Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Biaya Berdasarkan Unit Cost pada Instalasi Rawat Inap Igusti, Nuryanggi; Amelia, A Rizki; Arman, Arman; Yusriani, Yusriani; Suharni, Suharni; Multazam, A M; Muchlis, Nurmiati
Wal'afiat Hospital Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v6i1.201

Abstract

Cost analysis serves as a critical tool for hospital management in evaluating the efficiency of resource utilization. One commonly employed method is unit cost analysis, which supports the assessment of service production processes, determination of break-even points, and formulation of strategic decisions related to service volume and cost control. This study aimed to analyze fixed costs, fixed operational (semi-variable) costs, variable operational costs, total costs, and unit costs in the Inpatient Unit of a Private Hospital in Makassar in 2023. This research adopted an operational research design with a descriptive quantitative approach. The population comprised all financial transactions at the hospital in 2023, with the sample including all transactions associated with inpatient services. The findings showed that the fixed cost amounted to IDR 5,216,229,922, fixed operational cost to IDR 2,811,580,099, and variable operational cost to IDR 3,727,281,560. Total costs, calculated using three different approaches, were IDR 2,915,361,139 (Total Cost I), IDR 1,136,844,781 (Total Cost II), and IDR 650,882,586 (Total Cost III). Unit costs based on the double distribution method were identified as follows: Super VIP – IDR 1,087,677; VIP – IDR 870,775; Class 1 – IDR 654,674; Class 2 – IDR 532,583; and Class 3 – IDR 330,577. The results indicated that unit costs exceeding service tariffs posed a risk of financial loss. Therefore, the study recommends the application of the Activity-Based Costing (ABC) method, the implementation of clinical pathways, and the development of superior service units. Hospitals are encouraged to conduct periodic unit cost analyses and to establish service tariffs rationally, grounded in the outcomes of cost calculations.
Kematian Neonatus Usia 0-28 hari di Kabupaten Pangkep Anas, Novita Sri; Muchlis, Nurmiati; Ahri, Reza Aril
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1234

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian neonatal menjadi indikator untuk menilai derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko kematian neonatus usia 0-28 hari di Kabupaten Pangkep tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi meninggal 0-28 hari dan seluruh ibu yang mempunyai bayi hidup usia 0-28 hari di Kabupaten Pangkep. Jumlah sampel kelompok kasus adalah 40 responden dan jumlah sampel kelompok kontrol adalah 40 responden dengan total 80 sampel. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu metode non probability sampling yaitu Purposive Sampling. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi (1) ibu dengan umur < 20 dan > 35 tahun lebih berisiko 5,74 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu yang berumur 20-35 tahun (CI95%= 5,74). (2) ibu dengan paritas 1 kali dan 5 kali melahirkan lebih berisiko 5,16 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan paritas 2-4 kali melahirkan (CI95%= 5,16) (3) ibu dengan jarak kelahiran < 1 tahun lebih berisiko 7,85 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan jarak kelahiran > 2 tahun (CI95%= 7,85) (4) akses ke pelayanaan Kesehatan tidak berisiko terhadap kematian neonatus (CI95%= 0,81) (5) ibu dengan pengetahuan yang kurang lebih berisiko 5,57 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan pengetahuan yang baik (CI95%= 5,57) (6) ibu dengan pemeriksaan antenatal care yang kurang dari 4 kali lebih berisiko 5,57 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan pemeriksaan antenatal care > 4 kali (CI95%= 52,76) (7) pemeriksaan antenatal care merupakan faktor yang paling berisiko terhadap kematian neonatus dengan nilai Odd Ratio (EXP(B)) yaitu 12,767. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan Bersama masyarakat lebih meningkatkan pemeriksaan kehamilan untuk mencegah tingginya kematian neonatus.
Pengaruh Antara Pengawasan, Kondisi Fisik dan Prosedur Kerja Dengan terjadinya kecelakaan kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar Tahun 2020 angriai, yayu; Jafar, Nurhaedar; Muchlis , Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 1 No. 1 (2020): JANUARY- JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.602 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v1i1.109

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit merupakan salah satu tempat kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi pekerjanya. Kasus yang sering terjadi adalah terkilir, tertusuk jarum suntik, tertusuk jarum abocath, terpeleset, tergores tutup ampul, sakit pinggang, tertimpa benda, terkena arus listrik. Rumah Sakit Bahagia Makassar terdapat beberapa kasus kecelakaan kerja pada perawat seperti terkilir, tertusuk jarum suntik, tertusuk jarum abocath, terpeleset, tergores tutup ampul, sakit pinggang. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunaka metode deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Analisis data dengan menggunakan uji Regresi Logistik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 45 perawat pelaksana. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan sebesar 87% perawat mengalami kecelakaan kerja yang terdiri dari terkilir (47%), tertusuk jarum suntik (67%), tertusuk jarum abacoth (56%), terpeleset (62%), tergores tutup ampul (60%), sakit pinggang (58%). Hasil uji statistic dengan menggunakan uji Regresi Logistik didapati bahwa dari ke tiga variabel yaitu pengawasan diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 3.163 dengan sig. 0,004 (sig <0,05), kondisi fisik fisik diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 2.251 dengan sig. 0,008 (sig<0,05) dan prosedur kerja diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 2.588 dengan sig. 0,002 (sig <0,05) memiliki pengaruh yang signifikan dengan kecelakaan kerja perawat. Kesimpulan: penelitian ini menunjukan Adanya pengaruh yang signifikan antara pengawasan, kondisi Fisik dan Prosedur kerja dengan terjadinya kecelakaan kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar.
Metode Edukasi Discussion Group Melalui Whatsapp Terhadap Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Usia Lanjut Anggota Pronalis yusuf, Muhammad Rizky adipratama; Nurmiati Muchlis; Jasmin Ambar; Yusriani, Yusriani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 1 No. 2 (2020): JULY- DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.79 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v1i2.235

Abstract

Latar belakang: Kesehatan rongga mulut memegang peranan penting dalam mendapatkan kesehatan umum dan kualitas hidup seseorang. Berdasarkan teori Blum, status kesehatan gigi dan mulut seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor penting yaitu keturunan, lingkungan (fisik maupun sosial budaya), perilaku, dan usia. Pada usia lanjut dengan riwayat hipertensi dan DM Tipe 2 sangat sering ditemukan pasien yang datang kedokter gigi dengan keadaan gigi goyang ataupun berlubangyang diakibatkan oleh Oral Hygine buruk. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan usia lanjut tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mengetahui pengaruh edukasi discussion group melalui WhatsApp terhadap pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan studi quasi eksperimental. Metode pengambilan sampel menggunakan exhaustic sampling, dilakukan pada 60 usia lanjut anggota prolanis puskesmas bira dan puskesmas kapasa kota makassar yang telah memenuhi kriteria. Pada pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap usia lanjut ini diukur menggunakan pengisian kuisioner. Hasil: Uji Pearson’s Correlation menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi discussion group melalui Whatsapp terhadap pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut (p= 0,001; p<0,05) dan r=0,429 yang berarti bahwa tingkat korelasi cukup. Kesimpulan: Pemberian edukasi discussion group melalui WhatsApp dapat digunakan sebagai metode edukasi karena berdasarkan hasil penelitian terdapat korelasi yang signifikan antara pemberian edukasi terhadapt peningkatan pengetahuan dengan tingkat korelasi yang cukup.
Pengaruh Kepemimpinan, Organisasi, Tim Peningkatan Mutu Dan Efikasi Diri Terhadap Penilaian Status Akreditasi Puskesmas Di Kota Makassar Tahun 2016-2019 Andri Anwar; Nurmiati Muchlis; Ahri, Reza Aril
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 1 No. 2 (2020): JULY- DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.789 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v1i2.237

Abstract

Latar Belakang: Akreditasi Puskesmas merupakan salah satu penilaian atau evaluasi mutu yang dilakukan oleh badan akreditasi untuk pembinaan peningkatan mutu dan kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan kesehatan masyarakat dan pelayanan klinis, serta penerapan manajemen risiko. Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas diantaranya faktor kepemimpinan, organisasi, tim peningkatan mutu, serta self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, organisasi, dan tim peningkatan mutu dengan self efficacy antara Puskesmas yang terakreditasi Dasar-Madya dengan Puskesmas yang terakreditasi Utama – Paripurna tahun 2016-2019. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan observasional dengan desain cross-sectional study dengan teknik pengambilan sampel berdasarkan kuesioner dan wawancara. Teknik pengambilan sampel menggunakan Exhaustive sampling dengan mengambil semua anggota populasi sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah 46 Puskesmas dengan total responden masing-masing 7 orang per puskesmas sehingga total sampel adalah 322 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Berganda menggunakan program SPSS . Hasil penelitian dari 322 responden menunjukkan nilai signifikansi dibawah 0.05 artinya variabel Kepemimpinan, Organisasi, Tim Peningkatan Mutu dan Self-Efficacy berpengaruh signifikan terhadap terhadap status penilaian Puskesmas yang terakreditasi Dasar-Madya dengan Puskesmas yang terakreditasi Utama – Paripurna tahun 2016-2019. Dan variable organisasi merupakan variable yang paling bermakna berdasarkan hasil Uji Statistik.
Factors Related to Dental Health Service Utilization in Makassar City, Indonesia Triana Amaliah Jayanti; Abdullah, Muhammad Tahir; Muchlis, Nurmiati; Ahri, Reza Aril; Samsualam, Samsualam; Andi Rizki Amelia
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 2 No. 2 (2021): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.933 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v2i2.707

Abstract

  Background: The awareness on dental hygiene among Indonesian is still low. As a result, very limited citizen who visit the dentalcare. Aim: The purpose of this study is to analyze the relationship between behavior determinants with dental health services utilization at Kapasa Health Center. Method: This type of research is analytic observational with a quantitative approach, with a cross sectional approach. The samples were 96 respondents from the community in the working area of ​​Kapasa Health Center. The data were analyzed using chi-square and logistic regression test. Results: The results showed the low utilization of dental health services at Kapasa Health Center (26.0%). The results of the relationship analysis showed that there were relationship between knowledge (p=0.020), perception (p=0,001), attitude (p=0.016), education level (p=0.010), health insurance ownership (p=0,022), family support (p=0.043) with dental health services utilization. There were no relationship between health information (p=0.109), health facilities (p=0.051), health workers support (p=0.435) with dental health services utilization at Kapasa Health Center. Conclusion: The health insurance ownership is the most dominant in the utilization of dental health services at Kapasa Health Center with a value of B is +2.881. The value of B is positive, meaning that if you have health insurance, it will increase the utilization of dental health services at Kapasa Health Center. The value of Exp (B) is 17.835 which means that having health insurance will result in peoples utilize dental health services at public health center which is 17.835 times greater than if does not have health insurance.
Death of Neonates Aged 0-28 days in Pangkep Regency Anas, Novitha Sri; Ahri, Reza Aril; Haeruddin, Haeruddin; Samsualam, Samsualam; Gobel, Fatmah Afrianty; Yusuf, Rezky Aulia; Muchlis, Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i1.1509

Abstract

Background: Nation. Neonatal mortality is an indicator to assess the degree of public health. This study was conducted toanalyze the risk factors for neonatal death aged 0-28 days in Pangkep Regency in 2022. Method: This Study is an observational study with a case control research design. The population in this study was mothers who had babies died 0-28 days and all mothers who had babies lived aged 0-28 days in Pangkep Regency. The sample number of case groups was 40 respondents and the sample number of control groups was 40 respondents with a total of 80 samples. The sampling technique in this study is a non-probability sampling method, namely Purposive Sampling. Results: This study showed that significance values (1) mothers aged < 20 and > 35 years were 5.74 times more likely to experience neonatal death than mothers aged 20-35 years (CI95% = 5.74). (2) mothers with 1-time parity and 5 deliveries were 5.16 times more likely to have neonatal death than mothers with 2-4 deliveries (CI95%= 5.16) (3) mothers with a birth distance of < 1 year were 7.85 times more likely to have neonatal death than mothers with a birth distance of > 2 years (CI95%= 7.85) (4) access to health care was not at risk of neonatal death (CI95%= 0.81) (5) mothers with knowledge who were approximately 5.57 times more likely to experience neonatal death than mothers with good knowledge (CI95%= 5.57) (6) mothers with less than 4 times more than 5.57 times more risk of neonatal death than mothers with antenatal care examination> 4 times (CI95%= 52.76) (7) Antenatal care examination is the most risk factor for neonatal death with an Odd Ratio (EXP(B)) value of 12.767. Suggestion: It is hoped that health workers together with the community will further improve pregnancy screening to prevent high mortality of neonates.
Strategi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sigi : Strategy to Accelerate Stunting Reduction in Sigi Regency Fitrauni, Rika; Muchlis, Nurmiati; Arman, Arman; Haeruddin, Haeruddin; Batara, Andi Surahman; Ahri, Reza Aril
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i1.1520

Abstract

Latar Belakang: Kejadian stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia. Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Berdasarkan data stunting JME, UNICEF World Bank tahun 2020, prevalensi stunting Indonesia berada pada posisi ke 115 dari 151 negara didunia. Angka stunting Indonesia menurun dari 29% pada 2015 menjadi 27.6% pada tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi percepatan penurunan stunting di kabupaten sigi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Informan penelitian sebanyak 13 orang. Hasil: Analisa situasi menggunakan data sebaran stunting sesuai dengan cakupan untuk menentukan lokasi prioritas, selanjutnya ditetapkan 25 Desa sebagai lokasi khusus dalam pelaksanaan aksi konvergensi, menyusun rencana kegiatan berdasarkan matriks hasil Analisa Situasi pada Aksi 1, Rembug stunting menghasilkan komitmen dalam Aksi Percepatan Penurunan Stunting dengan melibatkan seluruh lintas sektor. tersedianya regulasi berupa Peraturan Bupati Sigi Nomor 14 Tahun 2020. Membentuk Kader Pembangunan Manusia. Memiliki data yang menjadi prioritas penanganan stunting. Pengukuran pertumbuhan dan perkembangan dilakukan oleh tenaga kesehatan secara rutin. review kinerja melaporkan aspek-aspek berupa Reviu capaian target output, Reviu serapan anggaran dan Reviu permasalah dan kendala. Kesimpulan: Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi telah melakukan upaya percepatan penurunan stunting dengan melaksanakan pilar strategi penurunan stunting melalui penerapan 8 aksi konvergensi memperlihatkan terjadinya penurunan persentase kasus stunting dalam kurun waktu 1 tahun terakhir dimana tahun 2020 sebesar 16,59% turun menjadi 14,40% ditahun 2021.
Perceived Internal Respect and Level of Religiosity Towards Improving the Performance of Campalagian Community Health Center Marjuni, Nurmaya; Muchlis, Nurmiati; Batara, Andi Surahman
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 2 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i2.1541

Abstract

Background: Perceived Internal Respect and Level of Religiosity Towards Improving the Performance of Campalagian Community Health Center. Aim: Campalagian Health Center is one of the puskesmas that has the largest working area in Polewali Mandar Regency, but observations found perceived internal respect and the level of religiosity in employees are less described, thus affecting performance. The purpose of this study is to analyze the effect of perceived internal respect and the level of religiosity on improving employee performance. Method: Type of quantitative research with a cross sectional approach. The population of 46 permanent employees (ASN) at the Campalagian Health Center, Polewali Mandar Regency with sample selection using total sampling. Results: Respondents were dominated by health worlkers with female gender (89.1%), most of whom had vulnerable ages 36-45 years (60.9%) and D3 graduates (41.3%) also the most length of work was >10 years (65.2%); Perceived internal respect and level of religiosity have a significant effect on improving employee performance (sig value = 0.042<0.05); Based on the magnitude of the influence, a regression coefficient value of 0.144 was found where every increase in perceived internal respect by 1 unit will increase the value of employee performance by 0.144. Conclusion: The need to increase perceived internal respect at the Campalagian Puskesmas Polewali Mandar Regency through cared contribution where the puskesmas needs to appreciate all the contributions and achievements of its employees. Also related to the level of religiosity through ritualism where employees need to believe that one's commitment to religion will be rewarded with good things in life.
Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Kinerja Pegawai di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar: Organizational Citizenship Behavior (OCB) on Employee Performance at Labuang Baji Hospital Makassar Elfandari, Enno; Ahri, Reza Aril; Muchlis, Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1576

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Organisasi perlu melibatkan peran kinerja pegawai, OCB dan kepuasan kerja diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Rumah sakit di dituntut untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi di berbagai sektor yang dibutuhkan oleh pasien terhadap perawat yang memiliki kinerja yang baik di Rumah Sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap Kinerja pegawai di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Metode: Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda yang diolah melalui aplikasi SPSS 26.0. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Altruism (membantu orang lain), Conscientiousness (Kesadaran), Courtesy (Kesopanan) berpengaruh, sedangkan variabel Sportsmanship (Sportivitas) dan Civic Virtue (Kebajikan) tidak berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Secara simultan Organizational Citizenship Behavior (OCB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar Tahun 2023. Kesimpulan Kinerja pegawai rumah sakit sangat bergantung pada sumber daya manusia yang tersedia. Kehadiran personil yang terampil dalam sebuah organisasi dapat secara positif mempengaruhi kinerja karyawan, yang mengarah pada pengembangan Organizational Citizenship Behavior (OCB). OCB mengacu pada perilaku yang melampaui standar yang telah ditetapkan. Rumah sakit memupuk rasa persahabatan yang kuat di antara para pegawai, sehingga dapat memenuhi tanggung jawab pegawai secara efektif sesuai dengan tugas dan posisi yang telah ditetapkan. Abstract Background: Organizations need to involve the role of employee performance, OCB and job satisfaction are needed to achieve these goals. Hospitals are required to provide better services in various sectors needed by patients to nurses who have good performance in the hospital. Objective: This study aims to determine the effect of Organizational Citizenship Behavior (OCB) on employee performance at Labuang Baji Hospital Makassar. Methods: The study used an observational quantitative design with a cross sectional study approach. The number of samples in this study were 31 people. The data analysis technique used is multiple linear regression which is processed through the SPSS 26.0 application. Results: The results showed that partially the variables of Altruism (helping others), Conscientiousness (Awareness), Courtesy (Politeness) had an effect, while the variables of Sportsmanship (Sportsmanship) and Civic Virtue (Virtue) had no effect on Employee Performance at Labuang Baji Hospital Makassar. Simultaneously Organizational Citizenship Behavior (OCB) has a positive and significant effect on Employee Performance at Labuang Baji Hospital Makassar Year 2023. Conclusion: The performance of hospital employees is highly dependent on the available human resources. The presence of skilled personnel in an organization can positively affect employee performance, which leads to the development of Organizational Citizenship Behavior (OCB). OCB refers to behavior that goes beyond established standards. Hospitals foster a strong sense of camaraderie among employees, so as to effectively fulfill employee responsibilities in accordance with established tasks and positions.
Co-Authors A, Aan Andrian Saputra A. Rezki Amalia AP A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia AP A. Rizki Amelia AP Abna, Nurjannah Abna, Nurul Rafiqa Auliyah Achmad Noerkhaerin Putra Agustina Agustini, Tutik Ahmad, Mirna Ahri, Reza Aril Alatas, Idrus Alda Firzia Alfina Baharuddin Alfina Baharuddin Almaida Taurisa Alwi, Muhammad Khidri AM, Amran Rajak Amelia AP, A. Rizki Amelia, A Rizki Amelia, Andi Rizki Amir, Umair Al Amran Razak Amran Razak amrin Anas, Novita Sri Anas, Novitha Sri Andi M. A Yandini Andi Muhammad Multazam Andi Multazam Andi Rizki Amelia Andi Rizki Amelia Andi Surahman Batara Andri Anwar angriai, yayu Annissa Faradilla Anniza Fitrah Muhammad AP, A. Rizki Amelia AP, Andi Rizki Amelia AR, Armin Arifin, Hardiyanti Nur Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arni Rizqiani Rusydi Arni Rizqiani Rusydi Azizah, Wafiq Khalifatul Aznira Nurul Hidayah Baharuddin Semmaila Baharuddin Semmaila Basir Palu Bimo Tejomukti Purwanto Burhanuddin Chalid, Lukman Darmianti Dhea Maharani Dian Ayu Lestari Difa Amru Azzahra Mawardi Dirgahayu Lantara Een Kurnaesih Eka Wahyuni Eka Wahyuni Elfandari, Enno Ella Andayanie Ervina Faisal AR Pelu, Muhammad Fatmah Afrianty Gobel Fauziah, Khafifahtul Feby Triadi Firzia, Alda Fitrauni, Rika Fratiwi, A. Fira H. M. Tahir Abdullah Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hairuddin Hamzah, Wardiah Hariani Haruna, Ria Haerani Hasni Latif Hayatun Nufus Idham Idham Igusti, Nuryanggi Ikhram Hardi S Indah Faradiba Fitriana IRDAWATI Isma Hajriati Jasmin Ambar Labibah, Iffat Nurjihan Laksono Trisnantoro Liskha Ayuningrum Ludfia Ulfa M Ikhtiar Mansur Sididi Mansur Sididi Marjuni, Nurmaya Masriadi Mawaddah, Besse Mirna Ahmad Muh. Ikhtiar Muh. Rifo Rianto Muhammad Anugrah Pratama Muhammad Faisal AR Pelu Muhammad Ikhtiar Muhammad Kidri Alwi Muhammad Nusran Muhammad Tahir Abdullah Multazam, A M Multazam, Andi Multazam, Andi Muh. Nadya, Nur Nasrudin Nasrudin Andi Mappaware Nilam Sahratun Nadira Nisa, Azzahra Khaerun Nur Azizah Nur Azizah Fadilah Tunizah Nur Fadilla Nur Fitriany Sari Nur Khafifah Bardi Nur Setiawati Nuraeni Nuraeni Nurbaeti Nurbaety Nurbaety Nurfadilah, Dewi Nurfardiansyah Burhanuddin Nurgahayu Nurhaedar Jafar Nurhaedar Jafar Nurjannah Nurjannah Nurlena, Nurlena Nurul Kusumadewi Nurul Rahmayanty Nurul Susanti Nurul Susanti Nurwanah, Andi Nuryadin, Alfiyana Ramadhani Nusran, Muhammad Palu, Basir Paputungan, Ainun Putri Adhira Qania Putri Aighina Chikita Nanda Putri Andriani Rahmayanti Tomasa Rahmayanty, Nurul Rahmi Fajarwati Rasyidin Abdullah Razak, Andi Yulinar Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Rezky Aulia Yusuf Rika Fitrauni Rizki Amelia S, Haeruddin Saman, Ulfa Hi Samsir, Afifah Anan Hardian Samsualam, Samsualam Samsuar Samsuar Sapriadin Saiful Seknun, Amina Shamad, Ishaq Shintia Novotna Katoda Sitti Patimah Sri Rahayu Suparman St. Nurchaliza Damayanti Pratiwi Sudirman, Farah Zhafirah Suharni A. Fachrin Suharni Suharni Sulastri, Armis Suleman, Jihan Friska Putriani Sumarni Sumarni Sundari Sundari Susanti, Anggriani Sutra, Ayu Syamsu, Awaluddin Taslim, Ali Akbar Triana Amaliah Jayanti Triana Amaliah Jayanti Triska Ayu Fitriani Triska Ayu Fitriani Triwahyuningsih, Triwahyuningsih Tsamara, Riqqah Ulfa Sulaeman Ummu Kalsum Muslimin Bando Wahyu Wira Utami, Wahyu Wira Wahyuddin, Ashabul Wahidhan Wiratman, Avita Paradita Yahya, Githa Nurfaridha Yoniko, Vivi Alvionita Yulfikasari YULIATI Yuliati - Yusriani, Yusriani yusuf, Muhammad Rizky adipratama Yusuf, Rezky Aulia Yusuf, Rezky Aulia Zahrawi Astrie Ahkam Zulfarhanah Andi Hamid