Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Nanoemulsi Ekstrak Bunga Melati (Jasmine sambac L.) dengan Teknik Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Sebagai Anti Jerawat: Nanoemulsion Formulation of Jasmine Flower Extract (Jaminum sambac L.) Using Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Technique as an Anti Acne Malahayati, Siti; Nastiti, Kunti; Audina, Mia; Noval, Noval
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7236

Abstract

Acne vulgaris atau jerawat merupakan masalah kulit berupa infeksi dan peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Propionibacterium acne. Ekstrak bunga melati mampu menghambat pertumbuhan bakteri, namun pada sediaan krim tidak menunjukkan adanya daya hambat terhadap bakteri, sehingga perlu pengembangan formula dalam bentuk sediaan nanoteknologi yaitu nanoemulsi yang dibuat dalam sistem penghantaran obat Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas anti jerawat dan stabilitas sediaan, sehingga didapatkan formula yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan memformulasikan ekstrak bunga melati menjadi sebuah sediaan SNEDDS. Evaluasi yang dilakukan yaitu uji stabilitas, turbiditas, emulsification time, karakterisasi nanoemulsi, pH, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil Penelitian diperoleh 5 formulasi yang memiliki stabilitas yang stabil, dilakukan evaluasi uji tubiditas F5 mendekati 100%, ukuran partikel paling kecil F8 dan paling besar F5, nilai zeta potensial F4 dan F8 memenuhi persyaratan, uji pH F1 memenuhi persyaratan, uji emulsification time dan uji indeks polidispersitas semua formulasi memenuhi persyaratan, serta formula yang memiliki daya hambat terbesar F5. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa formulasi 5 merupakan formulasi yang optimal dapat menghambat pertumbuhan bakteri P. acne.
Etnomedisin Tumbuhan Obat di Desan Matabu Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur: Ethnomedicin of Medical Plants in Matabu Village, East Dusun District East Barito Regency Widianto, Argo; Nastiti, Kunti; Yuwindry, Iwan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7719

Abstract

Etnomedisin merupakan suatu tahapan penting dalam menskrining, memilih dan mengembangkan obat baru yang berasal dari tumbuhan. Penggunaan obat tradisional dari berbagai kelompok etnis, menjaga dan merahasiakan pengetahuan pengobatannya karena mereka meyakini bahwa membagi pengetahuannya kepada orang lain akan mengakibatkan kehilangan kemampuan penyembuhannya. Mengeksplorasi pengetahuan lokal etnomedisin dan tumbuhan obat di Desa Matabu, Kabupaten Barito Timur serta melestarikan penggunaan obat tradisional secara turun temurun dari nenek moyang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif bersifat deskriftif dan Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Tujuan digunakannya purposive sampling adalah untuk menentukan sampel sebuah penelitian yang memang memerlukan kriteria-kriteria tertentu agar sampel yang diambil sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian mengetahui macam-macam penyakit yang dapat mereka obati dengan menggunakan tumbuhan penyakit yang paling sering masyarakat dan batrra pakai yaitu untuk penyakit demam,masuk angin dan diare, Dari 120 responden ditemukan ramuan tanaman obat untuk mengobati penyakit sebanyak 53 cara pemakaian tumbuhan obat ada yang diminum,ditempelkan,direbus dan dipijat. Cara pemakaian tumbuhan obat yang paling populer atau sering digunakan dalam pengobatan yaitu dengan cara direbus/diminum dengan hasil presentasi sitasi terbesar yaitu 80,7%. Penelitian mendapatkan 53 spesies tumbuhan obat dari 38 famili. Empat penyakit terbesar yang paling sering diobati menggunakan tumbuhan obat di masyarakat Desa Matabu adalah yaitu demam, Maag, batuk dan hipertensi. Pemakaian tumbuhan obat yang paling disukai adalah dengan diminum. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu bagian daun. Tumbuhan obat berdasarkan famili yang paling banyak digunakan yaitu Zingiberaceae dan Myrtaceae.
Aktivitas Antibakteri Fraksi Metanol dan Etil Asetat Daun Benalu (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) Terhadap Bakteri Streptococcus Pyogenes dan Eschrichia Coli: Antibacterial Activity of Metanol and Etil Acetat Fractions of Mistletoe (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) on Streptococcus Pyogenes and Eschrichia Coli Putri, Trias Sofia; Nastiti, Kunti; Melviani, Melviani; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7723

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memanfaatkan tanaman obat tradisional untuk membantu kesehatan masyarakat. Daun benalu mengandung senyawa aktif yang dapat menjadi antibakteri. Pemakaian daun benalu secara empiris dimasyarakat mantewe kabupaten tanah bumbu Kalimantan selatan biasa digunakan untuk mengobati amandel atau tonsillitis. Salah satu daun benalu yang digunakan masyarakat adalah daun benalu yang menempel pada tanaman jeruk nipis. Untuk mengetahui aktivitas fraksi metanol dan etil asetat sebagai antibakteri terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes dan Escherichia Coli. jenis penelitian ini menggunakan true experimental dalam pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi dan metode uji aktivitas antibakteri digunakan metode papper disk dan ditentukan konsentrasi 25%,50%,100%. Hasil diameter rata-rata zona hambat menunjukkan bahwa fraksi yang diperoleh menggunakan pelarut etil asetat terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes pada konsentrasi 25%,50%,100% masing-masing sebesar 10,286mm, 12,235mm, 13,966mm. dan pada pelarut metanol pada konsentrasi 25%, 50%, 100% masing-masing sebesar 9,606mm, 10,486mm, 10,736mm. sedangkan pada fraksi yang diperoleh menggunakan pelarut etil asetat terhadap bakteri Escherichia Coli pada konsentrasi 25%,50%,100% masing-masing sebesar 8,356mm, 12,665mm, 13,436mm. dan pada pelarut metanol pada konsentrasi 25%, 50%, 100% masing-masing sebesar 7,456mm, 8,525mm, 12,858mm. sedangkan hasil diameter rata-rata zona hambat pada kontrol positif kloramfenikol pada bakteri Streptococcus Pyogenes yaitu 26,178mm, dan diameter rata-rata zona hambat pada control positif pada bakteri Escherichia Coli yaitu 28,5 mm. fraksi metanol dan etil asetat daun benalu jeruk nipis (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) resisten terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes dan Escherichia Coli.
Efekrivitas Ekstrak Daun Sungkai (Peronema Canescens) di Kalimantan Tengah Sebagai Antiinflamasi: Efectiveness of Sungkai Leaf Extract (Peronema Canescens) in Central Kalimantan as an Anti-Inflammatory Latifah, Noor; Saputri, Rina; Nastiti, Kunti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7727

Abstract

Infeksi covid-19 banyak menimbulkan gejala inflamasi seperti sakit tenggorokan hingga kematian karena respon inflamasi berlebihan pada organ pernapasan. Daun sungkai (Peronema canescens) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan masyarakat dayak untuk mengatasi gejala yang disebabkan covid-19, sehingga perlu dibuktikan secara ilmiah apakah daun sungkai efektif sebagai antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan dosis yang efektif ekstrak daun sungkai (Peronema canescens) di Kalimantan Tengah sebagai antiinflamasi. Hasil penelitian yaitu jika ekstrak daun sungkai dari dosis 100- 400mg/KgBB mempunyai efektif antiinflamasi. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok ekstrak daun sungkai dengan kelompok kontrol positif. Hasil analisis Post Hoc dengan uji LSD menunjukkan dosis 400mg tidak berbeda signifikan dengan dosis 100mg dan 200mg menunjukkan efektifitasnya sama. Ekstrak daun sungkai memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi pada dosis efektif 100mg/KgBB.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi N-Hexan Daun Benalu (Dendrophthoe Pentandra (L.) Miq.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Bacillus subtilis dan Enterobacter aerogenes: Antibacterial Activity of Extract And N-Hexan Fraction of Benalu Leaves (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) Against the Growth of Bacteria Bacillus subtilis and Enterobacter aerogenes Hepriana, Yemima; Nastiti, Kunti; Kurniawati, Darini; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7732

Abstract

Tanaman Benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) merupakan salah satu kelompok tanaman yang dapat tumbuh liar, melekat menjadi parasit pada tanaman lain. Tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antibakteri. Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi n-Hexan daun Benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dan Enterobacter aerogenes. Metode yang digunakan adalah True Experimental yang membagi ekstrak dan fraksi n-Hexan menjadi beberapa kelompok perlakuan yaitu konsentrasi ekstrak dan fraksi 25%, 50%, dan 100%, serta kontrol negatif dan kontrol positif. Pengujian potensi antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan mengukur diameter zona hambat yang terbentuk.Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap Bacillus subtilis dengan konsentrasi ekstrak 50; 100% diameter zona hambat sebesar 16,72; 22,28 mm. Sedangkan, dengan konsentrasi fraksi 50; 100% diameter zona hambat sebesar 9,90; 19,00 mm. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap Enterobacter aerogenes dengan konsentrasi ekstrak 25; 50; 100% diameter zona hambat sebesar 14,49; 17,43; 22,52 mm. Sedangkan, dengan konsentrasi fraksi 25; 50; 100% diameter zona hambat sebesar 2,19; 17,46; 18,18 mm. Pada penelitian ini ekstrak mempunyai zona hambat yang lebih besar terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Enterobacter aerogenes daripada fraksi n-Hexan pada seluruh konsentrasi yang diujikan.
Analisis Cemaran Bakteri Coliform pada Air Isi Ulang di Jalan Pramuka Banjarmasin: Correlation of Public Knowledge on the use of Medicine for Tooth Pain in the Working Area of the Asam-Asam Health Center Rahayu, Desi Dwi; Rohama, Rohama; Nastiti, Kunti; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8966

Abstract

Latar Belakang: Air adalah suatu kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia yang biasa digunakan untuk mandi, mencuci, memasak, dan minum. Banyak penyakit yang sering menjumpai manusia berasal dari cemaran air. Mutu air minum secara biologis sangat penting karena diantaranya bisa menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit salah satu nya diare yang disebabkan oleh bakteri Escerichia Coli. Menurut data DINKES Kalimantan Selatan pada tahun 2020 terjadi kasus diare sebanyak 5412 kasus, jumlah kasus ini mengalami kenaikan dari tahun 2019 yang terjadi sebanyak 1073 kasus. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatur bahwa maksimal cemaran mikroba dalam pangan olahan tidak boleh mengandung satupun bakteri Coliform. Coliform adalah salah satu penanda buruk nya kondisi air juga kebersihan pengelolaan pangan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 5 sampel dari 16 DAMIU daerah kayutangi positif Coliform. Tujuan: Mengetahui cemaran bakteri coliform dan identifikasi bakteri Escerichia Coli pada air galon di jl Pramuka Banjarmasin. Metode: Metode observasional deskriptif menggunakan MPN meliputi penguat, penduga, dan pelengkap. Hasil: Hasil yang didapatkan pada penelitian ini dengan metode MPN pada uji penguat dan penduga dari 13 sampel semua positif mengandung bakteri Coliform dan kemudian pada metode MPN pada uji pelengkap 11 dari 13 sampel positif mengandung bakteri Coliform dan Escherichia Coli. Simpulan: Pada 11 dari 13 sampel menunjukkan bahwa sampel positif mengandung bakteri Coliform dan Escherichia Coli di Jl.Pramuka Banjarmasin.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Hair Tonic Ekstrak Mimba (Azadirachta Indica): Formulation and Evalution of Neem (Azadirachta Indica) Ekstrak Hair Tonic Surya Rinjani, Lalu Erwin Tri; Budi, Setia; Nastiti, Kunti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9026

Abstract

Hair tonic merupakan salah satu kosmetik kulit kepala dan rambut yang memiliki banyak fungsi atau kegunaan, salah satunya yaitu dapat melembabkan kulit kepala, Pada penelitian ini, hair tonic di buat dari bahan dasar alami yaitu Ekstrak mimba (Azadirachta indica) yang mempunyai khasiat berguna. Pada tanaman mimba ini terdapat komposisi senyawa aktif diantaranya azadirachtin, salanin, meliantriol, nimbin, dan nimbidin. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental one case shot study. Sediaan hair tonic ekstrak mimba dibuat menjadi tiga formulasi dengan variasi ekstrak berbeda, pada formulasi I, II dan II menggunakan variasi ekstak mimba yang berbeda yaitu, 7,5%, 10% dan 12,5%. Sediaan hair tonic menggunakan variasi konsentrasi ekstrak yang berbeda memiliki hasil pada uji organoleptis ketiga formula yang baik terhadap warna, bau dan bentuk sediaan. pada uji pH ketiga formulasi hair tonic yang dibuat memenuhi persyaratan uji pH dan formula yang paling optimal yaitu pada Formula II dengan konsentrasi ekstrak mimba 10%. pada uji viskositas, didapatkan ketiga formulasi sudah sesuai memenuhi syarat viskositas yaitu <5cPs dengan hasil yang paling optimal yaitu pada formulasi III.
Potensi Ekstrak Daun Minyak Kayu Putih (Melaleuca Leucadendra Linn) dalam Penurunanan Merkuiri (HG) pada Ikan Gabus (Channa Striata) di Kawasan Pendulangan Intan: Potential of White Leaf Exstact (Melaleuca Leucadedra Linn) in Reducing Mercury (HG) in Snakehead Fish ( Chana Striata) in the Diamond Mining Area Gabriella, Maria; Rahmadani, Rahmadani; Nastiti, Kunti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9037

Abstract

Ikan gabus yang merupakan jenis ikan predator air tawar dalam rantai makanan dalam suatu perairan dalam mengakumulasi logam dari lingkungannya dan kemudian mentransfernya ke dalam manusia melalui komsumsi yang dapat menyebabkan penyakit akut dan kronis. Merkuri adalah logam berat dengan tingkat toksisitas cukup tinggi. Daun kayu putih memiliki banyak kandungan antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang membantu sistem pertahanan tubuh suatu organisme dalam menangkal adanya bahan pencemar seperti logam berat­Tujuan: Mengetahui potensi ekstrak daun kayu putih (melaleuca leucadendra linn.) dalam penurunan hg pada ikan gabus di kawasan pendulangan intan. Pada pengujian ini menggunakan konsentrasi 100% digunakan untuk pengukuran penurunan kadar merkuri pada ikan yang tercemar merkuri menggunakan spektrofotometri serapan atom dengan lama perendaman 0, 30 dan 60 menit selanjutnya dilakukan analisis data dengan one way anova serta dilakukan skrinning fitokimia untuk mengindentifikasi keberadaan metabolit sekunder. Pada konsentrasi 100% dengan waktu perendaman 0,30 dan 60 menit menunjukkan hasil penurunan kadar merkuri sebesar 0,038 mg/kg, 0,028 mg/kg dan 0,017 mg/kg. Hasil analisis data nilai signifikan >0,05 yang berarti ekstrak daun kayu putih memiliki potensi menurunkan merkuri pada ikan gabus. Selain itu hasil skrinning fitokimia pada ekstrak daun minyak kayu putih mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid. Ekstrak daun kayu putih dengan variasi konsentrasi 100% dengan lama waktu perendaman 60 menit memiliki pengaruh pada penurunan merkuri pada ikan gabus. Selain itu, hasil skrinning fitokimia pada ekstrak daun kayu putih terdapat kandungan Alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi N-Hexan Daun Benalu (Dendrophthoe Pentandra (L.) Miq.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Bacillus Subtilis dan Enterobacter Aerogenes : Antibacterial Activity of Ektract and N-Hexan of Benalu Leaves (Dendrophthoe Pentandra (L.) miq.) Against the Growth of Bacteria Bacilius Subtilis and Enterobacter Aerogenes Hepriana, Yemima; Nastiti, Kunti; Kurniawati, Darini; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9071

Abstract

Tanaman Benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) merupakan salah satu kelompok tanaman yang dapat tumbuh liar, melekat menjadi parasit pada tanaman lain. Tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antibakteri. Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi n-Hexan daun Benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dan Enterobacter aerogenes. Metode yang digunakan adalah True Experimental yang membagi ekstrak dan fraksi n-Hexan menjadi beberapa kelompok perlakuan yaitu konsentrasi ekstrak dan fraksi 25%, 50%, dan 100%, serta kontrol negatif dan kontrol positif. Pengujian potensi antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan mengukur diameter zona hambat yang terbentuk.Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap Bacillus subtilis dengan konsentrasi ekstrak 50; 100% diameter zona hambat sebesar 16,72; 22,28 mm. Sedangkan, dengan konsentrasi fraksi 50; 100% diameter zona hambat sebesar 9,90; 19,00 mm. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap Enterobacter aerogenes dengan konsentrasi ekstrak 25; 50; 100% diameter zona hambat sebesar 14,49; 17,43; 22,52 mm. Sedangkan, dengan konsentrasi fraksi 25; 50; 100% diameter zona hambat sebesar 2,19; 17,46; 18,18 mm. Pada penelitian ini ekstrak mempunyai zona hambat yang lebih besar terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Enterobacter aerogenes daripada fraksi n-Hexan pada seluruh konsentrasi yang diujikan.
Antioxidant Activities of Various Fraction Levels of Kaik Kaik (Uruparia Multiflora K.Schum. & Lauterb): indonesia Hadi, Samsul; Setiawan, Deni; Nastiti, Kunti
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 9 No. 3 (2024): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v9i3.291

Abstract

Borneo has abundant biodiversity, especially regarding medicinal plants. One of the plants used in traditional medicine by the Dayak tribe in Kalimantan is kaik-kaik (Uncaria cordata (Lour.) Merr.), so research is needed to evaluate the activity of this plant. One of the methods used to assess its medicinal properties is through its antioxidant activity. This research aimed to test the antioxidant activity of various fractions derived from U. cordata stems. The study began with ethanol extraction followed by fractionation using n-hexane, ethyl acetate, and distilled water. The extracts and fractions obtained were then tested for antioxidant activity using the DPPH radical capture method. The results indicated that the n-hexane fraction, with a yield of 0.69%, contains terpenoids/steroids, alkaloids, and flavonoids; the ethyl acetate fraction, with a yield of 1.453%, contains alkaloids and flavonoids; and the distilled water fraction, with a yield of 4.832%, contains saponins, tannins, alkaloids, phenols, and flavonoids. The n-hexane, ethyl acetate, and distilled water fractions exhibited antioxidant capacity with IC₅₀ values of 138.39 ± 0.3777 ppm, 48.51 ± 0.056 ppm, and 36.31 ± 0.111 ppm, respectively. This research concluded that the distilled water fraction was the most active and is classified as a very strong antioxidant.
Co-Authors Adi Rahmadi Adriana Palimbo, Adriana Agustin, Nur Syafa Alfisah, Firda Alfisyah, Nur Ali Rakhman Hakim Angelica , Viona Febriola Anggraini, Novita Yeremia Aryzki, Saftia Aulia Rahmah Aulia Ramadani, Rizka Bariroh, Laili Carolina, Feliya Chandra, M. Andi Chicade, Anabaena Chintia, Avrensya Eka Daifa, Tri Masruratun Damayanti, Linda Meydigret Dede Mahdiyah, Dede Deni Setiawan DENI SETIAWAN Deny Setiawan Deviani, Norma Dewi, Antung Sinta DWI RAHMAWATI Dwi Salmarini, Desilestia Effendi, Budi Yanto Elvine Ivana Kabuhung Elysa, Elysa Ermadiningtyas, Retno Erpiana, Indah Nor Farhiya, Naila Fatimah Azzahra Fatmala, Ella Mauli Fatmalika, Tria Febriani, Noor Rahmi Fitriani, Noor Gabriella, Maria Gamah, Gamah Gresiasiska, Sofia Gusnianti, Elva Habibah, Nor Hadi, Samsul Samsul Hariyadi, Ricky Hastika, Febby Yulia Hastika, Febby Yulika Hepriana, Yemima Hermawan, Afreza Rizky Husnati, Lailan Ika Friscila, Ika Ikeh, Tri Sulapmi D. Indriani, Erika Intan Intan Khadijah, Nor Khatimah, Indah Husnul Kristiani, Windilla Kurniawati, Darini L. Lisnawati Linda Kusumawati Lisaura, Inggrit Windy Lydia T, Ni Gitta Putri Ma'rifah, Nurul Maharani, Tri Anita Malahayati, Siti Maria Fransiska Mayasari, Vita Meisa, Devina Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Muhammad Zulfadhilah Nathalia, Ayu Ningsih, Gusria Surya Noor Latifah Norpalah, Norpalah Noval Noval Noval Noval, N Novia, N Novianty, Nadya Nugraha, Dyan Fitri Nur Hidayah NURUL HIDAYAH Palianti, Zahra Puspita, Melinda Dian Putra, Dedy Karmadi Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Trias Sofia Rahayu, Desi Dwi Rahayu, Eria Wienty Rahimah, Asri Rahimah, Rahimah Rahmadani Rahmadani Rahmadina, Nazwa Rahmawati, Nanda Hesti Ramadani, Rizka aulia Rina Saputri Rizali, Muhammad Rizantha, M. Iqbal Rochaida, Try Rohama, Rohama Samsul Hadi Samsul Hadi Samsul Hadi Saniah, Husnus Saputri, Nur Arida Sari, Eliza Karmila SARKIAH SARKIAH Sary, Ariska Yulia Setia Budi Siti Fatimah Siti Khadijah Sukmana, M. Laily Qadry Surya Rinjani, Lalu Erwin Tri Syahfitri, Laili Shinta Ayu Syahrina, Dahlia Trisia, Trisia Tuti Alawiyah Ulfah, Annisa Ulfah, Nahdiati Widianto, Argo Wilujeng, Wilujeng Wulandari, Suci Sri Yuwindry, Iwan