Claim Missing Document
Check
Articles

Permasalahan guru pendidikan agama islam dalam pembelajaran di sekolah minoritas muslim Br Tarigan, Sabilla Hidayani; Sinaga, Ali Imran; Sumanti, Solihah Titin
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 1 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/085932011

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar negeri yang berada di lingkungan minoritas Muslim di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama periode Januari hingga April 2025 pada 14 sekolah dasar di Kecamatan Tiganderket dan Payung. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposif berdasarkan sebaran guru PAI dan aksesibilitas peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 85% guru PAI mengalami keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran, sementara sekitar 78% menyatakan kurangnya dukungan kelembagaan dan minimnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan keagamaan. Selain itu, motivasi belajar siswa Muslim yang berstatus minoritas sering kali rendah akibat tekanan sosial dan keterbatasan lingkungan. Meskipun demikian, guru PAI tetap menunjukkan dedikasi tinggi yang ditunjukkan melalui indikator seperti frekuensi keterlibatan dalam kegiatan keagamaan di luar sekolah (rata-rata 3–4 kegiatan per minggu), komitmen dalam menyusun media pembelajaran alternatif, serta konsistensi membimbing siswa di luar jam pelajaran formal. Mereka juga memainkan peran ganda sebagai pengajar, pembina keagamaan, dan tokoh masyarakat. Strategi adaptif yang diterapkan meliputi pendekatan kontekstual, integrasi nilai Islam dalam kegiatan harian siswa, serta pemanfaatan media sederhana untuk menjangkau keterbatasan sarana. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan kontekstual berbasis lingkungan multikultural, penyediaan bahan ajar digital dan kolaboratif, serta peningkatan sinergi antara sekolah, Kementerian Agama, dan komunitas lokal. Dukungan kebijakan yang lebih spesifik dibutuhkan untuk memastikan keberlangsungan pendidikan agama Islam yang bermakna dan relevan di wilayah mayoritas non-Muslim seperti Kabupaten Karo.
Collaboration of Islamic and Christian Teachers in Implementing Religious Moderation Education Sinaga, Ali Imran; Dalimunthe, Rasyid Anwar; Daulay, Saripuddin
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2023): Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v4i3.691

Abstract

This article aims to reveal the collaboration of Islamic and Christian religious teachers in SMA/SMK in the Pantai Labu District. The method used is descriptive research with a field approach and data analysis named after Miles and Huberman. The research results found were [1]. The activity of combining students in one group to clean houses of worship, both mosques and churches, has been carried out by Islamic and Christian religious teachers. The target is of course to provide experience and habituation for students to do together in every social activity, [2]. If there are friends and parents of grieving students, Islamic and Christian religious teachers always combine Muslim and Christian students to attend the visit. [3]. If any of the students are experiencing grief, the Islamic and Christian religion teachers direct students to give their sincerity in collecting the finances that will be given to the grieving students without discriminating between race, ethnicity, and religion owned by each student. [4]. Familiarize students to support each other in completing the equipment needed for the activities of religious holidays. [5].Inviting each other to religious holidays. The implication of this article can be a guide for religious teachers in multicultural Education in their respective schools. It can open up space for thoughts if teachers are contaminated with narrow thinking.
Analisis kompetensi pedagogik guru fikih dalam melaksanakan pembelajaran pada kurikulum merdeka di madrasah aliyah Batubara, Nur Khafifah Indriyani; Sinaga, Ali Imran; Haidir, Haidir
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202424138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru Fikih dalam melaksanakan pembelajaran pada kurikulum mandiri yang meliputi pemahaman karakteristik siswa, pemahaman teori pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pemanfaatan teknologi dan informasi dalam pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran kurikulum mandiri di MAN 2 Medan Model. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tipe analisis naturalistik. Sampel penelitian ini adalah guru Fikih MAN 2 Model Medan. Instrumen yang digunakan meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumen terkait. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru Fikih MAN 2 Model Medan dalam melaksanakan pembelajaran pada kurikulum mandiri berada pada kategori cukup baik. Guru mampu memahami karakteristik siswa, menguasai teori pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, serta mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran dengan baik. Meski demikian, masih diperlukan perbaikan terus-menerus terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan metode evaluasi yang lebih efektif, untuk mendukung pembelajaran yang lebih optimal di masa depan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kompetensi pedagogik guru secara terus-menerus, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan metode evaluasi yang lebih efektif untuk mendukung pembelajaran yang lebih baik di masa depan.
Pengembangan Modul Sirah Rasul Ulul ‘Azmi Untuk Meningkatkan Sikap Religius Siswa Fitriah, Himmatul; Sinaga, Ali Imran; Anas, Nirwana
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2023): Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v4i3.396

Abstract

This article aims to find out how the development of the Apostle Ulul 'Azmi sirah module in improving the religious attitude of students at SMA An-Nadwa Binjai. This study uses a 4-D model; namely definition, design, development, and deployment. Sampling used a random sampling technique with class XI A as the control class and class XI as the experimental class with a total of 35 students. The results of this study state that the feasibility of the Sirah Rasulullah Ulul 'Azmi module is feasible to use through 3 expert validation tests, the feasibility of the module is seen from 3 components namely material experts, language and design. The validation results of the three validators are: the average score of the content component is 77.27, the linguistic component is 83.65, and the presentation component is 81.73. These three scores indicate a good/proper category, which means that the Sirah Rasulullah Ulul 'Azmi module can be used with a little revision. As for the effectiveness of the Sirah Rasul Ulul 'Azmi module in increasing students' religious attitudes when seen from the test results between the control class and the experimental class, with the control class's average score of 69.71, while the experimental class's average score was 75.52. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the Sirah Rasulullah Ulul 'Azmi module is effective in increasing religious attitudes in class XI SMA An-Nadwa in PAI learning.
Pendidikan Sosial dan Lingkungan dalam Perspektif Hadis: Implikasinya terhadap Penguatan Persatuan Masyarakat Sakdiah, Halimatun; Siregar, Zahra Rafia Rani; Br Bangun, Diva Amanda; Amaliah, Khairul; Sinaga, Ali Imran
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2361

Abstract

Pendidikan sosial dan lingkungan dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW merupakan pendekatan integratif yang menggabungkan nilai-nilai solidaritas, empati, keadilan, dan tanggung jawab sosial dengan prinsip pelestarian alam sebagai amanah Allah SWT. Hadis-hadis seperti persaudaraan mukmin (HR. Bukhari, No. 481) dan larangan merusak lingkungan (HR. Muslim, No. 282) menekankan pembinaan akhlak yang mendorong kerja sama kolektif untuk kesejahteraan bersama. Penelitian ini menganalisis keterkaitan kedua konsep tersebut, di mana pendidikan sosial memperkuat solidaritas antarindividu, sementara pendidikan lingkungan menanamkan kesadaran ekologis, saling melengkapi dalam membentuk masyarakat harmonis. Implikasinya terhadap penguatan persatuan masyarakat kontemporer tercermin dalam pengurangan fragmentasi sosial akibat urbanisasi dan perubahan iklim, melalui kampanye gotong royong, reboisasi, dan program inklusif yang melibatkan generasi muda. Integrasi ini membentuk komunitas yang resilient, di mana nilai-nilai hadis diterapkan untuk mengatasi tantangan modern tanpa kehilangan identitas budaya Islam. Kesimpulan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif untuk membangun persatuan melalui empati sosial dan keberlanjutan lingkungan, dengan saran implementasi dalam kurikulum pendidikan dan evaluasi dampaknya. (Kata-kata: 198)
Konsep Pembelajaran Berpusat Pada Peserta Didik Dalam Hadis Rasulullah SAW dan Implikasinya Terhadap Kurikulum Berbasis Cinta Novriani, Iklima; Azwany, Nazli; Lubis, Maryam; Sinaga, Ali Imran
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2388

Abstract

Pergeseran paradigma pendidikan global dari pembelajaran berorientasi guru menuju pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered learning) sering kali terjebak pada reduksi metodologis dan mengabaikan dimensi etis serta relasional. Wacana kurikulum berbasis cinta muncul sebagai respons terhadap praktik pendidikan modern yang terlalu teknis dan kurang memperhatikan nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam hadis Nabi Muhammad saw., mengkaji konsep kurikulum berbasis cinta, serta merumuskan implikasi teoretik hadis terhadap pengembangan kerangka konseptual kurikulum tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui teknik analisis isi (content analysis) dan analisis tematik terhadap literatur primer hadis serta karya pendidikan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pendidikan Rasulullah saw. secara substansial mencerminkan prinsip student centered approach melalui penghargaan terhadap keunikan individu, metode dialogis-partisipatif, dan pembelajaran kontekstual yang berbasis pada kebutuhan riil peserta didik. Nabi Muhammad saw. menempatkan cinta, kelembutan, dan keteladanan sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan motivasi intrinsik. Simpulannya, temuan ini berimplikasi pada perlunya desain kurikulum yang fleksibel, diferensiatif, dan disusun secara bertahap sesuai kesiapan kognitif serta psikologis peserta didik. Rekomendasi penelitian ini adalah pengintegrasian nilai-nilai rahmah (Cinta) dalam ekosistem pembelajaran guna menciptakan lingkungan pendidikan yang humanis dan seimbang antara dimensi duniawi serta ukhrawi.
Etika Berkomunikasi Dalam Hadist Dan Tantangan Media Sosial Di Era Digital Hakim, Arif Rahman; Sundari, Krenniti; Pulungan, Nur Sa’adah; Manurung, Ade Irma; Sinaga, Ali Imran
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2417

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai-nilai etika komunikasi dalam hadist Nabi Muhammad SAW dan terkait relevensinya dengan berbagai tantangan komunikasi pada media sosial di era digital seperti zaman saat ini. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, terutama melalui media sosial yang memungkinkan interaksi berlangsung dengan cepat, luas, dan tanpa batas. Namun, kemudahan tersebut juga membawa berbagai persoalan dan tantangan seperti penyebaran informasi palsu, menganggu sosial hingga konflik sosial. Dengan menggunakan metode library research dan teknik analisis data terhadap hadist dan daftar pustaka dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etika komunikasi dalam hadist dan juga tantangan yang terkait dalam media sosial di era digital zaman sekarang. Hasil penelitian menegaskan bahwa penerapan etika komunikasi yang bersumber dari hadist dapat memperbaiki kualitas interaksi di dunia maya dan mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih etis dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, pada hasil penelitian juga memaparkan bahwa tantangan media sosial di era digital sekarang dapat mengganggu sosial hingga dapat menyebabkan konflik sosial dsb. Kesimpulannya yaitu etika komunikasi menjadi landasan penting dalam menghadapi dan mencegah berbagai tantangan media sosial di era digital.
Internalisasi Nilai Kasih Sayang dan Tanggung Jawab Orang Tua Berdasarkan Hadits Tahnik Nabi Muhammad SAW Situmorang, Hera Yanti; Azwa, Nor; Amri, Muslih; Sinaga, Ali Imran
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2451

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji internalisasi nilai kasih sayang dan tanggung jawab orang tua melalui praktik tahnik dalam perspektif hadis dan literatur keislaman, serta relevansinya dengan aspek kesehatan bayi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya pemahaman masyarakat Muslim terhadap makna dan tujuan tahnik yang sering dipahami secara ritualistik, tanpa memperhatikan nilai edukatif dan rasional yang dikandungnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research, dengan sumber data primer berupa hadis-hadis tentang tahnik dalam kitab hadis muktabar dan syarahnya, serta sumber data sekunder berupa buku ilmiah dan artikel jurnal yang membahas pengasuhan anak dan kesehatan bayi. Analisis data dilakukan melalui analisis isi secara deskriptif-analitis untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan keluarga dan implikasi kesehatan yang terkandung dalam praktik tahnik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tahnik tidak hanya merepresentasikan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab orang tua terhadap anak sejak kelahiran, tetapi juga memiliki relevansi dengan stimulasi oral dan kesiapan fisiologis bayi dalam menerima nutrisi awal. Dengan demikian, tahnik dapat dipahami sebagai praktik yang mengintegrasikan dimensi spiritual, edukatif, dan rasional dalam pembentukan generasi yang sehat secara fisik dan emosional.
Tabayyun sebagai Etika Literasi Digital: Analisis Hadis Tematik dalam Merespons Disinformasi di Era Media Sosial Ma’arif, Muhammad Ghozali; Yusmardani, Indi; Hanifah, Muthi’ Nur; Zamiri, Zamiri; Sinaga, Ali Imran
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2477

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan tantangan serius berupa disinformasi dan hoaks yang berdampak pada kualitas pemahaman serta karakter peserta didik. Dalam konteks pendidikan Islam, literasi digital tidak cukup dipahami sebagai penguasaan teknis, tetapi harus berlandaskan nilai etika dan moral keagamaan. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep tabayyun dalam hadis Nabi Muhammad SAW serta relevansinya sebagai landasan etika pendidikan literasi digital di era disinformasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan metode hadis tematik (maudhu‘i), yaitu menghimpun dan menganalisis hadis-hadis yang berkaitan dengan kehati-hatian, verifikasi informasi, dan larangan menyebarkan kebohongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip tabayyun dalam hadis mengandung nilai pendidikan berupa kehati-hatian, kejujuran, amanah, dan tanggung jawab moral yang relevan untuk membentuk perilaku digital peserta didik. Integrasi nilai-nilai tabayyun dalam pendidikan literasi digital berkontribusi pada pembentukan karakter peserta didik yang kritis, bijak, dan beretika dalam menghadapi arus informasi digital. Artikel ini menegaskan bahwa hadis Nabi SAW dapat dijadikan fondasi etika profetik dalam pengembangan pendidikan literasi digital Islam kontemporer.
Paradigma Pendidikan Multikultural Ala Rasulullah: Membangun Harmoni Antar Budaya Melalui Dialog Berdasarkan QS. Al-Hujurat: 11 Rafi, Muhammad; Pratiwi, Indah; Izzatussyakira, Izzatussyakira; Agung, Sandi Swasta; Sinaga, Ali Imran
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2275

Abstract

Pendidikan multikultural menjadi kebutuhan penting dalam masyarakat global yang majemuk. Namun, pendidikan modern masih sering bersifat homogen dan kurang menekankan dialog sebagai sarana membangun harmoni antarbudaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji paradigma pendidikan multikultural ala Rasulullah SAW yang berbasis dialog harmonis dengan landasan QS. Al-Hujurat: 11. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menganalisis sumber primer berupa Al-Qur’an dan hadis sahih, serta sumber sekunder dari literatur ilmiah terkait. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip dialog dalam praktik pendidikan Rasulullah dan relevansinya dengan pendidikan multikultural kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan ala Rasulullah menekankan nilai empati, saling menghormati, dan penghindaran ejekan sebagai dasar harmoni sosial. Paradigma ini melengkapi pendekatan pendidikan modern dengan dimensi spiritual yang relevan bagi masyarakat Indonesia yang plural.
Co-Authors Abdillah, Khairunnisa Agung, Sandi Swasta Ahmad Darlis, Ahmad Ahmad Shiddiq, Ahmad Ahyani, Salman Akmal Walad Ahkas, Akmal Walad Amaliah, Khairul Aminy, Aisyah Amnur, Ismail Amri, Muslih Ananda, Rusydi Anas, Nirwana Anggraini Napitupulu, Tiara Anwar, Wan Tasya Luthfiah Arif Rahman Hakim Arif Samudra, Bintang Azwa, Nor Azwany, Nazli Batubara, Alwi Umar Batubara, Nur Khafifah Indriyani Br Bangun, Diva Amanda Br Purba, Risma Br Tarigan, Sabilla Hidayani Dalimunthe, Rasyid Anwar Dalimunthe, Sabina Rasmita Darmawan, Fery Daulay, Saripuddin Debataraja, Christina Suriani Dwi Agustina Erdianto, Rudi Fahmi, Hendra Alsa Fajri, Fadlin Fitrahyani, Rizka Fitriah, Himmatul Habibi, Rozaq Hafsah Hafsah Haidir Haidir, Haidir Halimatun Sakdiah, Halimatun Hanifah, Muthi’ Nur Harahap, Nur Ikhwana Hasibuan, Fahmi Nurjannah Hasibuan, Fitri Diana Indah Pratiwi Irma Handayani, Irma Izzatussyakira, Izzatussyakira Jarkasih Harahap, Ibnu Alwi Khairuddin - Lubis, Maryam M. Rafi Manurung, Ade Irma Mardianto Mardianto Matsum, Hasan Maulidiyah, Nurul Izzah Ma’arif, Muhammad Ghozali Mohammad Al Farabi, Mohammad Muhadri, Muhadri Muhaimin, Rizky Akbar Nahar, Syamsu Nasution, Zulkipli Novriani, Iklima Nst, Ahmad Husein Nur Rizki Nur, Fauziah Nurjannah, Salma Pratiwi, Dita Ayu R Pulungan, Nur Sa’adah Putra, Ramadan Syah Putri, Hairani Ananda Putri, Umi Muti’ah Rahmadani Rahmadani Rahmat, Ilham Ramadhan, Muhammad Roshan Ramadhani, Three Wulan Rozy, Fahrur Ruwaidah, Ruwaidah Sahirah, Rafidatun Sahkholid Nasution Salamuddin Salamuddin, Salamuddin Salim Salim Salminawati Saragih, Elida Siagian, Hairun Nisa Silaen, Irma Sulistia Sirait, Trian Azhari Fadilah Siregar, Zahra Rafia Rani Siti Aisyah Sitorus, Wildan Situmorang, Hera Yanti Solihah Titin Sumanti, Solihah Titin Sundari, Krenniti Tambunan, Qurrota A'yuna Ulfa, Siti Maryam Utari, Anggie Sri Witjaksana, Mega Wulandari, Ajeng Endah Yusmardani, Indi Zaini Dahlan Zamiri, Zamiri