Claim Missing Document
Check
Articles

Monitoring Efek Samping Obat Antihipertensi Di Puskesmas Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Trisia, Trisia; Kurniawati, Darini; Nastiti, Kunti; Aryzki, Saftia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.720

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah mengalami peningkatan dari keadaan normal atau mencapai 140/90 mmHg. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mengalami peningkatan, terutama di Kalimantan Selatan. Penggunaan obat antihipertensi diperlukan untuk mengontrol tekanan darah dan digunakan dalam jangka panjang, namun tidak jarang menimbulkan efek samping yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Maka diperlukan monitoring efek samping obat untuk memantau reaksi tidak diinginkan setelah pemberian obat. Tujuan:  Untuk mengidentifikasi karakteristik pasien yang mengalami efek samping dan mengidentifikasi kejadian efek samping obat antihipertensi. Metode:  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik pusposive sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan lembar observasional berupa kuesioner. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 56-65 tahun (36,08%), jenis kelamin perempuan (55,70%), pendidikan SD (36,72%) dan bekerja sebagai petani (36,70%). Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Captopril tunggal (44,30%) dan terdapat 110 responden (69,62%) yang mengalami efek samping obat berupa batuk kering (47,27), bengkak (23,63%), pusing (16,36%) dan gatal (12,72%). Simpulan:  Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dari 158 responden, 110 melaporkan mengalami efek samping obat. Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah batuk kering, bengkak, pusing dan gatal.
U Uji Aktivitas Antibakteri Jamur Endofit Batang Bajakah Tampala (Spatholobus Littoralis Hassk) Pada Bakteri Salmonella Typhi Elysa, Elysa; Chandra, M. Andi; Nastiti, Kunti
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.735

Abstract

Bajakah Tampala is often used by the people of Halong District Village for wisa disease or high fever which is believed to be typoid by boiling the bark of Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk) wood. The use of traditional medicine from plants that are abundant in nature. This endophyte is research in the field of biotechnology using small samples from the original plant to obtain the same compounds as the original plant so that biodiversity is maintained. The aim of this research is to determine the type of endophytic fungi produced by Bajakah Tampala stem (Spatholobus Littoralis Hassk) and the greatest antibacterial activity of the endophytic fungi produced by Bajakah Tampala stem (Spatholobus Littoralis Hassk) using the diffusion method and to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) against Salmonella typhi bacteria, the research method stage involves growing endophytic fungi, isolated and separated according to the type of fungus, followed by testing on Salmonella typhi bacteria. The greatest antibacterial activity was then determined by MIC and MBC by making various concentrations, and the positive control was chloramphenicol. The research found three types of endophyte isolates, Bajakah Endophyte Isolate 1 (IEB1), Bajakah Endophyte Isolate 2 (IEB2), Bajakah Endophyte Isolate 3 (IEB3), the results showed the largest potential inhibition zone in the IEB3 isolate was 28.78 mm compared to the antibiotic chloramphenicol with an inhibition zone of 24.42 mm. MIC testing shows the level of turbidity at a concentration of 6.25% and has a MBC that counts the number of colonies at a concentration of 25%. the result of the endophytic fungus Bajakah Tampala stem Spatholobus Littoralis Hassk) which has antibacterial activity and the ability to kill Salmonella typh bacteria
Gula Tebu (Saccharum Officinarum Linn.) dan Palam (Arenga Pinnata Merr.) Terhadap Diabetes Samsul Hadi; Nastiti, Kunti
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v2i1.624

Abstract

Gula merupakan kebutuhan pokok manusia. Tingkat konsumsi didunia semakian meningkat seiring dengan prkembangan jaman dan pertumbuhan ekonomi. Gula di indonesia dibagi menjad dua yaitu gula tebu dan gula merah yang mempunyai pengaruh terhadap terjadinya diabetes. Tujuan dari review ini adalah mengetahui informasi menganai kandungan gula tebu dan merah pada terjadinya diabetes. Berdasarkan pencarian artikel pada berbagai publikasi diperoleh hasil kandungan kualitatif gula tebu dan gula merah tidak berbeda. Yang membedakan adalah kadar kanduangan secara kuntitatif antara gula tebu dan gula merah. Gula merah mengandung molase lebih sedikit dibandingkan gula tebu, sehingga secara signifikan membuatnya lebih sehat atau memiliki risiko diabetes yang lebih rendah.
Prediksi Toksisitas Ginjal Cabe Jawa (Piper Retrofractum Vahl.) Dengan Metode In Silico Samsul Hadi; Setiawan, Deni; Rahmadina, Nazwa; Ramadani, Rizka Aulia; Nastiti, Kunti
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v2i2.1022

Abstract

Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.) dikenal sebagai bahan baku pembuatan dalam herbal. Dengan manfaat yang begitu luas, diperlukan penelitian mengenai toksisitas P. retrofractum khususnya terhadap ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan skrining senyawa kimia dari P. retrofractum yang berpotenssi menyebabkan gangguan ginjal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan docking PLANTS dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh darai knapsackfamily. Hasil dari penelitian ini diperoleh skore docking masing masing ligand sebagai berikut (+)-Sesamin (-83.8785); L-Sesamin (-85.9199); Guineensine (-104.444); Pipercide (-95.8947); Retrofractamide A (-92.7619); Methyl piperate (-75.2266); 3, 4, 5-Trimethoxy dihydrocinnamic acid (-43.388).  Kesimpulan penelitian ini adalah senyawa yang berpotensi dari P.retrofractum yang berpotensi menyebabkan gangguan ginjal adalah Guineensine.
Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimal (KBM) Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus Littoralis Hassk) Pada Escherichia Coli Fatimah, Siti; Nastiti, Kunti; Hastika, Febby Yulia; Darsono, Putri Vidiasari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4233

Abstract

Jamur endofit yang diisolasi dari tanaman inangnya diketahui mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang memiliki kesamaan struktur maupun fungsi dengan senyawa yang diproduksi oleh tanaman tersebut. Keunggulan ini membuat jamur endofit menjadi sumber alternatif yang sangat potensial dalam penyediaan senyawa bioaktif tanpa harus melakukan ekstraksi langsung dari tanaman. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi eksploitasi tanaman obat, seperti bajakah (Spatholobus littoralis Hassk), tetapi juga mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang semakin terancam oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku herbal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan aktivitas antibakteri jamur endofit dalam menghambat dan membunuh bakteri Escherichia coli serta mengidentifikasi jenis jamur endofit berdasarkan karakteristik makroskopis dan mikroskopisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah True Experimental, meliputi uji zona hambat menggunakan cakram untuk melihat kemampuan penghambatan, serta uji KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dan uji KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) untuk menentukan efektivitas konsentrasi ekstrak jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh isolat jamur endofit memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori kuat. Isolat JEB 1 yang berwarna hitam menunjukkan hasil paling signifikan dengan zona hambat sebesar 16,20 mm. Nilai KHM isolat tersebut berada pada konsentrasi 4 × 10⁵ ppm, sedangkan nilai KBM berada pada konsentrasi yang sama dengan jumlah koloni <300. Kondisi ini menegaskan bahwa isolat JEB 1 bersifat bakteriostatik sekaligus bakterisidal terhadap E. coli. Dengan demikian, jamur endofit batang bajakah, terutama isolat JEB 1, berpotensi besar dikembangkan sebagai agen antibakteri alami yang efektif dan berkelanjutan
Skrining Fitokimia dan Potensi Fraksi Etil Asetat Ekstrak Bajakah Tampala (Spatholobus Littoralis Hassk) sebagai Antikolestrol dengan Metode Liebermann-Burchard Chicade, Anabaena; Nastiti, Kunti; Alawiyah, Tuti; Rohama, Rohama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3940

Abstract

Bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk) merupakan tanaman obat tradisional yang secara turun-temurun dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan Tengah untuk mengobati berbagai penyakit, seperti kanker, diabetes, tumor, kolesterol, serta mempercepat penyembuhan berbagai jenis luka. Salah satu kandungan bioaktif utama pada tanaman ini adalah flavonoid, yang diketahui memiliki aktivitas farmakologis sebagai antioksidan dan berpotensi menurunkan kadar kolesterol. Meskipun demikian, kajian ilmiah yang mengkaji secara spesifik potensi antikolesterol bajakah tampala masih relatif terbatas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendukung pemanfaatannya secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia serta potensi fraksi etil asetat dari ekstrak bajakah tampala sebagai agen antikolesterol. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pre-test control only group. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif menggunakan berbagai pereaksi warna untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder. Sementara itu, pengujian aktivitas antikolesterol secara kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometer dengan metode Liebermann-Burchard. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etil asetat bajakah tampala mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Uji aktivitas antikolesterol secara in vitro menunjukkan bahwa fraksi etil asetat mampu menurunkan kadar kolesterol pada berbagai konsentrasi, yaitu sebesar 22,317% pada konsentrasi 50 ppm, 26,039% pada 75 ppm, 28,226% pada 100 ppm, dan mencapai penurunan optimum sebesar 31,942% pada konsentrasi 125 ppm. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat bajakah tampala memiliki potensi sebagai agen antikolesterol alami dan layak untuk diteliti lebih lanjut melalui uji in vivo serta uji toksisitas guna memastikan keamanan dan efektivitas penggunaannya
Potensi Antioksidan Kombinasi Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata L.) Dan Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) Dengan Metode DPPH Meisa, Devina; Rohama, Rohama; Rahmadani, Rahmadani; Nastiti, Kunti
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.816

Abstract

Background: Indonesia is a country that has plants that are widely used by the public as traditional medicine, including bebek cocor leaves (Kalanchoe pinnata L.) and kratom leaves (Mitragyna speciosa Korth.) which have been proven to contain antioxidants and are empirically proven to be a pain reliever. Objective: To determine the IC50 of the combined extract of cocor bebek leaves (Kalanchoe pinnata L.) and kratom leaves (Mitragyna speciosa Korth.). Methods: In this study, simplicia leaves of cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) and kratom leaves (Mitragyna speciosa Korth.) were extracted by maceration. Phytochemical screening and antioxidant activity tests were carried out on each extract. Antioxidant activity testing was carried out using the DDPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. Antioxidant activity was tested quantitatively using Uv-Vis spectrophotometry at a wavelength of 528 nm with the comparison standard used being Vitamin C. Results: The results show that the ethanol extract of Cocor Bebek leaves and Kratom leaves alone has very strong antioxidant activity with IC50 values ​​of 17,96 ppm and 14.43 ppm. The combination with a ratio of 2:1 obtained the lowest IC50 value, namely, 10.60 ppm compared to 1:1 with an IC50 of 15.14 ppm and 1:2 with an IC50 of 12.72 ppm Conclusion: The highest antioxidant activity is found in a combination of ethanol extract of Cocor Bebek leaves and Kratom leaves in a ratio of 2:1 with a lower IC50 than either alone.
Uji Ketoksikan Akut Ekstrak Etanol Combretum indicum (L.) DeFilipps Metode Fixed Dose Hadi, Samsul; Indriani, Erika; Rahmawati, Nanda Hesti; Khadijah, Nor; Febriani, Noor Rahmi; Ulfah, Nahdiati; Nastiti, Kunti; Noval, Noval
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.1012

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan obat herbal di masyarakat yang sering kali belum disertai data keamanan toksikologis yang memadai. Combretum indicum (L.) DeFilipps merupakan tanaman obat tradisional yang banyak dimanfaatkan, namun informasi ilmiah mengenai ketoksikan akut ekstrak etanolnya masih terbatas. Tujuan: mengevaluasi profil ketoksikan akut ekstrak etanol C. indicum sebagai dasar penentuan keamanan penggunaannya. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode fixed dose sesuai pedoman OECD(Kpemissi et al., 2020). Hewan uji berupa tikus putih betina galur wistar yang diberikan ekstrak etanol C. indicum secara oral pada dosis 50, 100, 300, dan 2000 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi kondisi umum, gejala klinis toksik, perubahan berat badan, dan mortalitas selama 14 hari pengamatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hewan uji tetap aktif dan tidak menampilkan gejala toksik maupun kematian pada seluruh dosis yang diuji. Berat badan tikus menunjukkan peningkatan normal tanpa perbedaan signifikan antar kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak etanol C. indicum memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah dengan perkiraan LD50 lebih dari 2000 mg/kgBB Simpulan: ekstrak etanol C. indicum relatif aman pada paparan akut dan berpotensi dikembangkan sebagai sediaan herbal, meskipun uji toksisitas lanjutan masih diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang
FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN TONER WAJAH EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L) SEBAGAI ANTI JERAWAT DENGAN VARIASI SURFAKTAN Noor, Muhammad; Malahayati, Siti; Nastiti, Kunti
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v5i1.330

Abstract

Bitter gourd extract (Momordica charantia L) contains secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, and saponins that can be antibacterial against acne-causing bacteria (Propionibacterium acnes). Momordica charantia L., could make into facial toner preparations to prevent the emergence and worsen acne. It is formulated with various concentrations of polysorbate 20 and performs stability testing. This study aimed at the optimal formula and analyzed the variations in the concentration effect of polysorbate 20 on the bitter gourd extract facial toner preparation. Bitter gourd extract would make into facial toner preparation with variations in the concentration of polysorbate 20. The accelerated stability test with the cycling test method includes before and after organoleptic, homogeneity, viscosity, and pH tests. The organoleptic stability result shows both stable formulas had the same liquid form, clear brown color, and characteristic rose odor. All formulations are stable on homogeneity, in which the particles are evenly mixed. The Formula I viscosity value is constantly stabilized and meets the parameters, while formula II is not but meets the parameters. The pH stability values of both formulas are stable and meet the parameters. Formula I is more optimal than formula II and the difference in surfactant concentration of polysorbate 20 has no effect on organoleptic, homogeneity, and pH but will affect viscosity.
Co-Authors Adi Rahmadi Agustin, Nur Syafa Alfisah, Firda Alfisyah, Nur Ali Rakhman Hakim Angelica , Viona Febriola Anggraini, Novita Yeremia Aryzki, Saftia Aulia Rahmah Aulia Ramadani, Rizka Bariroh, Laili Carolina, Feliya Chandra, M. Andi Chicade, Anabaena Chintia, Avrensya Eka Daifa, Tri Masruratun Damayanti, Linda Meydigret Dede Mahdiyah, Dede Deni Setiawan DENI SETIAWAN Deny Setiawan Deviani, Norma DWI RAHMAWATI Dwi Salmarini, Desilestia Effendi, Budi Yanto Elysa, Elysa Ermadiningtyas, Retno Erpiana, Indah Nor Farhiya, Naila Fatimah Azzahra Fatmala, Ella Mauli Fatmalika, Tria Febriani, Noor Rahmi Fitriani, Noor Gabriella, Maria Gamah, Gamah Gresiasiska, Sofia Gusnianti, Elva Habibah, Nor Hadi, Samsul Samsul Hariyadi, Ricky Hastika, Febby Yulia Hastika, Febby Yulika Hepriana, Yemima Hermawan, Afreza Rizky Husnati, Lailan Ika Friscila, Ika Ikeh, Tri Sulapmi D. Indriani, Erika Intan Intan Khadijah, Nor Khatimah, Indah Husnul Kristiani, Windilla Kurniawati, Darini L. Lisnawati Lisaura, Inggrit Windy Lydia T, Ni Gitta Putri Ma'rifah, Nurul Maharani, Tri Anita Malahayati, Siti Mayasari, Vita Meisa, Devina Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Muhammad Noor Muhammad Zulfadhilah Nathalia, Ayu Ningsih, Gusria Surya Noor Latifah Norpalah, Norpalah Noval Noval Noval Noval, N Novia, N Novianty, Nadya Nugraha, Dyan Fitri Nur Hidayah NURUL HIDAYAH Palianti, Zahra Putra, Dedy Karmadi Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Trias Sofia Rahayu, Desi Dwi Rahayu, Eria Wienty Rahimah, Asri Rahimah, Rahimah Rahmadani Rahmadani Rahmadina, Nazwa Rahmawati, Nanda Hesti Ramadani, Rizka aulia Rina Saputri Rizali, Muhammad Rizantha, M. Iqbal Rochaida, Try Rohama, Rohama Samsul Hadi Samsul Hadi Samsul Hadi Saniah, Husnus Saputri, Nur Arida SARKIAH SARKIAH Sary, Ariska Yulia Setia Budi Siti Fatimah Siti Khadijah Sukmana, M. Laily Qadry Surya Rinjani, Lalu Erwin Tri Syahfitri, Laili Shinta Ayu Syahrina, Dahlia Trisia, Trisia Tuti Alawiyah Ulfah, Nahdiati Widianto, Argo Wilujeng, Wilujeng Wulandari, Suci Sri Yuwindry, Iwan