p-Index From 2021 - 2026
9.296
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Nusantara Islam JURNAL IQTISAD: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Jurnal Asy-Syari'ah Diponegoro Law Review Al-Mustashfa JURISDICTIE Jurnal Hukum dan Syariah Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan IKRA-ITH EKONOMIKA Journal of Economicate Studies Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen JES (Jurnal Ekonomi Syariah Bertuah : Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Airlangga International Journal of Islamic Economics and Finance Journal of Islamic Economics and Philanthropy Eco-Iqtishodi : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Jurnal Iqtisaduna Mimbar Agama Budaya Journal Islamic Economics Ad Diwan Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam JURNAL ECONOMINA Likuid: Jurnal Ekonomi Industri Halal IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Multidisiplin West Science Innovative: Journal Of Social Science Research Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) Bisma : Business and Management Journal ISLAMICA : Jurnal Ilmu-Ilmu Agama Islam Jurnal Global Ilmiah Zona Law And Public Administration Indonesia Anayasa International Journal of Nusantara Islam Journal of Islamic Law (EJIL) TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah Jurnal International Economic Sharia International Journal of Law Social Sciences and Management Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Mashlahah: Journal of Islamic Economics Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah Ipso Jure Khazanah Sosial International Journal of Islamic Khazanah Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

Metodologi Memahami Ajaran Islam yang Benar Menuju Masyarakat Madani Yudi Kuswandi; Dedah Jubaedah
ISLAMICA Vol 8 No 1 (2024): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v8i1.127

Abstract

Memahami ajaran Islam dengan benar merupakan kunci dalam membangun Masyarakat Madani yang berlandaskan keadilan dan etika. Saat ini terdapat kesenjangan antara realita keberagamaan masyarakat dengan tujuan ideal beragama. Hal ini didasarkan terhadap metode memahami ajaran agama secara parsial. Mengatasi hal tersebut, diperlukan metodologi yang tepat dalam memahami ajaran Islam secara holistik (kaffah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi dalam memahami Islam secara komprehensif serta implikasinya terhadap pembangunan masyarakat yang beradab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan analisis komparatif terhadap pemikiran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode memahami ajaran agama yang holistik dan komprehensif dengan memadukan berbagai metode dan pendekatan, seperti menggabungkan metode naqli (tradisional-tekstual); metode aqli (rasional-kontekstual), dan metode kasyaf (mistis-imani), akan menghasilkan semangat sikap tasamuh (toleransi), dan prinsip demokrasi serta terjaganya proporsional sikap eksklusif dan inklusif akan menjauhkan sikap kesombongan teologis, yang menganggap kebenaran mutlak hanya miliki dirinya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merumuskan kerangka metodologi sistematis yang relevan dengan tantangan zaman. Adapun kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi prinsip Islam klasik dengan perspektif epistemologi modern guna memperkuat harmoni sosial.
Analisis Keadilan dalam Akad Mudharabah: Perspektif Hukum Islam dan Regulasi Perbankan Syariah di Indonesia Paisah Nurul Hidayah; Nuralika Yepsi Sarmilantiva Said; Dedah Jubaedah
ISLAMICA Vol 8 No 2 (2024): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v8i2.133

Abstract

Mudharabah merupakan salah satu akad utama dalam perbankan syariah yang mencerminkan prinsip bagi hasil (Profit and Loss Sharing/PLS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip keadilan dalam akad mudharabah berdasarkan perspektif hukum Islam dan regulasi perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini mengkaji ketentuan hukum, praktik di lembaga keuangan syariah, serta kesesuaiannya dengan konsep keadilan dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun akad mudharabah telah mematuhi prinsip syariah, masih terdapat tantangan dalam distribusi keuntungan yang adil dan pembagian risiko yang seimbang. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis perbandingan regulasi serta implementasi akad mudharabah di bank syariah dan lembaga keuangan non-bank. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan regulasi dan strategi dalam meningkatkan keadilan dalam akad mudharabah
Prinsip-Prinsip Umum Etika Bisnis Islam Putri Sri Lestari; Dedah Jubaedah
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 8, No 2 (2023): J-Alif, Volume 8, Nomor 2, November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v8i2.4514

Abstract

Perusahaan syariah adalah perusahaan yang dijalankan sesuai dengan hukum Islam, di mana semua cara untuk memperoleh dan menggunakan barang yang diperoleh harus mematuhi aturan halal dan haram hukum Islam. Islam menawarkan indikator, seperti standar moral atau prosedur operasi, untuk membantu bisnis berhasil di dunia serta akhirat. Dalam ekonomi Islam, ada lima prinsip yang harus diterapkan pada perdagangan syariah. Tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode analisis isi digunakan sebagai metodologi penelitian untuk menggambarkan prinsip-prinsip umum etika bisnis Islam. Tinjauan Pustaka adalah metode penelitian yang mengumpulkan data tertulis dengan cara membaca dan mencatat referensi teori yang relevan sehingga diolah dalam kerangka yang memberikan suatu kesatuan yang utuh. Etika bisnis Islam adalah etika yang konsisten dengan prinsip-prinsip Islam. Jadi Anda tidak perlu stres tentang melakukan bisnis dengan asumsi bahwa itu benar dan baik. Etika bisnis Islam menempatkan penekanan kuat pada prinsip-prinsip Al-Quran. Secara umum, ada sejumlah prinsip yang membentuk etika bisnis Islam, termasuk prinsip persatuan, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab, serta kebenaran.
Teori Uang dalam Perspektif Imam Al-Ghazali Sumiati Sumiati; Yadi Janwari; Dedah Jubaedah
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jhes.v6i1.14197

Abstract

Penelitian ini di dasari atas pemahaman secara prinsip yang tidak dapat dipungkiri bahwa uang dibutuhkan dalam hidup manusia yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah seorang pakar Islam yang membahas analisis ekonomi mikro dan fungsi uang adalah Imam Al-ghazalî. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemikiran Al-ghazali mengenai konsep uang dan permasalahannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uang adalah nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada manusia dan mendorongnya untuk menikmati nikmat tuhan itu, menurut Al-ghazalî fungsi uang dipandang sebagai satuan hitung (qiwam al-Dunya), pengukur nilai barang (hâkim mutawasith) dan alat tukar/medium of exchange (al-mu’awwidlah). Berhubungan penimbunan uang Imam Al-ghazalî secara tegas melarang praktek tersebut, hal ini dikarenakan uang yang ditimbun akan dapat menyebabkan kelangkaan terhadap produktifitas dan menimbulkan lonjakan harga dan akan berkontribusi terhadap lumpuhnya roda perekonomian, begitupun dalam masalah uang yang dipalsukan, pencetakan dan pengedaran uang palsu yang dipandang berbahaya.
TAUHIDULLAH SEBAGAI MABDA’ DAN GHAYAH EKONOMI ISLAM: PARADIGMA ETIKA BISNIS ISLAMI DALAM KONTEKS EKONOMI KONTEMPORER Birrulwalidain; Dedah Jubaedah
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 2 No 1 (2026): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v2i1.831

Abstract

Tauhidullah merupakan fondasi utama ajaran Islam yang tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga membentuk paradigma etika dan sistem ekonomi Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan tauhidullah sebagai mabda’ (asas) dan ghayah (tujuan) dalam ekonomi Islam serta relevansinya terhadap praktik bisnis kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer pemikiran ekonomi Islam, seperti Ibn Taymiyyah, Al-Ghazali, Muhammad Baqir al-Sadr, M. Umer Chapra, dan pemikir modern lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tauhidullah menegaskan kepemilikan mutlak Allah atas seluruh sumber daya, sementara manusia berperan sebagai khalifah yang mengelolanya berdasarkan prinsip keadilan, amanah, dan kemaslahatan. Sebagai asas, tauhid melahirkan sistem ekonomi yang terintegrasi dengan nilai moral dan syariah, berbeda dari sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Sebagai tujuan, tauhid mengarahkan aktivitas ekonomi pada pencapaian falah, yaitu kesejahteraan dunia dan akhirat. Implementasi tauhidullah dalam konteks modern tercermin dalam praktik perbankan syariah, zakat produktif, pengembangan ekonomi halal, respon terhadap krisis finansial global, serta penerapan konsep green economy. Dengan demikian, tauhidullah tidak hanya berfungsi sebagai konsep normatif, tetapi juga sebagai paradigma praktis yang mampu membimbing etika bisnis Islami secara relevan dan solutif di era ekonomi modern. Kata Kunci : Tauhidullah; Ekonomi Islam; Etika Bisnis Islami; Falah; Ekonomi Kontemporer
Konsep Uang Perspektif Al-Ghazali Mohammad Syarifuddin Amarullah; Yadi Janwari; Dedah Jubaedah
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v4i2.166

Abstract

This research explores the concept of money according to Al Gazhali. Using a hermeneutic qualitative approach, this study interprets al Ghazālī's ideas on the function of النقد (money) as a medium of exchange (وسيلة التبادل), a store of value (حافظ للقيمة), and a measure of justice (ميزان العدل) that safeguards maqāṣid al sharīʿah (مقاصد الشريعة). The main findings show that al Ghazālī saw money دينار and درهم as the “spirit” of the market that must be sterile from manipulation, so violations such as hoarding (كنز) and reducing the metal's grade were considered threats to the public good (مصلحة). The discussion captures the relevance of these classical arguments to contemporary monetary issues, ranging from inflation to digital currencies. The conclusion asserts that al Ghazālī's normative humanism offers an ethical foundation for modern equitable monetary policy.
Sistem Ekonomi Makro menurut Abu Yusuf Musaiyana Musaiyana; Yadi Janwari; Dedah Jubaedah
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v4i2.175

Abstract

Abu Yusuf's thoughts on the macroeconomic system are examined in this study. The problem raised is how Abu Yusuf provides ideas and contributions of thought in the macroeconomic system through several approaches. The methodology uses a qualitative approach that involves a descriptive-analytical analysis of Abu Yusuf's works, especially his work entitled Kitab "al-kharaj" as well as related literature that discusses his contribution to Islamic economics. The findings of this study show that Abu Yusuf emphasizes aspects of income distribution, fiscal justice, efficiency in the use of public power, as well as the role of the state as a regulator and supervision, these ideas are relevant in answering the challenges of economic inequality and fiscal crisis.
Microeconomic Thought in Islamic Scholarship: A Comparative Study of Abu Ubayd and al-Shaybani R. Ira Laksana Dewi; Yadi Janwari; Dedah Jubaedah
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v5i1.178

Abstract

This research examines the microeconomic theories of two influential Islamic scholars, Abu Ubayd and Al-Syaibani, as reflected in Kitab al-Amwal, Kitab al-Kasb, and al-Iktisab. The research addresses the limited comprehensive studies linking classical Islamic economic thought with its relevance to contemporary microeconomics. The objective is to examine their principles in the historical context, grounded in Sharia values, and assess their applicability to modern economic issues. Employing a qualitative-descriptive approach through library research, the study draws from primary and secondary sources with descriptive-analytical methods. The findings show that Abu Ubayd, while focusing on public finance, contributes micro-level concepts such as justice in wealth distribution, equitable taxation, public resource management, and the state’s role in societal welfare. In contrast, Al-Syaibani emphasizes the obligation to work (kasb) as an act of worship, classification of economic activities, fulfillment of basic needs, labor specialization, and ethical production and consumption aligned with maqasid al-shariah. Despite differing emphases, both scholars share the vision of establishing a just economic system rooted in Islamic values, offering insights for enriching contemporary Islamic microeconomic theory and guiding public policy and household economic behavior
Dinamika Perbedaan Pendapat Hukum dalam Pengembangan Asuransi Syariah di Indonesia Ariyanto Ariyanto; Oyo Sunaryo Mukhlas; Dedah Jubaedah
ISLAMICA Vol 10 No 1 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i1.182

Abstract

Perkembangan asuransi syariah di Indonesia menunjukkan dinamika hukum yang tidak terlepas dari perbedaan pendapat dalam memahami konstruksi akad, mekanisme pengelolaan dana, kedudukan peserta dan perusahaan, serta penerapan prinsip tabarru’ dan tijarah. Perbedaan tersebut tidak hanya bersumber dari keragaman pandangan fikih, tetapi juga muncul dalam proses transformasi norma fikih menjadi fatwa dan regulasi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perbedaan pendapat hukum dalam pengembangan asuransi syariah di Indonesia dan mengidentifikasi implikasinya terhadap kepastian hukum, kepatuhan syariah, dan pengembangan industri. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui penelaahan terhadap sumber fikih, fatwa DSN-MUI, peraturan perundang-undangan, serta literatur hukum ekonomi syariah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pendapat hukum terutama berkaitan dengan konstruksi hubungan hukum antara peserta dan perusahaan, status dan pengelolaan dana tabarru’, mekanisme ujrah, surplus underwriting, serta batas transformasi akad fikih ke dalam praktik kelembagaan modern. Pembahasan menunjukkan bahwa fatwa DSN-MUI dan regulasi nasional berperan sebagai instrumen moderasi untuk mengakomodasi keragaman pandangan fikih sekaligus menciptakan standar operasional industri, meskipun masih terdapat ruang interpretasi yang berpotensi menimbulkan ketidakseragaman praktik. Kebaruan penelitian terletak pada pemetaan dinamika perbedaan pendapat hukum sebagai proses transformasi norma fikih menuju hukum positif, bukan semata-mata sebagai persoalan ikhtilaf. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model harmonisasi antara fikih, fatwa, dan regulasi sebagai dasar penguatan kepastian hukum dan keberlanjutan industri asuransi syariah di Indonesia.
Business Model of Maqāṣid Al-Sharī'ah-Based Pesantren: Value Chain Approach and Shared Value Creation Joni Joni; Ija Suntana; Usep Saepullah; Dedah Jubaedah
International Journal of Nusantara Islam Vol 14 No 2 (2026): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v14i2.53207

Abstract

Strengthening the Economic Independence of Islamic boarding schools is a strategic agenda in developing a community-based sharia economy. Although many institutions possess superior business units, their management remains partial, unstructured, and unintegrated within a systematic framework. This condition prevents the Silsilat al-Qīmah (value chain) of pesantren businesses—from production and quality control to distribution—from achieving optimal economic and social value. Therefore, this article aims to formulate an Islamic Boarding School Business Model based on Maqāṣid al-Sharī'ah through a combined approach of Silsilat al-Qīmah and Khalq al-Qīmah al-Musytarakah (Creating Shared Value). Using a qualitative field study method across several schools, data was gathered via in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed thematically by integrating sharia principles as a normative foundation alongside business management instruments. The results show that strengthening the pesantren business model requires institutional consolidation, managerial capacity building, and value chain integration oriented toward distribution fairness, product quality, and sustainability. The Khalq al-Qīmah al-Musytarakah approach emphasizes that economic activities must not only increase institutional income but also empower students and the surrounding community to achieve collective benefits. Ultimately, this article contributes theoretically by offering a conceptual framework for an Islamic Boarding School Business Model based on Maqāṣid al-Sharī'ah that contextually connects Islamic normative values with practical business management. Practically, it serves as a strategic reference for building a just, resilient, and sustainable pesantren economy.
Co-Authors Abdurrahman Wahid, Abdurrahman Achmad Ridwan, Achmad Adil, Ustad Ageng Septa Rini Ahmad Berizi Ahmad Fathan Aniq Ahmad Fauzi, Abdul Aziiz Ahmad Lukman Nugraha Ahmad Luqman Hakim Ahmad Luqman Hakim, Ahmad Luqman Ahmad Rifai ahmad yani Ali Mutakin Anisa Ilmia Annisa Eka Rahayu Annisa Tania Dewi anton athoillah Anton Athoillah Antoni Julian Apriani, Triana Ariyanto Ariyanto Armelia Prakasa Asman Taeali Asri Sundari Athoillah, Mohamad Anton Ayi Nurbaeti Birrulwalidain Burhanudin, Bunbun Muhamad Dermawan, Muhammad Jagat Dewi, Annisa Tania Ending Solehudin Evi Sopiah, Evi Fadhlya Hidayatunnisa, Nurul Fatahillah, Ikhwan Aulia Febriyani, Putri Agus Feby Pebryanti Suhendi Friasta, Intan Gaidha Khusnul Pangestu Ghozali, Mohamad Gojali, Dudang Gunariah, Frilla Hadi, Sholikul Hasan Bisri Hasan Bisri Hasanudin Hasanudin Heni Pujiastuti Heryana, Sandi Hidayah, Paisah Nurul Hisam Ahyani ian rakhmawan suherli Iip M Aditiya Intan Friasta Irni Sri Cahyanti Ishandawi Iwan Setiawan Iwan Setiawan Janwari , Yadi Janwari, Yadi Jauhari, Moh. Ahsanuddin Jefik Zulfikar Hafizd Joni Joni José Manuel Naranjo Gómez Kamaludin Yusup, Deni Kamaludin, Asep Kusuma, Nurul Rahmah Kuswandi, Yudi Maricar, Hudzaifah Muhammad Maulana, Fauzan Aziz Maulin, Mery Mohamad Anton Athoillah Mohamad Ghozali Mohamad Sar'an Mohammad Syarifuddin Amarullah Mohd Roslan Mohd Nor Muhamad Afif Sholahudin Muhammad, Bohari Agus Muharni, Yusraini Mukhlas, Oyo Sunaryo Mursyidah Zein, Ai Imas Musaiyana Musaiyana Mustofa Mustofa Naeli Mutmainah Nanang Sobarna Nasrudin Noradin, Muhammad Farhan Bin Mat Nuralika Yepsi Sarmilantiva Said Nurhasana Nurhasana Nurjamil Nursari, Nina Oyo Sunaryo Mukhlas Paisah Nurul Hidayah Pandu Pribadi Parhan Parhan Pramayanti, Dian Ikha Putra, Haris Maiza Putri Sri Lestari R. Ira Laksana Dewi Rahmah Kusumah, Nurul Rahmah, Yulia Fithriany Rahmawati, Indriyani Dwi Rosidah, Rose Rudi Ahmad Suryadi, Rudi Ahmad Rukmanda, Meirani Rahayu Saepullah, Usep Said, Nuralika Yepsi Sarmilantiva Salimudin, Mumud Santika, Ganjar Shinta Mona Lisca Siskanti, Siskanti Slamet Santoso Sofian Al Hakim, Sofian Sri Lestari, Putri Suhendi, Feby Pebryanti Suherli, Ian Rakhmawan Sulaeman Sulaeman Sulaeman Sulaeman Sulaeman Sumiati Sumiati Suntana, Ija Supriatna Supriatna Sutiana, Yana Tajul Arifin Tajul Arifin Wawan Oktriawan Widiastuti, Dwi Suci Yadi Janwari Yadi Janwari Yeli Yuliani Yudi Kuswandi Yuliani, Yeli Yusup, Deni Kamaludin Ziyana Nur Hida