Claim Missing Document
Check
Articles

CHANGES OF LAND USE MONITORING WITHIN FOREST AREA Pribadi, Cherie Bhekti; Hariyanto, Teguh; Kurniawan, Akbar; Amriana, Yessherly
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1644

Abstract

Pasrujambe District is one of sub-districts in Lumajang Regency which has a forest area. Forests are main source of life for people who live in surrounding villages, start from farming, logging, taking firewood, gathering, and grazing their livestock in forest areas. This phenomenon cannot be avoided from use of forest land for the other land functions, both for settlements, agriculture and other regions. Therefore, it’s needed to be related to changes of land use in forest areas. In this study an evaluation of distribution and extent of land use functions in Pasrujambe District forest area was carried out using 2 (two) methods, namely object-based classification methods and interpretation methods (digitized on screen). The results show us that there are changes of land use in forest areas in 2017, such as industries, plantations, agricultures, plantations, bushes and settlements with total area of 3764.38 Ha and for agricultural land use such as lakes, grasslands and rivers with total area of 799.41 ha
ANALISA PEMANTAUAN PERKEMBANGAN PEKERJAAN SURVEI TOPOGRAFI SEISMIK PT PERTAMINA EP SECARA ONLINE MENGGUNAKAN OPERATION DASHBOARD Hariyanto, Teguh; Pribadi, Cherie Bhekti; Harmasdiyono, Rino
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1645

Abstract

PT Pertamina EP adalah perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan usaha di sektor hulu bidang minyak dan gas bumi, meliputi eksplorasi dan eksploitasi. Survei seismik adalah tahapan awal dalam pencarian minyak dan gas di bawah permukaan bumi. Tahapan pelaksanaan survei seismik meliputi pekerjaan topografi (pengukuran lintasan, rintis, dan bridging), pemboran (drilling) dengan pengisian bahan peledak (preloading), perekaman data (recording), dan pengolahan data seismik yang dilakukan di lokasi survei. Pemantauan kegiatan survei seismik dilakukan secara intensif dan efektif oleh PT Pertamina EP untuk mendapatkan kualitas data yang baik.Pada penelitian ini, penulis mendokumentasikan inovasi mengenai pembuatan Operation Dashboard berbasis aplikasi WebGIS untuk monitoring aktivitas survei seismik PT Pertamina EP. Aplikasi tersebut dibangun secara enterprise menggunakan piranti lunak dari Esri untuk menampilkan informasi spasial kepada pengguna. Data yang bersifat dinamis juga dapat diimplementasikan menggunakan tools update hosted layer to ArcGIS OnlineHasil dari penelitian ini adalah aplikasi WebGIS yang dapat diakses oleh user secara real time dan komunikatif dalam bentuk Operation Dashboard. Total pekerjaan kemajuan pengawasan topografi survei seismik pada bulan April 2017 (4 bulan pengerjaan lapangan) adalah selesai 23%. Dengan penggunaan aplikasi Operation Dashboard, progress monitoring survei seismik dapat dilakukan secara efisien, keamanan data terjaga, dan kualitas akuisisi data seismik dilapangan khususnya data topografi dapat diperoleh sesuai standar yang berlaku di PT Pertamina EP.
PERHITUNGAN INTENSITAS GEMPA BUMI BERDASARKAN NILAI PGA (PEAK GROUND ACCELERATION) MENGGUNAKAN DATA GEMPA BUMI MULTI-EVENT (STUDI KASUS: KABUPATEN PANDEGLANG, BANTEN) Hariyanto, Teguh; Bioresita, Filsa; Safitri, Chomia Nilam
GEOID Vol. 15 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i2.1651

Abstract

Pandeglang Regency is located in the southern coast of Java Island which is adjacent to the megathrust subduction zone. This zone originates from the meeting of the Indo-Australian Plate which is subducted under the Eurasian Plate. So that it can cause frequent earthquakes due to the movement of the plunging plates. Other than that, Pandeglang Regency is also bordered by the Sunda Strait in the western part where the region has Mount Krakatau which has the potential to cause earthquakes due to volcanic eruptions. For this reason, an analysis of the calculation of earthquake intensity in Pandeglang Regency is needed as an initial step in disaster mitigation. This process uses multi-event earthquake data in the period of 2010 - 2018 and using the earthquake intensity calculation method which is calculated based on the PGA (Peak Ground Acceleration). The range of earthquake intensity in Pandeglang Regency is V - VII MMI with the largest percentage (91.463%) is VI MMI with area of 2513,526 km 2 . While the smallest percentage (0.301%) is V MMI with area of 8.27 km 2 . Districts in Pandeglang Regency which have the highest intensity of earthquakes are Angsana, Cibitung, Cimanggu, Pagelaran, Panimbang, Patia, Sindangresmi, Sobang, and Sukaresmi Districts.
Analisis Potensi Tanah Longsor Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi) Prasindya, Permata; Hariyanto, Teguh; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v16i1.1664

Abstract

Tanggal 22 Juni 2018 terjadi bencana banjir bandang yang disebabkan oleh tanah longsor di kawasan lereng Gunung Raung di Kecamatan Songgon. Bencana ini menyebabkan ratusan orang mengungsi dan merusak 328 unit rumah. Adanya bencana tersebut, diperlukan analisis terhadap penyebab terjadinya tanah longsor serta melakukan pencegahan dan mitigasi dengan pemetaan potensi tanah longsor. Penelitian ini menggunakan metode analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan narasumber pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyuwangi dan Dosen Teknik Geofisika ITS. Parameter penyebab tanah longsor yang digunakan mengacu pada Permen PU No. 22/PRT/M/2007, parameter tersebut antara lain kemiringan lereng, kondisi tanah, batuan penyusun lereng, kondisi hidrologi, curah hujan, kerentanan gerakan tanah dan tutupan lahan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dengan metode AHP, kerentanan gerakan tanah mempunyai pengaruh lebih besar terhadap tanah longsor dengan bobot sebesar 34%, diikuti dengan parameter lain yaitu kemiringan lereng 17%, jenis tanah 14%, curah hujan 14%, jenis batuan 12%, kerapatan sungai 5% dan tutupan lahan 4%. Selanjutnya, didapatkan tiga kelas potensi tanah longsor yaitu potensi rendah sebesar 9.527,09 Ha, potensi sedang sebesar 8.410,19 Ha dan potensi tinggi sebesar 3.283,23 Ha dengan daerah yang berpotensi tinggi terhadap potensi tanah longsor yaitu Desa Bayu dan Desa Sumberarum di Kecamatan Songgon.On June 22 2018, there was a flash flood disaster caused by landslides on the slopes of Mount Raung in Songgon Sub-District. This disaster caused hundreds of people to flee and damaged 328 housing units. The existence of this disaster requires an analysis of the causes of landslides as well as prevention and mitigation by mapping the potential for landslides. This research uses Geographical Information System (GIS) analysis method and weighting of Analytical Hierarchy Process (AHP) with the resource persons of the Banyuwangi Regional Disaster Management Agency and Geophysical Engineering lecturers-ITS. The parameters that cause landslides used refer to Permen PU No. 22 / PRT / M / 2007, these parameters include slope, soil conditions, rock making up slopes, hydrological conditions, rainfall, soil movement vulnerability and land cover. The results of this study found that with the AHP method, soil movement susceptibility has a greater effect on landslides with a weight of 34%, followed by other parameters, namely 17% slope, 14% soil type, 14% rainfall, 12% rock type. , 5% river density and 4% land cover. Furthermore, three classes of landslide potential were obtained, namely low potential of 9,527.09 hectares, medium potential of 8,410.19 hectares and high potential of 3,283.23 hectares with areas that have high potential for landslides, namely Bayu Village and Sumberarum Village in Songgon Sub-District.
Cloud Geospasial Self-Managed Services untuk Katalog Data Seismik dan Nonseismik Migas PT Pertamina Hulu Energi Kusumah, Rifqi Rabbani; Hariyanto, Teguh; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v16i1.1676

Abstract

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai perusahaan holding yang mempunyai 52 Anak Perusahaan Hulu memerlukan teknologi terkini dalam melakukan manajemen data. Salah satu manajemen data yang dilakukan untuk kegiatan evaluasi pematangan propsek migas berupa data seismik dan nonseismik. Permasalahan yang terjadi adalah data-data tersebut masih berupa laporan kertas dan spreadsheet yang kompleks. Kondisi tersebut akan menyulitkan analyst di PT Pertamina Hulu Energi untuk mengintegrasikan dan meninjau kembali data-data tersebut. Oleh karena itu pada penelitian ini akan memanfaatkan cloud geospasial self-managed services untuk katalog data seismik dan nonseismik. Pengumpulan data seismik dan nonseismik akan disesuaikan sesuai standar yang ada. Kemudian katalog data seismik dan nonseismik masuk ke perangkat lunak sistem informasi geografis untuk dilakukan publish data ke cloud geospasial yang bersifat online. Dari sistem online tersebut akan dikembangkan aplikasi untuk menunjang manajemen katalog data seismik dan nonseismik berupa web app, operations dashboard, dan story maps. Web app berguna untuk menampilkan web map, dan melakukan query. Operations Dashboard berguna untuk menampilkan infografik progress pengisian data. Story maps berguna untuk melihat ringkasan singkat hasil studi nonseismik. Dalam penerapannya sistem cloud geospasial akan berfungsi sebagai storage pengumpulan data yang bisa dilakukan update secara berkala dan hanya dapat diakses oleh PT Pertamina Hulu Energi.PT Pertamina Hulu Energi (PHE) as a holding company that has 52 upstream subsidiaries requires the latest technology in data management. One of the data management carried out to evaluate oil and gas prospects is in the form of seismic and nonseismic data. The problem is that the data is still in the form of paper-based reports and complex spreadsheets. This condition will make it difficult for analysts at PHE to integrate and review these data. Therefore, this research will utilize geospatial cloud self-managed services for seismic and nonseismic data catalogs. Seismic and nonseismic data collection will be adjusted according to standards. Then the seismic and nonseismic data catalogs enter the geographic information system software to publish data to the online geospatial cloud. From this online system, an application will be developed to support management of seismic and nonseismic data catalogs likes a web app, operations dashboard, and story maps. Web app is useful for displaying web maps, widgets, and performing queries. Operations Dashboard is useful for displaying infographics of data entry progress. Story maps are useful for viewing a brief summary of the results of a nonseismic study. In its application, the geospatial cloud system will function as data collection storage that can be updated regularly and can only be accessed by PHE.
Analysis of Urban Built-up Expansion Based on Combination of Spectral Indices in Surabaya City Ramadhan, Fendra Dwi; Hariyanto, Teguh; Handayani, Hepi Hapsari
GEOID Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i1.1702

Abstract

The urban built-up land indicates the physical changes of the city that represent the development indicator in the city of Surabaya. The expansion of urban built-up land needs to be monitored to control and direct urban areas development. In this study, the identification of urban built-up land was conducted by applying a combination of algorithm-based spectral indices consisting of combination A (UI – NDVI – MNDWI) and combination B (NDBI – NDVI – MNDWI) with the spatial expansion analysis that focused on the speed of the urban built-up land expansion and the direction of change of the urban built-up object. Based on the results, the proposed spectral indices combination able to identify the urban built-up land pixels including bare land that free of vegetation and water body object. The pattern of the urban built-up land direction shows a tilt toward the west and east side of the city of Surabaya, while the speed of change shows that combination A and combination B have the same trend, there are a decreasing number of built-up land from 2015 to 2017 and an increasing number of built-up land from 2017 to 2019.
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam Pemetaan Potensi Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kota Malang, Jawa Timur) Ramadhani, Dwi; Hariyanto, Teguh; Nurwatik , Nurwatik
GEOID Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i1.1708

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah terjadi 1080 bencana banjir di Indonesia sepanjang tahun 2020. Pada tanggal 18 Januari 2021, Kota Malang diguyur hujan dengan intensitas tinggi sehingga terjadi bencana banjir dan tanah longsor yang menyebabkan satu orang hilang dan 260 rumah terendam banjir. Dengan adanya bencana tersebut maka diperlukan analisis terhadap penyebab terjadinya banjir serta melakukan pencegahan dan mitigasi dengan pemetaan potensi banjir. Penelitian ini menggunakan metode pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan narasumber pegawai BAPPEDA Kota Malang, pegawai DPUPRPKP Kota Malang, dan pegawai BPBD Kota Malang. Parameter yang digunakan antara lain ketinggian lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, tutupan lahan, histori banjir, curah hujan, dan kerapatan sungai. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa curah hujan memiliki pengaruh lebih besar terhadap banjir dengan bobot sebesar 50%, diikuti dengan parameter lain yaitu kemiringan lereng 15%, tutupan lahan 11%, kerapatan sungai 10%, histori banjir 7%, ketinggian lahan 4%, dan jenis tanah 3%. Kemudian didapatkan tiga kelas potensi banjir yaitu potensi tinggi sebesar 3,04 km2, potensi sedang sebesar 90,42 km2, dan potensi rendah sebesar 9,41 km2. Wilayah yang berpotensi tinggi terhadap banjir adalah Kelurahan Kelurahan Arjosari, Purwodadi, Pandanwangi, Purwantoro, Sawojajar, Bunulrejo, Blimbing, Jatimulyo, Tlogomas, Lowokwaru, Dinoyo, Ketawanggede, dan Penanggungan.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Penentuan Jalur Alternatif Menghindari Daerah Rawan Longsor (Studi Kasus: Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat) Wardhani, Dena Prapanca; Hariyanto, Teguh; Bioresita, Filsa
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1764

Abstract

Abstrak: Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang cukup sering terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini mengakibatkan kerugian yang cukup besar, diantaranya infrastruktur transportasi berupa jalan dimana salah satu aspek yang penting dan vital untuk mempercepat laju pembangunan nasional. Analisis ini dilakukan dengan cara perhitungan metode skoring dan pembobotan pada parameter-parameter penyebab tanah longsor dengan mengacu pada Katalog Metodologi Penyusunan Peta Geo Hazard milik Badan Informasi Geospasial, serta dilakukan analisis terhadap ruas jalan nasional yang akan terdampak bencana tanah longsor tersebut. Setelah itu dilakukannya penentuan jalur alternatif untuk menghindari bencana tanah longsor tersebut yang berbasiskan Sistem Informasi Geografis (SIG). Terdapat empat parameter utama dalam penentuan potensi tanah longsor dan penentuan jalur alternatif ini yakni tutupan lahan, curah hujan, geologi atau jenis tanah dan kemiringan tanah. Metode pengolahan dengan mempertimbangkan skor setiap kelas parameter dan pembobotan sebesar 20% tutupan lahan, 20% curah hujan, 30% jenis geologi, serta 30% kelerengan tanah akan didapatkan informasi potensi longsor dengan rentang 0,8-1,375 dikategorikan rendah, 1,375-1,95 kategori menengah, 1,95-2,525 untuk kategori tinggi dan rentang 2,525-3,1 untuk kategori sangat tinggi. Melalui hasil potensi tanah longsor tersebut, dilakukan penentuan jalur alternatif menggunakan proximity analysis berbasis SIG. Adanya peta potensi tanah longsor ini serta penentuan jalur alternatif ini dapat meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan terhadap adanya potensi tanah longsor, serta rekomendasi pengalihan jalur apabila terjadi terputusnya akses jalan akibat bencana tanah longsor.
Studi Ketelitian Planimetris dan Luas Hasil Foto Udara Unmanned Area Vehicle (UAV) Guna Menunjang Kegiatan Pendaftran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) (Studi Kasus : Desa Candi Laras Selatan dan Desa Baringin B, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan) Hariyanto, Teguh; Pakaya, Ihsan
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1777

Abstract

Program percepatan sertipikat Hak Atas Tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL), tengah digencarkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2017-2025. Program ini diharapkan akan mampu memecahkan konflik pertanahan yang ada di Indonesia serta mampu mendorong pergerakan dan kemajuan ekonomi masyarakat. Masih banyak bidang-bidang tanah yang belum terpetakan di setiap Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, dibutuhkan metode pengukuran dan pemetaan bidang tanah yang efektif dan efisien untuk menunjang program pemerintah tersebut.Salah satu metode yang dapat digunakan selain pengukuran terestris adalah metode fotogrametri menggunakan wahana pesawat tanpa awak atau biasa disebut Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Pengujian ketelitian geometri dilakukan dengan berpedoman pada peraturan BIG Nomor 6 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 15 Tahun 2014 Tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar. Sedangkan pengujian ketelitian planimetrik dilakukan dengan membandingkan luas serta jarak dari sampel bidang tanah antara hasil pengukuran UAV dengan hasil pengukuran Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) yang berpedoman pada Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997. Hasil dari orthorektifikasi foto udara digunakan untuk menganalisis perbedaan luas dan jarak antara data pengukuran di lapangan dengan delineasi pada foto udara.Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 6 tahun 2018 mengenai Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar, akurasi geometrik yang dihasilkan berdasarkan ICP dengan nilai akurasi horizontal (CE90) yaitu sebesar 0,076 meter dan nilai akurasi vertikal (LE90) sebesar 0,108 meter memenuhi klasifikasi ketelitian geometri peta RBI skala 1:1000 kelas 3 dengan nilai CE90 kurang dari 0,9 meter dan nilai LE90 kurang dari 0,4 meter. Nilai RMSE berdasarkan pada Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar Pendaftaran sebesar 0,285 meter dan memenuhi skala 1:1000 dimana besar toleransi yang diberikan yaitu lebih besar atau sama dengan 0,3 mm pada skala peta. Hasil perbandingan luas berdasarkan pada Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun pada 16 bidang permukiman 13 bidang (81,25%) memenuhi toleransi, dari 12 bidang persawahan dan menunjukkan 7 bidang (58,33%) memasuki toleransi dan dari 8 bidang hanya 1 bidang (12,5%) yang memenuhi toleransi.
Analisis Hasil Identifikasi Persebaran Mangrove Berdasarkan Algoritma Normalized Difference Vegetation Index dan Mangrove Vegetation Index Menggunakan Citra Satelit Sentinel-2 (Studi Kasus: Taman Nasional Alas Purwo) Hariyanto, Teguh; Pribadi, Cherie Bhekti; Atsilah, Inas Safitri
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1778

Abstract

Penginderaan jauh merupakan teknologi yang umum digunakan dalam pengamatan dan pemetaan area mangrove dengan cepat. Dalam pemrosesannya, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) adalah algoritma yang sering digunakan di Indonesia dan bekerja dengan mengidentifikasi indeks densitas kanopi vegetasi. Mangrove memiliki kenampakan kanopi yang unik sehingga dapat diidentifikasi menggunakan NDVI, namun vegetasi lain dengan kanopi rapat dapat memiliki nilai indeks NDVI yang sama dengan mangrove. Sehingga akan menimbulkan kesalahan identifikasi dan terjadinya penurunan kualitas hasil penelitian. Hingga pada tahun 2020, terdapat algoritma baru khusus mangrove dengan nama Mangrove Vegetation Index (MVI). MVI merupakan algoritma yang memiliki karakteristik yang berbeda untuk jenis hutan mangrove riverine dan fringe. Indonesia memiliki area mangrove mencakup kedua jenis hutan mangrove tersebut, yaitu pada area mangrove di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian ini dengan lokasi studi berada di Taman Nasional Alas Purwo. Dengan menggunakan data citra satelit Sentinel-2 Level 2A, penelitian dilakukan untuk membandingkan hasil dari algoritma NDVI dan MVI terhadap data tersebut. Cakupan area mangrove diketahui dengan melakukan klasifikasi terbimbing metode CART yang menghasilkan data raster hasil klasifikasi area mangrove dengan nilai akurasi mencapai 96,10%, dengan luas area mangrove teridentifikasi mencapai 1583,914 Ha. Transformasi algoritma NDVI dan MVI dilakukan pada hasil klasifikasi, sehingga diperoleh nilai luasan mangrove teridentifikasi dari algoritma NDVI sebesar 1684,370 Ha dan sebesar 1501,808 Ha dari algoritma MVI. Kemudian dilakukan uji validasi dengan metode overlay dari hasil transformasi tersebut yang menunjukkan kesesuaian dalam penggunaan algoritma NDVI sebesar 32,1% pada bagian utara AOI, dan 21,3% untuk bagian selatan. Sedangkan, pada penggunaan algoritma MVI menunjukkan kesesuaian dalam kategori sesuai mencapai 40,9% untuk bagian utara, dan 15,5% untuk bagian selatan AOI.
Co-Authors Achmad Frandik Achmad Frandik, Achmad Adelia Grafitasari Aditya Nugraha ADITYA NUGRAHA Agung Budi Cahyono Ahmad Yani Akbar Kurniawan Akbar Kurniawan Akbari , Aulia Mustika Al Amin, Rizkulloh Nurfauzi Alhadir Lingga Amriana, Yessherly Amriana, Yessherly Anak Agung Sagung Ratih Prameswari Andie Setiyoko Anindito, Raka Anindito, Raka Anindityo Budi Suryo Anindityo Budi Suryo, Anindityo Budi Anita Dwijayanti Anita Dwijayanti, Anita Anwar, Nadjadji Arief Darmawan Arief Yusuf Effendi Arifin, Bambang Samsul Artama , Putu Asep Karsidi, Asep Assalaam, Sunan Hanif Ihsan Assalam, Sunan Hanif Ihsan Atik Indra Puspita Atsilah, Inas Safitri Aulia Mustika Akbari Badriya Hisniati, Sally Badrudin Bagas Tri Widodo Bagas Tri Widodo Bambang Ismanto Bangun Muljosukojo Bayu Angkusprana Saktia Bayu Angkusprana Saktia, Bayu Angkusprana Beta Rohana Budisusanto, Yanto Cahyono, Amru Estu Cheri Bhekti Pribadi Cherie Bekti Pribadi Cherie Bhekti Pribadi, Cherie Bhekti Chomia Nilam Safitri Darminto , Mohammad Rohmaneo Dena Prapanca Wardhani Dewi Nur Indah Sari Dewi Nur Indah Sari, Dewi Nur Indah Dewi, Maura Sahara Dimas Ricky Pratama Dimas Ricky Pratama, Dimas Ricky DWI RAMADHANI Dwi Ramadhani Edvin Aldrian Ekaprathama, Sri Aditya Elon Fadilah Setiawan Elon Fadilah Setiawan, Elon Fadilah Elya, Herfina Evri, M Fahmi, Dede Ropi Farrel Narendra Robawa Fasya, Nizar Muhammad Fauzano Nikomaru Fendra Dwi Ramadhan Filsa Bioresita Filsa Bioresita, Filsa Fitria Rahma Frida Sidik Frida Sidik, Frida Gaina , Pretty Angelia Haidar Rizqi Krisananda Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handayani , Hepi Hapsari Handayani, Hapsari Hariyanto, Irena Hana Harmasdiyono, Rino Hartatiati, Sri Suprapti Hasan Basri Helmy Mukti Wijaya Hendayani , Hendayani Hendayani Hendayani Hepi Hapsari Handayani Hepi Hapsari Handayani Hepi Hapsari Handayani, Hepi Hapsari Herfina Elya Hery Setiawan Purnawali Hidayat, Husnul Hidayat, Vlado Yusyanda Hidayatul Ummah, Nida Ihsan Pakaya Ihsan Pakaya Inas Safitri Atsilah Ipah Latipah Jardini, Agdya Rifananda Jerry, Dennis Khomsin Khomsin Khomsin Khomsin Khomsin, Khomsin Kosim, Rijal Muhamad Krisananda, Haidar Rizqi Kukuh Prakoso Sudarsono Kukuh Prakoso Sudarsono Kurniawan , Akbar Kurniawan, Akbar Kusumah, Rifqi Rabbani Laksono Trisnantoro Latri Wartika Latri Wartika, Latri Luki Indeswari Maila Zumita Maulida, Putra Maulyna Sri Agustia Maura Sahara Dewi Miftahurrahman, Miftahurrahman Mohamad Erihadiana, Mohamad Mohammad Rohmaneo Darminto Mohammad Rohmaneo Darminto Muammar Muzayyin Ramadlon Muammar Muzayyin Ramadlon, Muammar Muzayyin muhamad sadly Muhammad, Rio Mukhtar, Mutia Kamalia mulyono, Sidik Mutia Kamalia Mukhtar Nadirah, Nadirah Nadjadji Anwar Nadya Rizky Dahlia Nadya Rizky Dahlia, Nadya Rizky Napisah, Nina Nisak, Nur Septylia Choirotun Noorlaila Hayati, Noorlaila Nur Septylia Choirotun Nisak Nurin Hidayati Nurjaman, Irman Nurwatik , Nurwatik Nurwatik Nurwatik Nusantara, Candida Aulia De Silva Permata Prasindya Prameswari , Anak Agung Sagung Ratih Prasindya, Permata Pratomo, Danar Guruh Pratomo, Danar Guruh Pretty Angelia Gaina Pribadi , Wisnu Pribadi, Cheri Bhekti Pribadi, Cherie Bhekti Puissant, Anne Puspita, Atik Indra Putu Artama Ramadhan, Alfi Syahril Ramadhan, Fendra Dwi Ramadhani, Alita Tri Utami Rina Fitryana Rina Fitryana, Rina Rino Harmasdiyono Rio Muhammad Robawa, Farrel Narendra Rochman, Asep Saepul Ropi Fahmi, Dede Rozaqi, Muhammad Abduh Sadly, M Safitri, Chomia Nilam Sarmuji Sarmuji Sarmuji, Sarmuji Setiaji, Wahyu Soleh Setiawati , Danar Linsa Solihin, Dadin Sri Aditya Ekaprathama Sri Utami Sri Utami Srimulyarini, Yenny Sudarsono, Kukuh Prakoso Sukojo, Bangun Muijo Sunu Tikno, Sunu Syaiful Budianto Syaiful Budianto Syariz, Muhammad Aldila Tamlekha, Tamlekha Trismono C. Krisna Ummah, Muftiyyatul Vera Ramandany Wahyu Soleh Setiaji Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wardhani, Dena Prapanca Widodo, Bagas Tri Wijaya, Helmy Mukti Wisnu Pribadi Yanto Budisusanto, Yanto Yuwono Zahra Rahma Larasati Zakiyah, Qiqi Yuliati Zumita, Maila