Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI JUS APEL HIJAU (Malus domestica ) DAN PARE (Momordica charantia) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague Dawley JANTAN MODEL DIABETES MELITUS M. Aqmal Hidayah; Helmi Ismunandar; Khairunnisa Berawi; Indri Windarti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Diabates Mellitus (DM) terjadi karena defisiensi insulin yang diproduksi pankreas. Fungsi endokrin oleh sel Langerhans menghasilkan hormon glukagon dan insulin yang berperanan ketika tubuh hipoglikemia maka terjadi glikogenelisis di hati. Apel memiliki pektin yang berpotensi menurunkan glukosa darah sedangkan pare saponin, flavonoid, polifenol, dan vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang bertujuan menangkal radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus apel hijau  dan pare terhadap gambaran histopatologi pankreas tikus putih jantan model diabetes melitus. Metode Penelitian : Penelitian ini eksperimental desain post test only control group design. Jumlah sampel 25 ekor tikus putih dibagi 5 kelompok yaitu KN (diet standar), K- (aloksan 150 mg/KgBB), P1(aloksan+ jus pare 50 mg/KgBB), P2 (aloksan+jus apel 3,25 g/KgBB), P3(aloksan+jus apel 20 mg/KgBB+jus pare 20 mg/KgBB). Pemeriksaan kadar glukosa darah digunakan glukometer dan pemeriksaan gambaran histopatologi.Hasil Penelitian: Rerata glukosa darah didapatkan KN= 80  K- = 413,3,  P1= 254,4, P2= 171, P3=232,6. Jumlah pulau langerhans rerata KN=29,2, K- = 6, P1=7,8,  P2=13,6, P3=9,2 Kruskal Wallis p=0,003. Rerata pulau yaitu KN=5.489,9 µm2, K- =18.497,5 µm2, P1=7.416,6 µm2, P2=10.125,7 µm2, P3=8.715,4 µm2, uji One Way ANOVA nilai p= 0,000Simpulan: Penelitian ini disimpulkan terdapat pengaruh jus apel terhadap kadar glukosa darah dan gambaran histopatologi pankreas tikus putih (jantan model diabetes melitus, sedangkan jus pare dan kombinasi jus apel dan pare tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar glukosa dan gambaran histopatologi tikus putih. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Apel, Pare,Pankreas
Gambaran Subtipe Molekuler Kanker Payudara di Indonesia Nurmayeni Nurmayeni; Indri Windarti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker tersering pada perempuan di seluruh dunia pada tahun 2020. Pasien kanker payudara secara global pada tahun 2020 tercatat mencapai angka 2,3 juta dan 685.000 mengalami kematian akibat kanker payudara. Pada tahun 2020 jumlah kasus baru kanker payudara di Indonesia sebanyak 68.585 kasus. Kanker payudara merupakan penyakit yang heterogen, terdiri dari beberapa subtipe molekuler yaitu luminal A, Luminal B, HER2+, TNBC.  Tiapsubtipe kanker payudara memiliki prognosis yang berbeda-beda. Penelitian yang dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2016-2021 dan penelitian lain yang dilakukan di RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, Jawa Tengah tahun 2019 memiliki hasil yang hampir serupa yaitu subtipe dominan yang ditemukan adalah luminal B. Tiga penelitian yang dilakukan di RSUP Sanglah Bali periode 2003-2012, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo periode Januari – Desember 2019, RS Dr. Sardjito periode 2013-2018 menunjukkan hasil yang hampir mirip yaitu subtipe dengan frekuensi tertinggi adalah subtipe luminal A. Gambaran subtipe molekuler kanker payudara di Indonesia cukup bervariasi berdasarkan lokasi dan waktu dilakukannya penelitian tersebut.Kata kunci: kanker payudara, subtipe molekuler
PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI PADA ANAK USIA DINI MELALUI SOSIALISASI PEDOMAN MAKANAN BERGIZI Windarti, Indri; Rudiyanto, Waluyo; Setiorini, Anggi; Danan Jaya, Bayu Putra
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 3 (2025): Vol. 9 No. 3, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i3.567

Abstract

Makanan sehat merupakan komponen penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Mitra yang terlibat menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran anak-anak dalam memilih makanan yang sehat dan bergizi. Oleh karena itu, diperlukan upaya sosialisasi mengenai pedoman makanan bergizi untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya pola makan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pedoman makanan bergizi bagi anak-anak usia dini di TK Faqih Aulia, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang melibatkan ceramah, video edukatif, alat peraga (food model), serta permainan edukatif. Orang tua dan guru juga dilibatkan dalam program ini guna memastikan kesinambungan penerapan pola makan sehat di rumah dan sekolah. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak-anak mengenai pedoman makanan bergizi, serta meningkatkan partisipasi aktif dari orang tua dan guru. Selain itu, orang tua dan guru memperoleh tambahan pengetahuan terkait pedoman makanan bergizi serta cara memantau status tumbuh kembang anak. Mereka diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menjaga pola makan sehat anak, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Ke depannya, program sosialisasi ini diharapkan dapat diperluas ke sekolah dasar dan komunitas yang lebih luas guna mencapai dampak yang lebih signifikan.
HUBUNGAN ANTARA HORMONE REPLACEMENT THERAPY DENGAN RISIKO KANKER PAYUDARA PADA WANITA PASCAMENOPAUSE: THE ASSOCIATION BETWEEN HORMONE REPLACEMENT THERAPY AND BREAST CANCER RISK IN POSTMENOPAUSAL WOMEN Devya Aulia; Windarti, Indri; Graharti, Risti; Sangging, Putu Ristyaning Ayu
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i2.1064

Abstract

Kanker payudara adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita, dengan insidensi global meningkat akibat faktor genetik, lingkungan, hormonal, dan gaya hidup, di mana estrogen dan progesteron mendorong proliferasi sel payudara melalui reseptor estrogen yang dapat memicu transformasi malignan. Pada wanita pascamenopause, penurunan estrogen diatasi dengan Hormone Replacement Therapy (HRT), yang meredakan gejala menopause dan mencegah osteoporosis, namun meningkatkan risiko kanker payudara. Kajian literatur ini meninjau hubungan HRT dengan risiko kanker payudara berdasarkan bukti epidemiologis, mekanisme biologis, dan temuan klinis. Metode yang digunakan adalah narrative review melalui pencarian artikel di PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar (2019–2025) dengan kata kunci “hormone replacement therapy”, “breast cancer risk”, dan “HRT breast cancer”, mencakup RCT, kohort, atau studi prospektif. Hasil telaah menunjukkan bahwa terapi estrogen tunggal menurunkan risiko kanker payudara 22% (HR 0.78; 95% CI 0.65–0.93) pada wanita pascahisterektomi, sedangkan kombinasi estrogen–progestin meningkatkan risiko 28% (HR 1.28; 95% CI 1.13–1.45). Studi kohort mengonfirmasi peningkatan risiko pada penggunaan kombinasi lebih dari lima tahun, terutama pada wanita dengan indeks massa tubuh rendah dan densitas payudara tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan risiko terutama disebabkan oleh komponen progestin, sementara estrogen sendiri memiliki efek minimal. Stratifikasi risiko individu penting dalam mempertimbangkan manfaat dan risiko jangka panjang terapi HRT.
Faktor-Faktor Risiko pada Pasien Kanker Paru dan Skrining di Indonesia Amalia, Salsabila; Windarti, Indri; Irawati, Nur; Infianto, Andreas
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.560

Abstract

Kanker paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia dan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan. Tingginya angka kejadian dan mortalitas kanker paru disebabkan oleh paparan faktor risiko yang kompleks serta keterlambatan diagnosis. Faktor risiko utama meliputi merokok aktif dan pasif, paparan polusi udara, zat karsinogen lingkungan dan pekerjaan, penggunaan bahan bakar biomassa, riwayat penyakit paru kronik, serta faktor genetik. Strategi skrining berbasis risiko menggunakan Low-Dose Computed Tomography (LDCT) telah terbukti secara global mampu menurunkan mortalitas kanker paru dan mulai diadopsi di Indonesia melalui konsensus profesional dan kebijakan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kanker paru serta mengevaluasi implementasi strategi skrining nasional di Indonesia berdasarkan bukti ilmiah lima tahun terakhir (2020–2025). Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap jurnal internasional, nasional, dan dokumen kebijakan. Jurnal ini meninjau literatur terbaru (2020–2025) mengenai faktor risiko dominan dan efektivitas skrining menggunakan Low-Dose Computed Tomography (LDCT) di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun merokok tetap menjadi faktor utama, faktor non-tradisional seperti pajanan biomassa dan polusi udara urban berkontribusi pada peningkatan kasus pada non-perokok. Implementasi skrining nasional menghadapi tantangan aksesibilitas alat, namun transformasi kesehatan digital memberikan harapan baru bagi deteksi dini.
Perbandingan Efek Pemberian Kopi Robusta Lampung dengan Kopi Arabika Lampung Terhadap Gambaran Histologi Lambung Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley Rosbhaiti Chodijah; Susianti, Susianti; Ayu Tiara Fitri; Indri Windarti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.10007

Abstract

Glycated hemoglobin (HbA1c) is a key marker for evaluating long-term glycemic control and has increasingly been studied for its potential association with various gastric disorders. Chronic hyperglycemia can impair gastric mucosal integrity through mechanisms involving oxidative stress, epithelial dysfunction, and inflammation, contributing to conditions such as gastritis, mucosal atrophy, and even precancerous lesions. This review summarizes research from the last ten years that investigated the relationship between HbA1c levels and different gastric conditions, using full-text, freely accessible observational, cohort, and experimental studies focused on metabolic regulation and mucosal changes. Current findings indicate that higher HbA1c levels are frequently associated with increased mucosal inflammation, a greater incidence of atrophic alterations, and a higher likelihood of premalignant or malignant gastric changes. Several studies also suggest that metabolic imbalance may worsen gastric function by enhancing oxidative stress and sustaining chronic inflammatory responses. Variability in comorbidities, metabolic factors, and additional gastrointestinal influences likely contributes to these inconsistencies. Overall, existing evidence suggests a meaningful yet variable link between glycemic status and gastric pathology. More standardized, well-controlled investigations are needed to clarify causal pathways and to refine clinical assessment strategies for individuals with metabolic or gastric disorders
Faktor risiko kebersihan makanan dan sanitasi rumah tangga terhadap kejadian demam tifoid Rajagukguk, Nanda Frisila; Sutarto, Sutarto; Wardani, Nanda Fitri; Windarti, Indri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2160

Abstract

Background: Food hygiene and household sanitation practices have a significant impact on the spread of typhoid fever, which remains a major public health problem in low- and middle-income countries. Evidence from four studies examining risk factors for typhoid fever related to food and household sanitation is summarized in this synthesis. Purpose: To examine the impact of household sanitation conditions and food hygiene practices on the prevalence of typhoid fever, offering evidence that can guide community initiatives and policy improvements. Method: A systematic review was conducted to examine the results of cross-sectional, cohort, and case-control studies. Key factors for typhoid transmission were identified by extracting reported associations, such as odds ratios (ORs), adjusted odds ratios (aORs), and risk ratios (RRs). Results: Several studies have shown that consuming raw, unwashed vegetables, food from street vendors, and street food are all strongly associated with an increased risk of contracting typhoid. This increased risk is also associated with access to hazardous drinking water, poor sanitation facilities, and household water treatment has been found to have a protective effect. Conclusion: Consistent evidence from several study designs suggests that food hygiene, water safety, and household sanitation play a significant role in the spread of typhoid fever. Keywords: Typhoid Fever; Risk Factors; Food Hygiene; Household Sanitation. Pendahuluan: Praktik higiene makanan dan sanitasi rumah memiliki dampak besar terhadap penyebaran demam tifoid yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Bukti dari empat penelitian yang mengkaji faktor risiko demam tifoid terkait makanan dan sanitasi rumah tangga dirangkum dalam sintesis ini. Tujuan: Untuk mengkaji dampak kondisi sanitasi rumah tangga dan praktik higiene makanan terhadap prevalensi demam tifoid dengan menawarkan bukti yang dapat memandu inisiatif masyarakat dan peningkatan kebijakan. Metode: Penelitian dengan pendekatan systematic review dilakukan untuk mengkaji hasil dari studi potong lintang, kohort, dan kasus-kontrol. Faktor-faktor kunci penularan tifoid diidentifikasi dengan mengekstraksi asosiasi yang dilaporkan, seperti rasio peluang (OR), rasio peluang yang disesuaikan (aOR), dan rasio risiko (RR). Hasil: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran mentah yang tidak dicuci, makanan dari pedagang kaki lima, dan makanan jajanan semuanya sangat terkait dengan peningkatan risiko tertular tifoid. Peningkatan risiko juga dikaitkan dengan akses air minum yang berbahaya, fasilitas sanitasi yang buruk serta pengolahan air rumah tangga ditemukan memiliki efek perlindungan. Simpulan: Terdapat bukti konsisten dari beberapa desain studi yang menunjukkan bahwa higiene makanan, keamanan air, dan sanitasi rumah tangga berperan penting dalam penyebaran demam tifoid. Kata Kunci: Demam Tifoid; Faktor Resiko; Kebersihan Makanan; Sanitasi Rumah Tangga.      
Strategi Agromedicine untuk Pencegahan Fibrosis Paru pada Petani: Tinjauan Sistematis Modifikasi Alat Penyimpanan Gabah, Ventilasi Gudang, dan Efektivitas APD Respirator Rian Hendriyana Dwi Imanta; Indri Windarti; Laisa Azka; Andreas Infianto
Journal of Medical Practice and Research Vol 1 No 2 (2025): December: Essentia: Journal of Medical Practice and Research
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/pse66b22

Abstract

Pulmonary fibrosis is a progressive respiratory disease associated with chronic inhalation of respirable dust and bioaerosols, posing a substantial occupational health risk for agricultural workers. Farmers involved in grain storage and handling are frequently exposed to organic dust, fungal spores, and endotoxins that can induce persistent alveolar inflammation and irreversible fibrotic changes. This systematic review examines agromedicine-based prevention strategies focusing on grain storage modification, warehouse ventilation, and the effectiveness of respiratory protective equipment. Evidence indicates that improved storage design and controlled ventilation systems significantly reduce airborne particulate concentrations, thereby lowering cumulative inhalation exposure. Respiratory protective devices, particularly high-efficiency respirators, provide additional individual-level protection, although their real-world effectiveness is strongly influenced by user compliance, proper fitting, and training. The findings highlight that reliance on personal protective equipment alone is insufficient to prevent long-term pulmonary damage. An integrated prevention framework combining engineering controls, environmental management, and occupational health education is essential to reduce the burden of pulmonary fibrosis among farmers and promote sustainable agricultural health practices.    
Co-Authors - Muhartono Agustyas Tjiptaningrum Aisyah Lubis, Aisyah Ajipurnomo, Adhari Alwiyah, Fadilah Amalia, Salsabila Ambarwati, Yuli ananti, anggini tasyakurillah Andreas Infianto Apri Lyanda Asep Sukohar Ayu Tiara FItri Bayu Putra Danan Jaya, Bayu Putra Danan Bayu Putra DJ Cyntithia, L. Gita Danan Jaya, Bayu Putra Devya Aulia Dewi Nur Fiana Diah Septia Liantari, Diah Septia Dwi Indria Anggraini Ekawati, Diyan Endah Setyaningrum, Endah Endang SR Hardjolukito Ety Apriliana Exsa Hadibrata Fadila Gustiani Daraz Fadly, Ahmad Aulia Fala, Arzety Rifda Firdaus, Elman Dani Fitria Saftarina Gatot Sudiro Hendarto, Gatot Sudiro Hadibrata, Exsa Haikal Shiddiq Ham, Maria Francisca Hana Muthi'a Putri Hanna Mutiara, Hanna Helmi Ismunandar Hendri Busman Hendri Tarigan S I Gede Eka Widayana Infianto, Andreas Inna Kurniaji Intanri Kurniati Iswandi Darwis Janar Wulan, Anggraini Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi Joni, Agnesia Priskila Khairun Nisa Kusumajati, Pusparini Kusumaningtyas, Aditya Laisa Azka Liana Sidharti M. Aqmal Hidayah Marzel, Rivaldi Mayasari, Diana Mubarak, Raka Anzil Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Sudarmo Kasban Novita Carolia Nur Irawati Nurmayeni Nurmayeni Nurmayeni Nurul Islamy Oktadoni Saputra Qurani, Istiqomatul rahmawati, selvi Rajagukguk, Nanda Frisila Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna, Maya Ganda Reni Zuraida Resti Arania Rian Hendriyana Dwi Imanta Rika Lisiswati Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Hanriko Rodiani, Rodiani Rosbhaiti Chodijah Rudiyanto, Waluyo Sangging, Putu Ristyaning Ayu Septiani, Linda Setiorini, Anggi Sezia Marina Sinaga, Fransisca T.Y. Siregar, Bintang Abadi Soemarwoto, Retno Ariza S Suryadi Islami Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto SYAIFUL BAHRI Syazili Mustofa Talin, Jinan Naura Tri Umiana Soleha Tubagus Djumhana Atmakusuma Wahdah, Annisa Shohifatul Waluyo Rudiyanto Wardani, Nanda Fitri Wulan, Anggraini Janar Wulyo Rajabto Yolanda Fratiwi Yunianto, Andi Eka Zulfa, Fathimah