Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Health Belief Model (HBM) untuk Ibu Hamil dalam Menggunakan Asam Folat Sary, Ariska Yulia; Yuwindry, Iwan; Nastiti, Kunti; Kurniawati, Darini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2188

Abstract

Asam folat merupakan vitamin esensial selama kehamilan dan menjadi satu-satunya vitamin yang kebutuhan hariannya harus terpenuhi, yaitu 400 mikrogram per hari. Kekurangan asam folat pada ibu hamil masih sering ditemukan di negara berkembang maupun maju, yang berisiko menimbulkan anemia serta cacat tabung saraf (Neural Tube Defect) pada janin. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepatuhan penggunaan asam folat pada ibu hamil melalui pendekatan Health Belief Model (HBM). Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik purposive sampling terhadap 78 responden ibu hamil di Puskesmas Pekauman. Pengambilan data dilakukan selama Februari–Maret 2025. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square untuk menilai hubungan komponen HBM dengan kepatuhan penggunaan asam folat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi HBM, yaitu persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, serta pemicu untuk bertindak, memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan penggunaan asam folat (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor persepsi dalam HBM berperan penting dalam mendorong kepatuhan ibu hamil. Oleh karena itu, intervensi promosi kesehatan berbasis HBM dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan konsumsi asam folat selama kehamilan.
Edukasi Penggunaan Tanaman Herbal Pada Masyarakat Di Desa Sungai Tandipah Nastiti, Kunti; Erpiana, Indah Nor; Lisnawati, Lisnawati; Hariyadi, Ricky; Rahimah, Rahimah; Daifa, Tri Masruratun
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1592

Abstract

Pendahuluan: Tanaman obat tradisional merupakan tanaman yang dapat mencegah terjadinyasuatu penyakit. Efek samping yang ditimbulkan sangat rendah karena bersifat alami namun tetap dalam takaran yang sesuai. Penggunaan yang turun temurun oleh masyarakat dan berkhasiat obat serta efek samping yang kecil inilah masyarakat lebih memilih menggunakan obat tradisional dalam mengobati suatu penyakit. Desa Sungai Tandipah merupakan wilayah yang berada di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Masyarakat di desa ini masih banyak menggunakan obat tradisional untuk mengatasi beberapa penyakit. Penggunaan tanaman obat hingga menghasilkan suatu efek farmakologi disebabkan oleh kandungan senyawa yang dimilikinya. Namun, tetap saja penggunaannya selain dari bukti empiris juga dikaitkan dengan penelitian dan penggunaan takaran yang tepat. Tujuan: Untuk mengedukasi pengunaan tanaman herbal di masyarakat di Sungai Tandipah. Metode: Metode yang digunakan berupa tahap pendataan (survei), sosialisasi, edukasi dan evaluasi. Survei dilakukan untuk mengetahui macam tanaman yang digunakan masyarakat dalam mengobati penyakit dengan teknik wawancara. Sebelum dilakukan edukasi masyarakat diberikan pretes terlebih dahulu mengenai penggunaan tanaman herbal yang akan diberikan. Selanjutnya, diberikan edukasi penggunaan tanaman herbal kepada masyarakat melalui pemberian materi secara langsung dan tanya jawab. Tahap terakhir adalah evaluasi dengan cara memberikan posttest. Hasil: Berdasarkan hasil pendataan (survei) dari total responden sebanyak 30 orang didapatkan penyakit yang banyak diderita masyarakat di Desa Sungai Tandipah adalah Hipertensi (40%)dan Diabetes (35%). Tanaman yang digunakan adalah Daun belimbing wuluh untuk mengatasi hipertensi (55%) dan daun salam dan sereh untuk penyakit Diabetes Mellitus (55%). Pada proses tanya jawab yang kami lakukan dengan responden ternyata masih terdapat responden yang belum mengetahui mengenai penggunaan tanaman herbal sebagai terapi pengobatan khususnya takaran dan penggunaan yang tepat. Terdapat peningkatan pengetahuan dengan adanya edukasi ini dilihat dari peningkatan pengetahuan sebesa (100%). Simpulan: Berdasarkan hasil kegiatan melalui kegiatan edukasi penggunaan tanaman obat yang dilakukan pada masyarakat di Desa Sungai Tandipah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, dapat disimpulkan bahwa masyarakat telah memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan/penggunaan tanaman obat.Kata kunci: Tanaman Herbal, Hipertensi, Diabetes
Pengolahan Limbah Organik Menggunakan Maggot Black Soldier Fly di Pokmas Landasan Ulin Tengah, Landasan Ulin Hadi, Samsul; Rahmadina, Nazwa; Ramadani, Rizka Aulia; Nastiti, Kunti
Kayuh Baimbai: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Mei : Kayuh Baimbai : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69959/kbjpm.v1i2.35

Abstract

Waste management in Indonesia faces big challenges with thousands of tons of waste produced every day, including the condition of the Central Ulin Landscaping, the waste ends up in landfill without processing, causing environmental problems such as ground air pollution, methane emissions and the spread of disease. To overcome this, processing organic waste with Black Soldier Fly (BSF) maggots is an innovative and effective solution. BSF maggots can decompose organic waste quickly, produce quality compost and animal feed, while opeing up new economic opportunities for the community. The method used begins with preparation and planning, outreach and education, technical training, implementation and mentoring, market development and marketing, impact measurement and reporting. There was a reduction in the volume of organic waste by up to 60% within three months of implementing the program. The waste is processed into compost and animal feed. Produces around 200 kg of high quality compost per week which is used by local farmers and sold to local markets. The community produces around 50 kg of maggots per week as animal feed, thereby reducing dependence on commercial feed. People get additional income of IDR 500,000 to IDR 1,000,000 per month. This waste program increases public awareness about sustainable waste management through education and training, changing behavior in managing household waste. BSF Maggot is very effective in decomposing organic waste more quickly and efficiently than traditional composting methods. Changing people's behavior in separating organic waste from inorganic waste requires intensive education and outreach. In conclusion, the community service program carried out was able to overcome the problem of organic waste and provide significant economic and environmental benefits.
The Pengaruh Berbagai Macam Suhu dalam Pembuatan Gula Cetak Dari Nira Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Hadi, Samsul; Setiawan, Deni; Nastiti, Kunti
Nusantara Journal of Science and Technology Vol 1 No 1 (2024): Terbit pada Bulan Mei Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69959/nujst.v1i1.8

Abstract

Palm sugar consumption levels may vary depending on societal habits and individual preferences. Palm sugar is a natural sweetener that comes from sap or water with a brownish color. However, the color of palm sugar varies from light to dark brown. So the aim of this research is to regulate the temperature for making sap sugar to prevent the formation of a brown color in making sugar. The method used in making sap sugar is setting various temperatures, to get a brighter color than the control with the help of spectrophotometry at a wavelength of 420 nm. The results in this study are absorbance data at each temperature, namely 1000C: 0.832 ± 0.023; 900C: 0.821 ± 0.051; 800C: 0.799 ± 0.012; 700C: 0.671 ± 0.027; 600C: 0.621 ± 0.034. Based on statistical analysis at temperatures of 700C and 600C it can significantly reduce the color intensity on spectrophotometer examination. The conclusion is that the appropriate temperature for processing sap sugar to reduce color intensity is 700C and 60 0C.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi n-Heksan Daun Benalu (Dendrophthoe petandra (L.) Miq) dengan Metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) serta Penetapan Kadar Flavonoid Total: Antioxidant Activity of Extract and n-Hexane Fraction of Benalu Leaves (Dendrophthoe petandra (L.) Miq) Using The FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) Method and Determination of Total Flavonoid Level Ermadiningtyas, Retno; Nastiti, Kunti; Zulfadhilah, Muhammad
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.5606

Abstract

Daun Benalu (Dendrophthoe petandra (l..) Miq) merupakan salah satu tanaman yang digunakan masyarakat Daerah Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan untuk mengobati amandel (tonsilitis). Daun benalu diperoleh dari tanaman yang tumbuh di jeruk nipis. Tanaman ini mengandung senyawa flavonoid yang mempunyai banyak aktivitas farmakologi salah satunya sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi n-Heksan pada daun benalu (Dendrophthoe petandra (L.) Miq) dengan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) serta penetapan kadar flavonoid total. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan etanol 96%. Hasil ekstrak dilakukan pengujian antioksidan dengan metode FRAP dan penetapan kadar flavonoid total. Aktivitas antioksidan dan penetapan kadar flavonoid diukur mrnggunakan spektrofotometri Uv-Vis. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas ekstrak dan fraksi n-Heksan daun benalu berturut-turut memiliki nilai sebesar 72,57 dan 70,09 mgAAE/g. Kadar flavonoid total berturut-turut sebesar 12,443 dan 3,43 mg QE(Quersetin Equivalen). Ekstrak memiliki aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid yang tinggi daripada fraksi n-Heksan pada daun benalu (Dendrophthoe petandra (L.) Miq).
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Sungkai (Peronema Canescens Jack.) dari Desa Petuk Katimpun Kalimantan Tengah Sebagai Analgetik Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus): Effectiveness Test of Sungkai Leaf Extract (Peronema Canescens Jack.) from Petuk Katimpun Village, Central Kalimantan as Analgesic Against Male White Rats (Rattus Norvegicus) Rahayu, Eria Wienty; Nastiti, Kunti; Aryzki, Saftia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7206

Abstract

Latar Belakang: Sungkai (Peronema Canescens Jack.) merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan masyarakat suku Dayak untuk mengobati nyeri. Tujuan: Mengetahui efektivitas ekstrak daun sungkai (Peronema Canescens Jack.) dari Desa Petuk Katimpun Kalimantan Tengah sebagai analgetik dengan berbagai konsentrasi terhadap tikus putih jantan (Rattus Norvegicus). Metode: Menggunakan rancangan true experimental. Sampel sebanyak 30 ekor tikus putih jantan dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif Na CMC 0,5%, kelompok kontrol positif natrium diklofenak, dan kelompok ekstrak etanol daun sungkai dengan dosis 100, 200, 300, dan 400 mg/kgBB. Semua diberi perlakuan sesuai kelompok secara oral. Setelah 30 menit asam asetat 1% digunakan sebagai penginduksi nyeri. kemudian dilakukan pengamatan geliat sebagai ukuran efek analgesik setiap 5 menit selama 1 jam. Data yang dihasilkan dilakukan analisis SPSS dengan ANOVA dan Post Hoc Tukey HSD untuk membandingkan aktivitas analgesik antar kelompok. Hasil: Hasil pengujian statistik menunjukkan semua dosis memiliki efek sebagai analgetik pada tikus putih jantan serta memberikan efek yang signifikan tehadap kelompok kontrol negatif (p<0,05). Pada ekstrak dengan dosis 200, dan 300 mg/kgBB tidak berbeda signifikan terhadap kontrol positif (p>0,05). Dosis ekstrak 400 mg/kgBB memiliki efek analgetik terbaik dengan nilai signifikan (p<0,05). Simpulan: Memiliki efek analgesik dari dosis 100 mg/KgBB dan efek analgetik paling tinggi terdapat pada dosis 400 mg/kgBB.
Aktivitas Antibakteri Sediaan Sirup Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocotum Ruiz & Pav) Terhadap Bakteri Salmonella typhii: Antibacterial Activity of Red Betel Leaf Extract Syrup (Piper crocatum Ruiz & Pav) Against Salmonella Typhii Bacteria Damayanti, Linda Meydigret; Mahdiyah, Dede; Noval, Noval; Nastiti, Kunti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7232

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit menular yang tersebar di seluruh dunia dan sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan terbesar di negara berkembang dan tropis. Insiden penyakit ini masih sangat tinggi dengan lebih dari 700 kasus berakhir dengan kematian. Bakteri Salmonella typhii masuk melalui mulut ke dalam saluran pencernaan. Daun sirih merah (Piper crocatum) memiliki senyawa kimia yang bermanfaat antara lain alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Uji aktivitas antibakteri banyak dilakukan langsung pada ekstrak tumbuhan, belum ada uji pada bentuk sediaan seperti larutan sirup. Sirup juga sediaan cair yang dapat digunakan oleh hampir semua usia, cepat diabsorpsi, sehingga cepat menimbulkan efek. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas dari sediaan sirup ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) terhadap bakteri Salmonella typhii. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan rancangan post test only with control group design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sirup ekstrak daun sirih merah konsentrasi 5 %, 10 % dan 15 %. Evaluasi sirup meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH. Kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol dan kontrol negatif yang digunakan adalah sediaan sirup tanpa ekstrak. Sediaan sirup ekstrak daun sirih merah memiliki diameter zona hambat sebesar 32,19 mm. KHM pada konsentrasi 10% dengan nilai signifikansi 0,018 namun tidak memiliki nilai KBM. Sediaan sirup ekstrak daun sirih merah telah memenuhi evaluasi organoleptis, homogenitas, pH. Sirup ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) memiliki daya hambat minimum terhadap Salmonella typhii pada konsentrasi 10%.
Formulasi Nanoemulsi Ekstrak Bunga Melati (Jasmine sambac L.) dengan Teknik Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Sebagai Anti Jerawat: Nanoemulsion Formulation of Jasmine Flower Extract (Jaminum sambac L.) Using Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Technique as an Anti Acne Malahayati, Siti; Nastiti, Kunti; Audina, Mia; Noval, Noval
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7236

Abstract

Acne vulgaris atau jerawat merupakan masalah kulit berupa infeksi dan peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Propionibacterium acne. Ekstrak bunga melati mampu menghambat pertumbuhan bakteri, namun pada sediaan krim tidak menunjukkan adanya daya hambat terhadap bakteri, sehingga perlu pengembangan formula dalam bentuk sediaan nanoteknologi yaitu nanoemulsi yang dibuat dalam sistem penghantaran obat Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas anti jerawat dan stabilitas sediaan, sehingga didapatkan formula yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan memformulasikan ekstrak bunga melati menjadi sebuah sediaan SNEDDS. Evaluasi yang dilakukan yaitu uji stabilitas, turbiditas, emulsification time, karakterisasi nanoemulsi, pH, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil Penelitian diperoleh 5 formulasi yang memiliki stabilitas yang stabil, dilakukan evaluasi uji tubiditas F5 mendekati 100%, ukuran partikel paling kecil F8 dan paling besar F5, nilai zeta potensial F4 dan F8 memenuhi persyaratan, uji pH F1 memenuhi persyaratan, uji emulsification time dan uji indeks polidispersitas semua formulasi memenuhi persyaratan, serta formula yang memiliki daya hambat terbesar F5. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa formulasi 5 merupakan formulasi yang optimal dapat menghambat pertumbuhan bakteri P. acne.
Etnomedisin Tumbuhan Obat di Desan Matabu Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur: Ethnomedicin of Medical Plants in Matabu Village, East Dusun District East Barito Regency Widianto, Argo; Nastiti, Kunti; Yuwindry, Iwan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7719

Abstract

Etnomedisin merupakan suatu tahapan penting dalam menskrining, memilih dan mengembangkan obat baru yang berasal dari tumbuhan. Penggunaan obat tradisional dari berbagai kelompok etnis, menjaga dan merahasiakan pengetahuan pengobatannya karena mereka meyakini bahwa membagi pengetahuannya kepada orang lain akan mengakibatkan kehilangan kemampuan penyembuhannya. Mengeksplorasi pengetahuan lokal etnomedisin dan tumbuhan obat di Desa Matabu, Kabupaten Barito Timur serta melestarikan penggunaan obat tradisional secara turun temurun dari nenek moyang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif bersifat deskriftif dan Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Tujuan digunakannya purposive sampling adalah untuk menentukan sampel sebuah penelitian yang memang memerlukan kriteria-kriteria tertentu agar sampel yang diambil sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian mengetahui macam-macam penyakit yang dapat mereka obati dengan menggunakan tumbuhan penyakit yang paling sering masyarakat dan batrra pakai yaitu untuk penyakit demam,masuk angin dan diare, Dari 120 responden ditemukan ramuan tanaman obat untuk mengobati penyakit sebanyak 53 cara pemakaian tumbuhan obat ada yang diminum,ditempelkan,direbus dan dipijat. Cara pemakaian tumbuhan obat yang paling populer atau sering digunakan dalam pengobatan yaitu dengan cara direbus/diminum dengan hasil presentasi sitasi terbesar yaitu 80,7%. Penelitian mendapatkan 53 spesies tumbuhan obat dari 38 famili. Empat penyakit terbesar yang paling sering diobati menggunakan tumbuhan obat di masyarakat Desa Matabu adalah yaitu demam, Maag, batuk dan hipertensi. Pemakaian tumbuhan obat yang paling disukai adalah dengan diminum. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu bagian daun. Tumbuhan obat berdasarkan famili yang paling banyak digunakan yaitu Zingiberaceae dan Myrtaceae.
Aktivitas Antibakteri Fraksi Metanol dan Etil Asetat Daun Benalu (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) Terhadap Bakteri Streptococcus Pyogenes dan Eschrichia Coli: Antibacterial Activity of Metanol and Etil Acetat Fractions of Mistletoe (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) on Streptococcus Pyogenes and Eschrichia Coli Putri, Trias Sofia; Nastiti, Kunti; Melviani, Melviani; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7723

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memanfaatkan tanaman obat tradisional untuk membantu kesehatan masyarakat. Daun benalu mengandung senyawa aktif yang dapat menjadi antibakteri. Pemakaian daun benalu secara empiris dimasyarakat mantewe kabupaten tanah bumbu Kalimantan selatan biasa digunakan untuk mengobati amandel atau tonsillitis. Salah satu daun benalu yang digunakan masyarakat adalah daun benalu yang menempel pada tanaman jeruk nipis. Untuk mengetahui aktivitas fraksi metanol dan etil asetat sebagai antibakteri terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes dan Escherichia Coli. jenis penelitian ini menggunakan true experimental dalam pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi dan metode uji aktivitas antibakteri digunakan metode papper disk dan ditentukan konsentrasi 25%,50%,100%. Hasil diameter rata-rata zona hambat menunjukkan bahwa fraksi yang diperoleh menggunakan pelarut etil asetat terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes pada konsentrasi 25%,50%,100% masing-masing sebesar 10,286mm, 12,235mm, 13,966mm. dan pada pelarut metanol pada konsentrasi 25%, 50%, 100% masing-masing sebesar 9,606mm, 10,486mm, 10,736mm. sedangkan pada fraksi yang diperoleh menggunakan pelarut etil asetat terhadap bakteri Escherichia Coli pada konsentrasi 25%,50%,100% masing-masing sebesar 8,356mm, 12,665mm, 13,436mm. dan pada pelarut metanol pada konsentrasi 25%, 50%, 100% masing-masing sebesar 7,456mm, 8,525mm, 12,858mm. sedangkan hasil diameter rata-rata zona hambat pada kontrol positif kloramfenikol pada bakteri Streptococcus Pyogenes yaitu 26,178mm, dan diameter rata-rata zona hambat pada control positif pada bakteri Escherichia Coli yaitu 28,5 mm. fraksi metanol dan etil asetat daun benalu jeruk nipis (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) resisten terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes dan Escherichia Coli.
Co-Authors Adi Rahmadi Agustin, Nur Syafa Alfisah, Firda Alfisyah, Nur Ali Rakhman Hakim Angelica , Viona Febriola Anggraini, Novita Yeremia Aryzki, Saftia Aulia Rahmah Aulia Ramadani, Rizka Bariroh, Laili Carolina, Feliya Chandra, M. Andi Chicade, Anabaena Chintia, Avrensya Eka Daifa, Tri Masruratun Damayanti, Linda Meydigret Dede Mahdiyah, Dede Deni Setiawan DENI SETIAWAN Deny Setiawan Deviani, Norma DWI RAHMAWATI Dwi Salmarini, Desilestia Effendi, Budi Yanto Elysa, Elysa Ermadiningtyas, Retno Erpiana, Indah Nor Farhiya, Naila Fatimah Azzahra Fatmala, Ella Mauli Fatmalika, Tria Febriani, Noor Rahmi Fitriani, Noor Gabriella, Maria Gamah, Gamah Gresiasiska, Sofia Gusnianti, Elva Habibah, Nor Hadi, Samsul Samsul Hariyadi, Ricky Hastika, Febby Yulia Hastika, Febby Yulika Hepriana, Yemima Hermawan, Afreza Rizky Husnati, Lailan Ika Friscila, Ika Ikeh, Tri Sulapmi D. Indriani, Erika Intan Intan Khadijah, Nor Khatimah, Indah Husnul Kristiani, Windilla Kurniawati, Darini L. Lisnawati Lisaura, Inggrit Windy Lydia T, Ni Gitta Putri Ma'rifah, Nurul Maharani, Tri Anita Malahayati, Siti Mayasari, Vita Meisa, Devina Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Muhammad Noor Muhammad Zulfadhilah Nathalia, Ayu Ningsih, Gusria Surya Noor Latifah Norpalah, Norpalah Noval Noval Noval Noval, N Novia, N Novianty, Nadya Nugraha, Dyan Fitri Nur Hidayah NURUL HIDAYAH Palianti, Zahra Putra, Dedy Karmadi Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Trias Sofia Rahayu, Desi Dwi Rahayu, Eria Wienty Rahimah, Asri Rahimah, Rahimah Rahmadani Rahmadani Rahmadina, Nazwa Rahmawati, Nanda Hesti Ramadani, Rizka aulia Rina Saputri Rizali, Muhammad Rizantha, M. Iqbal Rochaida, Try Rohama, Rohama Samsul Hadi Samsul Hadi Samsul Hadi Saniah, Husnus Saputri, Nur Arida SARKIAH SARKIAH Sary, Ariska Yulia Setia Budi Siti Fatimah Siti Khadijah Sukmana, M. Laily Qadry Surya Rinjani, Lalu Erwin Tri Syahfitri, Laili Shinta Ayu Syahrina, Dahlia Trisia, Trisia Tuti Alawiyah Ulfah, Nahdiati Widianto, Argo Wilujeng, Wilujeng Wulandari, Suci Sri Yuwindry, Iwan