p-Index From 2021 - 2026
15.078
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Jurnal Pendidikan Dasar Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Wahana Didaktika Jurnal Kata: Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya REFLEKSI EDUKATIKA KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra JURNAL KONSELING GUSJIGANG Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Budaya Nusantara JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Education Technology Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Prakarsa Paedagogia Jurnal Educatio FKIP UNMA Attractive : Innovative Education Journal PROGRES PENDIDIKAN Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Inovasi Penelitian Indonesian Values and Character Education Journal WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kulturistik : Jurnal Bahasa dan Budaya TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra Jurnal Komunitas Bahasa Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia REDUPLIKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Comprehensive Science Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Jurnal Basicedu Indonesian Journal of Education and Social Science Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Jurnal Sastra Indonesia Jurnal Guru Indonesia Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Inovasi Pendidikan Buletin Ilmiah Pendidikan Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa Journal Sains and Education Literatur : Jurnal Bahasa dan Sastra Mantra Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya) JGSD : Jurnal Guru Sekolah Dasar Jurnal Tradisi Lisan Nusantara PESHUM Jurnal Cahaya Edukasi Soko Guru: Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesian Language Education and Literature
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Sosial Cerpen “Rumah yang Terang” karya Ahmad Tohari dalam Kajian Sosiologi Sastra Suhaibatul Musdalifah; Azka Ilham Najan; Anfa Nurul Aizzatinni'mah; Elmeriana Ximenes Pinto; Mohammad Kanzunnudin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerita pendek “Rumah yang Terang” karya Ahmad Tohari menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sastra merupakan refleksi kehidupan manusia yang mencatat realitas sosial dan nilai-nilai yang hidup di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra Wellek dan Warren. Sumber data primer adalah cerita pendek “Rumah yang Terang” dari kumpulan cerita pendek Senyum Karyamin (1989), sedangkan data sekunder berasal dari buku-buku teori dan penelitian sebelumnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan catatan, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita pendek "Rumah yang Terang" mengandung sembilan nilai sosial, yaitu: (1) pengabdian, (2) saling membantu, (3) kekerabatan, (4) kepedulian sosial, (5) disiplin, (6) empati, (7) keadilan, (8) toleransi, (9) kerja sama. Nilai-nilai ini mencerminkan dinamika sosial masyarakat pedesaan Jawa dan menggambarkan konflik antara nilai-nilai tradisional dan tekanan modernisasi. Cerita ini menunjukkan kontras antara nilai-nilai pengabdian dan kekerabatan yang kuat dari tokoh utama dan memudarnya nilai-nilai saling membantu dan toleransi dalam lingkungan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi sosiologi sastra di Indonesia dan memperkaya pemahaman tentang peran karya sastra dalam membentuk dan mencerminkan nilai-nilai sosial masyarakat.
Potret Kehidupan Sosial Masyarakat Pedesaan Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari Devi Ayu Rizkiyanda; Isnaini Habibatuzzahra; Nailur Rosyidah; Mohammad Kanzunnudin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14446

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan potret kehidupan sosial masyarakat pedesaan yang tercermin dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiologi sastra, penelitian ini menganalisis kondisi sosial, nilai budaya, serta kritik sosial yang direpresentasikan melalui tokoh dan peristiwa dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dukuh Paruk hidup dalam kemiskinan struktural, keterbatasan pendidikan, serta ketergantungan kuat pada tradisi lokal, terutama tradisi ronggeng sebagai simbol budaya sekaligus praktik sosial yang memuat eksploitasi perempuan. Struktur sosial masyarakat yang hierarkis dan patriarkal membentuk relasi kuasa yang timpang antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, peristiwa politik nasional seperti G30S turut membawa dampak signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat desa. Ahmad Tohari melalui narasinya menampilkan kritik sosial terhadap kemiskinan, subordinasi perempuan, dan benturan antara tradisi serta modernitas. Dengan demikian, novel ini tidak hanya menyajikan realitas sosial pedesaan, tetapi juga menghadirkan refleksi kritis terhadap kondisi sosial-budaya Indonesia.
Pengungkapan Nilai Budaya dalam Naskah Drama “RT Nol RW Nol” karya Iwan Simatupang Zumala’in Nuriyasari; Binti Tsaniatul Wakhidah; Selfi Ananda Putri; Mohammad Kanzunnudin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14467

Abstract

Drama as a literary work does not merely present plot and conflicts but also reflects the cultural values embedded within a society. The script RT Nol RW Nol by Iwan Simatupang portrays the life of a marginalized community living under a bridge, facing severe social, economic, and physical limitations. This study aims to reveal the cultural values expressed in the drama and examine how these values are internalized through dialogue, character interactions, and the social dynamics developed throughout the narrative. This research employs a descriptive qualitative method with a cultural value approach. Data were collected using reading and note-taking techniques on selected excerpts of the drama, then analyzed through descriptive and interpretative procedures to uncover the cultural meaning embedded within the characters’ actions and dialogues. The findings show that the script contains material, vital, and spiritual values that represent the identity and social reality of impoverished communities. These values are manifested through depictions of economic hardship, solidarity among characters, and internal reflections that serve as their mental resilience. Additionally, the values of truth, aesthetics, morality, and religiosity enrich the cultural representation found in the drama. The study concludes that drama functions as a reflective medium that illustrates cultural values and serves as an educational tool for understanding the existence and social dynamics of marginalized communities within the Indonesian context.
Perubahan Nilai Sosial dalam Cerpen Dari Masa ke Masa Karya A.A. Navis Rahardian fajrul falah; Dea Sholihatun Ni'mah; Jenia evelin luthfianingtyas; Mohammad Kanzunnudin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16626

Abstract

Penelitian ini membahas perubahan nilai-nilai sosial dalam cerpen Dari Masa ke Masa karya A.A. Navis melalui pendekatan sosiologi sastra. Cerpen tersebut merefleksikan pergeseran nilai religius, moral, budaya, dan kemanusiaan yang terjadi dalam masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Minangkabau, akibat pengaruh modernisasi dan perubahan pola hidup. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis isi teks secara mendalam melalui teknik baca-catat dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa Navis menampilkan konflik nilai antara generasi tua dan muda, serta menggambarkan melemahnya nilai-nilai tradisional seperti religiusitas, gotong royong, kesederhanaan, dan empati. Melalui gaya satire dan realisme sosial, Navis menghadirkan kritik terhadap masyarakat modern yang cenderung pragmatis dan individualistis. Temuan penelitian menegaskan bahwa karya sastra berfungsi sebagai cermin sosial yang mengungkap transformasi nilai dalam masyarakat dan memberikan peringatan moral agar kemajuan zaman tetap diimbangi dengan pelestarian nilai-nilai luhur budaya dan kemanusiaan.
CHILDREN'S ARTISTIC EXPERIENCE IN DRAWING EXPRESSIONS ON THE MENARA KUDUS Mohammad Ridlo; Nur Fajrie; Mohammad Kanzunnudin; Hisbulloh Als Mustofa
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Number 1 (January 2026)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v7i1.6045

Abstract

The values embedded in the Menara Kudus culture in Indonesia emphasize the preservation and development of local traditions. One way children express their understanding of local culture is through artistic activities, particularly drawing. This study aims to narrate and measure children's artistic experiences in creating drawings themed on the Menara Kudus, using cultural evidence from its historical legacy as a learning resource. This study employed a mixed-methods sequential exploratory design. The initial qualitative phase involved interviews, observations, and documentation to explore children aged 9 to 12's artistic experiences. The subsequent quantitative phase applied descriptive statistics to support and measure the findings from the qualitative data. All qualitative data were analyzed using an interactive model. The results show that children produced drawings of the Menara Kudus based on their personal experiences and interests, with artworks displaying varying levels of precision, imagination, and creativity. The creative process was found to consist of three phases: pre-creation (encompassing both direct and indirect experiences), creation (encompassing tool preparation, technical mastery, time management, and effective communication), and post-creation (encompassing self-confidence and interpretation). The overall mean score for the artistic experience was 119.43, with mean scores of 22.57, 80.95, and 15.91 for the pre-creation, creation, and post-creation stages, respectively. The findings indicate that children's involvement in the visual arts themed on Menara Kudus is categorized as moderate. It is therefore recommended that children's skills in capturing the original form of objects be enhanced.
ANALISIS NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM CERITA RAKYAT ASAL USUL TERJADINYA BLEDUG KUWU Nina Zulyana; Amalleina Fatiha; Oktaviana Indah Susanti; Maulana Ichsan; Mohammad Kanzunnudin
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.8.1.7325

Abstract

This study aims to analyze the moral values in the legendary folklore of Bledug Kuwu. The research method used is a qualitative descriptive approach with data collection through observation, interviews, and note-taking. Primary data was obtained through interviews, while secondary data was obtained from related folklore journals and books. The analysis was carried out using narrative analysis method. The results of the study show that the Ngelap Berkah tradition associated with the Bledug Kuwu legend contains valuable moral values such as cleanliness, cooperation, respect, connectedness to nature, and local wisdom. This tradition provides benefits for people's daily lives in creating harmony, responsibility, and concern for the environment and culture. This research provides an understanding and appreciation of moral values in the tradition of Bledug Kuwu's Bledug Berkah legend, which is an important foundation in shaping the identity and quality of people's lives.
ANALISIS NILAI KARAKTER CERITA RAKYAT SARIDIN YANG SAKTI DALAM BUKU CERITA RAKYAT Anggita Mega Satria; Muhammad Raikhan Albani; Rif’an Ulin Nuha; Mohammad Kanzunnudin
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.9.2.9712

Abstract

The aim of this research is to analyze the values of the characters in the story Saridin Yang Sakti which is one of the few folk tales originating from the city of Pati in Central Java province. Folklore is a cultural heritage that has developed over time, as well as a learning method for generations of children that is passed on as the value of life. The method used to achieve the specified objectives is qualitative descriptive analysis. The data used in this research comes from popular literature books. The final aim of this research is to identify characteristics that can be used to identify role models and characteristics of figures that cannot be changed.
Nilai Sosial dalam Cerita Lisan “Mbah Suto Bodo” di Kabupaten Pati Mohammad Kanzunnudin
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i1.9033

Abstract

This study aimed to analyze the narrative structure and social values contained in the oral story of Mbah Suto Bodo. The research design is qualitative with analytical methods based on Axel Olrix's theory. The analysis results show that Mbah Sutro Bodo's oral story prioritizes the narrative structure to build the storyline. A narrative structure in Mbah Suto Bodo's oral story is interrelated and does not stand alone. The social values in Mbah Suto Bodo's story include values: devotion, help, kinship, caring, discipline, empathy, tolerance, and cooperation. Mbah Suto Bodo's story can be an alternative learning material, especially Indonesian language subjects.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis struktur naratif dan nilai-nilai sosial yang terdapat dalam cerita lisan Mbah Suto Bodo. Adapun ancangan penelitiannya kualitatif dengan metode analisis berdasarkan teori Axel Olrix. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita lisan Mbah Sutro Bodo mengutamakan struktur naratif untuk membangun jalannya cerita. Keberadaan struktur naratif dalam cerita lisan Mbah Suto Bodo saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri. Adapun nilai sosial dalam cerita Mbah Suto Bodo mencakupi nilai: pengabdian, tolong menolong, kekeluargaan, kepedulian, disiplin, empati, toleransi, dan kerja sama. Cerita Mbah Suto Bodo dapat menjadi alternatif materi pembelajaran, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Nilai Karakter Cerita Legenda Desa Bandungharjo Jepara (Representation of Character Values on the Legend Story of Bandungharjo Village, Jepara) Mohammad Kanzunnudin
Indonesian Language Education and Literature Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.11310

Abstract

This study aims to describe the story structure and character values contained in the legendary story of Bandungharjo village, Jepara city. The research approach uses descriptive qualitative. The data sources are community leaders, teachers, and practitioners who know and understand the oral stories of the legends of Bandungharjo village, Jepara. Data collection techniques through observation, in-depth interviews, recording, recording, shooting, and transcription. The validity of the data through triangulation of sources, time, technique, and time. Data analysis applies Alan's motive theory. As a result, the legend of Bandungharjo village has a simple story structure and has character values in the form of religious values, nationalism, independence, mutual cooperation, and integrity. This proves that the legendary story of Bandungharjo village is a representation of character values. Therefore, the legendary story of Bandungharjo village can be used as a role model to bridge character values for students or society in general.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerita dan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam cerita legenda desa Bandungharjo kota Jepara. Ancangan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Adapun sumber datanya, yakni tokoh masyarakat, guru, dan praktisi yang mengetahui dan memahami cerita lisan legenda desa Bandungharjo Jepara. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, perekaman, pencatatan, pemotretan, dan transkripsi. Keabsahan data melalui triangulasi narasumber, waktu, dan teknik, dan waktu. Analisis data menerapkan teori motif Alan. Hasilnya bahwa cerita legenda desa Bandungharjo memiliki struktur cerita yang sederhana dan memiliki nilai karakter berupa nilai religius, nasionalisme, mandiri, gotong royong, dan integritas. Hal ini membuktikan bahwa cerita legenda desa Bandungharjo merupakan representasi nilai karakter. Oleh sebab itu, cerita legenda desa Bandungharjo dapat dijadikan role model untuk penanaman nilai-nilai karakter bagi siswa atau masyarakat pada umumnya.
Literary Ecological Analysis in Tere Liye’s Novel “Pulang Pergi” Hanifah Febria Dwiyanti; Agus Darmuki; Mohammad Kanzunnudin
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v7i3.2340

Abstract

Literary works play an important role as a medium for criticism of environmental degradation and human behavior towards nature. This study aims to analyze the ecological dimensions in Tere Liye's novel Pulang Pergi through the lens of literary ecology. Unlike previous studies, this study specifically explores the integration of ecocultural and ethnoecological concepts in action-crime genre narratives. The method used is descriptive qualitative with Cheryll Glotfelty's ecocritical approach. Data was collected through reading and note-taking techniques, then analyzed using dialectical methods to connect the facts in the text with the reality of the global ecosystem. The results show that the novel Pulang Pergi represents ecological imbalance due to the dominance of technology and destructive human ambition, as reflected in the setting of a nuclear reactor exclusion zone and land exploitation. However, the narrative also offers hope through traditional knowledge and ethnoecology as a path to sustainability. These findings confirm that popular literature can be a critical instrument in voicing contemporary environmental issues and building readers' ecological awareness.  
Co-Authors Adiwibowo, Arif Afifah, Siti Nur Agus Darmuki Agus Darmuki Agustin, Silvia Devi Ahdi Riyono Ahmad Hilal Madjdi, Ahmad Hilal Aini Noor Khofifah Akbar, Muhammad Rafi Aldea Maulida Achsa Alyaningrum, Dia Amalleina Fatiha Amanda Niagara Adriatik Amanda, Niken Amelia, Nasywa Azka Aminah Aminah Ananta Yulianti, Aulia Anessa Nurhidayah Anfa Nurul Aizzatinni'mah Angelina Putri Adelia Paramitha Anggita Mega Satria Anisa Apriliani Anisatun Hidayatullah Apiriliyani, Nania Rizka Aprilita, Alin Annisa Arica Lungdiansari, Nevananda Arinda Indiwara Arini Septiyan Irawati Aris Basuki Arnolia, T. Rizkia Arum Kamila Astuti, Nur Kusuma Atiqoh, Farikhatul Aulia, Miftahul Auliya Putri Rahmawati Az-Zahrah, Sagita Shofa Azka Ilham Najan Binti Tsaniatul Wakhidah Dea Sholihatun Ni'mah Destiana Putri Devi Ayu Rizkiyanda Dewi, Nurika Dhena Rismaya Dicky Amirul Hasan Dika Aida Husna Dwi Anis Fitriyani Dwi Kurniati Widiastuti Dwi Meilinda Nur Haliza Dwi Nor Halisa Dyah Fitri Rahayu Edi Kurniawan Eka Ardini, Fitri Eka Ernawati Eka Putri, Hasna Dyah Elisa Septiana Elmeriana Ximenes Pinto Ema Zulfiani Emilia Ulfa Emy Christanti Erlyn Dwi Larasati Fadhilah, Wiwit Syafa’atul Fahmi, Aditya Yusron Faizah, Listiya Fara Fatika Maharani Faroha , Dena Itsnayatul Fatimatuz Zahro, Nabila Fatmasari, Diah Fifit Fidyastuti Fiky Herdianto Firdausi, Yukhanit Fitriana, Sania Nuranisa Gista Ayu Astriani Hadid, Zubaral Halim Suryanto Hanifah Febria Dwiyanti Hanim Aulia Maghfiroti Hasna Nur Alifah Hati, Deviana Intan Gadys Permata Heny Septyan Setiyawati Hidayatuladkia, Shella Tasya Hidayatullah, Romadhoni Shiddiqi Hisbulloh Als Mustofa Iddha Aryani Ika Oktavianti, Ika Imaniar Purbasari Indarwati, Siti Indi Amalia Inez Avista Rini Irfai Fathurohman, Irfai Irma Yuliani Isnaini Habibatuzzahra Isti Zulfa Nida Izzatullaili Nadhifah Jenia evelin luthfianingtyas Julianto, Hehen Karina Najwa Karnelia Agenina Kartika Sari, Latifah Khamdun Khofi Anan Khoirunnisa Khoirunnisa Kiswanti, Kiswanti Laras Ati, Luri Larissa Ariella, Efa Lintang Kironoratri Lita Nala Karimah Luluk Zakiatus Sholikhah Luqyana Nasywa Salma M. Ari Susendra Maharani, Fara Fatika Mahesa Ayu, Putri Jenar Masayu Adiana Larasati Maulana Ichsan Maulana, Muhammad Andrian Mayky Verra Angelia Mefiani, Sandrina Melinda Khoiriyah Ningrum Merna Yunia Artha Mifta Diana Rizki Mila Roysa, Mila Miranti, Fika Yunia Mirnawati -, Mirnawati Mita Apprillia Sari Mohammad Ridlo Monalistyani, Indah Muhammad Andrian Maulana Muhammad Dasri Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Raikhan Albani Muna, Salsabila Nailul Murtono -, Murtono Murtono Murtono Mutadin, Ali Mutmainnah, Nabilla Muzdalifah Muzdalifah Nabila Lutfiana Nabila Siti Khoirunnisa Nabila, Mufthiri Silma Nadiah Ma’mun Nafisa, Nuroini Najmiya Nafisa, Nuroini Najmiya Nailur Rosyidah Nayala Intani Parasdika Nida Khusnun Nabila Nihayatur Rohmah, Nihayatur Nikhlah, Wardatutsani Lathifun Nimas Wulan Sari Nina Zulyana Nina Zulyana Ningrum, Tiffani Soffia Noor Khamidah Novia Aristiani Nugraheni, Luthfa Nugroho, Femas Anggit Wahyu Nur Hanifah Nur Kusuma Astuti Nuroini Najmiya Nafisa Nurul Faizah Oktaviana Dwi Rahmadhani Oktaviana Indah Susanti Pangestia Novi Tri Dewi Pendit Gustanu Pramesti, Erlintang Prasetyani, Kusumaningrum Prasetyo, Arya Dicka Pratiwi , Ika Ari Priyadi Priyadi Puji Lestari, Ayu Pujiati Pujiati Pujiati Pujiati Puspitasari, Riana Dewi Putri Jenar Mahesa Ayu Putri, Nisa Wandiana Putri, Noverda Luki Rusiana Rahardian fajrul falah Raharjo, Ronal Ramdhani Alifatus Saidah Ratri Rahayu Retno Murtianingrum, Puji Retno Wulandari Retnosari, Sepdian Rif’an Ulin Nuha Rinawati Rinawati Ririn Artisari, Iik Risma Oktafia Rizqi Dian Yulia putri Rohmah, Zainur Santoso Santoso Sari, Syibilla Oktavia Malaka Savitri Wanabuliandari Sefi Nengtias Sekar Dwi Ardianti Selfi Ananda Putri Selvi Marcellia Septiana, Amelani Dwi Septina, Natasya Setiyawan Mustakul Setyanto, Beta Arif Setyawati, Lis Setyowati, Elis Sherin Himatussabrina Sherly Arinda May Listy Shofyana, Nadia Sidiq Wahyu Kuncoro Silfiana, Tia Amanda Silvia Indriani Silvianingrum, Indah Silvy Anjani Siti Fatikhatun Nur Siti Masfuah Siti Nur Hidayah, Siti Nur Sri Utaminingsih Sri Utaminingsih Sri Widayati, Ninuk Suhaibatul Musdalifah Suryandari, Nurul Sutanto Sutanto Su’ad Su’ad Syarifah Nur Aulia Titis Puspita Maharani Ulhaq, Jessica Dhiya' Ummi Nihayatul Fadlilah Virnando, Arsa Vita Apriliya Wahyu Sofyanto Wahyulianto, Andry Wawan Shokib Rondli Wieline Dewi Azzahra Wiyati, Indar Wulansari, Catur Indah Yuliani, Irma Yundari, Yundari Zulfa Arifia Rahmadani Zumala’in Nuriyasari