Articles
Efek Antihiperlipidemia Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius ROXB.) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum WIGHT.) Terhadap Tikus Putih Galur Wistar Yang Diinduksi Pakan Tinggi Lemak
Sarah;
Fristiohady, Adryan;
Isrul, Muhammad
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmw.v1i1.3
Hiperlipidemia merupakan salah satu faktor penyakit kardiovaskular dengan angka kematian didunia yang cukup tinggi. Salah satu tanaman yang diketahui memiliki aktivitas sebagai antihiperlipidemia yaitu ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dan daun salam (Syzigium polyanthum Wight.). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji khasiat kombinasi ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dan daun salam (Syzigium polyanthum Wight.) terhadap potensi antihiperlipidemia jika dibandingkan dengan simvastatin pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar yang diinduksi pakan tinggi lemak. Pada penelitian ini sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian efek antihiperlipidemia hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kontrol negatif, dosis tunggal 900 mg dan 1 g, dan kelompok kombinasi ekstrak. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan One way Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil uji terhadap tikus yang diinduksi pakan tinggi lemak menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dan daun salam (Syzigium polyanthum Wight.) secara signifikan mampu menurunkan kadar kolesterol total darah yang diinduksi hiperlipidemia dibandingkan kontrol negatif (p<0,05), dan hasilnya tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif Simvastatin (p>0,05).
Uji Aktivitas Diuretik Ekstrak Etanol Daun Wungu (Graptophyllum pictum L. Griff) Terhadap Mencit (Mus musculus)
Fauziah, Rismayanti;
Irmawati, Ade;
Isrul, Muhammad
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmw.v1i1.10
Diuretik merupakan obat yang digunakan untuk meningkatkan laju aliran urin dan ekskresi natrium (natriuresis). Diuretik digunakan sebagai obat pilihan pertama pada pasien penderita gagal jantung dan hipertensi ringan sampai sedang. Daun wungu (Graptophyllum pictum L. Griff) merupakan bahan alam yang memiliki kandungan senyawa kimia dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, salah satunya senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas diuretik dari ekstrak etanol daun wungu (Graptophyllum pictum L. Griff) yang diberikan secara oral pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini merupakan penelitian analitik, dimana hewan uji yang digunakan terdiri dari 15 ekor mencit, yang terbagi dalam 5 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor mencit. Kelompok 1 diberikan suspensi Furosemid 0,208 mg sebagai kontrol positif, kelompok 2 diberikan suspensi Na.CMC 0,5% sebagai kontrol negatif, kelompok 3 diberikan suspensi ekstrak daun wungu dosis 16 mg/20g BB, kelompok 4 diberikan suspensi ekstrak daun wungu dosis 8 mg/20g BB dan kelompok 5 diberi suspensi ekstrak daun wungu dosis 4 mg/20g BB. Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Dari hasil uji statistik one way ANOVA ekstrak daun wungu dosis 4 mg/20g BB, ekstrak daun wungu dosis 8 mg/20g BB dan ekstrak daun wungu dosis 16 mg/20g BB memiliki aktivitas diuretik diperoleh hasil yang signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan 0,00 yang berarti lebih kecil dari (p<0,05). Pada ekstrak daun wungu dosis 16 mg/20g BB lebih optimal pada hasil uji LSD ditunjukan dengan nilai 0,88 yang berarti lebih besar dari (p>0,05) dan hasilnya tidak berbeda jauh dengan kontrol positif.
Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan Pengaruhnya Terhadap Kadar Interleukin 6 (IL-6) Pada Tikus Jantan Galur Wistar
Fratiwi, Nuning;
Saranani, Selpirahmawati;
Agastia, Gayuh;
Isrul, Muhammad
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmw.v1i2.13
Inflamasi adalah respon protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik yang dapat diobati dengan menggunakan obat antiinflamasi. Namun obat antiinflamasi dapat memberikan efek samping yang cukup serius. Karena banyaknya efek samping dari obat antiinflamasi, maka dikembangkan obat bahan alam dari tanaman sebagai antiinflamasi yaitu tumbuhan kirinyuh (Chromolaena odorata L.). Chromolaena odorata L. memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder, salah satunya adalah senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap besarnya penurunan volume udem pada kaki tikus jantan galur wistar yang diinduksi karagenan menggunakan pletismometer dan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap kadar interleukin 6 (IL-6) pada tikus jantan galur wistar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik laboratorium. Pengujian ini dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol negatif Na-CMC 0,5%, kontrol positif deksametason 0,75 mg, dosis ekstrak 75 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 125 mg/kgBB. Hewan coba diinduksi dengan karagenan 1%, Satu jam setelah inflamasi, hewan coba diberikan perlakuan menggunakan larutan uji sesuai kelompok masing-masing dan diambil plasma darahnya untuk dilakukan analisis kadar IL-6 pada ELISA Kit Reader.Dengan menggunakan metode ELISA kompetitif. Data dianalisis dengan menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil pengujian terhadap tikus menunjukkan bahwa secara signifikan ekstrak etanol Chromolaena odorata L. memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar interleukin 6 (IL-6) pada hewan uji yang mengalami inflamasi dibandingkan kontrol negatif (p<0,05) dan tidak jauh berbeda dengan kontrol positif (p>0,05).
Uji Stabilitas Masker Gel Peel Off Ekstrak Daun Tembelekan (Lantana camara L.) dan Uji Aktivitas Antioksidan
Hasninal, Sitti;
Isrul, Muhammad;
Awaliyah Halid, Nur Hatidjah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmw.v1i3.31
Masker gel peel off merupakan sediaan gel yang dapat mengandung senyawa antioksidan dari bahan alam yang digunakan untuk perawatan kulit wajah. Pada penelitian ini digunakan daun tembelekan (Lantana Camara L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sediaan masker gel peel off yang stabil secara fisik dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan masker gel peel off ekstrak daun tembelekan. Formulasi sediaan masker gel peel off ekstrak daun tembelekan dengan bahan gel menggunakan tiga konsentrasi terdiri dari 5%, 10%, dan 15%. Pada pengujian aktivitas antioksidan di uji menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun tembelekan dapat diformulasikan sebagai sediaan masker gel peel off yang dimana sediaan masker gel peel off semuanya memenuhi syarat. Konsentrasi terbaik adalah konsentrasi 15%. Sehingga dilakukan untuk pengujian aktivitas antioksidan. Formulasi sediaan masker gel peel off ekstrak daun tembelekan memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 48,78 ppm yang tergolong sangat kuat sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan masker gel pee off ektrak daun tembelekan sangat efektif digunakan sebagai formulasi antioksidan.
Kajian Aktivitas Metabolit Andrographolide dan Turunannya Dalam Herba Sambiloto (Andrographis paniculata) Terhadap Mutasi D614G SARS-CoV-2 Protein Spike Secara In Silico
Vitasari, Riski;
Isrul, Muhammad;
Ramadhan, Dwi Syah Fitrah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmw.v1i6.55
Virus korona merupakan penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh virus baru (SARS-CoV-2). Usaha untuk mengeksplorasi bahan-bahan alam aktif sebagai anti-virus terus dilakukan. Salah satu tanaman lokal Indonesia yang dapat menghambat SARS-CoV-2 protein spike yaitu herba sambiloto (Andrographis paniculata) secara in silico, akan tetapi aktivitasnya terhadap mutan D614G SARS-CoV-2 belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji aktivitas metabolit andrographolide dan turunannya dalam herba sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap mutasi D614G SARS-CoV-2 protein spike secara in silico.Penelitian ini menggunakan metode in silico yaitu penambatan molekul. Penambatan molekul dilakukan menggunakan Autodock Tools 1.5.6 dan dianalisis interaksi ikatannya menggunakan BIOVIA Discovery Studio 2017, kemudian diprediksi ADME menggunakan software Swiss ADME dan sofware PASS online untuk mengetahui toksisitasnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh dari 23 senyawa turunan andrographolide yang memiliki stabilitas ikatan lebih baik dari pada senyawa andrographolide yaitu senyawa 14-Acetyl-3,19-isopropylideneandrographolide yang dapat menghambat reseptor non-mutasi (6VSB) dengan energi ikatan -5.34 kcal/mol dan mutan D614G (7KDL) dengan energi ikatan -5.72 kcal/mol dengan hasil prediksi ADME memenuhi aturan lipinski dan tidak menunjukan adanya aktivitas toksisitas hepatotoksik dan nefrotoksik yang bermakna.
Identifikasi Kandungan Senyawa Ekstrak Etanol Daun Labu Kuning (Cucurbita moschata) Dan Aktivitas Antidiabetes Pada Hewan Uji Mencit (Mus musculus)
Isrul, Muhammad;
Salzabillah, Nabila Safa;
Lolok, Nikeherpianti
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmw.v2i2.66
Diabetes Mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin atau kerja insulin. Prevalensi DM terus meningkat, di Indonesia merupakan negara yang menempati peringkat ke-6 di dunia yang menyebabkan kematian bagi penderitanya sehingga diperlukan terapi pengobatan herbal salah satunya yaitu daun labu kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol daun labu kuning (Cucurbita moschata) dan untuk mengetahui ekstrak etanol daun labu kuning (Cucurbita moschata) dapat memberikan aktivitas sebagai antidiabetes pada mencit (Mus musculus). Pada penelitian ini metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi dengan pelarut etanol 96%. Setelah itu dilakukan identifikasi senyawa yang terkandung dalam sampel dan dilakukan pengujian kadar flavonoid total. Pengujian efek antidiabetes dilakukan dengan induksi aloksan kemudian hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na.CMC), kontrol positif (glibenklamid), dan kelompok dosis 3.200 mg/kgBB, 1.600 mg/kgBB, dan 800 mg/kgBB. Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil identifikasi senyawa menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun labu kuning (Cucurbita moschata) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan triterpenoid. Penentuan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun labu kuning yaitu 1,6%. Hasil uji diabetes terhadap mencit yang diinduksi aloksan menunjukkan bahwa ekstrak dosis 3.200 mg/kgBB secara signifikan mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes dibandingkan kontrol negatif (p < 0,05) serta tidak mempunyai perbedaan yang nyata dengan kontrol positif (p > 0,05).
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Hydrogel Eye Mask Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L)
Kadarul, Nindi Novrianti;
Isrul, Muhammad;
Awaliyah Halid, Nur Hatidjah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmw.v2i6.87
Kulit sekitar mata berstruktur lebih tipis dibandingkan kulit bagian wajah lainnya, sehingga perlu dilakukan perawatan untuk menjaganya. Masker merupakan salah satu perawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah dikulit wajah. Masker hydrogel menjadi bentuk masker yang memiliki keuntungan dapat memberikan kondisi yang lembab pada kulit dan menciptakan sensasi dingin disekitar area kulit. Adapun bahan aktif yang sering digunakan dalam masker yaitu antioksidan. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan salah tanaman yang memiliki banyak manfaat dan telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan hydrogel eye mask ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L). Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental deskriptif. Sampel kayu secang dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96% hingga didapatkan ekstrak kental. Selanjurnya diformulasi kebentuk sediaan hydrogel eye mask dengan variasi konsentrasi ekstrak antara blanko (tanpa ekstrak), formula 1 (0,5 %), formula 2 (1%) dan formula 3 (1,5%). Dilakukan evaluasi kestabilan dan karakteristik fisik sediaan meliputi uji organoleptis dan bobot, uji pH permukaan, uji tingkat elastisitas, uji daya mengembang, cycling test dan uji kesukaan yang dilakukan selama empat minggu. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sediaan hydrogel eye mask ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L) memiliki kestabilitasan fisik yang baik selama 4 minggu penyimpanan. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji organoleptis, pH, daya mengembang, cycling test yang menunjukkan bahwa keempat formula memiliki kestabilan fisik yang baik selama penyimpanan. Tetapi tingkat elastisitas sediaan perlu ditingkatkan. Berdasarkan uji hedonik, Formula 1 (F1) merupakan formula yang paling banyak disukai.
Skrining Virtual Berbasis Farmakofor Dari Database Bahan Alam Sebagai Inhibitor Alosterik Mutan T790M/C797 EGFR Untuk Penemuan Obat Kanker Paru
Lestari, Nur Ayu;
Isrul, Muhammad;
Ramadhan, Dwi Syah Fitrah;
Fatahu
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmw.v3i3.102
Virus korona merupakan penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh virus baru (SARS-CoV-2). Usaha untuk mengeksplorasi bahan-bahan alam aktif sebagai anti-virus terus dilakukan. Salah satu tanaman lokal Indonesia yang dapat menghambat SARS-CoV-2 protein spike yaitu herba sambiloto (Andrographis paniculata) secara in silico, akan tetapi aktivitasnya terhadap mutan D614G SARS-CoV-2 belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji aktivitas metabolit andrographolide dan turunannya dalam herba sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap mutasi D614G SARS-CoV-2 protein spike secara in silico.Penelitian ini menggunakan metode in silico yaitu penambatan molekul. Penambatan molekul dilakukan menggunakan Autodock Tools 1.5.6 dan dianalisis interaksi ikatannya menggunakan BIOVIA Discovery Studio 2017, kemudian diprediksi ADME menggunakan software Swiss ADME dan sofware PASS online untuk mengetahui toksisitasnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh dari 23 senyawa turunan andrographolide yang memiliki stabilitas ikatan lebih baik dari pada senyawa andrographolide yaitu senyawa 14-Acetyl-3,19-isopropylideneandrographolide yang dapat menghambat reseptor non-mutasi (6VSB) dengan energi ikatan -5.34 kcal/mol dan mutan D614G (7KDL) dengan energi ikatan -5.72 kcal/mol dengan hasil prediksi ADME memenuhi aturan lipinski dan tidak menunjukan adanya aktivitas toksisitas hepatotoksik dan nefrotoksik yang bermakna.
Studi Molecular Docking Senyawa Kimia Dari Herba Putri Malu (Mimosa pudica) Terhadap Inhibisi Enzim A-Glukosidase Sebagai Antidiabetes Melitus
Putri, Tenri Zulfa Ayu Dwi;
Findrayani, Ristanti Putri;
Isrul, Muhammad;
Lolok, Nikeherpianti
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmw.v3i4.104
Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dengan kadar gula (glukosa) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara efektif. Putri malu (Mimosa pudica.) mempunyai aktivitas farmakologi sebagai antidiabetes melitus. Pengobatan yang paling umum untuk diabetes melitus adalah dengan menghambat enzim α-glukosidase. Enzim α-glukosidase adalah salah satu enzim yang berperan dalam mengubah oligosakarida dan disakarida menjadi glukosa yang dapat diserap oleh usus halus sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah. Penghambat α-glukosidase digambarkan sebagai yang paling efektif dalam mengurangi hiperglikemia pasca-prandial (PPHG) dari semua obat antidiabetes melitus. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui afinitas dan interaksi molekuler senyawa kimia herba putri malu (Mimosa pudica) sebagai inhibitor enzim α-glukosidase berdasarkan metode moleculer docking secara in silico.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan secara in silico dengan menggunakan metode molecular docking (penambatan molekul). Populasi sampel dalam penelitian ini adalah semua struktur senyawa 3D diperoleh dari penelusuran situs KNApSAcK 3D. Sampel yang digunakan yaitu struktur 3D senyawa kimia yang terkandung dalam herba Putri malu (Mimosa pudica). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 senyawa kimia yang terkandung dalam herba Putri malu (Mimosa pudica.) terdapat 1 senyawa kimia yang memiliki nilai afinitas yang paling baik terhadap reseptor α-glukosidase secara in silico yaitu senyawa mimopudine memiliki nilai afinitas -7.90 Kkal/mol lebih rendah dibandingkan dengan native ligand nya yaitu 7.86 Kkal/mol. Perlu dilakukan penelitian lanjutan yaitu molecular dynamic untuk mengetahui aktivitas senyawa kimia herba yang terkandung dalam herba putri malu (Mimosa pudica) sebagai inhibitor reseptor α–glukosidase.
Evaluasi Sistem Pengelolaan Obat di UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Tahun 2021
Sari, Andi Mona Fatirah;
Hadju, Lodes;
Isrul, Muhammad;
Bone, Mahfusun
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmw.v3i3.112
Evaluasi sistem pengelolaan obat yang efektif terletak pada kebijakan yang membangun dan mendukung komitmen pemerintah daerah. Tahun 2018 terdapat kekurangan 149 jenis obat, Tahun 2019 terdapat kekurangan 132 jenis obat dan tahun 2020 terdapat kekurangan 107 jenis obat. data tahun 2018 terdapat 40 jenis obat yang rusak, tahun 2019 terdapat 25 jenis obat yang rusak dan tahun 2020 terdapat 23 jenis obat yang rusak. Penelitian ini bertujuan mengetahui Evaluasi sistem pengelolan obat di UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan data yang diperoleh merupakan data kualitatif dan kuantitatif. Informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 4 informan. Data diolah dengan Content Analysis dan analisis parameter sesuai dengan Pedomana Kementrian Kesehatan RI, 2010. Hasil penelitian ini menunjukan Perencanaan obat berdasarkan Formulariun Nasional (FORNAS) yang dilakukan setiap bulan sesuai standar dengan nilai 78%. Pengadaan Obat belum sesuai standar yakni sebesar 62%. Penyimpanan obat yang digunakan adalah menggunakan prinsip FIFO dan FEFO. Pendistribusian obat melayani 14 Puskesmas. Penghapusan obat dilakukan setiap 1 tahun dengan mengumpulkan obat-obat yang rusak dan kadaluarsa sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makananan Tahun 2019 Disarankan bagi UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka untuk menambah SDM (Sumber Daya Manusia) dan lebih memperhatikan pada sarana dan prasarana yang ada dalam meingkatkan mutu obat. Kata kunci: Evaluasi; pengelolaan obat; instalasi farmasi Evaluasi sistem pengelolaan obat yang efektif terletak pada kebijakan yang membangun dan mendukung komitmen pemerintah daerah. Tahun 2018 terdapat kekurangan 149 jenis obat, Tahun 2019 terdapat kekurangan 132 jenis obat dan tahun 2020 terdapat kekurangan 107 jenis obat. data tahun 2018 terdapat 40 jenis obat yang rusak, tahun 2019 terdapat 25 jenis obat yang rusak dan tahun 2020 terdapat 23 jenis obat yang rusak. Penelitian ini bertujuan mengetahui Evaluasi sistem pengelolan obat di UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan data yang diperoleh merupakan data kualitatif dan kuantitatif. Informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 4 informan. Data diolah dengan Content Analysis dan analisis parameter sesuai dengan Pedomana Kementrian Kesehatan RI, 2010. Hasil penelitian ini menunjukan Perencanaan obat berdasarkan Formulariun Nasional (FORNAS) yang dilakukan setiap bulan sesuai standar dengan nilai 78%. Pengadaan Obat belum sesuai standar yakni sebesar 62%. Penyimpanan obat yang digunakan adalah menggunakan prinsip FIFO dan FEFO. Pendistribusian obat melayani 14 Puskesmas. Penghapusan obat dilakukan setiap 1 tahun dengan mengumpulkan obat-obat yang rusak dan kadaluarsa sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makananan Tahun 2019 Disarankan bagi UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka untuk menambah SDM (Sumber Daya Manusia) dan lebih memperhatikan pada sarana dan prasarana yang ada dalam meingkatkan mutu obat.