Artikel ini menjelaskan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Unpad pada Semester Ganjil 2019/2020 yang dilaksanakan di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Pemilihan lokasi PKM disesuaikan dengan penugasan penulis pertama sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM Kewirausahaan) Unpad yang dilaksanakan selama 1 bulan (9 Januari 2020-12 Februari 2020). Dalam kegiatan PKM ini, pengumpulan data dilakukan sejak penempatan mahasiswa KKN di Desa Cipanjalu melalui observasi, diskusi, wawancara dan FGD. Kegiatan evaluasi kinerja mandiri BUMDes Cipta Rahayu ditujukan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan BUMDes Cipta Rahayu agar dapat mengoptimalkan fungsinya sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat Desa Cipanjalu. Pelaksanaan evaluasi kinerja mandiri dilakukan secara informal yang dihadiri oleh dua orang pengurus inti, satu orang Pembina BUMDes, dan tiga orang fasilitator. Dari proses tersebut terungkap berbagai isu dan strategi optimalisasi pengelolaan BUMDes berdasarkan potensi desa setempat. Aktivitas ekonomi utama yang dilaksanakan saat ini telah terintegrasi dengan berrbagai program pembangunan desa, misalnya penyaluran bantuan dana PKH, pengelolaan layanan air bersih, pembayaran tagihan listrik. Namun demikian, Pengurus menyadari perlu melakukan re-orientasi bisnis BUMDes agar dapat memperluas cakupan layanan dan memberi dampak lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Desa Cipanjalu.This article explains the community service (Pengabdian Kepada Masyarakat, PKM) activity by Unpad lecturer during the 2019/2020 academic year which was held in Cipanjalu Village, Cilengkrang Sub-District, Bandung Regency. The PKM location was chosen based on the assignment of the writer as a field supervisor (Dosen Pembimbing Lapangan, DPL) for the Unpad Entrepreneurship field lecture (KKNM Kewirausahaan) activity that was held for one month (January 9th 2020-February 12th 2020). During this PKM activity, the data collection was conducted in the initial process of student’s deployment at Cipanjalu Village through observation, discussion, interview and FGD. The independent performance evaluation of Village Own Entreprise (Cipta Rahayu BUMDes) aimed to increase the management capacity of Cipta Rahayu BUMDes in order to optimize its function as a catalyst for the economy of Cipanjalu residents. The independent performance evaluation was done informally with two core management team members, One BUMDes advisor, and 3 facilitators. From this process, we identified various issues and management optimalization strategies based on the potential of the village. The main economic activities that are conducted have been integrated with various village development programs, for example the distribution of Family Hope Program (Program Keliuarga Harapan, PKH) financial assistance, management of clean water, and also payment for electricity. However, BUMDes management realizes the need to re-orient the BUMDes business in order to widen its scope of service and give more contribution to the well-being of Cipanjalu Village.