Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees) dan Daun Meniran (Phyllanthus niruni L.): Antioxidant Activity of the Combination of Ethanol Extract of Sambiloto Leaves (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees) and Meniran Leaves (Phyllanthus niruni L.) Puspita, Melinda Dian; Nastiti, Kunti; Aryzki, Saftia; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12003

Abstract

Gaya hidup yang tidak sehat dan lingkungan yang buruk dapat mengakibatkan kekebalan tubuh tidak mampu menghadapi radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Oleh karena itu maka diperlukannya suatu antioksidan untuk menangkalnya, antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat dan mecegah terjadinya radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Contoh tanaman obat tradisional di Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan adalah tanaman sambiloto dan tanaman meniran. Kedua tanaman tersebut jika dikombinasikan mempunyai potensi farmakologi yang lebih besar dan saling melengkapi. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang paling optimal pada kombinasi ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees.) dan daun meniran (Phyllanthus niruri L.). Penelitian dilakukan di Labolatorium Kimia Universitas Sari Mulia, pada bulan November 2023-Juli 2024. Dilakukan pengumpulan duan sambiloto dan daun meniran, pembuatan ekstrak kental, kemudian setelah itu dilakukan skrining Fitokimia dengan reaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak tunggal dan perbandingan ekstrak kombinasi 1:1; 1:2 dan 1:3. Data di analisis dengan menggunakan One Way ANOVA. Nilai aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun sambiloto dan daun meniran yg paling optimal terletak pada perbandingan sambiloto: meniran (1:2) dengan hasil nilai IC50 6,19 ppm. Nilai aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun sambiloto dan daun meniran yg paling optimal terletak pada perbandingan sambiloto: meniran (1:2) dengan hasil nilai IC50 6,19 ppm.
Kombinasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynus L. Merr) dan Daun Meniran (Phylanthus Niruri L.) Terhadap Antioksidan : Combination Extracts of Katuk Leaf (Sauropus androgynus L. Merr) and Meniran Leaf (Phylanthusniruri L.) Against Antioxidant Activity Khatimah, Indah Husnul; Nastiti, Kunti; Kusumawati, Linda; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12020

Abstract

Antioksidan sangat dibutuhkan dalam berbagai macam penyakit karena antioksidan adalah suatu zat yang dapat menetralkan radikal bebas. Daun katuk dan daun meniran merupakan sumber antioksidan alami yang dapat mencegah kerusakan oksidatif tubuh akibat radikal bebas. Kombinasi katuk dan meniran dilakukan agar mendapatkan efek farmakologi lebih besar dibandingkan tunggal. Mengetahui aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan daun meniran (Phylanthus niruri L.). Dilakukan pengumpulan daun katuk dan daun meniran, pembuatan esktrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut 96 % ekstrak kental menggunakan rotary evaporator, skrining fitokimia dengan pereaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak tunggal dan perbandingan (1:1), (1:2), (2:1). Data di analisis dengan menggunakan uji One Way Anova. Kombinasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan daun meniran (Phylanthus niruri L.) terhadap aktivitas antioksidan didapatkan nilai IC50 untuk vitamin C sebesar 5,91 ppm, ekstrak katuk tunggal sebesar 15,26 ppm, ekstrak meniran tunggal sebesar 23,22 ppm, dan perbandingan kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran berturut-turut sebesar 13,26 ppm (1:1), 9,50 ppm (1:2), dan 17,20 ppm (2:1). Hasil IC50 yang paling besar terdapat pada perbandingan katuk:meniran (1:2) yaitu sebesar 9,50 ppm. Nilai aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran yaitu sebesar 9,50 ppm pada perbandingan (1:2).
Potensi Antioksidan Kombinasi Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata L.) Dan Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) Dengan Metode DPPH Meisa, Devina; Rohama, Rohama; Rahmadani, Rahmadani; Nastiti, Kunti
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.816

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara yang memiliki tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional diantaranya daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) dan daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) yang terbukti mengandung antioksidan dan secara empiris sebagai pereda nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui IC50 ekstrak kombinasi daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) dan daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.). Metode:  Pada penelitian ini simplisia daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) dan daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) diekstraksi dengan cara maserasi. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan pada masing-masing ekstrak. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DDPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil).Aktivitas antioksidan diuji secara kuantitatif dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 528 nm dengan baku pembanding yang digunakan adalah Vitamin C. Hasil: Hasil menunjukan bahwa ekstrak etanol secara tunggal daun cocor bebek dan daun kratom mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 17,96 ppm dan 14,43 ppm. Kombinasi dengan perbandingan 2:1 memperoleh nilai IC50 terendah yaitu, sebesar 10,60 ppm dibandingkan 1:1 dengan IC50 15,14 ppm dan 1:2 dengan IC50 12,72 ppm. Simpulan: Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa bahwa aktivitas antioksidan yang paling tinggi terdapat pada kombinasi ekstrak etanol daun cocor bebek dan daun kratom perbandingan 2:1 dengan IC50 10,60 ppm lebih kecil dibandingkan ekstrak tunggal.
Uji Ketoksikan Akut Ekstrak Etanol Combretum indicum (L.) DeFilipps Metode Fixed Dose Hadi, Samsul; Indriani, Erika; Rahmawati, Nanda Hesti; Khadijah, Nor; Febriani, Noor Rahmi; Ulfah, Nahdiati; Nastiti, Kunti; Noval, Noval
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.1012

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan obat herbal di masyarakat yang sering kali belum disertai data keamanan toksikologis yang memadai. Combretum indicum (L.) DeFilipps merupakan tanaman obat tradisional yang banyak dimanfaatkan, namun informasi ilmiah mengenai ketoksikan akut ekstrak etanolnya masih terbatas. Tujuan: mengevaluasi profil ketoksikan akut ekstrak etanol C. indicum sebagai dasar penentuan keamanan penggunaannya. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode fixed dose sesuai pedoman OECD(Kpemissi et al., 2020). Hewan uji berupa tikus putih betina galur wistar yang diberikan ekstrak etanol C. indicum secara oral pada dosis 50, 100, 300, dan 2000 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi kondisi umum, gejala klinis toksik, perubahan berat badan, dan mortalitas selama 14 hari pengamatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hewan uji tetap aktif dan tidak menampilkan gejala toksik maupun kematian pada seluruh dosis yang diuji. Berat badan tikus menunjukkan peningkatan normal tanpa perbedaan signifikan antar kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak etanol C. indicum memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah dengan perkiraan LD50 lebih dari 2000 mg/kgBB Simpulan: ekstrak etanol C. indicum relatif aman pada paparan akut dan berpotensi dikembangkan sebagai sediaan herbal, meskipun uji toksisitas lanjutan masih diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang
Co-Authors Adi Rahmadi Adriana Palimbo, Adriana Agustin, Nur Syafa Alfisah, Firda Alfisyah, Nur Ali Rakhman Hakim Angelica , Viona Febriola Anggraini, Novita Yeremia Aryzki, Saftia Aulia Rahmah Aulia Ramadani, Rizka Bariroh, Laili Carolina, Feliya Chandra, M. Andi Chicade, Anabaena Chintia, Avrensya Eka Daifa, Tri Masruratun Damayanti, Linda Meydigret Dede Mahdiyah, Dede Deni Setiawan DENI SETIAWAN Deny Setiawan Deviani, Norma Dewi, Antung Sinta DWI RAHMAWATI Dwi Salmarini, Desilestia Effendi, Budi Yanto Elvine Ivana Kabuhung Elysa, Elysa Ermadiningtyas, Retno Erpiana, Indah Nor Farhiya, Naila Fatimah Azzahra Fatmala, Ella Mauli Fatmalika, Tria Febriani, Noor Rahmi Fitriani, Noor Gabriella, Maria Gamah, Gamah Gresiasiska, Sofia Gusnianti, Elva Habibah, Nor Hadi, Samsul Samsul Hariyadi, Ricky Hastika, Febby Yulia Hastika, Febby Yulika Hepriana, Yemima Hermawan, Afreza Rizky Husnati, Lailan Ika Friscila, Ika Ikeh, Tri Sulapmi D. Indriani, Erika Intan Intan Khadijah, Nor Khatimah, Indah Husnul Kristiani, Windilla Kurniawati, Darini L. Lisnawati Linda Kusumawati Lisaura, Inggrit Windy Lydia T, Ni Gitta Putri Ma'rifah, Nurul Maharani, Tri Anita Malahayati, Siti Maria Fransiska Mayasari, Vita Meisa, Devina Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Muhammad Zulfadhilah Nathalia, Ayu Ningsih, Gusria Surya Noor Latifah Norpalah, Norpalah Noval Noval Noval Noval, N Novia, N Novianty, Nadya Nugraha, Dyan Fitri Nur Hidayah NURUL HIDAYAH Palianti, Zahra Puspita, Melinda Dian Putra, Dedy Karmadi Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Trias Sofia Rahayu, Desi Dwi Rahayu, Eria Wienty Rahimah, Asri Rahimah, Rahimah Rahmadani Rahmadani Rahmadina, Nazwa Rahmawati, Nanda Hesti Ramadani, Rizka aulia Rina Saputri Rizali, Muhammad Rizantha, M. Iqbal Rochaida, Try Rohama, Rohama Samsul Hadi Samsul Hadi Samsul Hadi Saniah, Husnus Saputri, Nur Arida Sari, Eliza Karmila SARKIAH SARKIAH Sary, Ariska Yulia Setia Budi Siti Fatimah Siti Khadijah Sukmana, M. Laily Qadry Surya Rinjani, Lalu Erwin Tri Syahfitri, Laili Shinta Ayu Syahrina, Dahlia Trisia, Trisia Tuti Alawiyah Ulfah, Annisa Ulfah, Nahdiati Widianto, Argo Wilujeng, Wilujeng Wulandari, Suci Sri Yuwindry, Iwan