p-Index From 2021 - 2026
10.711
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Agrikultura Bioeducation Journal Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA SEMIRATA 2015 Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Jurnal Biologi Tropis JURNAL PENGABDI PENDIPA Journal of Science Education Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Window of Health : Jurnal Kesehatan Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education Journal on Education GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Dharma Laksana JURNAL BIOEDUCATION Jurnal Mangifera Edu Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan Jurnal Abdi Insani EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi Variabel Jurnal Paedagogy Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edu Sportivo: Indonesian Journal of Physical Education IJPD (International Journal Of Public Devotion) Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal ABM Mengabdi Oryza : Jurnal Pendidikan Biologi BIOMA : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Jurnal Pijar MIPA EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Jurnal Penjaminan Mutu JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Unnes Science Education Journal Jurnal Pendidikan Progresif
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Website Virus Sebagai Sumber Belajar Biologi Kelas X IPA Daniel, Herkulanus Hendi; Yeni, Laili Fitri; Mardiyyaningsih, Asriah Nurdini
JURNAL BIOEDUCATION Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Bioeducation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v10i1.3657

Abstract

Latar belakang penelitan ini adalah untuk membantu menyampaikan materi virus dalam bentuk teks, gambar, audio dan video secara bersamaan yang disajikan dalam bentuk website.Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan kelayakan desain pengembangan sumber belajar website berbasis google sites materi virus untuk pembelajaran biologi SMA Kelas X. Metode pengembangan yang digunakan adalah Research and Development  dengan model Four-D Thiagarajan yang dilaksanakan hingga tahap Development (Uji Coba Pengembangan). Kelayakan media divalidasi oleh 5 orang ahli, dilanjutkan dengan uji respon pada 12 siswa. Instrumen validasi berupa angket validasi media oleh ahli dan angket respon siswa. Analisis validasi ahli menggunakan rumus Aiken’s V, sedangkan analisis angket dilakukan dengan perhitungan persentase aspek kognisi, afeksi dan konasi. Hasil penelitian menunjukkan website layak digunakan sebagai sumber belajar materi virus kelas X IPA berdasarkan validasi ahli (Aiken’s V 0,87 ≥ 0,8) dan berdasarkan uji respon siswa pada aspek kognisi, afeksi dan konasi (berturut-turut 95.56%, 96.89%, 94.22%) yang seluruhnya > 61%.
Unveiling Insights: Students' Knowledge and Mastery of Microscopes at SMAN 1 Rasau Eria Fitriani; Wolly Candramila; Asriah Nurdini Mardiyyaningsih
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.9538

Abstract

The utilization of the biology laboratory at SMA Negeri 1 Rasau has not been optimal, particularly in microscope practice, which plays a crucial role in developing students’ observational skills. This study aims to explore students’ knowledge of microscopes and their usage, with the goal of informing improvements in instructional strategies and laboratory management. A descriptive qualitative method was employed, using a questionnaire focused on four main aspects: the name of the microscope, its function, its parts, and how to operate it. The findings showed that although all students were able to correctly identify the microscope's name, their understanding of its function, structure, and operational procedures remained limited. These results highlight the need to improve both conceptual and practical comprehension through experiential, hands-on learning approaches. It is recommended that schools increase the frequency of laboratory practice, provide more structured guidance, and adapt instruction to address the areas where students show the most misunderstanding.
Implementation of PjBl Model in Biotechonology using Traditional Project of Betung Bamboo Shoot Pekasam at Senior High Scholl Bonti District Entin Daningsih; Putri Sekarayu; Asriah Nurdini Mardiyyaningsih
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 5 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i5.12427

Abstract

Project Based Learning (PjBL) is a student-centered learning model thaat emphasizes the production of a final product. However, the integration of local potential into project-based learning remains limited. The production of betung bamboo shoot (Dendrocalamus asper) pekasam is a traditional practice not widely recognized by students, despite its potential to extend shelf life and increase economic value. Therefore, incorporating bamboo shoot pekasam into PjBL can engage students in preserving local wisdom while fostering environmental awareness. The abundance of bamboo shoots in Bonti District presents a valuable local resource that can be developed into meaningful learning projects.This study aimed to determine students’ cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes through a PjBL model based on betung bamboo shoots. The research employed a pre-experimental method with a One-Group Pretest-Posttest design. Instruments included lesson plans, pretest-posttest questions, LKPD, and validated assessment sheets using the Guttman scale. Data were analyzed using normality, homogeneity, and t-test. The results showed that the data were normally distributed and homogeneous. Cognitive scores increased from 54.26 to 78, while affective and psychomotor scores reached 84.6 and 90.02, both categorized as very good. These findings indicate that local potential-based PjBL effectively improves student learning outcomes.
DESKRIPSI KESALAHAN KONSEP SISWA PADA STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN Rini Silvia; Asriah Nurdini; Afandi Afandi
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v10i2.1811

Abstract

Abstrak: Ketidaksesuaian pemahaman konsep siswa dengan konsepsi ilmiah para ahli disuatu bidang disebut miskonsepsi. Pada siswa sekolah menengah, miskonsepsi dapat timbul akibat kesalahan peserta didik dalam menginterpretasi penjelasan guru atau buku teks. Akibatnya, pemahaman peserta didik tentang konsep-konsep saintifik tidak lengkap. Supaya dapat segera diberikan solusi, dibutuhkan identifikasi kesalahpahaman konsep siswa. Metode asesmen Certainty Of Response Index (CRI) memungkinkan identifikasi miskonsepsi secara akurat dalam waktu singkat. Memerlukan alat seperti gambar untuk divisualisasikan atau mikroskop dan memiliki konsep-konsep yang abstrak, pada proses mengkonstruksi pengetahuan konsep struktur dan fungsi jaringan tumbuhan rentan terjadi miskonsepsi, sehingga perlu tindakan penyelidikan konsep yang salah. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas XI IPA SMAN 10 Pontianak sebanyak 75 orang. Hasil riset menunjukkan 29% terjadi miskonsepsi siswa pada materi yang diselidiki, 35% tergolong dalam kategori paham konsep dan 36% kategori tidak tahu konsep. Miskonsepsi terbesar tentang struktur dan fungsi jaringan tumbuhan adalah pada sub materi jenis-jenis jaringan tumbuhan, sedangkan yang terendah pada materi kultur jaringan. Konsep yang banyak disalahpahami peserta didik berupa jaringan vaskuler (xilem dan floem) yang dianggap hanya terdapat pada salah satu bagian organ tumbuhan saja seperti batang dan akar.
Identifikasi Jenis dan Faktor Penyebab Prakonsepsi Tentang Teori Evolusi Ikhsan Samir; Wolly Candramila; Asriah Nurdini Mardiyyaningsih
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2026): BIOMA : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miskonsepsi pada konsep evolusi sering dipengaruhi oleh berbagai faktor internal siswa, seperti minat belajar, intuisi, kemampuan kognitif, dan kemampuan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prakonsepsi dan faktor-faktor internal yang mempengaruhi pemahaman siswa kelas X terhadap teori evolusi dari Lamarck, Darwin, Wallace, dan Weismann, serta mengkaji korelasi antara hasil tes siswa dengan faktor-faktor internal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 198 siswa kelas X dari enam SMA negeri di Kota Pontianak. Data dikumpulkan menggunakan tes diagnostik two-tier sebanyak 20 soal dan kuesioner faktor internal sebanyak 27 pernyataan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman konseptual siswa terhadap teori evolusi masih rendah. Secara keseluruhan, 20,1% siswa berada pada kategori paham, 31,3% mengalami miskonsepsi, dan 48,7% tidak paham. Pemahaman tertinggi terdapat pada teori Lamarck (32,7%), sedangkan tingkat ketidakpahaman tertinggi ditemukan pada teori Wallace (60,3%). Faktor internal yang paling berkontribusi terhadap prakonsepsi siswa adalah minat (25,3%), diikuti oleh kemampuan siswa (18,5%) dan penalaran tidak lengkap (15%). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat lemah hingga lemah antara faktor internal dengan skor tes (r = 0,056–0,268). Namun, faktor kemampuan siswa (r = 0,141; p = 0,047), faktor humanistik (r = 0,268; p = 0,000), dan pola pikir asosiatif (r = 0,180; p = 0,011) menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa prakonsepsi siswa tentang teori evolusi dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, sehingga perlu dipertimbangkan dalam perancangan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Stimulating fundamental movement skills through field games: An experimental study on elementary school students Gustian, Uray; Samodra, Y Touvan Juni; Mardiyyaningsih, Asriah Nurdini; Ghasya, Dyoty Auliya Vilda; Mashud
Edu Sportivo: Indonesian Journal of Physical Education Vol. 4 No. 1 (2023): Edu Sportivo: Indonesian Journal of Physical Education
Publisher : UIR Press Bekerjasama dengan International Association of Physical Education and Sports

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/es:ijope.2023.vol4(1).12259

Abstract

Basic movement skills are the skills needed to explore the body’s ability to move as a result of learning to respond to stimuli. However, the learning process is still focused on mastering the skills but does not include the cognitive abilities. The research aims to measure the success of implementing field games in stimulating elementary school students' fundamental movement skills. The experiment adopted the one-group pretest and posttest designs. It was conducted in three consecutive stages: pretest, treatment, and posttest. The study involved a sample of 126 students who were randomly taken from elementary schools in Pontianak. The data on fundamental movement skills were collected through the Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2) instrument, which was analyzed descriptively. The results of the study showed that there had been an increase in the average TGMD-2 score of students on the posttest when compared to the pretest. The t-test between pre- and post-test showed that the scores were significantly different, as suggested by the calculated t-value having a greater value than the t-table. This result indicates that the implementation of field games can stimulate fundamental movement skills. It is concluded that applying field games can improve students' fundamental movement skills and can be used as an alternative for teachers in carrying out motion learning at school.
Elementary School Teachers’ Pedagogical Practices in Deep Learning Oriented Toward Critical and Creative Thinking Juriana Juriana; Agung Hartoyo; Juriana; Agung Hartoyo; Asriah Nurdini Mardiyyaningsih
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i10.2026.9

Abstract

The rapid transformation of twenty-first-century education requires learning processes that foster students’ higher-order thinking skills, particularly critical and creative thinking. However, mathematics instruction in elementary schools often remains focused on procedural knowledge and answer-oriented learning. This study aims to explore teachers’ pedagogical practices in implementing deep learning-oriented instruction in place value learning and to examine their contribution to the development of students’ critical and creative thinking skills. A qualitative case study design was conducted in an elementary school involving a Grade V teacher, students, and school stakeholders. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis. The data were analyzed using an interactive qualitative approach consisting of coding, categorization, and interpretation. The findings reveal that deep learning principles were partially integrated into classroom practice through contextual learning activities, collaborative tasks, the use of concrete learning media, questioning strategies, and reflective activities. Students demonstrated emerging abilities to explain their reasoning, compare numerical values, and connect mathematical concepts to real-life situations. Nevertheless, the development of critical and creative thinking skills remained uneven and at an early stage. Furthermore, assessment practices were still predominantly focused on procedural accuracy, which limited opportunities for students to engage in deeper reasoning and problem-solving processes. In conclusion, deep learning-oriented instruction shows considerable potential for enhancing students’ higher-order thinking skills in mathematics learning. However, its effectiveness depends on stronger alignment among lesson planning, instructional implementation, and assessment practices to support meaningful and sustained learning outcomes.
PENERAPAN IPTEK PADA GERAKAN SEKOLAH HIJAU BERNILAI TAMBAH SEBAGAI HUTAN SEKOLAH BERKELANJUTAN Aini Sulastri; Ratih Rahmahwati; Asriah Nurdini Mardiyyaningsih
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.9699

Abstract

Gerakan sekolah hijau atau Adiwiyata merupakan upaya strategis untuk membangun sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Konsep ini tidak hanya menekankan penghijauan fisik sekolah, tetapi juga menuntut integrasi nilai-nilai keberlanjutan di sekolah. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam hal penanganan sampah sekolah untuk meningkatkan nilai tambah sampah pada kegiatan gerakan sekolah hijau Adiwiyata. Metode yang digunakan adalah metode partisipatori melalui pendampingan dan pelatihan berupa pendampingan penggunaan mesin pencacah sampah organik dan alat komposter, pelatihan komposting, pelatihan ecobricks dan pelatihan ecoprinting. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan mitra dalam penanganan sampah menjadi kompos sebesar 85%, pengolahan sampah anorganik sebesar 80%, maintenance mesin sebesar 80% dan pemahaman instrumen Adiwiyata sebesar 85%. Kegiatan pemberdayaan bersama mitra telah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target luaran dalam penanganan sampah organik dan anorganik.
PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TYPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Hariyati Hariyati; Aunurrahman Aunurrahman; Asriah Nurdini
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 9, No 1 (2024): VOLUME 9 NUMBER 1 JANUARY 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v9i1.4706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Berbantuan Aplikasi Kahoot Berbasis Android. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kolaboratif tindakan kelas. Penelitian dilakukan di sd global maju khatulistiwa. Pada siklus I rata-rata evaluasi penilaian pelaksanaan rencana pembelajaran dengan rata-rata hitung 4,06, pada siklus 2 dengan rata-rata hitung 6,92 dan pada siklus 3 rata-rata hitung 8,76. Pada siklus 1 penilaian guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan rata-rata hitung 4,7, pada siklus 2 rata-rata hitung 7,03 dan pada siklus 3 mencapai 8,72. Hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 71,33, pada siklus 2 diperoleh rata-rata 80,28 dan pada siklus III 3 hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 91,14. Dengan demikian, hasil belajar siswa meningkat dengan intervensi Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Team Games Tournament (TGT) Dengan Aplikasi Kahoot Berbasis Android Pada Kelas V SD Global Maju Khatulistiwa.
Analisis Persepsi Peserta Didik dan Guru Terhadap Kebermaknaan Praktikum IPA Di SMP Kota Pontianak Nia Amalia Pradana; Asriah Nurdini Mardiyyaningsih; Eka Ariyati
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 1 (2026): January - March
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.1.170-176

Abstract

The implementation of science practicums in junior high schools should support meaningful learning. However, in reality, they are often considered merely a supplement to theory. This study aims to compare the perceptions of students and teachers regarding the meaningfulness of science practicums in junior high schools in Pontianak City. The research was conducted using a survey method with a closed-ended questionnaire, the Meaningful Learning in the Laboratory Instrument (MLLI), which had been modified for use at the junior high school level. There were four indicators in accordance with the MLLI, namely motivation, critical thinking, procedural skills, and the benefits of practical work. Samples were randomly selected from 12 junior high schools that granted permission for the research. The results showed that students rated the meaningfulness of practical work at an average of 74% (in the high category), while teachers rated the meaningfulness of practical work at an average of 79% (in the very high category). The indicator of practical benefits received the highest score, while the indicators of critical thinking and skills were still low. These findings suggest that practical work has provided valuable learning experiences, but requires optimization through a more intensive inquiry and guidance approach to further develop students' critical thinking skills.
Co-Authors . Baringan, . A. Totok Priyadi Afandi Afandi Afandi Afandi Afriany, Messy Agung Hartoyo Ahmad Yani T Aini Sulastri Akbar, Didi Alda, Alda Amin Mustajab Andi Besse Tenriawaru Anggi Putri Pratiwi Anisyah Yuniarti Annisa Fitri Ananda Anzani, Fitri Aprizal Herunanda Aunnurahman Aunurrahman Aunurrahman Ayu Putri Herwidiah Basuki Hardigaluh Bilqis, Khofifah Azmi Bistari Cahyani, Christina Wahyu Christanto Syam Christiyanti Aprinastuti, Christiyanti Daniel, Herkulanus Hendi Dea Fitri Handayani Desi Nur Indah Sari, Desi Nur Indah Deswinda Perkiliasari Dewi, Sasmita Dian Miranda Dian Miranda Didi Akbar Dita Lindayani Dona Fitriawan Dwi Riyanti Dwi Riyanti Dyoty Auliya Vilda Ghasya Eka Ariyati Eko Sri Wahyuni Elda Irma Jeanne Joice Kawulur Eneng Nunuz Rohmatullayaly Entin Daningsih Eny Enawaty Eria Fitriani Erlina Erlina Ermi Ristia Erni Lestari Fajri, Hayatul Febriyani, Pangesti Ayu Wandari Febriyanti, Inka Fitri Anzani Fitriani, Eria Fransiska, Nadia Fredy Gunawan Hamdani Hamdani Handayani, Dea Fitri Hardiningrum, Esti Dwi Hariyati Hariyati Hayatul Fajri Herawati, Henny Ikhsan Samir Intan Permatasari Irma Naura Rifanka Isti Dwi Puspitawati Isyatirradhiyah, Isyatirradhiyah Jamjemah, Jamjemah Juriana Juriana Juriana Kasianus, Kasianus Khairunnisa Khairunnisa Kurnia Ningsih Kurniati, Yulia Laili Fiitri Yeni Laili Fitri Yeni Lily Thamrin Mahfut Marinda Sari Sofiyana Marta Maria Dona Martono Martono Mashud Masriani . Meldi, Nadya Febriani Minati Minati, Minati Miranti . Mita Rahmani Muhammad Irfan Izuddin Muhammad Reza Muhammad Reza Mumtazah, Nadia Wardah Muskania, Ricka Tesi Natalia Rosi Heavenlim Nia Amalia Pradana Ningsih, Kurnia Ningsih, Kurnia Ningsih Nisa Dhania Atimi Nufitasari, Nufitasari Nur Hafizah Nurdianingsih Nursusanto, Stevanus Widuri Oktaviani, Rizki Pasaribu, Erna Cristina Patriantoro . Putri Sekarayu Putri Tipa Anasi Putri, Ruqiah Ganda Rahmahwati, Ratih Rahman, Galih Fathur Riani Pita Sari, Riani Riani, Sapa Rida, Yuliana Afiana Rini Muharini Rini Silvia Rio Pranata Rio Pranata Rizki Hazazi Ali Robby Firmansyah Ruqiah Ganda Putri Panjaitan Rusdiono, Rusdiono Rusdiyono Sahidi Sahidi Salsabila, Alfiya Sari, Natalia Wulan Septiani, Fransiska Sesilia Seli Siti Maryam SITI MARYAM Siti Nurhasanah Siti Zubaidah Sri Maryuni, Sri Sriwahyuni, Eko Suhara, . Sulistyarini, Sulistyarini Suri, Linda Amelia surono, wahid Suvani, Monika Susi Syamsul Arifin Syamswisna , T. Adri Abi Taek, John kenedi Marcel Tenriawaru, Andi Besse Tiara Tiara Putri Rahmatika Titin . Titin Hartini Titin Titin Tomo Djudin Tomo Djudin touvan samodra Ulli Kadaria Uray Gustian Uray Gustian Uray Gustian, Uray Uray Siti Wahyuna wahid surono Wahyuni, Eko Sri Wahyuni widya astuti Widya Ningsih WOLLY CANDRAMILA Wulansari, Tia Y. Touvan Juni Samodra Yogi Dirgari Yokhebed Yokhebed Youva Kristi* Yuliana, Gatot Yusi Nalurita Zainiarni, Sri Wahyuni