Articles
Nutrition in lifecycle education on the COVID-19 pandemic era
Farah Paramita;
Rara Warih Gayatri;
Septa Katmawanti;
Dian Mawarni;
Maurizka Sabrina;
Alinda Rahmani;
Dhana Alvia Noor;
Firda Alya Ramadhiana
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 7, No 2 (2022): May 2022
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/abdimas.v7i2.6681
Providing balanced nutrition in the life cycle is important to improve the immune system for disease prevention, especially in the Covid-19 Era. The study showed that balanced nutrition has not been fully applied due to a lack of knowledge. As a promotive and preventive agent for preventing the transmission of Covid-19. Students majoring in public health and alumni of public health play an important role and should be supported with update information based on the recent health situation. This community service aims to increase the knowledge of students and alumni about fulfilling balanced nutrition in every life cycle in the Covid-19 era. This community service activity was carried out in the form of a Nutrition in Lifecycle Series webinar which was held three times with various theme including nutrition for pregnancy, breastfeeding, children and adolescents in the Covid-19 era. Evaluation of this activity was carried out through pre-test and post-test and participants' satisfaction. It showed that there is an increase in the pre-test and post-test scores in this webinar series and all participants are satisfied with this webinar series. It is hoped that this activity can continue with various other interesting themes as a means of upgrading knowledge for students and alumni of the public health department.
Dissemination of nutrition and healthy diet in the era of the COVID-19 pandemic
Dhian Kartikasari;
Lucky Radita Alma;
Septa Katmawanti;
Nurnaningsih Herya Ulfah;
Indana Tri Rahmawati;
Nugraheni Puji Lestari;
Endah Retnani Wismaningsih
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/abdimas.v6i4.5467
The purpose of this community service was to increase knowledge about healthy diet arrangements for female students during the new normal period. A total of 21 female students participated in the socialization of balanced nutrition during the pandemic. Nutrition outreach activities were carried out in the form of online webinars through zoom cloud meetings. Before and after outreach activities, the measurement of knowledge before and after the intervention (2 times the measurement of post-intervention). The research instrument used was a questionnaire in the google form. From the results of this community service, it was found that the nutrition dissemination activities carried out had an impact in the form of increasing nutritional knowledge, especially related to balanced nutrition guidelines during the pandemic. This shows that the subject's knowledge was increasing and the subject understands about nutrition education. The most noticeable increase in knowledge was about the largest portion in balanced nutrition. There was a difference between the results of the pre-test, post-test 1, and post-test 2.
Pemanfaatan Film Animasi Dengue Hemorrhagic Fever Selama Masa Pandemi Covid-19
Septa Katmawanti;
Muhammad Al-Irsyad;
Farah Paramita;
Fandi Achmad Saputra;
Dea Aflah Samah;
Gladys Cyntya Mahardyka;
Purnama Devita Sari;
Belisa Fitria Az Zahra Bachtiar
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 19 No. 2, Juli 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.047 KB)
|
DOI: 10.31964/jkl.v19i2.475
The number of cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Malang Raya during the COVID-19 pandemic has increased. This is due to the Large-Scale Social Restriction Program (PSBB), so that efforts to tackle the spread of DHF cannot run optimally. This study aims to create an animated film that facilitates education to the people of Malang Raya regarding efforts to prevent and control dengue outbreaks in the pandemic period and in the future. The research methodology is carried out using research and development methods which are divided into two major parts, namely product design and product design in the form of animated films. Research respondents consisted of 16 respondents with an age range of 15-21 years. The results showed that most of the respondents had never watched a DHF animated film. Respondents' responses indicated that there was a potential increase in dengue fever sufferers during the COVID-19 pandemic caused by low self-awareness such as ignoring the quality of their health when studying at home. Suggestions for the DHF animated film are to add information on how to drain the bathtub properly on a regular basis, bury used items that are no longer used, plant mosquito repellent plants, use insect repellent, and create posters or content about dengue fever.
Analisis Sensori Smoothies dengan Penambahan Chia Seeds sebagai Pangan Tinggi Serat
Farah Paramita;
Septa Katmawanti;
Agung Kurniawan;
Putri Nurul Komariyah;
Maurizka Sabrina;
Dea Aflah Samah
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um044v5i22020p90-97
Obesitas merupakan salah satu masalah dari Triple Burden Malnutrition yang dihadapi oleh oleh Indonesia. Salah satu upaya untuk pencegahan obesitas adalah melalui penerapan pedoman gizi seimbang dengan banyak mengkonsumsi sayur dan buah sumber serat.Smoothies merupakan salah satu cara untuk menikmati sayur dan buah sehingga masyarakat mampu memenuhi kebutuhan seratnya. Terdapat salah satu bahan pangan yang akhir-akhir ini banyak menjadi perhatian untuk penelitian yaitu chia seeds. Chia seeds tinggi akan serat per 100 gram nya, mengandung mineral, vitamin dan sumber asam lemak tidak jenuh yang baik untuk tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk berupa smoothies dengan penambahan chia seeds untuk dievaluasis secara sensoris dengan melihat perbedaan tingkat kesukaan rasa, aroma, warna dan kekentalan pada formulasi smoothies dengan penambahan chia seeds 0; 2,5; 5; dan 7,5 gram. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan. Uji organoleptik dilakukan pada 35 panelis untuk mengetahui tingkat kesukaan pada rasa, aroma, warna dan kekentalan produk smoothies. Uji statistis anova dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat kesukaan panelis pada empat formulasi smoothies. Uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada parameter rasa dan kekentalan (p lebih dari 0,05) dan terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter aroma dan warna (p kurang dari 0,05). Penambahan chia seeds dapat memberikan pengaruh pada tingkat kesukaan terhadap parameter warna dan aroma smoothies. Panelis lebih menyukai rasa, aroma dan warna pada formula 1 (tanpa penambahan chia seeds) dan kekentalan pada formula 3 (penambahan chia seeds 5 gram).
Edukasi dan Pendampingan Pada Pelajar Untuk Peningkatan Kesadaran Penggunaan Internet Sehat
Meidi Saputra;
Nugraheni Warih Utami;
Septa Katmawanti;
Neo Adhi Kurniawan
Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): SATWIKA: Volume 2, Number 2, December 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/satwika.020208
Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan kompetensi dan wawasan baru kepada peserta didik melalui edukasi dan pendampingan dalam menggunakan internet secara sehat. Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari 1) analisis situasi dengan melakukan deteksi dini terhadap peserta didik mengenai perilaku internet tidak sehat, 2) perencanaan program pengabdian yang menekankan pada edukasi dan pendampingan, 3) pelaksanaan pengabdian yang berbasi kegiatan proyek dan 4) evaluasi pengabdian dengan melakukan refleksi bersama. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah peserta didik mendapatkan penguatan kompetensi berupa pengetahuan, keterampilan dan perilaku mengenai internet sehat dan dampak-dampak yang ditimbulkan dalam penggunaan internet. Kemudian pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah dan dewan guru berkomitmen bersama pelajar menjadikan lingkungan sekolah sebagai lingkungan yang ramah, sehat dan bertanggung jawab dalam penggunaan internet.
Indirect Determinants Analysis of the Protein Intake Status of Stunted Under-Five Children at the Kedundung Health Service, Mojokerto City, Indonesia
Muhammad Syihabuddin;
Septa Katmawanti;
Karina Nilasari;
Agung Kurniawan
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 4, No 2 (2023): October
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/agrihealth.v4i2.74117
The highest prevalence of stunted in the Kedundung Health Center working area in Mojokerto City exceeds the Stunting Prevalence Threshold. Stunted is influenced by the adequacy status of nutritional intake consumed by children, especially the level of protein nutrition intake. Both indirect and direct factors influence protein intake status. This research aims to identify indirect factors using quantitative cross-sectional method. This research used secondary data on stunted under-five children at the Kedundung Health Center, with more than 48 under-five children. The sampling technique used is nonprobability-purposive sampling, which then eliminates missing data through technical data analysis using the Chi-square correlation test. The results obtained for the five independent variables studied, the variable family income level, the father’s education and the mother’s education, have a significant relationship. The father’s employment status variable can not be concluded. The father’s employment status in the literature is related to protein intake through the father’s role in regulating the low protein intake of under-five children. The mother’s employment status variable has no significant relationship with the intake status of under-five children. Mothers do not have sufficient knowledge and skills to regulate under-five children’s intake patterns, including prioritizing food spending and controlling the adequacy of protein intake. The implications of this study show that the family’s economic conditions and the parent’s knowledge affect the protein intake status of under-five children; also, regional financial stability impacts the family economy.
Analisis Dampak Kesehatan Ibu Dalam Proses Persalinan dengan Bantuan Dukun Beranak di Kabupaten Bondowoso
Mar’aa Refina Robah;
Salwa Isna Barlian;
Zahra Filloa Nareswara;
Septa Katmawanti;
Windi Chusniah Rahmawati;
Elisa Danik Kurniawati
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2023: Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Salah Satu Upaya Perwujudan Goal SDGs Point 5
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstractIndonesia still has a high maternal mortality rate. Based on health profile data for the province of East Java, Bondowoso Regency is in third place with the highest MMR rate. 90% of the causes of high MMR in Indonesia are obstetric complications and postpartum hemorrhage. In addition, the high MMR is influenced by the handling of deliveries not by professional staff. Many Indonesian people themselves still decide on the delivery method with the help of a dukun beranak. Which, dukun beranak do not have expertise that is certified and can be accounted for so that it can threaten the life of a mother and her baby. The purpose of this study was to analyze the impact if the mother chooses the delivery method with a dukun beranak. The research method used is literature review by identifying related journal articles obtained from scientific sources such as Google Scholar. Of the 10 articles that were reviewed and discussed the facts, factors and impacts of selecting a dukun beranak as an alternative birth attendant. The influencing factors are culture, beliefs, and economic factors.Keywords: dukun; labor; motherAbstrakIndonesia masih memiliki Angka Kematian Ibu yang masih tinggi. Berdasarkan data profil kesehatan provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bondowoso menduduki peringkat ketiga dengan tingkat AKI yang tertinggi. 90% dari penyebab tingginya AKI di Indonesia adalah kejadian komplikasi obstetri dan pendarahan pasca persalinan. Selain itu, tingginya AKI dipengaruhi oleh penanganan persalinan tidak dengan tenaga profesional. Masyarakat Indonesia sendiri masih banyak yang memutuskan metode persalinan dengan bantuan dukun beranak. Yang mana, dukun beranak tidak memiliki keahlian yang tersertifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga dapat mengancam nyawa dari seorang ibu dan bayinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak yang ditimbulkan apabila ibu memilih metode persalinan dengan dukun beranak. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mengidentifikasi artikel jurnal terkait yang didapatkan dari sumber ilmiah seperti Google Scholar. Dari 10 artikel yang dikaji dan membahas tentang fakta faktor dan dampak pemilihan dukun beranak menjadi alternatif penolong persalinan. Adapun faktor yang mempengaruhi adalah kebudayaan,kepercayaan,dan faktor ekonomi.Kata kunci: dukun beranak; persalinan; ibu
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Posyandu Balita Untuk Mencegah Stunting
Amellya Ratusafira Rumra;
Annisa Ratri Cahyani;
Hanin Dianti Roidah;
Kanita Khairunisa Aziza;
Syafri Hidayanto Putra;
Septa Katmawanti
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Posyandu adalah sebuah program pemberdayaan yang dibentuk oleh pemerintah yang berbasis komunitas dalam bidang kesehatan masyarakat. Dibentuknya posyandu berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan, pusat informasi dan media komunikasi antara masyarakat dan tenaga medis, serta sebagai media edukasi bagi masyarakat yang berupa forum antara masyarakat dan tenaga medis. Program Posyandu bertujuan untuk mempercepat penurunan kejadian atau angka kematian bayi, kematian anak balita dan angka kelahiran di Indonesia. Mempercepat penerimaan program norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS) pada seluruh keluarga yang terdapat di Indonesia. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan kesehatan dan lainnya yang menunjang kesehatan ibu dan anak sesuai dengan kebutuhan. Pemanfaatan Posyandu dalam mengatasi permasalahan stunting sesuai dengan visi Kementerian Kesehatan yaitu menciptakan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan dengan misi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani. (Kementerian Kesehatan RI, 2012). Metode yang dilakukan yaitu literature review dengan menggunakan 10 artikel. Literatur yang peneliti dapatkan berdasarkan data ilmiah seperti Google Scholar dan Google Engine dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris antara tahun 2014–2020. Kata kunci yang digunakan untuk menemukan artikel tersebut terdiri dari kombinasi beberapa kata antara lain “pemberdayaan masyarakat”, “posyandu”,dan “posyandu balita”. Hasil kajian menunjukkan bahwa program posyandu mempunyai fokus keberhasilan yaituadanya penurunan angka kejadian stunting dan program posyandu dapat berjalan dengan efektif apabila kader posyandu serta masyarakat dapat bekerja sama dalam melaksanakan program-program kesehatan yang ada.
GAMBARAN PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA PEROKOK TERHADAP KESEHATAN MENTAL PADA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
Ananda Shafa Nabila;
Mutiara Nur Mawaddah;
Neila Rizqi Fahmiyah;
Septa Katmawanti;
Windi Chusnia Rahmawati;
Elisa Danik Kurniwati
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2023: Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Salah Satu Upaya Perwujudan Goal SDGs Point 5
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstractThe transition from adolescence to adulthood is a time when a person experiences changes in all aspects. One of the behavioral changes that are detrimental to health is smoking behavior. Students as agents of change should be able to change this behavior change. However, in reality, smoking among university students is a normal phenomenon, even female students are also active smokers. They use smoking as a coping stress which will affect their mental health. Especially for students of the Faculty of Sports Science, this will disrupt their learning activities. So it is important to know how changes in their behavior affect mental health in order to find the right solution to reduce the number of mental health disorders. The method used in this research is cross sectional and literature review. The results show that smoking students at FIK tended to have better mental health than before becoming smokers.Keywords: Behavior Change; Cigarette; Mental healthAbstrakPeralihan dari remaja ke dewasa merupakan masa seseorang mengalami perubahan pada segala aspek. Salah satu perubahan perilaku yang merugikan kesehatan adalah perilaku merokok. Mahasiswa sebagai Agent Of Change seharusnya mampu merubah perubahan perilaku tersebut. Namun pada kenyataannya merokok pada kalangan mahasiswa menjadi fenomena biasa bahkan mahasiswi juga menjadi perokok aktif. Mereka menjadikan rokok sebagai coping stress yang nantinya akan berpengaruh pada kesehatan mental. Khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan, hal ini akan mengganggu aktivitas pembelajaran mereka. Maka penting untuk mengetahui bagaimana perubahan perilaku mereka terhadap kesehatan mental supaya dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengurangi angka gangguan kesehatan mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross sectional dan literature review. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa perokok FIK cenderung memiliki kualitas kesehatan mental yang baik dibandingkan sebelum menjadi perokokKata kunci: Perubahan Perilaku; Rokok; Kesehatan Mental
Peningkatan Gizi Ibu dan Anak melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) : Literature Review
Anisa Nur Rahma;
Bagas Tri Anggoro;
Mochamad Azriel Azra Awinata;
Novi Rahmatika Ikhtiyari;
Purnama Devita Sari;
Sherly Dia Lumitasari;
Septa Katmawanti
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) adalah keluarga yang berperilaku gizi seimbang yang mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi pada setiap anggota keluarganya. Masih tingginya masalah status gizi pada anak dipengaruhi oleh faktor yang mendasar yaitu kemiskinan sehingga mempengaruhi persediaan makanan, perawatan anak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai. Artikel ini mencoba mengkaji mengenai peningkatan gizi ibu dan anak melalui program pemberdayaan masyarakat dalam keluarga sadar gizi (Kadarzi). Tujuan dari pemberdayaan masyarakat dalam Kadarzi yaitu agar seluruh keluarga mulai berperilaku sadar gizi, sedangkan tujuan khususnya yaitu agar keluarga dan masyarakat dapat memperoleh informasi dan pelayanan gizi yang berkualitas dengan mudah. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel yaitu literature review dengan menggunakan artikel maupun jurnal. Adapun literatur yang di gunakan penulis di dapatkan dari pangkalan data ilmiah seperti Google Scholar, Google Engine, dan Researchgate dengan rentang publikasi jurnal antara tahun 2017-2021. Berdasarkan hasil literature review yang telah dilakukan diketahui bahwa keluarga dikatakan memiliki perilaku Kadarzi yang baik jika sudah menerapkan lima indikator Kadarzi yaitu, menimbang berat badan secara rutin, memberikan ASI eksklusif, makan beraneka ragam, menggunakan garam beryodium dan mengonsumsi suplementasi zat gizi. Salah satu sasaran yang ingin dicapai pada program perbaikan gizi menuju Indonesia sehat adalah terwujudnya minimal 80% Kadarzi. Pelaksanaan Kadarzi pada masyarakat sangat penting dilakukan khususnya bagi keluarga yang memiliki anak, keluarga Kadarzi akan rutin melakukan penimbangan anak sehingga anak akan selalu terpantau berat badannya dan secara langsung akan membantu meningkatkan status gizi anak di Indonesia.