p-Index From 2021 - 2026
10.141
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Teknik Kimia USU Alchemy : Journal of Chemistry Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Jurnal Litbang Industri Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Chemurgy Jurnal Teknologi Pertanian JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan At-Tanzir : Jurnal Ilmiah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat jurnal syntax admiration Istinbath : Jurnal Hukum JES (Jurnal Ekonomi Syariah MEDIC MEdical Dedication REACTOR : Journal of Research On Chemistry And Engineering Medical Scope Journal (MSJ) Jurnal Litbang Edusaintech Pillar of Physics Education : Jurnal Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi (Telangke) Jurnal Teknik Kimia USU Jurnal Riset Ekonomi Syariah JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Journal of Comprehensive Science EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Journal of Industrial Community Empowerment Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Diseases SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education (IJMURHICA) Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Journal of Medical Studies Jurnal Sains dan Teknologi Al-Marsus : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Journal of Clean Technology International Journal of Sociology of Religion Joong-Ki PATRIOTIK: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Journal of Medical Studies

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH ( IMT ) TERHADAP KEJADIAN GENU VARUM DAN GENU VALGUM PADA ANAK-ANAK DI KOTA JAMBI Maydina Gusta; Charles A Simanjuntak; Miftahurrahmah; Fairuz
Journal of Medical Studies Vol. 1 No. 1 (2021): Journal of Medical Studies
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/joms.v1i1.14530

Abstract

ABSTRACT Background: Genu varum and Genu valgum are disorders of the growth of the leg bones caused by a shift in rotation in the joints between the knee and thigh bones, resulting in an abnormal angle between the thighbones and knees. Several factors can lead to excessive genu varum and genu valgum, include the development lower extremity of children, pathological condition, genetic predisposition, and high body mass index. Based on this, a study was conducted to determine whether there was a relationship between body mass index and genu varum and genu valgum in children. Methods: This type of research used in this research is a descriptive cross sectional. The research was conducted in kindergarten or early childhood education from 4 sub-districts in the city of Jambi, namely kecamatan jambi timur, kota baru, telanaipura and danau sipin during June-October 2019. The respondents consisted of 245 children who attend kindergarten or early childhood education in the city of Jambi. This research was conducted by measuring the respondent's weight, height and leg shape. Results: The results of the Spearman Correlation test have a positive value of 0.01, so it can be said that the relationship between Body Mass Index and genu varum and genu valgum is unidirectional. Conclusions: There is a significant correlation between the Body Mass Index to Genu varum and genu valgum, where the increase in body mass index, the more risk of genu varum and genu valgum. Keywords: Body mass Index, Genu varum, genu valgum. ABSTRAK Latar Belakang: Genu varum dan Genu valgum adalah gangguan pertumbuhan tulang kaki yang disebabkan terjadinya pergeseran rotasi pada persendian antara tulang lutut dan tulang paha sehingga mengakibatkan sudut yang terbentuk diantara kedua tulang paha dan lutut menjadi tidak normal. Genu varum dan Genu valgum dipengaruhi oleh perkembangan anggota gerak bawah anak, kondisi patologis, faktor genetik, dan indeks massa tubuh yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat hubungan indeks massa tubuh terhadap kejadian Genu varum dan Genu valgum pada anak-anak. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional yang bersifat deskriptif. Penilitian dilakukan di taman kanak-kanak (TK) atau Pendidikan anak usia dini (PAUD) dari 4 kecamatan dikota jambi yaitu kecamatan jambi timur, kota baru, telanaipura dan danau sipin selama bulan juni-oktober 2019. Responden terdiri dari 245 anak yang bersekolah di taman kanak-kanak (TK) atau Pendidikan anak usia dini (PAUD) dikota jambi. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur berat badan, tinggi badan, dan bentuk kaki responden. Hasil: Hasil uji Spearman Correlation nilai positif 0,01 sehingga dapat dikatakan hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Genu varum dan Genu valgum bersifat searah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh terhadap Genu varum dan Genu valgum, dimana semakin meningkatnya indeks massa tubuh maka semakin berisiko terjadinya genu varum dan genu valgum. Kata Kunci: Indeks massa tubuh, Genu varum, Genu valgum
GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR SETELAH PEMBERIAN MADU INTRAPERITONEAL POST LAPAROTOMI Indah Putri Armita; Miftahurrahmah Maria; Budi Justitia
Journal of Medical Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Journal of Medical Studies
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/joms.v1i2.16571

Abstract

ABSTRACT Background: Jambi honey, given intraperitoneally, was demonstrated to be effective as an anti-adhesion agent after laparotomy. Based on several studies, honey given orally can prevent drug-induced kidney cell damage. Objectives: knowing the description of the histopathology of the kidney of male Wistar strain after administration of intraperitoneal honey. Methods: The type of research used is experimental laboratory research that uses a post test only control group design. 20 male wistar rats were divided into 4 groups. Group A as a control group, group B receiving 0.9% NaCl 3ml intraperitoneally, group C rats receiving 0.27ml intraperitoneal honey, group D rats receiving 0.54ml intraperitoneal honey. The data will be analysed with Univariate analysis method. Results: The glomerulus was damaged with Bowman's spatium edema the most. In the tubules, the most severe damage was haemorrhagic in the control group and interstitial inflammation in all groups with a mild degree. Conclusions: The results of histopathological examination of the kidneys showed damage in the form of Spatium Bowman's edema, hemorrhagic, and interstitial inflammation in all groups.Keywords: Jambi Honey, kidney, histopathology. ABSTRAK Latar Belakang: Madu Jambi yang diberikan secara intraperitoneal sudah terbukti dapat digunakan sebagai antiadhesi pasca laparotomi. Berdasarkan beberapa penelitian madu yang diberikan secara oral dapat mencegah terjadinya kerusakan sel ginjal yang diinduksi obat. Tujuan: Mengetahui gambaran histopatologi ginjal tikus putih jantan galur wistar setelah pemberian madu intraperitoneal. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan post test only control group design. 20 tikus jantan galur wistar terbagi menjadi 4 kelompok. Kelompok A sebagai kelompok kontrol, kelompok B yang mendapatkan NaCl 0,9% 3ml intraperitoneal, kelompok C tikus yang mendapatkan Madu 27ml intraperitoneal, kelompok D tikus yang mendapatkan Madu 0,54ml intraperitoneal. Hasil: Pada glomerulus didapatkan kerusakan dengan edema spatium bowman paling banyak. Pada tubulus kerusakan berupa hemoragik derajat berat paling banyak pada kelompok kontrol dan inflamasi interstitial pada semua kelompok dengan derajat ringan. Kesimpulan: Hasil pemeriksaan gambaran histopatologi ginjal menunjukkan adanya kerusakan berupa edema spatium bowman, hemoragik, dan inflamasi interstitial pada semua kelompok. Kata Kunci: Madu Jambi, ginjal, histopatologi
PERBANDINGAN GAMBARAN MIKROSKOPIK KERUSAKAN HEPAR DAN GINJAL TIKUS WISTAR YANG DIBERI MADU INTRAABDOMINAL SEBAGAI ANTIADHESI Suseno Febrianto; Miftahurrahmah Miftahurrahmah; Armaidi Darmawan
Journal of Medical Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Medical Studies
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/joms.v2i1.18090

Abstract

ABSTRACT Background: Honey is a non-pharmacological agent that has various effects, one of which is anti-adhesion. In a previous study, Jambi forest honey administered intraperitoneally was proven to be used as an anti-adhesion after laparotomy. But like other traditional medicines, high doses of honey orally can cause damage to the liver and kidneys. Objectives: to investigate the effect of honey given intraperitoneally. Methods: This research is a laboratory experimental study that uses a randomized controlled design method using a post test only control group design pattern, where previous studies have been carried out with Wistar male white rats and continued with paraffin blocks. The paraffin block group consisted of 3 groups. The control group was NaCl 0.9% 3ml, the honey group was 0.27 ml, and the honey group was 0.54 ml. Then histopathological preparations were made. Observations were made with a light microscope with 100X and 400X magnifications. Data were analyzed by Kruskal-Wallis test. Results: Histology of the kidney. The average degree of hemorrhage in group A, group B was mild, and group C was mild. Interstitial inflammation in all groups showed mild. Histology of the liver. The mean sinusoidal dilatation in group A, group B was mild, and group C was mild. Lobular inflammation showed that all groups were mild Conclusions: Intra-abdominal forest honey as anti-adhesion is relatively safe because it can not cause kidney and liver damage. Keywords: Jambi forest honey, antiadhesion, kidney, liver, histology ABSTRAK Latar Belakang: Madu merupakan agen nonfarmakologi yang memiliki efek beragam salahsatunya antiadhesi. Pada penelitian sebelumnya madu hutan Jambi yang diberikan secara intraperitoneal terbukti bisa digunakan sebagai antiadhesi pasca laparotomi. Namun layaknya obat tradisional lainnya, madu dosis tinggi secara oral bisa menyebabkan kerusakan pada hepar dan ginjal. Tujuan: untuk mengetahui efek madu yang diberi secara intraperitoneal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik yang menggunakan metode rancangan acak terkontrol dengan menggunakan pola post test only control group design, dimana telah dilakukan penelitian sebelumnya dengan hewa coba tikus putih jantan wistar.dan dilanjutkan berupa blok parafin. Kelompok blok parafin terdiri dari 3 kelompok. Kelompok kontrol NaCl 0,9% 3ml, kelompok madu 0,27 ml, dan kelompok madu 0,54 ml. Kemudian dibuat preparat histopatologi. Pengamatan dilakukan dengan mikroskop cahaya perbesaran 100X dan 400X. Data dianalisa dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Gambaran histologi ginjal. Rerata derajat hemorage pada kelompok A, kelompok B ringan, dan kelompok C ringan. Inflamasi interstitial pada semua kelompok menunjukan ringan. Gambaran histologi hepar. Rerata dilatasi sinusoid pada kelompok A, kelompok B ringan, dan kelompok C ringan. Inflamasi lobular menunjukan semua kelompok didapatkan ringan. Kesimpulan: Pemberian madu hutan intraabdominal sebagai antiadhesi relatif aman karena dapat tidak menyebabkan kerusakan ginjal dan hepar. Kata kunci: Madu hutan Jambi, antiadhesi, ginjal, hepar, histologi
PERBANDINGAN DAYA HAMBAT MINYAK ATSIRI GREEN TEA DAN TEA TREE TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus Dea Manda Fredella; Ave Olivia Rahman; Miftahurrahmah Miftahurrahmah
Journal of Medical Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Medical Studies
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/joms.v2i1.18094

Abstract

ABSTRACT Background: Infectious diseases are a problem that is still a global concern. Staphylococcus aureus is a bacterium that is the most common cause of infection in the world. Treatment of infectious diseases is generally with antibiotics. One of the antibiotics that can be used to treat Staphylococcus aureus bacterial infection is chloramphenicol. An alternative that can be developed to reduce the problem of Staphylococcus aureus infection and resistance to antibiotics is the use of herbal plants or medicinal plants. The herbal plants that can be used are green tea leaf essential oil and tea tree essential oil. Methods: The type of research used is True Experimental with Posttest Only With Control Group Design. In this study, the materials to be tested were green tea essential oil and tea tree essential oil against Staphylococcus aureus bacteria with chloramphenicol as a positive control and aquadest as a negative control. Results: The average diameter of the inhibition zone on green tea essential oil was 11.45 mm, tea tree essential oil was 16.22 mm, positive control was 25.58 mm, while the negative control had no inhibition zone. and Green tea and tea tree essential oils are positive for alkaloids, tannins and terpenoids.Conclusions: There is a difference in the inhibitory power of green tea essential oil with tea tree. Keywords: Essential Oil, Green Tea, Tea Tree, Bacteria ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit infeksi merupakan masalah yang masih menjadi perhatian dunia. Bakteri Staphylococcus aureus adalah bakteri yang merupakan penyebab infeksi tersering didunia. Pengobatan penyakit infeksi umumnya dengan pemberian antibiotik. Salah satu antibiotik yang dapat digunakan dalam mengobati infeksi bakteri Staphylococcus aureus adalah kloramfenikol. Alternatif yang dapat dikembangkan untuk mengurangi permasalahan infeksi bakteri Staphylococcus aureus dan resisten terhadap antibiotik adalah penggunaan tanaman herbal atau tanaman obat. Adapun tanaman herbal yang dapat digunakan adalah minyak atsiri daun teh hijau (green tea) dan minyak atsiri tea tree. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah True Eksperimental dengan Posttest Only With Control Group Design. Pada penelitian ini bahan yang akan diuji adalah minyak atsiri green tea dan minyak atsiri tea tree terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan antibiotik kloramfenikol sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil: Diperoleh rerata diameter zona hambat pada minyak atsiri green tea sebesar 11,45 mm, pada minyak atsiri tea tree sebesar 16,22 mm, kontrol positif sebesar 25,58 mm, sedangkan kontrol negatif tidak memiliki zona hambat dan Minyak atsiri Green tea dan tea tree positif mengandung senyawa alkaloid, tanin dan terpenoid. Kesimpulan: Terdapat perbedaan daya hambat minyak atsiri green tea dengan tea tree. Kata Kunci: Minyak Atsiri, Green Tea, Tea Tree, Bakteri
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Obesitas Anak pada Anak SD Diniyyah Al-Azhar Jambi Hannaya Putri; Raihanah Suzan; Miftahurrahmah Miftahurrahmah
Journal of Medical Studies Vol. 3 No. 3 (2023): Journal of Medical Studies
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/joms.v3i3.28433

Abstract

ABSTRACT Background: Based on the results of Riskesdas Jambi Province in 2018, Jambi City has the fourth highest prevalence of childhood obesity out of 34 provinces in Indonesia at 11.4%. The existence of an unbalanced diet can cause an energy imbalance in the body which causes obesity. The purpose of this study was to determine the relationship between diet and the incidence of childhood obesity in children. SD Diniyyah Al-Azhar Jambi. The purpose of this research was to determine the relationship between dietary habits and the incidence of childhood obesity in elementary school children in Diniyyah Al-Azhar Jambi. Methods: This research is a type of analytical research using a cross-sectional design. Data analysis was carried out to test the hypothesis by using the Chi-Square test. Results: there are many obesity cases (54.3%) and there are many unbalanced eating habits (57.6%). The results of the statistical analysis of eating habits (p-value 0.001) with obesity in children show a strong relationship. Conclusion: The results of the statistical analysis of eating patterns (p-value 0.001) with obesity in children show a strong relationship. Keywords: Obesity, Dietary habits, Children ABSTRAK Latar belakang: Berdasarkan hasil Riskesdas Provinsi Jambi tahun 2018, Kota Jambi menduduki prevalensi obesitas anak tertingi keempat dari 34 provinsi di Indonesia sebesar 11,4%. Adanya pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi dalam tubuh yang menimbulkan obesitas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian obesitas anak pada anak SD Diniyyah Al-Azhar Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian obesitas anak pada anak SD Diniyyah Al-Azhar Jambi. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan uji Chi- Square. Hasil: Ditemukan banyak kejadian obesitas (54,3%) dan banyak pola makan tidak seimbang (57,6%). Hasil analisis statistik pola makan (p-value 0,001) dengan obesitas pada anak menunjukan hubungan yang kuat. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian obesitas anak pada anak SD Diniyyah Al-Azhar Jambi. Kata kunci: Obesitas, Pola Makan, Anak
Inovasi Media Pembelajaran MPASI pada Blok Elektif Gizi Klinik Suzan, Raihanah; Halim, Rita; Ayudia, Esa Indah; Miftahurrahmah, Miftahurrahmah
Journal of Medical Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Medical Studies
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/joms.v3i2.27366

Abstract

ABSTRACT Background: Since the Covid-19 pandemic took place worldwide, distance learning has replaced traditional face-to-face learning in the classroom. Therefore, it is necessary to innovate learning media that can support the student learning process. The learning media innovation carried out in this study was making a video on the practice of making MPASI. Methods: Evaluation of learning media using a questionnaire given to media experts, material experts, and users (students). Results: There were two media experts, two material experts, and 35 users (students) who were respondents to this study. All media experts agree that learning media can be used, but one media expert still suggests revisions for the future. All material experts agree that learning media can be used without revision. All users (students) agree that learning media can be used, but 12 users (34.3%) suggest revisions to learning media for the future. Conclusion: The current learning media can be used, but it still requires a slight improvement in the future. Keywords: Learning media innovation, MPASI, Covid-19 ABSTRAK Latar belakang: Sejak terjadinya pandemi covid-19 yang berlangsung diseluruh dunia, pembelajaran jarak jauh telah menggantikan pembelajaran tatap muka tradional di dalam kelas. Oleh karenanya diperlukan inovasi media pembelajaran yang dapat menunjang proses pembelajaran mahasiswa. Inovasi media pembelajaran yang dilakukan pada penelitian ini adalah pembuatan video praktek pembuatan MPASI. Metode: Untuk mengevaluasi media pembelajaran digunakan kuesioner yang diberikan kepada ahli media, ahli materi dan pengguna (mahasiswa). Hasil: Terdapat 2 orang ahli media, 2 orang ahli materi dan 35 orang pengguna (mahasiswa) yang menjadi responden dalam penelitian ini. Semua ahli media setuju bahwa media pembelajaran sudah dapat digunakan, namun salah satu ahli media masih menyarankan adanya revisi untuk kedepannya. Semua ahli materi telah setuju bahwa media pembelajaran sudah dapat digunakan tanpa revisi. Semua pengguna (mahasiswa) setuju bahwa media pembelajaran sudah dapat digunakan, namun terdapat 12 orang (34,3%) pengguna (mahasiswa) yang menyarankan adanya revisi media pembelajaran untuk kedepannya. Kesimpulan: Media pembelajaran saat ini telah dapat dipergunakan, namun masih memerlukan sedikit perbaikan untuk kedepannya. Kata Kunci: Inovasi media pembelajaran, MPASI, Covid-19
Gambaran Mikroskopik pada Hepar Tikus Putih Setelah Pemberian Madu sebagai Anti Adhesi Pasca Laparotomi Af, Intan Fatayat; Miftahurrahmah, Miftahurrahmah; Mulyadi, Deri
Journal of Medical Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Medical Studies
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/joms.v3i2.27369

Abstract

ABSTRACT Background: Honey contains heterogeneous substances that inhibit the growth of gram-positive and gram-negative bacteria. It has an anti-inflammatory effect and enhances the healing process after peritoneal damage. Honey, given intraperitoneally, as much as 34% will be absorbed into the systemic circulation and metabolized by the liver. Methods: Paraffin blocks of rat liver organs weighing 200 grams were divided into four groups. Group A was the control group; Group B was given 3 ml of NaCl; Group C was given 0.27 ml of honey intraperitoneally; and Group D was given 0.54 ml of honey intraperitoneally. Histological examination of liver preparations with 40x and 100x magnification microscope. Results: The study showed changes in cell structure in the form of bleeding, portal inflammation, inface hepatitis, lobular inflammation and vacuolization in all treatment groups. Conclusion: Damage to hepatocyte cells in the form of bleeding, portal inflammation, inface hepatitis, lobular inflammation and vacuolization with observations of all fields of view was found in all treatments, namely giving honey at a dose of 0.27 ml, 0.54 ml honey, given 0.9% NaCl 3 ml and the control group. Keywords: Honey, Liver, Anti adhesi ABSTRAK Latar Belakang: Madu mengandung zat heterogen menghambat tumbuhnya bakteri gram positif dan gram negatif, memiliki efek antiinflamasi, dan meningkatkan proses penyembuhan setelah kerusakan peritoneal. Madu yang diberikan secara intraperitoneal, sebanyak 34% akan diserap ke dalam sirkulasi sistemik dan dimetabolisme oleh hepar. Metode: Blok paraffin organ hepar tikus dengan berat 200 gram yang dibagi 4 kelompok. Kelompok A kelompok kontrol, kelompok B diberikan NaCl 3 ml, kelompok C diberikan madu 0,27 ml intraperitoneal, kelompok D diberikan madu 0,54 ml intraperitoneal. Pemeriksaan histologi preparat hepar dengan mikroskop pembesaran 40x dan 100x. Hasil: Hasil dari penelitian terdapat perubahan struktur sel berupa perdarahan ,portal inflamasi, inface hepatitis, lobular inflamasi dan vakuolisasi pada semua kelompok perlakuan. Kesimpulan: Kerusakan sel hepatosit berupa perdarahan, portal inflamasi , inface hepatitis, lobular inflamasi dan vakuolisasi dengan pengamatan seluruh lapangan pandang didapatkan pada semua perlakuan yaitu pemberian madu dosis 0,27ml ,madu 0,54ml, diberikan NaCl 0,9% 3 ml dan kelompok kontrol. Kata Kunci: Madu, Hepar, Anti adhesion
Gambaran Karakteristik Pasien Bedah Anak dengan Apendisitis di RSUD Raden Mattaher Jambi Muhammad Anharuddin; Miftahurrahmah; Huntari Harahap; Willy Hardy Marpaung; Esa Indah Ayudia
Journal of Medical Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Medical Studies
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/joms.v4i1.32091

Abstract

Karakteristik Pasien Pembedahan Laparoscopy pada Bagian Bedah Anak Di RSUD Raden Mattaher Jambi Tahun 2018-2022 Husnun Nisa; Miftahurrahmah; Esa Indah Ayudia; Anton Trihartanto; Huntari Harahap
Journal of Medical Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Medical Studies
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/joms.v4i2.36451

Abstract

ABSTRACT Background: Single-port laparoscopy or Single Incision Laparoscopic Surgery (SILS) is a modern technique in laparoscopic surgery. The purpose of this study was to determine the Characteristics of Patients with Laparoscopic Surgery in the Pediatric Surgery Department based on gender, age, initial diagnosis of disease, laparoscopic surgery technique, types of laparoscopic procedures, and length of stay. Method: This study retrospectively analyzed data obtained using secondary data from medical records of surgical patients with laparoscopic surgery in the pediatric surgery department from January 2018 to December 2022 at Raden Mattaher Jambi Hospital. The cases were identified using total sampling in sample selection and using univariate analysis. Results: From 30 cases of laparoscopic surgery in pediatric patients at Raden Mattaher Jambi Hospital from 2018-2022, the following characteristics were found: male gender (60%), age 11-18 years (50%), initial diagnosis of acute appendicitis (74%), TriPort laparoscopic procedure technique (80%), type of laparoscopic appendectomy (87%), and average length of stay 2,37 days (67%). Conclusion: The most characteristics of pediatric laparoscopic surgery patients were male, age range 11-18 years, initial diagnosis of acute appendicitis, TriPort laparoscopic technique, type of laparoscopic appendectomy, and average length of stay 2,37 days. Keyword: Laparoscopy, SILS, Pediatric surgery ABSTRAK Latar Belakang: Laparoskopi Single port atau Single Incisions Laparoscopic Surgery (SILS) adalah teknik modern dalam operasi laparoskopi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Karakteristik Pasien Pembedahan dengan Tindakan Laparoskopi pada bagian Bedah Anak berdasarkan jenis kelamin, usia, diagnosis awal penyakit, teknik tindakan laparoskopi, jenis tindakan laparoskopi, dan lama rawatan. Metode: Penelitian ini secara retrospektif menganalisis data yang diperoleh menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien pembedahan dengan tindakan laparoskopi pada bagian bedah anak dari Januari 2018 hingga Desember 2022 di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi. Kasus kasus tersebut diidentifikasi menggunakan total sampling dalam pemilihan sampel dan menggunakan analisis univariat. Hasil: Dari 30 kasus laparoskopi pada bedah anak di RSUD Raden Mattaher tahun 2018- 2022, ditemukan karakteristik sebagai berikut: jenis kelamin laki-laki (60%), usia 11-18 tahun (50%), diagnosis awal penyakit appendicitis akut (74%), teknik tindakan laparoscopy TriPort (80%), jenis tindakan laparoscopy appendectomy (87%), dan rata-rata lama rawatan 2,37 hari (67%). Kesimpulan: Karakteristik pasien pembedahan laparoskopi bagian bedah anak terbanyak berjenis kelamin laki-laki, rentang usia 11-18 tahun, diagnosis awal penyakit appendicitis akut, teknik tindakan laparoskopi TriPort, jenis tindakan laparoscopy appendectomy, dan rata-rata lama rawatan 2,37 hari. Kata Kunci: Laparoskopi, SILS, Bedah Anak
Co-Authors A. Ghanaim Fasya Abdul Karim Hidayatullah Ade Tan Reza Adelia Adelia, Adelia Af, Intan Fatayat Ahmad Hanapi Ahmad Syauqy Aini, Apsari Puspita Al Zuhri An Aldia Asrial Anang Baharuddin Sahaq Anati Purwakanthi, Anati Anati Purwakhanti Andini Agustina Andini Agustina Annissa Delfira Anton Trihartanto Arif Mubarok Armaidi Darmawan Ave Olivia Rahman Bernhard Arianto Purba Budi Justicia Budi Justitia Budi Justitia Bunga Yunita Cahyani, Luthfi Nazwa Andya Caniago, Mitha Fitriani Chairunnisak, Aula Charles A Simanjuntak Citra Maharani Dalimunthe, Nurhanisah Dea Manda Fredella Dennis Farina Nury Denok Tri Hardiningsih Desniorita Desniorita Deswita, Santi Dewi Putri dewi, hasna Dia, Esa Indah Ayu Eko Supriadi Elda Pelita Ellysa Ellysa Ellysa Enis, Rina N. Enny Nurmalasari Erny Kusdiyah Esa Ayudia Esa Indah Ayu, Esa Indah Esa Indah Ayudia Fairuz Quzwain Fauziah Hayat, Riska Febriani, Afifah Ferry Ikhsandy Fuja Novitra Hafizah Hafizah Hafizah Hannaya Putri Hera Susanti, Hera Hibrah, Hibrah Hidayat, Faisal Hilmi Intan Humaryanto Humaryanto Humaryanto, Humaryanto Huntari Harahap Husnun Nisa Ihlasul Amal Ihsan, Muhammad Taufik Imam Taufiq Siregar, Mara Imam, Mara Indah Ayudia, Esa Indah Putri Armita Indri Okta Sapitri Irfannuddin Irfannuddin Irfanuddin Irman Irman Iskandar, Mirna Marhami Isti Andini Iwan Wahyudi Jerry Justicia, Budi Justitia, Budi Kamaluddin Kamaluddin Kholidun Najib La Ode Reskiaddin Lahiria Wuliana Ahromi Lailatul Husna Lulrahman, Faldi M, Amzah Maria, Ima Marwan Marwan Maulana, Ihsan Maulana, Ikhsan Arya Maulidia Imastary Tan Maydina Gusta Moh. Irawan Zain Muhammad Anharuddin Muhammad Arvienji Wardaya Muhammad Rais Muhammad Rais Muhammad Zulfikar Luthfi Muizzudin Muizzudin Mulyadi, Deri Munadi Munadi Mursalin, Adhywira Muslehudin, Muslehudin N. H. , Harmiwati N.H, Harmiwati Nadiareta Sitorus Nurdin, Hanifah Nurillahi, Resi Nuriyah, Nuriyah Nurpathonah, Nurpathonah Oktria, Dandi Pajaria, Suci Ade Patrick Wiliam Gading Popi Febrianti Pujantiyo, Bambang S. Purba, Ari Pranata Primisa Putra, Reski Lediyo Putri Sari Wulandari Putri, Yosine Yulya Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Annisa Rahmadani, Firinia Raihanah Suzan Ramadhan, Ghozi F. Regna Tri Jayanti Resi Levi Permadani Rina Nofri Enis Riska Fauziah Hayati Rita Halim Rita Youfa Rizal, Deri Rizki Fadhillah Lubis Romi, Muhammad Sahaq, Anang Baharuddin Saiful Amri Samsirun Halim Sanjaya, Nady Septia, Kavita Sirin, Muchni Zalfa SITI NUR AISYAH Siti Nurhaliza Sri Kaidah Suhendrayatna Suhendrayatna Suhendrayatna Supriadi, Eko Surya, Dhanu Fransgio Pratama Susan, Raihanah Susanti Melinda susanti, septria Suseno Febrianto Sutri, Reni Suzan, Raihanah Syamsiar, Syamsiar Tarawifa, Susan Tia Wida Ekaputri Tosty Maylangi Sitorus, Tosty Maylangi Ulfatul Mardiyah Veonika, Dea Anenta Wahyu Indah Dewi Aurora Warsito, Dimo Dzaky Wida Ekaputri Hz, Tia Willi Hardy Marpaung Willy Hardy Marpaung Willy Hardy Marpaung Willy Hardy Marpaung Willy Hardy Marpaung Wirdati, Wirdati Yahya, Agung Kurnia Yenni Darvina Yurnetti, Yurnetti Yusmar Yusuf Yustiloviani, Yustiloviani Zahra Frizki Asty Zaindanu, Yoan Zuhri, Al Zulfa Ahmad Kurniawan