Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi TyG dan TyG dimodifikasi dengan Kadar HbA1c pada Masyarakat Kelurahan Kota Bambu: Correlation between the TyG Index and Modified TyG Index with HbA1c Levels among Residents of Kota Bambu Subdistrict Yunita, Fenny; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.262

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) terus meningkat secara global dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada populasi urban dengan prevalensi obesitas abdominal yang tinggi. Indeks Triglyceride-Glucose (TyG) dan variannya yang dimodifikasi telah berkembang sebagai biomarker sederhana namun sensitif untuk mendeteksi resistensi insulin dan risiko gangguan metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara TyG dan TyG yang dimodifikasi dengan kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) pada masyarakat dewasa di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan total 135 responden berusia 18–65 tahun. Pemeriksaan glukosa puasa, profil lipid, dan HbA1c dilakukan sesuai prosedur standar, sementara indeks TyG dan variannya dihitung menggunakan formula baku yang mengombinasikan parameter laboratorium dan antropometri.  Hasil: Menunjukkan adanya korelasi positif bermakna antara TyG dan HbA1c (r = 0,170; p = 0,048), serta korelasi positif pada TyG×IMT (r = 0,169; p = 0,050) dan TyG×WC (r = 0,199; p = 0,021), sedangkan TyG×WHtR menunjukkan hubungan searah namun tidak signifikan. Kesimpulan: Konsistensi arah hubungan ini menggambarkan bahwa peningkatan indeks berbasis glukosa dan trigliserida selaras dengan peningkatan risiko glikemik, meskipun perubahan HbA1c masih berada pada rentang normal. Temuan ini menegaskan potensi TyG sebagai marker skrining dini untuk mendeteksi disfungsi metabolik subklinis pada populasi perkotaan. Diperlukan penelitian longitudinal untuk mengevaluasi nilai prediktif TyG terhadap kejadian diabetes serta memastikan perannya dalam strategi skrining komunitas yang cost-effective.
Role of Dermatoporosis as Mediating Factors: Impact of Systemic Health Parameters on Dermatology Life Quality Index in The Elderly W., Linda Julianti; Destra, Edwin; Firmansyah, Yohanes; Moniaga, Catharina Sagita; Tan, Sukmawati Tansil; Wijaya, Bryan Anna; Gunaidi, Farell Christian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20813

Abstract

ABSTRACT Dermatoporosis, an emerging concern in geriatric dermatology characterized by pronounced skin fragility and chronic skin atrophy, significantly impacts the quality of life among the elderly. This study delves into the complex interactions between various health parameters such as albumin, glucose, lipid profiles, uric acid, vitamin D, insulin resistance, uric acid, renal functions, and liver functions, assessing their cumulative effect on the Dermatology Life Quality Index (DLQI) in an elderly population, with dermatoporosis serving as a pivotal mediating factor. This study included 31 individuals who met the specified inclusion criteria. The selection process was designed to ensure the relevance of analyzed health parameters and to minimize selection bias, thereby enhancing the validity and applicability of the findings. Descriptive and inferential statistical methods were employed, along with Partial Least Squares (PLS) path modeling, to control for potential confounding variables and explore the multifactorial relationships among the measured variables. Regression analysis indicated that dermatoporosis significantly mediates the relationship between these health parameters and the DLQI, evidenced by R² values of 0.691 for dermatoporosis and 0.842 for DLQI. This study confirms that skin health in the elderly is multifactorial and strongly influenced by systemic health parameters. A multidisciplinary approach is essential to holistically manage dermatological conditions, addressing not only skin symptoms, but also systemic health factors that exacerbate skin disorders and diminish the quality of life in older adults. Keywords: Dermatoporosis, Dermatology Life Quality Index (DLQI), Geriatric Dermatology, Health Parameters, Systemic Health Influences.
Edukasi dan Skrining Kesehatan melalui Pemeriksaan Asam Urat dan Kekuatan Genggaman Tangan pada Masyarakat Dewasa di Jelambar: Education and Health Screening through Uric Acid Examination and Handgrip Strength Assessment among Adults in Jelambar Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alvianto, Fidelia; Pratama, Aditya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.124

Abstract

Pendahuluan: Hiperurisemia dan sarkopenia merupakan dua kondisi metabolik dan muskuloskeletal yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia dan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal karena kurangnya pemeriksaan rutin di tingkat layanan primer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan melakukan deteksi dini terhadap risiko hiperurisemia dan sarkopenia melalui pemeriksaan kadar asam urat dan kekuatan genggaman tangan (handgrip strength, HGS) pada masyarakat dewasa di Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat. Metode kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan asam urat kapiler menggunakan alat digital, dan pengukuran HGS dengan hand dynamometer sesuai prosedur standar. Sebanyak 46 partisipan berusia 20–63 tahun berpartisipasi secara sukarela. Hasil menunjukkan rerata kadar asam urat sebesar 6,56 ± 1,83 mg/dL dengan proporsi hiperurisemia 50%, sedangkan rerata kekuatan genggaman tangan 24,49 ± 8,55 kg dengan 30,4% peserta menunjukkan indikasi penurunan kekuatan otot. Data ini menegaskan adanya kecenderungan gangguan metabolik dan muskuloskeletal pada populasi usia produktif. Kesimpulan: Pelaksanaan skrining sederhana ini terbukti efektif dan mudah diaplikasikan di komunitas serta meningkatkan literasi kesehatan mengenai gaya hidup aktif, hidrasi, dan konsumsi protein adekuat. Integrasi pemeriksaan asam urat dan HGS dapat menjadi model promotif–preventif untuk pencegahan hiperurisemia dan sarkopenia di tingkat layanan primer.
Skrining Kesehatan Mental Berbasis DASS-Y sebagai Upaya Promotif–Preventif pada Anak Sekolah di Jakarta Barat: Mental Health Screening Using DASS-Y as a Promotive–Preventive Effort among School-Aged Children in West Jakarta Dewanto, Naomi Esthernita Fauzia; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Dinali, Diana; Aziel, Disya Gwyneth
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.125

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental remaja merupakan isu penting kesehatan masyarakat yang membutuhkan deteksi dini dan intervensi preventif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining gejala depresi, ansietas, dan stres pada siswa sekolah menggunakan Depression Anxiety Stress Scale–Youth (DASS-Y) serta meningkatkan literasi kesehatan mental di lingkungan pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Mutiara Bangsa 3, Jakarta Barat, melibatkan 306 siswa usia 11–18 tahun. Metode: pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA). Tahap plan meliputi koordinasi lintas sektor, sosialisasi, dan persiapan instrumen. Tahap do mencakup pelaksanaan skrining DASS-Y dan edukasi mengenai regulasi emosi, manajemen stres, serta gaya hidup mental sehat. Tahap check dilakukan melalui skoring dan kategorisasi hasil, sementara tahap action berupa konseling singkat dan rekomendasi rujukan bagi partisipan dengan skor sedang hingga berat. Hasil menunjukkan tingginya proporsi gejala emosional pada peserta. Sebanyak 73,5% siswa mengalami stres ringan hingga sangat berat; 100% siswa memiliki tingkat ansietas mulai dari ringan hingga sangat berat; dan seluruh siswa menunjukkan gejala depresi dengan derajat bervariasi. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan urgensi skrining berkala di lingkungan sekolah sebagai upaya promotif–preventif. Program ini juga meningkatkan pemahaman siswa dan guru mengenai kesehatan mental. DASS-Y terbukti praktis, mudah diterapkan, dan relevan sebagai alat skrining berbasis sekolah. Implementasi berkelanjutan serta kolaborasi dengan fasilitas kesehatan diharapkan dapat memperkuat dukungan psikososial remaja dan mencegah konsekuensi jangka panjang gangguan kesehatan mental.
Correlation between Muscle Strength, Calf Circumference, Vitamin D, and IGF-1 on Depression in the Elderly Gunawan, Paskalis Andrew; Biromo, Anastasia Ratnawati; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Kasvana, Kasvana; Sukianto, Louise Audrey; Firmansyah, Yohanes
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22435

Abstract

ABSTRACT Depression in the elderly is a multifaceted issue influenced by various physiological factors. This study investigates the correlation between muscle strength, calf circumference, Vitamin D, and Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1) levels and their collective impact on depression among the elderly.  This study aims to understand the correlation between muscle strength, calf circumference, Vitamin D, and IGF-1 levels on depression to develop targeted interventions to improve mental health outcomes in this demographic. This cross-sectional study involved 82 older people at RPTRA Krendang. Depression is measured using the Geriatric Depression Scale (GDS). Data were analyzed using Spearman's Rho to see the Correlation between Muscle Strength, Calf Circumference, Vitamin D, and IGF-1 on Depression in the Elderly. The study found most respondents were female (78%), with an average age of 74.34 years, and according to the Geriatric Depression Scale, the majority (59.8%) of respondents were normal. This study highlighted significant correlations between muscle strength, calf circumference, and decreased Vitamin D and IGF-1 levels with higher depression scores. These findings suggest that diminished physical health markers and nutrient deficiencies are associated with increased depressive symptoms in the elderly. Measuring muscle strength, calf circumference, Vitamin D, and IGF-1 levels is a good approach to understanding depression in the elderly that will lead to effective interventions by health workers and improve quality of life. Keywords: Calf Circumference; Depression; IGF-1; Muscle Strength; Vitamin D. 
Diabetes Predictive Scoring Model in Adults at Jakarta Based on Waist-to-Hip Ratio and Handgrip Strength Setiawan, Fiona Valencia; Wijaya, Bryan Anna; Gunawan, Shirly; Firmansyah, Yohanes
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2026): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v14i1.52320

Abstract

Background: Diabetes mellitus is an escalating public health concern, particularly among productive-age populations in urban settings. This study aimed to evaluate the potential of WHR and HG as low-cost, non-invasive tools for early diabetes risk detection. Methods: A cross-sectional study was conducted among 539 productive-age adults (>18 years) across multiple districts in Jakarta during 2024–2025 using consecutive sampling. Fasting blood glucose, WHR, and HG were assessed. Multiple linear regression was applied to examine associations between WHR, HG, and fasting glucose. A binary logistic regression model with backward likelihood ratio selection was used to identify predictors of diabetes. Results: WHR showed a significant positive association with fasting glucose (B = 72.647; p = 0.001), while HG demonstrated a significant inverse association (B = –0.468; p = 0.047). Logistic regression analysis indicated that lower HG (B = –0.867; Exp(B) = 0.420; p = 0.001) and higher WHR (B = –2.413; Exp(B) = 0.090; p = 0.018) were independently associated with diabetes risk. The model constant was 4.535 (p < 0.001). Conclusion: A model integrating WHR and HG shows promise for early diabetes risk stratification among productive-age adults in Jakarta, supporting their utility in community-based screening.
Co-Authors Aditya Pratama Alexander Halim Santoso Alexandro, Cristian Alexin, Corry Calista Alvianto, Fidelia Alwini, Muhammad Rifat Umar Amertha, Anak Agung Ngurah Putrayoga Andersan, Jonathan Aziel, Disya Gwyneth Bachri, Fiqi Afrizal Bambang, Kresna Biromo, Anastasia Ratnawati Charissa, Olivia Daniel Ruslim David Ariwibowo Destra, Edwin Dewanto, Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, Paulus Gegana Thery Dinali, Diana Enike, Syilvia Cendy Ernawati Ernawati EVELYN EVELYN Fadil Hidayat Fajarivaldi, Kresna Bambang Fransisca I. R. Dewi Frisca Frisca Gunaidi, Farell Christian Gunawan, Paskalis Andrew Hadisono, Hadisono Harsono, Axsel Hartono, Vincent Aditya Budi Haryanto, Ines Hekmatyar, Haritsyah Hendrianto, Rafindra Raja Adi Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi Herdiman, Julia Jaya, I Made Satya Pramana Johan Johan Johan Johan Johan, Richver Framanto Kasvana, Kasvana Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Kristianto, Angeline Florencia Grace Kurniawan, Joshua Kurniawan, Junius Lo, Geoffrey Christian Lontoh, Susy Olivia Lucius, Steven Hizkia Lumintang, Valentino Gilbert Mahendri, Ryan Daffano Putra Mano S., Donatila Mijaata, Djoko Micni Moniaga, Catharina Sagita Noer Saelan Tadjudin Olivia Charissa Peter Ian Limas Philo, Andrew Pranata, Catherine Christiana Pratama, Muhammad Kevin Dava Pratana, Catherine Christiana Pratomo, Farhan Purnomo, Yonathan Adi Putra, Muhammad Dzakwan Dwi Rafi, Muhammad Adam Abizar Ruslim, Welly Hartono S., Donatila Mano Saerah, Stefanus Handy Santoso, Alexander Halim Sari Mariyati Dewi Nataprawira Setiady, Brandon Alexander Setiawan, Fiona Valencia Shirly Gunawan Sidarta, Erick Sim, Alfred Sutrisno Singh, Arwinder Soebrata, Linginda Soni, Yulfitra Sukianto, Louise Audrey Suros, Angel Sharon Syarifah, Andini Ghina Tan, Sukmawati Tansil Tantoso, Lydia Triyana Sari W., Linda Julianti Warsito, Jonathan Hadi Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Inge Friska Yohanes Firmansyah Yunita, Fenny