This Author published in this journals
All Journal Journal of Education and Learning (EduLearn) JURNAL EKOLOGI BIROKRASI Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam IKRA-ITH Informatika : Jurnal Komputer dan Informatika JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Puitika JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Aphorisme: Journal of Arabic Language, Literature, and Education IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Al'adzkiya International of Education and Sosial (AIoES) Journal Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil Paedagogie: Jurnal Pendidikan dan studi ISlam Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Jurnal Iqtisaduna Andalas International Journal of Socio-Humanities Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI) Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia BONANZA : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Bisnis dan Keuangan AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal An-Nahdlah: Journal of Islamic Studies Socius: Social Sciences Research Journal FENOMENA: Journal of Social Science Indonesian Journal of Political Studies Amicus Curiae Analisis Sejarah Branding: Jurnal Manajemen & Bisnis Journal Studies in Indonesian Language and Literature Jurnal Ilmu Pendidikan & Sosial (SINOVA) Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ)
Claim Missing Document
Check
Articles

Diskursus Pemberdayaan Perempuan Pascapandemi Covid-19 Dalam Majalah Femina Edisi April–Juli Tahun 2022 Hawa, Andina Meutia; Muhajir, Ahmad
Puitika Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v18i2.179

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meninjau diskursus pemberdayaan perempuan pasca pandemi Covid-19 dalam Majalah Femina Edisi April-Juli 2022. Fokus penelitian ini adalah bagaimana headline di dalam Majalah Femina membangun diskursus pemberdayaan perempuan dilihat dari wacana-wacana yang dibahas. Penulis menggunakan metode analitis deskriptif dan pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills terhadap artikel yang berjudul “Memecah Langit Kaca Bernama Bias Gender”. Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang dihadapi perempuan dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketidakadilan gender, kekerasan seksual, dan juga keterbatasan perempuan dalam mengakses layanan kesehatan seksual dan reproduksi akibat dari pelanggengan patriarki. Analisis wacana Sara Mills digunakan untuk mengungkapkan bagaimana majalah berperan sebagai agen ideologi yang membawa pesan melalui simbol. Simbol tersebut dieksplorasi melalui teks mengenai feminisme serta diskursus pemberdayaan perempuan.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa majalah Femina berperan sebagai representasi yang berpihak pada keadilan gender. Pesan feminisme disampaikan melalui teks yang mengusung penyadaran kepada perempuan sebagai kelompok subordinat akan pentingnya memiliki kesadaran gender. Narasi keadilan gender dan pemberdayaan perempuan disampaikan melalui penggambaran kasus ketidakadilan gender dalam ranah privat dan publik seperti pada layanan kesehatan, reproduksi, hingga akses terhadap pekerjaan. Upaya yang ditawarkan oleh majalah Femina adalah peningkatan kesadaran akan keadilan gender dimulai dari ranah keluarga sebagai agen sosialisasi primer, kelompok bermain, hingga ranah publik seperti sekolah dan lingkungan pekerjaan. 
Intellectual Movements, NGOs, and Alternative Media in Medan’s Political Reform Process (1990–2000) Sumantri, Pulung; Muhajir, Ahmad
Analisis Sejarah Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Laboratorium Sejarah, Departement Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jas.v16i1.164

Abstract

This article examines the existence and role of intellectual movements, non-governmental organizations (NGOs), and alternative media in Medan during the political reform process from 1990 to 2000. The study is situated within the context of the massive waves of riots and protest movements that emerged across Indonesia in 1998, including in Medan, demanding the resignation of President Soeharto. The situation was further intensified by the close relationship between regional political elites and the central government, which gave rise to various political practices and policies perceived as detrimental to society. Such conditions stimulated the emergence of intellectual and civil movements that sought to construct political criticism against the New Order regime. The research employed a qualitative method using a historical approach through the four principal stages of historical research, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The findings demonstrate that intellectual movements in Medan were not only represented through formal student activism but were also developed through NGO networks and alternative media platforms. Alternative media functioned as an important space for disseminating political criticism, constructing public discourse, and articulating issues related to democracy, human rights, and social conditions in Medan. The circulation of alternative media reflected the expansion of public participation in political discourse during the Reform movement. This study shows that the democratization process in Medan was shaped not only by formal political actors but also by interconnected intellectual networks operating through civil society organizations and alternative media.
Co-Authors Abd. Qadir Gassing Abdul Wahid Haddade Achmad Junaedi Sitika Aderianti, Gian Adim, Abd. Ahmad Syahir Ali Fikri, Yudistia Teguh Alistraja Dison Silalahi Amelia Rahmaniah Amirudin Amirudin Amnar, Harve Amsari, Syahrul Anshari, Muhammad Redha Anwar, Sakaria To Arif Fitria, Rizal Arisnawawi Arita Marini Arlingga, Delfan Atin Supriatin, Atin Bambang Supriyadi Chayati, Nurul Daulay, M. Zainuddin Desy Safitri Dimas, Ahmad Dimas Dyani Prades Pratiwi Eka Wahyuni Eko Nursalim, Eko Endang Fatmawati Fathurrahman Fathurrahman Fauzannur, Fauzannur FAUZI Fyka, Samsul Alam Gayatri, Satya Habibi, Nur Muhammad Hajrah Hajrah, Hajrah Hanafiah, H.M. Harsono, Shabrina Utami Hawa, Andina Meutia Herliana, Yasmin Nona Ilma Sarimustaqiyma Rianse Ilyas, Sadriani Irawati Irawati Islamiati, Munica Iva Sarifah Juanda Nawawi, Juanda Karimah, Ima Rahmatul Kasogi, Adnan Khafi, Achmad Kusumah, Aris Fajar Leola Dewiyani Listiasari, Rani Lubis, Hafnita Sari Dewi Lubis, Siti Syahrani M, Misbahuddin M. Hanafiah Mabruri, Kemal Al Kautsar Mailin, Mailin Manalu, Simon Patar Rizki Marlina Martha Aznury Maulana, Hendra Mohammad Abdul Mukhyi Muhammad Andi Septiadi Muhammad Umar Maya Putra Muhammad Yasin Mukhtar Lutfi Mulyani, Defi Tri Muslimah Muslimah Mutiah, Aulia Nasution, M. Afif Herliandi Nasution, Muhammad Afif Herliandi Nst, M. Afif Herliandi Okta Firmansyah Panjaitan, Tuah Pasaribu, Aria Masdiana Permana, Aryo Bimo S Permana, Aryo Bimo Setya Purnama, Ahmad Dayu R, Abdurrahman Rifansyah, Akhmad Ristiyanti, Lia Rizani, Rasyid Robert Junaidi Saibatul Hamdi, Saibatul Saifuddin Saifuddin Saputra, Aharits Saragih, Imelda Sharfina Permata Noor, Erla Sukarni , Sukarni Sukarni Sukarni Susianto, Nanang Syaiful Anwar Syatar, Abd Tanjung, Yushar Taslim Batubara Tedy Murtejo Usman , Usman Vientje Ratna Multiwijaya Wilson Marpaung Yadi Fahmi Arifudin Yarmi, Gusti Yuliani, Ma'rifah Yuslih, Muhammad Zaid Raya Argantara