Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN KELOMPOK USAHA PASTEL MINI DESA PANDAU JAYA MELALUI DIVERSIFIKASI DAN FORTIFIKASI UDANG Jan Stepfely Simanjuntak; Mery Sukmiwati; Tjipto Leksono; Herdini Herdini; Henni Syawal; Afra Azizah; Andi Almer Farrand Noor; Faira Yovanie; Febi Nabila; Meisya Amanda Fazira; Mochammad Farkhan; Nabellia Nabellia; Putri Noviayu Salsabila Hendri; Rio Persal Anugrah
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 6, No 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i2.5874

Abstract

Diversification and fortification are efforts that can be made in increasing the value of food quality in terms of increasing product varieties and adding product nutritional value through the addition of food ingredients, one example of this product is fish or shrimp. The purpose of this service is to provide training on CPPB-IRT, technology transfer for mini pastel product processing, labeling, mini pastel training SOPs, product packaging and label design, and website creation, Facebook, Instagram (information and promotions) as well as making fish/shrimp flavours on mini pastels. The method of implementation that would be carried out in this activity was in the form of education, with the method of lectures, discussions, demonstrations and evaluation of product processing/manufacturing techniques for mini pastel businesses. Targets and outcomes to be achieved from community service activities, namely mini pastel products sold to the market must meet product specifications in accordance with SNI 7388: 2009. Packaging and labeling were in accordance with food packaging standardization PP No. 69 of 1999, standard operating procedures for guarantees quality of mini pastels. Based on the results obtained, the responses from the owners and employees of the mini pastel business group were quite enthusiastic in participating in the counseling activities.abtract in bahasaDiversifikasi dan fortifikasi merupakan upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan nilai mutu pangan dalam hal peningkatan varietas produk dan penambahan nilai gizi produk melalui penambahan bahan pangan, salah satu contoh produk ini adalah ikan atau udang. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan CPPB-IRT, alih teknologi pengolahan produk mini pastel, pelabelan, SOP pelatihan mini pastel, desain kemasan dan label produk, dan pembuatan website, facebook, instagram (informasi dan promosi) serta membuat rasa ikan/udang di mini pastel. Metode pelaksanaan yang akan dilakukan dalam kegiatan ini berupa edukasi, dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan evaluasi teknik pengolahan/pembuatan produk untuk usaha mini pastel. Sasaran dan hasil yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu produk mini pastel yang dijual ke pasaran harus memenuhi spesifikasi produk sesuai dengan SNI 7388 : 2009. Pengemasan dan pelabelan sudah sesuai dengan standarisasi kemasan pangan PP No. 69 Tahun 1999, standar operasional prosedur untuk menjamin kualitas mini pastel. Berdasarkan hasil yang diperoleh, respon dari pemilik dan karyawan cukup antusias mengikuti kegiatan penyuluhan.
Sosialisasi Pembuatan Jamu Fermentasi untuk Ikan Bersama Kelompok Perikanan Angkasa Fishery di Desa Koto Mesjid Henni Syawal; Nuraini Nuraini; Irwan Effendi; Yetti Elfina
Seandanan: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Seandanan: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/seandanan.v2i2.49

Abstract

Desa Koto Mesjid terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar Provinsi Riau, memiliki kolam kurang lebih 776 unit dengan produksi ikan patin 5-7 ton/hari. Adapun tujuan kegiatan pengabdian di desa ini adalah 1. memberikan pengetahuan dan praktek tentang pembuatan jamu fermentasi, 2. menjelaskan manfaat dari jamu fermentasi tersebut dalam meningkatkan produksi ikan budidaya. Kegiatan ini bermitra dengan kelompok Perikanan Angkasa Fishery, yang merupakan salah satu kelompok pembudidaya ikan patin yang ada di desa tersebut. Metode kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah menyampaikan materi secara ceramah dan diskusi, kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan jamu fermentasi serta cara pemberian pakan ditambah jamu fermentasi ke ikan. Kegiatan pemeliharaan ikan selama dua bulan dilakukan bersama anggota Perikanan Angkasa Fishery. Pemeliharaan benih ikan patin berukuran rata-rata berat 8-11gram untuk percontohan dilakukan dalam keramba jarring berukuran 1,5 x 1 x 1m yang ditancapkan dalam kolam sebanyak 4 unit, masing-masing unit dimasukan 150 ekor. Ikan diberi pakan pellet yang ditambahkan jamu fermentasi sebanyak 200mL/kg pakan, pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari sebanyak 10% dari berat populasi. Hasil kegiatan ini didapatkan informasi bahwa anggota kelompok rata-rata berpendidikan SMA dan rata-rata berusia 35,4th. Selama satu bulan pemeliharaan ikan sudah menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang tinggi, yakni dengan berat rata-rata 50-60/ekor atau telah mencapai berat mutlak 50gram, sedangkan pada ikan yang tidak diberi jamu fermentasi dengan masa pemeliharaan yang sama baru mencapai 30-40g.
SENSITIVITY OF PINEAPPLE PEEL (Ananas comosus) EXTRACT AGAINSTEdwardsiella tarda BACTERIA Muhammad Azaldin; Henni Syawal; Iesje Lukistyowati
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.568 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1847

Abstract

ABSTRAK Kulit nanas (Ananas comosus) merupakan limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba / antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Edwardsiella tarda adalah patogen yang dapat menimbulkan penyakit pada ikan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas dari ekstrak kulit nanas (A.comosus) dalam menghambat pertumbuhan E.tarda dan Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Konsentrasi ekstrak kulit nanas yang digunakan adalah 100%-10% dan sebagai kontrol antibiotik oxytetracycline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas dari kulit nanas terhadap E. tardaberkisar antara 6,13 mm - 14,78 mm dan pada konsentrasi 18% ditetapkan sebagai nilai MIC dengan kepadatan bakteri 265,33 CFU/mL. Kata Kunci : Ekstrak Kulit Nanas(Ananas comosus), Edwardsiella tarda, Sensitivitas, Minimum Inhibitory Concentration
Sensitivitas Ekstrak Daun Rhizophora apiculata Menghambat Pertumbuhan Bakteri Aeromonas hydrophila Henni Syawal; Yuharmen Yuharmen; Ronal Kurniawan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.932 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1467

Abstract

Tanaman mangrove Rhizophora apiculatamemiliki potensi yang sangat besar digunakan dalam bidang fitofarmakasebagai bahanantibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sensitivitas daun R. apiculata yang diekstraksi menggunakan 4 jenis bahan pelarut berbeda, yaitu etanol, air panas, etil asetat, dan n-heksana terhadap Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan pertama pembuatan ekstrakdaun R. apiculata dengan pelarut etanol 96%, yang selanjutnya dipartisi menggunakan pelarut air panas, etil asetat, dan n-heksana. Kemudian dilakukan uji sensitivitas (zona hambat)  ekstrak daunR. apiculata terhadap  A. hydrophila. Konsentrasi ekstrakdaun R. apiculata dari setiap jenis pelarut yang digunakan adalah 1000, 2000, 3000, 4000, 5000, 6000, 7000, 8000, 9000, 10000ppm, sebagai kontrol digunakan antibiotik oxytetracyclin, disc  blank yang digunakan berukuran 6mm. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun R. apiculata yang diekstraksi menggunakan pelarut berbeda pada dosis 1000 sampai 10000 ppm mampu menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila, yakni berkisar antara 6,15-9,08 mm dengan pelarut etanol, air panas berkisar antara 6,20-8,50 mm, etil asetat berkisar antara 7,55-12,03 mm, dan n-heksana berkisar antara 6,15-8,45. Simpulan yang diperoleh bahwa ekstrak etil asetat lebih sensitif dibandingkan pelarut lainnya terhadap pertumbuhan A. hydrophila. Kata kunci :Rhizophora apiculata, Aeromonas hydrophila, Bahan Pelarut, dan                   Sensitivitas
PERBEDAAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) Unggul Fitrah Heriadi; Syafriadiman .; Henni Syawal
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.74 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1465

Abstract

Probiotik adalah mikroba hidup yang menguntungkan bagi ikandan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan ikan, memperbaiki nutrisi dalam pakan dan memperbaiki kualitas air.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interval waktu pemberian probiotik terbaik ke media pemeliharaan terhadap pertumbuhan ikan nila salin (Oreochromis niloticus). Ikan uji yang digunakan adalah ikan nila merah yang telah diadaptasi pada media bersalinitas. Wadah yang digunakan adalah bak fiber dengan kapasitas 250 liter dengan padat tebar 300 ekor/m3 dan dipelihara selama 56 hari pada salinitas 17 ppt. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, yaitu faktor tetap (dosis 10 ml/m3)dan faktor bebas (interval waktu) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu P0 (sekali selama pemeliharaan, P1 (5 hari sekali), P2 (10 hari sekali) dan P3 (15 hari sekali). Parameter yang diukur adalah pertumbuhan panjang dan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, kelulushidupan, konversi pakan dan efisiensi pakan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perbedaan interval waktu pemberian probiotik 5 hari sekali untuk pemeliharaan ikan nila salin sistim bioflok dapat meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak 36,04 g, panjang mutlak 8,41 cm, laju pertumbuhan harian 4,86%, kelulushidupan 94,44%, konversi pakan 0,86 dan efisiensi pakan 116,75%. Sedangkan kualitas air, seperti suhu 25,3-27,4oC, pH 7,0-8,1, DO 6,3-7,5 mg/L, CO22,34-9,32 mg/L, salinitas17-18,2 ppt, alkalinitas 40,0-66,7, NH30,001-1,50 mg/L, NO20,01-2,23 mg/L dan NO30,12-1,14 mg/L tergolong baik karena sudah sesuai dengan baku mutu budidaya ikan nila.Kata kunci : Oreochromis niloticus, Probiotik,bioflok, pertumbuhan
GAMBARAN DARAH MERAH IKAN JAMBAL SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG JAMU FERMENTASI UNTUK MENCEGAH PENYAKIT Motile Aeromonas Septicemia Yunita Paramitha Hasibuan; Henni Syawal; Iesje Lukistyowati
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.127 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2605

Abstract

Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh ikan melalui penambahan jamu fermentasi (kencur, temulawak, dan kunyit) ke pakan, karena pakan dengan jamu fermentasi memiliki beberapa keunggulan, seperti dapat meningkatkan nafsu makan, daya cerna, pertumbuhan, dan tahan terhadap penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari penambahan jamu fermentasi pada pakan guna meningkatkan status kesehatan ikan jambal siam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor lima taraf perlakuan, dan tiga ulangan, sehingga didapatkan 15 unit percobaan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah Kn: Kontrol negatif (pemberian pakan tanpa jamu fermentasi dan tanpa uji tantang A. hydrophila), Kp: Kontrol positif (pemberian pakan tanpa jamu fermentasi tetapi diuji tantang A. hydrophila), P1: Pemberian pakan mengandung jamu fermentasi dosis 200 ppm dan diuji tantang dengan A. hydrophila, P2: Pemberian pakan mengandung jamu fermentasi dosis 250 ppm dan diuji tantang dengan A. hydrophila. P3: Pemberian pakan mengandung jamu fermentasi dosis 300 ppm dan diuji tantang dengan A. hydrophila. Ikan dipelihara selama 46 hari dalam aquarium berukuran 40 x 30 x 30 cm dengan padat tebar 1 ekor/3 L air. Uji tantang dengan bakteri A. hydrophila kepadatan 108 CFU/mL sebanyak 0,1mL/ekor dilakukan pada hari ke-32. Setelah uji tantang ikan dipelihara kembali hingga hari ke-46. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis jamu fermentasi yang terbaik untuk ditambahkan ke pakan adalah 250 ppm, yang ditandai dengan total eritrosit 233 x 104 sel/mm3, nilai hematokrit 38,66%, kadar hemoglobin 9,73 g/dL, dan pertumbuhan bobot mutlak 20,19 g. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian suhu berkisar antara 27-29,2oC, pH 6-7, DO 4 - 4,34 mg/L, dan NH3 0,028-0,048 mg/L.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SUPLEMEN HERBAL PADA PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Ronal Kurniawan; Henni Syawal; Irwan Effendi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.14 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1613

Abstract

Penggunaan tumbuhan sebagai alternatif suplemen pakan memiliki kelebihan, salah satunya bersifat bio-degradable dan ramah lingkungan, serta mudah ditemukan di alam, seperti kunyit, temulawak, dan kencur. Tumbuhan ini bersifat antibakteri dan antimikroba, serta meningkatkan laju pertumbuhan dan sistem imun ikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas dari penambahan suplemen herbal pada pakan buatan dalam meningkatkan laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni s/d Agustus 2019, di Waduk Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (dosis suplemen 100 mL/kg pakan), P2 (200 mL/kg), P3 (300 mL/kg). Ikan dipelihara dengan padat tebar 75 ekor/m3, panjang 7 cm dan bobot 6 g, serta dipelihara selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan buatan dengan penambahan suplemen herbal mampu meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan ikan patin. Dosis pemberian suplemen herbal sebesar 200 mL/kg pakan menghasilkan laju pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan ikan patin terbaik, menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 119,08 g, laju pertumbuhan spesifik 4,86%/hari, panjang mutlak 15,45 cm, konversi pakan 1,21, efisiensi pakan 82,93% dan tingkat kelulushidupan 100%. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang mendukung untuk pertumbuhan ikan patin, yaitu suhu berkisar antara 26,9-30,2oC, oksigen terlarut berkisar antara 4,3-6,1 mg/L, dan pH berkisar antara 6,1-6.8.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L) untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Edwardsiella tarda Ratna Dewi Zebua; Henni Syawal; Iesje Lukistyowati
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.671 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1469

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2018. Penelitian ini bertujuan mengetahui bahan bioaktif yang terkandung di dalam ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L), sensitivitas ekstrak daun kersen menghambat pertumbuhan bakteri Edwardsiella tarda, dosis Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak daun kersen yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. tarda dan  Lethal dosis50ekstrak daun kersen terhadap ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) berukuran 7-9 cm.Daun kersen diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol.Dosis ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 10000 ppm, 9000 ppm, 8000 ppm, 7000 ppm, 6000 ppm, 5000 ppm, 4000 ppm, 3000 ppm, 2000 ppm, 1000 ppm dan Novobiocin sebagai kontrol. Hasil uji fitokimia ekstrak daun kersen adalah terpenoid/steroid,flavonoid, fenolik, dan saponin. Hasil uji kromatografi lapis tipis dengan nilai Rf terpenoid/steroid 0,88 cm, flavonoid 0,6 cm, dan fenolik 0,6 cm. Ekstrak daun kersen mampu menghambat pertumbuhan E. tarda hingga dosis 700 ppm dengan rata-rata zona hambat 6,14 mm, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak daun kersen adalah 700 ppm dengan rerata jumlah koloni 261,66 CFU/mL. Hasil uji toksisitas LD50 ekstrak daun kersen terhadap ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan metode perendaman adalah pada dosis 720,06 ppm.Kata kunci : Ekstrak Daun Kersen, Edwardsiella tarda, antibakteri, LD50
DIFERENSIASI LEUKOSIT IKAN JAMBAL SIAM (PANGASIANODON HYPOPHTHALMUS) YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG JAMU FERMENTASI Juwita Lestari; Henni Syawal; Morina Riauwaty
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.997 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2606

Abstract

Bahan alami yang digunakan dalam pembuatan jamu fermentasi, seperti kunyit, kencur, dan temulawak. Bahan-bahan ini bersifat antibakteri dan antimikroba, serta dapat meningkatkan kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jamu fermentasi pada pakan terhadap diferensiasi leukosit ikan jambal siam (Pangasianodon hypophthalmus) setelah diuji tantang dengan Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu pemberian jamu fermentasi pada pakan dengan 5 taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Kn: Kontrol negatif (pemberian pakan tanpa diberi jamu fermentasi dan tidak diuji tantang), Kp: Kontrol positif (pemberian pakan tanpa diberi jamu fermentasi dan diuji tantang), P1: P2; dan P3 (Pakan diberi jamu fermentasi dosis 200, 250, dan 300 ppm dan dilakukan uji tantang). Ikan dipelihara dalam akuarium berukuran 40x30x30cm dengan padat tebar 1 ekor/3 L, pemberian pakan sebanyak 10% dari bobot tubuh ikan dan diberikan tiga kali sehari. Hari ke- 32 dilakukan uji tantang dengan A. hydrophila, secara intramuscular dengan kepadatan bakteri 108 CFU/mL sebanyak 0,1mL/ekor. Pengambilan darah dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pertama sebelum perlakuan, kedua hari ke-30 pemeliharaan dan ketiga 14 hari pascaujitantang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2 (Pakan yang diberi jamu fermentasi dosis 250 ppm) adalah yang terbaik dengan nilai Total Leukosit 10,26x104 sel/mm3, nilai Limfosit 83,00%, Monosit 8.33%, dan Neutrofil 9,00%. Aktivitas Fagositik 36,33%, kelulushidupan 93,33 % , dan tingkat perlindungan relatif 90% . Dapat disimpulkan bahwa ikan yang diberi pakan mengandung jamu fermentasi dapat meningkatkan respons imun non spesifik ikan jambal siam, dan mencegah terjadinya infeksi A.hydrophila.
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL BIJI MANGGA HARUMANIS (Mangifera indica L) UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Edwardsiella tarda Destriman Laoi; Iesje Lukstyowati; Henni Syawal
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.73 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1844

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan November 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan bioaktif yang terkandung di dalam ekstrak etanol biji mangga harumanis (M.indica L), sensitivitas ekstrak etanol biji mangga harumanis, yang dapatmenghambatpertumbuhanbakteri E. tardadanLethaldosis50 ekstrak etanol biji mangga harumanis terhadap ikanPatin (Pangasius hypopthalmus) berukuran 7-9 cm. Biji mangga di ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Dosis ekstrak etanol biji mangga yang digunakan adalah 10000, 9000, 8000, 7000, 6000, 5000, 4000, 3000, 2000, 1000, dan Oxytetracyclin sebagai control. Hasil uji fito kimia ekstrak etanol biji mangga adalah tanin, flavonoid, terpenoid, dan saponin. Hasil Uji kromatografi lapis tipis dengan nilai Rftanin 0,78 cm, flavonoid 0,48 cm., terpenoid 0,56 cm,  dan saponin 0,44 cm. Ekstrak etanol biji mangga mampu menghambat bakteri E. tarda hingga dosis 200 ppm dengan rata-rata zona hambat 6,44 mm, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak etanol biji mangga harumanis dengan rata-rata 278 CFU/mL. Hasil uji toksisitas LD50 ekstrak etanol biji mangga harumanis terhadap ikan patin (P. hypopthalmus) dengan metode perendaman adalah pada dosis 140,74 ppm.
Co-Authors Abdul Alif Abdul Alif Addilah, M. Fikri Adelina ' Adelina, Adelin Afra Azizah Afrina Putri Afrizal Tanjung Alfian ' Alfinda, Rudi Alif, Abdul Amraini Fitri Anang Widarsa Andarini Diharmi Anderson.s, Roi Andesra, Andesra Andi Almer Farrand Noor Andre A Saragih, Andre A Andre Manusun Purba Anggriani, Rara Dewi Angraika Dirta Annisa Dwi Putri Anugrah, Rio Persal Anzila Rizki W Muharram Aprianti, Rahma Asmika Harnalin Simarmata Athif Amirah Elza Atika Talitha Erman Atria Martina Azizah, Afra Cerlina, Maya Chandra Chandra Chania Arnata Christin Natalia Cici Adliana Darfia, Novreta Dea Switzelin H Destriman Laoli Devy P Lumban Gaol Dian Fitria M Dian Iriani Dian Puspitowati Dicky Azwar Lubis Dinar Mey Jasika H Diva, Farhah Dwi Indah Fransiska Elfira Stefani Priska Eni Sumiarsih Erikson Sahala Pardamean Etri Nopilita Faira Yovanie Fandi Rahmat Farkhan, Mochammad Farrand Noor, Andi Almer Fatihaturrahma, Annisya Fauzi Ahmad Lubis Faza, Farzana Fakhira Fazira, Meisya Amanda Febi Nabila Feri Julianto Fitria Sufriyani Fransiska, Dwi Indah Fricilia Zissalwa Gaol, Devy P Lumban Ginting, Kiki Dirgantara Gunawan B S Gusriansyah, Dimas Hafil Kurnia Tama Hasbullah Zakky Hasugian, Sampang Hotramadi Herdini , Herdini Herianti Rambe Heriyanti Heriyanti, Heriyanti Herparinda Novita Husna, Hidayatul Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukstyowati Iesje Lukystiowati Ilham Fajri Pohan Iman, Khasan Nur Ipa, Adha Irma Yunita Irsya, Habib Irwan Effendi Iskandar Putra Isma, Muhammad Fauzan Isna Sudirman Isna Sudirman Isnaini Lidya Rizki Jampil, Tirta Herlis Jan Stepfely Simanjuntak Jaya Maruli Tamba Juniarty Manurung Juwita Lestari Karnila, Rahman Karnila Khairia, Khairia Kiky Dirgantara Ginting Kurniawan, Ahmad Juli Kusai, Kusai Latifah Hannum Lase Lestari, Rona Luksityowati, Iesje Luskityowati, Iesje M Riswan M Zaky Ditiya Putra M. Riswan M. Yanda, M. Yanda Manurung, Juniarty Mariana Lumban Tungkup Mariska, Refi Marwati ' Masjudi, Heri Maulina Sawitri Maya Cerlina Maytra Wirdona Meisya Amanda Fazira Melin Siburian Memi Martin Ilmayati Mery Sukmiwati Mesi Susanti Mochammad Farkhan Morina Riauwaty Muhamad Latiful Khobir Muhammad Akram Muhammad Arga Saputra Muhammad Arga Saputra Muhammad Arga Saputra Muhammad Azaldin Muhammad Muhajir Muhammad Muhajir, Muhammad Mulyadi Mulyadi Mutawakkil, M. Mufid Al Mutiara Mutiara Nabellia Nabellia Nabellia, Nabellia Nabila, Febi Nasril Ismail NASTITI KUSUMORINI Nelli Karolina Sitorus Niken Ayu Pamukas Novike Zullanda Selvi, Novike Zullanda Novita, Herparinda Novreta Ersyi Darfia Nur Addini Nur Aini Nur Asiah Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurfitri, Maya Nurhasan Nurhasan Nurhasan Nurhasan, Nurhasan Oktavianti, Mila Pakpahan, Poltak Panggabean, Devi Yunita Pardamean, Erikson Sahala Pertiwi, Zuwini Poltak Pakpahan Poltak Pakpahan Pristiana, Aris Purba, Andre Manusun Purba, Yoshua Dewaman Mangapul Putra, Mutlas Ade Putra, Sanjaya Mandala Putri Noviayu Salsabila Hendri Putri, Annisa Dwi Putri, Atika Putri, Mega Novia Putri, Rianti RA, Sayyidina Abdul Qabidhi Rabil Yusuf Rabil Yusuf Rahmadona, Zikra Rahmat Iman Mainil Ramadhanita, Ramadhanita Rebeka Valensia Rhino Pamungkas Riauwaty , Morina Ridho Aldiokta RIDWAN AFFANDI Rika Sinaga Rinaldi Rinaldi Rini Mastuti Rio Persal Anugrah Risman Ferdiansyah Riswan, M Riva Mutiara Rizka Hasanah Rizki Putra Rizvi, Fharisa Nabila Rona Lestari Ronal Kurniawan Roslina ' Rudi Alfinda Saberina Hasibuan Sagitha Aulya Fanny Tanjung Salsabila Hendri, Putri Noviayu Santa, Santa Santikawati, Susi Sarah Pabiola Saragih Siallagan, Romensius Anggi AW Siburian, Melin Sihaloho, Rosalinda Simalango, Cindy Naomi Fadilla Christine Simanjuntak, Jan Stepfely Sinaga, Tomuso Angdi Suryani Siregar, Cici YP Siregar, Desty Sahroni Siregar, Morina Riauwaty Sri Wahyuni Suci Wulandari Sudirman, Isna Syafriadiman, Syafriadiman Syafruddin Nasution Syahputra, Mohamad Ardani Syahrul Hidayat Syaieba, Mutiara Tamba, Jaya Maruli Tanjung, Yuliza Virliansyah Telaumbanua, Siti Tia Suherianti Tjipto Leksono Tjipto Leksono Tomuso Angdi Suryani Sinaga Trisla Warningsih Tungkup, Mariana Lumban Ulandari, Ulfa Unggul Fitrah Heriadi Usman M Tang Usman M Tang Usman Muhammad Tang Vekri Ramadhi Wasmen Manalu Widarsa, Anang Wijaya, Rahmat Santosa Windarti Windarti Yetti Elfina Yetti Elfina S Yoshua Demawan Mangapul Purba Yosri Yosri Yovanie, Faira Yuharmen - Yuliati Yuliati Yulyawati Yulyawati Yunita Paramitha Hasibuan Yusni Ikhwan Yusni Ikhwan Siregar Yusuf, Rabil Zebua, Ratna Dewi Zikra Rahmadona Zissalwa, Fricilia Zulaiha ' Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain