Claim Missing Document
Check
Articles

Rumah Adat Batak Sebagai Simbol Identitas dan Warisan Budaya dalam Kehidupan Sehari-Hari: Melalui Kajian Strukturalisme, Antropologi Budaya, Identitas, dan Pendekatan Historis Harahap, Rosmawaty; Pakpahan, Heri Sinta; Banjarnahor, Fitri Elisabetbeth; Tarigan, Widia; Panggabean, Dermina; Ayu Syifa, Nadia
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 12 (2025): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The traditional Batak house, known as Rumah Bolon, functions not only as a dwelling, but also as a symbol of identity and cultural heritage for the Batak people. This study aims to analyze the traditional Batak house using structuralist, cultural anthropological and identity theory approaches, taking into account historical and descriptive aspects. Through this study, it is hoped to discover how the traditional Batak house functions in the daily life of the Batak people, reflects cultural values and plays a role in the formation of social identity. The methods used are a literature review and structural analysis of the architectural and functional elements of the traditional Batak house, as well as descriptive historical and cultural studies. The research results show that the traditional Batak house has a deep meaning in the social, cultural and spiritual contexts of the Batak community, as well as the importance of preserving the traditional house as a cultural symbol that still stands today.
Materialisme dan Transformasi Sosial:Analisis Perubahan Kantor Pos Medan dalam Konteks Ekonomi Harahap, Rosmawaty; Harianti, Inggit; Anggita, Dina; Juniar, Indi; Multhia, Muzkia; Feby, Salsabila; Hutabarat, Revalina
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 12 (2025): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study is how materialism affects the social transformation and function of the Medan post office in the context of economic change, as well as to examine the impact of materialism on changes in the function of the Medan post office. The data source of this research is taken from the literature using the Heuristic approach. The search and collection of sources regarding the problem under study. The goal is that researchers can produce quality research with as much information as possible. That Medan emerged as a city that was more advanced than other cities because it functioned as the center of government during the colonial period in the Kesawan area and its surroundings. In the area there were buildings that supported the economy at the time such as City hall,Merdeka square,Railway,Post Office,Bank Indonesia,Tip top restaurant,and other.
Bahasa dalam Genggaman: Analisis Peran Media Sosial dan Konten Edukatif dalam Pemerolehan Bahasa Anak Maharani, Tia; Febriani, Anggi Nur; Ismaidin, Safira Ayesha; Pulungan, Hoirina; Amelia, Regita; Sulistyani, Shiwi; Syahkila, Nurul Aisyah; Herman, Hidayat; Harahap, Rosmawaty
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7221

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah ekosistem pemerolehan bahasa anak. Media sosial dan konten edukatif kini menjadi sumber input linguistik yang signifikan, selain interaksi keluarga dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran media sosial dan konten digital terhadap pemerolehan bahasa anak, sekaligus menelaah perbedaan kualitas input linguistik dari konten edukatif dan non-edukatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah dua anak usia sekolah dasar, yaitu Raida Maiza yang lebih banyak mengonsumsi konten non-edukatif, serta Rafardhan yang lebih sering terpapar konten edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten non-edukatif berimplikasi pada penguasaan kosakata dangkal, repetitif, dan dominasi bahasa nonbaku, sehingga perkembangan sintaksis formal anak menjadi terhambat. Sebaliknya, konten edukatif yang dipadukan dengan pendampingan orang tua berkontribusi pada pemerolehan kosakata baku, struktur kalimat yang lebih kompleks, serta keterampilan pragmatik yang lebih kaya. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas input linguistik dan intensitas pendampingan orang tua merupakan faktor krusial dalam pemerolehan bahasa anak. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi orang tua, pendidik, dan pengembang konten digital untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sarana pemerolehan bahasa anak.
Dampak Budaya Pop Korea Terhadap Pemerolehan Bahasa Korea Sebagai Bahasa Kedua Harahap, Syarafina; Nanda, Sabrina Pramesuary Dwi; Hartati, Difa; Nazra, Yulisin; Sagala, Revayani; Purba, Mega Kristina; Hutagalung, Naima Azmi; Pane, Puan Annisa; Amalia, Nila Dwi; Harahap, Rosmawaty; Herman, Hidayat
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7236

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meluasnya budaya pop Korea yang memengaruhi minat masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mempelajari bahasa Korea sebagai bahasa kedua karena terpengaruh dengan hal-hal yang mereka gemari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana budaya pop Korea melalui musik, drama, dan media sosial berkontribusi terhadap pemerolehan bahasa Korea oleh pembelajar non-penutur asli yang dikuasai sebagai bahasa kedua. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari pengisian kuisioner dan wawancara yang dilakukan kepada pelajar yang aktif mengikuti budaya pop Korea. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap budaya pop Korea meningkatkan motivasi, kosakata, serta kemampuan pemahaman bahasa Korea para pembelajar. Kesimpulannya, budaya pop Korea memiliki peran signifikan sebagai media pembelajaran bahasa Korea secara tidak langsung, sehingga dapat dijadikan strategi pendukung dalam proses pemerolehan bahasa kedua.
Co-Authors Amalia, Dhea Amalia, Nila Dwi Amalliah, Aida Ambarita, Yanti Melina Amelia, Regita Anggini, Putri Anggita, Dina Ayu Syifa, Nadia Azura, Siti Banjarnahor, Fitri Elisabetbeth Banjarnahor, Fontifai Banjarnahor, Tiara A Br Karo Sekali, Gita Malem Br Muham, Amanda Liviani Chelsea, Selly Desiani, Khoirunnisa Mei Elly Prihasti W Febriani, Anggi Nur Feby, Salsabila Fitri, Novita Eka Gea, Wasta Riaman Girsang, Petra Wifara Girsang, Sheilla Valensia Grace, Anggita Zoito Gultom, Miranda Maria Magdalena Habibi, Cut Salsabila Murki Harahap, Syarafina Harianti, Inggit Hartati, Difa Hasibuan, Dita Hasibuan, Mutiara Sany Herman, Hidayat Hulu, Silfani Husna Husna Hutabarat, Mikael Pardomuan Hutabarat, Revalina Hutabarat, Sani Hutagalung, Naima Azmi Ismaidin, Safira Ayesha Juniar, Indi Lingga, Yesna Enika Br M. Fakhrurrozy K. Maharani, Tia Manik, Yohana Manullang, Bonita Manurung, Esa Peggy Nerida Manurung, Lidya Multhia, Muzkia Nababan, Riamauly Nabila, Marisa Astri Nadely, Violetta Olga Nanda, Sabrina Pramesuary Dwi Napitupulu, Prety Vania Akwila Nasution, Azwa Khalisa Nasution, Nova Natasya Naibaho, Clarasita Nazra, Yulisin Ningsih, Guslina Wahyu Nuri, Bulan Dwi Pakpahan, Heri Sinta Pane, Puan Annisa Panggabean, Dermina Panggabean, Ester Enjelysa Panjaitan, Taufik Kusuma Pasaribu, Kristina Natalia Br Pinem, Kesya Pinem, Valen Tina Pradyta, Septiana Pratama, Rama Yunita Pulungan, Hoirina Purba, Mega Kristina Purba, Sherly Anjelia Rahelsy, Mutia Ramadani, Naila Synta Rambe, Nailah Faizah S rembulan, rembulan Ripai, Muhammad Rodearni, Rizkita Safi'i, Muhammad Sagala, Reni Wati Br Sagala, Revayani Saputri, Sophie Yuninda Saragi, Tasya Amelia Saragih, Honey Syahida Br Siagian, Hatari Marwina Siagian, Kezia Nova Siagian, Mia Sanita Sibuea, Chintia Siburian, Mieke Angelika Sidabutar, Natalicha Bethelina Sihombing, Maretta Sihotang, Dora Sijabat, Jelice Twista Silaban, Desclaudia Silitonga, Erika Cintya Pebrianti Silva, Silva Simamora, Soniara Simbolon, Sanris Lawanti Sinaga, Nisa Sinaga, Sarah Sinuraya, Yosi Sirait, Grace Angel Sirait, Puja Astrid Siregar, Monggun Siregar, Tina Arsita Siregar, Wahyuni Sitepu, Ayu Wandira Br Sitepu, Dori Betsaida Br Sitinjak, Yolanda Sitohang, Esmeralda Sitohang, Jhon Roger Situmorang, Putri Ayu Adelina Soumena, Nur Frety Suhardi Suhardi Sulistyani, Shiwi Syahkila, Nurul Aisyah Syahputri, Sri Syairal Fahmy Dalimunthe Syalaisha, Nadhifa Tamba, Anggreni Agustina Tamba, Sania Tambunan, Khairunnisa Br Tampubolon, Fitri Aulina Tarigan, Widia Wulandari, Arum Citra Wulandary, Widya Zafira, Putri Alicya Zaharani, Suci Zai, Rani Citra Lestari