p-Index From 2021 - 2026
6.046
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin PSP Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Manajemen dan Agribisnis Maspari Journal JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Maspari Journal Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Akuatika Indonesia Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Omni-Akuatika Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut Indonesian Fisheries Research Journal Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Kelautan Nasional Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan JURNAL TEKNIK JURNAL PERIKANAN TROPIS PENA AKUATIKA : JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Jurnal Laot Ilmu Kelautan Journal of Sustainable Community Development (JSCD) Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam COJ (Coastal and Ocean Journal) Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Prosiding Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu) Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan
Claim Missing Document
Check
Articles

Performance Analysis and Development Strategy of Coastal Fisheries Ports (PPP) Arfani Mukrim; Mulyono Baskoro; Agus Santoso
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Juni : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i2.5807

Abstract

This research focuses on evaluating the performance and development strategy of the Coastal Fisheries Port (PPP) in Kota Agung, located in Tanggamus Regency, Lampung Province. The results reveal that both internal and external elements influence the port’s activities and overall effectiveness, with organizational aspects emerging as a key determinant. Hypothesis testing confirms that the organizational factor (X2) has a significant effect on port performance (Y). Through the application of USG and SWOT analysis, several critical challenges were identified: (1) the need to optimize supporting facilities to enhance service quality and fish catch, (2) the necessity for funding to rehabilitate and revitalize existing land for better usage, and (3) the importance of improving fishermen's skills to support environmental sustainability around the port area. In light of these insights, the study recommends a more systematic management approach for PPP Kota Agung, emphasizing organizational improvements, efficient use of facilities, and capacity-building programs to boost performance and strengthen the port’s competitiveness.
Efektifitas Penggunaan Diaphanosoma sp. Sebagai Substitusi Artemia sp. Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Larva Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Effectiveness Of Using Diaphanosoma sp. As A Substitution Of Artemia sp. On The Growth And Surviva Bartho, Seldi; Mulyono Baskoro; Sri Harijati
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 24 No. 1 (2025): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v24i1.5628

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah komoditas perikanan bernilai tinggi di Indonesia, namun kualitas larva yang rendah akan berpengaruh terhadap tingkat produksi. Pakan alami seperti Artemia sp. mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva, namun harganya mahal. Alternatif ekonomis seperti Diaphanosoma sp. dibutuhkan karena mudah dikultur, tidak merusak kualitas air, dan tumbuh cepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dan menentukan dosis tepat Diaphanosoma sp. sebagai substitusi Artemia sp. pada larva udang vaname (PL 3). Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan laju pertumbuhan harian (LPH) antar perlakuan. Pertumbuhan tertinggi t pada perlakuan A (100% Artemia sp.), dengan LPS 5,94% dan LPH 0,68%. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan C (50% Artemia sp. dan 50% Diaphanosoma sp.) sebesar 91,89%. Keywords: Artemia salina, Diaphanosoma sp , Feed , Larvae, Vannamei shrimp
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP RUMPON PORTABLE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LARANGAN, KABUPATEN TEGAL Yusfiandayani, Roza; Imron, Mohammad; Mawardi, Wazir; Baskoro, Mulyono S.; Simbolon, Domu; Prasetiyo, Shidiq Lanang; Raihan, M. Reza; Rahmad, Adrul; Azis, Ravy Nur; Wahdati, Fajriyah Cahyani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3013.593 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.13-24

Abstract

Perairan Karang Jeruk merupakan kawasan konservasi ekosistem terumbu karang yang terletak di Dukuh Larangan (Desa Munjungagung, Kabupaten Tegal, di Provinsi Jawa Tengah) yang memiliki kekayaan sumber daya perikanan yang baik. Alat tangkap yang banyak terdapat di perairan Karang Jeruk adalah payang gemplo dan mini purse seine. Penggunaan teknologi rumpon portable diharapkan dapat menciptakan daerah penangkapan ikan dan mengantisipasi timbulnya degradasi daerah penangkapan ikan. Tujuan dari kegiatan ini adalah menganalisis persepsi nelayan terhadap penggunaan inovasi rumpon portable di perairan Karang Jeruk, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan experimental fishing. Data persepsi nelayan dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner kepada 50 nelayan payang gemplo dan mini purse seine, dengan penentuan responden secara accidental sampling. Seluruh nilai persepsi nelayan terhadap rumpon portable dikelompokkan menjadi 3 kategori, sebagian besar nelayan memiliki persepsi pada tingkat tinggi sebanyak 38 orang (76%), tingkat sedang sebanyak 11 orang (22%), dan tingkat rendah hanya 1 orang (2%). Penggunaan rumpon portable memiliki keunggulan diantaranya: produktivitas tangkapan yang banyak, jenis tangkapan beragam, dan komposisi ikan kategori layak tangkap yang banyak.
RESPONS FISIOLOGI MATA IKAN SELAR (Selaroides leptolepis) DAN KEMBUNG (Rastreliger brachysoma) TERHADAP WARNA CAHAYA LAMPU Fuad; Baskoro, Mulyono S; Riyanto, Mochammad; Mawardi, Wazir
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.254 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.26631

Abstract

Respons fisiologi mata ikan selar (Selaroides leptolepis) dan ikan kembung (Rastroliger brachysoma) berbeda untuk setiap warna cahaya. Respons fisiologi mata ikan bisa dijadikan indikator dalam menentukan tingkat ketertarikan ikan terhadap warna cahaya tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat ketertarikan ikan selar dan ikan kembung terhadap cahaya warna putih, kuning, hijau dan biru. Metode penelitian menggunakan metode percobaan yang dilakukan di bagan tancap. Sepuluh ekor ikan selar dan ikan kembung yang dibatasi dengan jaring diberi cahaya selama 30 menit. Sampel ikan yang telah diberi perlakuan cahaya diambil matanya dan dilakukan analisis histologi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi ukuran ikan, indeks sel kon dan kecepatan pergerakan sel kon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan selar sangat tertarik terhadap cahaya LED warna hijau dan biru, sedangkan ikan kembung tertarik terhadap cahaya warna biru. Rata-rata indeks sel kon ikan selar pada cahaya warna biru dan hijau adalah 77,3±7,4% dan 70,7±6,8%, sedangkan rata-rata indeks sel kon ikan kembung yang diberi cahaya warna biru adalah 79,9±2,0%. Kecepatan rata-rata pergerakan sel kon ikan selar yang diberi cahaya biru mencapai 0,0180±0,0028 μm/det, sedangkan ikan kembung dengan cahaya hijau adalah 0,0157±0,0018 μm/det. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ikan selar sangat tertarik terhadap cahaya warna hijau dan biru, sedangkan ikan kembung sangat tertarik terhadap cahaya warna biru.
KLASTERISASI ARMADA PERIKANAN SKALA KECIL DI PULAU KEI KECIL BAGIAN TIMUR, KEPULAUAN KEI Wiyono, Eko Sri; Baskoro, Mulyono S.; Riyanto, Mochammad; Picaulima, Simon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.31974

Abstract

Kebijakan dan regulasi dengan sifat armada perikanan skala kecil yang multispesies dan multigear dapat menyebabkan terjadinya penurunan hasil tangkapan di setiap daerah penangkapan ikan. Klasterisasi armada perikanan dapat memberikan informasi yang lebih efektif dan efisien untuk tindakan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi klasterisasi armada perikanan skala kecil berdasarkan kemiripan hasil tangkapan, pendapatan dan biaya operasional. Metode penelitian menggunakan metode survei, penentuan responden dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan Square Euclidean Distance. Hasil penelitian mendapatkan hasil tangkapan, pendapatan dan biaya operasional tertinggi pada musim barat dan pancaroba 1 adalah armada purse seine, musim timur dan pancaroba 2 adalah armada bagan, sedangkan terendah pada musim barat sampai pancaroba 2 adalah armada gillnet hanyut. Secara umum pada musim barat terdapat 3 kelompok klaster besar, musim pancaroba 1 terdapat 2 kelompok klaster besar, musim timur terdapat 3 kelompok klaster besar, musim pancaroba 2 terdapat 4 kelompok klaster besar. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa klasterisasi yang terjadi dalam setiap musim dipengaruhi oleh hasil tangkapan, pendapatan dan biaya operasional. Jumlah dan struktur klasterisasi armada perikanan skala kecil selalu berubah dalam setiap musim.
Composition and distribution of Lutjanus johnii and other species using wire traps in the waters of Rigaih, Aceh Jaya Regency Nasruddin, Nasruddin; Baskoro, Mulyono S; Yusviandayani, Roza; Kurniawati, Vita Rumanti; Iskandar, Dahri
Depik Vol 14, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.2.46225

Abstract

The catch results show that wire traps are an effective and selective fishing gear for Lutjanus johnii, with a total catch of 244.1 kg. The bycatch, consisting of 10 species, amounted to 208.1 kg, also caught using wire traps in the waters of Rigaih. This study aimed to identify the composition of the bycatch, the ratio between the target catches and the bycatch, and the size range of the dominant bycatch species caught during L. johnii fishing operations in Rigaih waters. The research was conducted in the waters of Rigaih during NovemberDecember 2024 using wire traps (dimensions: length x width x height = 120 x 100 x 75 cm). The results showed that the primary catch using wire traps was dominated by L. johnii, with a total of 135 individuals (48.7%) weighing 244.1 kg. The bycatch amounted to 208.1 kg (46.1%). The bycatch species included Caranx sexfasciatus with 42 individuals (15.2%) weighing 18.4 kg (4.1%), Lutjanus gibbus with 24 individuals (8.7%) weighing 31.9 kg (8.7%), and Epinephelus malabaricus with 24 individuals (8.7%) weighing 114.5 kg (25.3%). The dominant bycatch size classes caught in the wire traps included L. campechanus with a total length range of 1820 cm, L. campechanus with a total length range of 3045 cm, and Epinephelus malabaricus with a total length range of 4075 cm. The proportion of the target catch to bycatch by weight was 53.9% to 46.1%. This means that for every 1 kg of L. johnii caught, approximately 0.85 kg of bycatch was also captured.KeywordsLutjanus johniiwire trapAceh Jayasex ratiofish composition
PENDUGAAN PARAMETER POPULASI IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis) DI PERAIRAN SENDANGBIRU, JAWA TIMUR Boer, Mennofatria; Baskoro, Mulyono S; Afiyatus sholihah
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 7 No 1 (2023): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v7i1.42001

Abstract

Cakalang merupakan ikan yang dominan tertangkap di Perairan Sendangbiru. Kajian ini menjadi penting sebagai dasar pengelolaan perikanan agar stok ikan cakalang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menduga parameter populasi ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) meliputi pola pertumbuhan, distribusi panjang ikan, parameter pertumbuhan, mortalitas dan tingkat ekspolitasi. Sampel ikan cakalang diambil dari tempat pendaratan ikan (TPI) Pondokdadap pada bulan Juli sampai Oktober 2019 dengan menggunakan metode purposive sample. Jumlah ikan contoh sebanyak 1431 ekor. Data panjang bobot diolah dengan menggunakan software ms. excel 2013 untuk mengetahui pola pertumbuhannya. Data ditribusi panjang diolah dengan software ms. excel 2013 untuk mengetahui ukuran ikan yang dominan tertangkap. Data frekuensi panjang cakalang kemudian diolah dengan menggunakan program FiSAT II untuk menduga parameter pertumbuhan, mortalitas dan laju ekploitasi. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa cakalang yang tertangkap diperairan Sendangbiru memiliki pola pertumbuhan allometrik positif dengan ukuran ikan yang dominan tertangkap sebesar 42 cmFL. Panjang asimtotik (L∞) 87.65 cmFL, laju pertumbuhan (K) 0.69 per tahun, t0 sebesar -0.17 per tahun. Mortalitas alami (M) 0.93 per tahun, mortalitas tangkapan (F) 1.25 per tahun dan mortalitas total (Z) 2.18 per tahun. Sedangkan tingkat ekploitasi (E) cakalang di perairan Sendangbiru diduga sebesar 0.57.
Trammel net design engineering for operation with the sweeping method (Ciker net) Wassahua, Zainal; Martasuganda, Sulaeman; Baskoro, Mulyono Sumitro; Sondita, Muhammad Fedi Alfiadi
Depik Vol 10, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.10.1.18219

Abstract

The active operation of a trammel net by a sweeping technique is commonly used by fishermen in Cilacap, which are often referred as ciker nets. They are operated by lowering the net in a straight line and pulling the tail end from a ship moving in a full circle, while the other end functions as a circular axis. The effect of active operation allows for changes in performance with time, such as easy lifting or less buoyancy, and the unstable display of gears. This makes it necessary to perform design engineering, especially on buoys, sinkers, and high nets. However, the suitable quantity of these components for ciker net has never been ascertained. Calculations about how many buoys, sinkers, and net height to add need to be done to enhance ciker net construction for active operation. This research aimed to determine the optimum configuration of buoys, sinkers, and net height, and determine the engineering design of ciker nets based on the optimum ratio of buoyancy force to the sinking force of the trammel net. Therefore, the parameters measured include hanging ratio, stretched net length, buoyancy force, and sinking force. The results showed that the optimum configuration of buoys, sinkers, and net height was 59 pieces, 341 pieces, and 1.5 m respectively. Changes in the design of ciker nets, especially in the three components that affect the addition of buoyancy and sinking force ratio were based on the comparison of the trammel nets which was 1:5 greater than the design owned by fishermen at 1:4.Keywords:Bouyancy forceSinking forceCiker netTrammel netShrimp
Pengaruh Metode Penyuluhan Perikanan terhadap Adopsi Teknologi dan Produktivitas Nila Bioflok Sipanen di Kota Bogor Ainun Mardiyah; Mulyono S Baskoro; Lis M Yapanto
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v20i1.648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode penyuluhan perikanan terhadap kapasitas sumber daya manusia (pengetahuan, keterampilan, dan sikap), tingkat adopsi teknologi, dan produktivitas budi daya ikan nila bioflok Sipanen di Kota Bogor. Penelitian dilakukan pada 28 pembudidaya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji Mann–Whitney dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah metode penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan (p=0,047; r=0,378) dan keterampilan (p=0,032; r=0,400), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap (p=0,149; r=0,271), adopsi (p=0,201; r=0,209), dan produktivitas (p=0,074; r=0,342). Pengetahuan (p=0,026; r=0,422) dan keterampilan (p=0,000; r=0,800) berpengaruh signifikan terhadap adopsi, sedangkan sikap tidak berpengaruh signifikan terhadap adopsi (p=0,055; r=0,360). Namun, pengetahuan (p=0,049; r=0,376), keterampilan (p=0,038; r=0,396), dan sikap (p=0,002; r=0,595) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas. Pengaruh metode penyuluhan terhadap produktivitas bersifat tidak langsung melalui pengetahuan dan keterampilan yang mendorong adopsi, dengan keterampilan sebagai faktor dominan. Sikap memiliki pengaruh langsung yang kuat terhadap produktivitas. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas penyuluhan ditentukan oleh kemampuan meningkatkan keterampilan praktis pembudidaya dalam mendorong adopsi teknologi dan produktivitas.
Ontogenetic shifts in bait preference and foraging behavior of invasive Pterygoplichthys spp. Lendri Lendri; Zulkarnain Zulkarnain; Am Azbas Taurusman; Ronny Irawan Wahju; Mulyono S Baskoro
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 7 No 1: May 2025
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v7i1.3288

Abstract

The invasive suckermouth catfish (Pterygoplichthys spp.), native to South America, poses ecological threats in non-native freshwater systems. However, effective natural baits for its control remain understudied. This study evaluated the behavioral responses of three size classes (<10 cm, 25 cm, >35 cm) to two baits—Lumbricus rubellus (earthworm) and Loligo sp. (squid) and assessed bait durability via protein and fat leaching over 15 hours. Using 32 CCTV-monitored trials, significant ontogenetic differences were observed (p < 0.05): juveniles responded most actively (10 and 9 approaches), adults avoided earthworms but approached squid moderately (5 times), and larvae showed intermediate responses. Though earthworms induced a faster mean response time (20:19 min), it was not statistically different from squid (p = 0.79). Biochemical analysis revealed superior nutrient retention in L. rubellus (protein: 10.78%, lipid: 9.90%) compared to rapid leaching in squid. The findings suggest that L. rubellus is a highly effective bait for catfish due to its strong chemosensory attraction and nutrient stability, supporting size-specific baiting strategies for targeted management of this invasive species.
Co-Authors A. Fauzi A. Fauzi A. Purbayanto Abdul Hanan Abdul Kohar Mudzakir Achmad Indar Wijaya Adi Saputra Adi Susanto Adi Susanto Adi Susanto Ady Candra Afiyatus sholihah Agnes P. Sudarmo Agus Atmadipoera Agus Santoso Agus Suherman Agus Wahyu Santoso Agustinus Tupamahu Ainun Mardiyah Akhmad Fauzi Aksa Azhari Aminullah Alberth Ch Nanlohy Ali Muqsit Am Azbas Taurusman Am Azbaz Taurusman Anggraini, Atika Anjaya Purwa Wiyastra Anwar Bey Pane Anwar, Yanto Arfani Mukrim Ari Purbayanto Arif Satria Aristi Dian Arzali Asep Ma&#039;mun Ateng Supriatna Axeline Estherina Simanjuntak Ayu Wulandari Azis, Ravy Nur Aziz, Ravy Nur Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bartho, Seldi Benaya M. Simeon Bimasakti, Yudha Budhi H Iskandar Budhi H Iskandar Budhi H Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Hascaryo Budi Hascaryo Budi Hascaryo Iskandar Budi Nugraha Budiman, M. Syarif Budy Wiryawan Bunasor Sanim Burhanis Burhanis Chandra Nainggolan D Manurung Dahri Iskandar Dahri Iskandar Daniel Monintja Daniel R Monintja Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Daniel R. Monintja Daniel R. Monintja Daniel Rezki Danu Sudrajat Dareen Nadya Rema Dedi Soedharma Dedy H. Sutisna Deni Achmad Soeboer Deselina M.W. Kaleka Diana Agustina Didik Santoso Didik Santoso Dietriech Geoffrey Bengen Diniah Diniah Djodie Rizky Prima Domu Simbolon Drama Panca Putra Dwi A. Gautama Eko Sri Wiyono Erfind Nurdin Erfind Nurdin Erna Almohdar Ernani Lubis Estu Nugroho Fadlt Syamsudin Firdaus Basbeth Firman Kurniawan Fis Purwangka Fonny J.L. Risamasu Fuad Gentio Harsono Gondo Puspito Hafinuddin Hafinuddin Hanifa, Irfan Hansje Matakupan Hariwisudho, Sugeng Herie Saksono Hiariey, J. Hiariey, Johanis Hutagalung, Bronx Andar Iin Solihin Iin Solihin Ilham Fajri, Ilham Indra Ambalika Syari Indra Ambalika Syari Indra Jaya Indra Jaya J Hiariey Jabbar, Meuthia Aula Jaliadi - Jeti Pulu Johanis Hiariey Johanis Hiariey John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Joko Santoso Karman, Amirul Karnan Karnan Khrisna Samudra Krishna Samudra Kunarso Kunarso Kurman, Mathilda Kurnia, Triono Aries Kusnandar Kusnandar La Anadi Laitupa, Jufri Pachri Lendri Lendri Lilik Muzayanah Lis M Yapanto Luh Putu Ratna Sundari M Yasin U.P Olii M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Nizar Dahlan M. Nizar Dahlan Mahiswara Mahiswara Matakupan, Hansje Mennofatria Boer Mochammad Riyanto Mohamad Gazali Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muhamad Fedi Alfandi Sondita Muhamad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Agam Thahir Muhammad Agam Thahir Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Ihsan Muhammad Imron Muhammad Imron Muhammad Johar Rudin Muhammad Sulaiman Muhammad Sulaiman Muhammad Wildy Kamaali Mujizat Kawaroe Mulyati, Sri . Mulyono Partosuwirjo Mulyono Partosuwirjo Mustaruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nining S Ningsih Nining Sari Ningsih Nopriyanti Nur Lina Maratana Nabiu Nurhasanah Oktariza, Wawan Picaulima, Simon M. Pipih Suptijah Posundu, Ronald S A Prasetiyo, Shidiq Lanang Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Demo Buana Rafi Ohorella Rahmad, Adrul Rahmat Kurnia Raihan, M. Reza Raihan, Muhamad Reza Raihanah Raihanah Ratih Kusumastuti Ridwan Mulyana Ridwan Mulyana Riena F Telussa Rinda Noviyanti Rizqi Ramadhan Putra Romelus Far Far Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani Roza Yusfidanayani RR. Ella Evrita Hestiandari Runtu, Noriko Sadarun Sadarun Safwan Hadi Salsabila Nafri Saputra, Bonis Andrei Tri Siahainenia, Stevanus M Siti Radarwati Siti Radarwati Soehadi, Imam Soepanto Soemakaryo Soepanto Soemokaryo Soepanto Soemokaryo Sri Harijati Sri Harijati Sudrajat Danu Sudrajat, Danu Sugeng H. Wisudo Sugeng Hariwisudho Suharyanto Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sumardi Sadi Supartono Supartono Sutia Yuningsih Syifa Nurul Aini Taeran, Imran Taufiq Taufiq Taufiq Taufiq Taufiq Tirtana, Denta Tri Hariyanto Tri Wiji Nurani Triadhi, Joko Triono Probo Pangesti Tupamahu, A. Uju Vatria, Belvi Victor Nikijuluw Vita Rumanti Kurniawati Wahdati, Fajriyah Cahyani Wardani, Puti Wassahua, Zainal Wazir Mawardi Welem Waileruny, Welem Wilma Amiruddin Wudianto Wudianto Yopi Novita Yudha Bimasakti Yusfiandayani, S.Pi., Dr. Roza Yusviandayani, Roza Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain . Zulkarnain . Zulkarnain Zulkarnain Zuriat