Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Cendikia Pendidikan

PERAN KURIKULUM MERDEKA DALAM MEMBENTUK KARAKTER DAN KETERAMPILAM SISWA DI ERA DIGITAL Subhan Widiansyah; Mitha Aura Rengganis; Nabila Anggita Sari; Keysha Nabih Qurrotun’ain; Ahmad, Ahmad
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i3.7896

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir sebagai inovasi pendidikan di Indonesia untuk menjawab tantangan era digital dan Society 5.0. Transformasi digital telah membawa tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, menuntut sistem pembelajaran yang adaptif dan relevan. Kurikulum ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan pendekatan yang fleksibel, berpusat pada siswa, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta pengembangan keterampilan Abad Ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Integrasi teknologi menjadi elemen utama dalam mendukung pembelajaran aktif dan relevan, sementara Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) mendorong internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan siswa. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka dan dampaknya terhadap motivasi belajar siswa, pembentukan karakter, serta pengembangan keterampilan. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi kendala implementasi, termasuk kesiapan guru, kesenjangan akses terhadap teknologi di daerah terpencil, dan tantangan dalam pelaksanaan metode pembelajaran berbasis proyek. Studi ini juga membandingkan efektivitas Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 (K13) dalam membangun proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dan relevan melalui penggunaan teknologi dan pendekatan diskusi. Namun, kurangnya pelatihan guru, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan digital menjadi tantangan utama. Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, Kurikulum Merdeka diharapkan mampu menciptakan generasi yang kompeten secara akademis, kuat dalam karakter dan siap menghadapi tantangan global.
PENGARUH KURIKULUM MERDEKA TERHADAP TRANSFORMASI PENDIDIKAN BERBASIS KETERAMPILAN ABAD KE-21 Subhan Widiansyah; Nada Nafisah; Kristina Oktavia Injilika; Khoirunita Zahwa Septiassani; Daffa Al-Farid Syaepi Putra
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i4.8091

Abstract

Penilaian pengaruh penerapan Kurikulum Merdeka terhadap prestasi belajar siswa di sekolah dan pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, dan di Indonesia, setiap individu berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Kurikulum Merdeka, Diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Kurikulum Merdeka bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran serta hasil belajar siswa melalui pendekatan yang lebih adaptif dan berfokus pada kebutuhan serta potensi individu peserta didik. Penelitian mengenai penerapan Kurikulum Merdeka untuk menilai dampaknya terhadap prestasi belajar siswa menunjukkan bahwa kurikulum ini memberikan pengaruh positif, terutama dalam hal peningkatan keterlibatan dan motivasi siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai data dari sumber terpercaya yang telah dipublikasikan sebelumnya untuk memahami topik secara lebih mendalam dan komprehensif. Hasilnya menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam belajar, serta memberikan ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya. Namun, implementasi kurikulum ini tidak tanpa tantangan. Beberapa kendala yang ditemukan antara lain adalah kesiapan guru dalam mengadaptasi metode pengajaran yang lebih berbasis pada pembelajaran aktif, serta keterbatasan akses terhadap sumber daya pendidikan yang memadai. Kurikulum Merdeka menerapkan berpotensi meningkatkan prestasi belajar siswa, tetapi hal ini memerlukan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pelatihan bagi guru dan peningkatan fasilitas pendidikan. Untuk memastikan efektivitas kurikulum, kolaborasi antara guru, sekolah, dan pemerintah sangat diperlukan agar tercipta lingkungan belajar yang optimal bagi siswa.
PENGEMBANGAN KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DI ABAD 21 Subhan Widiansyah; Lilis Khairunisa; Sabrina Kusuma Dwi; Sunita Hamzah; Syarifah Alya
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i5.8199

Abstract

Pendidikan abad ke-21 memerlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, literasi digital, dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar Indonesia dalam mendukung pengembangan keterampilan tersebut. Pendekatan kualitatif dengan analisis literatur diterapkan untuk mengumpulkan data dari buku, jurnal ilmiah, laporan resmi, dan praktik terbaik di beberapa sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mendorong fleksibilitas dalam proses pembelajaran melalui pendekatan berbasis proyek dan pembelajaran kontekstual. Model seperti pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) serta flipped classroom terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan inovasi.Namun, tantangan utama dalam implementasi kurikulum ini mencakup kurangnya pelatihan guru, keterbatasan teknologi di daerah terpencil, serta kesenjangan pemahaman antara pemangku kepentingan, termasuk sekolah, orang tua, dan masyarakat. Infrastruktur pendidikan yang belum merata memperburuk hambatan dalam memaksimalkan potensi Kurikulum Merdeka. Untuk mengatasi kendala ini, diperlukan pelatihan intensif bagi guru tentang metode pembelajaran abad ke-21, peningkatan investasi pada fasilitas pendidikan, serta sosialisasi yang menyeluruh untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap pendekatan baru ini.Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka menawarkan potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menyiapkan generasi siswa yang adaptif, inovatif, dan kompetitif dalam menghadapi tantangan global. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan mencakup pengkajian efektivitas jangka panjang kurikulum ini dan penyempurnaan strategi implementasi yang lebih inklusif dan merata di seluruh daerah.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM KURIKULUM: EFEKTIVITAS DAN HAMBATANNYA Subhan Widiansyah; Farandi Anggada Putra Atmojo; Indah Sastia Putri; Delvina Raissa; Ardian Baldan Kurniawan; Suryadi Agusti
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i5.8237

Abstract

Kurikulum memiliki peran penting sebagai panduan utama dalam proses pendidikan, mencerminkan visi, misi, dan tujuan dari suatu lembaga pendidikan. Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran, memfasilitasi siswa untuk mendalami konsep dan menguasai keterampilan melalui dukungan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran teknologi dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka, khususnya dalam meningkatkan akses, personalisasi, interaktivitas pembelajaran, serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya. Metode penelitian menggunakan studi literatur berbasis analisis kualitatif terhadap artikel jurnal relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi mempermudah siswa dalam mengakses sumber belajar, mendukung pembelajaran, serta mendukung guru dalam melakukan perencanaan dan evaluasi. Namun, penerapan teknologi dihadapkan pada tantangan, seperti akses yang tidak merata, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya keterampilan dalam menggunakan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan sangat berperan penting untuk mendukung keberlangsungan kurikulum merdeka, sekaligus menghadirkan saran untuk meningkatkan pelatihan digital bagi guru dan siswa serta investasi dalam infrastruktur teknologi.
Pengaruh PBL (Project Based Learning) Terhadap Daya Minat Siswa dalam Pembelajaran Sosiologi di Era Kurikulum Merdeka Widiansyah, Subhan; Ulina Siregar, Bintang; Putri Fadhilah, Zahra; Tri Susanti, Yeni; Bazliah, Sharfina; Hidayat, Agung
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i10.8576

Abstract

Pendidikan merupakan wadah yang sengaja diciptakan dan dipersiapkan untuk membentuk generasi emas yang siap menghadapi tantangan abad 21. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Project Based Learning (PBL) terhadap minat belajar sosiologi siswa di era Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan tahapan studi pustaka yang terdiri dari empat tahap, yaitu menyiapkan bahan pustaka kerja, menyiapkan peralatan yang diperlukan, manajemen waktu, serta membaca dan mencatat bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dapat membuat siswa bersemangat dalam mengerjakan tugas proyek karena siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan berkesempatan untuk bekerja sama serta berbagi tugas. Selain itu, terdapat simpulan kedua yang menunjukkan bahwa model Project Based Learning membantu siswa membuat laporan pembelajaran, tugas, dan proyek lebih baik daripada model pembelajaran non-PBL. Diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
PERAN KECERDASAN BUATAN SEBAGAI FASILITATOR PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM KONTEKS KURIKULUM MERDEKA Ilyas, Chandra; Nariyah Nur Anggraeni, Regita; Sri Oktaviani, Dea; Musyarofah, Nida; Aas Astria, Riri; Widiansyah, Subhan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i10.8577

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa dampak signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang diusung Kurikulum Merdeka. Artikel ini membahas peran kecerdasan buatan (AI) sebagai fasilitator dalam pembelajaran berbasis proyek dalam konteks Kurikulum Merdeka di Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan metode Narrative Literature Review, menganalisis sembilan jurnal ilmiah yang relevan. penelitian ini mengidentifikasi strategi implementasi AI yang dapat mendukung prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, serta menyoroti pentingnya pelatihan dan pemahaman etika dalam penggunaan teknologi ini.Temuan menunjukkan bahwa AI dapat membantu mengurangi beban kerja administratif guru, memberikan peluang untuk personalisasi pembelajaran dan efisiensi dalam proses pengajaran. Meskipun terdapat tantangan terkait kemampuan berpikir kritis siswa, keterbatasan kompetensi digital dan kesenjangan infrastruktur. artikel ini juga menawarkan panduan praktis bagi guru dan pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan AI secara efektif dalam pendidikan Indonesia. Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi katalis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, relevan, dan adaptif.
TRANSFORMASI KURIKULUM DI ERA DIGITAL SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN ZAMAN MODERN Subhan Widiansyah; Silvia Rizqy Maulidia; Rani Masni; Muhammad Tio Dzikri; Muhammad Ghufron Al-Fatah; Reva Ade Jaya
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i9.8653

Abstract

Era digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam transformasi kurikulum berbasis teknologi. Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Virtual Reality (VR), dan Internet of Things (IoT) memengaruhi desain, implementasi, dan evaluasi kurikulum di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi terhadap kurikulum, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang ada. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif untuk mengkaji literatur terkait transformasi kurikulum berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi dapat memperkaya pengalaman belajar melalui personalisasi, fleksibilitas, dan pengambilan keputusan berbasis data. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah ketimpangan digital antara daerah perkotaan dan pedesaan serta keterbatasan kompetensi digital guru. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta bekerja sama untuk memastikan pemerataan akses teknologi dan meningkatkan pelatihan bagi pendidik. Kurikulum yang berbasis kompetensi abad ke-21 dan integrasi teknologi seperti Learning Analytics serta pendekatan STEAM diharapkan dapat memaksimalkan hasil pembelajaran. Transformasi kurikulum ini harus disertai dengan kebijakan inovatif dan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi hambatan dan memastikan kesuksesan implementasi teknologi dalam pendidikan.
ANALISIS EFEKTIVITAS P5 DALAM MENDORONG PARTISIPASI AKTIF SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH MENENGAH ATAS Subhan Widiansyah; Shelvi Marlina; Diva Hamnia Putri; Zahrah Salsabila; Mochamad Teguh Prayudhi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i10.8665

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan model Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam pembelajaran Sosiologi di SMA wilayah Banten, Indonesia. Dengan menggunakan metode survei dan wawancara, penelitian ini melibatkan kuesioner kepada 150 siswa dari 5 sekolah serta wawancara dengan 50 guru Sosiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model P5 secara efektif meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Sekitar 72% siswa melaporkan peningkatan minat dan keterlibatan melalui proyek berbasis masalah, seperti menganalisis perubahan sosial dan merancang solusi untuk masalah komunitas. Proyek-proyek ini juga mendorong keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kemampuan praktis yang relevan dengan kehidupan nyata. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan fasilitas di sekolah-sekolah terpencil, kurangnya kesiapan guru, dan kesulitan dalam mengintegrasikan model P5 dengan kurikulum. Sebanyak 65% guru mengaku kesulitan dalam merancang proyek yang relevan, sementara 58% lainnya menyebutkan kurangnya pelatihan sebagai hambatan utama. Sekolah yang memiliki dukungan institusi dan orang tua, seperti SMA Negeri 1 Serang, menunjukkan hasil lebih baik dengan menggabungkan proyek P5 dengan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini menegaskan potensi besar model P5 dalam mentransformasi pembelajaran Sosiologi menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis keterampilan. Namun, diperlukan perhatian lebih pada penyediaan fasilitas, pelatihan guru, serta fleksibilitas kurikulum untuk mengoptimalkan dampak model
PERSEPSI GURU TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL DALAM KURIKULUM MERDEKA Subhan Widiansyah; Siti Rahmah Indriyani; Safhira Azzahra; Rafi Putra Hartono; Lailatu Ro’ihah; Intan Nuraini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i12.8789

Abstract

Pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan sejak kemerdekaan, dengan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengatasi ketidaksetaraan akses. Setelah era kolonial, pemerintah Indonesia fokus pada pemerataan pendidikan untuk seluruh lapisan masyarakat, meskipun masih terdapat kesenjangan, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan. Di era modern, pendidikan di Indonesia mengalami transformasi melalui kebijakan seperti Kurikulum Merdeka, yang menekankan fleksibilitas dan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan global serta keberagaman budaya. Teknologi digital berperan penting dalam memperluas akses pendidikan, namun tantangan berupa kurangnya infrastruktur dan literasi digital di daerah terpencil masih harus diatasi. Pendidikan berbasis digital membuka peluang bagi guru dan siswa untuk mengakses berbagai sumber belajar, namun membutuhkan kesiapan dari guru dalam mengadaptasi metode pembelajaran baru. Kurikulum Merdeka, yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dan penguatan nilai Pancasila, harus didukung dengan penguasaan teknologi oleh guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengungkap persepsi guru terhadap implementasi teknologi dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka di era digital, dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang kreatif dan berbasis karakter. Dalam konteks ini, pemanfaatan media pembelajaran digital seperti video dan animasi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran sosiologi. Namun, keberhasilan implementasi ini sangat bergantung pada kesiapan dan kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI UNTUK OPTIMALISASI KURIKULUM DIGITAL Subhan Widiansyah; Vhia Aulia Salsabilla; Maysha Octavia; Dalfah Aulia Nisa; Fauriza Akbar Fadillah
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i5.9133

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan merupakan kebutuhan mendesak seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran berbasis kurikulum digital. Meskipun Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 menekankan pentingnya penggunaan TIK dalam pendidikan, hanya sekitar 10%-15% dari 2,7 juta guru di Indonesia yang secara aktif mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara kebijakan dan praktik di lapangan. Penelitian ini mengkaji berbagai tantangan yang dihadapi guru, seperti kurangnya pelatihan, akses terbatas terhadap sumber daya digital, serta kurangnya pemahaman tentang metode pembelajaran inovatif. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan survei terhadap guru di berbagai jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan kompetensi guru harus mencakup pelatihan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan, pengembangan komunitas belajar untuk berbagi praktik terbaik, serta penyediaan sumber daya digital yang memadai. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan penyedia teknologi sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Dengan menerapkan strategi ini, guru diharapkan dapat lebih efektif mengimplementasikan kurikulum digital, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat interaksi siswa dengan materi pelajaran. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung transformasi pendidikan menuju era digital yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Co-Authors Aas Astria, Riri Adelia Raya Ainurizka Salsabilla Afiyah, Afiyah Afrizal, Stevany Afsari, Husniya Agung Hidayat, Agung agustin, windi Ahmad Ahmad Ahmad Fauzi Ahmad Sopian, Ahmad Akmal Ataya Nakhlah Aliefa Ramadhanty, Zahra Alwan, Musfiq Amalia, Syifa Amaral, Rendra Anajatu Anam Annisa Fauziah, Dede Annisa Fitriyani, Annisa Anten Fhabella Apriani, Reni Aqiilah, Daffa Ardian Baldan Kurniawan Arif Permana Putra, Arif Permana Askandar, Maulana Auli, Cikal Tazkia Bazliah, Sharfina Dadan Darmawan Dadan Darmawan, Dadan Daffa Al-Farid Syaepi Putra Dalfah Aulia Nisa Defita, Defita Delvina Raissa Dema Tesniyadi Denny Soetrisnaadisendjaja Desma Yuliadi Saputra diah, diah Dini Septiani Dita Ramadanti Diva Hamnia Putri Dzakiyyah, Jihan Elvanisa Maemun Farandi Anggada Putra Atmojo Farid Ibnu Wahid Fathan, Mochamad Fathan Fatimah, Empat Siti Fauriza Akbar Fadillah Feby Miftah Azmi Khairo Fildzah, Maulidya Firnanda, Ayu Fitria Juliana Fitria Wulandari Gigih Adhi Pambudi Halimatusadiyah Hamsah Hamsah Haryono Haryono Hasan, Fanita Hayat, Nurul Herlina Siregar, Herlina Ida Dwi Lestari Br Purba Ilyas, Chandra Indah Sastia Putri Insam, Verosita Insani, Vivi Intan Nuraini Jelita Yulia Rensa Wardana Kamelia Kamelia Keysha Nabih Qurrotun’ain Khoiri, Nisaul Khoiri Khoirunita Zahwa Septiassani Khumayroh, Ana Kristina Oktavia Injilika KUNTARI, SEPTI Lailatu Ro’ihah Larasati Larasati Lidya Anastasya Pasaribu Lilis Khairunisa Lindawati, Yustika Irfani Madini, Deandra Khoiro Maelawati, Intan Khoeroni Mahardika, Chandra Mahmudah Mahmudah Martendi, Dito Anugrah Maysha Octavia Melati, Meysi Meliana, Dina MIFTAHUL JANNAH Mitha Aura Rengganis Mochamad Fathan Fathan Mochamad Naim Mochamad Naim Mochamad Teguh Prayudhi Muhammad Agus Hardiansyah Muhammad Agus Hardianysah Muhammad Farhan Muhammad Ghufron Al-Fatah Muhammad Tio Dzikri Munawaroh, Iis Munthe, Monica Musyarofah, Nida Nabila Anggita Sari Nada Nafisah Naim, Mohammad Nariyah Nur Anggraeni, Regita Nawang Sari Novita Sari Nur Adilah, Khansa Nur Alia, Siti Nur Anisa Nur Khulaiyah Putri Efendi Nurul Hayat Nurul Hayat Pambudi, Gigih Adhi Pita, Anupita larasayu Polelah Pratama, Arel Rizky Putra, Teguh Pratama Putri Fadhilah, Zahra Putri, Karla Ryanda Qorin Mailani Rahayu Rafi Putra Hartono Rahma Azzahra Rani Masni Ratiah, Ratiah Reva Ade Jaya Reva Juliana Rikza Fauzan, Rikza Rojak, Abd S, Denny Sabrina Kusuma Dwi Safhira Azzahra Sajdan Salman Fasha Saparudin, Endin Sari, Nawang Sauqi Ichsan Kamil Selviana Putri Rahayu Serly Putri Hidayat Setiawan, Rizki Shelvi Marlina Silvia Rizqy Maulidia Siti Fera Utami Siti Habibah Siti Rahmah Indriyani Siti Rohmah Soetrisna, Denny Soetrisnaadisendjaja, Denny Sri Oktaviani, Dea Sunita Hamzah Suryadi Agusti Syahputra, Nanda Wisnu Syarifah Alya Teguh Pratama Putra Tesniyadi, Dema Tia Astuti Tri Ambarwati Tri Ambarwati Tri Susanti, Yeni Trisnawati, Opy Ulina Siregar, Bintang Usy Rahmawati Vhia Aulia Salsabilla Vini, Dwi Yuniar Yullianty Indah Permata Sari Yustika Irfani Lindawati Yustika Irfani Lindawati Zahra, Syafira Dwi Zahrah Salsabila