p-Index From 2021 - 2026
6.132
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

POLAASUH OTORITER-DEMOKRATIS DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Putra, Ilham Andika; Darmawan, Cecep; Syam, Syaifullah
SOSIETAS Vol 8, No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.456 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v8i1.12504

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan kesadaran anti korupsi. pendidikan anti korupsi ini harus dimulai dari keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak. Khususnya dalam penelitian ini akan mengkaji bagaimana pentingnya pola asuh orang tua sebagai agen pendidikan pertama dalam menanamkan pendidikan anti korupsi. dari ketiga pola asuh antara otoriter, demokratis dan permisif, pola asuh yang akan dikaji hanya pola asuh otoriter-demokratis. Hal ini sesuai dari topik dalam kajian ini yang terfokus pada pola asuh otoriter-demokratis yang diterapkan orang tua dalam mengatasi timbulnya sikap korupsi. informan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 5 keluarga inti yang mempunyai anak di Kota Bandung. Orang tua dengan kriteria berusia pendidikan terakhir SD sampai perguruan tinggi dan sedangkan anak berusia pendidikan SD sampai SMP. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan orang tua tentang pentingnya pendidikan anti korupsi dan pemilihan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak agar tujuan dari pendidikan anti korupsi tercapai dengan baik.
PERUBAHAN UNSUR-UNSUR SENI PERTUNJUKAN RAKYAT SISINGAAN DI KABUPATEN SUBANG Darmawan, Cecep; Alya A, Mirna Nur; Saraswati N, Anindita
SOSIETAS Vol 6, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.537 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v6i1.2866

Abstract

Adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada seni pertunjukan rakyat sisingaan yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman. Terdapat perubahan pada unsur-unsur seni pertunjukan rakyat sisingaan yang mengarah pada perkembangan seperti unsur seni rupa dan busana pengusung yang dibuat semakin menarik dengan warna-warna yang cerah, unsur widitra (karawitan) dan sinden yang dikolaborasikan dengan alat musik modern seperti gitar dan bass, serta unsur gerak tari yang semakin kreatif dan seringkali dipadukan dengan atraksi yang dapat menghibur para penonton. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ditinjau dari lingkup wilayahnya merupakan penelitian kasus yang hanya meliputi wilayah yang sempit namun dapat menggali lebih mendalam. Subjek penelitian ini ada kelompok seniman sisingaan Putra Jamparing Group yang berlokasi di Blok Cibogo, RT. 25/ RW. 06 Nomor 37 Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang. Kelompok seniman sisingaan Putra Jamparing Group merupakan kelompok seniman sisingaan yang telah berdiri sejak tahun 1997 dan hingga saat ini masih bertahan menjaga eksistensinya.  Kata Kunci: Perubahan Sosial dan Budaya, Seni Pertunjukan Rakyat Sisingaan.  
PEMBENTUKAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN SMANDARIKAL Insan, Radix Khoerul; Nurdin, Encep Syarief; Darmawan, Cecep
SOSIETAS Vol 7, No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosietas.v7i1.10351

Abstract

Smandarikal merupakan ekstrakurikuler yang eksistensinya  masih tetap terjaga sampai saat ini. Beragam program kegiatan dilaksanakan baik dalam pengaderan maupun kegiatan luar pengaderan. Di zaman yang semakin berkembang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih. Namun, kemajuan tersebut tidak diiringi dengan kesadaran manusia akan kepedulian lingkungan. Dampak dari kejadian tersebut, terjadinya timpang tindih antar kemajuan dengan keadaan lingkungan. Oleh sebab itu kegiatan-kegiatan kepedulian lingkungan yang dilakukan Smandarikal bertujuan untuk membentuk sikap kepedulian anggota dan pihak yang berkaitan serta sebagai bentuk aplikasi dari kepedulian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensif seseorang individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus tertentu. Oleh sebab itu, studi kasus tepat dalam penelitian tentang Smandarikal. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk program kegiatan Smandarikal dalam kepedulian lingkungan, berdampak pada sikap kepedulian anggota,   pihak   yang   berpartisipasi   dalam   kepedulian   lingkungan.   Program   kegiatan kepedulian itu meliputi (1) program peduli lingkungan sekolah (PPLS), (2) pembuatan jargon dan   iklan   tentang   lingkungan,   (3)   pengolahan   dan   pembuatan   pupuk   kompos,   (4) penyemaian, penanaman, dan reboisasi, (5) prokasih (program kali bersih), dan (6) GSG (gerakan sapu gunung).
IMPLEMENTASI MODEL KADERISASI MAHASISWA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER UNGGUL DI MASJID SALMAN Najamunnisa, Anis; Darmawan, Cecep; Nurbayani K, Siti
SOSIETAS Vol 7, No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.96 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v7i2.10357

Abstract

Generasi muda merupakan generasi yang membutuhkan figur yang baik untuk menjadi teladan dalam bersikap dan berperilaku. Namun, keadaan moral mengalami kemerosotan, sehingga menyebabkan terjadinya perilaku menyimpang dalam kehidupan sosial. Dalam hal ini, perlu adanya dasar pembinaan karakter, agar generasi muda tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal negatif, salah satunya melalui generasi muda terdidik mahasisiwa. Insan muda yang terdidik menjadi harapan agar menjadi benteng dan menularkan karakter unggul pada masyarakat. Dalam hal ini, Masjid kampus Salman ITB, memiliki tujuan untuk mendidik mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh ke dalam hal-hal yang negatif, salah satunya melalui kegiatan rutin program kaderisasi. Kaderisasi Salman yang bertujuan untuk mengkader mahasiswa agar dapat mewariskan nilai-nilai yang terkandung di Salman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menekankan kepada gambaran mengenai kegiatan kaderisasi Salman dalam membangun kualitas karakter mahasiswa yang unggul. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Peneliti melakukan kegiatan wawancara mendalam dengan beberapa informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, melalui kegiatan kaderisasi Salman, mahasiswa dilatih untuk berpikir cara menyelesaikan permasalahan, tidak hanya menyelesaikannya namun harus memiliki visi jangka panjang. Kedua, model yang diterapkan dalam kegiatan kaderisasi Salman menggunakan model pembergaulan, dengan cara mengenalkan mahasiswa dengan sesamanya, memperkenalkannya dengan tokoh-tokoh inspiratif, agar dapat menularkan semangatnya, dan memberikan peran yang berupa tanggung jawab untuk dilaksanakan. Ketiga, upaya memonitoring peserta kaderisasi melalui kegiatan usroh (keluarga/mentoring) bagi mahasiswa yang berada di Bandung, dan memberikan buku saku untuk dilaporkan perkembangannya bagi mahasiswa di luar Bandung. Keempat, kendala yang dihadapi dalam kegiatan kaderisasi Salman diantaranya kurangnya koordinasi antarpanitia, kurangnya sarana dan prasarana, dan perubahan cuaca yang sulit di prediksi. Adapun solusi yang dilakukan diantaranya memperbaiki kembali koordinasi antarpanitia, memperbaiki dan mengganti sarana dan prasarana yang rusak, dan panitia serta peserta diingatkan agar lebih sigap saat menghadapi perubahan cuaca..
The Use of the Natuna Game About the Natural Wealth of the Natuna Marine on National Awareness of the Post-Millennial Generation Ibrahim, Intan Maharani; Suryadi, Karim; Darmawan, Cecep; Nurbayani, Siti
ASEAN Journal of Science and Engineering Vol 4, No 2 (2024): AJSE: September 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ajse.v4i2.71223

Abstract

This research aims to explain the influence of using Natuna games in understanding natural wealth on the national consciousness of the post-millennial generation (Gen-Z). The method used is Design-based Research, through the stages of analysis, design, development, and evaluation. The results of the research are in the form of Game Natuna. Several validation tests were carried out on the product, namely in terms of material, media, and readability for representatives of the Gen-Z with a validation percentage in terms of material, media, and readability respectively of 95.22, 90.25, and 92.60%. Apart from that, a media implementation was also carried out on 80 Gen-Z people, where the results showed there was a significant difference in national awareness of Gen-Z who used Natuna games compared to Gen-Z who did not use Natuna games. Where students who use the Natuna game have an average national awareness score of 84.10, while those who don't use the Natuna game have an average score of 81.60. It can be concluded that the game Natuna Media developed is very suitable for use and is expected to increase awareness across generations in maintaining national resilience. It is recommended for further research to develop the Natuna game more widely and increase the sense of national awareness.
Promoting Ksatria Bela Negara comic through the Webtoon for the prevention and control Covid-19 Anggraeni, Leni; Darmawan, Cecep; Tanshzil, Sri Wahyuni; Jubaedah, Edah
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v18i1.39377

Abstract

During the Covid-19 pandemic, everyone must be at home and keep a distance using a mask. The spread massively. It becomes the basis for all stakeholders to find solutions, both in the form of preventive (prevention) and curative (cure). One of the strategic educational media used to prevent and overcome covid-19 for the current generation of digital natives is through digital comics or webtoons. Comics in digital form has many advantages over printed comics. Based on this, the research aims to find out how the impact of the promotion of the National Defense Knight Comics through the Webtoon as an educational medium for preventing and controlling Covid-19 for the community. The method used is Research and Development (R&D) using the Waterfall development model. The results of this review show that promoting comics of state defense knights through webtoons can become a medium of persuasion for education on preventing and overcoming Covid-19. The innovative education offered by the knight Bela Negara comic designs webtoon readers to be closer to the story and characters because it is more humane, so that they are able to show the effects in the form of responses, both cognitive (knowledge development), affective (through positive attitudes) and connective (action as the results of stimulating positive attitudes) related to the prevention and handling of covid-19.
Assessment of West Kalimantan's border dynamics: Challenges in nationalistic perspectives Dewantara, Jagad Aditya; Budimansyah, Dasim; Darmawan, Cecep; Efriani, Efriani
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v21i2.75403

Abstract

This article explains and provides an overview of what has been faced in border areas, as well as efforts that can be made to resolve dynamic problems in border areas. Especially people in the border areas in West Kalimantan, which borders directly with Malaysia. The problems that arise are very complex, especially in various fields, especially the issue of nationalism. This article will discuss matters related to dynamic problems in border areas. Of course, various types of individual models respond to the problems they have faced, whether it will make an individual's sense of nationalism stronger or perhaps it will fade their sense of nationalism. Towards the homeland, it was bearing in mind that the role of the Indonesian government is minimal in dealing with problems in border areas. Various factors result in the government's inability to deal with problems in border areas.
Peran partai politik dalam meningkatkan partisipasi politik kader perempuan melalui pendidikan politik Hariyanti, Hariyanti; Darmawan, Cecep; Masyitoh, Iim Siti
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.191 KB) | DOI: 10.21831/jc.v15i1.17659

Abstract

Partai politik mempunyai kewajiban yuridis dan moral untuk melaksanakan pendidikan politik khususnya memberdayakan kader perempuan di tengah minimnya partisipasi politik perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan penelitian melalui teknik non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kendala-kendala pendidikan politik kader perempuan, yakni (1) kendala internal, yang berasal dalam diri kader perempuan; (2) kendala eksternal, stereotip dalam konstruksi sosial budaya masyarakat; (3) keseriusan partai dalam memberdayakan kader perempuan; (4) kelemahan regulasi peraturan perundang-undangan. Partai politik melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kendala tersebut melalui pendekatan personal, menggagas konsep tanpa mahar politik; membentuk regulasi internal partai politik yang akomodatif terhadap kebutuhan perempuan.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Political parties have moral as well as juridical obligation to conduct political education especially for women cadres in the low level of political participation among women. It was a qualitative research with descriptive method of explanation. The informant involved was selected with non-probability sampling, purposive sampling. The results reveal the obstacles faced by women cadres are (1) internal obstacles, coming from the cadres themselves; (2) external obstacles, coming from stereotype upholding by among cultural and society members; (3) the seriousness of political party to empower their own women cadres; (4) the weakness of the law concerning this issue. To overcome the problems, political parties is doing effort such as personal approach, politic without political "˜bride price' (mahar politik), issuing internal regulation accommodative to the needs of women.
The phenomenon of traditional philanthropy through the voluntary sector in shaping community identity Kurniati, Pat; Sapriya, Sapriya; Darmawan, Cecep; Rolando P., Quinones Jr; Putra, Haris Maiza
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v20i1.49590

Abstract

The role of the state is needed to suppress illegal philanthropic practices, how the state can make Pancasila a "civic religion". Pancasila as the basis and pillar of society's civility as well as the "social glue" where sanctified spaces and symbols become markers of social identification that connect individuals in a common bond. The purpose of this research is to discuss the phenomenon of traditional philanthropy through the voluntary sector in shaping community identity. This research uses qualitative research methods, with the research design using a descriptive approach research design. In this study, the author conducts library research, then describes the phenomenon of traditional philanthropy through the voluntary sector in shaping community identity. The results show that philanthropy develops along with the development of human life itself. Voluntary sector refers to organizations whose primary goal is to create social impact rather than profit. This is often called the third sector, civil society or the nonprofit sector. The value of social justice and community welfare, especially in developing community identity empowerment, such as health services for poor families, economic empowerment, scholarships, job training, capital provision for middle to lower traders and others aimed at empowering community identity through philanthropy.
Citizenship and ecological education: Exploring the role of the Enzim Bakti community in raising ecological awareness Ambarita, Prini Desima Evawani; Darmawan, Cecep; Rahmat, Rahmat; Syaifullah, Syaifullah
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v21i2.76486

Abstract

This study aims to investigate the role of Enzim Bakti Community in raising ecological awareness through citizenship education, using a case study as the main approach. Enzim Bakti Community is a community organization that focuses on ecological and social activities at the local level. This study uses a phenomenological method to describe how this community influences its members' understanding and behaviour regarding environmental issues. An in-depth case study was conducted to understand the concrete contribution of Enzim Bakti Community in educating its members about ecological and citizenship responsibilities. The study's findings show that through various activities such as tree planting, recycling campaigns, and environmental counselling, this community has created a deeper awareness of the importance of preserving the environment. The citizenship education implemented by Enzim Bakti Community broadens its members' knowledge about environmental issues and builds active involvement in promoting sustainability principles in their daily lives. Through discussions, training, and collaborative projects, community members learn to consider the ecological impacts of their actions and contribute to collective efforts to improve local environmental conditions. This study provides in-depth insights into how local communities can act as agents of social change in raising ecological and citizenship awareness. The implications of this study highlight the important role of civil communities in building a more environmentally conscious society and committed to collective action for a more sustainable future.
Co-Authors - Sapriya AA Sudharmawan, AA Abdul Basit Adhari, Nursanda Rizki Agil Nanggala agung setiawan Aim Abdulkarim Aim Abdulkarim Anindita Saraswati N, Anindita Aris Riswandi Sanusi, Aris Riswandi Aulia Novemy Dhita Aulia, Sarah Raudlatul Avila, Roel V. Bestari, Yoga Dadang Sundawa, Dadang Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Dedi Kurniawan Dewantara, Jagad Aditya Edwin Nurdiansyah, Edwin Efriani Efriani Elly Malihah Encep Syarief Nurdin, Encep Syarief Endang Danial, Endang Gumilar, Agung Tesa Hana Silvana Hariyanti Hariyanti Hendri Hendri Hendri Irawan Hermawan, Dwi Hery Widijanto Hidayah, Yayuk I Wayan Trisna Mahardika, I Wayan Trisna Ibrahim, Intan Maharani Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idrus Affandi Iim Siti Masyitoh Ilham Andika Putra Ilham Hudi Aim Abdulkarim Kokom Komalasari, Ilham Hudi Aim Abdulkarim Insan, Radix Khoerul Insan, Radix Khoerul Istianah, Anif Jalari, Rivi Ahmad Jubaedah, Edah Karim Suryadi Kokom Komalasari Kurniati, Pat Leni Anggraeni Leni Anggraeni Malasari, Yosi Masyitoh, Iim Siti Matang Matang Mazid, Sukron Mirna Nur Alya A, Mirna Nur Moh. Wahyu Kurniawan Muhammad Halimi Mulyono, Budi Muradi - Najamunnisa, Anis Najamunnisa, Anis Naovallia, Sheila Nufus , Achmad Busrotun Nugraha, Dadi Mulyadi Pradana, Yudha Pratama, Sygih Prini Desima Evawani Ambarita Pudjiastuti, Sri Rahayu Purbiyanto, Toto Putra, Haris Maiza Putra, Ilham Andika Putra, Tarekh Febriana Rahman Mulyawan Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat, R. Rahmatiani, Lusiana Rashid, Salman Ratna Fitria Rinawati Rinawati Riswanda, Jhon Rolando P., Quinones Jr Rumiati, Sri Rustandi, Apriya Maharani Saepudin, Epin Sakban, Abdul Sapriya Sari, Mulia Sehadun, Fransiskus Setiawan, Hatta Setiawan, Mursyid Siti Nurbayani Susan Fitriasari Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syam, Syaifullah Syaifullah, S. Tambunan, Riana Tanshzil, Sri Wahyuni Tira Cantika, Tira Cantika Vini Agustiani Hadian Wadu, Ludovikus Bomans Wadu, Ludovikus Bomas Wahidah, Baiq Yani Restiani Widjaja, Yani Restiani Zalmah