Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN BIOPORI UNTUK PERESAPAN LIMPASAN AIR HUJAN DAN PENGENDALIAN BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI ANCAR DAN UNUS HULU KOTA MATARAM I Dewa Gede Jaya Negara Jaya Negara; Lilik Hanifah; Hasyim; Agus Suroso; I Wayan Yasa
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.297 KB)

Abstract

Abstract This service aims to improve the skills of the community in the Ancar and Unus watersheds upstream of Mataram City in reducing the occurrence of flooding in the downstream area. By providing training on making biopores to residents in the Sandubaya sub-district who live around the watershed, it is possible to overcome the impact of development on flooding with the active participation of residents. Utilization of organic waste such as household waste and produced prayer waste can be used to fill biopore holes. The service activity with the topic of this training was carried out with the initial stage in the form of counseling, the second was training on making biopore and evaluating activities. This service activity has been going well and 15 participants' representatives have gained good knowledge about biopori. The results of the discussions and questions and answers that have been carried out have encouraged local residents to use the waste from praying leaves (from leaves) as a biopore filling material. From this training, residents have been able to make and install biopori, so they can play an active role in developing the installation of biopori in flood control efforts in the upstream watershed of Mataram City. Biopori has been successfully installed in upstream watersheds at 9 locations and residents are ready to use and maintain the media. Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat di daerah aliran sungai (DAS) Ancar dan Unus hulu Kota Mataram dalam meredukasi terjadinya banjir di daerah hilir. Dengan memberikan pelatihan pembuatan biopori pada warga di kecamatan Sandubaya yang bermukim di sekitar DAS tersebut, maka penganggulangan dampak pembangunan terhadap banjir akan dapat dilakukan dengan partisipasi aktif warga. Pemanfaatan sampah organik seperti sampah rumah tangga dan sampah sisa sembahyang yang terproduksi, dapat dimanfaatkan sebagai pengisi lubang biopori. Kegiatan pengabdian dengan topik pelatihan ini dilaksanakan dengan tahapan awal berupa penyuluhan ke dua adalah pelatihan pembuatan biopori serta evaluasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini telah berjalan dengan baik dan 15 orang perwakilan peserta telah mendapatkan pengetahuan tentang biopori dengan baik. Hasil diskusi dan tanya jawab yang dilakukan, telah mendorong warga setempat untuk memanfaatkan sampah sisa sembahyang (dari dedaunan) sebagai bahanpengisi biopori. Dari pelatihan ini warga telah mampu membuat dan memasang biopori , sehingga dapat berperan aktif melakukan pengembangan pemasangan biopori dalam upaya pengendalian banjir di DAS hulu Kota mataram. Telah berhasil terpasang biopori di DAS hulu pada 9 lokasi dan warga siap melakukan pemanfaatan dan perawatan media tersebut.
Pelatihan Pembuatan Jaringan Irigasi Tetes PVC dan Penanaman Naga Untuk Peningkatan Ekonomi Lahan Kering di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. I Dewa Gede Jaya Negara; Bambang Hari Kusumo; Kisman; Tajidan; Lolita Endang Susilawati; Bambang Budi Santoso; Joko Priyono
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i3.2551

Abstract

Adanya pembangunan bak penampung air yang menampung air tanah, ketersdediaan airnya perlu dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekitarnya karena lahan yang ada sangat potensial untuk pertanian. Pemakaian air dalam melakukan irigasi yang kurang efisien tentu tidak diharapkan, karena air yang diangkat ke bak air menggunakan memerlukan biaya berupa pembayaran pulsa listrik sehingga perlu diperhitungkan secara ekonomi. Oleh karena itu agar air bak yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien maka perlu dilakukan pelatihan membuat jaringan irigasi hemat air seperti system tetes pada lahan kering sekitar lokasi bak air dengan tananamnya sebagai percontohan. Dengan upaya ini nantinya masyarakat sekitarnya akan dapat meniru dan membuat lahan-lahan pertanian baru, dalam meningkatkan ekonomi keluarganya masing-masing. Mengetahui potensi sumber air yang ada maka tim Unram ikut berpartisipasi memberikan pelatihan pembuatan jaringan irigasi tetes dengan tanaman naga sebagai percontohannya, yang diperkirakan akan memberikan nilai tambah secara ekonomi jangka panjang. Tanaman yang dipilih untuk ditanam adalah naga, karena tanaman ini mempunyai umur hidup cukup lama jika dibandingkan dengan tanaman hortikultura, tetapi secara ekonomi akan sangat membantu petani lahan kering yang ada . Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tani sekitar dalam pembuatan irigasi hemat air system tetes dengan pipa pvc dan mempu menggunakannya pada lahan pertanian naga. Pengabdian ini dilakukan oleh Tim Unram dengan tahapan; survey awal dan koodinasi, pelatihan pembuatan petak lahan dan jaringan irigasi tetes pvc, pemasangan ajir dari pohon banten sebagai tempat naga. Selama proses pelatihan , dilakukan diskusi dan tanya jawab, sedangkan evaluasi selain dilakukan pada pelaksanaan tetapi juga akan dilakukan diwaktu-waktu yang akan dating untuk memantau perkembangan usahataninya. Pelatihan ini diikuti secara sungguh-sungguh oleh warga masyarakat di lapangan, dan berhasil memesang jaringan irigasi tetes pipa pvc pada 1 petak lahan dengan tanaman naga. Setelah 1 tahun pelaksanaan pengabdian, tanaman naga telah berbuah dan hasilnya telah dirasakan oleh petani dan sangat membantu ekonomi masyarakat lahan kering setempat. Tim pengabdian sangat bersyukur karena warga telah dapat membangun lahan pertanian percontohan naga dengan irigasi tetes pvc, dan tim pengabdian memberi saran agar pemilik lahan tetap memelihara tananaman tersebut dan dapat menerima masyarakat yang berkunjung dalam mencontoh system irigasi dan pertanian yang dilakukannya. Dengan selesainya kegiatan tim pengabdian berterimakasih kepada semua masyarakat yang telah ikut membantu untuk suksesnya pengabdian ini.
Aplikasi Irigasi Tetes Bertingkat Dengan Tanaman Horti Kultura di Perumahan Padat Penduduk Kota Mataram Hulu: Application Of Dropping Irrigation With Horti Culture in Solid Population Housing in Mataram Hulu City I Dewa Gede Jaya Negara; Bambang Hariyanto; Anid Supriyadi
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v8i2.388

Abstract

This study aims to determine the application of a three-storey drip irrigation system to horticultural crops of chilies, kale and eggplant as one of the household food supporting crop commodities. In addition to increasing the potential for irrigation and boosting the economy from agricultural products on this limited land, it is necessary to know this, so that it can be used as material for consideration in maintaining family food security. Irrigation test activities were also carried out on irrigation uniformity, irrigation distribution and irrigation depth at various irrigation times. Tests were carried out on variations of soil and compost as planting media with the ratios of: 70%: 30%, 50%: 50%, 30%: 70% and four variations in tank water volume. The drip application network uses ½” PVC pipe and dripe on the third floor, while for the first and second levels the Netafim (NTF) pipe is 12 mm. The secondary irrigation network uses ¾ inch, 1 ½ inch and ½ inch PVC in an irrigation test chamber measuring 1.5 m x 4 m and a height of 1 m between levels. The results of the analysis of the test data showed that the uniformity of PVC drip irrigation and NTF combined obtained an average of above 95%, with a very even distribution of water. Irrigation depth obtained at all variations of the water tank level, that is, at 70% of the soil ranges from 3cm -20 cm, at 50% of the soil ranges from 4cm - 20cm and at 30% the amount of infiltration ranges from 2.5 cm - 18.5 cm. Multilevel drip irrigation can support the provision of family food in meeting the needs of kitchen ingredients such as chilies and vegetables to support family food security
Penyuluhan Tentang Cara Pembuatan Media Biopori Untuk Pengendalian Banjir di Perumahan BTN Pengsong Indah Desa Perampuan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Jurnal Pepadu; I Dewa Gede Jaya Negara; Hasyim Hasyim; Ratna Yuniarti; Ngudiono Ngudiono; I W Sugiartha
Jurnal Pepadu Vol 2 No 1 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i1.2158

Abstract

Perumahan BTN Pengsong Indah merupakan pakan kawasan perumahan yang memliki topografiyang rendah, dimana jalan raya berelevasi lebih tinggi dari lokasi perumahan warga, yang sangatpotensial mangalami genangan atau banjir saat musim hujan. Banjir tersebut terbukti terjadi padatanggal 10 Januari tahun 2009 yang merendam perumahan warga selama 1,5 hari. Solusinya ditawarkanuntuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan menyuluh bio pori padamasyarakat, untuk mereduksi banjir dan melakukan pembuatan dan pemasangan bio pori, disekitarperumahan warga BTN sebagai media resapan yang bisa dicontoh.Kegiatan penyuluhan ini akan dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan mulai dari tinjauanlokasi pengabdian, identifikasi masalah banjir dan drainase, koordinasi dengan pemuka masyarakatdan ketua RT maupun ketua kelompok warga, sampai penyiapan material program aksi dan koordinasijadwal waktu kegiatan penyuluhan dengan warga BTN tersebut. Pada tahap penyuluhan materi tentangpentingnya peresapan air ke dalam tanah dengan bio pori, bahan yang dipakai, cara memasangnya gunapengendalian limpasan hujan akan diberikan tim pengabdian.Berdasarkan kondisi yang ada, pelaksanaan penyuluhan hanya dapat dilakukan dengan mediapamphlet untuk penyampaian teori tentang biopori, sedangkan untuk mengadakan tanya jawabdilakukan saat pemasangan biopori di rumah warga. Dalam kondisi Covid-19, krumunan warga dalamjumlah besar sangat dihindari, sehingga kegiatan ini dilakukan beberapa kali pertumuan secara terpisahuntuk dapat mengedukasi warga setempat. Intinya pemasangan bio pori dapat dilakukan pada 7 lokasidikawasan BTN Pengsong Indah dan berjalan lancar. Hasil evaluasi menunjukkan masyarakat sangattertarik dengan materi saat penyuluhan karena telah diketahui dapat mereduksi genangan disekitarpermukiman pada musim hujan.
APLIKASI IRIGASI TETES BERTINGKAT DENGAN PERTANIAN TANAMAN HORTI KULTURA DI PERUMAHAN PADAT PENDUDUK KOTA MATARAM HULU I DEWA GEDE JAYA NEGARA; BAMBANG HARIYANTO; ANID SUPRIYADI
GANEC SWARA Vol 17, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i1.373

Abstract

This study aims to determine the effect of the use of 12 mm Netafim (NTF) pipe and ” pvc on a multilevel drip irrigation network, on the ability of irrigation uniformity and irrigation distribution on polybag land. The test was carried out on variations in tower water heights of 220 cm, 120 cm and 30 cm on the lateral drip pipe, data analysis was carried out on irrigation uniformity (CU), and the distribution of irrigation water volume at each network level. The research was conducted on a land area of 1.5 m x 4 m x 2 m, the distance between the irrigation level is 1 m and the tower height is 2.5 m. Based on the results of the analysis, irrigation uniformity was obtained about 95%, with a difference in irrigation volume between levels of about 2 ml – 3 ml in the combination of PVC and NTF, whereas if the drip pipe with NTF alone there was a difference in volume of about 20 ml. With the use of PVC with dripers on the 2nd and 3rd floors, and the use of NTF pipes on the 1st floor, it can improve the shortcomings of the multilevel irrigation system
Analisis Karakteristik Aliran Irigasi Perforasi Pada Lahan Datar: Analysis of Perforated Irrigation Flow Characteristics on Flat Land I Dewa Gede Jaya Negara; Anid Supriyadi; Agus Suroso; Humairo Saidah; Heri Sulistiyono; Abdi Fadillah
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v9i1.424

Abstract

Perforation irrigation is a unidirectional beam irrigation system that can be used for crop irrigation on dry land, due to the efficient use of water and the ability to wet land with a limited area. Therefore, the perforation irrigation system needs to be studied further in relation to the area of land that can be irrigated and the distribution of discharge to each perforated pipe. By testing several variations of the water level, the perforation irrigation emission capability will be obtained in the form of irrigation distribution, uniformity, emission capability and discharge amount used in irrigation on flat land. This study aims to determine the perforation irrigation capacity on flat land, the distribution of irrigation and the amount of discharge required. The test was carried out on three perforated pipes made of ½” PVC as lateral pipes, three transmission pipe length variations, such as 0.8m, 1m, and 1.2m with a distance between the perforations of 60 cm. The source of irrigation water comes from a 3 m tall tower with a capacity of ± 200 ????????????????????. The test uses three variations of head height, namely h1 350 cm, h2 360 cm, h3 370 cm and h4 380 cm. The results showed that the perforation irrigation jet length was around 100cm -120 cm, the uniformity of CU irrigation was above 97% with a total discharge on h1 QT = 0.689 lt/s, h2 QT = 0.690 lt/s , h3 QT = 0.695 lt/s and on h4 QT = 0.701 lt/s. While the range of flow rates for perforation 1 pipe Q1 (0.42 lt/s – 0.429 lt/s), perforation 2, Q2 (0.13 -0.145 lt/s) and perforation 3, Q3 (0.129 - 0.135 lt/s)
PELATIHAN PEMBUATAN LAHAN PERTANIAN PEPAYA CALIFORNIA DENGAN IRIGASI TETES DI DESA SELENGEN KABUPATEN LOMBOK UTARA I Dewa Gede Jaya Negara; Kadek Wiratama; I Wayan Yasa; Humairo Saidah; Anid Supriyadi; Suparjo Suparjo
Jurnal Pepadu Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2645

Abstract

Pengembangan pertanian di lahan kering,sangat menjanjikan jika masyarakat mau tekun melakukan pertanian dengan lebih intensif, dan untuk mendorong kepekaan masyarakat tentang potensi lahannya perlu diberikan pelatihan-pelatihan terkait dengan pemanfaatan lahannya. Dusun Tampes merupakan wilayah desa Selengan yang memiliki potensi lahan kering yang perlu dikembangkan, dengan adanya lahan yang banyak tidak tergarap perlu dimotivasi untuk mau melakukan usahatani pada lahan tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan lahan untuk penanaman papaya California pada masyarakat dusun Tampes yang berdomisili di sekitar sungai. Dengan harapan lahan tanam yang dibuat nantinya dapat dilanjutkan dengan penanaman bibit papaya, untuk membantu ekonomi masyarakat setempat, karena tanaman ini mempunyai masa panen cukup panjang dan harga jual buanya cukup bangus. Untuk itu karena lahan ini berpasiran sehingga sangat boros air maka perlu diinisiasi penggunaan air irigasi yang efisien seperti sistem tetes. Untuk hal tersebut maka pelatihan oleh tim Unram dilakukan dalam jangka waktu 2 minggu yang mencakup survey lapangan, persiapan pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi. Pelatihan terdiri dari pembersihan lahan, pembuatan petak lahan dan bedengan, dan pembuatan lubang tanam. Berdasarkan hasil pelatihan diketahui bahwa warga telah mampu membuat lahan tanam papaya. Sedangkan evaluasinya adalah keberhasilan dari masing-masing peserta alam membuat lahan tanam. Berdasarkan hasil pelatihan bahwa peserta telah berhasil melakukan pembuatan lahan papaya dengan luasan seluas sekitar 2 ha dengan jumlah warga berpartisipasi sebanyak 26 orang. Dengan fakta ini peserta telah berhasil dilatih untuk membuat lahan awal untuk penanaman papaya California, yang akan dilakukan lebih lanjut. Dengan berhasilnya kegiatan ini, maka tim memberi arahan agar nantinya dapat dilanjutkan dengan pengisian pupuk kompos masing-masing sehingga bisa dilakukan penanamn bibit papaya di lahan masing-masing
Penyuluhan Pembuatan Irigasi Tetes Bertingkat Pada Anak Sekolah Pesraman Dan Masyarakat Di Sekitar Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram I Dewa Gede Jaya Negara; I Dewa Made Alit Karyawan; I Kade Wiratama; Made Mahendra; I Wayan Joniarta; I Nyoman Merdana; Agus Suroso; Hasyim; I Wayan Yasa; Yusron Saadi; Heri Sulistiyono; Hartana; Atas Pracoyo
Portal ABDIMAS Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v1i2.3539

Abstract

Anak Pesraman di Kecamantan Sandubaya Kota Mataram perlu diberikan penyuluhan irigasi modern seperti system tetes, agar memiliki pengetahuan irigasi dalam rangka melakukan usahatani di pekarangan. Hal ini menjadi penting karena dilingkungan perumahan anak-anak pesraman rata-rata memiliki lahan pekarangan yang luas tetapi tidak dimanfaatkan, sehingga perlu disentuhkan dengan irigasi tanaman pada lahan pekarangan yang sempit agar nantinya dapat memberikan manfaat pada keluarga. Untuk mendukung hal tersebut maka penyuluhan cara pembuatan irigasi tetes perlu diberikan sebagai media pembelajaran non formal dan untuk meningkatkan wawasan anak-anak Pesraman tersebut.Memperhatikan potensi anak-anak yang umurnya sangat dini, maka Pengabdian dilakukan dengan tahapan survey lokasi, penyuluhan, diskusi dan tanya jawab serta evaluasi dengan cara iteraktif dimana materi suluh disampaikan dan juga dengan cara bermain.Penyuluhan diawali dengan pembukaa, sosialisasi tim penyuluh, materi suluh tediri dari teori irigasi irigasi dan irigasi tetes, teori lahan irigasi dan lahan bertingkat, serta materi contoh-contoh system irigasi tetes dan aplikasinya. Diskusi dan tanyajawab dilakukan secara berurutan pada tiap sesi penyuluhan termasuk sebagai evaluasi kegiatan.Pengabdian ini telah menyuluhkan 15 anak-anak pesraman, penyuluhan telah memberi wawasan irigasi tetes dan cara pembuatan irigasi tetes bertingkat dengan iteraktif. Anak-anak Pesraman sangat antosias mengikuti pengabdian ini sampai selesai. Dimasa mendatang diharapkan ada contoh aplikasi irigasi tetes untuk media pembelajaran anak -anak di Pesraman ini, agar dapat dipraktikan langsung.
PENGARUH VARIASI EMITTER PADA JARINGAN IRIGASI TETES PIPA PVC BERTINGKAT TERHADAP DISTRIBUSI DAN KESERAGAMANAN IRIGASI I DEWA GEDE JAYA NEGARA; ANID SUPRIYADI; EKO PRADJOKO; ATAS PRACOYO; YUSRON SAADI; I WAYAN YASA
GANEC SWARA Vol 18, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i1.791

Abstract

Test efforts to find alternatives to increase the even distribution of irrigation water on service land. The results of previous research conducted by researchers show that drip irrigation which is designed in stages with a water source from a drip irrigation tank using two types of emitters in a multi-stage drip irrigation system provides different irrigation water distribution results, so it is necessary to find a solution. so that irrigation can occur evenly. To get an alternative that might be tested is to use several types of emitters in the PVC pipe drip point holes, because these tools already exist on the market. This research aims to determine the effect of using two types of emitters, namely 2 lt/min and 4 lt/min emitters on distribution of irrigation water in a 4-tiered drip irrigation network. The test data analyzed includes irrigation distribution data, flow discharge data and irrigation uniformity (Cu), and the results of the analysis are presented in the form of tables and graphs and discussed before conclusions are drawn. The analysis results show that the average Cu for the two types of emitters is above 97%, which is very good and the two emitters have a very even distribution. The difference in distribution volume for each emitter, for a 2ml/min emitter is around 1ml -2 ml and for a 4 ml/min emitter it is 1ml -2 ml, with an irrigation network flow rate of around 84ml/min – 99.7 ml/min.
Analisis Optimasi Aplikasi Sistem Irigasi Tetes PVC Ber-Amiter pada Variasi Lahan Bertingkat Untuk Mendukung Kegiatan Pertanian di Permukiman Perkotaan: Optimization Analysis of the Application of Emitter PVC Drip Irrigation Systems on Variations of Multistorey Land to Support Agricultural Activities in Urban Settlements I Dewa Gede Jaya Negara; Lilik Hanifah; Anid Supriyadi; Eko Pradjoko; Atas Pracoyo
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v9i3.490

Abstract

Multilevel drip irrigation with PVC pipes is an efficient irrigation method that has the potential to be applied in urban settlements. Even though the land used is not very large, farming can be done effectively because it uses polybag land. This study aims to determine the effect of variations in PVC pipe drip irrigation networks with amiter on irrigation distribution, irrigation uniformity, and soil moisture levels with variations in irrigation duration. The test was carried out on four variations of tower water level and four variations of PVC drip irrigation networks in a multi-level system, with four variations of irrigation duration t1=5 minutes, t2=10 minutes, t3=15 minutes and t4=20 minutes. The test data analyzed includes irrigation distribution data and irrigation uniformity (Cu) and soil moisture recharge (Wt). The analysis results show that the best distribution of drip irrigation is obtained in network variation 3 with an average of 69 ml. The average uniformity obtained for Cu is above 97%, which is considered very good. Soil moisture Wt in variation 3 drip irrigation networks for a depth of 20 cm ranges from 0.69% - 21.65% at L1, at L2 around 2.16% - 21.65%, at L3 is 2.19% -21.68 % and at L4 it is 10.41% - 28.66%, so the higher the level position, the greater the soil moisture addition provided by irrigation.
Co-Authors , Kisman Abdi Fadillah Adhitya Halim .P Agastya, Dewandha Mas Agus Soroso Agus Suroso Agus Suroso Agus Suroso Agus Suroso Agus Suroso Agustono Setiawan Ainudin, Nurun Akbar, Tabrani Akmaludin Akmaludin, Akmaludin Anid Supriadi Anid Supriyadi Anid Supriyadi Anid Supriyadi Anid Supriyadi ANID SUPRIYADI ATAS PRACOYO Atas Pracoyo Bakti, Lalu Arifin Aria Bambang Budi Santoso Bambang Hari Kusumo Bambang Hariyanto Bambang Hariyanto Budianto, M Bagus BUDIANTO, M. BAGUS Budianto, Muh. Bagus Desi Widianty Desi Widiyanti Desi Widiyanti DEWANDHA MAS AGASTYA Dewandha Mas Agastya Dewi, Kurnia Didi Supriyadi Agustawijaya Didik Agusta Wijaya Eko Pradjoko EKO PRADJOKO Eniarti, Miko Ery Setiawan Ery setiawan ERY SETIAWAN Faeruzza Athiya Fera Fitri Salsabila GUNAWAN, ADRI Hartana Hartana HARTANA HARTANA Hartana, Hartana Hasim Hasyim Hasyim, Hasyim hasyim, hasyim Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono, Heri HERI SULISTYONO Hidayat, Syamsul Hidayati, Nufalia Humairoh Saidah I B Giri Putra I Gusti Made Kusnarta I Kade Wiratama I Nyoman Merdana I W Sugiartha I Wayan Joniarta I Wayan Suteja I Wayan Yasa I Wayan Yasa I Wayan Yasa I Wayan Yasa, I Wayan IAO Suwati Sideman Ida Ayu Oka Suwati Sideman Ida Bagus Giri Putra IDewa MadeAlitKaryawan Isnaniar Isnaniar Rahmatul Azizah IWayan Suteja Joko Priyono Julio, Ryan Bagus Jurnal Pepadu Karyawan, Dewa Made Alit Karyawan, I Dewa Made Alit Kisman Kusuma, Lalu Dea Maulana Diendy Lalu Arifin Aria Bakti Lalu Wirahman Wiradarma Lilik Hanifah Lilik Hanifah Lolita Endang Susilowati Luvitasyari, Tirta Intan M Bagus Budianto M R. Sepriadi Made Anggitha Dewi Made Mahendra Made Mahendra MadeMahendra Mahendra, Made Merdana, I Nyoman Miko Eniarti Muh Bagus Budianto Muhajirah Ngudiono Ngudiono Ni Luh Ayu Aprilianti Ni Putu Ira Sintia Kurnianti Nufalia Hidayati Nur Chayati Nurrachman Pathurahman PRACOYO, ATAS Purwangsa, Herdi PUTRA, IDA BAGUS GIRI Ratna Yuniarti Ratna Yuniarti Ratna Yuniarti Rohani Rohani Rohani SAIDA, HUMAIRO Saiful Anwar Saleh, Ramdan Salehuddin Salehuddin, Salehuddin Salehudin Salehudin Salehudin Salehudin, Salehudin Salsabila, Fera Fitri Seniari, Ni Made Sideman, IAO Suwati Sukartono Suparjo Suparjo Suparjo SUPRIYADI, ANID Suwardji Tajidan, Tajidan Tri Rachmanto Veithzal Rivai Zainal WIRADARMA, LALU WIRAHMAN WIRADHARMA, LALU WIRAHMAN Yusron Saadi