Articles
Hambatan yang dirasakan oleh perawat dalam melaksanakan pencegahan luka tekan di ruang perawatan intensif
Mirwanti, Ristina;
Agustina, Hana Rizmadewi;
Nuraeni, Aan
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1619
Latar Belakang :Luka tekan atau biasa disebut dekubitus merupakan salah satu masalah yang sering terjadi di rumah sakit termasuk ruang perawatan intensif. Kondisi pasien di ruang perawatan intensif meningkatkan risiko terjadinya luka tekan. Dampak dari luka tekan cukup buruk hingga dapat menimbulkan kematian. Pencegahan luka tekan merupakan hal penting yang dapat dilakukan perawat. Hambatan yang dirasakan perawat dalam melaksanakan pencegahan luka tekan dapat memengaruhi keyakinan perawat, sehingga dapat memengaruhi intense dan perilaku dalam melaksanakan pencegahan luka tekan. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan yang dirasakan oleh perawat yang dapat memengaruhi keyakinan perawat dalam melaksanakan pencegahan luka tekan di ruang perawatan intensif. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara potong lintang. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang perawatan intensif Rumah Sakit X. Pengambilan sampel dengan total sampling dan didapat ukuran sampel 70 responden. Kuesioner yang digunakan berdaarkan kajian literatur. Analisa data dilakukan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian besar responden 64,28% (n = 70) merasakan adanya hambatan dalam melaksanakan pencegahan luka tekan. Kondisi pasien yang tidak kooperatif/ sakit parah/ hemodinamik tidak stabil merupakan hambatan yang paling dirasakan oleh perawat sebesar 97.78% (n=45). Perlu dilakukan upaya menghilangkan atau meminimalisir hambatan untuk meningkatkan keyakinan perawat mampu melaksanakan pencegahan luka tekan.
Tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi ujian berbasis computer based test
Anissa, Lisa Mutiara;
Suryani, Suryani;
Mirwanti, Ristina
MEDISAINS Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v16i2.2522
Latar Belakang: Kemajuan teknologi yang semakin canggih dalam dunia pendidikan keperawatan membuat Computer Based Test (CBT) dijadikan sebagai salah satu metode ujian. Dalam menghadapi ujian mahasiswa keperawatan rentan mengalami kecemasan. Kecemasan yang dialami memiliki tingkatan yang berbeda-beda pada setiap individu. Kecemasan dapat memberikan dampak pada berbagai aspek.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi ujian berbasis Computer Based TestMetode: Penelitian ini menggunakan rancangan deksriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di salah satu institusi keperawatan di Jawa Barat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 239 orang responden yang dipilih menggunakan metode stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisa data dengan univariat menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentase dan bivariat untuk menguji korelasi dengan menggunakan uji Chi Square dan Rank SpearmanHasil: Hasil penelitian menunjukkan 26.4% mahasiswa tidak mengalami kecemasan, 27.6% mahasiswa mengalami kecemasan ringan, 32,2% mahasiswa mengalami kecemasan sedang, 13.0% mahasiswa mengalami kecemasan berat, dan 0.8% mahasiswa mengalami kecemasan sangat berat. Masa studi/tingkat semester mahasiswa berhubungan dengan tingkat kecemasan mahasiswa (p<0.05).Kesimpulan: Tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapai ujian berbasis CBT sangat beragam namun pada umumnya mengalami kecemasan sedang. Semakin tinggi tingkat semester maka semakin rendah tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian CBT
Hubungan cemas dan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK)
Nuraeni, Aan Nuraeni;
Mirwanti, Ristina
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1621
Latar Belakang: Depresi menjadi faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup pasien PJK. Faktor-faktor terkait depresi pada pasien PJK di Jawa Barat belum diketahui dengan jelas. Salah satu faktor yag diduga menjadi penyebab depresi adalah cemas. Cemas merupakan permasalahan psikososial yang sering dialami oleh pasien PJK dan seringkali tidak diperhatikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan cemas dengan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional cross sectional. Penelitian dilakukan di poli jantung pada 100 orang responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Kecemasan diukur menggunakan Zung self-Rating Anxiety Scale (SAS), sedangkan depresi diukur menggunakan instrumen Beck Depression Inverntory II (BDI-II) versi bahasa Indonesia. Hubungan antar variabel yaitu cemas dan depresi dilakukan dengan analisis data non-parametrik yaitu dengan uji Rank Spearman. Hasil dan Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara cemas dan depresi (r=0,371, p=0,000). Semakin tinggi kecemasan maka semakin tinggi pula tingkat depresi pada pasien PJK.
Kecemasan berhubungan dengan frekuensi angina: studi korelatif pada pasien pasca sindrom koroner akut
Rachmi, Fitria;
Nuraeni, Aan;
Mirwanti, Ristina
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v16i1.2091
Latar Belakang: Kecemasan pada pasien sindrom koroner akut (SKA) yang menjalani rawat jalan masih sedikit diteliti, padahal kecemasan pada pasien rawat jalan merupakan hal yang penting untuk dikaji karena pasien berada di rumah dan jauh dari fasilitas kesehatan. Beberapa konsep menyatakan bahwa kecemasan pada pasien SKA dapat memperburuk keadaan jantung, namun demikian bagaimana kaitan antara cemas dengan frekuensi angina masih belum banyak diteliti.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan kecemasan dengan frekuensi angina pada pasien SKA.Metode: Desain penelitian ini adalah correlational study. Penelitian dilakukan di Poliklinik Jantung di satu Rumah Sakit di Jawa Barat. Jumlah sampel sebanyak 100 responden dengan SKA yang di ambil menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunaan kuesioner ZSAS dan SAQ selama satu bulan, kemudian data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman.Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat kecemasan normal dan frekuensi angina minimal. Sedangkan responden yang mengalami cemas berat sebesar 3% dan mengalami frekuensi angina berat sebesar 8%.Hasil perhitungan p-value sebesar 0,00 yang lebih kecil dari α (0,05) dan r -0,508 maka terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan frekuensi angina.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecemasan dengan frekuensi angina pada pasien dengan SKA. Semakin tinggi tingkat kecemasan seseorang maka frekuensi angina semakin berat.
Pemberian Nutrisi Enteral sebagai Kontrol Glikemik pada Pasien Kritis di Unit Perawatan Intensif
Firman Dwi Cahyo;
Cecep Eli Kosasih;
Ristina Mirwanti
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.437 KB)
|
DOI: 10.31539/jks.v5i1.3033
This study aims to determine how to provide nutrition that effectively maintains the balance of blood glucose levels and glycemic control. This study uses a narrative literature review method by entering keywords into the Pubmed, Science Direct, CINAHL, Wiley, and ProQuest databases. The results showed that from the search results of 569 articles and obtained ten relevant and qualified pieces, then extracted using the DSVIA method. Provision of nutrition with the continuous method can lower the average blood glucose or reduce the incidence of hyperglycemia. Then the intermittent process significantly reduces hypoglycemia during the meal period, prevents hypoglycemia during the fasting period, and can reduce insulin requirements. In conclusion, enteral nutrition needs to be modified so that nutrition and insulin administration time can be practical and effective in controlling critical sugar levels. Keywords: Bolus Feeding, Continuous Feeding, Blood Glucose, Intermittent Feeding, Enteral Nutrition
Manajemen Nyeri Farmakologi pada Pasien Fraktur di Instalasi Gawat Darurat (IGD)
Emaliyawati, Etika;
Nuraeni, Aan;
Mirwanti, Ristina;
Sutini, Titin
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fraktur merupakan salah satu masalah yang sering muncul di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Fraktur mengakibatkan penderitanya mengalami gangguan fisiologis maupun psikologis yang dapat menimbulkan respon berupa nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen farmakologis nyeri yang dapat dilakukan pada pasien dengan fraktur di ruang instalasi gawat darurat (UGD). Literature Review dengan pencarian artikel menggunakan database Scopus, Pubmed, Cambridge Core, Google Scholar, dan Cinahl. Artikel yang digunakan adalah artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu tahun 2014 sampai dengan tahun 2023, dengan menggunakan metode PCC setelah dilakukan seleksi dan diidentifikasi sesuai kriteria inklusi, terdapat 5 artikel yang akan direview. Berdasarkan hasil analisis 5 artikel penelitian yang direview, maka didapatkan hasil bahwa penggunaan ultrasound-guided block saraf femoral dan parenteral opioid, penggunaan ultrasound-guided fascia iliaca block, penggunaan intranasal ketamin dan intranasal fentanyl, penggunaan ultrasound-guided serratus anterior plane block, dan penggunaan ultrasound-guided block hematoma dan prosedural sedasi analgesi dapat menjadi manajemen farmakologis nyeri pada pasien dengan fraktur di IGD. Peran perawat sebagai edukator diharapkan dapat memberikan edukasi terhadap klien tentang apa saja manajemen nyeri pada pasien fraktur beserta kekurangan dan kelebihannya. Selain itu sebagai kolaborator, perawat dapat berkolaborasi dengan dokter mengenai pemberian obat dan dosis yang sesuai untuk klien untuk menangani masalah nyeri pada pasien fraktur di IGD.
Pengetahuan Ibu tentang Masalah Gizi Kronis pada Anak: Sebuah Narrative Review
Hendrawati, Sri;
Maryam, Nenden Nur Asriyani;
Mirwanti, Ristina;
Fitri, Siti Ulfah Rifaatul
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Status gizi anak di Indonesia masih cukup rendah. Keadaan ini dapat mengancam upaya Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya karena masalah gizi kronis. Dalam hal ini, pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi pada anak sangat penting, karena dengan pengetahuan ibu yang baik akan memberikan makanan yang baik dan seimbang kepada anak, dengan demikian maka hal ini dapat mempengaruhi status gizi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang masalah gizi kronis pada anak. Metode: Kajian literatur ini menggunakan metode narrative review. Pencarian literatur menggunakan electronic database yang terdiri dari Google Scholar, Pubmed, dan EBSCOhost. Kata kunci yang digunakan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kriteria inklusi yang digunakan adalah penelitian original berbahasa Indonesia atau Inggris, penelitian kuantitatif atau kualitatif, artikel menggunakan sampel yaitu ibu yang memiliki anak serta penelitian terkait status gizi anak dan masalah gizi kronis pada anak, artikel terbit dalam 10 tahun terakhir (2012-2022), dan tersedia dalam full text. Peneliti menemukan 11 artikel yang dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil: Dari 11 artikel yang menggambarkan pengetahuan ibu tentang masalah gizi kronis pada anak menunjukan bahwa pengetahuan ibu terkait masalah gizi kronis pada anak secara garis besar masih dalam kategori kurang pengetahuan. Hal ini mungkin disebabkan rendahnya tingkat pendidikan ibu, rendahnya tingkat sosial ekonomi, pengasuhan ibu terkait pemberian makan pada anak masih kurang, dan perilaku ibu sebagian besar kurang sesuai dalam hal pemenuhan gizi anak. Sebagian besar ibu belum mengetahui terkait pemenuhan gizi seimbang pada anak. Kesimpulan: Hasil analisis dari beberapa jurnal menunjukkan bahwa pengetahuan ibu sangat mempengaruhi masalah gizi pada anak. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang masih dalam kategori kurang perlu dilakukannya promosi kesehatan terkait pemenuhan gizi seimbang dan praktik pemberian makan pada anak. Hasil tinjauan literatur ini diharapkan dapat dijadikan sumber referensi sebagai acuan untuk memberikan promosi kesehatan, salah satunya oleh perawat guna mencegah risiko masalah gizi kronis pada anak.
Penggunaan Artificial Intelligence oleh Tenaga Kesehatan pada Area Keperawatan Kritis: Sebuah Protokol Scoping Review
Mirwanti, Ristina;
Nuraeni, Aan;
Emaliyawati, Etika;
Hendrawati, Sri
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artificial intelligence atau kecerdasan buatan telah digunakan dalam analisis data yang rumit dan besar untuk memberikan keluaran tanpa input manusia dalam berbagai konteks perawatan kesehatan. Area keperawatan kritis atau perawatan intensif memiliki banyak data yang tersedia serta memiliki kebutuhan akan peningkatan efisiensi dalam perawatan pasien. Hal ini menjadi salah satu alasan, perawatan intensif dianggap cocok untuk penerapan artificial intelligence. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan artificial intelligence oleh tenaga kesehatan pada area keperawatan kritis serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan penggunaannya, serta untuk mengidentifikasi peluang perbaikan di masa depan. Protokol scoping review ini disusun menggunakan framework Arksey & O’Malley. Peneliti akan mencari literatur menggunakan teknik advance search pada database dan search engine CINAHL, PubMed, Scopus, Science Direct, SAGE journals dan Google Scholar. Kata kunci yang akan digunakan dalam review ini yang memenuhi unsur population yaitu, healthcare professional dengan alternatif terminologi seperti healthcare professional or healthcare providers or physician or nurse(s) or doctor(s) dan konsep artificial intelligence, dengan alternatif ai or a.i. or machine learning or deep learning, serta konteks critical care dengan alternatif intensive care or icu. Setelah itu, dua reviewer akan melakukan skrining pada abstrak secara independen sesuai dengan kriteria inklusi. Peneliti akan melaporkan hasil yang didapatkan dalam diagram alur PRISMA. Peneliti akan melakukan analisa pada hasil yang didapatkan berdasarkan data bibliografi serta hasil studi terkait penggunaan artificial intelligence pada area keperawatan kritis. Hasil dari review ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait pelaksanaan penggunaan artificial intelligence pada area keperawatan kritis, juga kekuatan dan kelemahan penggunaannya, serta peluang perbaikan di masa depan.
Improving Public's Knowledge of Cardiovascular Health through Health Education
Risnandar, Mochammad Wisnu;
Anna, Anastasia;
Mirwanti, Ristina
Media Karya Kesehatan Vol 7, No 2 (2024): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mkk.v7i2.52885
Cardiovascular disease in Indonesia has undergone a vast epidemiological transition in the last three decades, with an increase in the number of deaths and disabilities, resulting in the disease burden and high healthcare costs. Community empowerment strategies through educational and participatory approaches are part of efforts to prevent and control cardiovascular disease. A health education program called "Quality Life with a Healthy Heart" was held with the aim of improving public’s knowledge, especially in West Java, in recognizing cardiovascular diseases (primarily coronary heart disease) and efforts to prevent them and in providing initial assistance for out-of-hospital cardiovascular emergencies. Up to 148 people participated in the program via online videoconferencing and streaming media platform. Participants' level of knowledge was evaluated before and after participating in the program with an electronic questionnaire consisted of 8 multiple choice inquiries. Data were analyzed from 27 participants who completely filled out the pre-test and post-test questionnaires after received four session health education on webinar using descriptive statistics and the non-parametric Wilcoxon Signed Ranks test. Results showed that as many as 59.3% of participants had good knowledge at the pre-test, while 85.2% of participants had good knowledge at the post-test. There was a significant difference between participants' level of knowledge before and after receiving the health education (Z = -3.933, p<0.001). It can be concluded that the program improved public's knowledge of cardiovascular health. Further educational initiatives are recommended to facilitate community skills in providing first aid for cardiovascular emergencies through Basic Life Support. Optimizing the use of social media can be an option to increase public health literacy. Keywords: Cardiovascular disease, health education, knowledge, public.
Faktor Penghambat Persiapan Weaning pada Pasien Terpasang Ventilasi Mekanik dengan Respiratory Failure di Ruang Intensive Care Unit (ICU)
Nurazizah, Auliyaurrahmah;
Mirwanti, Ristina;
Prawesti, Ayu
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 2024: EDISI KHUSUS II
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Respiratory failure is the failure to provide oxygen to the entire body and the exchange of gases from the atmosphere to the blood. One of the treatments carried out in patients with respiratory failure is the installation of invasive or non-invasive mechanical ventilation. Weaning is a gradual process of reducing ventilator support carried out at the end of ventilator use. The weaning process can be successful or unsuccessful. This case report aims to discuss the inhibiting factors for weaning preparation in patients with mechanical ventilation with respiratory failure in the Intensive Care Unit (ICU). The design of this study uses the case report method to report the inhibiting factors for weaning preparation in patients with mechanical ventilation with respiratory failure in the Intensive Care Unit (ICU). A patient, a 25-year-old man came to the hospital, was transferred to the ICU due to respiratory failure after urethroplasty surgery with a condition that was already intubated with an endotracheal tube and under sedation. On the 9th day of treatment in the weaning readiness monitor. Based on the results of the monitor, it was found that the patient had a history of asthma and infection so that the nurse carried out collaborative interventions so that the asthma he had was controlled and also prevented infection. In patients, it was found that there were inhibiting factors for weaning, namely comorbid diseases and infections. For the prevention of primary infection that can be done is to maintain hand and environmental hygiene.