Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA YADIKA 11 JATIRANGGA KOTA BEKASI Kusumawati, Sherlin Tri; Susiati, Susiati; T, Christine Masada H.; Ruth, Burju
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.33166

Abstract

Keadaan emosi sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa, hal ini terbukti jika siswa tidak mampu mengelola emosi dengan baik maka emosi buruknya akan menganggu kegiatan belajar siswa di karena kan menjadi tidak memiliki dorongan atau motivasi di dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan motivasi belajar pada siswa di SMA Yadika 11 Jatirangga Kota Bekasi. Teknik pengambilan sampel dengan metode korelasional dan pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 36 siswa dijadikan sebagai subjek penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala kecerdasan emosional dan skala motivasi belajar. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji liniearitas dengan bantuan IBM SPSS Statistics Version 29.0.2.0 (20) for windows. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar kekuatan korelasinya rendah dengan nilai 0,220 dan tingkat signifikansi = 0,000 < 0,05. Hubungan kecerdasan emosional dengan motivasi belajar sebesar 20% sisanya sebesar 80% dipengaruhi oleh variabel lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan yang positif antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar pada siswa di SMA Yadika 11 Jatirangga Kota Bekasi.
Kohesi dan Koherensi Paragraf dalam Teks Eksposisi Hasil Alih Wahana Karya Siswa Kelas X SMK Susiati, Susiati; Pratiwi, Yuni
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.7769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepaduan paragraf dalam teks eksposisi hasil alih wahana karya siswa kelas X jurusan Perhotelan SMK Negeri 3 Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi dokumen untuk menghimpun data penelitian. Data penelitian ini berupa paragraf dalam 11 teks eksposisi hasil alih wahana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ciri kohesi yang dominan pada aspek konjungsi sebagai penanda kohesi gramatikal, namun penggunaan referensi, substitusi, dan elipsis masih terbatas. Dalam kohesi leksikal, repetisi menjadi pola umum akibat keterbatasan kosakata, dengan minimnya variasi sinonimi, antonimi, dan hiponimi, 2) koherensi dalam teks baik yang terlihat dari pemanfaatan koherensi berpenanda seperti kausalitas dan aditif untuk membangun alur argumen yang logis, serta koherensi tak berpenanda berupa perian dan perincian yang mendukung deskripsi dan penjelasan detail. Secara keseluruhan, teks siswa menunjukkan kepaduan isi yang sederhana namun efektif, dengan kecenderungan menggunakan penanda yang eksplisit dan mudah.
The Effect of Exposure to Violent Video Games on Students’ Aggressive Tendencies Nasri, Wa Ode Lili Andriani; Handayani, Puji Gusri; Susiati, Susiati; Tobing, Christine Masada Hirashita; Fajri, Nurul; Brescia, Reggiana; Syahputra, Yuda
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 7 No. 3 (2025): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002025071612000

Abstract

The rapid development of digital technology has made online games a part of students' daily lives, including games containing violent elements. This phenomenon raises concerns because exposure to violent games is suspected of contributing to increased aggressive behavior among adolescents. Therefore, this study aims to determine the effect of violent games on the aggressive behavior of junior high school students. This study used a quantitative approach with a correlational design. The study sample consisted of 282 junior high school students spread across three provinces, namely West Sumatra, Jakarta, and Southeast Sulawesi, consisting of 121 male students and 161 female students. This study used two scales: the violent game scale and the aggressiveness scale. Data analysis was conducted through simple linear regression analysis. The results showed that playing violent games significantly influenced aggressive behavior. The coefficient of determination (R Square = 0.253) indicated that 25.3% of students' aggressive behavior was explained by the intensity of playing violent games, while the rest was influenced by other factors. The implications of this research are the need for active participation by schools, parents, and the community in monitoring and providing alternative positive activities that can reduce students' exposure to violent games.
Gerakan Literasi Berbasis Komunitas sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Anak di Pulau Buru Iye, Risman; Taufik, Taufik; Bugis, Riki; Susiati, Susiati; Alimin, La Ode; Hentihu, Idrus; Rianti, Wa; Solissa, Anang; Litiloly, Badrun; Sabaruddin, Sabaruddin; Ismail, Ulfa
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.771

Abstract

Tingkat literasi anak di Kabupaten Buru masih menghadapi tantangan, antara lain keterbatasan akses bahan bacaan, minimnya pemanfaatan teknologi, serta lemahnya dukungan keluarga dan komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan keterampilan menulis anak-anak di Desa Lamahang melalui program Gerakan Literasi Baca-Tulis yang berbasis komunitas. Program dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan 65 anak usia 7–12 tahun, 10 guru dan relawan literasi Rumah Belajar Komunitas Pulau Buru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahap, yaitu persiapan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, angket kepada guru dan orang tua, serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada frekuensi kunjungan ke pojok baca, durasi membaca, keterlibatan anak dalam mendongeng, kemampuan menulis kalimat sederhana, penyusunan cerita runtut, serta partisipasi orang tua dalam mendampingi anak membaca di rumah. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi literasi berbasis komunitas yang memadukan bahan bacaan, metode pembelajaran kreatif, dan teknologi sederhana efektif dalam memperkuat ekosistem literasi di wilayah kepulauan. Model program ini berpotensi direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik serupa.
Gerakan Literasi Berbasis Komunitas sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Anak di Pulau Buru Iye, Risman; Taufik, Taufik; Bugis, Riki; Susiati, Susiati; Alimin, La Ode; Hentihu, Idrus; Rianti, Wa; Solissa, Anang; Litiloly, Badrun; Sabaruddin, Sabaruddin; Ismail, Ulfa
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.771

Abstract

Tingkat literasi anak di Kabupaten Buru masih menghadapi tantangan, antara lain keterbatasan akses bahan bacaan, minimnya pemanfaatan teknologi, serta lemahnya dukungan keluarga dan komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan keterampilan menulis anak-anak di Desa Lamahang melalui program Gerakan Literasi Baca-Tulis yang berbasis komunitas. Program dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan 65 anak usia 7–12 tahun, 10 guru dan relawan literasi Rumah Belajar Komunitas Pulau Buru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahap, yaitu persiapan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, angket kepada guru dan orang tua, serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada frekuensi kunjungan ke pojok baca, durasi membaca, keterlibatan anak dalam mendongeng, kemampuan menulis kalimat sederhana, penyusunan cerita runtut, serta partisipasi orang tua dalam mendampingi anak membaca di rumah. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi literasi berbasis komunitas yang memadukan bahan bacaan, metode pembelajaran kreatif, dan teknologi sederhana efektif dalam memperkuat ekosistem literasi di wilayah kepulauan. Model program ini berpotensi direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik serupa.
Bahasa Kasih sebagai Fondasi Perkembangan Sosial-Emosional Anak: Pendekatan Efektif Untuk Orang Tua Siswa Solihatun, Solihatun; Aminudin, Djoni; Radyati, Ajeng; Susiati, Susiati; Ruth, Burju; Sri Handayani, Kartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi (ABDIMASIA)
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/abdimasia.v2i1.486

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan guru mengenai penerapan bahasa kasih sebagai strategi mendukung perkembangan sosial-emosional dan pencapaian tugas perkembangan siswa Sekolah Dasar di SD Islam Darussalaam Cikunir. Permasalahan mitra menunjukkan keterbatasan keterampilan komunikasi afektif yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia sekolah dasar. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi materi, pelatihan interaktif berbasis studi kasus, diskusi kelompok, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman peserta dari 40% menjadi 70%, atau naik 30 poin persentase. Sebanyak 85% peserta mengalami peningkatan skor individu, dan 78% peserta mampu mengidentifikasi serta menerapkan sedikitnya tiga bentuk bahasa kasih dalam interaksi sehari-hari. Refleksi kualitatif menunjukkan perubahan pola komunikasi menjadi lebih empatik dan responsif. Temuan ini menegaskan efektivitas pelatihan dalam memperkuat kompetensi sosial-emosional orang tua dan guru secara terukur. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam agenda penguatan pendidikan karakter dan pengembangan kompetensi sosial-emosional di sekolah dasar.
Psychological Well-Being Peserta Didik Fase E SMA Negeri 10 Semarang Harjani, Tri; Venty, Venty; Susiati, Susiati
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 6 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v6i1.11510

Abstract

The purpose of this research is to find out the psychological well-being of Phase E students or class X SMA Negeri 10 Semarang. The research sample was Phase E or X class students with a total of 354 (113 boys and 241 girls). The researcher used incidental techniques to collect samples. Research using descriptive quantitative method. To find out the well-being of students, the researcher used the psychological well-being scale instrument, or PWBS, which was developed by Ryff (1989) and has been re-translated by the author, distributed via an online system via Google form. The total number of items 84 are all valid items, the validity coefficient is from 0.314 to 0.779 and the reliability coefficient is 0.966. 13 (3.7%) students had a low psychological well-being category, 125 (35.3%) the lower medium category, 180 (50.8%) the upper medium category and 36 (10.2%) the high category. The main concern is students who have the middle and low categories. It is necessary to develop a Guidance and Counseling service program to improve psychological well-being in order to increase the level of the impaired to the optimal level.
Rasch-Based DIF Analysis of Self-Harm Behaviors: Gender, Ethnicity, and Age Factors in an Indonesian Context Syahputra, Yuda; Ifdil, Ifdil; Setiawati, Caroline Lisa; Yendi, Frischa Meivilona; Yuliana, Yuliana; Tanjung, Romi Fajar; Susiati, Susiati
Journal of Counseling and Educational Research Vol. 2 No. 3 (2026): Journal of Counseling and Educational Research
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/jcerch.v2i3.524

Abstract

This study was conducted because self-harm behavior in adolescents has become a serious problem that requires in-depth attention, especially in Indonesia, where this phenomenon continues to increase. Factors such as gender, ethnicity, and age are believed to play an important role in influencing self-harm behavior, but comprehensive empirical studies on the interaction of these three factors are still limited. The objectives of this study were to identify differences in self-harm behavior based on gender, ethnicity, age, and investigate the interaction between these three factors. The research method used a quantitative design with a survey approach. The sample consisted of 812 adolescents who were randomly selected from various regions in Indonesia, and data were collected through questionnaires measuring the level of self-harm behavior and demographic factors. Data were analyzed using ANOVA in the Rasch model. The results showed that females have higher rates of self-harm than males. Bugis (B) and Flores (F) cultures show higher self-harm scores compared to other age groups. In addition, the 15-17 age group shows higher self-harm scores compared to other age groups. The conclusion of this study is that there are significant differences in self-harm behavior in adolescents based on gender, ethnicity, and age
Co-Authors A Yusdianti Tenriawali Aditama, Madya Giri Afdzulah, Amdan Ahsani, Laili Barokatin Ajeng Radyati Albion, Kevin Dario Alimin, La Ode Ambon, Amaliah F Ambon, Amaliah F. Ami, Iin Sulastri Ode Aminudin, Djoni Andi Masniati Anissa, Dewi Anwar Sutoyo Arifin, Deasy Dwi Cahyaningtyas Azwan Bahta, Fida Brescia, Reggiana Bugis, Riki Bunga, Herlina Buton, La Husni Christine Masada Hirashita Tobing Dewi, Erlinda Yunita Exaputri, Avelia Yonanda Fadhlia, Sarah fatimah Fatimah Fauziyah, Wahyu Dirga Fesanrey, Wilda FITHRIYAH INDA NUR ABIDA Fitriani, Rizki Frischa Meivilona Yendi Geminastiti Sakkir Goa, Ivana Harjani, Tri Harziko, Harziko Hatuwe, Rahma Satya Masna Hentihu, Idrus Husna, Ainul Ifdil Ifdil Imam Pamungkas Indrayani, Nanik Ismail, Ulfa Iye, Risman Kusumawati, Sherlin Tri Lisaholit, Syafa Litiloly, Badrun M. Ferizqo Fahdiyansyah Maila Huda Shofyana Maila Huda Shofyana, Maila Huda Malikatul Laila Marasabessy, Roos Nilawati Maskuroh, Qanitah Melamita, Anisa Mufidati, Elok Mufidati, Elok Muspiha, Muspiha NANI HANIFAH Nurhasanah, Hazna Siti Nurul Fajri Oktara, Tri Windi Oktaviani, Reysitta Prasetyo, Abdul Rahman Prianto, Tatag Dwi Puji Gusri Handayani Puspitasari, Viera Aulia Putri Karisma, Sally Putri Mentari, Putri Putri, Anggun Helmaya Rachmat Imam Muslim Rani, Risma Kumara Rianti, Wa RIMA RIMA Riska Andriani Risman Iye Rustono - Ruth, Burju Sabaruddin Sabaruddin Saidna Zulfiqar Bin-Tahir, Saidna Zulfiqar Saktiningrum, Nur Setiawati, Caroline Lisa Siti Nurhidayah Solihatun, Solihatun Solissa, Anang Sri Handayani, Kartika Suherman, La Ode Achmad Syahputra, Yuda T, Christine Masada H. Tanjung, Romi Fajar Taufik Taufik Taufik Tenriawali, A. Yusdianti Tinggapy, Hasanudin Tuasalamony, Kurniati Venty Venty Wa Ode Lili Andriani Nasri Wening Udasmoro Yuliana Yuliana Yulismayanti, Yulismayanti Yuni Pratiwi