Claim Missing Document
Check
Articles

Interaksi Sosial Berbasis Akhlak Islami di Sekolah Jannah, Miftahul; Suryani, Ira
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.704

Abstract

Interaksi sosial di sekolah memiliki peranan penting dalam membentuk karakter siswa. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk membangun interaksi sosial yang positif adalah melalui pembiasaan akhlak Islami. Artikel ini membahas tentang pentingnya interaksi sosial berbasis akhlak Islami di sekolah, serta bagaimana nilai-nilai Islam dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan saling mendukung antara siswa, guru, dan pihak sekolah lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan observasi untuk mengidentifikasi praktik interaksi sosial berbasis akhlak Islami yang diterapkan di beberapa sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akhlak Islami dalam interaksi sosial tidak hanya memperkuat hubungan antar individu di sekolah, tetapi juga membantu dalam pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk mengintegrasikan akhlak Islami dalam kegiatan sehari-hari sebagai dasar dalam membangun interaksi sosial yang baik di kalangan siswa.
Trend Pemahaman Akhlak pada Masayarakat Modern Daulat, Daulat; Suryani, Ira; Ansyah, Ridho
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13024

Abstract

Salah satu fenomena yang kita sebagai peradaban masa kini sadari di era modernisasi ini adalah persoalan moralitas. Karena kenyataan bahwa masyarakat masih terpecah secara ras dan harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya, agama menjadi kurang terlihat dalam masyarakat saat ini. Demikian pula, interaksi sosial manusia biasanya jarang terjadi kecuali ada kepentingan bersama, misalnya usaha komersial atau pencarian keuntungan finansial. Peneliti menggunakan strategi dari perpustakaan. Banyak ahli yang mengeluhkan kenyataan bahwa kita hidup di "abad kejatuhan manusia", dan percaya bahwa meskipun manusia tidak secara terang-terangan menolak Tuhan, mereka melakukannya dengan berperilaku mengkhianati Dia. Akibatnya ruh mereka yang telah berevolusi menjadi makhluk Allah SWT tidak ditemukan lagi. setiap hari. Krisis spiritual nampaknya menjadi persoalan bagi setiap pribadi manusia, bahkan keluarga. Keluarga merupakan pihak yang paling merasakan dampak dari permasalahan ini, oleh karena itu untuk mengantisipasinya diperlukan kearifan dan ketahanan keluarga, khususnya pendekatan keagamaan yang dilandasi keimanan dan ketaatan terhadap seluruh petunjuk Allah SWT. Penulis menyimpulkan bahwa pengetahuan moral dalam budaya kontemporer semakin memburuk berdasarkan perdebatan di atas.
Konsep Al Ghazali dalam Perspektif Akhlak dan Relevansinya di Era Modern Sitepu, Nur Alfina Sari; Suryani, Ira
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran Al-Ghazali tentang akhlak menjadi warisan intelektual yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan moral di era modern. Tantangan tersebut meliputi individualisme, hedonisme, dan degradasi etika yang semakin terlihat di dunia digital, seperti maraknya ujaran kebencian dan perilaku tidak etis. Artikel ini mengkaji konsep akhlak menurut Al-Ghazali, dengan menyoroti nilai-nilai utama seperti kejujuran, kesederhanaan, dan kasih sayang, yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan moral kontemporer. Masalah yang dihadapi adalah lemahnya kesadaran terhadap nilai-nilai moral, yang sering kali menyebabkan konflik sosial dan kehilangan arah spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, menganalisis karya-karya utama Al-Ghazali serta pandangannya tentang pendidikan akhlak. Artikel ini mencakup biografi singkat Al-Ghazali, definisi akhlak dalam Islam, serta pandangan beliau tentang pembentukan karakter yang holistik. Akhlak dipandang sebagai cerminan dari kebersihan hati dan niat yang tulus, yang memerlukan usaha penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) untuk mencapai sifat mulia. Sebagai solusi, artikel ini menekankan pentingnya pendidikan akhlak sejak dini. Pendidikan ini harus didukung oleh peran teknologi sebagai alat bantu, serta keteladanan nyata dari orang tua dan guru sebagai pilar utama. Al-Ghazali juga menekankan pentingnya introspeksi diri (muhasabah) sebagai sarana untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan tujuan spiritual. Harapannya, nilai-nilai akhlak yang diajarkan oleh Al-Ghazali dapat diterapkan secara efektif dalam kehidupan modern untuk membangun masyarakat yang bermoral, harmonis, dan penuh keberkahan. Dengan menerapkan ajaran ini, diharapkan dapat lahir individu-individu berkarakter mulia, yang mampu membawa dampak positif bagi masyarakat serta mencapai kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat.
Tantangan Guru dalam Membentuk Akhlak Peserta Didik di MTs Laboratorium UIN-SU Hrp, Winda Yani; Suryani, Ira
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak memiliki peran yang sangat vital dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Guru, sebagai salah satu pihak yang berperan penting dalam dunia pendidikan, memegang tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada siswa. Akan tetapi, dalam praktiknya, banyak tantangan yang dihadapi oleh guru dalam upaya membentuk akhlak yang baik pada peserta didik. Tantangan-tantangan tersebut antara lain terkait dengan faktor internal, seperti rendahnya pemahaman guru tentang pentingnya pendidikan akhlak, serta faktor eksternal seperti pengaruh lingkungan sosial dan kemajuan teknologi yang berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. Di samping itu, dukungan dari orang tua dan masyarakat juga memiliki peranan yang tidak kalah penting dalam mendukung proses pendidikan akhlak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis tantangan-tantangan yang dihadapi oleh guru dalam membentuk akhlak siswa serta mencari alternatif solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga dan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kualitas pendidikan akhlak di sekolah.
Akhlak Islami: Landasan Utama Kehidupan Mahasantri di Lingkungan Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Sumatare Utara Medan Siregar, Pipi Darsina; Suryani, Ira
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas penerapan akhlak Islami sebagai pondasi pembentukan karakter dan kepribadian mahasantri di Ma’had al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengungkap bahwa Ma’had al-Jami’ah memadukan pendidikan formal dan nonformal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung internalisasi nilai-nilai Islami, seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan ukhuwah Islamiyah. Pembinaan ini diwujudkan melalui program rutin seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, halaqah keilmuan, dan kegiatan sosial. Selain itu, disiplin, kebersihan, dan komunikasi yang santun menjadi bagian integral dari pembentukan akhlak Islami. Para Musyrif dan Musyrifah berperan sebagai teladan yang efektif, menciptakan generasi Muslim yang saleh, cerdas, dan berkarakter. Artikel ini menegaskan bahwa akhlak Islami adalah landasan penting dalam mencetak kader umat yang mampu menjadi teladan di masyarakat.
Strategi Implementasi Supervisi Akademik Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Madrasah Ibtidaiyah Di Kabupaten Bojonegoro Suryani, Ira; Puspitawanti, Evi; Ellylia, Francisca; Indra Fakhrudin, Rifki
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i6.145

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan. Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak pernah berhenti. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Implementasi Supervisi Akademik dalam Memingkatkan Kompetensi Profesional Guru Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini dilaksanakan di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro, Desain penelitian kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Sebagai obyek dalam penelitian ini kepala sekolah, waka kesiswaan, BK dan guru yang ada di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa implementasi supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro melalui tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Faktor penghambat pelaksanaan supervisi akademik di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro antara lain: 1) latar belakang pendidikan kepala sekolah kurang sesuai, 2) banyaknya kegiatan kepala sekolah diluar sekolah, 3) terbatasnya waktu yang tersedia, 4) kurangnya pembinaan guru dalam memahami supervisi. Sedangkan faktor pendukung pelaksanaan supervisi akademik di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro antara lain: 1) dukungan dari Kementrian Agama kabupaten Bojonergoro, 2) pembinaan kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi, 3) kesiapan guru dalam melengkapi dokumen supervisi, 4) adanya tim khusus yang menangani kegiatan supervisi.
Langgar Lembaga Pendidikan Islam Pardede, Rizky Nur Zannah; Suryani, Ira; Pohan, Hafsah Winona; Nur'aini, Widya; Aldi, Dwiansyah; Pohan, Afsah Winona
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 2 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i2.852

Abstract

The Langgar (prayer house) or often called musala, according to KBBI in 2018, langgar is a small mosque commonly used as a place for prayer or Quran recitation, but there is no Friday prayer there. Langgar is the oldest Islamic educational institution that has been established and developed in the Islamic community in Indonesia. Langgar is the first Islamic educational institution established before pesantren existed. Langgar has educational elements that form a system that includes caregivers, students, goals, methods, materials, and evaluation. Langgar also has a fairly broad position, which is to help residents solve problems in a container and support the process of studying Islam for Muslim residents.
Peserta Didik dalam Pandangan Imam Al-Ghazali Lubis, Ihsan Rinaldi; Suryani, Ira; Innayah, Azzira; Azzahra, Nazwa; Hafiza, Nur
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 2 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i2.897

Abstract

Imam Al-Ghazali believed that students have their own potential to achieve moral and spiritual perfection. The role of educators is very important and influential in helping them achieve this goal, with a focus on spiritual and moral development. This journal outlines Al-Ghazali's views on the potential of students, spiritual and moral development, and educational strategies that can be taken from the perspective of Imam Al-Ghazali. This research was conducted using a qualitative method, with analysis and literature study. Students are humans who are experiencing growth and development, especially in physical and mental aspects. Imam Al-Ghazali's perspective on students and Islamic education is still relevant and applicable in the context of modern education, which can help educators develop holistic educational strategies focused on the spiritual and moral development of students.
Konsep Al-Ashr dalam Pendidikan Islam Siregar, Nur Azizah; Suryani, Ira; Pasaribu, Safrina Putri; Bunaiyya, Dila
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 2 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i2.905

Abstract

This journal aims to uncover the meaning of Surah Al-Ashr (103): 1-3, which can then serve as an indication for the concept of Islamic knowledge. The Prophet, as a role model for all Muslims, is also the best teacher in applying the meaning of Surah Al-Ashr. This surah describes the characteristics of people who waste their time on unproductive matters, which is relevant to how the Prophet spent his time teaching Islamic Education to his community.
Analisis Penerapan Nilai Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Biologi Era Society 5.0 Pada Siswa Kelas X MAN Binjai Nadia, Rizka Lucy; Ulfa, Syarifah Widya; Suryani, Ira
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2025): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i2.15006

Abstract

This study aims to analyze the application of character education values in biology learning in the era of society 5.0 for class X students of MAN Binjai. This study uses a mixed methods approach with a sequential exploratory design, namely a combination research method that combines qualitative and quantitative research methods sequentially. Data collection techniques are carried out using case studies and experiments. Case studies use instruments, namely documentation, interviews and observations of biology teachers. While the experiment uses a student needs questionnaire instrument. The results of the study indicate that the application of character education values in biology learning in the era of society 5.0 for class X students of MAN Binjai that have been developed, in character education the highest score with a value of 89% in the aspect of tolerance character values, a medium score with a value of 60% in the aspect of health care character values and the lowest score with a value of 42% in the aspect of environmental care. The obstacles faced by biology teachers are that students still do not carry out the tasks and obligations given by the teacher with full responsibility, students do not submit assignments on time.
Co-Authors Abdul Aziz Rusman Aini, Saripah Akbar, Sabila Aldi, Dwiansyah Algifahri, Muhammad Dzar Amiruddin Siahaan Anisa, Retno Ansyah, Ridho Az Zahra, Nadya Azhar, Rifqy Azzahra, Delillah Azzahra, Nazwa Br Siagian, Amalia Alfina Br Tarigan, Mayang Mustika Dewi Brutu, Sabilla Meilani Bunaiyya, Dila Damara Rais, Syazwina Dinda Daulat, Daulat Daulay, Aidil Ridwan Daulay, Lily Sardiani Daulay, Sholihatul Hamidah Dewi, Indri Kurnia Ellylia, Francisca Elmi, Nur Ernawati, Tuti Fadhilah Lubis, Nurul Wardani Faridah Faridah Fitriyani, Nuri Al Ginting, M.Farhan Syahreza Hafiza, Nur Handayani Nasution, Rizky Harahap, Ainun Nur Hilmy Harahap, Hotmasarih Harahap, Ida Marina Harahap, Putri Hasanah Harahap, Sri Wahyuni Harahap, Yudhi Septian Hasibuan, Ali Daud HASIBUAN, ANGGI SYARIAH Hasibuan, Nadya Wahyuni Hayati, Miftah Hery Widijanto Hrp, Shela Putri Nadhilah Hrp, Winda Yani Huda, Abdullah Bill Hutasuhut, Raihan Mahmud Indah Sari Siregar, Surya Kartini Indra Fakhrudin, Rifki Indriyani, Nur Khafifah Innayah, Azzira Kesuma, Bunga Ketaren, Nurdina Khairani, Yesa Dwi Khairun Nisa Khairuna Khairuna Khofifah, Suchi Nurul Kurniawan, Pandi Labib, M. Dzaky Lisa, Erma Lubis, Ihsan Rinaldi Lubis, Indah Syafiqah Lubis, Muhammad Torkis Lubis, Ramadhan Maibang, Supriani Mardiana, Aulia Miftahul Jannah Muhammad Nawawi Murni, Sheila Natasya Nadia, Rizka Lucy Nafis, Addurun Nasution, Amaliya Fitri Nasution, Depi Yanti Nasution, M. Rifky Amantamora Nasution, Nurhadani Ningsih, Titik Nur'aini, Widya Nur’aini, Widya Palem, Nur Halizah Pane, Fizri Aspika Putri Parapat, Ilham Karim Pardede, Rizky Nur Zannah Pasaribu, Gumarfi Rahis Pasaribu, Safrina Putri Pohan, Afsah Winona Pohan, Hafsah Winona Puspita, Sholihah Puspitawanti, Evi Putri, Chintya Amelia Putri, Nindya Rahmadi, Ihsan Ramadhita, Zahrani Rambe, Tuti Ameliah Rangkuti, Khairina Habib Rangkuti, Lutfiyah Hayati Ritonga, Irfan Rohani Rohani Sabrina, Tasya Safrina, Tata Rizki Sakban, Wahyu Salsabila, Nadia sapri sapri Saragih, Atika Angriani Saragih, Elida Sei Merah, KKN 199 Shaumiwaty, Shaumiwaty Siagian, Nur Nani Siagian, Zaura Izzati Siregar, Afnita Marni Siregar, Nur Azizah Siregar, Nurul Syakirah Siregar, Pipi Darsina Siregar, Rani Nazmatun Hikmah Siregar, Sri Handayani Sitepu, Nur Alfina Sari Sitompul, Buti Sarma Sitorus, Ahmad Syukri Sitorus, Junida Fitriani Sukiman Sukiman Syahfitri, Siska Diyah Syarifah Widya Ulfa Syarqawi, Ahmad Syaukani Syaukani Syukri, Makmur Tambunan, Efrida Pima Sari Tanjung, Muhammad Husein Tarigan, Ira Wahyuni Br Wandini, Rora Rizky Yusuf Hadijaya