Claim Missing Document
Check
Articles

METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN TARI SARONDE SISWA KELAS V SD Yani, Ni Luh Sindi; Pulukadang, Wiwy Trianty; Pulukadang, Mimy Astuty; Karlan, La Ode; Pomalingo, Samsi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6647

Abstract

This study aims to improve the Saronde dance skills of fifth-grade students at SDN No. 67 Kota Timur, Gorontalo City through the application of the drill method. The background of this research stems from the low level of students’ ability to perform the Saronde dance in terms of technique, expression, and mastery of movements. Therefore, a learning method that can effectively and sustainably enhance students’ dance skills is needed. The drill method was chosen because it provides repeated practice that reinforces movement mastery. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The research subjects consisted of 20 fifth-grade students. Data were collected through observation, documentation, and performance assessments based on established competency indicators.In the initial observation, only 6 students (30%) met the performance indicators. After the first cycle, the number increased to 7 students (35%). However, this result did not meet the success criteria of 75%, necessitating a second cycle of intervention. In the second cycle, a significant improvement was observed, with 18 students (90%) achieving the performance indicators. This result exceeds the predetermined success criteria and demonstrates that the drill method is effective in enhancing students' Saronde dance skills, particularly in movement accuracy, expression, and synchronization. Through repeated practice, students became more confident and were able to perform the dance more proficiently.In conclusion, the implementation of the drill method proved successful in improving the Saronde dance skills of fifth-grade students at SDN No. 67 Kota Timur, Gorontalo City. It is hoped that this research can serve as a reference for developing dance education in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seni tari Saronde pada siswa kelas V SDN No. 67 Kota Timur, Kota Gorontalo melalui penerapan metode drill. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menarikan tari Saronde, baik dari segi teknik, ekspresi, maupun penguasaan gerakan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan siswa secara efektif dan berkelanjutan. Metode drill dipilih karena mampu memberikan latihan berulang yang dapat memperkuat penguasaan gerak tari. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian kinerja siswa berdasarkan indikator ketercapaian kompetensi. Pada observasi awal, hanya 6 siswa (30%) yang mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan. Setelah tindakan pada siklus I, jumlah siswa yang memenuhi indikator meningkat menjadi 7 siswa (35%). Namun, hasil ini belum memenuhi indikator keberhasilan tindakan yang ditetapkan, yaitu 75%, sehingga dilakukan tindakan lanjutan pada siklus II. Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan. Sebanyak 18 siswa (90%) berhasil mencapai indikator kinerja, yang berarti telah melampaui kriteria keberhasilan yang ditentukan. Hasil ini menunjukkan bahwa metode drill efektif dalam meningkatkan kemampuan seni tari Saronde siswa, terutama dalam hal ketepatan gerakan, ekspresi, dan kekompakan. Dengan latihan yang berulang, siswa menjadi lebih percaya diri dan mampu menampilkan tarian dengan lebih baik. Dengan demikian, penerapan metode drill terbukti dapat meningkatkan kemampuan seni tari Saronde pada siswa kelas V di SDN No. 67 Kota Timur Kota Gorontalo. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran seni tari di sekolah dasar.
Pengembangan Media Jam Sudut pada Materi Pengukuran Sudut Siswa Sekolah Dasar Ismail, Nur Afni C.; Pulukadang, Wiwy Triyanti; Marshanawiah, Andi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Mei - Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.2.2024.4298

Abstract

This research is research and development. The problem studied in this research is how to develop angle clock media in class IV angle measurement material at SDN 2 Kabila Bone? And what is the feasibility of developing angle clock medua in class IV angle measurement material at SDN 2 Kabila Bone? The purpose of this research is to determine the process of developing angle clock media in class IV angle measurement material at SDN 2 Kabila Bone. And identifying the feasibility of developing angle clock media in class IV angle measurement material at SDN 2 Kabila Bone. The subject of this research was class IV students at SDN 2 Kabila Bone, Bone Bolango Regency with a total of 21 people consisting of 9 boys and 12 girls. This research uses a research and development design that uses a development model, namely the ADDIE model. The data analysis techniques used in this research are qualitative and quantitative descriptive techniques. The results of this development research have reached the evaluation stage. Based on the results of validation by material experts, they obtained a score of 89.28%, from media experts they obtained a score of 91.66%, the results of the teacher response questionnaire obtained a percentage of 92.5%, the results of the student response questionnaire were 92.73% and for the evaluation results obtained the media obtained a percentage of 84.80%. Thus, the corner clock media developed is in the very suitable category for use in learning activities and can be continued at the next stage.
KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE SHOW AND TELL PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Kilo, Nurcahayani Usman; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy T.; Halidu, Salma; Katili, Sukri
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4592

Abstract

This research aims to improve the speaking skills of fourth-grade students at SDN 1 Telaga, Gorontalo Regency, through the technology-assisted Show and Tell method. The problems faced include difficulties in pronunciation, flat intonation, inappropriate word choices, and a lack of facial expressions and eye contact. The dominant lecture method resulted in students rarely practicing speaking. Therefore, the integration of technology such as interactive media, video recordings, and digital learning applications was implemented to increase student participation. This research used the Classroom Action Research (CAR) method with data collection techniques through observation, tests, and documentation. The research subjects consisted of 20 fourth-grade students. The results showed that students' speaking skills improved gradually. In the initial observation, only 3 students (15%) had good speaking skills. After Cycle I, this number increased to 50%, and in Cycle II, it reached 85%, meeting the success indicators. The conclusion of this study indicates that the technology-assisted Show and Tell method is effective in improving students' speaking skills. The integration of technology not only increased students' confidence but also helped them in aspects of pronunciation accuracy, intonation, diction, sentence structure, and focus on the interlocutor. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas IV di SDN 1 Telaga Kabupaten Gorontalo melalui metode Show and Tell berbantuan teknologi. Permasalahan yang dihadapi meliputi kesulitan dalam pengucapan, intonasi datar, pemilihan kata yang kurang tepat, serta kurangnya ekspresi wajah dan kontak mata. Metode ceramah yang dominan menyebabkan siswa jarang berlatih berbicara. Oleh karena itu, integrasi teknologi seperti media interaktif, rekaman video, dan aplikasi pembelajaran digital diterapkan untuk meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa meningkat secara bertahap. Pada observasi awal, hanya 3 siswa (15%) yang memiliki kemampuan berbicara baik. Setelah Siklus I, angka ini meningkat menjadi 50%, dan pada Siklus II mencapai 85%, memenuhi indikator keberhasilan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa metode Show and Tell berbantuan teknologi efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Integrasi teknologi tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri siswa, tetapi juga membantu mereka dalam aspek ketepatan lafal, intonasi, diksi, struktur kalimat, dan fokus pada lawan bicara.
PENGEMBANGAN MEDIA WORDLY CARDS BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) MELALUI APLIKASI ASSEMBLR EDU PADA MATERI KOSAKATA KELAS IV DI SDN Umar, Nurfatima; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy T.; Halidu, Salma; Katili, Sukri
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4605

Abstract

Digital-based learning technology is rapidly advancing, one of which is the application of Augmented Reality (AR) in educational media.  The purpose of this research is to develop Wordly Cards Based on Augmented Reality (AR) as a learning media, which are AR-based vocabulary cards designed using the Assemblr Edu application, making them suitable for use in Indonesian language learning on the topic of Loanwords. The research method used is the Research and Development method, employing the ADDIE development model, which includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The analysis stage is conducted to understand user needs, followed by the design and development of cards containing AR content using the Assemblr Edu application.  Implementation was carried out with a trial of the developed product.  Evaluation is conducted by dividing pre-test and post-test questions to measure the effectiveness of the media. Media Wordly Cards Based on Augmented Reality (AR) as a learning medium for fourth-grade students at SDN 8 Kabila, is declared very suitable for use as a teaching medium.  Based on the results of media expert validation, it received a percentage of 100% with the category "Very Feasible," material expert validation received a percentage of 90.7% with the category "Very Feasible," and language expert validation received a percentage of 95.8% with the category "Very Feasible."  The assessment by the fourth-grade homeroom teacher as a user expert of the developed Wordly Cards Based on Augmented Reality (AR) media received a percentage of 98.2% with the category "Very Feasible."  The recapitulation of the expert validation results obtained a percentage of 96.1%, thus the Wordly Cards Media Based on Augmented Reality (AR) is declared very feasible to use. ABSTRAK Teknologi pembelajaran berbasis digital semakin berkembang pesat, salah satunya melalui penerapan Augmented Reality (AR) dalam media edukasi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran Wordly Cards Berbasis Augmented Reality (AR) yaitu kartu kosakata berbasis AR yang dirancang menggunakan aplikasi Assemblr Edu sehingga layak untuk digunakan pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi Kosakata Serapan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and   Development) dengan menggunakan model penelitian pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analisis dilakukan untuk memahami kebutuhan pengguna, diikuti dengan perancangan dan pengembangan kartu yang memuat konten AR menggunakan aplikasi Assemblr Edu. Implementasi dilakukan dengan uji coba produk yang dikembangkan. Evaluasi dilakukan dengan membagi soal pre test dan post test untuk mengukur keefektifan media. Media Wordly Cards Berbasis Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran untuk peserta didik kelas IV SDN 8 Kabila, dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media ajar. Berdasarkan hasil validasi ahli media, mendapatkan presentase 100% dengan kategori “Sangat Layak”, validasi ahli materi mendapatkan presentase 90,7% dengan kategori “Sangat Layak”, validasi ahli Bahasa mendapatkan presentase 95,8% dengan kategori “Sangat Layak”. Penilaian oleh wali kelas IV sebagai ahli pengguna terhadap media Wordly Cards Berbasis Augmented Reality (AR) yang dikembangkan mendapatkan presentase 98,2% dengan kategori “Sangat Layak”. Rekapitulasi hasil validasi ahli mendapatkan persentase 96,1% sehingga Media Wordly Cards Berbasis Augmented Reality (AR) dinyatakan sangat layak digunakan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MENGGUNAKAN MODEL TEAMS GAME TOURNAMENT PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Lasulika, Nurwahidah Riana; Husain, Rustam I.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy T.
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4742

Abstract

The problem presented in this study is: “Does the use of the Teams Game Tournament (TGT) model improve Reading comprehension skills in grade IV students at SDN 4 Suwawa, Bone Bolango Regency?” This study aimed to improve reading comprehension skills using the Teams Game Tournament (TGT) model in grade IV student at SDN 4 Suwawa, Bone Bolango Regency. The method used in this study was classroom action research. The research results show that, in the initial observation, only 2 out of 16 students, or 13%, demonstrated Reading comprehension skills. In Cycle I, Meeting 1, the number of students who could comprehend Reading increased to 4 or 25%. While 12 students, or 75%, were still struggling. In Cycle I, Meeting 2, the number of students with reading comprehension skills rose to 8 or 50%, with the remaining 8 students or 50% still facing difficulties. In Cycle II, Meeting 1, comprehension skills improved further, with 12 students or 75% achieving reading comprehension and 4 students, or 25%, still struggling. By Cycle II, Meeting 2, there was a significant improvement, with 14 students, or 87% demonstrating reading comprehension skills, while only 2 students, or 13%, remained below the expected level. Based on these findings, it can be concluded that using the Teams Game Tournament (TGT) model effectively improves reading comprehension skills in grade IV students at SDN 4 Suwawa, Bone Bolango Regency. ABSTRAKMasalah yang disajikan pada penelitian ini adalah “Apakah penggunaan Model Teams Game Tournament (TGT) dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas IV SDN 4 Suwawa Kabupaten Bone Bolango?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman menggunakan Model Teams Game Tournament (TGT) pada siswa kelas IV SDN 4 Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan pada observasi awal bahwa dari 16 siswa yang mampu dalam membaca pemahaman hanya 2 siswa atau 13%. Pada siklus I pertemuan 1 berjumlah 4 siswa atau dengan persentase 25 % siswa yang mampu membaca pemahaman dan terdapat 12 siswa yang belum mampu membaca pemahaman dengan persentase 75 %. Pada siklus I pertemuan 2 siswa yang mampu membaca pemahaman berjumlah 8 siswa dengan persentase 50 % dan terdapat 8 siswa yang belum mampu membaca pemahaman dengan persentase 50 %. Pada siklus II pertemuan 1 yang mampu membaca pemahaman meningkat menjadi 12 siswa dengan persentase 75 % dan terdapat 4 siswa yang belum mampu membaca pemahaman dengan persentase 25 %. Pada siklus II petemuan 2 mengalami peningkatan yang signifikan yaitu siswa yang mampu membaca pemahaman berjumlah 14 siswa dengan persentase 87% dan terdapat 2 siswa dengan persentase 13% yang belum mampu membaca pemahaman. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa menggunakan model Teams Game Tournament (TGT) kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 4 Suwawa Kabupaten Bone Bolango meningkat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN MELALUI MEDIA DESAIN GRAFIS PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Buhohang, Sayekti; Pulukadang, Wiwy T.; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rustam I.
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i2.6130

Abstract

This study aims to improve the essay writing skills of second-grade students at SDN 9 Kaidipang, North Bolaang Mongondow Regency, through the implementation of graphic design-based learning media. The problem addressed in this study is the low level of students' writing skills, as indicated by their inability to meet the learning indicators of the Indonesian language subject. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach conducted in two cycles, with each cycle consisting of two meetings. Data collection techniques included observation, written tests, and documentation of student work. The results showed a progressive improvement in students' writing abilities across the cycles. In the first cycle, only 3 out of 11 students (27%) met the success criteria in the first meeting, increasing to 5 students (45%) in the second meeting. In the second cycle, 7 students (64%) achieved the criteria in the first meeting, and 9 students (82%) in the second meeting. These findings demonstrate that the use of graphic design media can significantly enhance students' essay writing abilities. Therefore, this medium is considered effective and appropriate as an alternative strategy for teaching Indonesian language at the elementary level to promote literacy skills in an engaging and meaningful way. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas II SDN 9 Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, melalui penerapan media pembelajaran berbasis desain grafis. Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya keterampilan menulis karangan siswa, yang ditunjukkan oleh kurangnya pencapaian indikator pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes tertulis, dan dokumentasi hasil kerja siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I pertemuan pertama, hanya 3 dari 11 siswa (27%) yang mencapai kriteria ketuntasan, meningkat menjadi 5 siswa (45%) pada pertemuan kedua. Pada siklus II pertemuan pertama meningkat menjadi 7 siswa (64%), dan pada pertemuan kedua mencapai 9 siswa (82%). Hasil ini membuktikan bahwa penggunaan media desain grafis secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa. Dengan demikian, media ini layak digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa secara aktif dan menyenangkan.
MENINGKATAKAN KEMAMPUN BERBICARA MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI PADA SISWA KELAS II SD NEGERI Usman, Zuliyaningsi; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rustam I.
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i2.6256

Abstract

This research aimed to enhance speaking abilities using animated video media among second-grade students at SDN 04 Dulupi, Boalemo Regency. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach, with data collection techniques including observation, tests, and documentation. The research subjects were 16 second-grade students. Initial observations revealed that only 4 out of 16 students (25%) could speak effectively, while 12 students could not. In Cycle I, Meeting I, 7 out of 16 students (44%) demonstrated speaking ability, with 9 students (56%) still struggling. By Cycle I, Meeting II, 11 out of 16 students (69%) were able to speak, with 5 students (31%) still unable. Furthermore, in Cycle II, 14 out of 16 students (87%) showed improved speaking ability, with only 2 students (12%) still struggling. Based on the research findings and discussion, it can be concluded that the use of animated video media significantly improves the speaking abilities of second-grade students at SDN 04 Dulupi, Boalemo Regency. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui media video animasi pada Siswa II SDN 04 Dulupi kabupaten Boalemo. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Dengan subjek penelitiannya yaitu Siswa kelas II yang berjumlah 16 orang. Hasil penelitian pada observasi awal dari 16 siswa hanya 4 yang mampu berbicara atau 25%, 12 siswa tidak mampu. Siklus I pertemuan I dari 16 siswa ada 7 siswa yang mampu atau 44% dan tidak mampu 9 siswa atau 56%. Pelaksanaan siklus I pertemuan II dari 16 siswa yang mampu 11 siswa atau 69% dan tidak mampu 5 siswa atau 31%. Sedangkan pada siklus II dari 16 siswa yang mampu 14 siswa atau 87% dan yang tidak mampu 2 siswa atau 12%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan melalui media video animasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas II SDN 04 Dulupi Kabupaten Boalemo.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI Fauzia, Nailah; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Husain, Rustam I.
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4809

Abstract

This study aims to improve the poetry writing skills of fourth-grade students at SDN 37 Hulonthalangi, Gorontalo City, through the use of picture media. The research method employed was classroom action research (CAR) involving 15 students as subjects. Data collection techniques included observation, documentation, and student writing skill tests. In the initial observation, only 3 students (20%) demonstrated the ability to write poetry effectively. Following the implementation of actions during Cycle I, the number of students capable of writing poetry increased to 6 students (40%) in the first meeting and 9 students (60%) in the second meeting. In Cycle II, the students' poetry writing skills continued to improve, with 11 students (74%) achieving proficiency in the first meeting and significantly rising to 13 students (87%) in the second meeting. The results of this study indicate that the use of picture media effectively enhances the poetry writing skills of fourth-grade students at SDN 37 Hulonthalangi, Gorontalo City. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas IV SDN 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo melalui penggunaan media gambar. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi, dokumentasi, dan tes kemampuan menulis siswa. Pada observasi awal, hanya 3 siswa (20%) yang mampu menulis puisi dengan baik. Setelah penerapan tindakan pada siklus I pertemuan 1, jumlah siswa yang mampu menulis puisi meningkat menjadi 6 orang (40%), dan pada pertemuan 2 bertambah menjadi 9 orang (60%). Pada siklus II, kemampuan menulis puisi siswa terus menunjukkan perkembangan, yakni 11 siswa (74%) pada pertemuan 1, dan meningkat signifikan menjadi 13 siswa (87%) pada pertemuan 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar secara efektif dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas IV di SDN 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Hijayah, Nur; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Katili, Sukri
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4826

Abstract

The problem presented in this study is “Can the Problem-Based Learning (PBL) model improve the speaking skills of fifth-grade students at SDN No. 37 Hulonthalangi, Gorontalo City?" This study aims to improve the speaking skills of fifth-grade students at SDN No. 37 Hulonthalangi, Gorontalo City by implementing the Problem-Based Learning (PBL) model, employing a Classroom Action Research (CAR) design. The method used in this study was classroom action research. The study findings were obtained after implementing two cycles of action. In the initial stage, 22 out of 27 students (78%) demonstrated limited speaking abilities. Improvements were observed following two sessions in Cycle 1 and one session in Cycle II. In the first meeting of Cycle 1, 7 students (26%) showed improvement in their speaking skills. In the second meeting of Cycle I, this increased to 14 students (52%). By Cycle II, 23 students (85%) exhibited proficient speaking skills. Based on these findings, it can be concluded that implementing the Problem-Based Learning (PBL) model significantly improved the speaking skills of fifth-grade students at SDN 37 Hulonthalangi, Gorontalo City. ABSTRAKMasalah yang disajikan dalam penelitian ini adalah “apakah Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas V di SDN No. 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa melaluai Model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V di SDN No. 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian dapat dilihat setelah dilakukan tindakan siklus I dan II dari 27 siswa terdapat 21 siswa (78%) masih kurang mampu dalam kemampuan berbicara. Peningkatan dibuktikan dengan hasil pelaksanaan tindakan kelas siklus I sebanyak dua kali pertemuan dan siklus II satu kali pertemuan. Pertemuan pertama pada siklus I capaian 27siswa kemampuan berbicara memperoleh (26%) atau 7 orang siswa yang meningkat. Siklus I pertemuan II kemampuan berbicara siswa memperoleh (52%) atau 14 orang siswa meningkat. Pada siklus II mengalami peningkatan kemampuan berbicara siswa meningkat menjadi (85%) atau 23 siswa sudah mampu dalam kemampuan berbicara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui model Problem Based Learning (PBL) kemampuan berbicara siswa di kelas V SDN 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo meningkat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK MENGGUNAKAN MODEL MIND MAPPING Alamri, Sri Fidya; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Husain, Rustam I.
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.5117

Abstract

The problem addressed in this study is: “Can the Mind Mapping model improve short story writing skills of fifth-grade students at SDN No. 10 Kota Barat, Gorontalo City?” The purpose of this study is to enhance students’ ability to write short stories using the Mind Mapping model. This research employed a classroom action research method. Data were collected through tests based on four assessment aspects, observation, and documentation. The results showed that in the initial observation, out of 21 students, only 3 students (14%) were able to write short stories, while 18 students (86%) were not. In Cycle I, Meeting I, 8 students (38%) showed the ability to write short stories, while 13 students (62%) did not. In Cycle I, Meeting II, 14 students (67%) demonstrated the ability, and 7 students (33%) did not. In Cycle II, Meeting I, 20 students (95%) were able to write short stories, and only 1 student (5%) was not. Based on the results and discussion, it is concluded that the Mind Mapping model effectively improves the short story writing skills of fifth-grade students at SDN No. 10 Kota Barat, Gorontalo City. ABSTRAKMasalah yang disajikan pada penelitian ini adalah “Apakah melalui model Mind Mapping kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas V SDN No. 10 Kota Barat Kota Gorontalo meningkat?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek menggunakan model Mind Mapping pada siswa kelas V SDN No. 10 Kota Barat Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam ini adalah penelitian tindakan kelas. Untuk pengumpulan data pada penelitian ini melalui tes dengan 4 aspek penilaian, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pada observasi awal terdiri dari 21 siswa terdapat 3 siswa atau 14% yang mampu dalam menulis cerita pendek dan 18 siswa atau 86% siswa tidak mampu. Siklus I Pertemuan I dari 21 siswa terdapat 8 siswa atau 38% yang mampu dalam menulis cerita pendek dan 13 atau 62% siswa tidak mampu. Pelaksanaan siklus I pertemuan ke-2 dari 21 siswa terdapat 14 siswa atau 67% yang mampu dalam menulis cerita pendek dan 7 atau 33% siswa yang tidak mampu. Sedangkan pada siklus II pertemuan ke-1 dari 21 siswa terdapat 20 siswa atau 95% yang mampu dalam menulis cerita pendek dan 1 atau 5% siswa yang tidak mampu. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dengan melalui model Mind Mapping kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas V SDN No. 10 Kota Barat Kota Gorontalo meningkat.