Claim Missing Document
Check
Articles

Metode Edukasi Discussion Group Melalui Whatsapp Terhadap Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Usia Lanjut Anggota Pronalis yusuf, Muhammad Rizky adipratama; Nurmiati Muchlis; Jasmin Ambar; Yusriani, Yusriani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 1 No. 2 (2020): JULY- DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.79 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v1i2.235

Abstract

Latar belakang: Kesehatan rongga mulut memegang peranan penting dalam mendapatkan kesehatan umum dan kualitas hidup seseorang. Berdasarkan teori Blum, status kesehatan gigi dan mulut seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor penting yaitu keturunan, lingkungan (fisik maupun sosial budaya), perilaku, dan usia. Pada usia lanjut dengan riwayat hipertensi dan DM Tipe 2 sangat sering ditemukan pasien yang datang kedokter gigi dengan keadaan gigi goyang ataupun berlubangyang diakibatkan oleh Oral Hygine buruk. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan usia lanjut tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mengetahui pengaruh edukasi discussion group melalui WhatsApp terhadap pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan studi quasi eksperimental. Metode pengambilan sampel menggunakan exhaustic sampling, dilakukan pada 60 usia lanjut anggota prolanis puskesmas bira dan puskesmas kapasa kota makassar yang telah memenuhi kriteria. Pada pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap usia lanjut ini diukur menggunakan pengisian kuisioner. Hasil: Uji Pearson’s Correlation menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi discussion group melalui Whatsapp terhadap pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut (p= 0,001; p<0,05) dan r=0,429 yang berarti bahwa tingkat korelasi cukup. Kesimpulan: Pemberian edukasi discussion group melalui WhatsApp dapat digunakan sebagai metode edukasi karena berdasarkan hasil penelitian terdapat korelasi yang signifikan antara pemberian edukasi terhadapt peningkatan pengetahuan dengan tingkat korelasi yang cukup.
Pengaruh Kepemimpinan, Organisasi, Tim Peningkatan Mutu Dan Efikasi Diri Terhadap Penilaian Status Akreditasi Puskesmas Di Kota Makassar Tahun 2016-2019 Andri Anwar; Nurmiati Muchlis; Ahri, Reza Aril
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 1 No. 2 (2020): JULY- DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.789 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v1i2.237

Abstract

Latar Belakang: Akreditasi Puskesmas merupakan salah satu penilaian atau evaluasi mutu yang dilakukan oleh badan akreditasi untuk pembinaan peningkatan mutu dan kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan kesehatan masyarakat dan pelayanan klinis, serta penerapan manajemen risiko. Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas diantaranya faktor kepemimpinan, organisasi, tim peningkatan mutu, serta self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, organisasi, dan tim peningkatan mutu dengan self efficacy antara Puskesmas yang terakreditasi Dasar-Madya dengan Puskesmas yang terakreditasi Utama – Paripurna tahun 2016-2019. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan observasional dengan desain cross-sectional study dengan teknik pengambilan sampel berdasarkan kuesioner dan wawancara. Teknik pengambilan sampel menggunakan Exhaustive sampling dengan mengambil semua anggota populasi sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah 46 Puskesmas dengan total responden masing-masing 7 orang per puskesmas sehingga total sampel adalah 322 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Berganda menggunakan program SPSS . Hasil penelitian dari 322 responden menunjukkan nilai signifikansi dibawah 0.05 artinya variabel Kepemimpinan, Organisasi, Tim Peningkatan Mutu dan Self-Efficacy berpengaruh signifikan terhadap terhadap status penilaian Puskesmas yang terakreditasi Dasar-Madya dengan Puskesmas yang terakreditasi Utama – Paripurna tahun 2016-2019. Dan variable organisasi merupakan variable yang paling bermakna berdasarkan hasil Uji Statistik.
Factors Related to Dental Health Service Utilization in Makassar City, Indonesia Triana Amaliah Jayanti; Abdullah, Muhammad Tahir; Muchlis, Nurmiati; Ahri, Reza Aril; Samsualam, Samsualam; Andi Rizki Amelia
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 2 No. 2 (2021): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.933 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v2i2.707

Abstract

  Background: The awareness on dental hygiene among Indonesian is still low. As a result, very limited citizen who visit the dentalcare. Aim: The purpose of this study is to analyze the relationship between behavior determinants with dental health services utilization at Kapasa Health Center. Method: This type of research is analytic observational with a quantitative approach, with a cross sectional approach. The samples were 96 respondents from the community in the working area of ​​Kapasa Health Center. The data were analyzed using chi-square and logistic regression test. Results: The results showed the low utilization of dental health services at Kapasa Health Center (26.0%). The results of the relationship analysis showed that there were relationship between knowledge (p=0.020), perception (p=0,001), attitude (p=0.016), education level (p=0.010), health insurance ownership (p=0,022), family support (p=0.043) with dental health services utilization. There were no relationship between health information (p=0.109), health facilities (p=0.051), health workers support (p=0.435) with dental health services utilization at Kapasa Health Center. Conclusion: The health insurance ownership is the most dominant in the utilization of dental health services at Kapasa Health Center with a value of B is +2.881. The value of B is positive, meaning that if you have health insurance, it will increase the utilization of dental health services at Kapasa Health Center. The value of Exp (B) is 17.835 which means that having health insurance will result in peoples utilize dental health services at public health center which is 17.835 times greater than if does not have health insurance.
Death of Neonates Aged 0-28 days in Pangkep Regency Anas, Novitha Sri; Ahri, Reza Aril; Haeruddin, Haeruddin; Samsualam, Samsualam; Gobel, Fatmah Afrianty; Yusuf, Rezky Aulia; Muchlis, Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i1.1509

Abstract

Background: Nation. Neonatal mortality is an indicator to assess the degree of public health. This study was conducted toanalyze the risk factors for neonatal death aged 0-28 days in Pangkep Regency in 2022. Method: This Study is an observational study with a case control research design. The population in this study was mothers who had babies died 0-28 days and all mothers who had babies lived aged 0-28 days in Pangkep Regency. The sample number of case groups was 40 respondents and the sample number of control groups was 40 respondents with a total of 80 samples. The sampling technique in this study is a non-probability sampling method, namely Purposive Sampling. Results: This study showed that significance values (1) mothers aged < 20 and > 35 years were 5.74 times more likely to experience neonatal death than mothers aged 20-35 years (CI95% = 5.74). (2) mothers with 1-time parity and 5 deliveries were 5.16 times more likely to have neonatal death than mothers with 2-4 deliveries (CI95%= 5.16) (3) mothers with a birth distance of < 1 year were 7.85 times more likely to have neonatal death than mothers with a birth distance of > 2 years (CI95%= 7.85) (4) access to health care was not at risk of neonatal death (CI95%= 0.81) (5) mothers with knowledge who were approximately 5.57 times more likely to experience neonatal death than mothers with good knowledge (CI95%= 5.57) (6) mothers with less than 4 times more than 5.57 times more risk of neonatal death than mothers with antenatal care examination> 4 times (CI95%= 52.76) (7) Antenatal care examination is the most risk factor for neonatal death with an Odd Ratio (EXP(B)) value of 12.767. Suggestion: It is hoped that health workers together with the community will further improve pregnancy screening to prevent high mortality of neonates.
Strategi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sigi : Strategy to Accelerate Stunting Reduction in Sigi Regency Fitrauni, Rika; Muchlis, Nurmiati; Arman, Arman; Haeruddin, Haeruddin; Batara, Andi Surahman; Ahri, Reza Aril
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i1.1520

Abstract

Latar Belakang: Kejadian stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia. Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Berdasarkan data stunting JME, UNICEF World Bank tahun 2020, prevalensi stunting Indonesia berada pada posisi ke 115 dari 151 negara didunia. Angka stunting Indonesia menurun dari 29% pada 2015 menjadi 27.6% pada tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi percepatan penurunan stunting di kabupaten sigi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Informan penelitian sebanyak 13 orang. Hasil: Analisa situasi menggunakan data sebaran stunting sesuai dengan cakupan untuk menentukan lokasi prioritas, selanjutnya ditetapkan 25 Desa sebagai lokasi khusus dalam pelaksanaan aksi konvergensi, menyusun rencana kegiatan berdasarkan matriks hasil Analisa Situasi pada Aksi 1, Rembug stunting menghasilkan komitmen dalam Aksi Percepatan Penurunan Stunting dengan melibatkan seluruh lintas sektor. tersedianya regulasi berupa Peraturan Bupati Sigi Nomor 14 Tahun 2020. Membentuk Kader Pembangunan Manusia. Memiliki data yang menjadi prioritas penanganan stunting. Pengukuran pertumbuhan dan perkembangan dilakukan oleh tenaga kesehatan secara rutin. review kinerja melaporkan aspek-aspek berupa Reviu capaian target output, Reviu serapan anggaran dan Reviu permasalah dan kendala. Kesimpulan: Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi telah melakukan upaya percepatan penurunan stunting dengan melaksanakan pilar strategi penurunan stunting melalui penerapan 8 aksi konvergensi memperlihatkan terjadinya penurunan persentase kasus stunting dalam kurun waktu 1 tahun terakhir dimana tahun 2020 sebesar 16,59% turun menjadi 14,40% ditahun 2021.
Perceived Internal Respect and Level of Religiosity Towards Improving the Performance of Campalagian Community Health Center Marjuni, Nurmaya; Muchlis, Nurmiati; Batara, Andi Surahman
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 2 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i2.1541

Abstract

Background: Perceived Internal Respect and Level of Religiosity Towards Improving the Performance of Campalagian Community Health Center. Aim: Campalagian Health Center is one of the puskesmas that has the largest working area in Polewali Mandar Regency, but observations found perceived internal respect and the level of religiosity in employees are less described, thus affecting performance. The purpose of this study is to analyze the effect of perceived internal respect and the level of religiosity on improving employee performance. Method: Type of quantitative research with a cross sectional approach. The population of 46 permanent employees (ASN) at the Campalagian Health Center, Polewali Mandar Regency with sample selection using total sampling. Results: Respondents were dominated by health worlkers with female gender (89.1%), most of whom had vulnerable ages 36-45 years (60.9%) and D3 graduates (41.3%) also the most length of work was >10 years (65.2%); Perceived internal respect and level of religiosity have a significant effect on improving employee performance (sig value = 0.042<0.05); Based on the magnitude of the influence, a regression coefficient value of 0.144 was found where every increase in perceived internal respect by 1 unit will increase the value of employee performance by 0.144. Conclusion: The need to increase perceived internal respect at the Campalagian Puskesmas Polewali Mandar Regency through cared contribution where the puskesmas needs to appreciate all the contributions and achievements of its employees. Also related to the level of religiosity through ritualism where employees need to believe that one's commitment to religion will be rewarded with good things in life.
Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Kinerja Pegawai di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar: Organizational Citizenship Behavior (OCB) on Employee Performance at Labuang Baji Hospital Makassar Elfandari, Enno; Ahri, Reza Aril; Muchlis, Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1576

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Organisasi perlu melibatkan peran kinerja pegawai, OCB dan kepuasan kerja diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Rumah sakit di dituntut untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi di berbagai sektor yang dibutuhkan oleh pasien terhadap perawat yang memiliki kinerja yang baik di Rumah Sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap Kinerja pegawai di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Metode: Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda yang diolah melalui aplikasi SPSS 26.0. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Altruism (membantu orang lain), Conscientiousness (Kesadaran), Courtesy (Kesopanan) berpengaruh, sedangkan variabel Sportsmanship (Sportivitas) dan Civic Virtue (Kebajikan) tidak berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Secara simultan Organizational Citizenship Behavior (OCB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar Tahun 2023. Kesimpulan Kinerja pegawai rumah sakit sangat bergantung pada sumber daya manusia yang tersedia. Kehadiran personil yang terampil dalam sebuah organisasi dapat secara positif mempengaruhi kinerja karyawan, yang mengarah pada pengembangan Organizational Citizenship Behavior (OCB). OCB mengacu pada perilaku yang melampaui standar yang telah ditetapkan. Rumah sakit memupuk rasa persahabatan yang kuat di antara para pegawai, sehingga dapat memenuhi tanggung jawab pegawai secara efektif sesuai dengan tugas dan posisi yang telah ditetapkan. Abstract Background: Organizations need to involve the role of employee performance, OCB and job satisfaction are needed to achieve these goals. Hospitals are required to provide better services in various sectors needed by patients to nurses who have good performance in the hospital. Objective: This study aims to determine the effect of Organizational Citizenship Behavior (OCB) on employee performance at Labuang Baji Hospital Makassar. Methods: The study used an observational quantitative design with a cross sectional study approach. The number of samples in this study were 31 people. The data analysis technique used is multiple linear regression which is processed through the SPSS 26.0 application. Results: The results showed that partially the variables of Altruism (helping others), Conscientiousness (Awareness), Courtesy (Politeness) had an effect, while the variables of Sportsmanship (Sportsmanship) and Civic Virtue (Virtue) had no effect on Employee Performance at Labuang Baji Hospital Makassar. Simultaneously Organizational Citizenship Behavior (OCB) has a positive and significant effect on Employee Performance at Labuang Baji Hospital Makassar Year 2023. Conclusion: The performance of hospital employees is highly dependent on the available human resources. The presence of skilled personnel in an organization can positively affect employee performance, which leads to the development of Organizational Citizenship Behavior (OCB). OCB refers to behavior that goes beyond established standards. Hospitals foster a strong sense of camaraderie among employees, so as to effectively fulfill employee responsibilities in accordance with established tasks and positions.
Implementasi Layanan Pemeriksaan Kesehatan Berkala Oleh Biddokkes Polda Sulawesi Selatan Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2013: Implementation of Periodic Health Check Services by South Sulawesi Police Biddokkes Based on National Police Chief Regulation No. 7 of 2013 Haruna, Ria Haerani; Ahri, Reza Aril; Muchlis, Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1583

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Peningkatan layanan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap personil Polri khususnya di jajaran Polda Sulsel telah dilakukan secara berkesinambungan akan tetapi pada kenyataannya belum memberikan hasil yang optimal baik secara kualitas maupun kuantitas. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk diteliti lebih jauh tentang Implementasi Layanan Pemeriksaan Kesehatan Berkala oleh Biddokkes Polda Sulawesi Selatan Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2013. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu metode yang meneliti kondisi objek alamiah (Natural setting) dengan menekankan terhadap makna daripada generalisasi. Hasil: pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan berkala ini, dapat memberikan gambaran atau profil kesehatan personel Polda Sulsel, untuk selanjutnya dapat dijadikan acuan baik untuk personel secara perorangan untuk monitoring kesehatan pribadi serta acuan bagi Bidang Kedokteran Kesehatan Polda untuk melakukan koordinasi mengenai kesehatan personel secara menyeluruh ke setiap wilayah Kepolisian Daerah sulsel, guna mewujudkan personel sehat samapta, yang akan mempengaruhi peningkatan kinerja personel dalam pelaksanaan tugas. Kesimpulan: Implementasi Layanan Pemeriksaan Kesehatan Berkala oleh Biddokkes Polda Sulawesi Selatan Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2013 tergolong baik, termasuk hasil kegiatan Rikkesla dari aspek observasi kelayakan pemberi layanan dan penerima layanan, kesesuaian alur layanan dengan SOP, terjalin hubungan tata kerja yang komunikatif, tersedia dokumen umum dan dokumen implementasi kebijkan, dan tersedia informasi umum sebagai penunjang dalam kegiatan Rikkesla. ABSTRACT Background: Improvement of periodic health examination services for National Police personnel, especially in the ranks of the South Sulawesi Regional Police, has been carried out continuously, but in reality, it has not provided optimal results both in quality and quantity. Objective: This research aims to examine further the implementation of periodic health examination services by the South Sulawesi Regional Police's Biddokkes based on National Police Chief Regulation Number 7 of 2013. Method: This research is qualitative, namely a method that examines the condition of natural objects (Natural settings) by emphasizing meaning rather than generalizations. Results: The implementation of this periodic health examination program can provide an overview or profile of the health of South Sulawesi Regional Police personnel, which can then be used as a good reference for individual personnel for monitoring personal health as well as a reference for the Regional Police's Medical Health Sector to coordinate the health of personnel as a whole for each South Sulawesi Regional Police area, to create healthy and healthy personnel, which will influence the improvement of personnel performance in carrying out their duties. Conclusion: The implementation of the Periodic Health Checkup Service by the South Sulawesi Regional Police's Biddokkes Based on National Police Chief Regulation Number 7 of 2013 is classified as good, including the results of Rikkesla activities from the aspect of observing the suitability of service providers and service recipients, conformity of service flow with SOPs, communicative working relationships are established, general documents are available and policy implementation documents, and general information is available to support Rikkesla activities.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Mayapada Hospital Tangerang Tahun 2023: The Effect of Service Quality and Facilities towards Outpatient Satisfaction at Mayapada Hospital Tangerang in 2023 Yoniko, Vivi Alvionita; Palu, Basir; Muchlis, Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1600

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pada hakekatnya masalah kesehatan merupakan suatu bagian terpeting dalam kehidupan manusia. Untuk itu, dalam rangka mendukung kesehatan bagi semua orang, harus adanya upaya yang dilakukan yaitu salah satunya adalah pemerintah memeberikan sarana kesehatan bagi masyarakatnya. Salah satu sarana tersebut adalah rumah sakit. Pelayanan kesehatan yang bermutu wajib diberikan oleh seluruh bagian yan berada di rumah sakit. Bila pelayanan kesehatan tidak senantiasa ditingkatkan, besar kemungkinan pasien akan menyusut apabila pasien tidak puas akan membuat pasien kecewa. Beragam jenis pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh rumah sakit, salah satunya adalah pelayanan rawat jalan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan survey analitik dengan desain cross-sectional, serta teknik pengambilan sampel mengggunakan simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien rawat jalan di Mayapada Hospital Tangerang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan rumus solvin dengan menggambil seluruh populasi sebagai sampel sebanyak 100 populasi. Hasil: Menunjukkan bahwa nilai signifikan responsiveness (daya tanggap) memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan dengan hasil 0,012 < 0,05. Competence (kompetensi) memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan dengan hasil 0,025 < 0,05. Variabel communication (komunikasi) memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan dengan hasil 0,003 < 0,05. Reliability (kehandalan) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan dengan hasil 1,0000 > 0,05 dan variabel tengible (bukti fisik) memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan dengan hasil 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel responsiveness (daya tanggap), competence (kompetensi), communication (komunikasi), dan tengible (bukti fisik) dengan kepuasan pasien rawat jalan Mayapada Hospital Tangerang Tahun 2023. ABSTRACT Background: Basically, health issues show that health is an important part of life and people expect health because it is very important and valuable. For example, the government should provide health facilities for the society, such as hospital. All departments in the hospital need to provide quality health services. If health services aren’t always improved, then the number of patients will drop when they feel unappreciated. This will lead to disappointment. Therefore, different types of health services are provided by hospitals, like outpatient services. Method: This study conducted quantitative research using analytical surveys with cross-sectional design and collected data sample using simple random sampling. This research involved population from outpatients at Mayapada Hospital Tangerang. Then, this research analysed data sampling technique by using the Solvin formula and involved the entire sample population, namely 100 people. Results: The results of this study indicated that the significant value of responsiveness found a significant impact on outpatient satisfaction with results of 0.012 < 0.05. then, the competence showed a significant influence on outpatient satisfaction with results of 0.025 < 0.05. Next, the communication variables identified a significant effect on outpatient satisfaction with results of 0.003 < 0.05. However, the reliability did not show a significant effect on outpatient satisfaction with results of 1.0000 > 0.05 and the tangible variable (physical evidence) revealed a significant value on outpatient satisfaction with the result of 0.000 < 0.05. Conclusion: There is a significant relationship between the variables of responsiveness (responsiveness), competence (competence), communication (communication), and tengible (physical evidence) with the satisfaction of Mayapada Hospital Tangerang outpatients in 2023.
Penerapan Medication Safety pada Pelayanan Kefarmasian di Apotek dan Klinik X Kota Makassar Tahun 2023: Implementation of Medication Safety in Pharmaceutical Services at Pharmacies and Clinics X Makassar City in 2023 Utami, Wahyu Wira; Muchlis, Nurmiati; Yusriani, Yusriani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1660

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Medication error merupakan kesalahan yang terjadi dalam proses penggunaan obat dan berfokus pada masalah dengan pengiriman obat kepada pasien, medication error dapat mengakibatkan pasien meninggal, cedera, cacat tetap, pemanjangan lama rawat, dan kerugian lain bagi pasien, oleh karena itu perlu dilakukan suatu update atau refresh pengetahuan dan pemahaman tentang medication error bagi tenaga medik, farmasi, keperawatan, dan fisioterapi. Medication Safety merujuk upaya untuk memastikan bahwa penggunaan obat oleh pasien aman dan efektif dengan tujuan untuk mencegah kesalahan dalam penggunaan obat termasuk dosis yang salah, interaksi obat yang tidak diinginkan atau penggunaan obat yang tidak sesui dengan kondisi pasien. Tujuan:.Untuk menganalisis pengaruh medication safety terhadap kejadian medication error di Apotek dan Klinik X Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu obsevasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel yang diteliti adalah apoteker dan asisten apoteker yang bekerja di klinik X kota Makassar yang berjumlah 131 orang. Analisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Responden yang mengalami medication safety didominasi dengan kategori baik sebesar 69.5%. Komunikasi pada pelayanan kefarmasian didominasi dengan kategori baik sebesar 68.7%. Lingkungan kerja pada pelayanan kefarmasian didominasi dengan kategori baik sebesar 69.5%. Gangguan kerja pada pelayanan kefarmasian didominasi dengan kategori baik sebesar 57.3%. Beban kerja pada pelayanan kefarmasian didominasi dengan kategori baik sebesar 61.1%. Edukasi pada pelayanan kefarmasian didominasi dengan kategori baik sebesar 59.5%. ABSTRACT Background: Medication errors are errors that occur in the process of using drugs and focus on problems with drug delivery to patients, medication errors can result in patient death, injury, permanent disability, prolongation of length of stay, and other losses for patients, therefore it is necessary to update or refresh knowledge and understanding of medication errors for medical, pharmaceutical, nursing, and physiotherapy personnel. Medication Safety refers to efforts to ensure that patient use of drugs is safe and effective with the aim of preventing errors in drug use including wrong doses, unwanted drug interactions or use of drugs that are not appropriate to the patient's condition. Objective: To analyze the effect of medication safety on the incidence of medication errors in Pharmacy and Clinic X Makassar City. Method: The type of research used was analytic observational with a cross sectional study design. The samples studied were pharmacists and pharmacist assistants who worked at the X clinic in Makassar city, totaling 131 people. Analysis using univariate analysis. Results: Respondents who experienced medication safety were dominated by the good category at 69.5%. Communication in pharmaceutical services was dominated by the good category at 68.7%. The work environment in pharmaceutical services was dominated by the good category of 69.5%. Work interference in pharmaceutical services is dominated by the good category at 57.3%. Workload in pharmaceutical services was predominantly in the good category at 61.1%. Education in pharmaceutical services is dominated by a good category of 59.5%.
Co-Authors A, Aan Andrian Saputra A. Rezki Amalia AP A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia AP A. Rizki Amelia AP Abna, Nurjannah Abna, Nurul Rafiqa Auliyah Achmad Noerkhaerin Putra Agustina Agustini, Tutik Ahmad, Mirna Ahri, Reza Aril Alatas, Idrus Alda Firzia Alfina Baharuddin Alfina Baharuddin Almaida Taurisa Alwi, Muhammad Khidri AM, Amran Rajak Amelia AP, A. Rizki Amelia, Andi Rizki Amir, Umair Al Amran Razak Amran Razak amrin Anas, Novita Sri Anas, Novitha Sri Andi M. A Yandini Andi Muh. Multazam Andi Muhammad Multazam Andi Multazam Andi Rizki Amelia Andi Rizki Amelia Andi Surahman Batara Andri Anwar Anggriani Susanti angriai, yayu Annissa Faradilla Anniza Fitrah Muhammad AP, A. Rizki Amelia AP, Andi Rizki Amelia AR, Armin Arifin, Hardiyanti Nur Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arni Rizqiani Rusydi Arni Rizqiani Rusydi Awaluddin Syamsu Ayu Sutra Azizah, Wafiq Khalifatul Aznira Nurul Hidayah Baharuddin Semmaila Baharuddin Semmaila Basir Palu Bimo Tejomukti Purwanto Burhanuddin Chalid, Lukman Darmianti Dhea Maharani Dian Ayu Lestari Difa Amru Azzahra Mawardi Dirgahayu Lantara Een Kurnaesih Eka Wahyuni Eka Wahyuni Elfandari, Enno Ella Andayanie Ervina Faisal AR Pelu, Muhammad Fatmah Afrianty Gobel Fauziah, Khafifahtul Feby Triadi Firzia, Alda Fitrauni, Rika Fratiwi, A. Fira H. M. Tahir Abdullah Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hairuddin Hamzah, Wardiah Hariani Haruna, Ria Haerani Hasni Latif Hayatun Nufus Idham Idham Iffat Nurjihan Labibah Ikhram Hardi S Indah Faradiba Fitriana IRDAWATI Isma Hajriati Jasmin Ambar Labibah, Iffat Nurjihan Laksono Trisnantoro Lativatul Isyaroh Liskha Ayuningrum Ludfia Ulfa M Ikhtiar M.Gymnastiar Mansur Sididi Mansur Sididi Marjuni, Nurmaya Masriadi Mawaddah, Besse Mirna Ahmad Muh. Ikhtiar Muh. Rifo Rianto Muhammad Anugrah Pratama Muhammad Faisal AR Pelu Muhammad Ikhtiar Muhammad Ishaq Shamad Muhammad Kidri Alwi Muhammad Nusran Muhammad Tahir Abdullah Multazam, Andi Nadya, Nur Nasrudin Nasrudin Andi Mappaware Nilam Sahratun Nadira Nisa, Azzahra Khaerun Nur Azizah Nur Azizah Fadilah Tunizah Nur Fadilla Nur Fitriany Sari Nur Khafifah Bardi Nur Setiawati Nuraeni Nuraeni Nurbaeti Nurbaety Nurbaety Nurfadilah, Dewi Nurfadillah Nurfadillah Nurfardiansyah Burhanuddin Nurgahayu Nurhaedar Jafar Nurhaedar Jafar Nurjannah Nurjannah Nurlena, Nurlena Nurul Kusumadewi Nurul Rahmayanty Nurul Susanti Nurul Susanti Nurul Ulfah Mutthalib Nurwanah, Andi Nuryadin, Alfiyana Ramadhani Nusran, Muhammad Palu, Basir Paputungan, Ainun Putri Adhira Qania Putri Aighina Chikita Nanda Putri Andriani Rahmayanti Tomasa Rahmayanty, Nurul Rahmi Fajarwati Rasyidin Abdullah Razak, Andi Yulinar Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Rezky Aulia Yusuf Rezky Aulia Yusuf Rika Fitrauni Rizki Amelia S, Haeruddin Saman, Ulfa Hi Samsir, Afifah Anan Hardian Samsualam, Samsualam Samsuar Samsuar Sapriadin Saiful Seknun, Amina Shamad, Ishaq Shintia Novotna Katoda Sitti Patimah Sri Rahayu Suparman St. Nurchaliza Damayanti Pratiwi Sudirman, Farah Zhafirah Suharni A. Fachrin Sulastri, Armis Suleman, Jihan Friska Putriani Sumarni Sumarni Sumiaty Sundari Sundari Susanti, Anggriani Syamsu, Awaluddin Taslim, Ali Akbar Triana Amaliah Jayanti Triana Amaliah Jayanti Triska Ayu Fitriani Triska Ayu Fitriani Triwahyuningsih, Triwahyuningsih Tsamara, Riqqah Ulfa Sulaeman Ummu Kalsum Muslimin Bando Wahyu Wira Utami, Wahyu Wira Wahyuddin, Ashabul Wahidhan Wiratman, Avita Paradita Yahya, Githa Nurfaridha Yoniko, Vivi Alvionita Yulfikasari YULIATI Yuliati - Yusriani, Yusriani yusuf, Muhammad Rizky adipratama Yusuf, Rezky Aulia Yusuf, Rezky Aulia Zahrawi Astrie Ahkam Zulfarhanah Andi Hamid