Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK CINTA TANAH AIR GEN Z MELALUI KONTEN KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA Nathashia, Kyara; Aulia, Nazwa Rahma; Aulia, Shafira Anggun; Putri, Latifah Liwanti; Rahmadani, Putri Alifia; Tiatri, Sri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8018

Abstract

Cultural diversity in Indonesia is one of the nation's most distinctive characteristics and serves as a source of national pride, reflected through the expression of nationalism among its people. In this technological era, social media plays a significant role in shaping individuals' sense of national pride by exposing them to viral content that highlights Indonesia's cultural diversity, thereby forming a national identity for each individual. For Generation Z, the process of forming a national identity is not only shaped by direct interaction, but also influenced by digital communication that takes place on social media. This study aims to explore the role of social media in shaping nationalism among Generation Z individuals through various types of viral content related to Indonesia's cultural diversity. This study used a scoping review method as the main approach. The results of the scoping review show that research on nationalism and love for the homeland in the digital age remains an important focus in the fields of education, culture, and communication. Through active participation in social media, Generation Z can help preserve Indonesia's diverse culture and strengthen the spirit of nationalism that reflects the value of Bhinneka Tunggal Ika (unity in diversity) within the realm of social media. ABSTRAK Keberagaman budaya di Indonesia merupakan salah satu ciri khas bangsa yang perlu dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, yaitu dengan menunjukkan rasa cinta tanah air. Di era yang serba teknologi, peran media sosial akan memberikan banyak dampak terhadap individu dalam membentuk rasa cinta tanah air melalui perasaan bangga ketika melihat banyak konten viral yang berisikan keberagaman budaya Indonesia, hingga terbentuk identitas nasional bagi setiap individu. Bagi Gen Z, proses pembentukan identitas nasional tidak hanya terbentuk dari interaksi langsung, tetapi juga dipengaruhi oleh komunikasi digital yang berlangsung di media sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran media sosial dalam membentuk rasa cinta tanah air pada individu Gen Z melalui berbagai macam konten viral terkait keberagaman budaya Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode scoping review sebagai pendekatan utama. Hasil scoping review menunjukkan bahwa penelitian mengenai nasionalisme dan cinta tanah air di era digital, masih menjadi fokus penting dalam bidang pendidikan, budaya, dan komunikasi. Melalui partisipasi aktif di media sosial, generasi Z dapat ikut melestarikan kebudayaan Indonesia yang beragam, serta memperkuat semangat kebangsaan yang mencerminkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam lingkup media sosial.
HUBUNGAN PENGABAIAN DARI AYAH DENGAN FEAR OF INTIMACY PADA HUBUNGAN ROMANTIS PEREMPUAN DEWASA AWAL Latupono, Sania Alikha Rahmadira; Tiatri, Sri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.8196

Abstract

ABSTRACT Early adulthood is a developmental stage marked by the formation of more stable romantic relationships; however, many young women continue to experience discomfort with emotional closeness, known as fear of intimacy. One contributing factor to this condition may be experiences of paternal neglect. This study aims to examine the relationship between paternal neglect and fear of intimacy among early adult women. The research method used in this study is a non-experimental quantitative approach. A total of 136 participants aged 18 to 25 took part in an online survey using purposive sampling. The instruments used were the Multidimensional Neglectful Behavior Scale, Form AS: Adolescent and Adult-Recall, Short Version and the Fear of Intimacy Scale. Data were analyzed using Spearman’s rho correlation and the Kruskal-Wallis test. The results showed a positive and significant relationship between paternal neglect and fear of intimacy (r = .652, p < .001), indicating that higher levels of paternal neglect are associated with higher levels of fear of intimacy. Additionally, romantic relationship status did not significantly differentiate either variable. These findings highlight the crucial role of fathers in emotional and attachment development and demonstrate that experiences of neglect may have long-term effects on young women's ability to form secure intimate relationships. ABSTRAK Dewasa awal merupakan fase ketika individu mulai membentuk hubungan romantis yang lebih stabil, namun sebagian perempuan masih mengalami ketidaknyamanan terhadap kedekatan emosional atau fear of intimacy. Salah satu faktor yang berpotensi mempengaruhi kondisi tersebut adalah pengalaman pengabaian dari ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengabaian dari ayah dan fear of intimacy pada perempuan dewasa awal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif non-eksperimental. Sebanyak 136 partisipan berusia 18 sampai dengan 25 tahun mengikuti penelitian ini melalui pengisian kuesioner daring menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Neglectful Behavior Scale, Form AS: Adolescent and Adult-Recall, Short Version dan Fear of Intimacy Scale. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman’s rho dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengabaian dari ayah dan fear of intimacy (r = .652, p < .001), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pengabaian dari Ayah, semakin tinggi pula fear of intimacy pada partisipan. Sementara itu, status hubungan romantis tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada kedua variabel. Temuan ini menegaskan pentingnya peran Ayah dalam perkembangan emosional dan kelekatan, serta menunjukkan bahwa pengalaman pengabaian memiliki dampak jangka panjang terhadap kemampuan perempuan dewasa awal dalam membangun hubungan intim yang aman.
Membangun Generasi Emas 2045: Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Jiwa Entrepreneurship Angela, Felice; Duarsa, Naraya Kinastrian Siniddhikara; Putri, Arsy Febrianti; Azzuhruf, Naura Reisya; Fatiha, Salsabila Zahrani; Tiatri, Sri
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif literatur terkait peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk Generasi Emas Indonesia 2045 melalui pendekatan berbasis entrepreneurship. Pendidikan kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing global, beretika, dan berwawasan kebangsaan. Kewirausahaan dianggap sebagai fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode scoping review. Proses kajian dilakukan melalui enam tahap, yaitu identifikasi pertanyaan penelitian, penelusuran sumber literatur yang relevan, seleksi literatur dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu, pemetaan data, analisis tematik, serta konsultasi ahli. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik seperti SINTA dengan rentang waktu publikasi 2021–2025. Dari 80 artikel yang diidentifikasi, 7 artikel lolos seleksi dan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan berbasis entrepreneurship menjadi strategi utama dalam membentuk karakter generasi muda. Namun, terdapat celah kajian berupa minimnya studi yang mengintegrasikan ketiga nilai tersebut secara holistik dalam kurikulum formal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pendidikan kewarganegaraan berbasis entrepreneurship yang terstruktur, terukur, dan didukung teknologi digital untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Cybersupport untuk Menjaga Kesejahteraan Psikologis di Ruang Digital pada Gen Z Nichlah, Naila Hullatun; Shalisha, Gabriella; Syarif, Shavira Hasanah Putri A.; Aurelia, Verena; Tiatri, Sri
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cybersupport merupakan dukungan sosial berupa perhatian dan penghargaan secara digital dari orang sekitar. Artikel ini menggunakan pendekatan literature review secara sistematis. Pendekatan ini bertujuan untuk mengetahui strategi efektif dalam cyberbullying dan hubungannya terhadap kesejahteraan psikologis. Proses pencarian literatur dilakukan melalui database Google Scholar yang berfokus pada peer-reviewed journal. Artikel ini menggunakan sumber literatur yang dipublikasikan pada tahun 2015 sampai 2025. Setiap artikel akan diseleksi melalui beberapa tahap untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Melalui tahap tersebut, ditemukan 6 artikel yang benar-benar relevan dan memenuhi standar kualitas. Keenam artikel dianalisis lebih lanjut untuk menjawab rumusan masalah. Setelah dianalisis, ditemukan dua kategorisasi tema yaitu intervensi dan dukungan sosial. Intervensi dilakukan melalui program CREEP, Stand-Alone, webinar UPRIGHT, dan aplikasi IMPACT. Sementara itu, dukungan sosial dilakukan dengan communicative strategies dan emotional support. Kedua tema ini dapat mengurangi dampak psikologis yang serius serta meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Transformasi Budaya Indonesia Di Era Modernisasi Virginia, Clarisa; Napouling, Debby; Yulinta, Helpani; Putri, Nurfathiyyah Farida; Tiatri, Sri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13652

Abstract

Globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi menjadi salah satu sumber kekuatan utama yang memengaruhi kehidupan sosial-budaya masyarakat di Indonesia. Ketiganya mendorong keterbukaan, inovasi, serta promosi budaya melalui media digital, namun juga turut melemahkan nilai-nilai tradisional, menggeser interaksi sosial menjadi virtual, dan memunculkan hibridisasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak modernisasi terhadap transformasi budaya di Indonesia melalui metode scoping review. Data diperoleh dari artikel jurnal, laporan penelitian, dan sumber akademik lain yang terbit pada rentang tahun 2020–2025. Seleksi literatur mengikuti tahapan PRISMA-ScR, dari 57 artikel awal menjadi 8 artikel utama yang relevan untuk dianalisis. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik, dengan fokus pada isu pergeseran interaksi sosial, perubahan identitas budaya, peran media digital, dan strategi pelestarian budaya lokal di tengah maraknya globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi menyebabkan adanya perubahan nilai, perilaku, dan identitas sosial-budaya pada masyarakat di Indonesia, terutama generasi muda. Serta, berperan positif sebagai sarana revitalisasi budaya dan penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Oleh karena itu, pelestarian budaya perlu difokuskan pada penguatan identitas lokal melalui kolaborasi berbagai pihak, agar warisan budaya tetap lestari dan relevan di era modern
SANTUN BERBAHASA DAN SIKAP TOLERANSI SEBAGAI CERMIN NILAI PANCASILA Virenna, Rachel; Meccabelfa, Nesha; Romansza, Hana Kameliana; Safarizkyra, Taqya Adisty; Tiatri, Sri
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9425

Abstract

In Indonesian society, Pancasila serves as the foundation, principle, and guideline for behavior and conduct. The values of Pancasila—such as humanity, unity, and social justice—should be reflected in the daily lives of Indonesians, including through the use of polite language and attitudes of tolerance toward others. This study aims to examine the values of Pancasila, particularly those related to politeness and tolerance, in order to foster a harmonious nation amid the diversity of Indonesian society. This research employs a literature review method by collecting, analyzing, and synthesizing various credible and relevant sources related to the topic. The study is expected to raise awareness of the importance of strengthening national character through the practical implementation of Pancasila values—especially in promoting polite speech and tolerance within various social settings such as family, school, and community. The findings of this research indicate that politeness in language and attitudes of tolerance are two essential and complementary aspects in shaping a harmonious social life. Moreover, strong digital literacy can help individuals think critically, act ethically, and remain emotionally balanced in interactions. Consequently, politeness and tolerance should not only be upheld in real-life situations but also become integral parts of responsible behavior in digital media environments. ABSTRAK Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, Pancasila merupakan dasar, prinsip dan pedoman dalam bersikap dan berperilaku. Nilai-nilai Pancasila, seperti kemanusiaan, persatuan, keadilan sosial harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat Indonesia, salah satunya dalam penggunaan bahasa yang santun dan sikap toleransi antar sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pancasila khususnya pada nilai sopan santun dan toleransi sehingga menciptakan bangsa yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan, menelaah, dan mensintesiskan berbagai sumber literatur yang kredibel dan relevan dengan topik. Kajian ini diharapkan dapat membangun kesadaran betapa pentingnya penguatan karakter bangsa melalui wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam menerapkan dan mendidik supaya bertutur kata yang santun serta memiliki sikap toleransi di berbagai lingkungan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sopan santun dalam berbahasa dan sikap toleransi merupakan dua hal penting yang saling melengkapi dalam membentuk kehidupan sosial yang harmonis. Literasi digital yang baik akan membantu masyarakat untuk berpikir kritis, beretika, dan tidak mudah terbawa emosi saat berinteraksi. Dengan begitu, sopan santun dan toleransi tidak hanya hidup dalam kehidupan nyata, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku bermedia yang bertanggung jawab.
PERAN SENSE OF BELONGING TERHADAP MOTIVASI BERPARTISIPASI DALAM KEGIATAN KOMUNITAS K-POP Aulia, Nazwa Rahma; Tiatri, Sri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8801

Abstract

The phenomenon of participation in K-pop fan communities in Indonesia indicates that individual involvement is not only driven by entertainment interests but also by psychological needs, particularly a sense of belonging. This study aims to analyze the role of sense of belonging in motivating members to participate in K-pop fan communities in the Greater Jakarta area. The study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 200 active members of K-pop fan communities aged 18–30 years were selected using purposive sampling. Data were collected online using two instruments, namely the Sense of Belonging Instrument (SOBI) and the Participation Motivation Questionnaire (PMQ). The data were analyzed using Pearson correlation and simple linear regression. The results showed a positive and significant relationship between sense of belonging and participation motivation (r = .741; p < .05). Furthermore, sense of belonging contributed 54.9% to participation motivation (R² = .549). These findings indicate that the higher the sense of belonging experienced by community members, the stronger their motivation to engage in various community activities. This study highlights the importance of psychological factors in shaping social engagement within fan communities in the digital era. ABSTRAK Fenomena partisipasi dalam komunitas penggemar K-pop di Indonesia menunjukkan bahwa keterlibatan individu tidak hanya didorong oleh ketertarikan terhadap hiburan, tetapi juga oleh kebutuhan psikologis, khususnya sense of belonging. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sense of belonging terhadap motivasi berpartisipasi anggota dalam komunitas penggemar K-pop di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 200 orang anggota aktif komunitas K-pop berusia 18–30 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan dua instrumen, yaitu Sense of Belonging Instrument (SOBI) dan Participation Motivation Questionnaire (PMQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara sense of belonging dan motivasi partisipasi (r = .741; p < .05). Selain itu, sense of belonging memberikan kontribusi sebesar 54,9% terhadap motivasi partisipasi (R² = .549). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi rasa memiliki yang dirasakan anggota komunitas, semakin tinggi pula dorongan mereka untuk terlibat dalam berbagai aktivitas komunitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya aspek psikologis dalam membentuk keterlibatan sosial dalam komunitas penggemar di era digital.
Transformasi Budaya Indonesia Di Era Modernisasi Virginia, Clarisa; Napouling, Debby; Yulinta, Helpani; Putri, Nurfathiyyah Farida; Tiatri, Sri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13652

Abstract

Globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi menjadi salah satu sumber kekuatan utama yang memengaruhi kehidupan sosial-budaya masyarakat di Indonesia. Ketiganya mendorong keterbukaan, inovasi, serta promosi budaya melalui media digital, namun juga turut melemahkan nilai-nilai tradisional, menggeser interaksi sosial menjadi virtual, dan memunculkan hibridisasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak modernisasi terhadap transformasi budaya di Indonesia melalui metode scoping review. Data diperoleh dari artikel jurnal, laporan penelitian, dan sumber akademik lain yang terbit pada rentang tahun 2020–2025. Seleksi literatur mengikuti tahapan PRISMA-ScR, dari 57 artikel awal menjadi 8 artikel utama yang relevan untuk dianalisis. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik, dengan fokus pada isu pergeseran interaksi sosial, perubahan identitas budaya, peran media digital, dan strategi pelestarian budaya lokal di tengah maraknya globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi menyebabkan adanya perubahan nilai, perilaku, dan identitas sosial-budaya pada masyarakat di Indonesia, terutama generasi muda. Serta, berperan positif sebagai sarana revitalisasi budaya dan penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Oleh karena itu, pelestarian budaya perlu difokuskan pada penguatan identitas lokal melalui kolaborasi berbagai pihak, agar warisan budaya tetap lestari dan relevan di era modern
GAMBARAN KULINER BETAWI DALAM MEMPERKUAT JATI DIRI BANGSA Jauharah, Hasna; Sutiawan, Sutiawan; Najmah Khairiyyah, Syarifah; Ansika Cecilia, Fausta; Rahmad Endarto, Urip; Tiatri, Sri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8066

Abstract

This study analyzes the role of traditional Betawi food in strengthening the national identity of Indonesia through a social and cultural approach. Traditional Betawi food not only fulfills physical needs but also serves as a symbol of identity, solidarity, and the inheritance of national values. This research uses a descriptive qualitative method with a narrative approach based on a literature review. The findings reveal that traditional Betawi food reflects cultural acculturation that embodies the values of togetherness, openness, and mutual cooperation. These dishes carry historical, social, and spiritual meanings that contribute to the formation of collective identity. In addition to being local culturales symbols, traditional Betawi food also functions as an educational tool and instrument of cultural diplomacy. Therefore, its preservation is not only about maintaining regional flavors but also reinforcing awareness of the national values that shape the character of the Indonesian nation. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis peran makanan tradisional Betawi dalam memperkuat jati diri bangsa Indonesia melalui pendekatan sosial dan budaya. Makanan tradisional Betawi tidak hanya memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga berfungsi sebagai simbol identitas, solidaritas, dan warisan nilai kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif berbasis studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional Betawi mencerminkan akulturasi budaya yang menggambarkan nilai kebersamaan, keterbukaan, dan gotong royong. Hidangan-hidangan tersebut mengandung makna historis, sosial, dan spiritual yang berkontribusi pada pembentukan identitas kolektif masyarakat. Selain sebagai simbol budaya lokal, makanan tradisional Betawi juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan diplomasi budaya. Oleh karena itu, pelestariannya tidak hanya menjaga cita rasa khas daerah, tetapi juga memperkuat kesadaran terhadap nilai-nilai kebangsaan yang membentuk karakter bangsa Indonesia.
PERAYAAN HARI BESAR NASIONAL SEBAGAI SARANA MEMPERKUAT TOLERANSI DAN SOLIDARITAS: PERSPEKTIF LITERATUR Veren, Karissa; Gaby Sie, Madeline; Aprillia, Aginta; Zahra, Maryam; Afsyari, Belva; Tiatri, Sri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8075

Abstract

Indonesia is a country rich in cultural, linguistic, and religious diversity. This diversity can be both a strength and a source of conflict if not managed properly. National holiday celebrations go beyond mere ceremonial functions; they serve as collective spaces that facilitate social interactions across different identities. This study aims to explore how national holiday celebrations contribute to strengthening tolerance and solidarity among citizens in a multicultural society. A systematic literature review was conducted on scholarly articles published between 2020 and 2025 that met the inclusion criteria. The findings indicate that participation in national holiday celebrations fosters shared spaces that enhance the values of mutual cooperation, appreciation of differences, and social cohesion. Based on the distress intolerance theory, the study shows that active involvement in social activities helps reduce emotional tension arising from differences and strengthens individuals' capacity to tolerate diversity. This theory is relevant to the Indonesian context, as the social interactions created in national celebrations can reduce tensions between groups and strengthen tolerance towards differences, which is essential for maintaining social cohesion in a pluralistic society. This study makes a significant contribution to the existing literature by filling a gap in research on national holiday celebrations as a means of strengthening social solidarity, using a systematic literature review approach to examine its social contributions in Indonesia. ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya, bahasa, dan agama. Keberagaman ini dapat menjadi kekuatan maupun sumber konflik jika tidak dikelola dengan tepat. Perayaan hari besar nasional lebih dari sekadar seremonial; ia berfungsi sebagai ruang kolektif yang memfasilitasi interaksi sosial antaridentitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perayaan hari besar nasional dapat berkontribusi dalam memperkuat toleransi dan solidaritas antarwarga di masyarakat multikultural. Sistematic literature review dilakukan terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipasi dalam perayaan hari besar nasional memperkuat ruang bersama yang meningkatkan nilai gotong royong, penghargaan terhadap perbedaan, dan kohesi sosial. Berdasarkan teori distress intolerance, penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam aktivitas sosial membantu mengurangi ketegangan emosional yang timbul akibat perbedaan, serta meningkatkan kapasitas individu untuk mentoleransi keberagaman. Teori ini relevan dengan konteks Indonesia, karena interaksi sosial yang tercipta dalam perayaan nasional dapat mengurangi ketegangan antar kelompok dan memperkuat toleransi terhadap perbedaan, yang esensial dalam menjaga kohesi sosial di masyarakat yang majemuk. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur yang ada, dengan mengisi celah penelitian mengenai perayaan hari besar nasional sebagai sarana penguatan solidaritas sosial, menggunakan pendekatan systematic literature review untuk mengkaji kontribusi sosialnya di Indonesia.
Co-Authors Afendi, Jelien Afsyari, Belva Andriona, Joan Andy Surya Putra, Andy Surya Angela, Felice Angelia, Mikha Anisa Husnul Khotimah Ansika Cecilia, Fausta Anugrah, Chitta Aprilia Putri, Sherly Amanda Aprillia, Aginta Arumsari, Chysanti Audy, Ervina Aufa, Rahmatul Aulia, Nazwa Rahma Aulia, Shafira Anggun Aurelia, Verena Ayesha Desfitrianie Azzahra, Cintya Syarah Azzuhruf, Naura Reisya Bellany, Miranda Bunarwan, Elga Adhi Caroline, Gabriella Dinna Claudia Fiscarina Darmawan, Natalia W. Davira S, Carelene Denilson, Hody Desi Arisandi Dewi, Fransisca I.R. Dewi, Tita Tri Utami Dhiyaashafa, Keisya Azzura Dinatha, Vienchenzia Oeyta Dwitama Duarsa, Naraya Kinastrian Siniddhikara Edo, Gavriella Ceacilia Christie Ratu Erik Wijaya Ery Dewayani Fatiha, Salsabila Zahrani Febriani, Oki Kartika FELICIA Fransisca I. R. Dewi Gaby Sie, Madeline Graciela, Evelyn Gregorio, Keanen Handayani, Ani Hannandira, Rosa Hanuna, Fatimah Harsoyo, Tania Talitha Hartinah Dinata Heni Mularsih Hervanny Zisli Hutagaol, Alice Shizuka Indriani, Chelsea Irene, Joe Iriani R. Dewi, Fransisca Jap Tji Beng Jap, Bernard Amadeus Jaya Jauharah, Hasna Johan, Hani Rahmawati Juliana, Sarah Gracyntia Junisah, Bunga Ayu Kurnia, Angelica Nathania Larasati, Kirey Latupono, Sania Alikha Rahmadira Lawrence, Valerie Lie, Audrey Felicia Liesera, Novita Limbor, Ellen Gabriel Lunzaga, Ele Lusiana, Fenny Mahmud, Tiara Nailah Mar'at, Samsunuwiyati Mar’at, Samsunuwijati Mar’at, Samsunuwiyati Margareta Margareth Natalia Maulana Prasetya Meccabelfa, Nesha Mei Ie Merdiasi, Danella Michelle Friscilia Monica Gunawan Naomi Soetikno, Naomi Naomi Sutikno, Naomi Napouling, Debby Nathashia, Kyara Nichlah, Naila Hullatun Nisa, Adilatun Nivia, Nivia Norita Margareth Berta, Norita Margareth Nugraheni, Angelia Prasastha Widi Nurkholiza, Rahmiyana Oeyta, Vienchenzia Pamela Hendra Heng Panatra, Valeria Pandumpi, Shania Krisan Pertama Henerges, Anakita Peter Stefanus Prasetyo, Sylvia Rosiana Putri, Arsy Febrianti Putri, Handyta Tiara Putri, Herviana Haruko Tadia Putri, Latifah Liwanti Putri, Monica Tri Putri, Najwa Nabila Rigusha Putri, Nurfathiyyah Farida Putriadi, Harvi Wahyu Rahmad Endarto, Urip Rahmadani, Putri Alifia Rahmah Hastuti Rahmiyana Nurkholizah Riana Sahrani Romansza, Hana Kameliana Safarizkyra, Taqya Adisty Salsabila, Tasya Mulia Sania Alikha Rahmadira Latupono Santi Yudhistira Saputra, Mikhael Adam Saraswati, Laksmiari Sefira, Fasia Meta Shalisha, Gabriella Shalsa Dea Purnama Shantya Viratama, Dwi Nurmatin Sharon, Michelle Silitonga, Listra Chatalia Silky Goswara Simon, Sevilla Soemiarti Patmonodewo Stephanie Stephanie Sucitra, Eric Sugeng Astanggo Susanto, Jessica Elena Sutarman, Merryn Oktavia Sutiawan, Sutiawan Suzanna Juwita, Suzanna Syarif, Shavira Hasanah Putri A. Syarifah Najmah Khairiyyah Talissa Carmelia Tarigan, Julia Rostaulina Tasya Mulia Salsabila Tji Beng, Jap Tucunan, Byosvelma Michelle Blessya Valeria Panatra Vebiyan, Amanda Diva Veren, Karissa Vincent Suryawidjaja Virenna, Rachel Virginia, Clarisa Wasino Wasino Widiastuti, Niken Wijaya, Angeline Carolina Wijaya, Odilia Angeline Jofan Wijaya, Yohannes Yulindasari, Adelia Yulinta, Helpani Yuniawati, Elisa Ika Zahra Shafira Zahra, Maryam ZAHRO, TIARA Zheng, Margareta