Articles
Konsep Ukhuwah dan Toleransi Menurut Al-Quran
Zaini, Ahmad
HERMENEUTIK Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i2.3911
Peningkatan Hasil Belajar Bangun Ruang Melalui Metode Duti Duta (Two Stay Two Stray) Siswa Kelas IV SDN Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo
Zaini, Ahmad
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/inventa.4.2.a2537
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa hasil belajar siswa kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode Two Stay Two Stray dengan materi pembelajaran bangun ruang pada siswa kelas IV SD Negeri Buncitan Sedati Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode pembelajaran Two Stay Two Stray sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar. Teori-teori pembelajaran secara umum lebih tepat jika diajarkan dengan metode pembelajaran kooperatif, dimana siswa bekerja sama dengan siswa lain dalam berpikir secara mandiri untuk menyelesaikan masalah yang ada. Hasil penelitian tentang penerapan pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray materi bangun ruang kelas IV SDN Buncitan pada observasi awal dengan persentase 43,8% dalam penguasaan pembelajaran. Siklus 1 menunjukkan bahwa hasil pembelajaran nilai rata-rata kelas 71,8 dengan persentase penguasaan pembelajaran 68,8%, kemudian meningkat di siklus 2 dengan nilai rata-rata secara klasikal 76,1 dengan persentase ketuntasan 78,1%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang kelas IV SDN Buncitan Sedati Sidoarjo.
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Di Era Media Baru
Zaini, Ahmad;
Rahmawati, Dwy
AT-TABSYIR Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i1.11238
Sesungguhnya dakwah merupakan tanggung jawab setiap orang, apapun itu pekerjaannya harus bisa menyampaikan pesan dakwah agar bisa diterima oleh khalayak atau masyarakat. Tentu dalam menyampaikan pesan dakwah harus ada cara yang efektif. Efektivitas dakwah melalui media sosial saat ini menjadi penelitian utama yang banyak dipelajari oleh para kalangan karena hal tersebut sangat penting untuk diketahui, supaya kita dapat mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan kegiatan dakwah melalui media sosial. Penggunaan media sosial sebagai media atau sarana dakwah di era baru saat ini memang menjadi alternatif bagi para penceramah/dai/ustadz dalam melaksanakan aktivitas dakwahnya. Berbagai platform media baru pun digunakan untuk mendukung proses dakwah, menjadi sebuah bukti bahwa internet berperan penting dalam proses kegiatan dakwah. Oleh karena itu, peluang dakwah menjadi besar karena IPTEK saat ini berkembang pesat. Dakwah melalui internet akan menjadi alat yang akan berperan penting dalam proses meningkatkan, menyeimbangkan, dan memberikan arah hidup yang lebih baik. Maka dari itu dalam jural artikel ini penulis mencoba mengkaji tentang bagaimana tingkat efektivitas dakwah yang dilakukan melalui media sosial di era baru saat ini.
Studi Analisis Perbandingan Manajemen Siaran Dakwah Di Radio Manggala Fm Kudus Dan Pas Fm Pati
Zaini, Ahmad;
Falah, Riza Zahriyal
AT-TABSYIR Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i2.8724
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen siaran dakwah di radio Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati, membandingkan manajemen siaran dakwah di radio Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati serta mengetahui kendala manajemen siaran dakwah Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, implementasi manajemen program siaran dakwah di Radio Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati telah berjalan sesuai dengan planning, organizing, actuating dan controlling yang direncanakan. Kedua, Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati secara manajerial sudah melakukan perencanaan yang matang terhadap siaran dakwah. Perbedaan antara radio Manggala FM Kudus dan PAS FM Kudus tampak dalam kajian keislaman yang disiarkan. Program siaran dakwah dan konten kajian keislaman di radio PAS FM Pati lebih beragam dibandingkan dengan Manggala Station Kudus. Kendati demikian, siaran dakwah yang dimiliki oleh Manggala FM Kudus juga tidak kalah menarik, karena disiarkan tiap pagi dan sore sehingga keberlanjutan siaran tetap terjaga. Ketiga, kendala teknis yang terkadang dihadapi oleh Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati diantaranya apabila listrik mati dan diesel sedang rusak, maka program siaran yang sedang tayang dalam bentuk on air akan terputus, apabila ada host yang kurang mumpuni ruang siaran, maka proses siaran akan terasa kering.
Upaya Pengembangan Metode Dakwah Di Pedesaan
Zaini, Ahmad
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 2 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i2.2588
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengertian desa, karakteristikmasyarakat pedesaan dan bagaimana metode pengembangan dakwahyang cocok dan tepat bagi masyarakat di pedesaan. Adapun hasil kajiantersebut adalah bahwa desa adalah kesatuan wilayah yang dihuni olehsejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri(dikepalai) oleh seorang kepala desa. Beberapa karakteristik masyarakatpedesaan seperti diuraikan di atas adalah masyarakatnya hidup dalamsuasana tolong-menolong, gotong-royong, musyawarah, memilikikepedulian terhadap sesama dan sebagainya. Dengan karakteristik yangdimilikinya itu merupakan modal penting dalam melakukan dakwahdi pedesaan. Disamping karakteristik yang dimilikinya ada beberapafaktor yang menyebabkan pedesaan dijadikan sebagai lokasi untukpengembangan dakwah. Beberapa diantaranya adalah alasan demografs,alasan sosio-kultural, alasan politis, dan alasan religius. Sedang metodepengembangan dakwah di pedesaan adalah menggunakan bahasa yangmudah dan sederhana serta kultur yang disesuaikan dengan masyarakatpedesaan, kerjasama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakatsetempat, menggunakan bahasa lisan yang komunikatif yaitu adanyakomunikasi dua arah, menggunakan metode karya nyata atau suatuproduk yang sesuai kebutuhan, mendekatinya sesuai dengan karakteristikmasyarakat perdesaan, serta mencarikan solusi atas problem yang munculdi masyarakat pedesaan.
Peranan Dakwah Dalam Pengembangan Masyarakat Islam
Zaini, Ahmad
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 1 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i1.2579
Eksistensi dan keberadaan Islam hingga saat ini salah satunya karenaadanya dakwah. Dakwah telah dilakukan oleh zaman Rasulullah saw.hingga sekarang ini. Banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang berbicaratentang dakwah, diantaranya Ali Imran ayat 104, 110, an-Nahl ayat 125,dan sebagainya. Bila ditelusuri pada zaman Rasulullah saw., dakwahyang dilakukan oleh beliau bersifat untuk meluruskan dan merubahkejahiliahan perilaku kaum Quraisy. Rasulullah ketika berdakwah diMekah, poin penting yang disampaikan oleh beliau adalah tentangkeesaan Allah (tauhidulllah). Materi ini penting disampaikan pertama kalikarena sebagai pondasi dasar untuk keberlangsungan dakwah berikutnya. Dakwah yang beliau lakukan di Mekah penuh dengan tantangan dan halangan. Berbeda ketika dakwah di Mekah, materi dakwah di Madinahseputar sosial kemasyarakatan. Pembinaan yang dilakukan Rasulullahsaw. lebih banyak ditekankan pada pembentukan masyarakat muslim ditengah-tengah masyarakat non muslim. Madinah selain dihuni oleh umatIslam, juga dihuni oleh kaum Yahudi maupun Kristen. Ayat-ayat al-Quranyang turun di periode ini lebih ditekankan pada masalah muamalah,kenegaraan, hubungan antaragama (toleransi), dan sebagainya. Dakwahyang dicontohkan oleh Rasulullah ketika di Mekah dan Madinahdapat dijadikan sebagai sebagai cerminan untuk berdakwah bagi umat Islam sekarang ini hingga seterusnya. Kehidupan masyarakat Islam di tengah-tengah aliran yang beragam dapat dijadikan contoh bagaimanaseharusnya mengembangkan dakwah di tengah-tengah masyarakat yangplural dan majemuk.
Metode Istinbat Muhammad Al-Amin Al-Shinqiti Dalam Menafsirkan Ayat-Ayat Ahkam (Studi Terhadap Kitab Tafsir Adwa` Al-Bayan Fi Idahi Al-Qur’an Bi Al-Qur’an)
Zaini, Ahmad
JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah Vol. 2 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri Bawean
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (936.559 KB)
|
DOI: 10.37348/jurisy.v2i1.160
Kajian ini bertujuan untuk mengkaji metode istinba>t} Muh}ammad al-Ami>n al- Shinqi>t}i> dalam menafsirkan ayat-ayat ah}ka>m dalam kitab tafsir adwa>’ al-baya>n. Kitab tafsir seperti adwa>’ al-baya>n ini bisa katakan jarang ditemui karena pengarangnya berusaha memadukan antara pendekan aqli> dan naqli> dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh semua kalangan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode deskriptis-analitis untuk mengungkap metode istinba>t} yang digunakan Al-Shinqi>t}i> ketika menafsirkan ayat-ayat ah}ka>m. Dalam kajiannya terhadap istinba>t} ah}ka>m, Al-Shinqi>t}i> menggunakan metode istinba>t} baya>ni>, ia berusaha menggali hukum Islam yang terkandung dalam ayat suci Qur’a>n atau mengkritisi istiba>t}a>t para ulama untuk memastikan bahwa istiba>t}a>t tersebut s}ah}i>h}ah atau kha>t}iah dengan bertumpu pada qawa>id lughawiyah dan us}u>liyah. Al-Shinqi>t}i> tidak melakukan istinba>t} kecuali sesuai dengan kaidah ilmiah yang dibangun di atas pondasi yang kokoh, bersumber dari al-Qur’an dan al-hadi>th. Al-Shinqi>t}i> memiliki karakteristik pemikiran tersendiri dalam menafsirkan ayat-ayat ah}ka>m, diantaranya yang paling tampak adalah mampu membedakan antara ruang lingkup nas} dan daerah ijtiha>d ketika dihadapkan pada perbedaan pendapat seputar hukum di kalangan ulama, sehingga ia dapat mengambil kesimpulan hukum dengan pertimbangan yang sangat matang. Usaha al-Shinqi>t}i> untuk menghindari fanatisme madhhab dengan cara berkomitmen dan mengedepankan dalil, ia menjadikannya sebagai petunjuk dan sandaran utamanya, ia tidak berpendapat atau menyimpulkan hukum tertentu kecuali memiliki pegangan yang s}ah}in dan al-hadi>th. Inilah yang menjadikannya selamat dari fanatisme madhhab. Kata kunci; .
Edukasi Peningkatan Kemampuan Pengenalan dan Pengelolaan Stress, Kecemasan, dan Depresi di Kalangan Mahasiswa di Surabaya Timur
Wulandari, Diah Puspito;
Purnami, Santi Wulan;
Rahmawati, Novi Agung;
Andari, Shofi;
Suprapto, Yoyon Kusnendar;
Boedinugroho, Hanny;
Juniastuti, Susi;
Zaini, Ahmad;
Kurniawan, Arief;
Fandiantoro, Dion Hayu
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.1068
Jiwa merupakan salah satu unsur yang membentuk kesehatan pada manusia. Jiwa yang sehat membuat seorang individu mampu mengembangkan dirinya secara fisik, mental, spiritual dan sosial. Ketika seseorang memasuki usia produktif, yaitu 15-64 tahun, seharusnya ia bisa memaksimalkan pengembangan potensi dirinya. Akan tetapi justru di rentang usia ini bermunculan permasalahan yang bersumber dari jiwa yang tidak sehat, mulai dari tingkat ringan hingga yang paling berat, yaitu tindakan bunuh diri. Sebagaimana laiknya penyakit yang lain, gangguan kesehatan jiwa bisa tertangani dengan baik atau tingkat harapan kesembuhannya meningkat jika permasalahannya bisa terdeteksi sejak dini. Pada umumnya pasien tidak mendapatkan penanganan yang baik karena dia tidak mengetahui bahwa gejala-gejala yang dimilikinya mengindikasikan penyakit kejiwaan, cenderung meremehkan, atau khawatir mendapat stigma yang buruk dari masyarakat. Melalui sebuah seminar tentang pengelolaan stress dan deteksi dini, mahasiswa sebagai bagian dari angkatan usia produktif mendapatkan pembekalan tentang tanda-tanda gangguan kesehatan mental, penyebab dan penanganannya.
PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DAN KONVENSIONAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA
Zaini, Ahmad;
Marsigit, Marsigit
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2: November 2014
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.999 KB)
|
DOI: 10.21831/jrpm.v1i2.2672
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan keefektifan pembelajaran matematika dengan Pendekatan Matematika Realistik dan Konvensional ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematika siswa.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain nonequivalent comparison-group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 15 Banjarmasin yang terdiri dari 6 kelas. Sampel penelitian adalah dua kelas. Penentuan sampel diambil dengan memilih kelas secara acak untuk dikenai perlakuan dengan pembelajaran matematika dengan Pendekatan Matematika Realistik dan pendekatan Konvensional. Instrumen dalam penelitian ini berupa instrument tes kemampuan penalaran dan komunikasi matematika. Koefesien reliabilitas instrumen tes adalah 0,711, dengan SEM adalah 1,741. Untuk mengetahui efektif tidaknya pembelajaran matematika realistik dan pendekatan konvensional pada masing-masing variabel, data dianalisis secara univariat dengan statistik uji one sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Kemudian untuk membandingkan keefektifan pembelajaran matematika realistik dan pembelajaran konvensional, data dianalisis secara multivariat dengan taraf signifikansi 5% (0,05) dan ditindaklanjuti dengan analisis secara univariat pada taraf signifikansi 0,025 untuk pengujian dua arah. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik tidak efektif ditinjau dari kemampuan penalaran tetapi efektif ditinjau dari kemampuan komunikasi matematika; (2) pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional tidak efektif ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematik siswa; dan (3) pembelajaran pendekatan matematika realistik lebih baik dari pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematik siswa. Kata Kunci: pendekatan matematika realistik, konvensional, kemampuan penalaran , dan kemampuan komunikasi matematika.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERBEDAAN HARGA TIKET WISATA PADA HARI LIBUR DAN HARI BIASA
Rumanah, Neno;
Jamaluddin;
Zaini, Ahmad
An Nuqud Journal of Islamic Economics Vol 1 No 2 (2022): AN NUQUD
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (893.821 KB)
|
DOI: 10.51192/annuqud.v1i2.359
The development of an increasingly advanced era has resulted in many rapid changes, especially the number of tourist attractions that have been built and attracted by many people, so that they are used by people as a promising business opportunity. With varying ticket prices, it is usually determined by the difference in days, such as on weekdays the cost of entering tourist attractions is relatively cheaper than the price of admission on holidays or red dates. The existence of price differences can cause injustice to consumers because the facilities provided by tourist attractions are the same both on holidays and weekdays. Based on the above background, the formulation of the problem in this study are: 1) How to determine the sale and purchase price of entrance tickets at tourist attractions on holidays and weekdays at Aqualand Serang? 2) How do visitors respond to the difference in rates at Aqualand Serang? 3) How is Islamic law reviewing the difference in the price of buying and selling entrance tickets at entertainment attractions on holidays and weekdays at Aqualand Serang?. The purposes of this study are: 1) To find out how to determine the price of buying and selling entrance tickets at entertainment tourist attractions on holidays and weekdays at Aqualand Serang 2) To find out the response of visitors to the difference in rates at Aqualand Serang 3) To find out the review of Islamic law on price differences. buying and selling entrance tickets at entertainment attractions on holidays and weekdays at Aqualand Serang. This study uses qualitative research, research data obtained using observation, interviews and documentation. The conclusion of this study is that Aqualand Serang sets prices according to the needs of tourist attractions and visitor satisfaction. The price difference is also used as a marketing strategy, although there are still some visitors who object to the difference in ticket prices on holidays and weekdays, but in the perspective of Islamic law the difference in the price of buying and selling tourist tickets on holidays and weekdays at Aqualand Serang fulfill the pillars and conditions in the sale and purchase