Claim Missing Document
Check
Articles

Prevalensi dan Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres pada Siswa Polisi Ellyani, Ellyani; Abdullah, Asnawi; Marthoenis, Marthoenis
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i04.3930

Abstract

Tingkat stres yang tinggi di kalangan siswa polisi akibat tekanan fisik, mental, dan akademik yang intensif dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka serta kesiapan dalam menjalani tugas kepolisian di masa depan. Apabila seseorang memiliki tingkat stres yang tinggi, berindikasi dapat mempengaruhi perilaku dan berdampak terhadap penurunan prestasi akademik siswa kepolisisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor -faktor yang mempengaruhi tingkat stres dan dan strategi koping pada Siswa Sekolah Kepolisian Polda Aceh. Penelitian ini bersifat cross-sectional, dengan Total Sampling terhadap seluruh 257 siswa SPN Polda Aceh. Data dikumpulkan melalui pembagian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel dukungan sosial (OR= 2,17; 95% CI= 1.11-4.24; p=0.0184), konflik dengan pengasuh (OR= 1,77; 95% CI=1.01-3.11; p=0,044),), kelelahan fisik (OR=3,61 dan 3,78; 95% CI= 1.49-8.73 dan 1.61-8.86 p=0.004 dan 0.002), dan strategi koping (OR= 2,39; 95% CI= 1.04-5.47; p=0.0307) memiliki hubungan dengan tingkat stres pada siswa Polisi. Kelelahan fisik menjadi faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat stres siswa SPN sehingga diharapkan siswa polisi perlu menjaga pola tidur dan istirahat yang cukup untuk memulihkan energi tubuh akibat kelelahan fisik.
FAKTOR PENYEBARAN KASUS FILARIASIS DI KABUPATEN ASAHAN Usalma, Usfiandinata; Abdullah, Asnawi; Aletta, Alma
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i2.904

Abstract

Latar Belakang: Filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Berdasarkan data profil Dinas Kesehatan Asahan Sumatera Utara kasus filariasis terbanyak pada tahun 2014 berjumlah 33 orang, tahun 2015 meningkat menjadi 36 orang, tahun 2016 sebanyak 38 orang, tahun 2017 sebanyak 40 orang dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 41 orang. Penyebabnya tidak memiliki akses air bersih, sanitasi memadai, dan perumahan ynag tidak layak huni. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan study case control yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2019 di Wilayah Kerja Puskesmas Dinas Kabupaten Asahan. Sampel dalam penelitian ini ada penderita filariasis sebanyak 41 orang (kelompok kasus) dan 41 orang yang tidak menderita filariasis (kelompok kontrol). Hasil: Hasil penelitian diketahui ada hubungan dengan tidak menggunakan kawat kassa (p-value 0.002), tidak menggunakan plafon rumah (p-value 0.001), kebiasaan melakukan pekerjaan pada malam hari (p-value 0.002), tidak menggunakan kelambu (p-value 0.001) dan tidak menggunakan obat anti nyamuk (p-value 0.0001) dengan penyebaran filariasis di Kabupaten Asahan. Saran: Kepada pihak Dinas Kesehatan Asahan perlunya sosialisasi terkait pencegahan dan pengobatan filariasis, begitu juga dengan masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumahnya dan melindungi diri dari gigitan nyamuk.
FAKTOR TERJADINYA PENULARAN TB KONTAK SERUMAH DI KABUPATEN ACEH BESAR Syahputri, Evy; Abdullah, Asnawi; Ismail, Nizam
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i2.899

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2017 di seluruh Provinsi Aceh ditemukan jumlah kasus baru BTA positif (BTA+) sebanyak 3.410 kasus. Kejadian TB paru di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2016 terdapat 296 orang penderita, kemudian pada tahun 2017 diketahui adanya peningkatan kasus TB paru menjadi 312 orang dan kasus TB paru kembali meningkat pada tahun 2018 menjadi 483 kasus, Puskesmas Ingin Jaya, Baitussalam dan Kuta Baro merupakan Puskesmas dengan kasus TB terbanyak. Faktor risiko penularan tuberkulosis adalah faktor lingkungan dan faktor perilaku. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan study case control yang dilakukan pada bulan Agustus 2019 di Puskesmas Ingin jaya, Kuta Baro dan Baitussalam. Partisipan dalam penelitian ini adalah penderita TB dugaan kontak serumah sebanyak 14 orang (kelompok case) dan 42 penderita TB non kontak serumah (kelompok kontrol). Hasil: Hasil penelitian diketahui ada hubungan dengan lama kontak dengan penderita (p value 0.013), kepatuhan minum obat (p value 0.015), kebiasaan buang dahak/batuk (p value 0.007), ventilasi rumah (p value 0.005), kepadatan hunian (p value 0.012) dan status gizi (p value 0.012) dengan terjadinya penularan TB kontak serumah di 3 wilayah kerja Puskesmas. Saran: Disarankan kepada Seksi Program Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Aceh Besar agar dapat membuat suatu kebijakan dalam pengobatan TB paru.
SOCIODEMOGRAPHIC RELATIONSHIP AND HISTORY OF CONCOMITANT DISEASES WITH CORONARY HEART DISEASE IN ACEH PROVINCE (SECONDARY DATA RISKESDAS 2018) Naimah, Naimah; Abdullah, Asnawi; Ichwansyah, Fahmi
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i1.1070

Abstract

Background: Coronary Heart Disease (CHD) in Indonesia, especially Aceh Province, is the number one contributor to death at this time. The prevalence of CHD by province at the age ? 15 years was reported that Aceh ranks in the top two with the highest CHD provinces (D 0.7% and D/G 2.3%). This research needs to be analyzed further aimed to determine the determinants of CHD in Aceh Province because CHD in Indonesia is one of the main problems most noticed by the government. Various programs to anticipate and find solutions of health problems, especially CHD has beeen made for the good of the people of Indonesia. Methods: Further analysis of this secondary data is descriptive analytic using cross-sectional design. The research location in Aceh Province was conducted in May-June 2013. The secondary data was reprocessed by researchers in 2019. The population and samples in this study were 11.617 households and 40,951 household members. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis. Result: The results showed that there is a relationship between age and coronary heart disease (p value 0.001), gender (p value 0.001), low education level (p value 0.002), employment status (p value 0.008), Diabetes mellitus (p value 0.001), hypertension (p value 0.001), and smoking (p value 0.0001). Recommendation: It is hoped that the provincial government implements the No Smoking Area (KTR) policy in every public area such as schools, terminals, hospitals and create qanuns that truly public health precision.
RISK FACTORS ASSOCIATED WITH PULMONARY TB INCIDENCE IN CHILDREN IN BANDA ACEH Novita, Riska; Abdullah, Asnawi; Hermasnyah, Hermasnyah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i1.1066

Abstract

Background: Pulmonary TB in children is still a serious public health problem in Aceh Province, this can be seen from the increase in cases in the last three years that are suspected to be related to immunization status, nutritional status, income, knowledge, the presence of TB sufferers, occupancy density and exposure to cigarette smoke. This study aims to determine the risk factors associated with pulmonary TB incidence in children in Banda Aceh. Method: This research is an analytic observational study using a case control design. The population in this study was children suffering from pulmonary TB in Banda Aceh as many as 30 respondents. Using a ratio of 1:2 comparison, the research sample of 90 respondents consisted of 30 cases and 60 controls. Data collection was conducted from 15 October to 15 December, conducted in the respondent's home. Data analysis using conditional multiple logistic regression test. Results: Risk factors associated with pulmonary TB in childrenare: the employment of self-employed fathers (p=0.046; OR=2.7; 95% CI: 1.01-7.50), low income (p=0.046; OR=2.7; 95% CI: 1.01-7.50), the presence of TB patients in home (p=0.001; OR=31; 95% CI: 4.11-234), cigarette smoke exposure (p=0.004; OR=4; 95% CI: 1.54-10.3), no BCG immunization (p=0.023; OR=4.6; 95% CI: 1.23-17.2), malnutrition status with the occurrence of pulmonary TB in children in Banda Aceh (p=0.002; OR=5.9; 95% CI: 1.93-18.5). The results of the multivariate analysis concluded that the tendency of pulmonary TB in children in the city of Banda Aceh to occur in the presence of TB patients at home was almost 4 times more dominant than other variables. Recommendation: To Banda Aceh Health Office in order to increase the number of pulmonary TB screening in children, especially in children with parents who suffer from pulmonary TB.
THE RELATIONSHIP OF LOW BIRTH WEIGHT (LBW) WITH DEATH NEONATAL IN INDONESIA (2017 IDHS DATA ANALYSIS) Rostina, Rostina; Arlianti, Nopa; Abdullah, Asnawi
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v8i1.1566

Abstract

Background: Neonatal mortality is a reflection of a country's health status and until now, health development is still an important government program. The purpose of this study was to determine the relationship between Low Birth Weight (LBW) and neonatal mortality in Indonesia after confounding factors (education, household wealth index, age, smoking, parity, birth spacing, antenatal visits and history of abortion) were controlled and to determine the size of Population Attributable Risk of LBW to neonatal mortality in Indonesia. Indonesia 2017. Methods: The design of this research was cross-sectional with multivariate logistic regression analysis using secondary data from the 2017 IDHS. The sample in this study were women who had been married and gave birth to live babies from 2012-2017 as many as 16.343 samples. Results: The study showed that there is a relationship between LBW and neonatal mortality (OR=6.79, 95% CI=4.98-9.26, p value=0.000). Then the dominant factor that is most related to neonatal mortality is LBW with a p value of 0.000 and parity with a p value of 0.005. Conclusion: In order to reduce neonatal mortality, it is hoped that the government and the society can play an active role in reducing and controlling LBW by increasing antenatal care. As well as encouraging pregnant women to check their pregnancies and deliveries by skilled health workers.
Hubungan Durasi Tidur, Merokok Dan Kebiasaan Minum Kopi Dengan Tekanan Darah Pada Supir Bus Di Terminal Loket Kota Banda Aceh Tahun 2023 Fitri, Rahmi Ayu; Abdullah, Asnawi; Ramadhaniah, Ramadhaniah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3419

Abstract

Hipertensi masih menjadi permasalahan yang cukup serius di dunia dan perlu untuk terus diteliti pada bidang kesehatan karena menjadi pintu bagi munculnya penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal ginjal, stroke dan lainnya. Banyak faktor yang mempengaruhi hipertensi namun faktor yang berkaitan dengan durasi tidur, merokok dan minum kopi belum banyak dianalisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah ada hubungan antara durasi tidur, merokok dan kebiasaan minum kopi dengan tekanan darah pada supir. Analisis hipertensi dilakukan pada supir bus menggunakan kuesioner serta wawancara dan pemeriksaan tekanan darah secara langsung menggunakan tensi digital (Sphygmomanometer). Jenis penelitian ini cross sectional deskriptip analitik dengan menggunakan teknik accidental sampling. sejumlah 74 orang supir bus diambil sebagai sampel penelitian ini, dan dilaksanakan di Terminal Loket Banda Aceh mulai tanggal 04-18 Februari 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supir yang menjadi suspek hipertensi sebesar 62,16%. Hasil uji regresi logistic diperoleh hasil tidak ada hubungan antara durasi tidur (P value = 0.075 ; OR=1,639), merokok (P value = 0,714 ; OR= 1.343) dan kebiasaan minum kopi (P value =0,648 ; OR=1,4) dengan tekanan darah. Disarankan kepada pengelola loket yang di terminal mengadakan pemeriksaan kesehatan berkala mengenai tekanan darah, dan mengupayakan promosi kesehatan tentang gaya hidup sehat. Kata kunci : Durasi Tidur, Merokok, Minum Kopi, Hipertensi Hypertension is still a serious problem in the world and needs to continue to be researched in the health sector because it is the door to the emergence ofa cardiovascular diseases such as heart attacks, kidney failure, stroke and others. Many factors influence hypertension, but factors related to sleep duration, smoking and drinking coffee have not been widely analyzed. The aim of this study was to prove whether there is a relationship between sleep duration, smoking and coffee drinking habits and blood pressure in drivers. Hypertension analysis was carried out on bus drivers using questionnaires and interviews and directly checking the respondents' blood pressure using a digital blood pressure monitor (sphygmomanometer). This type of research is cross sectional descriptive analytical using accidental sampling techniques. A total of 74 bus drivers were taken as samples for this research, and it was carried out at the Banda Aceh counter terminal from 04 - 18 February 2023. The results of this study showed that 62.16% of the drivers were suspected of having hypertension. The results of the logistic regression test showed that there was no relationship between sleep duration (P value = 0.075; OR= 1.639), smoking (P value = 0.714; OR = 1.343), and coffee drinking habits (p value = 0.648; OR= 1.4) with blood pressure. It is recommended that counter managers at the terminal carry out regular health checks regarding blood pressure, and strive for health promotion regarding a healthy lifestyle. Keywords: sleep duration, smoking, coffee drinking habits, hypertension
Pengalaman pasien dengan tuberkulosis multi-drug resistant (TB- MDR) Hastuti, Sastri; Abdullah, Asnawi; Marthoenis, Marthoenis; Maidar, Maidar; Zakaria, Radhiah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1872

Abstract

Background: Multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) not only impacts physical health but also triggers psychological disorders due to the lengthy treatment process, social stigma, and limited mental health support services. This puts patients at high risk for anxiety, stress, and depression. Purpose: To explore the experiences of patients with multi-drug resistant tuberculosis (MDR-TB). Method: A qualitative design with a phenomenological approach. Data were obtained through in-depth interviews with seven MDR-TB patients, three family members, and two healthcare workers in Bireuen Regency, Aceh. Data analysis used Huberman's model, including reduction, presentation, and conclusion drawing with source triangulation. Results: The study identified five main themes: stressors, mental health conditions, coping strategies, family perspectives, and healthcare professionals' perceptions. Patients experienced anxiety, uncertainty about recovery, social stigma, economic constraints, and severe medication side effects. Family support, religious approaches, and adequate information proved crucial in helping patients cope with psychological distress. Conclusion: MDR-TB patients face significant mental burdens, while psychosocial support services in healthcare facilities remain limited. Strengthening education, family support, and integrating mental health services are needed to improve the quality of life and treatment adherence of MDR-TB patients.   Keywords: Coping Strategies; Family Support; Mental Health; Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB); Social Stigma.   Pendahuluan: Tuberkulosis Multi-Drug Resistant (TB-MDR) tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memicu gangguan psikologis akibat proses pengobatan yang panjang, stigma sosial, serta keterbatasan layanan pendampingan mental. Kondisi ini menempatkan pasien pada risiko tinggi mengalami kecemasan, stres, dan depresi. Tujuan: Untuk mengeksplorasi pengalaman pasien dengan tuberkulosis multi-drug resistant (TB- MDR). Metode: Desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tujuh pasien TB-MDR, tiga anggota keluarga, dan dua tenaga kesehatan di Kabupaten Bireuen, Aceh. Analisis data menggunakan model Huberman meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil: Ditemukan lima tema utama, yaitu faktor penyebab stres, kondisi kesehatan mental, strategi koping, pandangan keluarga, serta persepsi tenaga kesehatan. Pasien mengalami kecemasan, ketidakpastian kesembuhan, stigma sosial, keterbatasan ekonomi, serta efek samping obat yang berat. Dukungan keluarga, pendekatan religius, dan informasi yang memadai terbukti berperan penting dalam membantu pasien mengatasi tekanan psikologis. Simpulan: Pasien TB resisten multidrug (TB-MDR) menghadapi beban mental yang signifikan, sementara layanan dukungan psikososial di fasilitas kesehatan masih terbatas. Penguatan pendidikan, dukungan keluarga, dan integrasi layanan kesehatan mental diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kepatuhan pengobatan pasien TB-MDR.   Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Kesehatan Mental; Multidrug-Resistant Tuberculosis (TB-MDR); Stigma Sosial; Strategi Koping.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Unmeet Need KB Pada Pasangan Subur Di Perkotaan Dan Perdesaan Di Indonesia (Analisis Lanjut SDKI 2017) Zaluchu, Putri Sion; Abdullah, Asnawi; Agustina, Agustina
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i4.958

Abstract

Program Keluarga Berencana di Indonesia dianggap sebagai salah satu cara yan efektif untuk mengedalikan populasi dan meningkatkan kesejahteraan kesehatan ibu dan anak. Namun, seperti banyak negara berkembang lainnya di dunia, kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi masih ada di negara ini. Berdasarkan data SDKI 2017, kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi diantara wanita kawin sebesar 11% di daerah perkotaan sedangkan wanita kawin di perdesaan sebesar 10%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Unmet Need KB pada Pasangan Usia Subur di Perkotaan dan Perdesaan di Indonesia.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PUS sebanyak 8.838 responden. Sampel yang digunakan adalah seluruh populasi. Analisis data menggunakan uji regresi logistic dengan Stata 16.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak Unmet Need sebanyak 7.623 atau sebesar 87,97% , sedangkan yang Unmet Need KB sebanyak 1.215 atau sebesar 12,03%. Berdasarkan hasil analisis bivariat diketahui bahwa variabel daerah tempat tinggal tidak berpengaruh dengan kejadian unmet need kb di Indonesia diperoleh p value sebesar 0,474, hasil uji multivariat menunjukkan bahwa variabel dukungan suami merupakan variabel yang paling berpengaruh diperoleh p value sebesar 0,001 dan OR=7,01 Terhadap kejadian unmet need KB di Indonesia.Diharapkan kepada PUS agar dapat meningkatkan kesadaran pentingnya program keluarga berencana untuk mencegah kehamilan yang tidak diingankan, mengurangi risiko tindakan aborsi, serta mengurangi risiko kematian ibu dan anak.
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyakit Cacingan Pada Murid Di Sekolah Dasar Negeri 18 Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh Tahun 2022 Maulina, Yuli; Ak, Zulkifli; Abdullah, Asnawi
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1210

Abstract

Penyakit kecacingan banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi terutama pada kelompok masyarakat dengan kebersihan diri dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Usia Sekolah Dasar merupakan golongan yang sering terkena infeksi kecacingan karena sering berhubungan dengan tanah. Salah satu penyakit kecacingan adalah penyakit cacing usus yang ditularkan melalui tanah atau sering disebut soil transmitted helminths. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini pada murid di Sekolah Dasar Negeri 18 Kota Banda Aceh berjumlah 65 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tekhnik total population dan diperoleh sampel sebanyak 65 orang responden. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 25 Februari sampai dengan 01 bulan Maret Tahun 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji chi- square. Penelitian menunjukkan bahwa 67,7% murid tidak cacingan, 60,0% murid tidak ada mencuci tangan, 60,0% murid tidak ada memotong kuku, 66,2% murid ada bermain ditanah, 75,4% murid tidak ada jajan sembarangan. Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan ada hubungan antara mencuci tangan (p-value=0,001), memotong kuku (p-value=0,004), bermain ditanah (p-value=0,000), jajan sembarangan (p-value=0,000) dengan penyakit cacingan pada murid di Sekolah Dasar Negeri 18 Kota Banda Aceh Tahun 2022.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi, Naufal Abdul Majid Abdullah Lawang, Karimuddin Adamy, Aulina Adilla, Zahara Afrida, Maina Agustina Ak, Zulkifli Aletta, Alma Alfian Alfian Ali, Marlizar Amin Haris, Amin Amin Harris Amiruddin Amiruddin Ananda, Nurul Arifin, Vera Nazhira Aripin Ahmad, Aripin Ariscasari, Putri Ariska, Tasya Arizin, Vera Nazira Arlianti, Nopa Aryandi Darwis Aslam Nur Asrar, Qatratul Aulia, Nia Aulina Adami Aulina Adamy Azqia, Azqia Baharuddin, Dharina Bakhtiar Bakhtiar Basri Aramico, Basri Cahyani, Amelia Regita Cholila, Cholila Desi Desi, Desi Dharina, Dharina Dian Rahayu Dorista, Eva Ede Surya Darmawan Ellyani Ellyani, Ellyani Emiliani, Emiliani Erwiyanti, Serly Nurfajri Fahmi Ichwansyah Faisal Abdurahman Faisal Faisal Fajriana, Eulisa Farrah Fahdhienie Fauza, Riska Fitri, Rahmi Ayu Fitrini, Tria Anggita Fonna, Zahara Hafnidar A. Rani Hafnidar, Hafnidar Hajjah, Hajjah Hanis, Nonong Haryati, Wiwin Hasnur, Hanifah Hastuti, Sastri Hayatun Nufus Henni Fitriani Heramuliati, Heramuliati Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hermasnyah, Hermasnyah Hidayat, Melania Ichwansyah, Fachmi Iin Fitraniar Irwan Saputra Ismail, Nizam Isnaini Isnaini Isnani, Ayu Jauhari, Julianti Kacandra, Wahyu Kamila, Saufa Tasyaul Khairunnisa Khairunnisa Lahmudinur, Lahmudinur Liana, Leni Lisnayana, Lisnayana M. Erfin Febrian M. Marthoenis Maghfirah Maghfirah Maidar Maidar Maidar Maidar, Maidar Maidar, Maidar Maifrizal, Maifrizal Marlina Maulidayani, Maulidayani Maulidya, Rizki Maulina, Yuli Maulinasari, Maulinasari Mawaddah, Husnul Melfira, Roza Meutia Zahara Miftahul Jannah Milana, Shintya Mudar, Andi Nadir Muhammad Fadhil Muhammad Nasir Muhammad Saleh Muhammad Yasir Munandar Munandar Munandar, Arief Murida, Eva Mursalin . Mushaddiq, Muhammad Mustafa Kamal N. Nurjanah Naimah Naimah Nauval, M. Dharma Nelli Harisah Nisa, Nurul Hafizatun Novianti, Hernia Novita Novita Novita, Riska Noviyanti, Rini Nur Kholis Nurhayati Nurhayati Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Pamaila, Sri Reski Putri Pulungan, Indah Rizky Putri, Anggre Paramitha Putri, Anisha Sahfira Rahma, Viyola Rahmadiana, Rahmadiana Raihan, Siti Luluk Ramadhani, Gadis Amaniar Ramadhaniah, Ramadhaniah Rani, Hafnidar Ar Rasmi, Rika Irma Ridwan Amiruddin Rita Mutia Rony, Zahara Tussoleha Rostina Rostina Safriadi Safriadi, Safriadi Saputra, Irwan Sari, Shinta Maya Silviana, Rina Siti Fatimah Sugisni, Susi Suhermawan, Suhermawan Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulfira Mulia, Syarifah Syaharasyi, Rayyan Syahputri, Evy Syahrul, Fatahillah Tahara Dilla Santi Tari, Nadalia Indah Toguan, Zulfikri Tri Tarwiyani Usalma, Usfiandinata Usman, Said Utama, Imam Utari, Widya Nada Wardiati, Wardiati Wulandari, Gusti Yanti, Cut Aini Fauzi Yusuf, Nazira Zahara, Amelia Zakaria, Radhiah Zakaria, Radiah Zaluchu, Putri Sion