Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kecerdasan Emosional Mahasiswa Ditinjau dari Keikutsertaan Organisasi di Semarang Dhiaulhaq Al Madafi, Hasna Laila; Nuril Bahar, Jihan Maila; Aini, Dewi Khurun
Schema: Journal of Psychological Research Vol. 9 No. 02 (2024): SCHEMA Volume 9 No.2 November 2024
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/schema.v9i02.4130

Abstract

Kecerdasan emosional (EQ) adalah aspek penting dari kemampuan individu untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengelola emosi mereka, serta emosi orang lain dalam berbagai situasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecerdasan emosional mahasiswa yang berorganisasi dan tidak mengikuti organisasi kemahasiswaan di Semarang. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan untuk mengumpulkan data dari 122 mahasiswa yang dipilih secara acak dari berbagai universitas. Hasil dari penelitian ini akan memberikan wawasan tentang korelasi antara kecerdasan emosional dan keterlibatan dalam organisasi. Temuan dari penelitian ini akan memberikan kontribusi pada literatur yang ada tentang kecerdasan emosional dan signifikansinya dalam lingkungan akademis dan sosial. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kecerdasan emosional antara kedua kelompok, yang mengindikasikan bahwa keterlibatan dalam organisasi tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kecerdasan emosional. Perbedaan individu, seperti temperamen, pola asuh, dan usia mungkin berperan dalam membentuk kecerdasan emosional.
Dibalik Kecanduan Media Sosial pada Remaja: Pengaruh Stres Akademik dan Kecemasan Sosial dengan Regulasi Emosi sebagai Mediator Aisyah, Aisyah; Aini, Dewi Khurun; Azaria, Ummi Nabila
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/personifikasi.v16i2.28423

Abstract

Academic stress and social anxiety can lead to social media addiction as a form of escape, especially if emotional regulation is unable to manage negative emotions. This study aims to examine the mediating role of emotional regulation in the influence of academic stress and social anxiety on social media addiction in adolescents. This study used a quantitative method, involving 264 students of SMPN X in Semarang City. The sample was determined using a non-probability sampling approach, namely quota sampling. Data analysis used the path analysis method with the help of JASP (Jeffrey's Amazing Statistics Program) version 19.3. The results of the analysis showed that emotional regulation partially mediates the effect of academic stress and social anxiety on social media addiction. This suggests that academic stress and social anxiety can increase the risk of social media addiction, especially if accompanied by low emotional regulation abilities. Thus, schools have a strategic role in improving students' emotional regulation, especially in managing academic stress and social anxiety through psychoeducational programs and counseling as a preventive measure to prevent or reduce the level of social media addiction among students.
Program Psikoedukasi ‘Fun Without Phone’: Upaya Preventif Adiksi Penggunaan Handphone pada Siswa SDN Lamper Lor Nandini, Bunga Kresna; Zatin, Salsabila Fithri; Kartika, Arum Dwi; Mahadi, Nariswara; Larasati, Ane Davina; Muthiazahra, Fatiha; Asyikhah, Dewi; Santoso, Salfatya; Aini, Dewi Khurun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa kemudahan akses terhadap perangkat digital, terutama handphone, menjadikan anak-anak semakin akrab dengan dunia maya sejak usia dini. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap aspek kognitif dan emosional anak, sehingga diperlukan upaya preventif untuk membantu mereka menggunakan handphone secara bijak. Program psikoedukasi “Fun Without Phone” dirancang sebagai upaya preventif terhadap adiksi penggunaan handphone pada siswa SDN Lamper Lor Semarang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, lembar pre-test dan post-test. Program psikoedukasi dilaksanakan melalui kegiatan interaktif seperti drama mini, penyusunan jadwal harian tanpa handphone, serta refleksi aktivitas positif. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami peningkatan pemahaman dalam mengenali tanda-tanda kecanduan handphone, dampaknya terhadap aktivitas belajar dan tidur, serta menemukan alternatif kegiatan positif selain penggunaan handphone dengan perencanaan waktu harian yang telah dibuat. Program preventif ini membantu memperluas pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan mengembangkan kemampuan siswa mengendalikan penggunaan handphone secara bijaksana.
PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL: STRATEGI REGULASI EMOSI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK PANTI ASUHAN AL-HIKMAH SEMARANG Adzwa Izzaniya; Asfia’ul Auliya; Mohammad Aria Eka Pranata; Erfina Narsi Agustin; Latifatun Nisa; Dewi Ambarwati; Inas Dzihni Zahiroh; Dewi Khurun Aini
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/gtwc8z82

Abstract

Anak panti asuhan sering kesulitan mengelola emosi akibat keterbatasan dukungan emosional dan pengalaman kehilangan pengasuhan, yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak Panti Asuhan Al-Hikmah mengenali dan mengatur emosi melalui psikoedukasi kesehatan mental. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Service-Learning dilakukan secara Promotif (SL) dengan desain pre-test dan post-test yang melibatkan 10 anak berusia 12–16 tahun. Intervensi mencakup pemberian materi mengenai jenis-jenis emosi, cara memahami perasaan, serta strategi regulasi sederhana seperti menarik napas, berhenti sejenak, ekspresi emosi melalui menggambar, dan bercerita mengenai gambar yang telah dibuat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak dalam mengenali dan mengelola emosi secara sehat. Anak belajar bahwa mengatur emosi bukan menekan perasaan, tetapi mengendalikan respons dengan tenang. Mereka mulai menerapkan teknik coping dan lebih berani mengekspresikan perasaan melalui gambar. Temuan ini menegaskan bahwa psikoedukasi dengan pendekatan SL dalam upaya promotif efektif meningkatkan kesadaran emosional dan kesejahteraan psikologis anak panti asuhan.
Psikoedukasi Expressive Writing sebagai Strategi Coping untuk Membangun Resiliensi Emosional Anak Panti Asuhan Wikrama Putra Semarang Arrayan Mukti; Hana Fitri; Isna Laily Istiqomah; Selfi Ana Andriyanti; Ainnayya Nayla Daffani; Muhammad Fitahul Fikri; Allaiya Talent; Tribuana Tunggal Dewi; Dewi Khurun Aini
Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kese
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/dinsos.v2i4.2639

Abstract

Children living in orphanages face various psychological pressures, such as the loss of attachment figures, unstable social dynamics, and difficulty expressing emotions adaptively. These conditions require appropriate coping strategies to build emotional resilience. This community service activity utilizes a Service Learning (SL) approach, which integrates academic learning with community service. It aims to provide psychoeducation on emotions and coping strategies, and implements expressive writing as a means of emotional processing. The activity methods included interactive lectures, a pretest and posttest to measure understanding, an expressive writing therapy session, and a reflective interview at the end of the activity. Results showed an increase in understanding of emotions and coping strategies, as evidenced by improved posttest scores. Furthermore, expressive writing helped children express previously suppressed emotions, reduced psychological tension, and fostered a sense of relief, calm, and insight into personal problems. Overall, expressive writing has proven effective as a coping strategy in building emotional resilience in orphanage children, and the Service Learning approach has the potential for sustainable application in psychosocial support programs.
Pohon Harapan Sebagai Media Ekspresi Diri dan Pengelolaan Emosi Positif Bagi Siswa SMPN 32 Semarang Kholifaqurrozi, Maulida; Mahij, Nailun Ni’mah; Rahmania, Annisa Dwi; Larasati, Bintang Dian; Maulida, Yuslih; Sintamaharani, Dhea; Kamila, Asma’Nur; Aulia, Armenia Rahma; Al Fayyaz, M Faadhil; Aini, Dewi Khurun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3722

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ekspresi diri dan pengelolaan emosi positif pada siswa SMPN 32 Semarang melalui media “Pohon Harapan” sebagai sarana refleksi diri. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan service-learning yang mengintegrasikan psikoedukasi mengenai pengenalan dan pengelolaan emosi positif dengan praktik ekspresif berupa penulisan harapan dan perasaan pada sticky notes yang ditempelkan pada Pohon Harapan. Sebanyak 79 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX terlibat dalam kegiatan ini melalui penyampaian materi, praktik menulis, serta sesi diskusi kelompok untuk menggali pengalaman emosional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh ruang aman untuk mengekspresikan perasaan yang sebelumnya sulit diungkapkan secara lisan. Proses menulis terbukti membantu meredakan emosi, meningkatkan rasa lega, serta memunculkan emosi positif seperti semangat dan optimisme. Selain itu, siswa mendapatkan pemahaman baru mengenai strategi regulasi emosi yang lebih sehat. Interaksi hangat dalam kegiatan juga menciptakan suasana suportif yang mendorong keterbukaan dan menguatkan refleksi diri. Secara keseluruhan, media Pohon Harapan terbukti efektif sebagai sarana ekspresi diri, pelepasan emosi, serta peningkatan kesadaran emosional siswa sehingga direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Co-Authors Abadi, Auliya Rahma Abdul Malik Karim Amrullah Adhitama, Muhammad Fachri Adzwa Izzaniya Aenika, Uti Afifah Rahmania Agni Setianingrum Ahyauddin, M. Mawahib Ainnayya Nayla Daffani Aisyah Aisyah Aisyah Al Fayyaz, M Faadhil Allaiya Talent Amalia Zulfa AMBARWATI, SEPTIANA Amelia, Risqi Falah Ana Fitria Ana Nur Khasanah Angky Melani Anita Rosita Dewi Indriani Anjani, Nafadhilla Refie Annisa, Ishma Apriya Sani Maulina Arrayan Mukti Aryani, Mirsa As-Suhaily, Muhammad Zainur Rahman Asfia’ul Auliya Asri, Adinda Ratu Kencana Astutik, Eka Wulan Asyikhah, Dewi Aula, Salwa Tadzkirotul Aulia, Armenia Rahma Azaria, Ummi Nabila Baehaqi Baidi Bukhori Chatarina Umbul Wahyuni Choiril Anwar Darmuin, Darmuin Dewi Ambarwati Dewi Nabela Sofya El-Fikri Dewi Nabela Sofya El-Fikri Dewi, Dinda Amalia Dhiaulhaq Al Madafi, Hasna Laila Diana Anindita Eka Nur Azizah Eka Wulan Astutik El-Fikri, Dewi Nabela Sofya Erfina Narsi Agustin Fadilah, Indy Rahma Fatikasari, Fajar Febby Fariska Febinnaqiyya Feyzal Rizkillah Hana Fitri Hudayah, Melly Ikhrom Ikhrom Inas Dzihni Zahiroh Indy Rahma F Intan Nurul Azizah Ishma Annisa Isna Laily Istiqomah Istifhana, Silviana Hifnatul Jamila, Tiara Rahma Sari Nur Jazala Jihan Rufaeda Kamila, Asma’Nur Karirotul Uyun, Novia Kartika, Arum Dwi Khoirina Ayudia Putri Kholifaqurrozi, Maulida Kurniawan, Ladya Ghaisani Ladya Ghaisani K Larasati, Ane Davina Larasati, Bintang Dian Latifatun Nisa Lestari, Sri Ayu Lucky Ade Sessiani M.Krisna Bagus Virgiana Mahadi, Nariswara Mahij, Nailun Ni’mah Manzila Putri Inaaya Maulida, Yuslih Meitarizky, Alifia Rahma Mochammad Imron Awalludin Mohammad Aria Eka Pranata Muhammad Fitahul Fikri Muthiazahra, Fatiha Muzayyin, Muhammad Dzuhri Nada, Sania Qotrun Nadya Aditya Ningrum Nafadhilla Refie Anjani Nandini, Bunga Kresna NASOKHA, SRI Natalia, Nia Nikmah Rochmawati Nuha, Salma Fathiyya Nur Sultonah Nurhaliza, Karyati Nuril Bahar, Jihan Maila Nurlailita, Mazd Zahara Ghestylania Nurul Izah Oktavia, Dilla Maghdalena Pertiwi, Puspita Rimba Prayitno, Sayyid Rahmat Putri, Juliana Nur Amelia Qonita Mustika Bilqis Rachil Najma Shifa Rahma, Elfia Afifah Rahmania, Annisa Dwi Rahmawati, Azizah Nur Ramadhani, Okfanisa Riskia Rendisfa, Muhamad Adillah Robaiyani, Siti Rufaeda, Jazala Jihan Sahna, Aufa Rizqia Salwa Tadzkirotul Aula Sania Qotrun Nada Santoso, Salfatya Selfi Ana Andriyanti Septiana Ambarwati Septianingtyas Setiyaji, Nanda Ridwan Shadrina, Aisyah Zharfa Nur Shofi Zakiyyah Jasri Sintamaharani, Dhea Sintya Dini Wilanda Soni Setiawan Sri Ayu Lestari Sri Puji Lestari Sri Puji Lestari Stück, Marcus Sultonah, Nur Syaharani, Nabila Dhita Syahputra, Nurdian Syifa, Fitriana Aulia Tribuana Tunggal Dewi Ul Khusna, Nida Adella Yusriyah, Naily Zatin, Salsabila Fithri