p-Index From 2021 - 2026
6.347
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Competitor : Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Jurnal Prestasi Olahraga Arena Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan JSSF : Journal of Sport Science and Fitness Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA JIPES - JOURNAL OF INDONESIAN PHYSICAL EDUCATION AND SPORT JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Jambura Health and Sport Journal Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Jurnal Performa Olahraga Jurnal Berkarya Pengabdian Masyarakat JOSSAE (Journal of Sport Science and Education) Jurnal Maenpo : Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Physical Activity Journal (PAJU) Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga JSES : Journal of Sport and Exercise Science GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development (IJECSED) EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Majalah Ilmiah Olahraga (MAJORA) Abimanyu: Journal of Community Engagement SWARNA International Journal of Emerging Research and Review SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JOI International Journal of Social Science and Humanity PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Computer Technology and Science Sriwijaya Journal of Sport Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK)
Claim Missing Document
Check
Articles

KONTRIBUSI TINGGI LONCATAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KETEPATAN PUKULAN JUMP SMASH CABANG OALHRAGA BULUTANGKIS ZAENAL ABIDIN, MOCHAMAD; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pukulan jump smash merupakan salah satu langkah penyerangan yang bertujuan untuk mendapatkan poin. Untuk dapat melakukan pukulan jump smash dengan baik dan tepat diperlukan dukungan dukungan syarat-syarat fisik yang prima yang ditunjang oleh unsur yaitu: tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash. Sasaran penelitian ini adalah atlet putra PB. Remaja Jombang yang berusia 16-18 tahun dengan jumlah 10 atlet. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes tinggi loncatan (menggunakan jump md), tes kekuatan otot lengan (menggunakan push up 30 detik), dan skor ketepatan pukulan jump smash. Kesimpulan: (1) Dapat dikatakan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara variable tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan jump smash atlet putra bulutangkis secara individu. Jadi kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah tidak signifikan secara individu. (2) Dapat dikatakan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis. Jadi kontribusi tinggi loncatan terhadap ketapatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah signifikan secara serentak. Kata Kunci: Bulutangkis, tinggi loncatan, otot lengan, jump smash.
KONTRIBUSI TINGGI LONCATAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KETEPATAN PUKULAN JUMP SMASH CABANG OALHRAGA BULUTANGKIS ZAENAL ABIDIN, MOCHAMAD; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pukulan jump smash merupakan salah satu langkah penyerangan yang bertujuan untuk mendapatkan poin. Untuk dapat melakukan pukulan jump smash dengan baik dan tepat diperlukan dukungan dukungan syarat-syarat fisik yang prima yang ditunjang oleh unsur yaitu: tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash. Sasaran penelitian ini adalah atlet putra PB. Remaja Jombang yang berusia 16-18 tahun dengan jumlah 10 atlet. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes tinggi loncatan (menggunakan jump md), tes kekuatan otot lengan (menggunakan push up 30 detik), dan skor ketepatan pukulan jump smash. Kesimpulan: (1) Dapat dikatakan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara variable tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan jump smash atlet putra bulutangkis secara individu. Jadi kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah tidak signifikan secara individu. (2) Dapat dikatakan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis. Jadi kontribusi tinggi loncatan terhadap ketapatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah signifikan secara serentak. Kata Kunci: Bulutangkis, tinggi loncatan, otot lengan, jump smash.
KONTRIBUSI TINGGI LONCATAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KETEPATAN PUKULAN JUMP SMASH CABANG OALHRAGA BULUTANGKIS ZAENAL ABIDIN, MOCHAMAD; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pukulan jump smash merupakan salah satu langkah penyerangan yang bertujuan untuk mendapatkan poin. Untuk dapat melakukan pukulan jump smash dengan baik dan tepat diperlukan dukungan dukungan syarat-syarat fisik yang prima yang ditunjang oleh unsur yaitu: tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash. Sasaran penelitian ini adalah atlet putra PB. Remaja Jombang yang berusia 16-18 tahun dengan jumlah 10 atlet. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes tinggi loncatan (menggunakan jump md), tes kekuatan otot lengan (menggunakan push up 30 detik), dan skor ketepatan pukulan jump smash. Kesimpulan: (1) Dapat dikatakan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara variable tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan jump smash atlet putra bulutangkis secara individu. Jadi kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah tidak signifikan secara individu. (2) Dapat dikatakan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis. Jadi kontribusi tinggi loncatan terhadap ketapatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah signifikan secara serentak. Kata Kunci: Bulutangkis, tinggi loncatan, otot lengan, jump smash.
PERBANDINGAN VO2MAX DAN IMT PADA KARATE USIA PEMULA ANTARA PERGURUAN INKAI YMCA DAN INKANAS ZIDAM KOTA SURABAYA DEBY ARIYANTO, MARTHA; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji dan mencari jawaban dari rumusan masalah yang telah dirumuskan, yaitu (1) berapa rata-rata Vo2max atlet karate INKAI YMCA dan INKANAS ZIDAM?, (2) berapa rata-rata IMT atlet karate INKAI YMCA dan INKANAS ZIDAM?, (3) berapa perandingan tingkat vo2max atlet INKAI YMCA dan INKANAS ZIDAM?, (4) berapa perbandingan IMT atlet INKAI YMCA dan INKANAS ZIDAM? Metode penelitian ini aalah kuantitatif dalam pendekatan deskriptif sasaran peneitian ini adalah 7 siswa INKAI YMCA dan INKANAS ZIDAM Kota Surabaya kategori usia 11-13 Tahun. Teknik pengumpuan data menggunakan tes MFT untuk mengetahui VO2max pada setiap siswa, dan pengukuran tinggi badan serta berat badan untuk mengetahui IMT pada setiap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa INKAI YMCA memiliki rata-rata VO2Max 37,55 dan INKANAS ZIDAM 40,78. Hasil ini menunjukkan jika siswa INKANAS ZIDAM mempunyai rata-rata VO2Max lebih baik daripada INKAI YMCA. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata IMT untuk siswa INKAI YMCA yaitu sebesar 16,62 dan siswa INKANAS ZIDAM 17,04. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa IMT INKANAS ZIDAM memiliki rata-rata yang lebih baik dari INKAI YMCA. Hasil perhitunga persentase VO2max pada siswa INKAI YMCA yang tergolong kategori baik sebesar 14,30% dengan frekuensi, katagori normal 42,85% dengan frekuensi 3 dan kategori kurang 42,85% dengan ketegori 3. Sedangkan pada perhitungan persentase VO2Max siswa INKANAS ZIDAM yang tergolong kategori baik yang sebesar 14,30% dengan frekuensi 1, kategori normal 42,85% frekuensi 3, kategori kurang 42,85% dengan frekuensi 3 pada perhitungan persentase IMT untuk siswa INKAI YMCA yang tergolong kategori normal 14,30% dengan frekuensi 1 dan kategori kurang 85,70% dengan frekuensi 6. Sedangkan pada perhitungan persentase IMT siswa INKANAS ZIDAM yang tergolong kategori normal 14,30% dengan frekuensi 1, kategori kurang 85,70% dengan frekuensi 6. Hasil pengolahan data penelitian yang telah dilakukan, maka VO2Max INKANAS ZIDAM memiliki kondisi daya tahan paru lebih baik dari INKAI YMCA dikarenakan rata-rata yag diperoleh lebih besar yaitu 40,78 milik INKANAS ZIDAM berbanding 37,55 milik INKAI YMCA. Sedngkan hasil pengolahan data penelitian pada IMT, maka siswa INKANAS ZIDAM memiliki kondisi indeks massa tubuh yang lebih daripada INKAI YMCA dikarenakan rata-rata yang diperoleh lebih besar yaitu 17,04 milik INKANAS ZIDAM berbanding 16,62 milik INKAI YMCA. Kata Kunci: Perbandingan VO2Max, IMT.
PROFIL KONDISI FISIK ATLET EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA NEGERI 4 BOJONEGORO ROSYIDI, M.IQBAL; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak kondisi fisik adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen kondisi fisik yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik peningkatan maupun pemeliharaanya. Artinya bahwa didalam usaha peningkatan kondisi fisik, seluruh komponen kondisi fisik tersebut juga harus dikembangkan, walaupun disana-sini dilakukan dengan sistem prioritas sesuai dengan keadan setiap komponen yang diperlukan. Mengingat perminan futsal termasuk jenis olahraga yang mengandalkan kemampuan fisik, maka kondisi fisik sangat penting dalam menunjang efektivitas pemain.Tujuan Dari penelitian ini adalah untk mengetahui seberapa besar tingkat kondisi fisik siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler futsal putra di SMA Negeri 4 Bojonegoro. Hasil penenlitian ini dapat dijadikan evaluasi keberhasilan pembelajaran ekstrakurikuler dan untuk meningktkan prestasi futsal di SMA Negeri 4 Bojonegoro. Metode dalam penelitian ini adalah menggunkan tes kecepatan (sprint 35 meter), kelincahan (T Drill Test), Kelentukan (sit and reach), kekuatan tinggi lompatan otot tungkai (Jump MD). Penelitian ini dilakukan berdasarkan data yang diperoleh berjumlah 16 siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 4 Bojonegoro.Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata daya tahan VO2Max pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal putra SMA Negeri 4 Bojonegoro nilai 44,81 ml/kg/min masuk dalam kategori kurang. Sedangkan rat-rata kecepatan pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal putra SMA Negeri 4 Bojonegoro nilai 5,15 detik masuk dalam kategori rata-rata. Sedangkan rata-rata kelincahan pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal putra SMA Negeri 4 Bojonegoro nilai 12,62 detik masuk dalam kategori kurang. Sedangkan rata-rata kelentukan pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal putra SMA Negeri 4 Bojonegoro nilai 29,43 cm masuk dalam kategori baik. Sedanglan rata-rata kekuatan tinggi lompatan otot tungkai pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal putra SMA Negeri 4 Bojonegoro nilai 51,375 cm masuk dalam kategori cukup. Hal tersebut dikarenakan latihan atau aktifitas fisik yang dilakukan melalui ekstrakurikuler disekolah relatif sama tetapi peneliti tidak dapat memantau kegiatan atau aktivitas fisik siswa diluar sekolah. Kata kunci : Tingkat Kondisi Fisik, Ekstrakurikuler Futsal, Daya Tahan VO2Max, Kecepatan, Kelincahan, Kelentukan, daya Ledak. Abstract physical condition is a whole unit of physical condition components which cannot be separated, both improvement and maintenance. This means that in an effort to improve physical conditions, all components of the physical condition must also be developed, although here and there is done with a priority system in accordance with the nature of each component needed. Given that futsal is a type of sport that relies on physical abilities, physical conditions are very important in supporting the effectiveness of players.The purpose of this study is to find out how much the physical condition of male students who take part in mens futsal extracurricular activities at Bojonegoro 4 State High School. The results of this study can be used as an evaluation of the success of extracurricular learning and to improve the achievements of futsal at SMA 4 Bojonegoro. The speed (35 meter sprint), agility (T Drill Test), Determination (sit and reach), high strength leg muscle jump (Jump MD) . This research was conducted based on the data obtained amounting to 16 male students who participated in futsal extracurricular activities at Bojonegoro 4 State High School. Based on the results of the above research it can be concluded that the average durability of VO2Max for students who take part in futsal extracurricular activities at SMA Negeri 4 Bojonegoro is 44.81 ml / kg / min in the poor category. While the average speed of students who take part in futsal extracurricular activities at SMA Negeri 4 Bojonegoro is 5.15 seconds in the average category. While the average agility in students who take futsal extracurricular activities at SMA Negeri 4 Bojonegoro, the value of 12.62 seconds is in the less category. While the average flexibility in students who take futsal extracurricular activities at SMA Negeri 4 Bojonegoro is 29.43 cm in the good category. While the average high strength leg muscle jump for students who take part in futsal extracurricular activities at Bojonegoro State Senior High School 4 is 51.375 cm in the sufficient category. This is because training or physical activities carried out through extracurricular activities at school are relatively the same but researchers cannot monitor the activities or physical activities of students outside of school. Keywords: Level of Physical Condition, Futsal Extracurricular, Endurance VO2Max, Speed, Agility, Modification, Explosive Power.
PERBANDINGAN VO2MAX SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKSTRAKULIKULER FUTSAL DI DAERAH DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI (ANTARA SISWA SMAN 16 SURABAYA DAN SMAN 1 JOGOROGO-NGAWI) SHOLIKIN, TEGUH; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PERBANDINGAN TINGKAT VO2Max SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKTRAKULIKULER DI DAERAH DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI (Antara siswa SMAN 16 Surabaya dan SMAN 1 Jogorogo) Nama : Teguh SholikinNIM : 15060474040Progam Studi : S1 Pendidikan Kepelatihan OlahragaJurusan : Pendidikan Kepelatihan OlahragaFakultas : Fakultas Ilmu OlahragaNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Dr. Oce Wiriawan, M.Kes.VO2Max merupakan kemampuan jantung dan paru-paru untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuh dalam jangka waktu yang lama, maka VO2Max sangat penting dimiliki oleh setiap orang tidak tanpa terkecuali atlet olahraga. Menurut teori yang disampaikan, VO2Max bisa juga disebut dengan konsumsi maksimal oksigen atau pengambilan oksigen maksimal atau kapasitas aerobik yang dimaksud kapasitas maksimal adalah kapasitas maksimal dari tubuh untuk mendapatkan dan menggunakan oksigen selama latihan yang meningkat, sehingga menunjukkan kebugaran fisik seseorang. Dataran rendah adalah hamparan luas tanah dengan tingkat ketinggian yang diukur dari permukaan laut adalah sampai dengan 200 mdpl. Istilah ini diterapkan pada kawasan manapun dengan hamparan yang luas dan relatif datar tekanan udaranya rendah sehingga oksigen di daerah itu banyak. Dataran tinggi adalah dataran yang terletak pada ketinggian di atas 700 mdpl. Dataran luas yang letaknya di daerah tinggi atau pegunungan disebut dataran tinggi tekanan udaranya tinggi sehingga oksigen hanya sedikit. Daerah dataran tinggi yang mayoritas adalah wilayah perkebunan dan perhutanan sehingga suhu udara di daerah tersebut cenderung sejuk dan mayoritas penduduknya bekerja sebagai seorang petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat VO2Max siswa ditinjau dari daerah dataran rendah dan dataran tinggi, Yaitu Perbandingan Tingkat VO2Max Siswa Yang mengikuti ektrakulikuler Futsal di Daerah Dataran Rendah dan Dataran Tinggi (Antara Siswa SMAN 16 Surabaya dan SMAN 1 Jogorogo). Jenis penelitian yang digunakan adalah comparative research dengan pendekatan kuantitatif, termasuk dalam kategori penelitian Non-Eksperimen. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas X dan XI yang mengikuti ektrakulikuler futsal terdiri dari 2 sekolah yaitu SMAN 16 Surabaya yang berada di daerah dataran rendah yang terdiri dari 15 siswa dan SMAN 1 Jogorogo yang berada di daerah dataran tinggi yang terdiri dari 15 siswa. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan tes MFT (Multistage Fitness Test). Hasil penelitian ini diperoleh adanya perbedaan yang signifikan dengan hasil Uji T menunjukkan bahwa nilai VO2Max adalah 3.082 (t hitung) > 2.786 (t table) dan nilai signifikan (0.106) > ? (0.05) sehingga Ha diterima, yang artinya terdapat perbedaan yang signifkan antara tingkat VO2Max siswa yang mengikuti ekstrakulikuler futsal antara daerah dataran rendah dengan daerah dataran tinggi.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat VO2Max yang signifikan antara siswa SMA Negeri 16 Surabaya dan SMA Negeri 1 Jogorogo, dimana dari hasil penelitian tingkat VO2Max siswa SMA Negeri 1 Jogorogo lebih baik dari siswa SMA Negeri 16 Surabaya. Kata kunci: VO2Max, Ekstrakulikuler Futsal, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi.
SURVEI VO2MAX, INDEKS MASSA TUBUH DAN PRESTASI BELAJAR SISWA EKSTRA KURIKULER PENCAK SILAT SMA NEGERI 1 SUKODADI LAMONGAN BAGOES NOVIANTORO, M; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui rata-rata ??2max, rata-rata indeks masa tubuh, dan prestasi belajar siswa yang mengikuti ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Sukodadi. Metode penelitian pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa rata-rata vo2max siswa SMA Negeri 1 Sukodadi yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat adalah 39.66 atau dalam kategori Average. Rata-rata indeks masa tubuh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Sukodadi adalah 20,89 atau dalam kategori normal. Rata-rata prestasi belajar siswa yang mengikuti ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Sukodadi untuk aspek pengetahuan mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah 85,86 sedangkan untuk aspek keterampilan pada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah 86,29. Kata kunci: Vo2max, Indeks Massa Tubuh, Prestasi Belajar, Siswa
ANALISIS PERBANDINGAN KONDISI FISIK PEMAIN SEPAKBOLA DENGAN PEMAIN FUTSAL (STUDI PADA ATLET SEKOLAH SEPAKBOLA MITRA SURABAYA DAN ATLET SEKOLAH FUTSAL SURABAYA) JAFAR LUTFI, ERIC; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan rentang rata-rata komponen kondisi fisik antara pemain sepakbola dengan pemain futsal, studi pada atlet Sekolah Sepakbola Mitra Surabaya dan atlet Sekolah Futsal Surabaya. Sampel diambil sejumlah 16 orang atlet sepakbola dan 16 orang atlet futsal dengan jumlah keseluruhan 32 orang, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran kondisi fisik yang diantaranya daya tahan kardiovaskular menggunakan Multistage Fitness Test (MFT), kecepatan menggunakan tes akselerasi 20 meter, kelincahan menggunakan tes Illinois Agility Run, daya ledak menggunakan tes Vertical Jump, kelentukan menggunakan tes Sit and Reach.Perhitungan statistik menggunakan Statistical Package for Social Science (SPSS) 21, dengan menggunakan Independent T Test untuk uji perbandingan.Dari analisis data diperoleh kesimpulan hasil :1. Diketahui daya tahan VO2Max atlet sepakbola bahwa nilai rata-rata 40,79 sedangkan hasil daya tahan VO2Max atlet futsal nilai rata-rata 43,23. 2. Diketahui kecepatan atlet sepakbola bahwa nilai rata-rata 3,66 detik sedangkan hasil kecepatan atlet futsal nilai rata-rata 3,48 detik. 3. Diketahui hasil kelincahan atlet sepakbola bahwa nilai rata-rata 12,87 detik sedangkan hasil kelincahan atlet futsal nilai rata-rata 13,62 detik. 4. Diketahui hasil daya ledak atlet sepakbola bahwa nilai rata-rata 43,81 cm sedangkan hasil daya ledak atlet futsal nilai rata-rata 43,75 cm. 5. Diketahui hasil kelentukan atlet sepakbola bahwa nilai rata-rata 15,09 inchi sedangkan hasil kelentukan atlet futsal nilai rata-rata 14,35 inchi.Dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan rentang rata-rata kondisi fisik antara atlet Sekolah Sepakbola Mitra Surabaya dan atlet Sekolah Futsal Surabaya. Diketahui atlet Sekolah Sepakbola Mitra Surabaya memiliki tingkat kondisi fisik yaitu kelincahan, daya ledak, dan kelentukan yang lebih unggul dari atlet Sekolah Futsal Surabaya.Sedangkan atlet Sekolah Futsal Surabaya memiliki tingkat kondisi fisik yaitu daya tahan dan kecepatan yang lebih unggul dari atlet Sekolah Sepakbola Mitra Surabaya.
PERBANDINGAN HASIL TES KONDISI FISIK ATLET SPRINT TAHUN 2017, TAHUN 2018 DAN TAHUN 2019 KONI SIDOARJO RANI KHOTIJAH, NURUL; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT COMPARISONOF SPRINT ATHLETE PHYSICAL TEST RESULTSIN 2017, 2018 ANDIN 2019 KONI SIDOARJO. This study aims to obtain information and to find out the percentageon differences in the results of physical conditions that are focused on sprint athletes in 2017, 2018 and 2019 Koni Sidoarjo. Besides that, this study aims as a reference evaluation material for comparison of sprint test results in every year from 2017, 2018 and 2019. The results of this study indicate that the percentage of physical condition test results for sprint athletes in 2017 - 2019 Koni Sidoarjo namely MFT tests in 2017 - 2019 increased by an average of 2.18%, the 30 M Running test in 2017 - 2019 decreased by an average of 1.31%, BACK& LEG Dynamometer tests in 2017 - 2019 increased by an average of 7.41% and 16.73%, Sit & Rich tests in 2017 - 2019 increased by an average of 0.65%, Side Step tests in 2017 ? 2019 significant decreased by an average of 5.77%.Sit Up tests for 2017 - 2019 increased by an average of 0.99%, Push Up tests for 2017 - 2019 decreased by an average of 2.90%, Balance Beam tests for 2017 - 2019 increased by an average of 42.33%, for Force PlateTests in the year 2017 - 2019 increased by an average of 128.18%, and the Visual WBR test in 2017 - 2019 experienced an average decrease of 3.86%. So there are differences in the results of the sprint athletes physical condition tests in 2017, 2018 and 2019 Koni Sidoarjo. The most significant test differences are the Force Plate, BACK& LEG Dynamometer, and Balance Beam tests. Keywords: comparison of physical condition test results, percentage in comparison of physical condition test results. ABSTRAK PERBANDINGAN HASIL TES KONDISI FISIK ATLETSPRINT TAHUN 2017, TAHUN2018 DAN TAHUN 2019 KONI SIDOARJO. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh informasi adanya perbedaan hasil dari kondisi fisik yang terfokus pada atlet sprint tahun 2017, tahun 2018 dan tahun 2019 Koni Sidoarjo selain itu Untuk mengetahui persentase perbedaan hasil tes kondisi fisik atlet sprint tahun 2017, tahun 2018 dan tahun 2019 Koni Sidoarjo. Selain itu penelitian ini bertujuan sebagai acuan bahan evaluasi perbandingan hasil tes sprint setiap tahun dari 2017, 2018 dan 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Persentase hasil tes kondisi fisik atlet sprint tahun 2017 ? 2019 Koni Sidoarjo yaitu tes MFT pada tahun 2017 ? 2019 rata-rata mengalami peningkatan 2.18%, tes Lari 30 Mpada tahun 2017 ? 2019 rata-rata mengalami penurunan 1.31%, tes BACK & LEG Dynamometerpada tahun 2017 ? 2019 rata-rata mengalami peningkatan 7.41% dan 16.73%, tes Sit & Richpada tahun 2017 ? 2019 rata-rata mengalami peningkatan 0.65%, tes Side Steppada tahun 2017 ? 2019 rata-rata mengalami peningkatan penurunan 5.77%, tes Sit Uppada tahun 2017 ? 2019 rata-rata mengalami peningkatan 0.99%, tes Push Uppada tahun 2017 ? 2019 rata-rata mengalami penurunan 2.90%, tes Balance Beampada tahun 2017 ? 2019 rata-rata mengalami peningkatan 42.33%, tes Force Platepada tahun 2017 ? 2019 rata-rata mengalami peningkatan 128.18%, dan tes WBR Visualpada tahun 2017 ? 2019 rata-rata mengalami penurunan waktu 3.86%. Sehingga adanya perbedaan hasil tes kondisi fisik atlet sprint tahun 2017, tahun 2018 dan tahun 2019 Koni Sidoarjo. Perbedaan tes yang paling signifikan adalah pada tes Force Plate, BACK& LEG Dynamometer, dan Balance Beam. Kata Kunci : perbandingan hasil tes kondisi fisik, persentase perbandingan hasil tes kondisi fisik.
UNFORCE%2520ERROR%2520DAN%2520ERROR%2520ATLET%2520PERSATUAN%2520BULU%2520TANGKIS%2520FIFA%2520SIDOARJO%2520KATEGORI%2520TUNGGAL%2520REMAJA%2520PUTRA%2520SISTEM%2520SETENGAH%2520KOMPETISI TRI WIDODO, DIBYO; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pertandingan sistem setengah kompetisi menjadi salah satu faktor penting untuk melihat konsistensi permainan dari seorang atlet. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kualitas permainan pada sector tunggal putra pada PB FIFA Sidoarjo yang merupakan salah satu club besar di Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang disajikan secara sistematis mengenai fakta-fakta tentang perolehan poin secara keseluruhan, menyajikan tentang penyebab atlet dapat meraih kemenangan, dapat mengetahui pola permainan dan jenis pukulan yang banyak menghasilkan poin serta kelemahan yang menyebabkan lawan mendapatkan poin pada permainan bulutangkis tunggal remaja putra dengan menggunakan sistem setengah kompetisi. Hasil dari penelitian ini adalah persentase pukulan unforced error dan error yang dilakukan selama pertandingan adalah pukulan netting paling banyak dilakukan unforced error dan error sebesar 38.5%, kemudian diikuti dengan pukulan defend sebesar 26,3%; lob sebesar 15.9%; dropshot sebesar 6.2%; smash sebesar 5.4%; drive sebesar 4.1%; dan service sebesar 3.3%. Persentase pengaruh pukulan unforced error dan error terhadap kemenangan lawan adalah unforced error dan error seluruh pertandingan sebesar 441. Unforced error sebesar 199 kali (45.1%) dan error sebesar 242 kali (54.9%). Kesimpulannya adalah berdasarkan keseluruhan pertandingan yang dimenangkan oleh masing-masing pemain, terdapat 4 yang dimenangkan dengan error lebih banyak, 1 pertandingan dimenangkan dengan unforced error lebih banyak, dan 1 pertandingan berimbang antara unforced error dan error. Jadi dapat disimpulkan bahwa pukulan unforced error yang paling berpengaruh terhadap kemenangan lawan. Kata kunci : Bulutangkis, error, Unforce error, achievement, setengah kompetisi
Co-Authors Achmad Widodo Achmad Widodo ADAM BASTIAN, ALVIN ADJI PRASETYA, HAFISH Advendi Kristiyandaru AGTA AFFIRDAUSY, WILDAN Agus Hariyanto Ainin, Ima Kurrotun Ainur Rasyid Akbari, Nur Amrozi Khamidi Andhega Wijaya Andhega Wijaya Andi Fepriyanto Annas Pra Ghoniyyu Qolbi Arief, Nur Ahmad Arifah Kaharina Aziz, Muhammad Zainuddien azizah, lely nur Bachtiar, Amin Bagaskara, Bryant Wirahadi BAGOES NOVIANTORO, M Budi Ariyanto, Budi Cahyono, Febriyan Dwi Choirul Umam Damayanti, Elok Dani Primanata DEBY ARIYANTO, MARTHA DHEVANGGA PRISTAWAN ABHIMASTA, STANISLAUSE Dian Helaprhara Donny Ardy Kusuma Edy Mintarto Edy Mintarto Edy Mintarto, Edy Fachry Abda El Rahman Febriyanti, Fery Ferdita Yuhantini, Eva Fikri, Muhammad Dzul FIRDAUS, A.M. FARID PASYA Fransisca Januarumi Marhaendra Wijaya Galih Yoga Neviantoko Gigih Siantoro Gigih Siantoro HAKIKY, ILHAM Hamdani Hamdani HARI ANDARA, EDO Hari Setijono Hari Setijono Hari Setijono Hari Setijono Hari Setijono Hari Setijono, Hari Haromain, Imam Haryo Widodo Heryanto Nur Muhammad Hijrin Fithroni Idzam Kholid Akbar Imam Marsudi Irma Ferdiana Irma Ferdiana Isti Hidayah JAFAR LUTFI, ERIC JAYADI, IKA Kaharina, Arifah Kharis Fajar, Muhammad Kolektus Oky Ristanto Kukuh Pambuka Putra Kunjung Ashadi Labib Siena Ar Rasyid, Muhammad Lestari, Bhekti M FARID PASYA FIRDAUS, A Miftachul Amiruddin Miftakhul Jannah Mochamad Ilham Agung Prilaksono Mochamad Purnomo Mochamad Ridwan, Mochamad Mohamad, Mohd Izham Muchamad Arif Al Ardha Muhamad Fauzi Muhammad Kharis Fajar Muhammad Labib Siena Ar Rasyid Muhammad Labib Siena Ar Rasyid Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Sidik, Rizky Muhammad Turhan Yani Nanda Ibnasia Rahman Nining Widyah Kusnanik Niqsanding Sanrijaya Nugroho Agung Supriyanto Nur Ahmad Arief Nur Ahmad Arief Nur Akbari Nurdiansyah Nurdiansyah Nurhasan Nurhasan, Nurhasan Nurpratiwi, Resti Panji Bana Pembayun, Devi Lestya Pranasto, Wido Hary PUNGKAS ILHAMI, OKI Purnomo, Mochammad Putri, Saraswati Dharani RAIHANATA YUSA, NAILY RAMADHAN FIRMANSYAH, MUHAMMAD RANI KHOTIJAH, NURUL Rasyid, Muhammad Labib Siena Ar Risfan Iskandar Riyanto, R Benny Rizky Muhammad Sidik Rosi Rosalina ROSYIDI, M.IQBAL Rusdiawan, Afif Sapto Wibowo Sapto Wibowo Sapto Wibowo Saraswati Dharani Sauqi Sawa Bikalawan Shidqi Hamdi Pratama Putera SHOLIKIN, TEGUH SIFAQ, AGHUS Sudarwo, Raden Sukmanda, Taufan Fajar Taufan Fajar Sukmanda Taufiq Hidayat Taufiq Hidayat Taufiq Hidayat Teguh Sholikin TRI WIDODO, DIBYO Utomo, Ardyansyah Arief Budi Wahono, Keysha Azhalia Wahyudi, Achmad Rizanul WIDYA ASMARA UTOMO PUTRA, ANGGORO Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wiradika, Satria Wiyanto - Yuen Cheilo Prasetyo Yulfiras Thariqi ZAENAL ABIDIN, MOCHAMAD Zainul Syafi’ Uddin