Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Biaya Berdasarkan Unit Cost pada Instalasi Rawat Inap Igusti, Nuryanggi; Amelia, A Rizki; Arman, Arman; Yusriani, Yusriani; Suharni, Suharni; Multazam, A M; Muchlis, Nurmiati
Wal'afiat Hospital Journal Vol 6 No 1 (2025): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v6i1.201

Abstract

Cost analysis serves as a critical tool for hospital management in evaluating the efficiency of resource utilization. One commonly employed method is unit cost analysis, which supports the assessment of service production processes, determination of break-even points, and formulation of strategic decisions related to service volume and cost control. This study aimed to analyze fixed costs, fixed operational (semi-variable) costs, variable operational costs, total costs, and unit costs in the Inpatient Unit of a Private Hospital in Makassar in 2023. This research adopted an operational research design with a descriptive quantitative approach. The population comprised all financial transactions at the hospital in 2023, with the sample including all transactions associated with inpatient services. The findings showed that the fixed cost amounted to IDR 5,216,229,922, fixed operational cost to IDR 2,811,580,099, and variable operational cost to IDR 3,727,281,560. Total costs, calculated using three different approaches, were IDR 2,915,361,139 (Total Cost I), IDR 1,136,844,781 (Total Cost II), and IDR 650,882,586 (Total Cost III). Unit costs based on the double distribution method were identified as follows: Super VIP – IDR 1,087,677; VIP – IDR 870,775; Class 1 – IDR 654,674; Class 2 – IDR 532,583; and Class 3 – IDR 330,577. The results indicated that unit costs exceeding service tariffs posed a risk of financial loss. Therefore, the study recommends the application of the Activity-Based Costing (ABC) method, the implementation of clinical pathways, and the development of superior service units. Hospitals are encouraged to conduct periodic unit cost analyses and to establish service tariffs rationally, grounded in the outcomes of cost calculations.
ANALISIS FAKTOR ATP (ABILITY TO PAY) DAN WTP (WILLINGNESS TO PAY) DALAM MEMBAYAR IURAN BPJS MANDIRI DI RSP IBNU SINA MAKASSAR Sudirman, Farah Zhafirah; Amelia, A. Rizki; Abbas, Hasriwiani Habo; Yusriani, Yusriani; Ikhtiar, Muhammad; Muchlis, Nurmiati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49203

Abstract

Program BPJS Kesehatan merupakan bagian dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang bertujuan memberikan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun demikian, tingkat partisipasi peserta mandiri (Pekerja Bukan Penerima Upah) dalam membayar iuran masih tergolong rendah, yang diduga dipengaruhi oleh kemampuan dan kemauan peserta dalam memenuhi kewajiban finansial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) dalam membayar iuran BPJS Kesehatan peserta mandiri di RSP Ibnu Sina. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, untuk mengetahui faktor ATP dan WTP peserta BPJS Mandiri dalam membayar iuran di RSP Ibnu Sina berdasarkan tingkat pendapatan, tabungan kesehatan, jumlah anggota keluarga, tingkat pengetahuan, tingkat kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan memiliki pengaruh signifikan terhadap ATP, di mana peserta dengan pendapatan tinggi mayoritas mampu membayar iuran, sedangkan peserta berpendapatan rendah lebih banyak yang tidak mampu membayar. Tabungan kesehatan berasosiasi positif dengan ATP, di mana kepemilikan tabungan yang memadai meningkatkan ATP. Jumlah anggota keluarga memengaruhi ATP, di mana keluarga dengan jumlah anggota kecil cenderung memiliki kemampuan membayar lebih baik dibandingkan keluarga besar. Tingkat pengetahuan BPJS Kesehatan berpengaruh terhadap WTP, di mana pengetahuan yang baik mendorong kesediaan membayar. Kepuasan terhadap pelayanan juga memengaruhi WTP, dengan peserta yang merasa puas menunjukkan tingkat WTP yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor ekonomi dan persepsi terhadap program BPJS merupakan determinan penting dalam keberlanjutan pembayaran iuran BPJS Mandiri. Kata Kunci: Ability to Pay, Willingness to Pay, BPJS Mandiri, Faktor Sosioekonomi, Kepuasan Peserta
Gambaran Program Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Pada Balita Gizi Kurang Dengan Pendekatan Input-Proses-Output Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar Nur Azizah Fadilah Tunizah; Nurmiati Muchlis; Wardiah Hamzah
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/2p460w38

Abstract

Supplementary Feeding (PMT) is an intervention program implemented by the government in the toddler age group, which is intended as additional intake besides daily staple foods to overcome the problem of malnutrition. This study aimed to determine the effectiveness of the supplementary feeding (PMT) program for malnourished toddlers with an input-process-output approach at the Tamalanrea Jaya Community Health Center. The type of research used was quantitative descriptive. Hypothesis testing was carried out using the Chi-Square test. The instrument used was a questionnaire. The research sample was 50 people. The results of the study showed a relationship between human resources and the effectiveness of the PMT program (ρ = 0.000), there was a relationship between facilities and infrastructure and the effectiveness of the PMT program (ρ = 0.002), there was a relationship between program implementation and the effectiveness of the PMT program (ρ = 0.023) and there was a relationship between program achievements and the effectiveness of the PMT program (ρ = 0.001). These findings suggest that future research should focus on these areas to enhance the PMT program's effectiveness further. It is hoped that future researchers can analyze the effectiveness of the supplementary feeding program for toddlers in more depth.
Analisis Biaya Berdasarkan Unit Cost pada Instalasi Rawat Inap Igusti, Nuryanggi; Amelia, A Rizki; Arman, Arman; Yusriani, Yusriani; Suharni, Suharni; Multazam, A M; Muchlis, Nurmiati
Wal'afiat Hospital Journal Vol 6 No 1 (2025): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v6i1.201

Abstract

Cost analysis serves as a critical tool for hospital management in evaluating the efficiency of resource utilization. One commonly employed method is unit cost analysis, which supports the assessment of service production processes, determination of break-even points, and formulation of strategic decisions related to service volume and cost control. This study aimed to analyze fixed costs, fixed operational (semi-variable) costs, variable operational costs, total costs, and unit costs in the Inpatient Unit of a Private Hospital in Makassar in 2023. This research adopted an operational research design with a descriptive quantitative approach. The population comprised all financial transactions at the hospital in 2023, with the sample including all transactions associated with inpatient services. The findings showed that the fixed cost amounted to IDR 5,216,229,922, fixed operational cost to IDR 2,811,580,099, and variable operational cost to IDR 3,727,281,560. Total costs, calculated using three different approaches, were IDR 2,915,361,139 (Total Cost I), IDR 1,136,844,781 (Total Cost II), and IDR 650,882,586 (Total Cost III). Unit costs based on the double distribution method were identified as follows: Super VIP – IDR 1,087,677; VIP – IDR 870,775; Class 1 – IDR 654,674; Class 2 – IDR 532,583; and Class 3 – IDR 330,577. The results indicated that unit costs exceeding service tariffs posed a risk of financial loss. Therefore, the study recommends the application of the Activity-Based Costing (ABC) method, the implementation of clinical pathways, and the development of superior service units. Hospitals are encouraged to conduct periodic unit cost analyses and to establish service tariffs rationally, grounded in the outcomes of cost calculations.
Kematian Neonatus Usia 0-28 hari di Kabupaten Pangkep Anas, Novita Sri; Muchlis, Nurmiati; Ahri, Reza Aril
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1234

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian neonatal menjadi indikator untuk menilai derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko kematian neonatus usia 0-28 hari di Kabupaten Pangkep tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi meninggal 0-28 hari dan seluruh ibu yang mempunyai bayi hidup usia 0-28 hari di Kabupaten Pangkep. Jumlah sampel kelompok kasus adalah 40 responden dan jumlah sampel kelompok kontrol adalah 40 responden dengan total 80 sampel. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu metode non probability sampling yaitu Purposive Sampling. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi (1) ibu dengan umur < 20 dan > 35 tahun lebih berisiko 5,74 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu yang berumur 20-35 tahun (CI95%= 5,74). (2) ibu dengan paritas 1 kali dan 5 kali melahirkan lebih berisiko 5,16 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan paritas 2-4 kali melahirkan (CI95%= 5,16) (3) ibu dengan jarak kelahiran < 1 tahun lebih berisiko 7,85 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan jarak kelahiran > 2 tahun (CI95%= 7,85) (4) akses ke pelayanaan Kesehatan tidak berisiko terhadap kematian neonatus (CI95%= 0,81) (5) ibu dengan pengetahuan yang kurang lebih berisiko 5,57 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan pengetahuan yang baik (CI95%= 5,57) (6) ibu dengan pemeriksaan antenatal care yang kurang dari 4 kali lebih berisiko 5,57 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan pemeriksaan antenatal care > 4 kali (CI95%= 52,76) (7) pemeriksaan antenatal care merupakan faktor yang paling berisiko terhadap kematian neonatus dengan nilai Odd Ratio (EXP(B)) yaitu 12,767. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan Bersama masyarakat lebih meningkatkan pemeriksaan kehamilan untuk mencegah tingginya kematian neonatus.
Pengaruh Antara Pengawasan, Kondisi Fisik dan Prosedur Kerja Dengan terjadinya kecelakaan kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar Tahun 2020 angriai, yayu; Jafar, Nurhaedar; Muchlis , Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 1 No. 1 (2020): JANUARY- JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.602 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v1i1.109

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit merupakan salah satu tempat kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi pekerjanya. Kasus yang sering terjadi adalah terkilir, tertusuk jarum suntik, tertusuk jarum abocath, terpeleset, tergores tutup ampul, sakit pinggang, tertimpa benda, terkena arus listrik. Rumah Sakit Bahagia Makassar terdapat beberapa kasus kecelakaan kerja pada perawat seperti terkilir, tertusuk jarum suntik, tertusuk jarum abocath, terpeleset, tergores tutup ampul, sakit pinggang. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunaka metode deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Analisis data dengan menggunakan uji Regresi Logistik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 45 perawat pelaksana. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan sebesar 87% perawat mengalami kecelakaan kerja yang terdiri dari terkilir (47%), tertusuk jarum suntik (67%), tertusuk jarum abacoth (56%), terpeleset (62%), tergores tutup ampul (60%), sakit pinggang (58%). Hasil uji statistic dengan menggunakan uji Regresi Logistik didapati bahwa dari ke tiga variabel yaitu pengawasan diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 3.163 dengan sig. 0,004 (sig <0,05), kondisi fisik fisik diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 2.251 dengan sig. 0,008 (sig<0,05) dan prosedur kerja diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 2.588 dengan sig. 0,002 (sig <0,05) memiliki pengaruh yang signifikan dengan kecelakaan kerja perawat. Kesimpulan: penelitian ini menunjukan Adanya pengaruh yang signifikan antara pengawasan, kondisi Fisik dan Prosedur kerja dengan terjadinya kecelakaan kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar.
Metode Edukasi Discussion Group Melalui Whatsapp Terhadap Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Usia Lanjut Anggota Pronalis yusuf, Muhammad Rizky adipratama; Nurmiati Muchlis; Jasmin Ambar; Yusriani, Yusriani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 1 No. 2 (2020): JULY- DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.79 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v1i2.235

Abstract

Latar belakang: Kesehatan rongga mulut memegang peranan penting dalam mendapatkan kesehatan umum dan kualitas hidup seseorang. Berdasarkan teori Blum, status kesehatan gigi dan mulut seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor penting yaitu keturunan, lingkungan (fisik maupun sosial budaya), perilaku, dan usia. Pada usia lanjut dengan riwayat hipertensi dan DM Tipe 2 sangat sering ditemukan pasien yang datang kedokter gigi dengan keadaan gigi goyang ataupun berlubangyang diakibatkan oleh Oral Hygine buruk. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan usia lanjut tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mengetahui pengaruh edukasi discussion group melalui WhatsApp terhadap pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan studi quasi eksperimental. Metode pengambilan sampel menggunakan exhaustic sampling, dilakukan pada 60 usia lanjut anggota prolanis puskesmas bira dan puskesmas kapasa kota makassar yang telah memenuhi kriteria. Pada pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap usia lanjut ini diukur menggunakan pengisian kuisioner. Hasil: Uji Pearson’s Correlation menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi discussion group melalui Whatsapp terhadap pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut (p= 0,001; p<0,05) dan r=0,429 yang berarti bahwa tingkat korelasi cukup. Kesimpulan: Pemberian edukasi discussion group melalui WhatsApp dapat digunakan sebagai metode edukasi karena berdasarkan hasil penelitian terdapat korelasi yang signifikan antara pemberian edukasi terhadapt peningkatan pengetahuan dengan tingkat korelasi yang cukup.
Pengaruh Kepemimpinan, Organisasi, Tim Peningkatan Mutu Dan Efikasi Diri Terhadap Penilaian Status Akreditasi Puskesmas Di Kota Makassar Tahun 2016-2019 Andri Anwar; Nurmiati Muchlis; Ahri, Reza Aril
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 1 No. 2 (2020): JULY- DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.789 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v1i2.237

Abstract

Latar Belakang: Akreditasi Puskesmas merupakan salah satu penilaian atau evaluasi mutu yang dilakukan oleh badan akreditasi untuk pembinaan peningkatan mutu dan kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan kesehatan masyarakat dan pelayanan klinis, serta penerapan manajemen risiko. Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas diantaranya faktor kepemimpinan, organisasi, tim peningkatan mutu, serta self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, organisasi, dan tim peningkatan mutu dengan self efficacy antara Puskesmas yang terakreditasi Dasar-Madya dengan Puskesmas yang terakreditasi Utama – Paripurna tahun 2016-2019. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan observasional dengan desain cross-sectional study dengan teknik pengambilan sampel berdasarkan kuesioner dan wawancara. Teknik pengambilan sampel menggunakan Exhaustive sampling dengan mengambil semua anggota populasi sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah 46 Puskesmas dengan total responden masing-masing 7 orang per puskesmas sehingga total sampel adalah 322 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Berganda menggunakan program SPSS . Hasil penelitian dari 322 responden menunjukkan nilai signifikansi dibawah 0.05 artinya variabel Kepemimpinan, Organisasi, Tim Peningkatan Mutu dan Self-Efficacy berpengaruh signifikan terhadap terhadap status penilaian Puskesmas yang terakreditasi Dasar-Madya dengan Puskesmas yang terakreditasi Utama – Paripurna tahun 2016-2019. Dan variable organisasi merupakan variable yang paling bermakna berdasarkan hasil Uji Statistik.
Factors Related to Dental Health Service Utilization in Makassar City, Indonesia Triana Amaliah Jayanti; Abdullah, Muhammad Tahir; Muchlis, Nurmiati; Ahri, Reza Aril; Samsualam, Samsualam; Andi Rizki Amelia
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 2 No. 2 (2021): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.933 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v2i2.707

Abstract

  Background: The awareness on dental hygiene among Indonesian is still low. As a result, very limited citizen who visit the dentalcare. Aim: The purpose of this study is to analyze the relationship between behavior determinants with dental health services utilization at Kapasa Health Center. Method: This type of research is analytic observational with a quantitative approach, with a cross sectional approach. The samples were 96 respondents from the community in the working area of ​​Kapasa Health Center. The data were analyzed using chi-square and logistic regression test. Results: The results showed the low utilization of dental health services at Kapasa Health Center (26.0%). The results of the relationship analysis showed that there were relationship between knowledge (p=0.020), perception (p=0,001), attitude (p=0.016), education level (p=0.010), health insurance ownership (p=0,022), family support (p=0.043) with dental health services utilization. There were no relationship between health information (p=0.109), health facilities (p=0.051), health workers support (p=0.435) with dental health services utilization at Kapasa Health Center. Conclusion: The health insurance ownership is the most dominant in the utilization of dental health services at Kapasa Health Center with a value of B is +2.881. The value of B is positive, meaning that if you have health insurance, it will increase the utilization of dental health services at Kapasa Health Center. The value of Exp (B) is 17.835 which means that having health insurance will result in peoples utilize dental health services at public health center which is 17.835 times greater than if does not have health insurance.
Death of Neonates Aged 0-28 days in Pangkep Regency Anas, Novitha Sri; Ahri, Reza Aril; Haeruddin, Haeruddin; Samsualam, Samsualam; Gobel, Fatmah Afrianty; Yusuf, Rezky Aulia; Muchlis, Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i1.1509

Abstract

Background: Nation. Neonatal mortality is an indicator to assess the degree of public health. This study was conducted toanalyze the risk factors for neonatal death aged 0-28 days in Pangkep Regency in 2022. Method: This Study is an observational study with a case control research design. The population in this study was mothers who had babies died 0-28 days and all mothers who had babies lived aged 0-28 days in Pangkep Regency. The sample number of case groups was 40 respondents and the sample number of control groups was 40 respondents with a total of 80 samples. The sampling technique in this study is a non-probability sampling method, namely Purposive Sampling. Results: This study showed that significance values (1) mothers aged < 20 and > 35 years were 5.74 times more likely to experience neonatal death than mothers aged 20-35 years (CI95% = 5.74). (2) mothers with 1-time parity and 5 deliveries were 5.16 times more likely to have neonatal death than mothers with 2-4 deliveries (CI95%= 5.16) (3) mothers with a birth distance of < 1 year were 7.85 times more likely to have neonatal death than mothers with a birth distance of > 2 years (CI95%= 7.85) (4) access to health care was not at risk of neonatal death (CI95%= 0.81) (5) mothers with knowledge who were approximately 5.57 times more likely to experience neonatal death than mothers with good knowledge (CI95%= 5.57) (6) mothers with less than 4 times more than 5.57 times more risk of neonatal death than mothers with antenatal care examination> 4 times (CI95%= 52.76) (7) Antenatal care examination is the most risk factor for neonatal death with an Odd Ratio (EXP(B)) value of 12.767. Suggestion: It is hoped that health workers together with the community will further improve pregnancy screening to prevent high mortality of neonates.
Co-Authors A, Aan Andrian Saputra A. Rezki Amalia AP A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia AP A. Rizki Amelia AP Abna, Nurjannah Abna, Nurul Rafiqa Auliyah Achmad Noerkhaerin Putra Agustina Agustini, Tutik Ahmad, Mirna Ahri, Reza Aril Alatas, Idrus Alda Firzia Alfina Baharuddin Alfina Baharuddin Almaida Taurisa Alwi, Muhammad Khidri AM, Amran Rajak Amelia AP, A. Rizki Amelia, A Rizki Amelia, Andi Rizki Amir, Umair Al Amran Razak Amran Razak amrin Anas, Novita Sri Anas, Novitha Sri Andi M. A Yandini Andi Muhammad Multazam Andi Multazam Andi Rizki Amelia Andi Rizki Amelia Andri Anwar angriai, yayu Annissa Faradilla Anniza Fitrah Muhammad AP, A. Rizki Amelia AP, Andi Rizki Amelia AR, Armin Arifin, Hardiyanti Nur Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arni Rizqiani Rusydi Arni Rizqiani Rusydi Azizah, Wafiq Khalifatul Aznira Nurul Hidayah Baharuddin Semmaila Baharuddin Semmaila Basir Palu Bimo Tejomukti Purwanto Burhanuddin Chalid, Lukman Darmianti Dhea Maharani Dian Ayu Lestari Dirgahayu Lantara Een Kurnaesih Eka Wahyuni Eka Wahyuni Elfandari, Enno Ella Andayanie Ervina Faisal AR Pelu, Muhammad Fatmah Afrianty Gobel Fauziah, Khafifahtul Feby Triadi Firzia, Alda Fitrauni, Rika Fratiwi, A. Fira H. M. Tahir Abdullah Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hairuddin Hamzah, Wardiah Hariani Haruna, Ria Haerani Hasni Latif Hayatun Nufus Idham Idham Igusti, Nuryanggi Ikhram Hardi S Indah Faradiba Fitriana IRDAWATI Isma Hajriati Jasmin Ambar Labibah, Iffat Nurjihan Laksono Trisnantoro Liskha Ayuningrum Ludfia Ulfa M Ikhtiar Mansur Sididi Mansur Sididi Marjuni, Nurmaya Masriadi Mawaddah, Besse Mirna Ahmad Muh. Ikhtiar Muh. Rifo Rianto Muhammad Anugrah Pratama Muhammad Faisal AR Pelu Muhammad Ikhtiar Muhammad Kidri Alwi Muhammad Nusran Muhammad Tahir Abdullah Multazam, A M Multazam, Andi Multazam, Andi Muh. Nadya, Nur Nasrudin Nasrudin Andi Mappaware Nilam Sahratun Nadira Nisa, Azzahra Khaerun Nur Azizah Nur Azizah Fadilah Tunizah Nur Fadilla Nur Fitriany Sari Nur Khafifah Bardi Nur Setiawati Nuraeni Nuraeni Nurbaeti Nurbaety Nurbaety Nurfadilah, Dewi Nurfardiansyah Burhanuddin Nurgahayu Nurhaedar Jafar Nurhaedar Jafar Nurjannah Nurjannah Nurlena, Nurlena Nurul Kusumadewi Nurul Rahmayanty Nurul Susanti Nurul Susanti Nurwanah, Andi Nuryadin, Alfiyana Ramadhani Nusran, Muhammad Palu, Basir Paputungan, Ainun Putri Aighina Chikita Nanda Rahmayanti Tomasa Rahmayanty, Nurul Rahmi Fajarwati Rasyidin Abdullah Razak, Andi Yulinar Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Rezky Aulia Yusuf Rika Fitrauni Rizki Amelia S, Haeruddin Saman, Ulfa Hi Samsir, Afifah Anan Hardian Samsualam, Samsualam Samsuar Samsuar Sapriadin Saiful Seknun, Amina Shamad, Ishaq Shintia Novotna Katoda Sitti Patimah Sri Rahayu Suparman St. Nurchaliza Damayanti Pratiwi Sudirman, Farah Zhafirah Suharni A. Fachrin Suharni Suharni Sulastri, Armis Suleman, Jihan Friska Putriani Sumarni Sumarni Sundari Sundari Susanti, Anggriani Sutra, Ayu Syamsu, Awaluddin Taslim, Ali Akbar Triana Amaliah Jayanti Triana Amaliah Jayanti Triska Ayu Fitriani Triska Ayu Fitriani Triwahyuningsih, Triwahyuningsih Tsamara, Riqqah Ulfa Sulaeman Ummu Kalsum Muslimin Bando Wahyu Wira Utami, Wahyu Wira Wahyuddin, Ashabul Wahidhan Wiratman, Avita Paradita Yahya, Githa Nurfaridha Yoniko, Vivi Alvionita Yulfikasari YULIATI Yuliati - Yusriani, Yusriani yusuf, Muhammad Rizky adipratama Yusuf, Rezky Aulia Yusuf, Rezky Aulia Zahrawi Astrie Ahkam Zulfarhanah Andi Hamid