p-Index From 2021 - 2026
8.429
P-Index
This Author published in this journals
All Journal VALENSI Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan JURNAL HUTAN LESTARI AL KAUNIYAH Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Biota JURNAL ISTEK Elkawnie Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) BIOMA BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Biologi Tropis Jurnal Nusa Sylva Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Journal of Halal Pharmed: Journal of Pharmaceutical Science and Medical Research Jurnal Surya Masyarakat TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi JPM PAMBUDI EKOLOGIA : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Jurnal Kajian Peradaban Islam Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Scripta Biologica Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan BIOSFER : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Indonesian Journal of Halal Research Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Journal of Tropical Ethnobiology Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Jurnal Surya Masyarakat Didaktika: Jurnal Kependidikan Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi JIPB (Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi) Jurnal Kajian Peradaban Islam Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Jurnal Pijar MIPA Journal of Educational Sciences Journal of Halal Science and Research UNESA Journal of Chemical Education Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Jurnal Ilmiah Pangan Halal BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia JPM Pambudi Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Ragam Pengabdian ISTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Young Leaves Extract of Arumanis Mango as an Antidepressant in Zebrafish (Danio rerio) Risda Arba Ulfa; Tri Cahyanto; Ikeu Winda Larasati; Adisty Virakawugi Darniwa; Ayuni Adawiyah; Afriansyah Fadillah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 1 (2022): January - March
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i1.3231

Abstract

Sustained stress is risked for the emergence of various diseases including disability to depression. Clinically, antidepressant drugs are still the main option even though they are known have side effects for users. Therefore, various types of drug plants that have the potential as natural antidepressants have begun to be used, one of them is the young leaf of mango (Mangifera indica). It is known contains various bioactive compounds, including mangiferin which is useful as an antioxidant, anti-inflammatory, and plays a role in protecting nervous tissue. This study aimed to determine the effect of Mango’s young leaves extract of Arumanis cultivar as an antidepressant in zebrafish (Danio rerio) exposed to Unpredictable Chronic Stress (UCS). The method used is Completely Randomized Design (CRD) which consists of 3 treatments, namely K (Aquadest); P1 (extract concentration 10µg/mL); and P2 (extract concentration 20µg/mL). The parameters include the antioxidant activity and behavioral tests, namely new tank diving and light/dark preferences. The results showed that exposure to UCS tends to increased anxiety as indicated by a decrease in exploration on behavioral test. The data showed that the Mango’s young leaves extract induction with a concentration of 20µg/mL obtained the highest value percentage in the exploration of the upper area (36.8 s) and the preference of the bright area (90.8 s) significantly. The induction of mango’s young leaves extract has the potential as an antidepressant in zebrafish exposed to UCS with an optimal concentration of 20µg/ml.
PUCUK DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) KULTIVAR CENGKIR SEBAGAI PENURUN KADAR GLUKOSA DARAH Sarah Permatasari, Tri Cahyanto, yuni Adawiyah, Risda Arba Ulfa
BIOMA Vol 3, No 2 (2018): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v3i2.1609

Abstract

Pucuk daun mangga (Mangifera indica L.) memiliki berbagai zat aktif yang berkhasiat sebagai obat antidiabetes salah satunya kandungan senyawa mangiferin yang tinggi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak pucuk daun mangga kultivar cengkir yang diberikan secara oral dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit dengan 3 ekor per kelompok perlakuan diantaranya kelompok kontrol negatif (hanya diberi suspensi CMC 0,5%), kontrol positif (tablet metformin 104,65 mg/kg BB), ekstrak pucuk daun mangga 1 (105 mg/kg BB), ekstrak pucuk daun mangga 2 (210 mg/kg BB), dan ekstrak pucuk daun mangga 3 (420 mg/kg BB). Setelah diinduksi fruktosa 20% secara intravena, kadar glukosa darah mencit diukur pada waktu ke-30, 60, 90, dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pucuk daun mangga kultivar cengkir memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit yang tinggi dengan dosis terbaik sama dengan kontrol positif (tablet metformin) yaitu ekstrak pucuk daun mangga kultivar cengkir dosis 1 (105 mg/kg BB mencit). Kata kunci: Ekstrak Pucuk Daun Mangga, Fruktosa, Kadar Glukosa Darah, Mangiferin
The Utilization of Various Plant Type by the Community of Gunung Bunder Dua Village, Bogor Regency as a Resource of Biology Learning Process Rizna Akmaliyah; Wardah Wardah; Tri Cahyanto; Apriani Krisdianti; Deasy Rahmawati
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): October 2020
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.927 KB) | DOI: 10.20527/bino.v2i2.8454

Abstract

The community of Gunung Bunder Dua Village, Bogor Regency is one area that still has plant knowledge and local wisdom in their daily life. This research aims to reveal the local wisdom of Gunung Bunder Dua villagers, Bogor Regency. The method used in the form of direct observation in the field with interview by selected speaker. This research was conducted from 17th June to 17th July 2019 at the village of Gunung Bunder Dua, Bogor Regency, West Java. The observations recorded were 72 species and 40 plant families, with some varieties of uses, namely 19 species of food plants, 56 species of medicinal plants and 3 species of economic value plants. The  result of this reseach are used as source of biology learning such as a video containing ethnobotany information.Abstrak Masyarakat Desa Gunung Bunder Dua, Kabupaten Bogor termasuk salah satu daerah yang masih memiliki pengetahuan tumbuhan dan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-harinya. Penelitian ini bertujuan mengungkap kearifan lokal masyarakat desa Gunung Bunder Dua, Kabupaten Bogor. Metode yang dilakukan berupa observasi langsung di lapangan dengan wawancara kepada narasumber terpilih. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 17 Juni – 17 Juli 2019 bertempat di Desa Gunung Bunder Dua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Terdapat 72 spesies dan 40 famili tumbuhan, dengan beragam kegunaan yaitu tumbuhan pangan 19 spesies, tumbuhan obat 56 spesies, dan tumbuhan bernilai ekonomi sebanyak 3 spesies. Hasil penelitian ini dijadikan sumber belajar biologi berupa video yang berisikan informasi etnobotani.
Keanekaragaman Tumbuhan Berbiji di Blok Malagembol Cagar Alam Gunung Tilu Jawa Barat Muhammad - Efendi; Tri - Cahyanto; Dian Muhamad Ramdan
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.1.1-31

Abstract

Pendataan flora di Cagar Alam Gunung Tilu Bandung Jawa Barat masih terbatas. Di sisi lain, eksploitasi tumbuhan menjadi ancaman terhadap penurunan flora yang mengakibatkan rawan kepunahan. Penelitian ini difokuskan pada pendataan jenis tumbuhan berbiji di kawasan tersebut. Pengambilan data dilakukan di zona pegunungan Cagar Alam Gunung Tilu, Bandung, Jawa Barat, untuk mengungkap keanekaragaman spesies di kawasan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei di blok Malagembol, pada ketinggian 1.500 - 2.100 mdpl. Pendataan jenis meliputi nama daerah dan nama ilmiah, sedangkan data morfologi dicatat dalam buku lapangan dan difoto. Sampel yang belum teridentifikasi dijadikan sebagai voucer herbarium untuk diidentifikasi lebih lanjut. Status konservasi tumbuhan dicatat berdasarkan pangkalan data IUCN redlist. Studi pustaka dilakukan untuk melengkapi data biopotensinya. Sebanyak 74 suku, 178 marga dan 260 jenis dicatat pada area pengamatan. Hasil temuan pada penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam rencana pengelolaan hutan untuk menentukan spesies prioritas untuk dikonservasi. Data tumbuhan endemik dan terancam yang tercatat dari daerah penelitian dapat digunakan lebih lanjut untuk memastikan bahwa daerah tersebut tetap terlindungi dan lestari serta digunakan untuk tujuan konservasi dan penelitian.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Air di Situ Patengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Rahmat Taufiq Mustahiq Akbar; Yuni Setiyowati; Ana Widiana; Tri Cahyanto
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 8 No 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.76 KB) | DOI: 10.33474/e-jbst.v8i1.509

Abstract

Situ Patengan is standing water located at the foot of Mount Patuha, Patengan Village, Rancabali District, Bandung Regency, West Java. Situ Patengan is also used for various activities including as a tourist area, fishing, and tea plantations as well as plantation business rights. The number of activities around Situ Patengan can potentially affect the quality of the waters and the organisms in it, including macrozoobenthos organisms. The presence of macrozoobenthos can also be used as a bioindicator of water quality because it is very sensitive to environmental changes. This study aims to determine the diversity, abundance, and influence of environmental factors on macrozoobenthos and to determine the water quality of Situ Patengan. The research was conducted using the purposive sampling method. Three stations are determined based on environmental factors and land use in the inlet area, forest edge, and tourism area. Based on the results of the study found 3 macrozoobenthos phyla, namely Molluscs (Pomacea canaliculata, Filopaludina javanica), Annelida (Lumbriculus sp.), and Arthropoda (Macrobracium rosenbergii, Enallagma sp., Pelocoris femoratus). Macrozoobenthos diversity ranged from 0.13-1.12 with low to moderate categories while abundance ranged from 11-91 ind/m2 and the Dominance Index in Situ Patengan ranged from 0.003-0.453 with the dominant species being Pomacea canaliculata. The Family Biotic Index shows results from 5.94 to 6.50 with the criteria that the waters at each station are not in good condition. The water quality of Situ Patengan based on macrozoobenthos bioindicators is moderate to heavily polluted. Environmental factors in this study such as depth, brightness, temperature, pH, salinity, and DO have a very low correlation to the family biotic index. Keyword: Bioindicator, diversity, water quality, macrozoobenthos, situ patengan
Lignans from Phyllanthus niruri L. and Their Antifusarium Properties Neneng Windayani; Yaya Rukayadi; Yana Maolana Syah; Tri Cahyanto
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 2, November 2022
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v8i2.25057

Abstract

In this study, two lignan compounds were isolated from acetone extract of Phyllanthus niruri L. nirtetralin B (1) and phyllanthin (2) using several chromatographic methods followed by molecular structure elucidation mainly based on 1D and 2D of 1H and 13C NMR spectrum. The isolated compounds were tested for their antimicrobial properties against the plant pathogenic fungus, Fusarium oxysporum, using the agar plate well diffusion method. The microdilution method determined the minimum inhibitory concentration (MIC) and the minimum fungicide concentration (MFC). In addition, the microconidia germination inhibition test was carried out using the agar diffusion method. As a result, compound 1 had MIC and MFC values of 4 and 16 μg/mL, respectively. While compound 2 showed the same MIC and MFC values of 16 μg/mL. Further testing on the inhibition of germination of F. oxysporum microconidia showed that compound 2 inhibited microconidia germination 100% at a concentration of 2 × MIC. In comparison, compound 1 at the same concentration was only able to inhibit germination by 29%. This study revealed that compound 2 is a potential new fungicide derived from local medicinal plants. However, further research is needed to identify the interaction mechanism between the test compound and the fungal pathogen F. oxysporum to develop new antifungal agents.
Perbedaan Keanekaragaman dan Kelimpahan Araknida Antar Zonasi Gua di Kawasan Karst Tasikmalaya Isma Dwi Kurniawan; Ida Kinasih; Tri Cahyanto; Hilda Ayu Emalia; Nida Hidayaturrohmah
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 15, No 2 (2022): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v15i2.18816

Abstract

AbstrakAraknida merupakan kelompok fauna yang umum dijumpai di gua dan berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem gua. Kelompok fauna ini dapat ditemukan di seluruh zona gua baik terang, remang, maupun gelap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keanekaragaman dan kelimpahan araknida berdasarkan zonasi gua. Pengambilan data dilakukan di 3 gua yang terletak di kawasan Karst Tasikmalaya, yaitu Gua Sarongge, Liang Boeh, dan Liang Seungit. Pencuplikan araknida dilakukan dengan teknik hand collecting, sedangkan penghitungan individu dengan direct counting. Selain itu, dilakukan pengukuran parameter abiotik yang terdiri dari suhu udara, suhu tanah, kelembapan udara, kelembapan tanah, dan intensitas cahaya. Data dianalisis dengan uji indeks similaritas Jaccard, one-way ANOVA, Kruskal Wallis, dan Canonical correlation analysis. Terdapat 311 individu araknida tergolong dalam 3 ordo dan 7 morfospesies yang berhasil dikoleksi. Mayoritas araknida tergolong kategori adaptasi troglofil. Terdapat kemiripan komposisi spesies yang tinggi antara zona remang dan gelap (indeks similaritas 0,833) dibandingkan kemiripan keduanya dengan zona terang (0,571 dan 0,429). Kelimpahan individu araknida antar zona tidak berbeda secara signifikan. Mayoritas spesies memiliki preferensi habitat dengan kondisi intensitas cahaya rendah dan kelembapan tinggi.AbstractArachnid is one of the cave-adapted fauna with diverse cave representatives and plays a vital role in maintaining ecosystem balance. This group is widely distributed in all cave zonation, namely entrance, twilight, and dark zones. This study aimed to reveal the difference in diversity and abundance of arachnids in different caves zonation. The study was carried out in three caves situated in Tasikmalaya karst region, namely Sarongge, Liang Boeh, and Seungit. Arachnids were sampled through hand collecting, while abundance was estimated through direct counting. Air and soil temperatures, relative humidity, soil moisture, and light intensity were also measured. Data were analysed through Jaccard’s similarity index, one-way ANOVA, Kruskal Wallis, and CCA. In total, 311 individuals belonged to 3 orders and 7 morphospecies were identified. Most observed morphospecies were categorized as troglophiles. There was a great degree of similarity in species composition between twilight and dark zones (similarity 0.833) compared to entrance zone (0.571 and 0.429, respectively). Meanwhile, abundance was relatively similar. Most species prefer habitats with low light intensity but high humidity. 
Potential of Sewage Sludge from the Integrated Laboratory of UIN Sunan Gunung Djati Bandung as Organic Fertilizers Through Vermicomposting Tri Cahyanto; Risda Arba Ulfa; Salsabila Qonita Kamelia; Musa’adah Musa’adah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 4 (2022): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i4.4272

Abstract

Sludge is a suspension of liquid waste and microorganisms originating from the Wastewater Treatment Plant (WWTP). The humus and nutrient content of sewage sludges can be used as compost by the vermicomposting mechanism. This study aims to determine the potential of sewage sludge in the Integrated Laboratory of UIN Sunan Gunung Djati Bandung as a raw material for making organic fertilizer through vermicomposting by utilizing the earthworm Eisenia fetida. The media containing a mixture of cow dung (CD) and sludge (S) was divided into four treatments consisting of Control (100% CD), P1 (75% CD + 25% S), P2 (50% CD + 50% S), and P3 (25% CD + 75% S) with the weight of each medium is 500 grams. A total of 20 adult earthworms (5-6 grams/20 heads) were added to each treatment medium for the vermicompost process for 8 weeks. The results showed that the composition of the media in treatment P1 showed the highest effect on the quality of vermicompost with percentages of C (42.62), N (1.85), P (1.21), and K (0.26) based on the SNI 7763-2018 standard. The conclusion of this study is that the sewage sludges from the Integrated Laboratory of UIN Sunan Gunung Djati Bandung can be used as raw material for making organic fertilizer with an optimum media composition of 75% CD + 25% S.
Struktur dan Komposisi Tumbuhan Bawah di Zona Pegunungan Bawah Blok Malagembol, Cagar Alam Gunung Tilu, Jawa Barat Tri Cahyanto; Dian Muhamad Ramdan; Salma Salsabila; Muhammad Efendi; Ida Yayu Nurul Hizqiyah
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 7 No. 2 (2022): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v7i2.6827

Abstract

The understorey is one type of tropical forest vegetation that contributes to the complexity of the forest structure. The habitat of the understorey is closely related to the condition of the vegetation. This study aims to determine the structure and composition of the understorey to support the ecological function and habitat in the Malagembol Block, Mount Tilu Nature Reserve. The sample collection was carried out using the sample plot method. A total of three main plots measuring 10×100 m2 were divided into ten subplots with a size of 5×5 m2. The understorey observed included herbaceous plants and saplings with a height of less than 1 m. The data analysis included the calculation of frequency, density, individual dominance, and significant value index using heterogeneity index (Shannon-Wiener), richness index (Margalef), and evenness index. A total of 186 species and 66 understorey families were recorded in the observation plots. Based on their stature, they were grouped into 26 species of climbing plants, 43 species of herbaceous plants, and 116 species of saplings. The species richness was high and more diverse. In addition, the species found were evenly distributed in each observation plot and the plant community was relatively stable. The Mount Tilu Nature Reserve has an important contribution of understorey plants in compiling the ecosystem so that it becomes a further consideration for the management of the area around Mount Tilu Nature Reserve.
Konsep dan Implementasi Literasi Halal pada Pembelajaran IPA Tri Cahyanto; Indah Rofi'ah Al Zahro; Neneng Windayani
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jpsp.v3i2.7237

Abstract

Literasi halal sebagai bagian dari multiliterasi dapat dikembangkan dalam pembelajaran IPA. Materi-materi dalam pembelajaran IPA bersifat faktual dan aplikatif, sehingga pada penerapannya dibutuhkan literasi halal sebagai pedoman dalam menentukan halal dan haram suatu produk pembelajaran IPA. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis korelasi konsep literasi halal pada pembelajaran IPA dengan implementasi literasi halal pada pembelajaran IPA. Penelitian yang dilakukan enggunakan metode explanatory survey dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa antara konsep dan implementasi literasi halal dalam pembelajaran IPA berkorelasi positif sebesar 0,966. Interpretasi koefisien korelasi angka tersebut terdapat pada rentang 0,80-1,00sangat kuat hal ini menunjukan adanya hubungan (korelasi) yang sangat kuat (signifikan) antara konsep dengan implementasi literasi halal pada pembelajaran IPA.
Co-Authors Adam Malik Adawiyah, Ayuni Ade Yeti Nuryantini Adiba, Farah Aini Adisty Virakawugi Darniwa Aep Saepulah Aep Saepuloh Afriansyah Fadillah Agustina, Tri Wahyu Ahmad Sopian, Ahmad Akbar, Ivan Maulana Akbar, Rahmat Taufiq Mustahiq Al Zahro, Rd Indah Rofi'ah Ali, Sri Herawati Aliyah, Syifa Ripatul Amalia, Risqi Amanda Widyatmaka Ana Widiana Ana Widiana Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anggita Rahmi Hafsari, Anggita Rahmi Anisa Fadhila Anwar, Dede Miftahul Apriani Krisdianti Ardianti, Tiara Arumsari, Arumsari Asep Supriadin, Asep Ateng Supriatna Ateng Supriatna Ateng Supriatna Ateng Supriyatna Ateng Supriyatna Ateng Supriyatna, Ateng Aulia, Sekar Rahma Ayuni Adawiah Balqis Tri Oktaria Billy Nabil Yuni Cahyani, Hilda Wulan Cecep Hidayat Cucu Zenab Subarkah Cut Muthiadin Darniwa, Adisty Virakawugi Deasy Rahmawati Dede Fajar Destiana Chairunnisa Dhyni Arigustin Dian Muhamad Ramdan Dian Muhamad Ramdan Diana Vici Panjaitan, Diana Vici Dicky Dicky Elazmanawati Lembong Epa Paujiah Epa Paujiah, Epa Fadhila, Anisa Fadillah, Afriansyah Fadlila, Shafira Nur Fajar, Dede Fajariah, Mila Fitriyyah, Ita Hadiansah, Hadiansah Haryono Haryono Hilda Ayu Emalia Ida Farida Ida Kinasih Ida Yayu Nurul Hizqiyah Ikeu Winda Larasati Iman Aulia Rahman Indah Rofi'ah Al Zahro Ira Rahayu Jalaludin Komaruddin Kulsum, Yuni Kulsum, Yuni Kurahman, Opik Taupik Kurahman, Opik Taupik Kurniawan, Isma Dwi Kurrahman, Opik Taufik Lianah Lianah, Lianah Lina Yulianti Lindayani Lindayani Listia Wati Sophia Lusi Haerunnisa Lutfhi Dewi Utami M. Agus Salim Madani, Pameila Qaulan Tsaqila Maratus Solikha Mar’atus Shalikha Mashuri Masri Masita Masita Mas’ud, Asrianty Meldania, Rindi Miladanta, Algi Nurahman Mohamad Agus Salim Mohamad Agus Salim Mohamad Jaenudin, Mohamad Muhammad - Efendi Muhammad Efendi Muhammad Efendi Muhammad Efendi Muhammad Efendi Muhammad Efendi, Muhammad Mulyawan, Rafmanuha Putri Musa'adah Musa'adah Musa’adah Musa’adah Musa’adah, Musa’adah Mutmainah Juniawati Nadia Dewi Zafirah Nandi Sukri Navilah, Nahla Nenden Fauziah Nida Hidayaturrohmah Nisrina Khairun Nisa Nisrina Khairun Nisa Novriyanti Lubis Nurani, Shifa Nurdin, Muhamad Ali Nurmina Arofah Nursyifa Tiara Dwiputri Nurunnajib, Ahfazh Fauzy pramadi, ading Prilia, Sintia Priyatna Hendriawan R. Ajeng Syahar Syahar Rachmat, Musabbih Najil Hakim Rahayu Indri Lestari Rahayu, Bintang Puja Rahayu, Savira Ngesti Rahmat Taufik MA Rahmat Taufiq Mustahiq Akbar Ramdhanawati, Vania Ulfa Rasyid, Sayyidah Restu Anugrah Restu Anugrah Rida Widayanti Risda Arba Ulfa Risda Arba Ulfa Risda Arba Ulfa Rizal Maulana Hasby, Rizal Maulana Rizna Akmaliyah Rochman, Chaerul Rofi'ah Al-Zahro, Rd Indah Rohanda Rohanda Rosmayanti Kuraesin Rusny Rusny Sa'diah, Fitri Yati Salma Salsabila Salsabila Qonita Kamelia Sebrina, Cut Nadia Shinta Putri Larasati Sholikha, Mar’atus Siti Fatiah, Tifani Siti Nurbaeni Siti Nurhalimah Souvia Rahimah Sumiati, Iis Susi Nurul Fadillah Syahbudin Syahril Jamil, Syahril Teddy Yusuf, Teddy Tedi Priatna Tisnawati, Sophia Eka Toni Sudjarwo, Toni Toni Sujarwo Tony Sudjarwo Tony Sudjarwo Tony Sudjarwo Sudjarwo Tridesianti, Siska Triska Rosma Triska Rosma Ucu Julita, Ucu Ulfa, Risda Arba Vina Siti Rohimah Vina Yuliandiana Wardah Wardah Wildan Arsyad Fadly Wilma Mulyana, Fani Windayani, Neneng Yana Maolana Syah Yani Suryani Yani Suryani YAYA RUKAYADI Yulia Sukmawardani, Yulia Yuliawati, Astri Yuliawati, Astri Yuna Islamiati Yuna Islamiati Yuni Kulsum Yuni Kulsum Yuni Kulsum Yuni Setiyowati Zamani, Fadli Emsa Zashika Meidita Eka Putri Zhia Rizki Ardian Zulfahmi Alwi