p-Index From 2021 - 2026
5.934
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Al-'Adalah Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan El-Mashlahah Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains AL-HUKAMA´ SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Hukum Volkgeist Jurnal Yudisial Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal el-Qanuniy: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Asy-Syariah Jurnal Hukum Ekonomi Syariah KRTHA BHAYANGKARA Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Al-Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syari'ah Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Action Research Literate (ARL) USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam Jurnal Hukum dan Peradilan Jurnal Multidisiplin West Science Jurnal Hukum Ekonomi Syariah : AICONOMIA Innovative: Journal Of Social Science Research Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Strata Law Review Strata Social and Humanities Studies Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law AGHNINA: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Lex Scientia Law Review Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains
Claim Missing Document
Check
Articles

Manifestasi Nilai-Nilai Islam Madani di Kalangan Generasi Muslim Gen Z melalui Prinsip Moderasi (Wasathiyyah), Filantropi Digital, dan Kepedulian Ekologis Mukhlas, Oyo Sunaryo; Sururie, Ramdani Wahyu; Shaleh, Chaerul; Fauziah, Ine; Rusyana, Ayi Yunus; Irawan, Tantri
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i01.3091

Abstract

Penelitian ini mengkaji manifestasi nilai-nilai Islam Madani di kalangan generasi Muslim Gen Z melalui prinsip moderasi (wasathiyyah), filantropi digital, dan kepedulian ekologis. Dalam era digital yang sarat dengan perubahan nilai sosial, generasi ini menafsirkan kembali etika Islam tidak hanya sebagai spiritualitas pribadi, tetapi juga sebagai tanggung jawab sosial yang diwujudkan melalui gaya hidup berkeadilan, konsumsi moderat, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan seperti charity run, donasi digital, dan eco-sadaqah. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan etika ekonomi Islam, penelitian ini menelaah bagaimana inovasi teknologi dan media sosial telah mentransformasi bentuk-bentuk sedekah tradisional menjadi praktik filantropi digital yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semangat Islam Madani yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan kasih saying tetap hidup di kalangan Muslim muda yang kini membentuk pola keberagamaan baru yang moderat, partisipatif, dan berorientasi pada maslahah ‘ammah. Fenomena ini menegaskan bahwa Islam Madani di era Gen Z menjadi model praksis keberislaman modern yang mengintegrasikan iman, teknologi, dan tanggung jawab ekologis dalam mewujudkan masyarakat yang adil, berkeadaban, dan berkelanjutan.
Integrasi Pengelolaan Limbah Kotoran Hewan Sapi dan Promosi Penyuluhan Kesehatan Upaya Mewujudkan Masyarakat Kelurahan Cipari Sejahtera Zulfaidah, Rena; Khaerunnisa, Qalby; Sanjaya, Ramadhan Adi; Sururie, Ramdani Wahyu
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i1.1653

Abstract

This study aims to evaluate the impact of integrating livestock manure management and health promotion on community well-being, utilizing the SISDAMAS (Community Empowerment System) approach. Through a holistic perspective, this research analyzes how effective waste management can enhance environmental quality, public health, and provide economic benefits to farmers and surrounding communities. The findings are expected to yield comprehensive policy recommendations for achieving sustainable waste management and improving the quality of life. Additionally, this study will explore how health education can raise public awareness about the importance of maintaining environmental cleanliness and utilizing resources sustainably. Keywords: Management, Cow manure, Health education, SISDAMAS (Community Empowerment System)
Procedures for Resolving Banking Crimes within Islamic Financial Institutions: A Case Study of Financing Document Forgery in Murabahah Contracts Roni Nasrulloh; Ramdani Wahyu Sururie; Oyo Sunaryo Mukhlas
Aghnina : Jurnal Hukum Ekonomi Syari'ah Vol. 3 No. 1 (2026): published
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syari'ah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64431/ag.v3i1.459

Abstract

This study examines the procedures for resolving banking crimes within Islamic financial institutions, focusing on cases of document forgery in murabahah financing contracts. Murabahah dominates Islamic banking financing in Indonesia, making it particularly vulnerable to fraud arising from weaknesses in internal control, supervision, and document verification. This research aims to analyze the forms of document forgery in murabahah financing and to evaluate the mechanisms for resolving such crimes through internal institutional processes, non-litigation pathways, and litigation channels. Employing a qualitative approach with a case study design, the study utilizes primary data obtained through in-depth interviews with Islamic banking practitioners and law enforcement officials, alongside secondary data from legislation, court decisions, regulatory documents, and academic literature. The findings indicate that document forgery in murabahah financing commonly involves falsification of debtor identities, collateral documents, and transaction records. Resolution procedures generally prioritize internal settlement through audits, disciplinary sanctions, and recovery measures, followed by non-litigation mechanisms such as mediation and arbitration based on Islamic principles. Litigation is pursued when criminal elements are evident, involving both Religious Courts for civil disputes and General Courts for criminal prosecution. From both Islamic law and positive law perspectives, document forgery constitutes a serious violation of legal and ethical norms. The study highlights the importance of strengthening governance, compliance systems, and sharia supervision to prevent and effectively address banking crimes in Islamic financial institutions.
Perbandingan Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Antara Litigasi dan Non-Litigasi Fatma, Ulafa; Adawiah, Amalia Muazzah; Sururie, Ramdani Wahyu
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jhes.v8i1.26011

Abstract

Cara yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu sangketa ekonomi syariah bisa mengambil jalur litigasi dan non litigasi. Penyelesaian tersebut bisa dipilih oleh pihak yang berpekara, antara litigasi dan non litigasi ada keuntungan dan kelebihan masing – masing dari prosedural pengajuan perkara, penyelesaian perkara hingga hasil akhir keputusan. Penyelesaian secara litigasi yang berurusan dengan Peradilan Agama, penyelesain ini dibantu oleh hakim untuk mendengarkan semua pihak yang berperkara dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menjadi bahan analisis putusan. Serta penyelesaian non litigasi melalui diluar jalur Peradilan Agama, seperti lembaga arbitrase dan lembaga lainnya, selain itu penyelesaian nonlitigasi bisa diselesaikan melalui musyawarah dengan menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan perkara. Riset ini menggunakan penelitian analisis normatif, dimana akan berfokus pada analisis penyelesaian sangketa litigasi yang didaftarkan tertara nomor 4/Pdt.G.S/2024/PA.Badg dan penyelesaian non litigasi pada permasalahan mediasi diluar pengadilan, dimana perkara yang uraikan dicari atas permasalahan yang ada di lapangan Analisis ini dilakukan untuk membandingan antara kedua penyelesaian tersebut untuk dicari perbedaan. Hasil penilitian mengacu pada Penyelesian sangketa secara litigasi dan non litigasi ini bisa digunakan sesuai kebutuhan pokok permasalahan, diukur dari kerumitan perkara dan kapasitas dana yang dipermasalahkan. Pilihan antara kedua metode ini sangat tergantung pada kebutuhan dan preferensi pihak yang terlibat serta kompleksitas sengketa yang dihadapi.
DISPARITAS PUTUSAN ISBAT NIKAH DALAM PERNIKAHAN YANG MENGGUNAKAN WALI MUHAKKAM : ANALISIS PERBANDINGAN PENETAPAN PENGADILAN AGAMA Zahra Suryana; Ramdani Wahyu Sururie; Burhanuddin
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/1t04ah14

Abstract

The Absence of explicit regulation governing wali muhakkam in Indonesian marriage law has produced inconsistent judicial outcomes in isbat nikah proceedings before Religious Courts. This study analyzes divergent legal reasoning in two comparable cases: Decision No.10/Pdt.P/2023/PA.Wkb (Waikabubak Religious Courts, granted) and Decision No. 49/Pdt.p/2021/PA.Mkm (Mukomuko Religious Courts, rejected), and identifies the factors underlying the disparity between these decisions. This research employs normative juridical methods through library research, with content analysis applied to both decisions, relevant legislation, and legal literature. The findings show that the two judges adopted fundamentally different approaches. The Waikabubak judge applied a contextual approach integrating classical fiqh doctrine, sociological conditions, and the principle of maslahah. Whereas the Mukomuko judge strictly adhered to positive law. Four factors drive this disparity: a legal vacuum and regulatory ambiguity regarding wali muhakkam; differences in the circumstances of the wali nasab and petitioners; divergent judicial paradigms and methods of legal interpretation; and differences in local legal culture and access to justice. This study calls for clearer and more explicit regulation of wali muhakkam to ensure legal certainty and uniformity in Religious Court adjudication
PELAKSANAAN PEMERIKSAAN SETEMPAT (DESCENTE) PADA PERKARA HAK ASUH ANAK Sururie, Ramdani Wahyu; Al Hasan, Fahadil Amin
Jurnal Yudisial Vol. 15 No. 2 (2022): HUKUM PROGRESIF
Publisher : Komisi Yudisial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29123/jy.v15i2.500

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan setempat biasanya dilakukan terhadap perkara sengketa harta benda. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menghindari kesulitan dalam pelaksanaan eksekusi putusan di kemudian hari. Namun, pemeriksaan setempat ada juga yang dilakukan pada perkara yang pokok sengketanya tidak berhubungan dengan harta benda. Salah satu contohnya adalah perkara sengketa hak asuh anak dalam Putusan Nomor 585/Pdt.G/2020/PA.Ppg. Pada kasus ini, majelis hakim secara ex officio melaksanakan pemeriksaan setempat. Padahal, eksistensi pemeriksaan setempat pada perkara selain sengketa harta benda masih menjadi perdebatan sebagian ahli hukum. Atas dasar tersebut maka timbul beberapa pertanyaan. Pertama, faktor apa saja yang melatarbelakangi majelis hakim melaksanakan pemeriksaan setempat pada kasus ini. Kedua, bagaimana mekanisme pemeriksaan setempat pada perkara ini. Penelitian yang dilakukan untuk artikel ini menggunakan metode yuridis normatif dan yuridis empirik. Putusan Nomor 585/Pdt.G/2020/PA.Ppg dihubungkan dengan beberapa norma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama dilaksanakannya pemeriksaan setempat karena para pihak tidak dapat menghadirkan anak yang diperebutkan hak asuhnya tersebut ke persidangan. Hal ini menyebabkan majelis hakim belum mendapatkan informasi yang utuh tentang kondisi objektif anak. Selanjutnya, hasil penelitian memperlihatkan bahwa mekanisme pemeriksaan setempat dalam perkara ini tidak berbeda dengan pemeriksaan setempat pada umumnya. Pemeriksaan setempat pada perkara sengketa hak asuh anak ini dilakukan dengan mekanisme yang sama dengan pelaksanaan pemeriksaan setempat pada perkara sengketa harta benda. Adapun perbedaan utama di antara keduanya adalah objek dan tujuan dilaksanakannya pemeriksaan tersebut. Kata kunci: pemeriksaan setempat; sengketa; hak asuh anak; kepentingan terbaik bagi anak. ABSTRACTA site visit is usually conducted on a property dispute case. Such action aims to avoid difficulties in executing a court decision in the future. However, the site visit is also carried out in cases where the subject matters of the disputes are not related to property. One example is the child custody dispute case in Decision Number 585/Pdt.G/2020/PA.Ppg. In this case, the panel of judges did an ex officio site visit. Meanwhile, some legal experts still debate the site visit in cases other than property disputes. Thus, it arises two issues. First, the judges’ consideration to hold the site visit in this case. Second, the site visit mechanism in this case. This research uses normative juridical and empirical juridical methods. Decision Number 585/Pdt.G/2020/PA.Ppg is analyzed to several norms. The research exhibits that the main reason for the site visit is that the parties cannot bring the child whose custody is being contested to court. It made the panel of judges could not obtain complete information about the objective condition of the child. Furthermore, the research reveals that the mechanism for the site visit, in this case, is similar to other general site visits. The site visit in a child custody dispute is done with the same mechanism as the implementation of the site visit in a property dispute. The main difference between the two is the object and purpose of the visit. Keywords: site visit; dispute; child custody; best interest of the child.
Science Laboratory Activities: A Profile of the Implementation and Constraints of Junior High School Natural Science Teachers Adam Malik; Hasniah Aliah; Seni Susanti; Mujib Ubaidillah; Ramdani Wahyu Sururie
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 9 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v9i1.6517

Abstract

This study aims to describe the implementation and various obstacles of laboratory activities in junior high schools. The study employed the descriptive quantitative method. The subjects of the study were science teachers in 41 junior high schools representing 4 areas of the Natural Sciences Teachers' Consultative Assembly (MGMP IPA) in Jawa Barat Province. The instrument employed was a questionnaire. The technical analysis of the data was conducted by calculating the average percentage of each answer choice of each statement. This research reveals that 1) the students’ motivation for conducting laboratory activities is high; 2) the implementation of laboratory activities is conducted separately by employing theoretical classroom learning; 3) the source of guidance for laboratory activities is a model of cookbook laboratory; and 4) some obstacles in laboratory activities include insufficient laboratory spaces, less standardized and insufficient number of most equipment, the availability of manuals for laboratory activities, insufficient instructions to use laboratory equipment, and teachers’ difficulties in designing, implementing, and evaluating laboratory activities. It is concluded that in general teachers and students are very enthusiastic about conducting laboratory activities in science learning, but they still have several constraints, especially in the available infrastructures.
Co-Authors A Arnengsih Abdul Basith, Muhammad Abdullah, Fadli Daud Adam Malik Adawiah, Amalia Muazzah Ade Jamarudin Adila, Hafidah Ulya Ahmad Ridwan Akbar, Wahyu Alan Sparingga Arnengsih, A Athoillah, Mohammad Ayi Yunus Rusyana Badarulzaman, Muhammad Hafiz Bayu yudha Wijaya Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Cahyani, Putri Tri Chaerul Shaleh, Chaerul Diding Jalaludin Dio Ashar Wicaksana Fahadil Amin Al Hasan Farid, Apit Farid, Diana Fatma, Ulafa Fauzi Ahmad Muda Fauziah, Ine Gisymar, Najib A. Gugun Gumilar Hafid, Nu'man Sofari Hanan, Rafie Muhammad Yasril Harry Yuniardi Hasanudin, Maulana Hasniah Aliah Husni Paozan Ibnu Elmi AS Pelu Idzam Fautanu Ikhsan, Muhammad Miftahul Imam Sucipto Irawan, Tantri iwan setiawan Jefry Tarantang Jihad, Fitri Khaerunnisa, Qalby Kurniawan, Lexy Fatharany lia kamelia Lidikrirrofiqi, Muhammad Rifqi Lis Diana Ningsih Lubis, Alvan Rahfiansyah Maghrabi, Ahmad Maulana Mahmudah Martina, Annisa Mohammad Syaiful Aris Muchlis Muhammad Husni Abdulah Pakarti Mujib Ubaidillah Mujiburohman, Mujiburohman Mukhlas , Oyo Sunaryo Mukhlas, Oyo Sunaryo Muslim, Dendi Ramdani Nik Saleh, Nik Salida Suhaila Nofirman Furry Nova Nurul Iman Nursyamsudin, Febriyana Nurwijayanti Oyo Sunaryo Muchlas Padlan Padilah Prahasti Suyaman Prasetia, Riky Rahmani, Salma Ridwan, Ahmad Hasan Rizal Agung Mufti Rizel Juneldi Rizkia, Nabila Subur Rohmanur Aziz, Rohmanur Roni Nasrulloh Ropei, Ahmad Rusmana, Dian Saeful Fikri Saepullah, Usep Sanjaya, Ramadhan Adi Shania Anwar Sobana, Dadang Husen Solihan Makruf Sonjaya, Feny Ramadhani Sugiyanti, Ektalina Sunaryo, Oyo Suntana, Ija Surasa, Ais Susanti, Seni Syahidin, Rosyad Ulhaq, Muhammad Iqbal Zia Usep Saepulah Yoghi Arief Susanto Yuniardi, Harry Yusrina, Kartika Zahra Suryana Zulfaidah, Rena Zulvia, Ransya Ayu