Claim Missing Document
Check
Articles

SENSITIVITY OF BAY LEAF (Syzygium polyantha) SOLUTION TOWARD Aeromonas hydrophila Vekri Ramadhi; Morina Riauwaty; Henni Syawal
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 (2019): Edisi 1 Januari s/d Juni 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted from Juni to October 2018, atParasites and Fish Disease Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine, University of Riau. The Purpose of this study was to determine the sensitivity of bay leaf (Syzygium polyantha) solution as antimicrobial to Aeromonas hydrophila, the range of Minimal Inhibitory Concentration (MIC) and the lethal dose (LD50) bay leaf (Syzygium polyantha) solution against to catfish (Clarias sp.) (8-10 cm) by immersion for 24 hours. Sensitivity test is using the method of Kirby-Bauer disk blank 6 mm disc with dose used were 100%, 90%, 80% , 70%, 60%, 50%, 40%, 30%, 20%, 10%,9%, 8%, 7% and control Novobiocin. The result shown that the bay leaf solution can inhibit the growth of bacteria Aeromonas hydrophila that in the dose of 7% with 6,13 mm clear zone . MIC test showed this resueld is 12% has a number of colonies of bacteria aqual 159.66 CFU/mL  is able to inhibit the growth of bacteria Aeromonas hydrophila. Dose LD50 bay leaf solution against catfish by immersion for 24 hours in 13,5% .Keywords: Bay leaf, Sensitivity, Minimum Inhibitory Concentration, Aeromonas hydrophila,  LD50.
IDENTIFICATION OF PATHOGENIC BACTERIA OF TILAPIA (Oreochromis niloticus) IN SUBDISTRICT MARPOYAN DAMAI PEKANBARU Dicky Azwar Lubis; Henni Syawal; Morina Riauwaty
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2015): Wisuda Februari Tahun 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research was done in April - Juni 2014 in Fish Disease Parasite and Laboratories and an Experiment of the Faculty of Fisheries and Marine Science University of Riau. This study aims to determine the types of pathogens that attack tilapia in District Marpoyan Damai Pekanbaru. The benefits of this research is to provide information to farmers about the types of pathogens in tilapia, so it can be the prevention of disease. The method used in this study is a survey method by taking samples in the field and analyzed in the laboratory. The amount of bacteria found from both the ponds was six species. Bacteria found in a pond one these were Aeromonas hydrophila, Basillus sp, Pseudomonas sp and Streptococcus sp. Meanwhile bacteria found in a pond two these were Basillus sp, Stapyhilococcus sp, and Edwardsiella tarda.Keywords: Pathogenic Bacteria, Tilapia,
Produksi Benih Strain Mutiara (Clarias Gariepinus Burchell, 1822) Melalui Pemijahan Butan Pada Unit Pembenihan Ikan Unggul Farm Nur Asiah; Henni Syawal; Eni Yulinda; Yuliati Yuliati; Yetti Elfina S
Journal of Community Engagement Research for Sustainability Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.561 KB) | DOI: 10.31258/cers.1.2.81-88

Abstract

The purpose of this community service activity is to transfer knowledge and technology about artificial spawning of Mutiara Strain (Clarias gariepinus Burchell, 1822) to the Unggul Farm fish hatchery unit in Pangkalan Baru Village, Kec. Siak Hulu Regency. Kampar. This activity will be held on July 12 – August 12, 2021. The method used is direct demonstration and active participation. The spawning-stimulating hormone was Ovaprim with a dose of 0.5 ml/kg female broodstock and 0.3 ml/kg male broodstock. Artificial spawning, which is the process of removing eggs and sperm by stripping and surgery, so that the maximum number of eggs and sperm is obtained. Then fertilization is carried out, and then the eggs are incubated until they hatch which are called larvae. Artificial spawning produces larvae as many as 3 tanks with a size of 1 X 5.5 m. Natural spawning is carried out by the Unggul Farm fish hatchery unit each spawning period producing one larval tank with a size of 1 X 5.5 m. The benefits of artificial spawning are to increase the production of Mutiara strain seeds and improve the welfare of members of the Unggul Farm fish hatchery unit
Pemanfaatan Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L) untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Edwardsiella tarda Ratna Dewi Zebua; Henni Syawal; Iesje Lukistyowati
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.671 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1469

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2018. Penelitian ini bertujuan mengetahui bahan bioaktif yang terkandung di dalam ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L), sensitivitas ekstrak daun kersen menghambat pertumbuhan bakteri Edwardsiella tarda, dosis Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak daun kersen yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. tarda dan  Lethal dosis50ekstrak daun kersen terhadap ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) berukuran 7-9 cm.Daun kersen diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol.Dosis ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 10000 ppm, 9000 ppm, 8000 ppm, 7000 ppm, 6000 ppm, 5000 ppm, 4000 ppm, 3000 ppm, 2000 ppm, 1000 ppm dan Novobiocin sebagai kontrol. Hasil uji fitokimia ekstrak daun kersen adalah terpenoid/steroid,flavonoid, fenolik, dan saponin. Hasil uji kromatografi lapis tipis dengan nilai Rf terpenoid/steroid 0,88 cm, flavonoid 0,6 cm, dan fenolik 0,6 cm. Ekstrak daun kersen mampu menghambat pertumbuhan E. tarda hingga dosis 700 ppm dengan rata-rata zona hambat 6,14 mm, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak daun kersen adalah 700 ppm dengan rerata jumlah koloni 261,66 CFU/mL. Hasil uji toksisitas LD50 ekstrak daun kersen terhadap ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan metode perendaman adalah pada dosis 720,06 ppm.Kata kunci : Ekstrak Daun Kersen, Edwardsiella tarda, antibakteri, LD50
DIFERENSIASI LEUKOSIT IKAN JAMBAL SIAM (PANGASIANODON HYPOPHTHALMUS) YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG JAMU FERMENTASI Juwita Lestari; Henni Syawal; Morina Riauwaty
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2606

Abstract

Bahan alami yang digunakan dalam pembuatan jamu fermentasi, seperti kunyit, kencur, dan temulawak. Bahan-bahan ini bersifat antibakteri dan antimikroba, serta dapat meningkatkan kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jamu fermentasi pada pakan terhadap diferensiasi leukosit ikan jambal siam (Pangasianodon hypophthalmus) setelah diuji tantang dengan Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu pemberian jamu fermentasi pada pakan dengan 5 taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Kn: Kontrol negatif (pemberian pakan tanpa diberi jamu fermentasi dan tidak diuji tantang), Kp: Kontrol positif (pemberian pakan tanpa diberi jamu fermentasi dan diuji tantang), P1: P2; dan P3 (Pakan diberi jamu fermentasi dosis 200, 250, dan 300 ppm dan dilakukan uji tantang). Ikan dipelihara dalam akuarium berukuran 40x30x30cm dengan padat tebar 1 ekor/3 L, pemberian pakan sebanyak 10% dari bobot tubuh ikan dan diberikan tiga kali sehari. Hari ke- 32 dilakukan uji tantang dengan A. hydrophila, secara intramuscular dengan kepadatan bakteri 108 CFU/mL sebanyak 0,1mL/ekor. Pengambilan darah dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pertama sebelum perlakuan, kedua hari ke-30 pemeliharaan dan ketiga 14 hari pascaujitantang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2 (Pakan yang diberi jamu fermentasi dosis 250 ppm) adalah yang terbaik dengan nilai Total Leukosit 10,26x104 sel/mm3, nilai Limfosit 83,00%, Monosit 8.33%, dan Neutrofil 9,00%. Aktivitas Fagositik 36,33%, kelulushidupan 93,33 % , dan tingkat perlindungan relatif 90% . Dapat disimpulkan bahwa ikan yang diberi pakan mengandung jamu fermentasi dapat meningkatkan respons imun non spesifik ikan jambal siam, dan mencegah terjadinya infeksi A.hydrophila.
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL BIJI MANGGA HARUMANIS (Mangifera indica L) UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Edwardsiella tarda Destriman Laoi; Iesje Lukstyowati; Henni Syawal
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.73 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1844

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan November 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan bioaktif yang terkandung di dalam ekstrak etanol biji mangga harumanis (M.indica L), sensitivitas ekstrak etanol biji mangga harumanis, yang dapatmenghambatpertumbuhanbakteri E. tardadanLethaldosis50 ekstrak etanol biji mangga harumanis terhadap ikanPatin (Pangasius hypopthalmus) berukuran 7-9 cm. Biji mangga di ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Dosis ekstrak etanol biji mangga yang digunakan adalah 10000, 9000, 8000, 7000, 6000, 5000, 4000, 3000, 2000, 1000, dan Oxytetracyclin sebagai control. Hasil uji fito kimia ekstrak etanol biji mangga adalah tanin, flavonoid, terpenoid, dan saponin. Hasil Uji kromatografi lapis tipis dengan nilai Rftanin 0,78 cm, flavonoid 0,48 cm., terpenoid 0,56 cm,  dan saponin 0,44 cm. Ekstrak etanol biji mangga mampu menghambat bakteri E. tarda hingga dosis 200 ppm dengan rata-rata zona hambat 6,44 mm, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak etanol biji mangga harumanis dengan rata-rata 278 CFU/mL. Hasil uji toksisitas LD50 ekstrak etanol biji mangga harumanis terhadap ikan patin (P. hypopthalmus) dengan metode perendaman adalah pada dosis 140,74 ppm.
SENSITIVITY OF PINEAPPLE PEEL (Ananas comosus) EXTRACT AGAINSTEdwardsiella tarda BACTERIA Muhammad Azaldin; Henni Syawal; Iesje Lukistyowati
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.568 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1847

Abstract

ABSTRAK Kulit nanas (Ananas comosus) merupakan limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba / antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Edwardsiella tarda adalah patogen yang dapat menimbulkan penyakit pada ikan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas dari ekstrak kulit nanas (A.comosus) dalam menghambat pertumbuhan E.tarda dan Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Konsentrasi ekstrak kulit nanas yang digunakan adalah 100%-10% dan sebagai kontrol antibiotik oxytetracycline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas dari kulit nanas terhadap E. tardaberkisar antara 6,13 mm - 14,78 mm dan pada konsentrasi 18% ditetapkan sebagai nilai MIC dengan kepadatan bakteri 265,33 CFU/mL. Kata Kunci : Ekstrak Kulit Nanas(Ananas comosus), Edwardsiella tarda, Sensitivitas, Minimum Inhibitory Concentration
Sensitivitas Ekstrak Daun Rhizophora apiculata Menghambat Pertumbuhan Bakteri Aeromonas hydrophila Henni Syawal; Yuharmen Yuharmen; Ronal Kurniawan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.932 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1467

Abstract

Tanaman mangrove Rhizophora apiculatamemiliki potensi yang sangat besar digunakan dalam bidang fitofarmakasebagai bahanantibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sensitivitas daun R. apiculata yang diekstraksi menggunakan 4 jenis bahan pelarut berbeda, yaitu etanol, air panas, etil asetat, dan n-heksana terhadap Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan pertama pembuatan ekstrakdaun R. apiculata dengan pelarut etanol 96%, yang selanjutnya dipartisi menggunakan pelarut air panas, etil asetat, dan n-heksana. Kemudian dilakukan uji sensitivitas (zona hambat)  ekstrak daunR. apiculata terhadap  A. hydrophila. Konsentrasi ekstrakdaun R. apiculata dari setiap jenis pelarut yang digunakan adalah 1000, 2000, 3000, 4000, 5000, 6000, 7000, 8000, 9000, 10000ppm, sebagai kontrol digunakan antibiotik oxytetracyclin, disc  blank yang digunakan berukuran 6mm. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun R. apiculata yang diekstraksi menggunakan pelarut berbeda pada dosis 1000 sampai 10000 ppm mampu menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila, yakni berkisar antara 6,15-9,08 mm dengan pelarut etanol, air panas berkisar antara 6,20-8,50 mm, etil asetat berkisar antara 7,55-12,03 mm, dan n-heksana berkisar antara 6,15-8,45. Simpulan yang diperoleh bahwa ekstrak etil asetat lebih sensitif dibandingkan pelarut lainnya terhadap pertumbuhan A. hydrophila. Kata kunci :Rhizophora apiculata, Aeromonas hydrophila, Bahan Pelarut, dan                   Sensitivitas
PERBEDAAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) Unggul Fitrah Heriadi; Syafriadiman .; Henni Syawal
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.74 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1465

Abstract

Probiotik adalah mikroba hidup yang menguntungkan bagi ikandan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan ikan, memperbaiki nutrisi dalam pakan dan memperbaiki kualitas air.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interval waktu pemberian probiotik terbaik ke media pemeliharaan terhadap pertumbuhan ikan nila salin (Oreochromis niloticus). Ikan uji yang digunakan adalah ikan nila merah yang telah diadaptasi pada media bersalinitas. Wadah yang digunakan adalah bak fiber dengan kapasitas 250 liter dengan padat tebar 300 ekor/m3 dan dipelihara selama 56 hari pada salinitas 17 ppt. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, yaitu faktor tetap (dosis 10 ml/m3)dan faktor bebas (interval waktu) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu P0 (sekali selama pemeliharaan, P1 (5 hari sekali), P2 (10 hari sekali) dan P3 (15 hari sekali). Parameter yang diukur adalah pertumbuhan panjang dan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, kelulushidupan, konversi pakan dan efisiensi pakan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perbedaan interval waktu pemberian probiotik 5 hari sekali untuk pemeliharaan ikan nila salin sistim bioflok dapat meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak 36,04 g, panjang mutlak 8,41 cm, laju pertumbuhan harian 4,86%, kelulushidupan 94,44%, konversi pakan 0,86 dan efisiensi pakan 116,75%. Sedangkan kualitas air, seperti suhu 25,3-27,4oC, pH 7,0-8,1, DO 6,3-7,5 mg/L, CO22,34-9,32 mg/L, salinitas17-18,2 ppt, alkalinitas 40,0-66,7, NH30,001-1,50 mg/L, NO20,01-2,23 mg/L dan NO30,12-1,14 mg/L tergolong baik karena sudah sesuai dengan baku mutu budidaya ikan nila.Kata kunci : Oreochromis niloticus, Probiotik,bioflok, pertumbuhan
GAMBARAN DARAH MERAH IKAN JAMBAL SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG JAMU FERMENTASI UNTUK MENCEGAH PENYAKIT Motile Aeromonas Septicemia Yunita Paramitha Hasibuan; Henni Syawal; Iesje Lukistyowati
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2605

Abstract

Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh ikan melalui penambahan jamu fermentasi (kencur, temulawak, dan kunyit) ke pakan, karena pakan dengan jamu fermentasi memiliki beberapa keunggulan, seperti dapat meningkatkan nafsu makan, daya cerna, pertumbuhan, dan tahan terhadap penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari penambahan jamu fermentasi pada pakan guna meningkatkan status kesehatan ikan jambal siam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor lima taraf perlakuan, dan tiga ulangan, sehingga didapatkan 15 unit percobaan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah Kn: Kontrol negatif (pemberian pakan tanpa jamu fermentasi dan tanpa uji tantang A. hydrophila), Kp: Kontrol positif (pemberian pakan tanpa jamu fermentasi tetapi diuji tantang A. hydrophila), P1: Pemberian pakan mengandung jamu fermentasi dosis 200 ppm dan diuji tantang dengan A. hydrophila, P2: Pemberian pakan mengandung jamu fermentasi dosis 250 ppm dan diuji tantang dengan A. hydrophila. P3: Pemberian pakan mengandung jamu fermentasi dosis 300 ppm dan diuji tantang dengan A. hydrophila. Ikan dipelihara selama 46 hari dalam aquarium berukuran 40 x 30 x 30 cm dengan padat tebar 1 ekor/3 L air. Uji tantang dengan bakteri A. hydrophila kepadatan 108 CFU/mL sebanyak 0,1mL/ekor dilakukan pada hari ke-32. Setelah uji tantang ikan dipelihara kembali hingga hari ke-46. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis jamu fermentasi yang terbaik untuk ditambahkan ke pakan adalah 250 ppm, yang ditandai dengan total eritrosit 233 x 104 sel/mm3, nilai hematokrit 38,66%, kadar hemoglobin 9,73 g/dL, dan pertumbuhan bobot mutlak 20,19 g. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian suhu berkisar antara 27-29,2oC, pH 6-7, DO 4 - 4,34 mg/L, dan NH3 0,028-0,048 mg/L.
Co-Authors Abdul Alif Abdul Alif Addilah, M. Fikri Adelina ' Adelina, Adelin Afra Azizah Afrina Putri Afrizal Tanjung Alfian ' Alfinda, Rudi Alif, Abdul Amraini Fitri Anang Widarsa Andarini Diharmi Anderson.s, Roi Andesra, Andesra Andi Almer Farrand Noor Andre A Saragih, Andre A Andre Manusun Purba Anggriani, Rara Dewi Angraika Dirta Annisa Dwi Putri Anugrah, Rio Persal Anzila Rizki W Muharram Aprianti, Rahma Asmika Harnalin Simarmata Athif Amirah Elza Atika Talitha Erman Atria Martina Azizah, Afra Cerlina, Maya Chandra Chandra Chania Arnata Christin Natalia Cici Adliana Darfia, Novreta Dea Switzelin H Destriman Laoli Devy P Lumban Gaol Dian Fitria M Dian Iriani Dian Puspitowati Dicky Azwar Lubis Dinar Mey Jasika H Diva, Farhah Dwi Indah Fransiska Elfira Stefani Priska Eni Sumiarsih Erikson Sahala Pardamean Etri Nopilita Faira Yovanie Fandi Rahmat Farkhan, Mochammad Farrand Noor, Andi Almer Fatihaturrahma, Annisya Fauzi Ahmad Lubis Faza, Farzana Fakhira Fazira, Meisya Amanda Febi Nabila Feri Julianto Fitria Sufriyani Fransiska, Dwi Indah Fricilia Zissalwa Gaol, Devy P Lumban Ginting, Kiki Dirgantara Gunawan B S Gusriansyah, Dimas Hafil Kurnia Tama Hasbullah Zakky Hasugian, Sampang Hotramadi Herdini , Herdini Herianti Rambe Heriyanti Heriyanti, Heriyanti Herparinda Novita Husna, Hidayatul Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukstyowati Iesje Lukystiowati Ilham Fajri Pohan Iman, Khasan Nur Ipa, Adha Irma Yunita Irsya, Habib Irwan Effendi Iskandar Putra Isma, Muhammad Fauzan Isna Sudirman Isna Sudirman Isnaini Lidya Rizki Jampil, Tirta Herlis Jan Stepfely Simanjuntak Jaya Maruli Tamba Juniarty Manurung Juwita Lestari Karnila, Rahman Karnila Khairia, Khairia Kiky Dirgantara Ginting Kurniawan, Ahmad Juli Kusai, Kusai Latifah Hannum Lase Lestari, Rona Luksityowati, Iesje Luskityowati, Iesje M Riswan M Zaky Ditiya Putra M. Riswan M. Yanda, M. Yanda Manurung, Juniarty Mariana Lumban Tungkup Mariska, Refi Marwati ' Masjudi, Heri Maulina Sawitri Maya Cerlina Maytra Wirdona Meisya Amanda Fazira Melin Siburian Memi Martin Ilmayati Mery Sukmiwati Mesi Susanti Mochammad Farkhan Morina Riauwaty Muhamad Latiful Khobir Muhammad Akram Muhammad Arga Saputra Muhammad Arga Saputra Muhammad Arga Saputra Muhammad Azaldin Muhammad Muhajir Muhammad Muhajir, Muhammad Mulyadi Mulyadi Mutawakkil, M. Mufid Al Mutiara Mutiara Nabellia Nabellia Nabellia, Nabellia Nabila, Febi Nasril Ismail NASTITI KUSUMORINI Nelli Karolina Sitorus Niken Ayu Pamukas Novike Zullanda Selvi, Novike Zullanda Novita, Herparinda Novreta Ersyi Darfia Nur Addini Nur Aini Nur Asiah Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurfitri, Maya Nurhasan Nurhasan Nurhasan Nurhasan, Nurhasan Oktavianti, Mila Pakpahan, Poltak Panggabean, Devi Yunita Pardamean, Erikson Sahala Pertiwi, Zuwini Poltak Pakpahan Poltak Pakpahan Pristiana, Aris Purba, Andre Manusun Purba, Yoshua Dewaman Mangapul Putra, Mutlas Ade Putra, Sanjaya Mandala Putri Noviayu Salsabila Hendri Putri, Annisa Dwi Putri, Atika Putri, Mega Novia Putri, Rianti RA, Sayyidina Abdul Qabidhi Rabil Yusuf Rabil Yusuf Rahmadona, Zikra Rahmat Iman Mainil Ramadhanita, Ramadhanita Rebeka Valensia Rhino Pamungkas Riauwaty , Morina Ridho Aldiokta RIDWAN AFFANDI Rika Sinaga Rinaldi Rinaldi Rini Mastuti Rio Persal Anugrah Risman Ferdiansyah Riswan, M Riva Mutiara Rizka Hasanah Rizki Putra Rizvi, Fharisa Nabila Rona Lestari Ronal Kurniawan Roslina ' Rudi Alfinda Saberina Hasibuan Sagitha Aulya Fanny Tanjung Salsabila Hendri, Putri Noviayu Santa, Santa Santikawati, Susi Sarah Pabiola Saragih Siallagan, Romensius Anggi AW Siburian, Melin Sihaloho, Rosalinda Simalango, Cindy Naomi Fadilla Christine Simanjuntak, Jan Stepfely Sinaga, Tomuso Angdi Suryani Siregar, Cici YP Siregar, Desty Sahroni Siregar, Morina Riauwaty Sri Wahyuni Suci Wulandari Sudirman, Isna Syafriadiman, Syafriadiman Syafruddin Nasution Syahputra, Mohamad Ardani Syahrul Hidayat Syaieba, Mutiara Tamba, Jaya Maruli Tanjung, Yuliza Virliansyah Telaumbanua, Siti Tia Suherianti Tjipto Leksono Tjipto Leksono Tomuso Angdi Suryani Sinaga Trisla Warningsih Tungkup, Mariana Lumban Ulandari, Ulfa Unggul Fitrah Heriadi Usman M Tang Usman M Tang Usman Muhammad Tang Vekri Ramadhi Wasmen Manalu Widarsa, Anang Wijaya, Rahmat Santosa Windarti Windarti Yetti Elfina Yetti Elfina S Yoshua Demawan Mangapul Purba Yosri Yosri Yovanie, Faira Yuharmen - Yuliati Yuliati Yulyawati Yulyawati Yunita Paramitha Hasibuan Yusni Ikhwan Yusni Ikhwan Siregar Yusuf, Rabil Zebua, Ratna Dewi Zikra Rahmadona Zissalwa, Fricilia Zulaiha ' Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain