Articles
Analisis Kebutuhan Desain Pengembangan Model IPA Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar
Ramadhani, Sulistyani Puteri;
MS, Zulela;
Fahrurrozi, Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1047
Kemampuan berpikir pada tingkat yang paling tinggi merupakan kemampuan menciptakan sesuatu. Guru sebagai pendidik sangat berperan penting dalam hal ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya yaitu dengan mengembangkan desain pembelajaran agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien dengan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain pembelajaran yang dikembangkan oleh guru dirancang dengan mengimplementasikan model dalam pelaksanaan proses pembelejaran. Model pembelajaran yang dirancang untuk difokuskan agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien khususnya pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan media dan evaluasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan kebutuhan sumber belajar yang diperlukan 62,5% menjawab media pembelajaran digital. Sesuai kebutuhan siswa lebih suka pada proses pembelajaran IPA melalui video gambar dan suara sekitar 91,7%. Pemahaman konsep berpikir siswa dalam memahami IPA 52,4 % cukup memuaskan. Selain mengembangkan desain pembelajaran dengan implementasi model IPA berbasis project based learning dalam berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran, guru juga menggunakan konsep pembelajaran project. Selain itu, juga membantu guru dalam melakukan evaluasi terhadap proses pembelajran yang telah dilaksanakan.
Analisis Kebutuhan Pembelajaran dalam Jaringan (Daring) Berbasis Multimedia
Latifah, Nur;
MS, Zulela;
Fahrurrozi, Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1106
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat analisis kebutuhan untuk mengevaluasi perencanaan program yang sedang berlangsung dan bertujuan untuk memperbaiki program perencanaan selanjutnnya yang berkaitan dengan proses pembelajran yang meliputi perancangan, pengembangan, pemanfaatan dan pengelolahan dan penilaian. Multimedia merupakan pengabungan antara pengunaan komputer untuk menyampaikan materi pembelajaran, metode yang di gunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data dengan mengunakan observasi, wawancara dan angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan pengajaran mengunakan pembelajaran jarak jauh dengan penyusunan bahan ajar yang sudah di sesuaikan oleh pemerintah, perumusan tujuan pembelajaran. dan pemenfaatan beberapa plafom adapun faktor yang di butuhkan dalam pembelajaran dalam jaringan berbasis multimedia yaitu: 1. Kemampuan untuk mendisain pembelajaran dalan jaringan, 2. Pelaksanaan pelatihan guru untuk dapat mengunakan multimedia, 3. Kemampuan mengunakan multimedia dalam pembelajarna dalam jaringan 4. Menjadikan multimedia sebagai sarana pembelajaran, 5. Sekolah mampu merencanakan,mengelolah dan mengevaluasi multimedia yang di gunakan
Enhancing Educational Governance: A Literature Review on Policy Management in Elementary Schools in Indonesia
Arifin, Fatkhul;
Marini, Arita;
MS, Zulela
Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 16, No 2 (2024): Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/mad.v16i2.21197
This study aims to conduct a literature review on the policy of managing primary schools in Indonesia, with a focus on the development of best policies and practices that have been implemented. This research uses a qualitative approach with data collection techniques through searching and analyzing relevant literature documents. The results of the study indicate that there are several best policies and practices in managing primary schools in Indonesia. These include the school autonomy policy that provides freedom for schools to manage and develop educational programs, as well as the policy of equalization and inclusivity in education that aims to provide equal opportunities for all students. In addition, there are also best practices such as developing leadership programs for school principals, effective and efficient management of human resources, and the implementation of information technology in school administration. However, there are still several obstacles in managing primary schools in Indonesia, such as the lack of quality human resources, insufficient budget for educational program development, and lack of access to education for students living in remote areas. In order to improve the policy of managing primary schools in Indonesia, it is recommended to continue developing leadership development programs for school principals, improving the quality of human resources, and providing better support and access to students in remote areas.
Menstimulasi Peserta Didik yang Mengalami Kesulitan Belajar Membaca Permulaan di Sekolah Dasar
Iskandar, Rossi;
MS, Zulela;
Fahrurrozi, Fahrurrozi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i2.34362
Siswa masih sulit membedakan bentuk huruf dan sulit membaca huruf konsonan yang ada di belakang. Faktor penyebab kesulitan membaca adalah dari kesulitan persepsi visual, kesulitan persepsi auditori, masalah neurologis dan Dyslexia. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis permasalahan yang terjadi pada siswa sehingga mengalami kesulitan membaca permulaan. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan angket dengan alat assessmen yang mengacu pada buku kesulitan belajar: perspektif, asessmen dan penanggulangannya. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas rendah di sekolah dasar dengan jumlah 25 peserta didik yang teridentifikasi mengalami kesulitan membaca permulaan. Metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriftif digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukan assessmen perseptual yang digunakan terhadap peserta didik adalah berupa visual discrimination, figure-ground, visual closure, dan spatial relationship. Persepsi auditori berupa auditory discrimination, auditory memory serta masalah neurologis. Melalui analisis proses kegiatan pembelajaran menstimulasi peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan diperlukan kegiatan penelitian lanjutan dalam mengembangkan sebuah media pembelajaran yang lebih inovatif, bergambar dan terintegrasi audio visual. Hasil penelitian ini hanya menganalisis kesulitan belajar membaca permulaan dilihat dari kegiatan dan aktifitas proses pembelajaran dan serta kebutuhan guru.
IMPLEMENTATION OF THE INDEPENDENT CURRICULUM IN PREPARING THE 21ST CENTURY GENERATION TO WELCOME THE ERA OF SOCIETY 5.0
Jayadi, Jayadi;
Marini, Arita;
MS, Zulela
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 7, No 1 (2023): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32934/jmie.v7i1.523
Society 5.0 is a society that can solve various social challenges and problems by utilizing various innovations born in the era of the Industrial Revolution 4.0, such as the Internet of Things, Artificial Intelligence, Big Data (large amounts of data), and robots to improve the quality of human life. This era is a new opportunity and a challenge for students to enhance soft skills in preparation for the future. The curriculum is the "soul" of Education. The curriculum needs to be evaluated dynamically and periodically following the times, especially science and technology. The curriculum is also prepared by considering the competencies the community and graduates need. The Merdeka Curriculum is one of the new policies of the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia, which is centred and follows students' needs (student-centred) and aims to realize an innovative learning process. The 21st century generation is expected to have 4C skills: critical thinking, communication, collaboration, and creativity. This study used a descriptive qualitative method. The results of this study were obtained from a review of several literatures. The study results explain how the Independent Curriculum implementation prepares the 21st-century generation to welcome the era of society 5.0.
THE DEVELOPMENT OF QUIZIZZ LEARNING MEDIA TO IMPROVE LISTENING SKILLS IN 5TH GRADE ON THE SOCIAL SCIENCES LEARNING
Fitriyani, Fitriyani;
MS, Zulela;
Edwita, Edwita;
Yarmi, Gusti;
Rokmanah, Siti
JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 8, No 2 (2022): JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)
Publisher : Department of Primary education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Su
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30870/jpsd.v8i2.17319
AbstrakThe purpose of this research is to improve students’ listening skills during the learning process by developing a product in the form of Quizizz learning media. This research was conducted on 5th grade elementary school students with 56 students as respondents. This research is a type of research and development (R&D) with the Borg and Gall model. Before developing a product, the needs analysis, literature review, observation, interviews, questionnaires, tests, and documentation were carried out. The preliminary study results stated that the Quizizz learning media was very much needed in Social Science learning. The evaluation process is conducted in 3 stages, 1) expert judgment by linguists and media. 2) a one-to-one evaluation is conducted with 3 students who have high, medium, and low abilities. 3) evaluate a small group (20 students). The test results express that the Quizizz learning media is feasible to use. To see the effectiveness of the product and improve listening skills, it was followed by a field group test with 33 students. The results of the t-test analysis show the different improvements in listening skills between the pretest and post-test. The average score indicates that the Quizizz learning media developed is effectively used in Social Science learning and can improve the listening skills of students.Keywords: Social Science; Learning Media; Listening Skills
EFFECT OF LEARNING MODEL AND LEARNING MOTIVATION AGAINST THE ABILITY TO WRITE NARRATIVES GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS
Ritonga, Rudi;
MS, Zulela;
Situmorang, Robinson
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.173
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas IV di wilayah Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan model eksperimen dengan membandingkan tiga model pembelajaran, yaitu model pembelajaran scaffolding, model pembelajaran partisipatif dan model pembelajaran learning discovery dengan variabel atribut motivasi belajar siswa. Penelitian ini diberi perlakuan dalam empat kelas sebagai sampel penelitian, yaitu dua kelas eksperimen, dan dua lagi sebagai kelas pembanding. Perlakuan pembelajaran diberikan 6 kali dengan kisaran 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi dan terdapat perbedaan kemampuan menulis narasi siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan kemampuan menulis narasi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. model pembelajaran yang harus digunakan dan memahami cara menyampaikan materi kepada siswa dan meningkatkan proses pembelajaran mata pelajaran sosial. Selain itu, dengan interaksi berbagai konsep tema yang telah dirumuskan, pengalaman belajar siswa menjadi lebih kaya dan mempengaruhi pola pikir untuk menyelesaikan masalah belajar siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, jika guru mampu menerapkan konsep pembelajaran yang bermakna, mengasyikkan, mudah dipahami bagi siswa maka memiliki implikasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa sendiri
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar
Romadhon, Muhamad;
MS, Zulela
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.711
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja. Guru di SDN Sunter Jaya 03 Jakarta Utara. Populasi dalam penelitian ini ada 30 guru di Guru di SDN Sunter Jaya 03 Jakarta Utara. Hasil penelitian menunjukkan uji F diperoleh Fhitung = 10,037 dengan nilai sig = 0,03 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Hal ini menyatakan bahwa ada pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 15,1% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh terhadap kinerja guru di Guru di SDN Sunter Jaya 03 Jakarta Utara. Disarankan agar kepala sekolah sebaiknya lebih memperhatikan kompensasi yang berkenaan dengan besarnya honorarium atau gaji dengan upaya yang dilakukan, pemberian insentif atau bonus yang diberikan secara adil dan pemberian kompensasi yang tepat waktu. Kepala sekolah sebagai pelaksana supervisi sebaiknya tetap menjalankan kegiatan pengontrolan terhadap ketertiban pembuatan perencanaan pengajaran yang disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku dan tidak mengurangi rutinitas kunjungan kelas yang dilaksanakan sewaktu-waktu ke kelas-kelas pada saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
Analisis Kebutuhan Desain Pengembangan Model IPA Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar
Ramadhani, Sulistyani Puteri;
MS, Zulela;
Fahrurrozi, Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1047
Kemampuan berpikir pada tingkat yang paling tinggi merupakan kemampuan menciptakan sesuatu. Guru sebagai pendidik sangat berperan penting dalam hal ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya yaitu dengan mengembangkan desain pembelajaran agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien dengan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain pembelajaran yang dikembangkan oleh guru dirancang dengan mengimplementasikan model dalam pelaksanaan proses pembelejaran. Model pembelajaran yang dirancang untuk difokuskan agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien khususnya pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan media dan evaluasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan kebutuhan sumber belajar yang diperlukan 62,5% menjawab media pembelajaran digital. Sesuai kebutuhan siswa lebih suka pada proses pembelajaran IPA melalui video gambar dan suara sekitar 91,7%. Pemahaman konsep berpikir siswa dalam memahami IPA 52,4 % cukup memuaskan. Selain mengembangkan desain pembelajaran dengan implementasi model IPA berbasis project based learning dalam berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran, guru juga menggunakan konsep pembelajaran project. Selain itu, juga membantu guru dalam melakukan evaluasi terhadap proses pembelajran yang telah dilaksanakan.
Analisis Kebutuhan Pembelajaran dalam Jaringan (Daring) Berbasis Multimedia
Latifah, Nur;
MS, Zulela;
Fahrurrozi, Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1106
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat analisis kebutuhan untuk mengevaluasi perencanaan program yang sedang berlangsung dan bertujuan untuk memperbaiki program perencanaan selanjutnnya yang berkaitan dengan proses pembelajran yang meliputi perancangan, pengembangan, pemanfaatan dan pengelolahan dan penilaian. Multimedia merupakan pengabungan antara pengunaan komputer untuk menyampaikan materi pembelajaran, metode yang di gunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data dengan mengunakan observasi, wawancara dan angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan pengajaran mengunakan pembelajaran jarak jauh dengan penyusunan bahan ajar yang sudah di sesuaikan oleh pemerintah, perumusan tujuan pembelajaran. dan pemenfaatan beberapa plafom adapun faktor yang di butuhkan dalam pembelajaran dalam jaringan berbasis multimedia yaitu: 1. Kemampuan untuk mendisain pembelajaran dalan jaringan, 2. Pelaksanaan pelatihan guru untuk dapat mengunakan multimedia, 3. Kemampuan mengunakan multimedia dalam pembelajarna dalam jaringan 4. Menjadikan multimedia sebagai sarana pembelajaran, 5. Sekolah mampu merencanakan,mengelolah dan mengevaluasi multimedia yang di gunakan