Claim Missing Document
Check
Articles

Adaptasi Hukum Humaniter terhadap Perang Asimetris: Alternatif Normatif dan Strategi Implementasi Wibowo, Medi Hariyo; Abadi, Andi Nur; Susilo, Tarsisius; Budi, I Ketut Setia; Iskandar, Yulian
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3124

Abstract

Konflik bersenjata modern yang bersifat asimetris, terutama dengan keterlibatan aktor non-negara dan penggunaan teknologi canggih seperti AI dan serangan siber, telah menantang relevansi dan efektivitas Hukum Humaniter Internasional (HHI) konvensional. Prinsip dasar seperti pembedaan antara kombatan dan warga sipil menjadi semakin sulit diterapkan di medan konflik yang kompleks dan cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterbatasan norma-norma HHI saat ini serta merumuskan alternatif normatif dan strategi implementasi yang adaptif terhadap dinamika konflik kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dan analisis yuridis-kritis terhadap dokumen hukum, studi kasus, serta literatur akademik internasional terkait konflik dan HHI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma HHI yang berlaku sering kali tidak memadai dalam memberikan perlindungan efektif, terutama di wilayah yang mengalami perang hibrida dan keterlibatan teknologi. Oleh karena itu, dibutuhkan kerangka hukum yang lebih inklusif, progresif, dan responsif terhadap ancaman baru serta kondisi lokal yang berubah-ubah. Implikasi dari studi ini adalah urgensi pembaruan hukum humaniter global dan pentingnya koordinasi antara pembuat kebijakan internasional dan nasional dalam menjawab tantangan hukum di era konflik modern.
Konflik Israel–Palestina dan Kerapuhan Penegakan Hukum Humaniter: Peran Hak Veto dalam Skema Keadilan Global Sunadi, Sunadi; Achyar, Mohammad; Susilo, Tarsisius; Basuki, Tedy; Akad, Andy Mustafa
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3126

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas hukum internasional dalam mengatur konflik bersenjata, dengan mengambil konflik Israel–Palestina sebagai studi kasus utama. Melalui pendekatan normatif dan empiris, kajian ini menyoroti bagaimana instrumen hukum internasional—terutama International Court of Justice (ICJ) dan International Criminal Court (ICC)—belum mampu memberikan respons yang efektif terhadap pelanggaran hukum perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Analisis diperkuat dengan data survei terhadap 40 responden dari kalangan strategis dan akademis, yang menunjukkan tingkat kepercayaan yang rendah terhadap daya pengaruh hukum internasional dalam meredam konflik. Temuan mengindikasikan bahwa hak veto di Dewan Keamanan PBB, lemahnya mekanisme enforcement, serta dominasi kepentingan politik dan ekonomi negara besar merupakan faktor utama yang menghambat implementasi hukum humaniter secara optimal. Melalui pendekatan analisis SWOT dan Diagram Kartesius, jurnal ini menunjukkan bahwa sistem hukum internasional saat ini berada dalam posisi defensif, yang menandakan perlunya reformasi struktural di tingkat global. Selain itu, jurnal ini menekankan pentingnya peran negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam mendorong pembaruan sistem hukum internasional, membatasi penggunaan hak veto, serta memperkuat kapasitas nasional dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum humaniter ke dalam doktrin militer. Kesimpulan utama dari kajian ini menegaskan bahwa tanpa reformasi yang menyeluruh, hukum internasional akan terus digunakan secara selektif dan berpotensi gagal menegakkan keadilan dalam konflik bersenjata kontemporer.
Konflik Berkepanjangan Antara Israel Dan Palestina Dan Tantangan Implementasi Hukum Humaniter Dalam Resolusi Internasional Napitupulu, Faisal Florance; Triandoko, Febi; Susilo, Tarsisius; Apandi, Asep; Dhani Broto Nugroho, Sidik
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3152

Abstract

The prolonged conflict between Israel and Palestine, particularly in the Gaza Strip, has resulted in severe humanitarian consequences and drawn widespread international concern. This study aims to analyze violations of International Humanitarian Law (IHL) committed by parties involved in the conflict, focusing on the protection of civilians, access to humanitarian aid, and legal accountability for those responsible. Using a qualitative approach and literature review from reports issued by the United Nations, non-governmental organizations such as Human Rights Watch, the International Committee of the Red Cross (ICRC), and international legal bodies such as the International Criminal Court (ICC), the study finds strong indications of collective punishment, disproportionate attacks, and restrictions on essential aid—all of which contradict fundamental principles of IHL. Furthermore, this research highlights the failure of international mechanisms to enforce justice effectively for victims, particularly children and other vulnerable groups in Gaza. Upholding accountability, non-discrimination, and legal protections for civilians are critical components in preventing future violations and building a sustainable foundation for peace in the region.
Kompetensi Digital dan Manajemen SDM TNI pada Era Revolusi Industri 4.0 Prakosa, Chandra Ariyadi; Halkis, Mhd.; Susilo, Tarsisius
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 2 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i2.2366

Abstract

The main problem in managing TNI human resources in the Industrial Revolution 4.0 era is the skills gap in facing the demands of advanced technology. Many personnel are not fully ready to master technologies such as AI, big data, and IoT which are increasingly crucial in modern military operations. The purpose of this study is to analyze TNI Digital Competence and Human Resource Management in the Industrial Revolution 4.0 Era. The method used is qualitative descriptive using the SWOT approach. The results of the study show that digital transformation in human resource management and operations of the Indonesian National Army (TNI) in the Industrial Revolution 4.0 era is a crucial strategy to strengthen national defense. The use of technologies such as artificial intelligence (AI), big data, Internet of Things (IoT), and virtual simulation (VR) increases operational efficiency and the accuracy of TNI decision-making. This technology also facilitates more realistic and interactive personnel training and reduces the risks and costs of training. However, the success of this transformation is highly dependent on the readiness of infrastructure and budget. Cooperation with industry through public-private partnerships (PPP) is needed to accelerate infrastructure development such as 5G networks and cybersecurity systems. In addition, the development of competent human resources through continuous digital training is a key element in adapting to the dynamics of information-based global threats.
Implementasi Hukum Humaniter dan Perlindungan Warga Sipil dalam Konflik Israel-Palestina Beruh, Sri Marantika; Martiono, Frisdian; Susilo, Tarsisius; Haryana, Syaid; Supriyanto, Agus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i5.59729

Abstract

The ongoing armed conflict between Israel and Palestine reflects the complexity of modern geopolitical contestation, characterized not only by military confrontation but also by widespread violations of fundamental principles of International Humanitarian Law (IHL). This study aims to analyze the gap between the normative framework of humanitarian law as outlined in the 1949 Geneva Conventions and their Additional Protocols and the empirical practices observed on the battlefield, particularly concerning the protection of civilians and non-military infrastructure. Employing a juridical-normative method and a technocratic-institutional approach, this research examines the legal and institutional dimensions that hinder the effective enforcement of IHL. The findings reveal that, in addition to the low level of state actor compliance with the principles of distinction, proportionality, and precaution, the weakened role of the United Nations Security Council and the limited jurisdictional reach of the International Criminal Court exacerbate the culture of impunity for war crimes. Based on these findings, the study recommends a structural reform of international institutions, including the reconfiguration of supranational legal authority independent of political vetoes, and the strengthening of a collaborative, adaptive legal framework for civilian protection. This study aspires to offer a strategic contribution toward reinforcing international legal governance in responding to increasingly asymmetric and destructive contemporary armed conflicts.
Impact of Humanitarian Law Violations in The World War Against The Establishment of International Legal Instruments Efendi, Didik; Purnawan, Aris; Susilo, Tarsisius; Sirait, Dinand Tumpak; RS , Wahyu
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i6.1755

Abstract

World War I (1914–1918) and World War II (1939–1945) marked pivotal moments in the development of International Humanitarian Law (IHL), as they vividly demonstrated the destructive impact of armed conflict on humanitarian values. Serious violations of IHL, such as the use of chemical weapons, mass killings, inhumane treatment of prisoners of war, and acts of genocide, revealed the limitations of existing international legal instruments and prompted the establishment of a stronger legal framework. This study aims to analyze the forms of IHL violations during the world wars, examine the international community's responses to those violations, and evaluate their influence on the formation of modern international legal instruments, such as the 1949 Geneva Conventions, the 1977 Additional Protocols, and the establishment of the International Criminal Court (ICC). Utilizing a normative juridical and historical approach, this research demonstrates that the humanitarian tragedies of the world wars served as critical catalysts for strengthening international legal standards to ensure the protection of conflict victims and uphold accountability for war crimes.
Building Humanitarian Awareness in Combat Zones: The Urgency of Humanitarian Law Education for Military Personnel Apriyanto, Bambang; Wibowo, Teguh; Susilo, Tarsisius; . Limbong, Benny L; Soeprianto, Agus
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i6.1792

Abstract

Konflik bersenjata yang terus terjadi di berbagai belahan dunia menegaskan pentingnya penerapan hukum humaniter internasional guna melindungi martabat manusia, khususnya warga sipil dan pihak-pihak yang tidak turut serta dalam pertempuran. Dalam konteks tersebut, personel militer memegang peran sentral dalam memastikan norma-norma kemanusiaan dijunjung tinggi di medan tempur. Sayangnya, pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter masih kerap ditemukan, baik karena kelalaian maupun kurangnya pemahaman akan etika hukum perang. Hal ini menimbulkan kebutuhan mendesak akan pendidikan hukum humaniter yang komprehensif di lingkungan militer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pendidikan hukum humaniter bagi anggota militer serta menelaah efektivitas program pelatihan di beberapa negara yang telah berhasil menerapkannya. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), yang didukung oleh analisis deskriptif terhadap dokumen resmi, laporan organisasi internasional, serta jurnal akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik interpretatif-kritis untuk mengevaluasi korelasi antara pendidikan hukum humaniter dan penurunan tingkat pelanggaran di medan perang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara-negara yang secara sistematis mengintegrasikan hukum humaniter ke dalam kurikulum pelatihan militer, seperti Swiss dan Jerman, mengalami penurunan signifikan dalam insiden pelanggaran perang oleh tentaranya. Pendidikan yang menekankan pada simulasi situasional, studi kasus, dan refleksi moral terbukti mampu membentuk kesadaran kemanusiaan yang lebih kuat pada diri prajurit. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendidikan hukum humaniter tidak hanya membekali personel militer dengan pengetahuan normatif, tetapi juga mendorong internalisasi nilai etis dalam setiap tindakan operasional mereka. Kesimpulannya, pendidikan hukum humaniter merupakan elemen krusial dalam membentuk militer yang profesional dan humanis. Untuk itu, dibutuhkan penguatan program pelatihan yang adaptif terhadap dinamika konflik modern, termasuk penggunaan teknologi dan keterlibatan aktor non-negara, agar prinsip-prinsip kemanusiaan tetap tegak di tengah kekacauan perang.
Russia’s Energy Sovereignty: Vladimir Putin’s Leadership Autarky and its Relevance to Indonesia’s National Defense Hermawan, Dadang; Pinandito, Prasetyo; Susilo, Tarsisius; Saroso, Budi; Limbong , Benny Leonardo
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 10 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i10.2045

Abstract

Russia's energy sovereignty under Vladimir Putin demonstrates how strategic resource control can serve as both a foundation for national defense and a tool for geopolitical influence. This study examines Putin's autarky leadership model—characterized by centralized energy governance, economic nationalism, and the integration of energy policy with military strategy and explores its relevance to Indonesia's defense modernization toward Golden Indonesia 2045. Using a qualitative descriptive approach with library research methodology, this study analyzes secondary data from government documents, defense white papers, and academic literature published between 2015-2025. The analysis reveals that Putin's leadership consolidates energy (oil and natural gas) as a dual instrument: funding defense modernization and enabling coercive diplomacy, particularly through pipeline projects like Nord Stream. This approach combines classical realism with economic nationalism to reduce external dependency and maintain strategic autonomy. For Indonesia, the study identifies critical lessons: the necessity of integrating energy independence with defense doctrine, developing a resource-based defense industry, and establishing ethical leadership frameworks rooted in Pancasila values. Key recommendations include: strengthening national energy policy as a defense asset, promoting local content in defense technology, designing an adaptive defense doctrine based on natural resource sovereignty, and building energy diplomacy to enhance Indo-Pacific stability. Unlike Russia's centralized autarky, Indonesia's model should emphasize collaborative sovereignty balancing national independence with democratic accountability, environmental sustainability, and social justice. This research contributes to strategic leadership literature by connecting energy geopolitics with defense philosophy in an ASEAN context.
DINAMIKA KEPEMIMPINAN XI JINPING DALAM KONTEKS MOBILISASI SUMBER DAYA NASIONAL: ANALISIS TEKNOKRASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEBIJAKAN PERTAHANAN INDONESIA Hendrik Etwiory, Robinson; Andrianto, Febi; Susilo, Tarsisius; Supriyo, Sarwo; Bimo Risandi, Anton
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4389-4398

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika kepemimpinan teknokratis Xi Jinping dan dampaknya terhadap mobilisasi sumber daya nasional di Tiongkok, dengan fokus pada strategi Military-Civil Fusion (MCF). Menggunakan kerangka teoritis multi-dimensi yang mengintegrasikan kepemimpinan transformasional (Burns, 1978; Bass, 1985), kepemimpinan adaptif (Heifetz, 1994), dan kepemimpinan strategis militer (Yarger, 2006), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Xi Jinping telah secara sistematis mengkonsolidasikan kekuatan dan mengarahkan sumber daya nasional untuk mencapai supremasi teknologi dan modernisasi militer. Penelitian ini juga mengidentifikasi implikasi strategis dari model Tiongkok bagi Indonesia, yang sedang berupaya memperkuat kebijakan pertahanannya menuju visi Indonesia Emas 2045. Melalui analisis komparatif yang didukung oleh tools analisis sistematis Fishbone Analysis (Ishikawa, 1968), Analytical Hierarchy Process (AHP) (Saaty, 1980), dan SWOT Analysis (Humphrey, 2005) penelitian ini mengidentifikasi kendala utama yang dihadapi Indonesia dan merumuskan strategi untuk mengatasinya. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun model Tiongkok tidak dapat direplikasi secara langsung, prinsip-prinsip sinergi, fokus strategis, dan inovasi teknologi dapat diadaptasi dalam konteks demokrasi Indonesia. Penelitian ini mengusulkan konsep "Teknokrasi Pancasilais" sebagai model alternatif yang mengintegrasikan efisiensi teknokratis dengan 1 NUSANTARA : Jurnal Ilmu Penegtahuan Sosial, 2 (1) (2019): 1-15 nilai-nilai Pancasila, serta "Doktrin Pertahanan Nusantara 4.0" sebagai kerangka konseptual untuk transformasi pertahanan Indonesia. Kontribusi penelitian ini terletak pada analisis multi-teoritis yang komprehensif, penggunaan metodologi campuran yang sistematis, dan formulasi rekomendasi kebijakan yang relevan dengan konteks Indonesia.
Supremasi Kognitif: Pelajaran dari Kepemimpinan Global untuk Doktrin Pertahanan Siber Indonesia Iswan Nusi, Mohamad; Cokabo, David Mulyadi; Susilo, Tarsisius; Susanto, Teguh Heri; Firmansyah , Rudi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8718

Abstract

Dalam era kompetisi lintas-domain yang semakin kompleks, supremasi kognitif telah menjadi dimensi utama perebutan kekuasaan global. Dominasi tidak lagi ditentukan oleh kekuatan militer semata, tetapi oleh kemampuan negara mengendalikan persepsi, memengaruhi kesadaran publik, dan membentuk realitas sosial melalui teknologi informasi dan algoritma. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kepemimpinan strategis Vladimir Putin dan Xi Jinping dalam mengelola ruang kognitif nasional, serta merumuskan implikasinya terhadap pengembangan doktrin pertahanan siber Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dengan teknik studi kepustakaan dan analisis komparatif strategis, berfokus pada integrasi antara teori kekuasaan informasi dan kepemimpinan kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putin dan Xi berhasil membangun ekosistem kognitif nasional melalui kontrol narasi, penguasaan data, dan orkestrasi teknologi digital untuk memperkuat legitimasi domestik dan menantang hegemonik global. Sebaliknya, Indonesia masih menunjukkan kesenjangan kognitif akibat lemahnya koordinasi kelembagaan, dominasi paradigma teknis, dan ketergantungan terhadap infrastruktur digital asing. Penelitian merekomendasikan pembentukan Doktrin Pertahanan Kognitif Nasional berbasis Pancasila, yang menempatkan kesadaran, kecerdasan strategis, dan integrasi lintas-domain sebagai inti dari kedaulatan siber Indonesia di abad ke-21.
Co-Authors . Limbong, Benny L Abadi, Andi Nur Abda Abda Achyar, Mohammad Adam Darmawan, Marino Adi S, Agustinus Adriono, Rudi Agung, Erwin Agus Supriyanto Akad, Andy Mustafa Alam, Saiful Ali Mahmudi ali, yusuf Alif, Akhmad Amperawan, Cahyadi Amzidil, Lek Andrianto, Febi Andriono , Rudi Antono, Kukuh Dwi Apandi, Asep Apandi, M. Asep Apriyanto, Bambang Arismunandar, Setiawan Aritonang, RH Aritonang, Rudi Hasiholan Arvianto, Tomy Aryaka, Marvien Atmoko, Andriyan Wahyu Dwi Auliadi Santoso, Anugrah Bagiono, Amin Bambang Wijonarko Basuki, Tedy Bawanto, Arief Tri Beruh, Sri Marantika Bimo Risandi, Anton Broto, Fadjar Wahyudi Broto, S. Dhani Budi, I Ketut Setia Budi, Ketut Setia Budi, Lustia Budi, Suntara Wisnu Budiman Budiman Cahyono, Agung Nur Cokabo, David Mulyadi Dadang Hermawan Dewanto, Roli Dhani Broto Nugroho, Sidik Dhani, Sidik Efendi, Didik Effendi, M. Eko Hadiyanto, Yuli Erlangga , Aqsa Firmansyah , Rudi Golkariansyah, Golkariansyah Gunawan, Roma Hadisuseno, Bungkus Halkis, Mhd. Hamel, Boy Yopi Hanla, Hanla Haprabu, Wirasetyo Hartono, Rudi Haryana, Syaid Haryanto Hunsam, Berny Hendrayana, Dadang Hendrik Etwiory, Robinson Heri Susanto, Teguh Hertanto, Arief Kurniawan Ibrohim, Nur Rochmad Imasfy, M. Iskandar, Yulian Istiawan, Istiawan Iswan Nusi, Mohamad Iwan Setiawan Jaya, Dedy Kusuma Johor, Wan Saiful Bahari Bin Wan Joko Prasetyo Kartono, Mandri Kismanto, Totok Prio Komarudin, Dedi Limbong , Benny Leonardo Limbong, Benny Limbong, Beny Leonard Littlejohn, Andrew Lubis, M. Sati Lubis, Zulhamidi Made Mertha Yasa, I Malinton, Yoki Marpaung, Budiman Marpaung, Irfan Satya Prasad Martiono, Frisdian Mattanete, Takdir Milyardin, Ian Rizkian Muhammad Halkis Mustamin Mustamin Napitupulu, Faisal Florance Negara, Agung Perwira Nijo, Jamet Nugroho, Ig Widi Nugroho, Ig. Widi Nugroho, Ignatius Widi Nugroho, Yogi Nurcahyo, Yulianto Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat, I Ketut Bina S, Nursanto, Ukik Ari Nurtono, Adietya Yuni Panggabean, Andar Dodianto Parinussa, Johanis Pinandito, Prasetyo Prakosa, Chandra Ariyadi Prasetyo W., Danang Priyanto Priyanto Priyanto, Yusep Purnawan, Aris Purwanto , Didik Purwanto, Dudik Purwanto, Farid Yudis Putra, Bastian Setya Laksana Putra, Deki Rayusyah Raharja, Raden Yoga Raharjo, Kanang Budi Ramadhanus, Wahyu Ridwan, Yohanas Risandi, Anton Bimo Rozi, Roy Fakhrul RS , Wahyu Rudi Firmansah Saerodin, Rahmad Santosa, Wahyudi Dwi Santoso, Antonius Adi Sarana, Arinto Beny Saroso, Budi Setiawan, Gede Setiyawan, Danang Ary Setyawan, Edy Setyawan Setyoko , Budi Setyoko, Budi Sihombing, Rooy Candra Simangunsong, Rudy Simanjuntak, Arifin Sinaga, Thomas Sinaga, Thomas H.K Sirait, Dinand Tumpak Sitompul, Ely Asyer Soeprianto, Agus Solikhin Solikhin Sudrajat, Mochamad Andri Wahyu Sugir, Sugir Sujiwo, Aji Sultan Alimudin, Andi Sunadi, Sunadi Sunarko Sunarko Supriyo, Sarwo Susanto, Teguh Heri Sutopo, Joko Syah Putra Siregar, Eko Syakur, Nanang Mahfudi T. Wijaya, Xanthoniar Tadung, Rapy Tapayasa, Gusti Bagus Oka Taufik Nur Cahyanto, Taufik Nur Teguh Wibowo Timur, Afrilian Sukarno Triambodo, Reno Triandoko, Febi Triyono Triyono Tuwadi, Tuwadi Utomo, Bambang Prasetyo Wahyu RS, Wahyu RS Wahyudi, Edi Wahyudi, Joko Wahyudi, Tody Warli, Lili Wibowo, Imam Wibowo, Medi Hariyo Widodo, Eko Slamet Widodo, Roni Agus Wijaya, Hilman Winarno, Irwan Aditya Wiseso, Gatot Wisyudha, Wisyudha Wiyono, Sidik Yadi, Rahman Zaenal Arifin Zaman, Komaruz Zega , Taufik Zega, Muhammad Taufiq Zega, Taufiq ‘Alimi, Nur