Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SILIKAT CAIR DAN MULSA TERHADAP HASIL PRODUKTIVITAS KEDELAI EDAMAME DI LAHAN SAWAH DESA LAPE Aan Ramdani; Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v5i2.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk silikat cair dan mulsa terhadap hasil dan produktivitas kedelai edamame di lahan sawah desa lape. penelitian dilaksanakan dilahan sawah Desa Lape Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada bulan April sampai Juli 2024. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah pupuk silikat cair (P) dan faktor kedua Mulsa (M). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor pupuk silikat cair terdiri dari 2 taraf, yaitu: P1= 4 liter/ha pupuk silikat cair, P2= 6 liter/ha pupuk silikat cair. Mulsa terdiri dari 3 taraf, yaitu: M0= tanpa mulsa, M1= mulsa 7 cm, M2= mulsa 9 cm. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tunggal mulsa M0 (tanpa mulsa) memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi pada umur 17 hari setelah tanam (HST) dan jumlah daun pada umur 17 dan 24 hari setelah tanam (HST). Kombinasi P1M0 (4 liter/ha pupuk silikat cair dan tanpa mulsa) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi pada umur 17 dan 24 hari setelah tanam (HST) dan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun kombinasi P2M0 (6 liter/ha pupuk silikat cair dan tanpa mulsa) pada umur 17, 24, dan 31 hari setelah tanam (HST). Kombinasi P2M2 (6 liter/ha pupuk silikat cair dan mulsa 9 cm) memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter jumlah polong berisi per petak, berat polong per petak, berat polongper hektar.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI DI LAHAN SAWAH Suryadi Suryadi; Ade Mariyam Oklima; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v5i2.2062

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian biochar sekam padi dan dosis pupun NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi dilahan sawah. Untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar sekam padi pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi dilahan sawah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Jorok Kecamatan Unteriwis Kabupaten Sumbawa Nusa Tengara Barat (NTB). Penelitian ini telah dilakasakan dari bulan April sampai bulan Juni 2020. Metode yang yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dan dilakukan di lahan percobaan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (SPLITPLOT DSIGEN) Faktorial dengan 2 faktor yaitu Biochar Sekam Padi (B) dan Dosis Pupuk NPK (P). Dengan 9 perlaukan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 27 petak percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis of variance (Anova) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian tentang pengaruh kombinasi pemberian biochar sekam padi dan dosis pupuk NPK tidak berbeda nyata pada semua variabel penelitian.
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR BATUAN VULKANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Vigna radiata L) DI KECAMATAN LENANGGUAR Nina Diaz Oktaviani; Wening Kusumawardani; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v5i2.2063

Abstract

Tujuan penelitiian ini yaitu untuk mengetahuipengaruh kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair pada pertumbuhan dan produksi kacang hijau di Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dari bulan maret sampai juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 Faktor Yaitu Dosis Pupuk Kandang Sapi (B) dan Dosis pupuk organik cair (P), masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor Dosis pupuk kandang sapi terdiri dari 2 taraf yaitu : B1= 30 ton/ha, B2 = 40 ton/ha. Faktor Dosis pupuk organik cair terdiri dari 3 taraf yaitu P0 = Tanpa pemberian pupuk organik cair, P1 = 2 l/ha, P2 = 4 l/ha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi dosis pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun umur 45 hari setelah tanam, dan jumlah polong pertanaman.Perlakuan tunggal dosis pupuk kandang sapi memberikan pengaruh tidak berbeda nyata pada parameter (hasil per petak dan per hektar).Perlakuan tunggal dosis pupuk organik cair memberikan pengaruh berbeda nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah polong pertanaman.
PENGARUH PERUBAHAN IKLIM SEBAGAI INDIKATOR KESUBURAN TANAH PADA LAHAN BUDIDAYA PERTANIAN JAGUNG DI DESA SERADING KECAMATAN MOYO HILIR Rizka Apriliani; Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Agroteknolgi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i2.2503

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan iklim yang ditinjau dari dinamika suhu udara dan curah hujan serta keterkaitannya dengan tingkat kesuburan tanah pada lahan budidaya jagung di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2025, berlokasi di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, menggunakan metode survei lapangan dan analisis laboratorium. Analisis data iklim dilakukan menggunakan metode neraca air Thornthwaite–Mather untuk mengevaluasi ketersediaan air berdasarkan keseimbangan antara curah hujan dan evapotranspirasi, sedangkan analisis sifat tanah meliputi tekstur, pH, kandungan karbon organik (C-organik), dan fosfor total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan bulanan berkisar antara 47,6–147,8 mm dengan kecenderungan penurunan selama musim kemarau, mengakibatkan terjadinya defisit air serta peningkatan evapotranspirasi potensial (ETo). Analisis sifat tanah menunjukkan bahwa tanah bertekstur lempung berpasir dengan pH berkisar 5,6–7,0, kandungan C-organik sebesar 1,5–2,8% tergolong rendah hingga sedang, serta kandungan fosfor total yang berada pada kategori rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa perubahan iklim berkontribusi terhadap penurunan kualitas kesuburan tanah melalui berkurangnya ketersediaan air dan unsur hara yang mendukung pertumbuhan tanaman jagung. Penerapan pemupukan organik, konservasi tanah dan air, serta penggunaan varietas jagung yang toleran terhadap kekeringan sangat diperlukan guna mempertahankan produktivitas lahan kering secara berkelanjutan.
PENGARUH BENTUK BAHAN DAN PENAMBAHAN ARANG AKTIF TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBENAH TANAH BERBAHAN UMBI PORANG (Amorphopallus muelleri Blume) Wening Kusumawardani; Muhammad Said Fahrianto; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Agroteknolgi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i2.2513

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bentuk bahan dan penambahan arang aktifterhadap karakteristik pembenah tanah (hidrogel) berbahan umbi porang (Amorphopallus muelleriBlume). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa BesarNusa Tengara Barat (NTB), dari bulan Maret sampai bulan Juni 2021. Metode penelitianmenggunakan metode eksperimental, parameter pengamatan yang pertama adalah daya mengembangdan pengujian degradasi. Parameter degradasi menggunakan rancangan acak kelompok (RAK)faktorial dengan 2 faktor : bentuk bahan (M) dan penambahan arang aktif (V) dengan 4 perlakuan dan2 ulangan, selanjutnya di analisis menggunakan ( ANOVA) pada taraf nyata 5%. Sedangkan padaparameter daya mengembang dijelaskan secara deskriptif. Dari hasil pengujian daya mengembang atauswelling test menunjukkan hasil dengan tertinggi pada perlakuan M1V1 (tepung di tambah arang)yaitu 95 gr, sedangkan perlakuan M1V0 (tepung tanpa arang) menunjukan hasil terendah yaitu 80 gr.Perlakuan kombinasi bentuk bahan (M) dan penambahan arang aktif (V) menunjukkan hasil berbedanyata pada pengamatan degradasi hidrogel pada umur 7 hari setelah tanam. Rerata degradasi hidrogeltertinggi terdapat pada pada perlakuan M2V1 (umbi ditambahkan arang aktif) yaitu 77,00 gr,sedangkan perlakuan M1V0 (tepung ditambahkan arang) memberikan rerata hidrogel terendah yaitu55,00 gr. Perlakuan penambahan arang aktif (V) menunjukkan hasil berbeda nyata pada pengamatandegradasi hidrogel pada umur 7 hari setelah tanam. Rerata degradasi hidrogel tertinggi terdapat padapada perlakuan V1 (arang aktif) yaitu 50,00 gr, sedangkan perlakuan V0 (tanpa arang aktif)memberikan rerata hidrogel terendah yaitu 39,78 gr.
KERAGAMAN GULMA PADA LAHAN PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN SISTEM TANAM KONVENSIONAL Iman Syafitra Ramdhani; Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Agroteknolgi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i2.2516

Abstract

Gulma merupakan salah satu faktor pembatas utama dalam budidaya jagung (Zea mays L.) karena mampu bersaing dengan tanaman dalam memperoleh cahaya, air, unsur hara, dan ruang tumbuh. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi jenis gulma, menganalisis tingkat dominansi, serta mengetahui tingkat keanekaragaman gulma pada lahan pertanaman jagung dengan sistem tanam konvensional di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilaksanakan, di lahan budidaya jagung, Kelurahan Samapuin,Kecamatan Sumbawa,Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat, dari bulan Nopember 2025-Maret 2025, menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan petak kuadrat pada beberapa titik pengamatan. Gulma yang ditemukan diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi, kemudian dianalisis menggunakan parameter Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi Relatif (FR), Indeks Nilai Penting (INP), dan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H'). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 15 spesies gulma yang tergolong ke dalam 8 famili, dengan famili Poaceae sebagai famili yang paling banyak ditemukan. Gulma yang memiliki tingkat dominansi tertinggi adalah teki (Cyperus rotundus) dengan nilai KR sebesar 18,20%, FR sebesar 12,80%, dan INP sebesar 31,00%, diikuti oleh rumput gajah (Pennisetum purpureum) (20,00%) dan alang-alang (Imperata cylindrica) (18,50%). Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H') sebesar 2,54 menunjukkan bahwa komunitas gulma pada lahan pertanaman jagung termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gulma dari famili Cyperaceae dan Poaceae mendominasi pertanaman jagung pada fase kritis pertumbuhan. Oleh karena itu, pengendalian gulma sebaiknya diprioritaskan terhadap spesies yang memiliki nilai INP tinggi sebagai upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan gulma dan produktivitas tanaman jagung.
DINAMIKA PERILAKU PETANI LAHAN KERING DI DESA PELAT KECAMATAN UNTER IWIS KABUPATEN SUMBAWA Wirawan Dimeng; Ieke Wulan Ayu; Nila Wijayanti; Ahmad Yani; Syaifuddin Iskandar
Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen (JRAM)
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jram.v1i1.2141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perilaku petani dalam sistem pertanianlahan kering di Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, NTB. Penelitiandilaksanakan di Desa Pelat Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Baratdari Bulan Maret-Juli 2025, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitianmenggunakan dua jenis data sekunder dan primer yaitu data primer diperoleh melaluiwawancara langsung dengan petani lahan kering menggunakan kuesioner. Data sekunderyang dikumpulkan mencakup informasi mengenai lokasi geografis penelitian, kondisidemografi penduduk, luas wilayah, serta gambaran umum tentang Desa Pelat, KecamatanUnter Iwes. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui metode dokumentasi. Metodepengumpulan data dalam penelitian, menggunakan observasi, wawancara mendalam,kuesioner, studi pustaka. Responden dalam penelitian ini adalah petani jagung lahan keringdi Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, yang dipilih melalui teknik accidental sampling danpurposive sampling, sebanyak 50 orang. Metode analisis data dalam penelitian, yaitu analisisdeskriptif dan Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menujukkan bahwa perilaku petanisangat dipengaruhi oleh pengalaman kolektif, norma budaya, dan peran kelembagaan sepertikelompok tani dan pemerintah desa. Perilaku petani dalam mengelola lahan kering sangatdipengaruhi oleh faktor usia, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, dan statuskepemilikan lahan. Keikutsertaan dalam kelembagaan lokal berperan penting dalammendorong adaptasi dan kolaborasi petani. Oleh karena itu, pemahaman terhadapkarakteristik ini penting sebagai dasar dalam merancang kebijakan dan programpemberdayaan petani lahan kering yang efektif.
DAMPAK KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) TERHADAP PENDAPATAN USAHA TANI JAGUNG STUDI KASUS DI KECAMATAN UTAN Ade Ockgira Hidayat; Ahmad Yani; Ieke Wulan Ayu; Siti Nurwahidah; Syaifuddin Iskandar
Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen (JRAM)
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jram.v1i1.2142

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui proses penyaluran dana KUR dan dampak dana KURterhadap pendapatan usahatani jagung serta mengetahui faktor yang mempengaruhi jumlahpinjaman dana KUR petani di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa. Penentuan lokasipenelitian dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan Kecamatan Utanmerupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Sumbawa. Penentuan sampelsecara purposive sampling dengan kriteria petani jagung penerima dana KUR tahun 2024 diKecamatan Utan. Jumlah sampel petani jagung diambil 40 petani. Metode penelitianmengunakan deskriptif kualitatatif dan kuantitatif mengunakan metode regresi berganda.Hasil penelitian (1) Proses penyaluran KUR (a) Debitur Mengajukan Permohonan KUR (b)Tanda Tangan Persetujuan Kredit dan (c) Kredit Cair, (2) Kredit Usaha Rakyat (KUR)berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani jagung di Kecamatan UtanKabupaten Sumbawa dan hasil korelasi menunjukkan bentuk hubungan antara pendapatanpetani jagung dan dana KUR di Kecamatan Utan ini adalah positif yang berarti semakin tinggipendapatan maka semakin tinggi juga dana KUR petani, (3) Faktor luas lahan berpengaruhsignifikan terhadap jumlah dana KUR yang diterima petani jagung di Kecamatan Utansedangkan harga jual jagung dan biaya usahatani jagung tidak berpengaruh nyata (signifikan)terhadap jumlah dana KUR yang diterima petani jagung di Kecamatan Utan.
ANALISIS KUALITATIF DINAMIKA PERTUMBUHAN HOME INDUSTRY TEMPE BERDASARKAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DI KECAMATAN SUMBAWA Sri Ismiyati; Ieke Wulan Ayu; Nila Wijayanti; Ahmad Yani; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen (JRAM)
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jram.v1i1.2143

Abstract

Usaha home industry tempe merupakan sektor strategis dalam mendukung ketahananpangan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pelestarian pangan tradisional diIndonesia.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh faktor sosial, ekonomi, danteknologi terhadap pertumbuhan home industry tempe di Kecamatan Sumbawa. Penelitiandilaksanakan di Home Industry Tempe Rahayu yang berlokasi di Kelurahan Lempeh,Kecamatan Sumbawa, dari Maret hingga Juni 2025. Data yang digunakan dalam penelitianyaitu data primer diperoleh dari wawancara menggunakan kuesioner, pengamatan, sertapencatatan langsung tentang keadaan di lapangan, dan menganalisis terkait upayapengembangan usaha pada pemilik Home Industry, pekerja, konsumen tempe, danpemerintah. Data sekunder diperoleh dokumentasi laporan keuangan Home IndustryRahayu, data statistik dari Kelurahan Lempeh, Dinas Koperasi, Perdagangan dan IndustriKabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisisdata menggunakan Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menujukkan bahwa factor internalmeliputi yaitu modal usaha keterampilan dan pengalaman pengusaha kualitas produksumber daya manusia peralatan & teknologi produksi manajemen keuangan inovasi produk& diferensiasi. Faktor eksternal meliputi bahan baku ,pasar & permintaan konsumen,persaingan, akses pemasaran dukungan pemerintah & lembaga, kondisi ekonomi, kebijakandan peraturan , sosial dan budaya.
POLA KEMITRAAN DAN NON KEMITRAAN PETANI JAGUNG DI DESA LABANGKA KECAMATAN LABANGKA KABUPATEN SUMBAWA Imam Wahyudi; Ieke Wulan Ayu; Siti Nurwahidah; Nila Wijayanti
Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jram.v2i1.2356

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pola kemitraan dan non kemitraan pada petani jagung di Desa Labangka Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa. Penentuan lokasi penelitian secara purposive sampling dengan pertimbangan Kecamatan Labangka merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret – Bulan Juni 2025. Metode penelitian mengunakan deskriptif kualitatif dengan jumlah sampel 15 petani mitra dan 15 petani non mitra. Metode penentuan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian : Pada pola kemitraan, terdapat kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku agribisnis yang menyediakan input unggul seperti benih tahan kekeringan, pupuk, serta dukungan teknis berupa pendampingan dan penyuluhan. Dukungan pemerintah, khususnya dari Kementerian Pertanian, memperkuat skema ini melalui distribusi benih dan pupuk bersubsidi secara masif. Pada pola non-kemitraan, petani mengelola usaha tani secara mandiri dengan fleksibilitas dalam menentukan varietas, jadwal tanam, dan strategi pemasaran. Namun, keterbatasan modal dan akses infrastruktur menyebabkan kerentanan terhadap risiko, terutama fluktuasi harga dan kesulitan penyimpanan hasil panen, yang semakin nyata pada periode panen raya.
Co-Authors Aan Ramdani Abdul Rahim Achmad Fariz Ade Mariyam Oklima Ade Mariyam Oklima Ade Maryam Oklima Ade Ockgira Hidayat ahmad yani Ahmad Yani Aifan Budiana Ainun Mutmainna Akhmad Sukri Alfian Alfian Andi Wilardi Andika, Rifal Angkasa, Muhammad Aries Zuhri Apriliani, Rizka Arya Ningsih Asmini Asmini ASTUTI, LAILY WIDYA Ayu Kartini Darmanto Darmanto Daro, Yasinta Aloysia Dedik Budianta Delinda Sepnizali Dewi Lestari, Nina Dewi Mutmainnah Dian Safitri Didin Najimuddin Dimeng, Wirawan Dwi Mardhia Dwi Mardhia Edrial Edrial Edrial Edrial Eri Ardana Erma Suryani Erna Dewi Farhan Rasya Rosihan Farida Ariany Farilya, Mita Fidya Widi Aprila Fikri Ramadhani Hadi Gunawan Sakti Haqqy Rerian Erlangga Hendra Irawan Heru Tugas Siswanto Hidayat, Ade Ockgira Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang I Made Widiarta Ika Nurani Dewi Ikhlas Suhada Ikhlas Suhada Ikhlas Suhada Ikhlas Suhada Ikhlas Suhada Ikhlas Suhada Imam Wahyudi Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Iman Syafitra Ramdhani Indradewa, Rhian Irfansyah, Ae Irhas Irhas, Irhas Irvan Irvan Ismiyati, Sri Israjunna Israjunna Jamelela Fathus Zikra, Datu Joni Saputra Junior, Adrian Kartini, Ayu Kurniawan Sigit Wicaksono Kusnayadi, Heri Kusumawardani, Wening M Anugerah Puji Sakti M. Ridwan Mahdalena Mahdalena Mariana Angelia Mariyam Oklima, Ade Muhammad Anugerah Puji Sakti Muhammad Fauzi Muhammad Rajab Muhammad Said Fahrianto Muhammad Wildan Muhammad Yamin Muhlis Muhlis Mutahir, Agus Najimuddin, Didin Nanang Tawaf Nanang Tawaf Neri Kautsari Niati, Wardah Nikmah, Nadratun Nila Wijayanti Nila Wijayanti Nina Diaz Oktaviani Nina Dwi Lestari Nina Dwi Lestari Nining Sudiyarti Nisfi Fari’atul Ifadah Novantara, Yhosa Nurwijayanti Oklima, Ade Maryam Oktaria, Oktaria Duwi Pratiwi Prihantari, Endah Yuniati Putra, Agung Alwan R Rohaniatun Rafiq, Abdul Rahmi Hidayah, Rahmi Raihan Habib Retno Mulyaningrum Reyga Yhosa Novantara Riyono, Eko Rizka Apriliani Rizka, Muhammad Arief Romi Aprianto Rudi Masniadi S Samsuddin S Sudirman S. Soemarno Sajawagus, Aldo Sangkuriang, Kaisar Sapriadi, Sapriadi Siswanto, Heru Tugas Siti Mechram Siti Nurwahidah Siti Nurwahidah Siti Nurwahidah, Siti siti rabiatul fajri, siti rabiatul Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno, S. Sri Hartini Sri Ismiyati Sri Nurhidayati Sri Nurhidayati, Sri Sri Rahayu SRI RAHAYU Sudiyarti, Nining Sugeng Prijono Sugeng Prijono Sugeng Prijono Suhada, Ikhlas Sumarni, Dewi Suprianto Suprianto Suriani Suriani Suryadi Suryadi Suwondo, Totok Ari Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syaifuddin Iskandar Syaifuddin Iskandar Syaifuddin Iskandar Syaifuddin Iskandar, Syaifuddin Syarif Fitriyanto Syarif Fitriyanto Usman Usman Usman Usman Utami, Sefti Utami, Seftiani Veithzal Rivai Zainal Wahyuningsih Wahyuningsih Walufi Elsani Wardah Niati Warsito . Wartiningsih, Alia Wening Kusumawardani Wijayanti, Nila Wirawan Dimeng Yadi Hartono Yadi Hartono Yadi Hartono Yhosa Novantara Yulia Nuraini Yuliana, Nila Z Zulkarnaen