Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Wawasan Kewirausahaan Berbasis Halal Knowledge di Desa Belapunranga Kec. Parangloe Kab. Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Nusran, Muhammad; Lantara, Dirgahayu; Muchlis, Nurmiati; Faisal AR Pelu, Muhammad
Window of Community Dedication Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v2i2.1767

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan memberikan literasi atau kampanye terkait kewirausahaan halalfood dengan metode ceramah dan diskusi yang diberikan kepada para santri dan pengurus pondok pesantren yangberada dalam lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Hizul Wathan dengan instrumen pengukuran menggunakanpre-test dan post test yang berupa kuesioner. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan jumlah partisipansebanyak 23 orang. Sebelum diberikan pemahaman atau literasi mengenai kewirausahaan halal food, kewirausahaanhalal food pada kegiatan ini dikur dengan menggunakan empat aspek variabel yakni kesadaran halal, penyembelihanhalal, serifikat halal dan kewirausahaan halal, hasil pre-test menunjukkan bahwa nilai terendah untuk aspeksertifikat halal adalah 51 dengan nilai tertinggi sebesar 94 dengan rata-rata niai keseluruhan sebesar 64, kemudianhasil pre-test menunjukkan bahwa nilai terendah untuk aspek penyembelihan halal adalah sebesar 54 dengan nilaitertinggi sebesar 88 dengan rata-rata nilai keseluruhan sebesar 73, kemudian hasil pre-test menunjukkan bahwa nilaiterendah untuk aspek kesadaran halal adalah sebesar 60 dengan nilai tertinggi sebesar 87 dengan rata-rata nilaikeseluruhan sebesar 72, kemudian hasil pre-test menunjukkan bahwa nilai terendah untuk aspek kewirausahaanhalal adalah sebesar 54 dengan nilai tertinggi sebesar 88 dengan rata-rata nilai keseluruhan sebesar 67. Setelahdilakukan penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi, hasil post test menunjukkan nilai rata-rata untukkeseluruhan aspek secara berurutan yakni 97, 96, 95 dan 95. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulanbahwa terjadi kenaikan signifikan (setelah diadakannya pengabidan masyarakat) terhadap pengetahuan masyarakattentang kewirausahaan halal food.
Penerapan Patient Safety Pre-Post Partum di Pelayanan Kesehatan (Studi Kasus RS X di Kota Makassar) Muchlis, Nurmiati; Nasrudin, Nasrudin; Agustini, Tutik; Samsualam, Samsualam
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 5, No 2 (2019): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2019
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.089 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v5i2.151

Abstract

ABSTRAK Kualitas pelayanan kesehatan dapat menentukan kualitas derajat kesehatanmasyarakat. Faktanya, masih terdapat masalah rendahnya kualitas pelayanan yangberdampak pada kesakitan, kecacatan bahkan kematian pada pasien. Penelitian ini bertujuan menggambarkan model penerapan patient safety pre-post partum di RS X Kota Makassar. Informan adalah seluruh petugas kesehatan (bidan, dokter, perawat) yangterlibat dalam penerapan patient safety pre-post partum pada masing-masing tingkatpelayanan kesehatan. Informan kunci yaitu penanggung jawab pelaksanaan pre-postpartum pada masing-masing tingkat pelayanan kesehatan. Jenis penelitian ini evaluatifdengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitan dilakukan di Kota Makassar dan jangkawaktu penelitian selama 6 (enam bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skoringpenerapan patient safety RS X pada assesment risiko memperoleh nilai 4,0 identifikasidan manajemen risiko terhadap pasien memperoleh nilai 3,7. Pelaporan dan analisisinsiden memperoleh nilai 3,3, Kemampuan untuk belajar dan menindaklanjuti insiden 2dan penerapan solusi untuk mengurangi serta meminimalisir risiko memproleh nilai 3,7.Rata-rata skor untuk semua dimensi sebesar 4,0 sedangkan total skoring sebesar 60.Diharapkan manajemen rumah sakit membenahi penerapan patient safety, khususnyapada dimensi kemampuan belajar dan menindaklanjuti insiden. Kata Kunci: Patient Safety, Pre-Post Partum, Pelayanan Kesehatan
The Influence of Professionalism and Organizational Commitment on The Performance of Nurses at The Kertosono Regional Hospital Shintia Novotna Katoda; Nurmiati Muchlis; Yuliati Yuliati
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 1 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i1.17859

Abstract

Because nurse performance has a major impact on the healthcare industry and the standard of hospital services, it is a strategic issue. Maintaining and enhancing nurses' work performance is essential. The purpose of this study is to determine the variables that either directly or indirectly influence nurse performance at Kertosono Regional Hospital, including professionalism, organizational commitment, and job satisfaction. Using Likert scale questionnaires and secondary data gathered from nurse performance assessments, the study used cross-sectional methodologies. This research was conducted at Kertosono Regional Hospital start from May to July 2023. Sample sizes were determined using the Slovin formula, resulting in 140 samples out of 195 total populations. Data were analyzed with smartPLS 3.3, conducting hypothesis testing in two stages: outer model testing for indicator validity and reliability, and inner model testing to confirm hypotheses. The results showed that: professionalism (path coefficient = 0.356, p = 0.000), organizational commitment (path coefficient = 0.330, p = 0.001), and job satisfaction (path coefficient = 0.304, p = 0.002) directly positively impact nurse performance. Additionally, professionalism (path coefficient = 0.261, p = 0.040) and organizational commitment (path coefficient = 0.218, p = 0.047) directly influence nurse performance, mediated by job satisfaction. Indirect effects were observed for professionalism (path coefficient = 0.108, p = 0.015) and organizational commitment (path coefficient = 0.100, p = 0.033) on the effectiveness of nurses through job satisfaction. The study's findings demonstrate that organizational commitment and professionalism have a favorable, considerable impact on nurses' job satisfaction and performance at Kertosono Regional Hospital. Furthermore, job satisfaction has a direct impact on nurses' performance, whereas job satisfaction indirectly influences professionalism and organizational commitment in nurses.  Keywords: Job Satisfaction, Nurse Performance, Organizational Commitment, Professionalism
Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan dan Kepercayaan Pasien Poli Umum di Klinik Medical Specialist Centre Makassar Tahun 2024: The Relationship between Service Quality and Satisfaction and Trust of General Poly Patients at the Makassar Medical Specialist Center Clinic in 2024 AP, A. Rizki Amelia; Nadya, Nur; Gobel, Fatmah Afrianty; Ikhtiar, Muhammad; Multazam, Andi Muhammad; Muchlis, Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1904

Abstract

Abstrak Latar belakang: Semakin tingginya tingkat pendidikan masyarakat menyebabkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya kualitas. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan kualitas pelayanan terhadap kepuasan dan kepercayaan pasien poli umum Klinik I Medical Specialist Centre Makassar 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 820 pasien dan sampel sebanyak 90 pasien yang dipilih dengan cara proportionate stratified random sampling.  Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji regresi logistic berganda. Hasil: Hasil penelitian bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 50 (55,6%), responden yang berusia 30-39 sebanyak 36 (40%), pendidikan SMA sebanyak 43 (47,8%) dan pekerjaan karyawan swasta sebanyak 43 (47,8%). Hasil analisis uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan variabel tangible (p=0,000), reliability (p=0,000), responsiveness (p=0,000), assurance (p=0,000), emphty (p=0,000) terhadap kepuasan pasien dan terdapat hubungan kepuasan pasien (p=0,006) terhadap kepercayaan pasien. Hasil analisis logistic berganda variabel yang memiliki pengaruh adalah tangibles (p=0,008) dan responseveness (p=0,019). Sedangkan variabel yang tidak memiliki pengaruh yaitu reabiality (p=0,942), assurance (p=0,976) dan empthy (p=0,258). Kesimpulan: Kesimpulan bahwa faktor paling dominan mempengaruhi kepuasan pasien adalah resnponseveness dengan nilai (p=0,019) dan nilai Exp(B) sebesar 18.954. Direkomendasikan Klinik dapat mempertahankan kualitas pelayanan dengan memberikan penyediaan layanan serta tenaga medis yang berkompeten dibidangnya masing-masing. Abstract Background: The higher level of public education causes people to become more aware of the importance of quality. Objective: to analyze the relationship between service quality and patient satisfaction and trust at the I Medical Specialist Center Makassar Clinic 2024. Method: This type of research is a quantitative research design cross-sectional. The population of this study was 820 patients and a sample of 90 patients was selected using this method proportionate stratified random sampling.  The collected data was analyzed using multiple logistic regression tests. Results: The research results showed that the majority of respondents were female, 50 (55.6%), 36 (40%) aged 30-39, 43 (47.8%), high school education and 43 (47.8%) private employees. 8%). Analysis results uji chi square shows that there is a variable relationship tangible (p=0,000), reliability (p=0,000), responsiveness (p=0,000), assurance (p=0,000), emphty (p=0.000) on patient satisfaction and the relationship between patient satisfaction (p=0.006) and patient trust. Analysis results multiple logistics variables that have an influence are tangible (p=0.008) and responseveness (p=0.019). Meanwhile, variables that have no influence are: reabiality (p=0,942), assurance (p=0.976) and empthy (p=0,258). Conclusion: The conclusion is that the most dominant factor influencing patient satisfaction is resnponseveness with a value of (p=0.019) and an Exp(B) value) amounting to 18,954. It is recommended that clinics be able to maintain service quality by providing services and medical personnel who are competent in their respective fields.
Pengaruh Perilaku dan Kualitas Layanan Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil di Puskesmas Kabupaten Jeneponto: Influence of Behavior and Service Quality on Dental and Oral Health of Pregnant Women at Jeneponto District Health Center Idham, Idham; Muchlis, Nurmiati; Yuliati, Yuliati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1925

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Peningkatan risiko terjadinya penyakit gigi dan mulut dapat dialami semua individu termasuk ibu hamil. Ibu hamil berisiko terkena karies gigi dan gingivitis. Dimana sebagian besar tidak melakukan kunjungan ke dokter gigi untuk konsultasi atau perawatan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh perilaku dan kualitas layanan terhadap kesehatan gigi dan mulut ibu hamil di puskesmas dengan atau tanpa dokter gigi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan rancangan cross sectinal study. Jumlah populasi 205 dan sampel 128. Penelitian menggunakan kuesioner tentang perilaku meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan serta kualitas layanan dimana kesehatan gigi dan mulut dinilai menggunakan OHI-s dan DMF-T ibu hamil. Uji statistik menggunakan uji Chi-square dan uji beda. Hasil: Hasil penelitian dengan analisis bivariate menunjukkan tidak ada pengaruh perilaku dan kualitas layanan terhadap kesehatan gigi dan mulut ibu hamil kecuali sikap terhadap DMF-T (p=0,020). Namun, terdapat perbedaan yang signifikan penilaian skor sikap (p=0,029) dan indeks DMF-T (p = 0,022) antara kedua puskesmas. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh perilaku dan kualitas layanan terhadap kesehetan gigi dan mulut ibu hamil (p>0,05) dan terdapat perbedaan penilaian sikap dan indeks DMF-T ibu hamil pada puskesmas dengan atau tanpa dokter gigi. Abstract Background: Pregnant women constitute a demographic group at heightened risk for oral diseases, including dental caries and gingivitis. Despite this susceptibility, the majority do not seek regular dental consultations or treatments. Objective: This study aimed to examine the impact of behavioral factors and service quality on the oral health status of pregnant women at public health centers with and without on-site dental practitioners in Jeneponto Regency. Methods: Employing a quantitative observational analytic design and a cross-sectional approach, this study recruited 128 respondents out of a total population of 205 pregnant women. Data were gathered using questionnaires focused on behavior—encompassing knowledge, attitudes, and practices—as well as on service quality. Oral health status was evaluated using the OHI-s (Oral Hygiene Index–Simplified) and the DMF-T (Decayed, Missing, and Filled Teeth) index for pregnant women. Statistical analyses included Chi-square and difference tests. Results: Bivariate analysis revealed no significant influence of either behavioral factors or service quality on the oral health of pregnant women except attitude assessment for DMF-T (p=0,020). Nonetheless, a statistically significant difference was observed between public health centers, specifically in attitude scores (p = 0.029) and DMF-T indices (p = 0.022). Conclusion: Behaviour and service quality do not significantly affect the dental and oral health of pregnant women (p>0.05), and there are disparities in attitude assessment and DMF-T index among pregnant women at public health centers with or without dental professionals.
Analisis Hubungan Manajemen Pengelolaan Stress Kerja dengan Kesehatan Mental pada Perawat dan Dokter di Ruang Rawat Inap Jiwa di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan: Analysis of the Relationship between Work Stress Management and Mental Health in Nurses and Doctors in the Mental Inpatient Room at Dadi Mental Hospital, South Sulawesi Province Azizah, Nur; Ikhtiar, Muhammad; Muchlis, Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1929

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Stress kerja merupakan salah salah pemicu penurunan kesehatan mental yang akan terjadi pada tenaga kesehatan yang bertugas di instalasi rawat inap jiwa baik dari perawat maupun dokter. Perawat kesehatan jiwa lebih menitik beratkan pada kesehatan mental pasien tanpa mengesampingkan keadaan jasmaniahnya. kondisi mental pasien yang labil mengharuskan perawat untuk bersikap sabar  dalam melakukan berbagai macam peranan untuk mengetahui berbagai macam kebutuhan pasien.        Tujuan: untuk mengetahui manajemen pengelolaan stress kerja dengan kesehatan mental perawat dan dokter rawat inap jiwa di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 104 responden. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Ada hubungan antara Stress kerja nilai (p=0,055), Problem Focused Coping (p=0,032), Sedangkan Tidak ada hubungan antara Emotional Focused Coping (p=0,336) terhadap kesehatan mental. Dengan stress kerja perawat dan dokter masuk dalam kategori berat berat sehingga diharapkan RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan memperhatikan Kesehatan mental pihak pihak yang terkain seperti, petugas medis, perawat dan dokter penanggungjawab. Kesimpulan: adanya hubungan antara stress kerja dan kefokusan terhadap masalah dengan Kesehatan mental. Sedangkan tidak adanya hubungan antara kefokusan terhadap emosi dengan Kesehatan mental. ABSTRACT Background: Work stress is one of the triggers for mental health decline that will occur in health workers who work in inpatient mental health installations, both nurses and doctors. Mental health nurses focus more on the mental health of patients without ignoring their physical condition. The unstable mental condition of patients requires nurses to be patient in carrying out various roles to find out the various needs of patients. Objective: to determine the management of work stress management on the mental health of nurses and inpatient mental health doctors at Dadi Regional Hospital, South Sulawesi Province. Method: quantitative research with a cross-sectional study approach. The number of samples was 104 respondents. The sampling technique was purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Results: There is a relationship between Work Stress value (p = 0.055), Problem Focused Coping (p = 0.032), while there is no relationship between Emotional Focused Coping (p = 0.336) to mental health. With the work stress of nurses and doctors included in the heavy category, it is expected that RSKD Dadi, South Sulawesi Province will pay attention to the mental health of the parties involved, such as medical personnel, nurses and doctors in charge. Conclusion: there is a relationship between work stress and focus on problems with mental health. While there is no relationship between focus on emotions with mental health.
Critical Thinking Points Implementasi Fungsi Manajemen Kaitannya dengan Kategori Pencapaian Akreditasi Puskesmas di Kabupaten Wajo Sulsel: Critical Thinking Points Implementation of Management Functions in Relation to the Category of Achievement of Puskesmas Accreditation in Wajo District South Sulawesi A, Aan Andrian Saputra; Muchlis, Nurmiati; Yuliati, Yuliati; AR, Armin
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1939

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas pelayanan yang terstandardisasi semakin tinggi, masyarakat cukup selektif dalam memilih pelayanan kesehatan, fenomenanya justru dengan semakin meningkatnya jumlah sarana pelayanan kesehatan secara kuantitas, ternyata belum sepenuhnya meningkat secara kualitas, meskipun Puskesmas sudah berada pada kategori paripurna, namun berdasarkan pemanfaatan pelayanan masih banyak masyarakat yang kurang minat menggunakan layanan Puskesmas. Puskesmas di Sulawesi Selatan setiap tahun mengalami peningkatan secara kuantitas, namun secara kualitas masih terjadi kesenjangan pencapaian akreditasi antar wilayah kabupaten/kota. Tujuan: Untuk mengeksplorasi critical thinking points implementasi fungsi manajemen kaitannya dengan kategori pencapaian akreditasi Puskesmas di kabupaten Wajo Sulsel. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method desain kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif dengan wawancara mendalam focus group discussion, dan data kuantitatif dengan cross sectional study. Analisis keabsahan data melalui pendekatan triangulasi. Hasil: Dinas kesehatan melalui Puskesmas mengelolah upaya kesehatan sesuai Permenkes No. 44 Tahun 2016 dan dengan membuat surat keputusan dinas kesehatan tentang indikator dan target kinerja puskesmas. Evaluasi implementasi manajemen puskesmas melibatkan aspek strategis, operasional, dan dengan membentuk tim pembina cluster binaan. Kinerja Puskesmas melalui indikator kepuasan masyarakat memiliki pengaruh kecil terhadap capaian akreditasi puskesmas. Self assesment memiliki hubungan erat dan berbanding lurus dengan capaian akreditasi puskesmas. Pengaruh manajemen perencanaan, pengorganisasian, penggerak pelaksana, pengawasan dan pengendalian Puskesmas sangat signifikan terhadap capaian akreditasi puskesmas, dan ini didukung dinas kesehatan kabupaten dengan memberikan pelatihan manajemen kepada seluruh puskesmas, pemetaan Puskesmas berdasarkan penerapan fungsi manajemen dilakukan dengan monitoring perencanaan perbaikan strategis oleh dinas kesehatan kabupaten. ABSTRACT Background: Public awareness regarding the importance of standardized service quality has sharply increased, compelling individuals to be more selective in choosing healthcare services. Although the number of health service facilities has expanded, this quantitative growth has not been accompanied by commensurate improvements in service quality. Even Puskesmas (community health centers) with “paripurna” (comprehensive) accreditation categories still often experience suboptimal utilization rates, indicating persistent challenges in aligning service quality with community needs. Furthermore, the overall accreditation achievement among Puskesmas in South Sulawesi varies significantly across different regencies and municipalities, reflecting ongoing disparities in healthcare quality. Objective: To explore the critical thinking points in the implementation of management functions and their correlation with accreditation categories of Puskesmas in Wajo Regency, South Sulawesi. Method: This type of research is mixed method qualitative and quantitative design, qualitative data with in-depth interviews focus group discussions, and quantitative data with cross sectional studies. Data validity analysis through a triangulation approach. Result: The health office through the health center manages health efforts in accordance with Permenkes No. 44 of 2016 and by making a health office decree on health center performance indicators and targets. Evaluation of the implementation of puskesmas management involves strategic, operational aspects, and by forming a team of cluster supervisors. Puskesmas performance through community satisfaction indicators has little influence on the achievement of puskesmas accreditation. Self-assessment has a close relationship and is directly proportional to the achievement of puskesmas accreditation. The influence of management planning, organizing, driving implementers, supervising and controlling Puskesmas is very significant on the achievement of puskesmas accreditation, and this is supported by the district health office by providing management training to all puskesmas, mapping Puskesmas based on the application of management functions is carried out by monitoring strategic improvement planning by the district health office.
ANALISIS KUALITAS LAYANAN TERHADAP MINAT KUNJUNGAN KEMBALI PASIEN RAWAT INAP DI RSUD DATU PANCAITANA BONE Multazam, Andi Muh.; Sutra, Ayu; Muchlis, Nurmiati
Jurnal Berita Kesehatan Vol 17 No 2 (2024): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i2.185

Abstract

Hasil observasi RSUD Datu Pancaitana Bone menemukan adanya penurunan kunjungan pasien rawatinap dalam 3 bulan terakhir yaitu bulan September, Oktober dan November pada tahun 2023. Masalahlainnya terkait kualitas pelayanan seperti kurangnya informasi terkait alur pelayanan sehingga pasienterkadang merasa bingung dengan alur pelayanan. Sistem antrian yang terkadang membuat pasienkomplain karena terkesan kurang professional. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruhkualitas layanan sumber daya manusia terhadap kepuasan pasien rawat inap di RSUD Datu PancaitanaBone. Jenis penelitian yaitu penelitian kausal komparatif dengan pendekatan kuantitatif melaluisurvey. Populasi yaitu jumlah rata-rata pasien pada bulan Januari dan Februari tahun 2023 sebanyak300 pasien. Jumlah sampel penelitian diambil dengan menggunakan metode purposive sampilingdidapatkan hasil 171 sampel. Data penelitian dianalisis dengan analisis statistik deskriptif untukunivariat dan analisi uji asumsi klasik untuk multivariat. Hasil penelitian menemukan ada pengaruhkepuasan pasien terhadap minat Kembali pasien (????=0,033) terhadap kepuasan pasien rawat inap diRSUD Datu Pancaitana Bone. Diharapkan Fasilitas-fasilitas pendukung seperti sarana dan prasaranakhususnya bagi keluarga pasien rawat inap agar tercipta kepuasan dan minat kunjungan kembali diRSUD Datu Pancaitana Kabupaten Bone.
Pemberdayaan Penguatan Kapasitan Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Menjadi Tajhizul Jenazah Profesional Sesuai Syariah Islam Di Desa Borikamase Nurjannah, Nurjannah; Muchlis, Nurmiati; Setiawati, Nur
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.349

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan peran kapasitas Pengurus TP-PKK sebagai tajhizul jenazah (pada aspek memandikan, mengkfani, menshalati, memakamkan) pada aspek kesehatan dan sesuai tuntunan syariah islam dengan kemampuan menggunakan alat/sarana yang refresentatif. PKM ini terdiri dari 4 (empat) masalah utama yang masing-masing berkaitan dengan masalah pendidikan, sosial budaya & agama, masalah Kesehatan, dan masalah ekonomi, 1) Rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra sebagai tajhizul jenazah sesuai syariah Islam sebagai kewajiban kolektif (Fardhu kifayah) di suatu masyarakat, 2) Belum adanya sarana dan media informasi yang representative untuk pedoman pemulasaran jenazah sebagai media efektif dan efisien dengan menerapkan patient safety sesuai tuntutan syariah Islam. 3) Rendahnya keterampilan mitra dalam pemanfaatan sarana pemulasaran jenazah, dan 4) Belum adanya kemampuan mitra dalam manajerial perencanaan keuangan (masalah ekonomi dan pendidikan). Metode Pendekatan yaitu; pelatihan dan bimbingan teknis, melalui; ceramah, simulasi, microteaching, brainstorming, ice breaking, diskusi tanya-jawab, pre-post test, monitoring evaluasi, problem solving dan studi kasus. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya perubahan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra. Hasil evaluasi ini diperoleh berdasarkan hasil wawancaran, simulasi dan presentasi secara langsung yang dilakukan oleh mitra. Tindaklanjut kegiatan adanya pelaporan dan monitoring serta evaluasi secara berkelanjutan yang dilakukan oleh tim pengabdi. Keterlibatan aktif mitra serta peran stakeholder menjadi kunci utama kesinambungan dari kegiatan ini.
Pemberdayaan Pramuwisata Lokal dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing Wisata Geopark Dunia di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan Muchlis, Nurmiati; Hardi, Ikhram; Syamsu, Awaluddin; Triwahyuningsih, Triwahyuningsih; Nisa, Azzahra Khaerun
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.351

Abstract

Rapat Dewan Council Unesco Global Geopark (UGG) yang digelar di Thailand, Minggu tanggal 4 September 2022, ditetapkan berdasarkan berbagai pertimbangan/konsiderasi sejumlah aspek dari hasill asesement yang telah dilakukan, ditetapkankan bahwa kawasan Maros Geopark resmi menjadi warisan dunia atau UNESCO Global Geopark. Meskipun lokasi wisata ini sudah mendunia namun masih banyak pramuwisata lokal yang masih memiliki kemampuan yang masih kurang dalam menghadapi wisatawan asing. Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan: 1) kesiapan dan kapasitas mitra dalam kemampuan basic safety dan health management, serta transfer teknologi, 2) keterampilan mitra bantuan hidup dasar serta edukasi tentang pencegahan kecelakaan di area wisata, 3) keterampilan advokasi dalam mengatasi masalah sanitasi lingkungan di lokasi wisata, 4) pengetahuan dan keterampilan hospitality dan public speaking kepariwisataan. Diharapkan mampu mengatasi masalah kesehatan, ekonomi, Sosial Kemasyarakatan, dan masalah Teknologi, Komunikasi dan Informasi. Masalah tersebut berdampak pada produksi, manajemen dan pemasaran. metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi/praktik. Mitra dalam kegiatan ini yaitu Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Maros. Adapun tahapan kegiatan terdiri dari sosialisasi, pelaksanaan pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra. Peningkatan pengetahuan mitra meningkat dari 63% menjadi 85% setelah dilakukan pelatihan. Selain itu, terdapat peningkatan keterampilan manajemen kesehatan dan keselamatan mitra di tempat wisata.
Co-Authors A, Aan Andrian Saputra A. Rezki Amalia AP A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia AP A. Rizki Amelia AP Abna, Nurjannah Abna, Nurul Rafiqa Auliyah Achmad Noerkhaerin Putra Agustina Agustini, Tutik Ahmad, Mirna Ahri, Reza Aril Alatas, Idrus Alda Firzia Alfina Baharuddin Alfina Baharuddin Almaida Taurisa Alwi, Muhammad Khidri AM, Amran Rajak Amelia AP, A. Rizki Amelia, A Rizki Amelia, Andi Rizki Amir, Umair Al Amran Razak Amran Razak amrin Anas, Novita Sri Anas, Novitha Sri Andi M. A Yandini Andi Muhammad Multazam Andi Multazam Andi Rizki Amelia Andi Rizki Amelia Andri Anwar angriai, yayu Annissa Faradilla Anniza Fitrah Muhammad AP, A. Rizki Amelia AP, Andi Rizki Amelia AR, Armin Arifin, Hardiyanti Nur Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arni Rizqiani Rusydi Arni Rizqiani Rusydi Azizah, Wafiq Khalifatul Aznira Nurul Hidayah Baharuddin Semmaila Baharuddin Semmaila Basir Palu Bimo Tejomukti Purwanto Burhanuddin Chalid, Lukman Darmianti Dhea Maharani Dian Ayu Lestari Dirgahayu Lantara Een Kurnaesih Eka Wahyuni Eka Wahyuni Elfandari, Enno Ella Andayanie Ervina Faisal AR Pelu, Muhammad Fatmah Afrianty Gobel Fauziah, Khafifahtul Feby Triadi Firzia, Alda Fitrauni, Rika Fratiwi, A. Fira H. M. Tahir Abdullah Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hairuddin Hamzah, Wardiah Hariani Haruna, Ria Haerani Hasni Latif Hayatun Nufus Idham Idham Igusti, Nuryanggi Ikhram Hardi S Indah Faradiba Fitriana IRDAWATI Isma Hajriati Jasmin Ambar Labibah, Iffat Nurjihan Laksono Trisnantoro Liskha Ayuningrum Ludfia Ulfa M Ikhtiar Mansur Sididi Mansur Sididi Marjuni, Nurmaya Masriadi Mawaddah, Besse Mirna Ahmad Muh. Ikhtiar Muh. Rifo Rianto Muhammad Anugrah Pratama Muhammad Faisal AR Pelu Muhammad Ikhtiar Muhammad Kidri Alwi Muhammad Nusran Muhammad Tahir Abdullah Multazam, A M Multazam, Andi Multazam, Andi Muh. Nadya, Nur Nasrudin Nasrudin Andi Mappaware Nilam Sahratun Nadira Nisa, Azzahra Khaerun Nur Azizah Nur Azizah Fadilah Tunizah Nur Fadilla Nur Fitriany Sari Nur Khafifah Bardi Nur Setiawati Nuraeni Nuraeni Nurbaeti Nurbaety Nurbaety Nurfadilah, Dewi Nurfardiansyah Burhanuddin Nurgahayu Nurhaedar Jafar Nurhaedar Jafar Nurjannah Nurjannah Nurlena, Nurlena Nurul Kusumadewi Nurul Rahmayanty Nurul Susanti Nurul Susanti Nurwanah, Andi Nuryadin, Alfiyana Ramadhani Nusran, Muhammad Palu, Basir Paputungan, Ainun Putri Aighina Chikita Nanda Rahmayanti Tomasa Rahmayanty, Nurul Rahmi Fajarwati Rasyidin Abdullah Razak, Andi Yulinar Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Rezky Aulia Yusuf Rika Fitrauni Rizki Amelia S, Haeruddin Saman, Ulfa Hi Samsir, Afifah Anan Hardian Samsualam, Samsualam Samsuar Samsuar Sapriadin Saiful Seknun, Amina Shamad, Ishaq Shintia Novotna Katoda Sitti Patimah Sri Rahayu Suparman St. Nurchaliza Damayanti Pratiwi Sudirman, Farah Zhafirah Suharni A. Fachrin Suharni Suharni Sulastri, Armis Suleman, Jihan Friska Putriani Sumarni Sumarni Sundari Sundari Susanti, Anggriani Sutra, Ayu Syamsu, Awaluddin Taslim, Ali Akbar Triana Amaliah Jayanti Triana Amaliah Jayanti Triska Ayu Fitriani Triska Ayu Fitriani Triwahyuningsih, Triwahyuningsih Tsamara, Riqqah Ulfa Sulaeman Ummu Kalsum Muslimin Bando Wahyu Wira Utami, Wahyu Wira Wahyuddin, Ashabul Wahidhan Wiratman, Avita Paradita Yahya, Githa Nurfaridha Yoniko, Vivi Alvionita Yulfikasari YULIATI Yuliati - Yusriani, Yusriani yusuf, Muhammad Rizky adipratama Yusuf, Rezky Aulia Yusuf, Rezky Aulia Zahrawi Astrie Ahkam Zulfarhanah Andi Hamid