Claim Missing Document
Check
Articles

Laporan Kasus: Anaplasmosis pada Anjing Pomeranian Erawan, I Gusti Made Krisna; Duarsa, Bima Satya Agung; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.969 KB)

Abstract

Seekor anjing ras Pomeranian, berjenis kelamin jantan, bernama Dodo, berumur tiga tahun dengan bobot badan 8,5 kg mengalami epistaksis pada kedua lubang hidung sejak seminggu sebelum dilakukan pemeriksaan. Anjing kasus tampak lemas dan pada bagian punggung ditemukan caplak Rhipichepalus. Hasil pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan anjing kasus mengalami anemia, eosinofilia, dan trombositopenia. Pada pemeriksaan ulas darah tipis tidak teramati agen asing secara jelas. Untuk membantu menegakkan diagnosis dilakukan pemeriksaan dengan rapid test kit yang dapat mendeteksi antobodi E. canis dan Anaplasma sp. Hasil rapid test kit menunjukan pada darah anjing kasus terdeteksi antibodi Anaplasma sp. Berdasarkan anamnesis, gejala klinis, dan hasil pemeriksaan laboratorium, anjing kasus didiagnosis menderita anaplasmosis dengan prognosis fausta. Setelah diberikan pengobatan selama 10 hari dengan antibiotik doxycicline, asam traneksamat, dan Livron B-pleks anjing kasus secara klinis tampak sehat.
Titer Antibodi Ayam Petelur Pascavaksinasi Avian Influenza Pada Peternakan Komersial Di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan Bhakty, Zatya Wira; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.944 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon imun sekunder pascavaksinasi kedua AI pada peternakan komersial di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan. Sampel penelitian dipilih secara acak terhadap 10 ekor ayam petelur dari total 200 ekor. Sampel diambil sebanyak tiga kali yakni sekali pravaksinasi dan dua kali pascavaksinasi pada peternakan komersial di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan. Pemeriksaan titer antibodi AI dilakukan dengan uji serologi Haemaglutination Inhibition (HI). Nilai titer antibodi selanjutnya dianalisis menggunakan uji sidik ragam univariate dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT), uji Duncan, dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan titer antibodi yang signifikan setiap minggu pascavaksinasi. Rerata titer antibodi pravaksinasi sebesar 0 HI log 2. Rerata titer antibodi ayam petelur pascavaksinasi kedua pada minggu ke-2 yaitu 4,6 HI log 2 dan 8,3 HI log 2 pada minggu ke-3. Periode pengambilan serum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan titer antibodi AI pascavaksinasi setiap minggunya. Disarankan untuk memperhatikan waktu vaksinasi kedua dilakukan sebelum titer antibodi primer mencapai 0 HI log 2.
SERODETEKSI PENYAKIT TETELO PADA AYAM DI TIMOR LESTE Syukron, Muhammad Ulqiya; Suartha, I Nyoman; Dharmawan, I Nyoman Sadra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (3) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.111 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian penyakit tetelo pada ayam di Timor Leste. Penelitian ini menggunakan sampel serum ayam yang diambil dari distrik di Dili, Los Palos, Suai dan Maliana. Setiap distrik diambil 15 serum sampel. Sampel yang digunakan merupakan koleksi tim Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) Universitas Udayana tahun 2010. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Hemaglutinasi Inhibisi (HI). Hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukan bahwa nilai titer antibodi antara 21 sampai 28 di Timor Leste. Simpulan penelitian ini adalah di Negara Timor leste terjangkit penyakit tetelo secara endemik.
Deteksi Antibodi terhadap Virus Classical Swine Fever dengan Teknik Enzyme-Linked Immunosorbent Assay RATUNDIMA, EKA MAHARDHIKA; SUARTHA, I NYOMAN; NGURAH KADE MAHARDHIKA, I GUSTI
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.34 KB)

Abstract

Classical swine fever (CSF) adalah penyakit viral yang sangat menular pada babi disebabkan oleh virus CSF dari genus Pestivirus, famili Flaviviridae. Penyakit CSF tersebar hampir di seluruh kabupaten dan kecamatan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pencegahan yang efektif untuk mengatasi penyakit CSF adalah vaksinasi dan stamping out. Upaya pencegahan dengan vaksinasi telah dilakukan di NTT. Efektivitas vaksinasi dikaji dan dievaluasi melalui pemeriksaan titer antibodi dari babi yang telah divaksin. Kajian tersebut juga dilakukan pengambilan serum dari babi yang tidak divaksin untuk mengetahui kemungkinan terjadinya infeksi alami.Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 358, yang terdiri atas 223 sampel yang berasal dari babi yang tidak divaksinasi dan 135 sampel berasal dari babi yang divaksinasi. Penelitian dilakukan dengan teknik Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) untuk mendeteksi antibodi terhadap virus CSF pada babi yang divaksinasi dan tidak divaksinasi. Data hasil uji ELISA akan dihitung nilai Persentase Inhibisi (PI) dan dianalisis dengan uji chi-square dan uji t tidak berpasangan.Uji ELISA menunjukkan adanya antibodi CSF sebanyak 63 sampel (28,3 %) pada babi yang tidak divaksinasi dan 69 sampel (51,1 %) pada babi yang divaksinasi. Kesimpulan penelitian ini adalah seroprevalensi antibodi terhadap virus CSF pada babi yang divaksinasi lebih tinggi dibandingkan dengan pada babi yang tidak divaksinasi.
Hemogram Anjing Penderita Dermatitis Kompleks Widyanti, Agnes Indah; Suartha, I Nyoman; Erawan, I Gusti Made Krisna; Anggreni, Luh Dewi; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (5) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.38 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.5.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hemogram anjing penderita dermatitis kompleks. Sampel penelitian ini adalah darah anjing yang mengalami dermatitis kompleks yang didapatkan dari daerah sekitar Denpasar. Dermatitis kompleks adalah radang kulit yang disebabkan oleh komplikasi berbagai agen penyebab seperti parasit, bakteri dan jamur. Komplikasi dari berbagai agen itu menyebabkan kerusakan pada kulit dan terganggunya proses vaskularisasi ke kulit, hal ini menyebabkan terjadi pembusukan pada kulit sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap, kerontokan rambut, dan luka borok. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 15 ekor anjing. Pemeriksaan darah untuk mendapatkan nilai hemogram digunakan mesin Animal Blood Counter iCell-800Vet, China. Setelah penghitungan diferensiasi leukosit dari preparat ulas darah dengan pengamatan mikroskop, data dianalisis secara deskriptif. Hasil hemogram anjing penderita dermatitis kompleks adalah anemia, neutropenia, dan basofilia. Neutropenia yang terjadi pada anjing penderita dermatitis kompleks disertai peningkatan neutrofil stab/neutrofil muda, hal tersebut mengindikasikan adanya peradangan yang bersifat akut. Temuan hemogram yang paling umum pada anjing penderita dermatitis kompleks adalah anemia, neutropenia dan basofilia. Neutropenia yang terjadi disertai dengan peningkatan neutrofil muda (stab/band).
Case Report: Sparganosis in Domestic Cat Samosir, Hartina; Putriningsih, Putu Ayu Sisyawati; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (1) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.5 KB) | DOI: 10.19087/imv.2019.8.1.26

Abstract

Sparganosis is one of the food borne zoonotic diseases caused by the plerocercoid larvae (spargana) of the Spirometric genus. Sparganosis cases in five-month-old female cats in Denpasar, Bali were reported by us. Clinical sign of a Spirometric tapeworm infection in the case cat of the fecal consistency is grade 3.5. These findings are reported from animal’s owners who found worms when defecate. Eggs per gram (EPG) 16,900 it shows the intensity of spirometra infection in cat high enough. The Animal were treated with praziquantel 0.5 tablets, given twice with a seven-day interval. Evaluation of the cat after two times treatments for clinical signs of significant changes only from the fecal effusion from grade 3.5 to grade 2 was well formed, does not leave a mark when picked up.
Hemogram Anjing Penderita Dermatitis yang Diobati dengan Minyak Mimba Sawitajaya, I Made; Suartha, I Nyoman; Kendran, Anak Agung Sagung; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.615 KB)

Abstract

Minyak mimba diketahui memiliki efek yang dapat membantu kesembuhan dermatitis kompleks. Darah merupakan indikator penting untuk mengetahui status tubuh sehingga perlu dilakukan pengujian terhadap darah melalui hemogram. Penelitian ini bertujuan mengetahui hemogram anjing penderita dermatitis kompleks yang diobati dengan minyak mimba, dengan menggunakan tiga sampel anjing penderita dermatitis kompleks yang diolesi dengan minyak mimba selama 15 hari. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-0 hari, ke-7, dan ke-15. Pemeriksaan darah dilakukan dengan mesin Animal Blood Counter iCell-800Vet. Nilai hemogram yang didapatkan yaitu terjadinya leukositosis, limfositosis, dan anemia mikrositik normokromik.
Pemberian Ivermectin Sebelum Vaksinasi Hog Cholera Menekan Pembentukan Antibodi Galingging, Tri Suci; Suartha, I Nyoman; Budiasa, Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (5) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.564 KB)

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk membandingkan antara titer antibodi anak babi yang diinjeksikan ivermectin, dengan titer anak babi yang tidak diberikan ivermectin. Anak babi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu anak babi kontrol, anak babi yang diberikan ivermectin dan anak  babi yang tidak diberikan ivermectin.  Babi yang digunakan adalah babi berumur tiga minggu dengan 10 ekor ulangan untuk setiap perlakuan. Pemeriksaan titer antibodi hog cholera yang dilakukan dengan menggunakan uji ELISA menunjukkan bahwa penggunaan ivermectin memberikan pengaruh terhadap penurunan titer antibodi Hog Cholera dengan nilai protektivitas antibodi masing-masing 100% untuk anak babi kontrol, 80% untuk anak babi yang diberi ivermectin, dan 100% untuk anak babi yang tidak diberi ivermectin. Secara statistik persentase hambatan (PI) antibodi anak babi yang divaksinasi hog cholera tanpa ivermectin berbeda nyata (P<0.05) dibandingkan anak babi yang divaksinasi hog cholera dengan ivermectin. Namun tidak berbeda nyata dengan anak babi kontrol. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pemberian ivermectin tidak berpengaruh terhadap protektivitas antibodi hog cholera pada anak babi.
Efek Imunostimulator Ekstrak Daun Kasturi (Mangifera Casturi) Pada Mencit Rahim, M. Andry; Suartha, I Nyoman; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.574 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat imunostimulator daun kasturi untuk meningkatkan aktivitas dan kapasitas fagositosis sel makrofag mencit. Penelitian ini menggunakan mencit dibagi ke dalam kelompok A, B, dan C. Masing-masing kelompok terdiri atas 12 ekor. Kelompok A sebagai perlakuan kontrol diberikan aquades, kelompok B diberikan ekstrak daun kasturi konsentrasi 5% dan kelompok C diberikan ekstrak daun kasturi 10%. Aktivitas dan kapasitas fagositosis makrofag dihitung (menit ke- 15, 30, 45, 60). Aktivitas fagositosis sel makrofag dihitung dari 100 sel fagosit. Kapasitas fagositosis sel makrofag dihitung dari 50 sel makrofag yang aktif memfagosit bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fagositosis sel makrofag pada kelompok kontrol (10,67±5,24), pemberian ekstrak konsentrasi 5% (25,25±5,06), dan pemberian ekstrak konsentrasi 10% (39,58±5,45). Kapasitas fagositosis sel makrofag pada kelompok kontrol (578,08±186,94), pemberian ekstrak konsentrasi 5% (700,58±199,58), dan pemberian ekstrak konsentrasi 10% (832,83±182,16). Ekstrak daun kasturi (Mangifera casturi) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan aktivitas dan kapasitas fagositosis makrofag. Aktivitas dan kapasitas fagositosis meningkat sejalan dengan peningkatan konsentrasi ekstrak daun kasturi (Mangifera casturi) yang diberikan, dan lama waktu kontak makrofag dengan bakteri. Disimpulkan bahwa daun kasturi (Mangifera casturi) dapat digunakan sebagai imunostimulator.
Efektivitas Ekstrak Daun Mimba terhadap Micrococcus Luteus yang Diisolasi dari Anjing Penderita Dermatitis Kompleks Boro, Saptarima Eka Estiani; Suartha, I Nyoman; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (5) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.415 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.5.588

Abstract

Mimba (Azadirachta indica A Juss) adalah tanaman yang tergolong dalam tanaman perdu/terna yang tumbuh subur di Indonesia. Ekstrak daun mimba mengandung beberapa senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoids, triterpenoids, karotenoids, steroids dan keton. Micrococcus luteus merupakan bakteri yang berpredileksi pada kulit, mukosa, dan orofaring serta bersifat patogen oportunistik pada pasien immunosupresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A Juss) dalam menghambat pertumbuhan Micrococcus luteus dan mengetahui konsentrasi ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A Juss) yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Micrococcus luteus. Uji daya hambat menggunakan metode agar well diffusion. Variabel penelitian yaitu konsentrasi ekstrak daun mimba, 5%, 10% dan 25%, dan rata-rata zona hambat pertumbuhan Micrococcus luteus. Data dianalisis dengan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun mimba memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan Micrococcus luteus, hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A Juss) mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri tersebut, tetapi tidak efektif jika dibandingkan dengan zona hambat antibiotik kanamisin (kontrol positif). Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun mimba mampu menghambat pertumbuhan bakteri Micrococcus luteus.
Co-Authors A A N G D Wisesa A A N O Pujawan A A S I Pradnyantari Agatha Seren Lumban Tobing Agatha Serena Lumban Tobing Aida Lousie Tenden Rompis Alya Nita Shena Gayanti Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Sagung Istri Pradnyantari Anak Agung Sagung Kendran Ananta, Muhammad Ghufron angelina serlin Anita Dwi Handayani Annisa Budiani Annisa Putri Cahyani Annisa Putri Cahyani Apriliana, Kadek Soma Arini Nur Handayani Arini Nur Handayani Arini Nurhandayani Arini Nurhandayani Ayu Fitriani Baiq Indah Pertiwi Bambang Pontjo Priosoeryanto Bhakty, Zatya Wira Bhaskara, Audrey Febiannya Putri BIBIANA W LAY Boro, Saptarima Eka Estiani Cahyaniarta, I Kade Candra Cyrilus Jefferson Bour Daniel Raja Bonar Nainggolan Dewa Odiec Purnawan Dewanti, Desak Gede Bintang Pradnya Dewi, Desak Made Wiga Puspita Dewi, Putu Ayu Purbani Novia Diana Mustikawati Duarsa, Bima Satya Agung DWI SURYANTO Dyah Utami Dewi EKA MAHARDHIKA RATUNDIMA Emy Sapta Budiari Eustokia Yulisa Madu, Eustokia Yulisa Fajar Mubarok Fatmawati Aras Fernandes, Nuno G.A.M.K. Dewi Gede Herdian Permana Putra Gusti Ayu Kencana Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ayu Yunianti Kencana Gusti Ayu Yuniati Kencana Heparandita, Ananda Agung Dextra I Gede Soma I Gede Soma I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Badiwangsa Temaja I GUSTI NGURAH DIBYA PRASETYA I GUSTI NGURAH KADE MAHARDHIKA I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Mahardika I Gusti Ngurah Mahardika I Gusti Ngurah Narendra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra1, I Gusti Ngurah Narendra, I Gusti Ngurah I Gusti Ngurah Sudisma I GustiKetut Suarjana I K. SUATHA I KADEK SAKA WIRYANA I Ketut Eli Supartika I Ketut Gunata I Ketut Gunatha I Ketut Suada I Ketut Tomy Caesar Ramanda I Komang Wahyu Yuliana I Made Dira Swantara I Made Kardena I Made Merdana I Made Sukada I MADE SUMA ANTARA I Made Suma Anthara I Nengah Sudarmayasa i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Windhu Paramarta I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Putu Indra Parmayoga I Putu Sudiarta I Putu Wira Adi Wibawa I W Y Semarariana I Wayan Batan I Wayan Bebas I Wayan Gorda I Wayan Suardana I wayan Teguh Wibawan I Wayan Wirata I. B. K. Suardana I.A.M.L. Dewi I.A.P. Apsari I.A.P. Gayatri I.B.K. Suardana I.G.A.A. Idayati I.H. Utama I.W. Batan Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Sri Candra Dewi Ida Ayu Sri Chandra Dewi Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Winaya Iman Bayu Prakoso Darmono Insani, Widia Iwan Harjono Utama Kadek Karang Agustina Kamaliana, Baiq Reni Ketut Budiasa Ketut Sepdyana Kartini Komang Andika Purnama Kristiana Yoaltiva Jinorati Kristina Kristina Ledi Natalia Surbakti Luh Dewi Anggreni Luh Gde Sri Surya Heryani Luh Kadek Nanda Laksmi Luh Made Sudimantini Luh Made Sudimartini Lusiana Lasmari Siahaan Luwis, Jeremy Christian M P A Yunikawati M Windhu M.D. Rudyanto Madania, Reydanisa Noor MADE KOTA BUDIASA Made Ririn Sri Wulandari Made Suma Anthara Made Suma Anthara Margaretha Dhea Sinthalarosa Marmanto, Tessa Saputri Megariyanthi, Ni Putu Arie Melkias Oagay Melkias Oagay Muh Ramadhan Muhammad Ulqiya Syukron Musdalifa, Annisa Nareswari, Ayu Widya Nazara, Nonitema Nengah Tegar Saputra Ni Ketut Dias Nursanty Ni Ketut Suwiti Ni Komang Ade Juliantari Ni Luh Putu Dharmawati Ni Luh Putu Kusuma Clara Dewinda Ni Luh Putu Sriyani Ni Luh Putu Yunita Listiana Dewi Ni Luh Watiniasih Ni Made Ayu Sintya Paramita Ni Made Ernawati Ni Made Restiati Ni Made Rita Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi2 Ni Putu Ayu Dewi Wijayanti Ni Putu Tiara Indriana Ni Wayan Tatik Inggriati Norawigaswari, Nengah Desy P S Dwipartha P T E Sucitrayani P.I.S.S. Oka P.K. Pebyanthi Patabang, Denselina Lilis Prasatya, I Gde Made Abdi Priska Mariane Serang Putrawan, Baja Sadhayu Putri, Ayu Chitra Adhitya Putu Adi Cahya Dewi Putu Adrian Junaedi Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Devi Jayanti Putu Hendrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Rahim, M. Andry Ratu Shinta Mayasari Remontara, Al Afuw Niha Reny Septyawati Retno Damayanti Soejoedono Rui Daniel de Carvalho S.K. Widyastuti Sachio, Drevani Angelika Samosir, Hartina Saputra, I Nyoman Dwi Eka Saweng, Cikal Farah Irian Jati Sawitajaya, I Made Sayu Raka Padma Wulan Sari, Sayu Raka Padma Wulan Septianingsih, Ni Luh Putu Diah Sheira Tannia Welfalini Sibarani, Oktryna Hodesi Sitohang, Martina Tiodora Situmorang, Fernando Jose Immanuel Clinton Sri Kayati Widyastuti Sry Agustina Sukoco, Hendro Sutadisastra, Nisha Aisya Suwartini, Ni Komang Swandewi, Ni Kadek Meita Syamsidar Syamsidar Syarif Lalu Hidayatullah T. Sari Nindia Tahlia, Ninis Arsyi Taruklinggi, Utari Resky Tiara L Rona Tjokorda Sari Nindhia TRI KOMALA SARI Tri Suci Galingging, Tri Suci Vivi Indrawati Widyanti, Agnes Indah Wijaya, Dhyana Ayu Manggala Willy Moris Nainggolan Wirawan, I Gede WIWIK SUSANAH RITA Wulandari Wulandari Yekhonya Rehuel Sidjabat Yoana Pratiwi Clara Pakpahan Yoga Pratama Nuradi Yosaphat L.S Kote Zumara Mufida Hidayati