Claim Missing Document
Check
Articles

PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN TANIN SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIAK-SIAK (Dianella ensifolia (L.) Redoutè) Rifqi, M. Ainur; Yuniarti, Rafita; Lubis, Minda Sari; Nasution, Haris Munandar
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6294

Abstract

Daun siak-siak (Dianella ensifolia (L.) Redoutè) merupakan tanaman obat tradisional yang secara empiris digunakan dalam pengobatan penyakit infeksi, namun kajian ilmiah terkait kandungan metabolit sekunder dan aktivitas biologisnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total, tanin, serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun siak-siak terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis melalui pereaksi AlCl₃ dan natrium asetat, sedangkan kadar tanin ditentukan dengan metode Folin–Ciocalteu menggunakan asam galat sebagai standar. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi ekstrak 10%, 15%, dan 20%, dengan antibiotik sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun siak-siak mengandung flavonoid total sebesar 52,98 ± 0,26 mg/g dan tanin sebesar 196,47 ± 118,78 mg/g. Aktivitas antibakteri meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan zona hambat pada konsentrasi 20% masing-masing sebesar 22,8 mm, 24,167 mm, dan 27,067 mm yang tergolong aktivitas antibakteri sangat kuat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa daun siak-siak memiliki potensi sebagai sumber antibakteri alami yang kaya senyawa polifenol dan berpeluang dikembangkan sebagai bahan fitofarmaka.
EFEKTIVITAS JUS JAMBU BIJI MERAH DAN JUS APEL DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH Hutagalung, Victor H; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6341

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi terus meningkat, termasuk di Indonesia. Upaya pengendalian kadar glukosa darah tidak hanya melalui terapi medis tetapi juga melalui intervensi nutrisi berbasis pangan lokal yang kaya antioksidan. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas pemberian jus jambu biji merah (Psidium guajava L.) dan jus apel (Malus domestica) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan di praktik dokter. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental non-randomized pre–post test dengan dua kelompok perlakuan, masing-masing 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kedua kelompok mendapatkan perlakuan konsumsi jus buah masing-masing, dan kadar glukosa darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat Easy Touch GCU dan metode enzimatik GOD-PAP. Analisis data dilakukan dengan uji univariat dan bivariat untuk menilai perbedaan kadar glukosa sebelum dan sesudah pemberian jus. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi jus jambu biji merah dan jus apel secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah (p<0,05). Penurunan rata-rata kadar glukosa darah lebih besar pada kelompok jus apel (163,83 mg/dL) dibanding kelompok jus jambu biji merah (198,20 mg/dL). Temuan ini menegaskan bahwa kedua jus berpotensi sebagai intervensi nutrisi alami dalam membantu pengelolaan kadar glukosa darah, dengan jus apel menunjukkan efektivitas lebih tinggi. Kesimpulannya, konsumsi jus jambu biji merah dan jus apel dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang bermanfaat untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2.
OLASI DAN KARAKTERISASI KITOSAN DARI CANGKANG KERANG KIJING (Pilsbryoconcha exilis) Afriati, Nelsi; Ridwanto; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6363

Abstract

Limbah laut yang melimpah di Indonesia bisa dipergunakan menjadi sumber kitin. Limbah dari hewan bersisik keras atau kerang-kerangan mengandung senyawa kitin. Kerang kijing (Pilsbryoconcha exilis) adalah jenis kerang yang tinggal menempel atau berada pada dasar sungai. Salah satu strategi pengelolaan limbah cangkang kerang kijing adalah dengan mengolahnya menjadi bahan baku kitosan. Kitosan sendiri ialah polimer linear yang didapat melalui kitin melalui proses deasetilasi. Untuk menentukan gugus fungsi dan sifat kitosan, digunakan analisis Fourier Transform Infrared (FTIR). Prosedur isolasi yang diterapkan meliputi deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi. Hasil penelitian menunjukkan derajat deasetilasi sebesar 75,53%, menghasilkan serbuk halus dengan warna putih kekuningan dan tidak berbau. Dari uji kelarutan, kitosan larut dalam asam asetat. Kadar air yang didapat adalah 2,66% dan kadar abu 0,32%. Dengan demikian, limbah cangkang kerang kijing berhasil terisolasi secara baik dan mencapai pemenuhan standar SNI, dengan derajat deasetilasi ≥75%.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook.f.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA RONGGA MULUT Dama Yanti, Fradilla; Sari Lubis, Minda; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6365

Abstract

Karies gigi adalah salah satu isu kesehatan yang berkaitan dengan gigi dan mulut, yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, khususnya Streptococcus mutans. Bunga lawang (Illicium verum Hook. f.) dikenal memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri alami. Penggunaan tanaman herbal ini dalam bentuk tablet hisap diharapkan dapat menjadi pilihan terapi alternatif untuk mempertahankan kebersihan serta kesehatan rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi tablet hisap dari simplisia bunga lawang dan menguji efek antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat simplisia bunga lawang, diikuti dengan pengujian karakterisasi fisik dan fitokimia. Formula yang menggunakan bahan tambahan untuk penghancur dicampurkan secara proporsional yaitu 10%:10% melalui metode granulasi basah. Evaluasi dilakukan terhadap karakter fisik granul (sudut diam, laju alir, indeks tap) dan tablet (keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur, kerapuhan), serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap Streptococcus mutans. Temuan penelitian menunjukkan bahwa formula tablet hisap memenuhi standar fisik yang ditentukan oleh Farmakope Indonesia, kecuali untuk kekerasan tablet yang sedikit di bawah batas minimal. Pengujian aktivitas antibakteri mengindikasikan bahwa simplisia bunga lawang mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan menunjukkan efek antibakteri yang baik.
Antioxidant Activity of Fresh Decinte, Fresh Sari, and Fresh Ethanol Extract of Soursop (Annona muricata L.) Leaves Using DPPH Method Fransiska, Eva; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto, Ridwanto; Yuniarti, Rafita
PCJN: Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Vol. 1 No. 02 (2023): PCJN: Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara
Publisher : CV. Nusantara Scientific Medical

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.756 KB) | DOI: 10.58549/pcjn.v2i01.60

Abstract

Antioxidants are compounds that are able to ward off or reduce free radicals in the body so that they can prevent several diseases. Soursop leaves (Annona muricata L.) are used as a traditional herbal medicine to prevent or treat cancer, as well as a natural antioxidant, which is usually used by people by boiling it. The purpose of this study was to look at the phytochemical screening by comparing fresh boiled water, fresh juice, and a fresh extract of soursop leaves, as well as test the antioxidant activity with the addition of DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) and measured using a UV-Vis spectrophotometer at 516 nm. The results of the soursop leaf phytochemical screening showed that there were groups of chemical compounds such as flavonoids, glycosides, tannins, and saponins. The results of testing the antioxidant activity by looking at the maximum wavelength of DPPH, using a UV-Vis spectrophotometer, obtained IC50 values for fresh juice of 770.067 µg/mL, fresh decoction of 1,022.8422 µg/mL, and ethanol extract of 299.733 µg/mL. Based on the results of the study, it was shown that the ethanol extract had stronger antioxidant activity than a fresh decoction and the fresh juice of soursop leaves.
AKTIVITAS ANTIJAMUR TERHADAP KOMBINASI EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga (L.) Willd.) DAN SEREH DAPUR (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) Puspita, Dinda Dila; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6917

Abstract

Antijamur merupakan senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme, khususnya dari golongan fungi (jamur), yang dapat menghambat atau memusnahkan mikroba lainnya, serta memiliki kemampuan membunuh atau menegah pertumbuhan kuman, dengan tingkat toksisitas yang relatif rendah bagi manusia. Di antara tanaman yang mampu menghambat pertumbuhan jamur candida albicans adalah Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd. ) dan Sereh Dapur (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf). Metode penelitian ini menggunakan eksperimental, yang mencakup pengumpulan bahan tanaman, pengolahan sampel, pembuatan ekstrak, analisis karakteristik simplisia, skrining fitokimia, serta uji aktivitas terhadap jamur candida albicans. Hasil penelitian terhadap jamur Candida albicans menunjukkan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, dan pengujian aktivitas antijamur ekstrak sereh dapur pada konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, dan 6,25%, dengan kontrol positif berupa flukonazol yang menunjukkan daya hambat sebesar 12,8 dan kontrol negatif menggunakan dmso yang tidak menunjukkan daya hambat.
Formulasi Dan Evaluasi Pasta Gigi Ekstrak Etanol Daun Senggani (Melastoma Malabathricum L) Untuk Perawatan Mulut Noni Anggela, Rafita Yuniarti
Journal of Health and Medical Science Volume 3 Nomor 3 Juli 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i1.485

Abstract

Dental caries is a tooth decay that starts from the surface and develops inwards on the tooth, beginning with the process of demineralization of the tooth. One of the bacteria that causes dental caries is Streptococcus mutans. Senggani leave (Melastoma malabathricum L.) one of the plants that efficacious as a toothache remedy and can inhibit the growth of bacteria on the teeth because it contains secondary metabolite compounds. The objective of the research was to formulate ethanol extract of senggani leave as toothpaste and to find concentration out the of Na-CMC and sorbitol in toothpaste preparations. This research stage included simplicia processing, ethanol extract manufacturing, characteristic examination, phytochemical screening, and making formulations of toothpaste preparations and evaluation tests such as, organoleptis, homogeneity, pH, scattering power and freeze-thaw cycling stability tests. The concentration of ethanol extract of senggani leaves used was 6.25% and concentrations of Na-CMC 3%, 4%, 5%, 6%, 7% and sorbitol 50%, 40%, 20%, 10%, 5%. The fifth result of toothpaste preparations of ethanol extract of senggani leave for organoleptic tests was green moss, spicy taste, flavorful typical of ethanol extract of senggani leave and mint. With a qualified pH value ranging from 6.0-6.7 and a scatter power test ranging from 4.6-6.2 cm. Results of freeze-thaw cycling stability tests showed no changes in organoleptis, and pH of toothpaste. The toothpaste preparation of senggani leave ethanol extract (Melastoma malabathricum L.) could be formulated as a toothpaste and the best formula was formula I with a concentration of Na-CMC 3% and sorbitol of 50%.
ANALISIS KANDUNGAN MERKURI DAN HIDROKUINON PADA KRIM KOSMETIK YANG BEREDAR DI KOTA MEDAN Latifah Hanum; Rafita Yuniarti; Minda Sari Lubis; Zulmai Rani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5726

Abstract

Krim kosmetik pencerah mengandung bahan berbahaya yang dapat membahayakan kulit. Tujuan penelitian ini untuk pemeriksan kandungan merkuri dan hidrokuinon pada krim kosmetik yang dijual di kota Medan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada merkuri dalam semua sampelyang diuji, tetapi hidrokuinon ditemukan dalam salah satu sampel dalam jumlah yang melebihi batas yang diizinkan. Menurut pemeriksaan ini, masih ada krim kosmetik yang tidak memenuhi persyaratan keamanan. Untuk melindungi konsumen, pengawasan perederan kosmetik harus terus ditingkatkan.
SKRINING FITOKIMIA DAUN KEMANGI (Ocimum Sanctum L.) SEBAGAI DASAR MUTU BAHAN BAKU FARMASI Winda Kesuma; Minda Sari Lubis; Anny Sartika Daulay; Rafita Yuniarti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5682

Abstract

Daun kemangi (Ocimum sanctum L.,) memiliki potensi sebagai bahan baku farmasi berbasis bahan alam sehingga perlu pengkajian mutu awal. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi karakteristik simplisia dan golongan metabolit sekunder daun kemangi melalui pemeriksaan organoleptik, makroskopik, parameter fisiko kimia, seerta skrining fitokimia kualitatif. Hasil menunjukkan simplisia memiliki karakteristik yang konsisten, memenuhi persyaratan mutu, dan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, glikosida dan steroid yang berpotensi sebagai bahan baku herbal di bidang farmasi dan kesehatan.
Formulasi dan Uji Stabilitas Salep Ekstrak Kunyit Untuk Penyembuhan Luka Sayat Tikus Rahmadani Rahmadani; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti; Supiyani Supiyani; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59178

Abstract

Pendahuluan: Luka sayat merupakan kerusakan jaringan yang dapat menimbulkan infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Penggunaan bahan alam sebagai alternatif terapi luka semakin berkembang, salah satunya kunyit (Curcuma longa L.) yang mengandung kurkumin dan minyak atsiri dengan aktivitas antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Namun, formulasi sediaan topikal yang stabil masih menjadi tantangan dalam pengembangan produk herbal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan salep ekstrak kunyit serta mengevaluasi stabilitas fisik dan efektivitasnya terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium. Populasi penelitian adalah tikus putih jantan (Rattus norvegicus), dengan sampel sebanyak 15 ekor yang dibagi secara acak menjadi tiga kelompok perlakuan. Metode sampling dilakukan secara simple random sampling. Variabel penelitian meliputi karakteristik fisik salep, stabilitas sediaan, dan lama penyembuhan luka sayat. Salep diformulasikan dalam beberapa konsentrasi ekstrak kunyit dan dilakukan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan stabilitas selama penyimpanan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran diameter luka setiap hari. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji ANOVA.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi salep ekstrak kunyit memiliki bentuk semi padat, homogen, pH sesuai kulit, dan stabil selama penyimpanan. Kelompok perlakuan dengan salep ekstrak kunyit menunjukkan penyembuhan luka lebih cepat dibandingkan kontrol, ditandai dengan penurunan diameter luka yang signifikan.Simpulan: Salep ekstrak kunyit memiliki stabilitas fisik yang baik dan efektif mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih.
Co-Authors A'dilah, Nur Adela Octi Dwiyani Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Afifah, Puan Ibni Afriati, Nelsi Afrida Yeti Aliza, Ulfa Andjelie, Tiara Anggraini, Dea Puspa Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Ariandi Arianti, Sellin Arina Asmarani, Asmarani Aula, Rizki Pebri Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Awanis, Safirah Chairina Milda Cindy Marlina Tambunan Cut Erika Maulydya D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Dama Yanti, Fradilla Daniel Happy Putra Debi Meilani Dewa, Fasca Dewi Firmayani Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dina Veranika Dinda Sari Utami Fahmi Fahmi Fauziah Zain Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa FRANSISKA, EVA Gabena Indrayani Dalimunthe Haris Munandar Nasution Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humaira, Yara Hutagalung, Riris Br Hutagalung, Victor H Ika Fitriani Indah Nasution Indri Juliarni Inna Myesha Jurida, Wike Juwita, Sukma Karismawati Karlina Butar Butar Khairina Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Latifah Hanum Linda, Rosa Lisda Mayanti Lubis, Minda Sari Lubis, Nurazizah Lubis, Zulkifli Ismail Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M. Naufal Rifqi M. Pandapotan Nasution Maharani, Suci Mambang, D Elysa Putri Maulana Putri, Yasinta Mayani, Nurhikma Maysarah, Aulya Metami Sihombing, Juliana Meylisa Pratami Br Sinaga Milwani Harahap Minda Sar Lubis Minda Sari Miranza, Nona Misna Rosalinda Hutabarat Misna Rosalinda Hutabarat Mohd. Bilal Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Tegar Tri Rizky Muslim, Nur’Aini Jumah Nasri Nasri, Nasri Nasution, M. Pandapotan Natasya, Siti Adinda Nia Novranda Pertiwi Novi Yuliandari Novia Sari Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuratika, Eli Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nursyafira, Arini Nurul Hasanah Oktavia, Zela Oneayu One Pasaribu, Mesi Wilia Afrima Pasaribu, Mesi Willia Afrima Peri , Peri Peri, Peri Pertiwi, Rahma Purba, Juvantri Fablo Puspita, Dinda Dila Puteri, Cut Intan Annisa Putri Theresia Harianja Putri, Nadya Iwani Rahma Maulidia Fitri Rahmadani Rahmadani Rambe, Sitiapsah Reza Irma Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rifqi, M. Ainur Risma Fauziah Pasaribu Ritonga , Septi Ani Ritonga, Oktavia Rukmana, Siti Sagita Marina Simatupang Samosir, Anzly Hasian Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Shinta Mida Ariani Harahap Siagian , Anggi Yani Sihotang, Laura Indah Restu silalahi, zahra salsabila Sindy Putri Utami Siregar , Runisya Maugin Utami Siregar, Hikmatussabaria Siregar, Rina Paramitha Siti Anisa Sri Harti Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Murni Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Sunita, Della Supiyani, Supiyani Syafa Nadira Ashiilah Syafirna, Nada Syahputra, Ricky Andi Syarifa Mayly Syarifah, Aulia Tasya Ardana Tia Nazilla Tri Damaiyanti Ummi Khairani Rambe Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Wahdaniati , Tri warhamni anatasya sirait Wijiyaningsih, Dinda Wilda Septia Winda Aulia Winda Kesuma Yani, Farida Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuni Sartika Zahara, Fitria Siti Zannah , Muhamad Zhafirah, Rana Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulhij, Fizrya Zulmai Rani