Claim Missing Document
Check
Articles

KEPADATAN, KERAGAMAN DAN POLA DISTRBUSI GASTROPODA DI PERAIRANPANTAIDESA TANAH RATA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKUTENGAH Rendy; Munira, Munira; Ahad, Yeny
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 11 No 02 (2025): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastropoda adalah molusca yang mempunyai kaki di bagian perutnya. Hewan anggota kelas gastropoda umumnya bercangkang Tunggal membentuk spiral. Gastropoda memiliki peranan penting dalam kehidupan baik secara ekologis maupun ekonomis, secara ekologis, gastropoda berperan antra lain menjaga lingkungan organisme perairan sebagai pakan alami bagi organisme perairan. Sedangkan secara ekonomis cangkang gastropoda digunakan sebagai campuran bahan baku industri yang mempunyai nilai komersial yaitu sebagai dekorasi, souvenir, asesoris, dan pelengkapan perhiasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan, keragaman, dan poladistribusi gastropoda di perairan Pantai Desa Tanah Rata Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Adalah deskriptif kuantitatif. Gastropoda yang ditemukan pada Lokasi penelitian berjumlah 159 individu yang terdiri dari 27 spesies, kelimpahan rata-rata pada 2 stasiun sebesar 0,03975 dengan kelimpahan tertinggi dimiliki oleh spesies Strombus labiatus sebesar 0,004 ind/m² sedangkan kelimpahan terendah dimiliki oleh 3 speseis masing-masing Cymbiola( Aulica ) inneva, Thais armigera dan Cypraea annulus sebesar 0,00025 ind/m². keragaman (H’) dan keseragaman (E) menunjukan Tingkat keragaman sedang, gastropoda yang menempati perairan Pantai Desa Tanah Rata pada stasiun I memiliki kelimpahan tertinggi dimiliki oleh spesies Strombus labiatus sebesar 0,004ind/m². pola distribusi yang ditemukan di Pantai Desa Tanah Rata menunjukan pola Distribusi mengelompok.
SOSIALISASI JAMBAN SEHAT DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KELURAHAN WAY GUBAK, KECAMATAN SUKABUMI, KOTA BANDAR LAMPUNG (Socialization of healthy latrines with stunting events in way gubak village, Sukabumi district, Bandar lampung regency) Natalina, Natalina; Ergantara, Rani Ismiarti; Wulandari, Diah Ayu; Andriani, Rida Yuliana; Munira, Munira; Agustin, Nesti
Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jbmm.v2i2.8691

Abstract

Stunting in infants and children has until now become a major problem in the world, including Indonesia. One of the risk factors for stunting is poor environmental sanitation. Sukabumi Subdistrict has a prevalence of stunting in Bandar Lampung Regency so that it is one of the priorities of the Bandar Lampung Regency Government in an effort to reduce stunting. A healthy latrine is a family sanitation facility that must be owned by every household. The purpose of this activity is to increase public knowledge about healthy latrines by analyzing the relationship between the condition of the latrine and the incidence of stunted children. This research was conducted in the 1st ward of Way Gubak Village, Sukabumi District on 03 August 2022. The method used in this activity is an interactive lecture using a proyector slide tool prop with a presentation on small-scale, household and communal healthy latrines, followed by a question and answer. This activity was attended by 46 people from the way Gubak village.The results obtained include the community being very enthusiastic about the material provided; this can be seen from the questions asked by the community and the number of people who are able to answer questions. With this activity, it is hoped that it can change people's minds that healthy latrines are necessary for children's growth.
Formulasi, Evaluasi Fisik, Iritasi, dan Hedonik Masker Clay Kombinasi Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica) dan Asam Salisilat Mailisa, Wiska; Nasma, Intan Maulida; Chairunnisa, Chairunnisa; Munira, Munira
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1052

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi akibat infeksi bakteri dan produksi sebum berlebih. Salah satu upaya pencegahan dan perawatannya adalah penggunaan masker clay berbahan aktif alami yang memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi, seperti ekstrak daun mimba (Azadirachta indica). Kombinasi dengan asam salisilat diharapkan meningkatkan efek pembersihan pori, mengurangi minyak, dan mengangkat sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan memformulasi dan mengevaluasi masker clay kombinasi ekstrak daun mimba dan asam salisilat. Penelitian bersifat eksperimental dengan kadar asam salisilat 0,5% dan variasi konsentrasi ekstrak daun mimba F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (1,5%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, waktu pengeringan, daya sebar, uji iritasi kulit, dan uji kesukaan. Hasil menunjukkan seluruh formula memiliki bentuk pasta homogen berwarna hijau dengan aroma mint, pH 6,1–6,3, waktu pengeringan 15–18 menit, dan daya sebar 4,5–4,7 cm yang sesuai standar. Tidak ditemukan reaksi iritasi pada enam responden. Uji kesukaan menunjukkan formula F3 memperoleh nilai tertinggi pada parameter warna, aroma, dan tekstur. Dengan demikian, masker clay kombinasi ekstrak daun mimba dan asam salisilat dapat diformulasikan dengan karakteristik fisik yang baik, aman, dan disukai panelis.
Tingkat Adopsi Inovasi Wanita Tani Terhadap Pengolahan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Menjadi Abon Aimanah, Ummu; Munira, Munira; Pengerang, Fitrah; Rukka, Hermaya; Awalia, Pertiwi
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 7 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3860

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur pangan yang bermanfaat bagi tubuh karena sangat bergizi dan rendah lemak. Pengolahan jamur tiram putih menjadi abon adalah salah satu solusi alternatif pangan nabati, jamur tiram putih dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein nabati pengganti daging, sehingga turut berkontribusi dalam upaya peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Abon merupakan salah satu pangan yang banyak dikenal masyarakat, sehingga produk jamur abon dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang sangat menjanjikan.Tujuan dalam pengolahan abon jamur tiram putih adalah untuk mengetahui tingkat adopsi inovasi wanita tani terhadap pengolahan jamur tiram putih menjadi abon, keuntungan abon jamur tiram putih dan untuk meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan kelompok wanita tani dalam pengolahan jamur tiram putih menjadi abon. Metode dalam kajian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah Rasa, Tekstur, Aroma dan Warna. Hasil kajian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu P1 dengan bahan dasar jamur tiram putih 1000g dan cabai rawit 100g dengan nilai rata-rata uji organoleptik rasa 3,43, tekstur 3,4, aroma 3,08 dan warna 3,71.
Karakteristik Fisikokimia dan Antosianin Fruit Leather Markisa dengan Metode Cabinet Dryer Aimanah, Ummu; Munira, Munira; Haeruddin, Haeruddin
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 7 Nomor 1 April 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3415

Abstract

Buah markisa dapat diolah menjadi permen Fruit leather. Kandungan gula dalam markisa terdiri dari senyawa dekstrosa dan sukrosa. Sedangkan kandungan antosianin pada buah ini akan menambah nilai gizi dari permen markisa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisa kandungan antosianin dan  karakteristik fisikokimia  dari fruit leather Markisa. Metode penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kandungan antosianin mengacu pada metode Molyneux sedangkan untuk mengetahui kualitas fisik dilakukan Uji Organoleptik (warna, rasa dan aroma). Metode pengeringan dengan menggunakan metode cabinet dryer alat pengering yang bertingkat dengan menggunakan udara panas dalam ruang tertutup, teknologi pengering ini cocok digunakan untuk proses pengeringan permen dan bahan yang lainnya mudah sensitif terhadap panas dan bahan yang mudah berjamur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakukan pemberian kandungan gula pasir dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% pada pure markisa dan konsentrasi  penambahan karagenan 2 gram, 4 gram, 6 gram .Analisa sifat fisiko kimia  komponen antosianin dari fruit leather Markisa dengan Metode Dryer kadar air data diperoleh yang terbaik  perlakuan  C =18,08, vitamin C perlakuan D, 348,48 , Antosianin perlakuan C = 98,333, pH perlakuan C = 4,3, total bakteri perlakuan C  = 1,3. Uji Organoleptik (Warna, Rasa dan Aroma) hasil panelis yang terbaik pada warna pada perlakuan C = 8,76% , panelis terhadap rasa pada perlakuan D = 9,06 % dan panelis terhadap aroma pada perlakuan D = 9,0%.
The Tradition of Bilang Mule in Determining the Beginning of the Month of Ramadan from a Islamic Legal Perspective Sri Ujiana Putri; Munira, Munira; Siti Suarni, Siti Suarni
NUKHBATUL 'ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam Vol. 10 (2024): NUKHBATUL 'ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/nukhbah.v10i2.1802

Abstract

This study aims to find out how the determination of the beginning of the month of Ramadan in Islam and the review of Islamic law on the Bilang Mule Tradition in determining the beginning of the month of Ramadan is a case study in Badak Village, Central Aceh. The problems raised in this study are; First, how to determine the beginning of the month of Ramadan in Islam in Badak village, Central Aceh. Second, what is the Islamic view regarding the mule word in determining the beginning of the month of Ramadan in Badak Aceh Tengah village. In an effort to obtain answers to the problems, the researchers used a type of field descriptive research, using a normative, historical, and phenomenological approach. The research results found are; First, the determination of the beginning of the month of Ramadan from the perspective of Tengku Samin as the Chief Imam in Badak village, Central Aceh is carried out by the reckoning method in the form of a count of five method, the count of five method is included in the reckoning method because in the daily market it follows the concept of urfi reckoning. Second, the Islamic view regarding saying mule in determining the beginning of the month of Ramadan is not permissible because there is no similarity in how to follow the rukyatul hilal and reckoning.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Beberapa Jenis Bunga dengan Metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) munira, munira; Nasir, Muhammad; Halimatussakdiah
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v4i1.564

Abstract

Several ornamental plants such as roses (Rosa sp.), hibiscus flowers (Hibiscus rosa-sinensis) and butterfly pea flowers (Clitoria ternatea) function as medicinal ingredients. These flowers have varying colors. The varying colors of these flowers are caused by anthocyanin compounds which are part of the secondary metabolites of flavonoids. Flavonoids are part of the group of phenolic compounds and flavonoids have the ability to act as antioxidants. This research aims to determine the antioxidant activity levels of rose, hibiscus and butterfly pea flower extracts. This research is experimental. Extraction was carried out by maceration using 70% ethanol solvent. Determination of the antioxidant activity test using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) free radical scavenging method which was measured using a UV-Vis spectrophotometer. The results of the antioxidant activity test showed that rose flower extract had an IC50 value of 18.39 µg/ml and hibiscus flowers had an IC50 value of 3.56 µg/ml and butterfly pea flower had an IC50 value of 9.44 µg/ml. Hibiscus flowers have higher antioxidant activity than roses and butterfly pea flowers.
Konsep Keadilan Wali terhadap Hak Anak Yatim yang Dipoligami Perspektif al-Maṣlaḥah al-Mursalah: The Concept of Guardian Justice for the Rights of Orphans in Polygamy Perspective of al-Maṣlaḥah al-Mursalah Risdayani, Risdayani; Sam, Zulfiah; Munira, Munira
AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. 2 No. 1 (2023): AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/qiblah.v2i1.847

Abstract

This study aims to determine the concept of guardian justice for the rights of polygamous orphans in the perspective of al-Maṣlaḥah al-Mursalah. This research uses a type of qualitative descriptive research using a normative approach and using a deductive analysis method. The results of the study show that: (1) the urgency of polygamy justice in Islam is preventing tyranny against wives, avoiding the punishment of Allah SWT. the pain on the Day of Judgment, avoiding divisions in the family, not making it easy in Allah's law. and stay away from polygamy if you not be able to do justice to all wives; (2) the concept of guardianship for orphans in Islamic law, namely the guardianship of orphans is the same as the order of guardians in marriage; (3) the concept of guardian justice for the rights of polygamous orphans, namely that there is no difference in justice between polygamous orphans by their guardians and other women in terms of maintenance, clothing, shelter, night distribution and husband's kindness including giving dowry. The concept of guardian justice for the rights of polygamous orphans in the perspective of al-Maṣlaḥah al-Mursalah is carrying out polygamy procedures according to state law, namely the recording of polygamy in the Religious Courts which must be carried out by guardians who want to polygamy orphans under their guardianship for the benefit of personal, family and society.
Rukhsah bagi Penderita Depresi Mayor dalam Perspektif Fikih Ibadah: Easiness for People with Major Depression in the Perspective of Islamic Jurisprudence Munira, Munira; Sri Ujiana Putri; Nidaul Haq
AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. 3 No. 2 (2024): AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/qiblah.v3i2.1345

Abstract

Major depression is one of the serious psychological problems and can affect a person's quality of life significantly and can hinder individuals from carrying out worship optimally. This study aims to analyze the concept of rukhsah and its implications for people with major depression in the perspective of religious jurisprudence. This research is library research using normative and philosophical approach methods. The results showed that in the perspective of religious jurisprudence, people with major depression get rukhsah to carry out worship according to their conditions. In addition, this study also found several examples of rukhsah in worship such as the loss of worship obligations, replacing worship with lighter ones and getting help from others in carrying out worship. This research makes an important contribution in understanding the concept of rukhsah in religious jurisprudence for people with major depression. These findings can be used as a guideline for people with major depression and religious practitioners in facing challenges in carrying out worship. It is hoped that this research can increase public understanding and awareness and provide practical solutions in fulfilling worship obligations for people with major depression.
Implementasi Kaidah Mā Ḥurrimasaddan li al-Żarī’ah Ubīḥa li al-Maṣlaḥah al-Rājiḥah pada Tawaf Ifāḍah bagi Wanita Haid : Implementation of the Rules of Mā Ḥurrimasaddan li al-Żarī'ah Ubīḥa li al-Maṣlaḥah al-Rājiḥah in Tawaf Ifāḍah for Menstruating Women Muttazimah, Muttazimah; Munira, Munira; Wilda Reni; Muhamad Saddam Nurdin
AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. 2 No. 6 (2023): AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/qiblah.v2i6.1586

Abstract

This research aims to find out and understand the rules of mā ḥurrima saddan li al-żarī'ah ubīḥa li al-maṣlaḥah al-rājiḥah and their implementation in the tawaf ifāḍah of Hajj for menstruating women. This researcher used a type of library research using a normative and conceptual approach. The results of the research found that: first, the rules of mā ḥurrima saddan li al-żarī'ah ubīḥa li al-maṣlaḥah al-rājiḥah (something that is forbidden because of the saddan proposition li al-żarī'ah, then it becomes permissible if there is great benefit). What is forbidden to refuse rather than damage is not all that is absolutely permitted for the benefit or greater good, but it is mandatory to pay attention to the level of the benefit and its fulfillment because the greater benefit is permitted. Second, the prohibition of menstruating women from performing tawaf ifāḍah is saddan li al-żarī'ah that menstruating women are not allowed to pass through or linger in the mosque. However, based on the rules of mā ḥurrima saddan li al-żarī'ah ubīḥa li al-maṣlaḥah al-rājiḥah, contemporary ulama provide special space for the permissibility of tawaf ifāḍah for menstruating women when performing the Hajj. This is by looking at the advantages and disadvantages that the opportunity to perform the Hajj nowadays is not an easy thing, both in terms of time, energy, funds, and opportunities for each person in carrying out the Hajj pilgrimage. It is hoped that the research implications will become a reference, literature or consideration, as well as become a positive reference and information for society in general.
Co-Authors Abbas, Ririn Yulandari Abdullah, Syahrul Mubarak Abidin, Jenny Agus Yudiawan Agustin, Nesti Ahad, Yeny Aini, Quratul Ainun Mardiah Akhmad Hanafi Dain Yunta Aksiyah, Eli Alam, Aztri Fithrayani Andi Aladin Andi Sumardin, Andi Andriani, Rida Yuliana Andriani, Rika Andzala Cahyani Annisa Miftahussaadah Ansyari, Ilman Indra Arman, Muh Asri Jumadewi Audy Audy Aulia, Husnul Aulianshah, Vonna Awalia, Pertiwi Azzahra, Lilisa Azzahrah, Andi Chairunnisa Chairunnisa Cut Aja Nuraskin Daniel Happy Putra Darnengsih, Darnengsih Dedi Setiawan Dewi Indriani Diah Ayu Wulandari, Diah Ayu Diat, Diat ELIHAMI, ELIHAMI Ergantara, Rani Ismiarti Fangohoi, Latarus Fardilla, Cut Fathur Rahman Ferdi Ferdi, Ferdi Firdha Razak, Firdha Frengki Frengki, Frengki Gusnawati, G. Gusnawati, Gusnawati Gusriani Gusriani Haeruddin Haeruddin Haidir, Haidir Halimatussakdiah Hardyantoro, Vicko Tri Hasan Hasan Hasanah, Agna Khaeratul Heryansyah Humairah Ahsan Irwana Wahab, Irwana Iswandi, Muh Jadid, Miftahul Juliati, Juliati Kadja, Ranan Karim, Izma Khaerunnisa Khaerunnisa, Khaerunnisa Khairani, Zulfa Rahmalia Khaliza, Nur Khotibul Umam L, Andi Besse Sumpala La Ima, Tjameria Lilit, Sona Wanda M. Hatta Mahmuddin, Ronny Mailisa, Wiska Maldrian, Maldrian Mardini, Eki Marina Marina MARLINA, LILIS Maulida, Aura Miska, Laiyana Muhamad Saddam Nurdin Muhammad Nasir Muhammad Nusran muhammad rizky, muhammad Mujiati, Asfi Munawwarah, Al Mustafiah Mustafiah Muttazimah, Muttazimah Nasma, Intan Maulida Natalina Natalina Nazira, Jihan Nidaul Haq Nindia, Yuni Noni Zakiah Nur Fadillah, Nur Nuraeni Nuraeni Nurham, Nurham Nurmasita, Nurmasita Nurul Chairany Nurulrahmatia, Nafisah Nurzahwa, Cindy Lusiana Nusbah, Syam Suryanto octamelia, Mega Pamudi, Berwi Fazri Pengerang, Fitrah Puspitasari, Mutiara Dwi Putri, Dira Nita Yulia Putri, Julianti Rabiudin, Rabiudin Rachmanto, Muhammad Resky Rahayu, Eka Sri Rahmaniah Malik Ramadhani, Uni Rasidah Rasidah Rasmi Rasmi, Rasmi Reca Reca Rendy Retnaningati, Dewi Rini Handayani Risdayani, Risdayani Rony, Zahara Tussoleha Rosita, Nopi Rukka, Hermaya Sam, Nur Fitriana Sam, Zulfiah Samiun, Winda La Septiani, Mimin Sinta, Sinta Siti Suarni, Siti Suarni Sri Ujiana Putri Suparman Suparman Syamsiar, Syamsiar Takdir Syarif Uswanas, Wita Wahyuni, Etty Wilda Reni Yasin, Nur Azizah Yendari, Tirza Dwi Zakiyah Darajat Zartinawati, Nurfitrah