 anak babi landrace dari tiga induk yang berbeda dipilih secara acak. Enam ekor divaksinasi dengan vaksin nucleoprotein-E. coli pada umur tujuh hari dan diulang pada umur 21 hari. Enam ekor tidak divaksinasi. Serum diambil pada umur 35 hari. Nilai optical density (OD) antibodi terhadap nukleoprotein diuji dengan teknik Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dengan menggunakan Kit ELISA komersial, Avian Influenza Virus Antibody Test Kit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Optical Density rata-rata babi yang divaksinasi (0,367) secara statistika nyata lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak divaksinasi (0,054). Vaksin rekombinan nucleoprotein-E. coli yang dicobakan mampu meningkatan antibodi terhadap virus avian influenza pada anak babi.
Laporan Kasus: Anaplasmosis pada Anjing Peranakan Kintamani Tahlia, Ninis Arsyi; Suartha, I Nyoman; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.304

Abstract

Anaplasmosis merupakan penyakit pada anjing yang disebabkan oleh mikroorganisme intraselular gram negatif yang termasuk dalam famili Anaplasmataceae. Seekor anjing mix kintamani berumur 1 tahun diperiksa di Rumah Sakit Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan; gatal-gatal, infestasi caplak, lemas, nasfu makan menurun dan eritema di seluruh tubuh anjing. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan membran mukosa mulut pucat, anjing lemah, infestasi caplak Rhiphicephalus pada kulit. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan terjadi anemia normositik hiperkromik, dan trombositopenia. Pemeriksaan ulas darah positif ditemukan agen Anaplasma spp. Terapi yang diberikan berupa terapi secara kausatif, simtomatis dan suportif. Terapi kausatif diberikan doksisiklin dosis 10 mg/kg BB diberikan secara oral selama 28 hari, ivermectin dosis 0,2-0,3 mg/kg BB, disuntikkan secara subkutan satu minggu sekali selama tiga minggu, terapi simtomatis dengan vetadryl dosis 1-5 mg/kg BB,disuntikkan secara subkutan satu minggu sekali selama tiga minggu, sedangkan terapi suportif diberikan pemberian vitamin livron b-pleks sehari sekali selama 10 hari. Pengobatan dengan doksisiklin, ivermectin, vetadryl dan livron b-pleks memberikan hasil yang baik terhadap anjing kasus dari segi keaktifan hewan, pertumbuhan rambut, nafsu makan yang baik dan hewan bebas dari caplak.
Co-Authors A A N G D Wisesa A A N O Pujawan A A S I Pradnyantari Agatha Seren Lumban Tobing Agatha Serena Lumban Tobing Aida Lousie Tenden Rompis Alya Nita Shena Gayanti Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Sagung Istri Pradnyantari Anak Agung Sagung Kendran Ananta, Muhammad Ghufron angelina serlin Anita Dwi Handayani Annisa Budiani Annisa Putri Cahyani Annisa Putri Cahyani Apriliana, Kadek Soma Arini Nur Handayani Arini Nur Handayani Arini Nurhandayani Arini Nurhandayani Ayu Fitriani Baiq Indah Pertiwi Bambang Pontjo Priosoeryanto Bhakty, Zatya Wira Bhaskara, Audrey Febiannya Putri BIBIANA W LAY Boro, Saptarima Eka Estiani Cahyaniarta, I Kade Candra Cyrilus Jefferson Bour Daniel Raja Bonar Nainggolan Dewa Odiec Purnawan Dewanti, Desak Gede Bintang Pradnya Dewi, Desak Made Wiga Puspita Dewi, Putu Ayu Purbani Novia Diana Mustikawati Duarsa, Bima Satya Agung DWI SURYANTO Dyah Utami Dewi EKA MAHARDHIKA RATUNDIMA Emy Sapta Budiari Eustokia Yulisa Madu, Eustokia Yulisa Fajar Mubarok Fatmawati Aras Fernandes, Nuno G.A.M.K. Dewi Gede Herdian Permana Putra Gusti Ayu Kencana Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ayu Yunianti Kencana Gusti Ayu Yuniati Kencana Heparandita, Ananda Agung Dextra I Gede Soma I Gede Soma I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Badiwangsa Temaja I GUSTI NGURAH DIBYA PRASETYA I GUSTI NGURAH KADE MAHARDHIKA I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Mahardika I Gusti Ngurah Mahardika I Gusti Ngurah Narendra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra1, I Gusti Ngurah Narendra, I Gusti Ngurah I Gusti Ngurah Sudisma I GustiKetut Suarjana I K. SUATHA I KADEK SAKA WIRYANA I Ketut Eli Supartika I Ketut Gunata I Ketut Gunatha I Ketut Suada I Ketut Tomy Caesar Ramanda I Komang Wahyu Yuliana I Made Dira Swantara I Made Kardena I Made Merdana I Made Sukada I MADE SUMA ANTARA I Made Suma Anthara I Nengah Sudarmayasa i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Windhu Paramarta I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Putu Indra Parmayoga I Putu Sudiarta I Putu Wira Adi Wibawa I W Y Semarariana I Wayan Batan I Wayan Bebas I Wayan Gorda I Wayan Suardana I wayan Teguh Wibawan I Wayan Wirata I. B. K. Suardana I.A.M.L. Dewi I.A.P. Apsari I.A.P. Gayatri I.B.K. Suardana I.G.A.A. Idayati I.H. Utama I.W. Batan Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Sri Candra Dewi Ida Ayu Sri Chandra Dewi Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Winaya Iman Bayu Prakoso Darmono Insani, Widia Iwan Harjono Utama Kadek Karang Agustina Kamaliana, Baiq Reni Ketut Budiasa Ketut Sepdyana Kartini Komang Andika Purnama Kristiana Yoaltiva Jinorati Kristina Kristina Ledi Natalia Surbakti Luh Dewi Anggreni Luh Gde Sri Surya Heryani Luh Kadek Nanda Laksmi Luh Made Sudimantini Luh Made Sudimartini Lusiana Lasmari Siahaan Luwis, Jeremy Christian M P A Yunikawati M Windhu M.D. Rudyanto Madania, Reydanisa Noor MADE KOTA BUDIASA Made Ririn Sri Wulandari Made Suma Anthara Made Suma Anthara Margaretha Dhea Sinthalarosa Marmanto, Tessa Saputri Megariyanthi, Ni Putu Arie Melkias Oagay Melkias Oagay Muh Ramadhan Muhammad Ulqiya Syukron Musdalifa, Annisa Nareswari, Ayu Widya Nazara, Nonitema Nengah Tegar Saputra Ni Ketut Dias Nursanty Ni Ketut Suwiti Ni Komang Ade Juliantari Ni Luh Putu Dharmawati Ni Luh Putu Kusuma Clara Dewinda Ni Luh Putu Sriyani Ni Luh Putu Yunita Listiana Dewi Ni Luh Watiniasih Ni Made Ayu Sintya Paramita Ni Made Ernawati Ni Made Restiati Ni Made Rita Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi2 Ni Putu Ayu Dewi Wijayanti Ni Putu Tiara Indriana Ni Wayan Tatik Inggriati Norawigaswari, Nengah Desy P S Dwipartha P T E Sucitrayani P.I.S.S. Oka P.K. Pebyanthi Patabang, Denselina Lilis Prasatya, I Gde Made Abdi Priska Mariane Serang Putrawan, Baja Sadhayu Putri, Ayu Chitra Adhitya Putu Adi Cahya Dewi Putu Adrian Junaedi Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Devi Jayanti Putu Hendrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Rahim, M. Andry Ratu Shinta Mayasari Remontara, Al Afuw Niha Reny Septyawati Retno Damayanti Soejoedono Rui Daniel de Carvalho S.K. Widyastuti Sachio, Drevani Angelika Samosir, Hartina Saputra, I Nyoman Dwi Eka Saweng, Cikal Farah Irian Jati Sawitajaya, I Made Sayu Raka Padma Wulan Sari, Sayu Raka Padma Wulan Septianingsih, Ni Luh Putu Diah Sheira Tannia Welfalini Sibarani, Oktryna Hodesi Sitohang, Martina Tiodora Situmorang, Fernando Jose Immanuel Clinton Sri Kayati Widyastuti Sry Agustina Sukoco, Hendro Sutadisastra, Nisha Aisya Suwartini, Ni Komang Swandewi, Ni Kadek Meita Syamsidar Syamsidar Syarif Lalu Hidayatullah T. Sari Nindia Tahlia, Ninis Arsyi Taruklinggi, Utari Resky Tiara L Rona Tjokorda Sari Nindhia TRI KOMALA SARI Tri Suci Galingging, Tri Suci Vivi Indrawati Widyanti, Agnes Indah Wijaya, Dhyana Ayu Manggala Willy Moris Nainggolan Wirawan, I Gede WIWIK SUSANAH RITA Wulandari Wulandari Yekhonya Rehuel Sidjabat Yoana Pratiwi Clara Pakpahan Yoga Pratama Nuradi Yosaphat L.S Kote Zumara Mufida Hidayati