Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kadar Kolesterol pada Sosis Sapi dan Sosis Ayam Menggunakan Metode Gas Chromatography–Flame Ionization Detector (GC-FID) Di PT Saraswanti Indo Genetech Syaf'i Muhammad Fadhli; Arti Hastuti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.21611

Abstract

Kolesterol merupakan komponen penting dalam tubuh manusia, namun kelebihan asupannya dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, khususnya kardiovaskular. Produk olahan daging seperti sosis berpotensi menjadi sumber kolesterol, sehingga perlu dianalisis kandungannya. Berdasarkan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 13 Tahun 2016, batas maksimum kolesterol dalam pangan olahan adalah 60 mg per sajian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar kolesterol pada sosis sapi dan sosis ayam menggunakan metode Gas Chromatography–Flame Ionization Detector (GC-FID). Penelitian dilaksanakan di laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Sampel berupa sosis sapi dan ayam diperoleh dari pasar lokal, kemudian dipreparasi melalui proses saponifikasi, ekstraksi, dan derivatisasi. Analisis dilakukan menggunakan GC-FID dengan standar internal 5α-cholestane. Kuantifikasi ditentukan melalui kurva kalibrasi pada dua rentang konsentrasi dan divalidasi dengan uji akurasi. Hasil penelitian menunjukkan kadar kolesterol sosis sapi sebesar 70,62 mg/100 g, sedangkan sosis ayam 57,95 mg/100 g. Jika dikonversikan ke takaran saji 50 g, kadar kolesterol masing-masing adalah 60,31 mg/sajian dan 35,31 mg/sajian. Nilai tersebut masih sesuai dengan ketentuan BPOM, meskipun sosis sapi berada mendekati batas maksimum. Perbedaan kadar kolesterol dipengaruhi oleh jenis daging dan proses pengolahan. Dapat disimpulkan bahwa metode GC-FID efektif digunakan untuk analisis kolesterol pada produk olahan daging. Penelitian ini memberikan informasi penting bagi industri pangan dalam pengendalian mutu serta bagi konsumen dalam menentukan pola konsumsi. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji berbagai merek dan jenis olahan daging, termasuk analisis oksisterol akibat pemanasan.
Pengendalian Mutu pada Proses Produksi Minuman Teh dalam Kemasan di PT. K Maulydio Utama; Arti Hastuti
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21640

Abstract

Teh merupakan salah satu komoditas perkebunan penting yang banyak diolah menjadi minuman siap saji dalam kemasan. Permintaan konsumen yang tinggi menuntut perusahaan untuk menjaga konsistensi mutu dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pengendalian mutu pada proses produksi minuman teh kemasan di PT. K. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan staf Quality Control (QC), serta telaah dokumen perusahaan seperti SOP, instruksi kerja, dan hasil uji laboratorium. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan sistem pengendalian mutu pada bahan baku, proses produksi, dan produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian mutu diterapkan secara ketat mulai dari pemeriksaan bahan baku hingga pengujian produk akhir. Parameter mutu yang diawasi meliputi pH, brix, kadar tanin, serta uji mikrobiologi sesuai SNI 3143:2011 dan regulasi BPOM. Seluruh hasil uji menunjukkan kesesuaian dengan standar yang berlaku, sehingga produk yang dihasilkan aman dan layak edar. Kesimpulannya, penerapan pengendalian mutu di PT. K telah berjalan efektif dalam menjamin kualitas dan keamanan produk minuman teh kemasan. Namun, penelitian ini terbatas pada periode tertentu dan menggunakan data internal perusahaan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan uji independen dan cakupan waktu lebih panjang agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Uji Daya Terima dan Karakteristik Sensorik Pudding Jelly Serai Lemon sebagai Produk Pangan Inovatif Arti Hastuti; Dinar Siti Maulida; Saphira Aulia Effendi; Ratu Destri Fitria; Muhammad Ajriya Fadhullah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22084

Abstract

Puding merupakan salah satu makanan penutup yang digemari karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis. Inovasi produk puding dengan penambahan bahan alami seperti serai (Cymbopogon citratus) dan lemon (Citrus limon) dilakukan untuk meningkatkan nilai fungsional dan cita rasa produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap produk puding jelly serai lemon berdasarkan uji sensorik dan uji hedonik. Metode penelitian menggunakan uji organoleptik dengan melibatkan 33 panelis yang menilai atribut aroma, warna, rasa, tekstur, penampilan, dan after taste. Hasil uji sensorik menunjukkan bahwa sebagian besar panelis menyukai aroma serai (48,5%), warna bening kekuningan sedang (69,7%), rasa manis (66,7%), tekstur kenyal (72,7%), penampilan menarik (48,5%), dan after taste disukai (57,6%). Sementara uji hedonik menunjukkan tingkat kesukaan tertinggi pada warna dan tekstur (masing-masing 55,6%). Berdasarkan hasil tersebut, puding jelly serai lemon diterima baik oleh konsumen dan berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional inovatif dengan kombinasi cita rasa segar serta manfaat kesehatan dari kandungan antioksidan serai dan lemon.
Inovasi Sosis Ayam Kentang Cipot (Chicken Potato) dengan Penambahan Kemasan kolagen Sapi Arti Hastuti; Mira Afrilia Setiawati; Detya Zalfa; Eva; Angriawan Anggara
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22093

Abstract

Inovasi produk Sosis Ayam Kentang CIPOT (Chicken Potato) dikembangkan dengan penambahan potongan kentang sebagai bahan pengisi untuk meningkatkan nilai gizi (karbohidrat kompleks dan serat) serta memperbaiki kualitas fisik sosis. Penelitian ini yang mengambil 30 mahasiswa sebagai responden menggunakan uji hedonik dan uji sensori untuk menilai atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua atribut hedonik valid, dan instrumen yang digunakan reliabel. Sementara itu, pada uji sensori, hanya atribut rasa dan tekstur yang dinyatakan valid, meskipun reliabilitasnya masih kurang memuaskan. Analisis regresi linier sederhana, uji T, dan uji F mengonfirmasi bahwa penilaian sensori berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesukaan konsumen (hedonik), dengan variabel sensori menjelaskan 14,8% variasi kesukaan konsumen.
Inovasi Mie Ayam Daun Kelor (Moringa Oleifera) dengan Kombinasi Tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) dan Tepung Terigu sebagai Pangan Fungsional Lokal Arti Hastuti; Dhiva Dwi Handayani; Galang Prasaja Pambudi; Lintang Ayu Mielza Azwharid; Tasya Apriliani
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22099

Abstract

Mie ayam daun kelor merupakan inovasi pangan fungsional lokal yang memanfaatkan kombinasi tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) dan tepung terigu dalam rasio 1:1. Penambahan daun kelor (Moringa oleifera) dilakukan untuk meningkatkan kandungan protein, serat, vitamin, mineral, dan antioksidan alami, sementara penggunaan MOCAF bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor gandum sekaligus memanfaatkan potensi bahan baku lokal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen deskriptif melalui uji organoleptik dan sensori yang melibatkan 33 panelis berusia 19–22 tahun. Parameter yang diuji meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan aftertaste dengan skala penilaian 1–5. Hasil uji menunjukkan seluruh aspek berada pada kategori “suka–sangat suka”, dengan skor tertinggi pada aroma (4,39) dan warna (4,21). Warna hijau alami daun kelor serta aroma gurih dan tekstur lembut menjadi ciri khas produk yang disukai konsumen. Kombinasi MOCAF–terigu juga terbukti mempertahankan elastisitas mie tanpa menurunkan cita rasa. Inovasi ini menunjukkan potensi tinggi sebagai pangan fungsional lokal bergizi, sehat, dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Klasifikasi Bahan Pangan Lokal sebagai Dasar Pemahaman Gizi dan Diversifikasi Produk di Wilayah Gunung Batu, Bogor Arti Hastuti; Yussi Ramadhanti
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22100

Abstract

Indonesia memiliki keragaman pangan lokal yang meliputi serealia, kacang-kacangan, umbi-umbian, sayur, dan buah yang berperan penting dalam pemenuhan gizi masyarakat. Namun, pemahaman mengenai klasifikasi bahan pangan dan cara penyimpanan yang sesuai masih terbatas, terutama di kalangan pelaku UMKM dan konsumen. Penelitian ini bertujuan mengkaji klasifikasi bahan pangan berdasarkan fungsi gizi dan suhu penyimpanan optimal sebagai dasar pemanfaatan pangan lokal. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari buku dan jurnal ilmiah serta observasi sederhana pada pedagang sayur di wilayah Gunung Batu, Bogor. Data dianalisis secara deskriptif dan komparatif untuk membandingkan hasil observasi dengan teori. Hasil menunjukkan bahwa serealia dan kacang-kacangan stabil pada suhu ruang (20–25°C), umbi-umbian pada 10–20°C, sayur pada 5–10°C, dan buah pada 10–15°C. Pedagang belum menerapkan penyimpanan sesuai standar sehingga mutu dan nilai gizi menurun. Penelitian ini terbatas pada observasi kecil, namun hasilnya berkontribusi terhadap peningkatan literasi gizi dan pengembangan produk pangan lokal yang tahan simpan.
Inovasi Bolu Sukun “Kulo”: Solusi Camilan Sehat Berbasis Pangan Lokal untuk Diversifikasi Pangan Arti Hastuti; Desti Novia Salsabilla; Miranda Laela Khoerurrohmah; Akhlul Putra Pratama; Rizki Putra
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22106

Abstract

Tingginya prevalensi obesitas di kalangan remaja yang dipicu konsumsi camilan tinggi gula, bersamaan dengan rendahnya pemanfaatan potensi lokal sukun, mendorong perlunya inovasi pangan alternatif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi Bolu Sukun "Kulo" sebagai camilan sehat berbahan baku lokal. Metode penelitian meliputi pengembangan formulasi menggunakan 100 gram tepung sukun dan 70 gram gula, proses creaming, serta evaluasi melalui uji hedonik (n=30) dan uji deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk memperoleh skor hedonik keseluruhan 4,20 (kategori "Suka"), dengan atribut warna sebagai parameter terbaik (4,47). Sebanyak 73% panelis menyatakan tingkat kemanisan "cukup manis", dan 90% memberikan penilaian "Cukup Suka" hingga "Sangat Suka". Produk mengandung serat pangan 4,8%, lebih tinggi dibandingkan bolu terigu konvensional (1,2%). Disimpulkan bahwa Bolu Sukun berpotensi menjadi solusi camilan sehat yang diterima pasar sekaligus mendukung diversifikasi pangan dan pemberdayaan potensi lokal. Optimasi aftertaste langu dan studi kelayakan komersialisasi menjadi rekomendasi untuk penelitian lanjutan.
Studi Literatur Klasifikasi Komponen dan Faktor Kerusakan Pasca Panen pada Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Arti Hastuti; Fauzanna Ababil
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22108

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting yang banyak dikonsumsi masyarakat, baik dalam bentuk segar maupun olahan. Kandungan nutrisinya yang kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif seperti likopen menjadikan tomat bernilai tinggi secara gizi maupun ekonomi. Namun demikian, buah tomat termasuk bahan pangan yang mudah rusak sehingga memerlukan penanganan pascapanen yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen nutrisi, mengklasifikasikan jenis kerusakan yang umum terjadi pada tomat, serta menganalisis faktor-faktor penyebab kerusakan berdasarkan studi literatur dan observasi lapangan. Hasil studi menunjukkan bahwa kerusakan pada tomat dapat dikelompokkan menjadi lima jenis, yaitu kerusakan mikrobiologis, mekanis, fisik, kimiawi, dan biologis. Studi kasus di Madiun memperlihatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dan serangan hama menyebabkan penurunan hasil panen hingga 80%, sementara penggunaan karung sebagai wadah penyimpanan pascapanen meningkatkan risiko kerusakan fisik akibat tekanan dan gesekan antarbuah. Diperlukan strategi pengelolaan yang lebih baik, termasuk penggunaan peti atau kemasan pelindung serta pengaturan kelembapan penyimpanan untuk meminimalkan kerusakan dan kerugian hasil panen.
Analisis Kerusakan Pascapanen pada Produk Serealia (Jagung dan Beras) serta Strategi Penanganannya Arti Hastuti; Anya Arwa Faiha
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22110

Abstract

Jagung dan beras merupakan bahan pangan pokok di Indonesia yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Namun, kerusakan pascapanen akibat faktor fisik, kimia, biologi, dan lingkungan masih menjadi masalah serius yang menurunkan kualitas, nilai jual, serta dapat membahayakan kesehatan. Jagung cenderung lebih rentan terhadap serangan jamur seperti Aspergillus flavus yang menghasilkan aflatoksin, sedangkan beras lebih mudah terserang hama gudang seperti Sitophilus oryzae, khususnya pada kondisi lembab dan panas. Kerusakan ini berdampak langsung pada petani di wilayah seperti Bali dan Sulawesi Selatan, yang mengalami kesulitan memenuhi standar mutu dan kehalalan pangan. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah jurnal ilmiah, data statistik resmi, serta regulasi pemerintah terkait pangan, halal, dan mutu produk pertanian, yang kemudian didukung oleh studi kasus dari wilayah penghasil utama. Penerapan Good Agricultural Practice (GAP) pada tahap prapanen dan pascapanen menjadi strategi penting untuk meminimalkan kerusakan, meliputi rotasi tanaman, pengelolaan lahan dan pupuk, pemilihan varietas tahan hama/jamur, pengeringan yang tepat, penggunaan wadah bersih, penyimpanan berventilasi, serta pengemasan vakum untuk beras. Penyuluhan kepada petani mengenai praktik penyimpanan dan pengendalian hama juga diperlukan agar hasil panen tetap aman, berkualitas, dan halal. Penanganan pascapanen yang baik, didukung regulasi pemerintah terkait pangan dan halal, mampu menekan kerugian ekonomi, meningkatkan mutu, dan menjamin keamanan serta kehalalan produk bagi konsumen.
Penanganan Pascapanen Sayuran untuk Pencegahan Kerusakan dan Peningkatan Masa Simpan di Pasar Tradisional Sulthan Fadhil Farihin; Arti Hastuti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22113

Abstract

sayuran merupakan tumbuhan yang mudah rusak. Kerusakan ini relatif tinggi terutama di Negara berkembang yaitu antara 30%-50%. Kerusakan ini terjadi karena pemahaman tentang penanganan pasca panen bagi kebanyakan orang belum memadai di samping dukungan teknologi perawatan bahan pangan nabati yang belum memungkinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penanganan pascapanen yang baik bisa mencegah kerusakan dan memperpanjang umur simpan sayuran, terutama di pasar tradisional. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif lewat studi jurnal ilmiah serta observasi langsung terhadap pedagang sayuran di sekitar UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan sayuran bisa disebabkan oleh faktor mekanis, fisik, kimiawi, biologis, dan mikrobiologi. Faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan waktu penyimpanan juga berpengaruh besar terhadap daya tahan sayur. Dengan penerapan teknik pascapanen yang baik seperti pengaturan suhu dan kelembaban yang sesuai, kebersihan tempat penyimpanan, serta pemisahan sayuran rusak, tingkat kehilangan hasil bisa ditekan.
Co-Authors Abrar Ghani Azis Adhelya Rahmadhani Adnandhika, Muhammad Faris Tsany Adnandhika, Sahnur Mulya Agnia Rahmawati Ahmad Miftahul Rizki Ahmad Miftahul Rizki Akhlul Putra Pratama Aldi, Muhammad Agung Aprialdi Alisya Idanata Andani, Herli Andita Nurintania Angriawan Anggara Ani Nuraini Anisa Safira Azzahra Annida Rihadatul Anya Arwa Faiha Anya Faiha Aprilia Pratami Apriliani, Afmi Aulia Nur Rahma Ayu Agusti Awati Lestari Azzahra Keysa Caesandra Indah Arlina Delfitriani Delia Dwi Ananda Delia Dwi Ananda Desi Agustina Safitri Desi Nurlitasari Desti Isna Danias Desti Novia Salsabilla Detya Zalfa Dhiva Dwi Handayani Dian Rachma Putri Dian Rachma Putri Dinar Siti Maulida Distya Riski Hapsari Distya Riski Hapsari Dita Rachmalia Dita Rachmalia Dwi Aryanti Nur’utami Dwi Aryanti Nur’utami Eva Fauzan Sabtaji Fauzanna Ababil Firah Khoirunisa Fitriah Nur Hasanah Fitrilia, Tiana Galang Prasaja Pambudi Ibnu Fadilah Ilham Muharexza Indradewa, Rhian Intan Kusumaningrum Janitra Yasmine Habibi Lia Amalia Lia Amelia Lintang Ayu Mielza Azwharid Lucianawati Dewi Dewi Mardiah Maulydio Utama Mikail Rizki Mila Azkia Mira Afrilia Setiawati Miranda Laela Khoerurrohmah Mohamad Ali Fulazzaky Muhamad Rizki Suandi Muhammad Agung Aprialdi Muhammad Ajriya Fadhullah Muhammad Cahyo Prakoso Muhammad Faris Tsany Adnandhika Muhammad Ihqbal Hidayatullah Muhammad Naufal Fahruddin Muhammad Rifqi Muhammad Rizky Fauzi Nadia Laily Musthofa Naura Nadzhifatul Bilbina Nida Choironi Nita Larasati Noviyanti Sutisna Nurlaila Agustina Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pratami, Aprilia Putri Kinanti Putri Nur Sabila Qatrun Nada Aghia S Raisha Putri Az-zahra Ratu Destri Fitria Ratu Destri Fitria Nur Fadilah Reihana Fitri Aulia Rian Rizki Widiarto Rima Yanti Rizela Azzahra Rizka Rahmania Rizki Putra Sahila Aulia Putri Sahnur Mulya Salsabila Azaria J Salva Tiara Saphira Aulia Effendi Sheva Fadhillahi Putra Siti Anisa Siti Anisa Maulida Yanti Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Siti Nurjanah Siti Zainabul Jannah Sonia Irli, Sosa Sosa Sonia Irli Sosa Sonia Irli Sulthan Fadhil Farihin Syaf'i Muhammad Fadhli Syaharani Fauzia Syalwa Dania Putri Syalwa Dania Putri Syifa Dwi Spirulina Syifa Fauziyah Febriyani Tasya Apriliani Tiara Amanda Lestari Titi Rohmayanti Tresna Ligar Aphafield Tri Ramdani, Faisal Vadilla Pitaloka Wahyudin, Cecep Weni Sumirat Wilna Iznilillah Yussi Ramadhanti Yussi Ramadhanti Zahra Nurul Fadila