p-Index From 2021 - 2026
5.848
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

DESAIN PROTOTIPE KAPAL PENANGKAP DI PERAIRAN MALUKU Alberth Ch Nanlohy; Mulyono S. Baskoro; Budhi H. Iskandar; Domu Simbolon
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 2 (2011): NOVEMBER 2011
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.738 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.2.1-20

Abstract

Design prototype teknology which will be developed has better excellence if compared to condition of the existing fishing vessel. Its the excellences can have an effect on to operation of ship and sumberdaya fishery in water territory of Maluku sea. Expansion of design joran fishing by using fiber glass has lighter excess, strong, and durable although the price expensive but can be made balance to with haul obtained by means of catch. Side that also usage of styro foam hardly having an effect on to ship design huhate proposed to be developed and has some excellences of if compared to ship used by the existing fisherman. At ship with inboard engine, fish hold design only yield product for local marketing and has not been modified to yield product skipjack loin which is a form of export product, this latter the product request would very height.
ANALISIS MULTIDIMENSIONAL UNTUK PENGELOLAAN PERIZINAN PERIKANAN YANG BERKELANJUTAN : STUDI KASUS WPP LAUT ARAFURA Ridwan Mulyana; John Haluan; Mulyono S. Baskoro; Sugeng Hari Wisudo
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 2 (2011): NOVEMBER 2011
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.391 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.2.71-80

Abstract

Fishing license, as a tool of fisheries management, is one of the popular instrument to control fish resources utilization. The purposes of fishing license for government are : (1) to optimalization of fish resources utilitization; (2) to maintain fish resources sustainability; and (3) to gain the economic benefit as government revenue. As part of fisheries management, fishing license affect to many aspects of fisheries as ecology, economic, technology, social, and ethic. Fishing license for large fisheries scale in Arafura Sea play an important role in Indonesian fisheries as Goverment issued 1072 fishing license or almost 25% of total license issued for all Indonesian waters. Unfortunatelly, Arafura Sea faces many problem and issues like overfishing, IUU fishing, destructive of fish habitat and environment that threaten the sustainability of fisheries. So it’s important to know the sustainability state of Arafura Sea in present to determine the best fishing license policy. The analysis of RAPFISH for sustainability of fisheries (including Leverage and Monte Carlo analysis) by major type of fisheries give some results as : (1) the fisheries of Arafura Sea is sustainable enough with score 53,86; (2) squid jigging, bottom longline, and gillnet fisheries are sustainable enough; but fish net and shrimp net are less sustainable; (3) the ecological dimension is good sustainable with score 72,43; but the ethic dimension is less sustainable with score 37,26. The leverage analysis shows the attributes which give the highest influence to each dimensions as: (1) size of fish on ecology dimension; (2) sector employment on economic dimension; (3) FAD (fish attracting devices) using and gear selectivity on technology dimension; (4) education level on social dimension; and (5) just management on ethic dimension. It’s recommended for Arafura Sea fisheries development to promote the sustainability fishing gears like squid jigging, bottom longline, and gillnet fisheries.
PERSEPSI PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PENGELOLAAN WISATA BAHARI DI KEPULAUAN KAPOPOSAN KABUPATEN PANGKEP Khrisna Samudra; Mulyono S. Baskoro; Sugeng Hari Wisudo; Budhi H. Iskandar
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.637 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.15-23

Abstract

Kapoposan islands in Pangkep Regency consist of six small islands named are Kapoposan, Gondongbali, Papandangan, Suranti, Tambakulu and Pamanggangan. Those six islands with the area, will be developing on marine tourism activities. The primary data was collected by survey, deep interview and focus group discussion activities, which being process with Analytical Hierarchy Process (AHP) with helping by expert choice. Based on AHP result, the priority of stakeholders perceptions on marine tourism management of Kapoposan Islands in Pangkep Regency as like this follow: the Central Goverment, the Regency Goverment, the private sector, and non bureaucracy institusion
FAKTOR PERSEPSI INDIVIDU DALAM PENGEMBANGAN PERIKANAN LINTAS BATAS Romelus Far Far; John Haluan; Mulyono S. Baskoro; Victor Nikijuluw
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.793 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.25-32

Abstract

Mengelola sumber daya perikanan di wilayah perbatasan akan tergantung pada perilaku dan persepsi masyarakat untuk memberi reaksi terhadap masalah mereka. Makalah ini akan menganalisis tentang faktor persepsi individu untuk pengembangan perikanan lintas batas seperti pemasangan sejarah, alat penangkapan ikan, produksi, dan lokasi pemasaran, sumber pengetahuan tentang wilayah pemilik dan model parsial persepsi nelayan di Lirang, Wetar dan Kepulauan Kisar. Model parsial persepsi individu TCIF (Transboundary Commuters for Illegal Fishing) adalah e-1,372 + 0,846 SPKW + 1,029 PAN-TL atau P (TCIF_ individual perception) = f (SPKW, PAN-TL).
ANALISIS FAKTOR INTERNAL - EKSTERNAL DAN STATUS KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI TELUK JAKARTA Siti Radarwati; Mulyono S. Baskoro; Daniel R. Monintja; Ari Purbayanto
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.135 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.33-46

Abstract

Perikanan tangkap di Teluk Jakarta sangat berperan dalam mengangkat perekonomian dan kehidupan masyarakat di lokasi, namun selain produksi perikanan yang cenderung menurun dan tingkat pencemaran yang tinggi di perairannya, terkadang aktifitas perikanan tangkap berbenturan dengan fungsi konservasi di Kepulauan Seribu. Penelitian ini bertujuan menentukan faktor internal dan eksternal pengelolaan, identifikasi status keberlanjutan kebijakan pengelolaan perikanan tangkap di Teluk Jakarta dan strategi pengembangan pengelolaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis matriks IFAS, EFAS dan SFAS, analisis matriks IE, dan analisis matriks SWOT. Hasil analisis menunjukkan terdapat 17 (tujuh belas) faktor yang mempengaruhi kegiatan perikanan tangkap di Teluk Jakarta baik dari dimensi ekologi, biologi, ekonomi, sosial maupun teknologi. Hasil skor matriks IFAS,EFAS dan SFAS seluruhnya termasuk kategori ”kurang baik” dengan total skor berturut-turut 2,529 untuk faktor internal, 2,747 untuk faktor eksternal dan 2.152 untuk SFAS. Status keberlanjutan pengelolaan perikanan tangkap di Teluk Jakarta ditunjukkan dalam matriks IE berada pada sel V, dikategorikan dalam tahap pertumbuhan yang memerlukan strategi konsentrasi secara horizontal. Beberapa strategi yang penting mendukung keberlanjutan pengelolaan tersebut adalah pemberdayaan SDM, peningkatan kualitas produk, peningkatan kemampuan nelayan mandiri, peningkatan pengawasan melekat, penyuluhan kepada nelayan, manajemen terpadu untuk mempertahankan fungsi ekosistem perairan, standarisasi terhadap perikanan skala kecil, dan pengaturan hari operasi dengan penerapan closed-open season.
MODEL MICRO-MACRO LINK PENGEMBANGAN KEBIJAKAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN BELITUNG M. Nizar Dahlan; Budy Wiryawan; Bambang Murdiyanto; Mulyono S. Baskoro; A. Fauzi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.242 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.61-69

Abstract

Perairan Laut Cina Selatan dengan potensi lestari 1,06 juta ton/tahun dan masih belum menjadikan sektor perikanan sebagai kontributor ekonomi utama di kawasan termasuk di Kabupaten Belitung. Penelitian ini bertujuan merumuskan kebijakan pembangunan perikanan tangkap sehingga menjadi basis ekonomi Kabupaten Belitung. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis deskriptif dan analisis micro-macro link yang dikembangkan dengan metode structural equation modelling (SEM). Hasil analisis menunjukkan pengaruh signifikan terjadi pada usaha perikanan Belitung terhadap wilayah basis (P=0,008), kondisi fiskal terhadap pertumbuhan market output (P = 0,002) dan wilayah basis (P=0,005), kebijakan nasional terhadap moneter (P=0,002) dan trade (P=0,007), trade terhadap ekonomi regional (P=0,003), dan ekonomi regional terhadap sektor penunjang (P=0,000). Terkait dengan ini, maka kebijakan pembangunan perikanan dapat diarahkan pada pengembangan usaha perikanan tangkap yang berbasis potensi dan prospek kewilayahan, serta penyelamatan pemasaran produk perikanan daerah dan usaha perikanan unggulan terutama bila kondisi ekonomi dan keuangan global tidak stabil. Hal ini untuk antisipasi terhadap kondisi yang tidak mendukung bila suatu kebijakan nasional diberlakukan di kawasan yang tidak sesuai dengan kondisi kedaerahan. Dan perlu pengembangan jalur-jalur perdagangan produk perikanan yang permanen dan jangka panjang serta jaminan kondusifitas kegiatan pelayanan jasa yang mendukung pembangunan perikanan
HASIL TANGKAPAN IKAN MADIDIHANG DARI ASPEK TEKNIS DAN BIOLOGI MENGGUNAKAN ARMADA PANCING TONDA DI PERAIRAN PALABUHANRATU Muhammad Ihsan; Roza Yusfiandayani; Mulyono S. Baskoro; Wazir Mawardi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3738.436 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.115-123

Abstract

Pembangunan perikanan di daerah terdiri dari berbagai aspek, salah satunya adalah aspek teknis dan aspek biologis. Aspek biologis memiliki peranan penting untuk pengembangan perikanan di suatu daerah. Aspek teknis digunakan untuk melihat bagaimana cara madidihang tertangkap dan aspek biologis digunakan dalam penelitian ini berguna untuk mengetahui perkembangan penangkapan pada objek ikan yang tertangkap dalam hal ini adalah madidihang yang mendarat di PPN Palabuhanratu. Sampel madidihang diambil pada Agustus 2015 sampai Desember 2015 dari seorang nelayan di PPN Palabuhanratu. Dalam pengoperasian armada pancing tonda, digunakan 4 alat jenis alat tangkap yaitu taber, tomba, pancing ulur, dan layang-layang yang mempunyai fungsi dan jenis hasil tangkapan yang berbeda. Pengukuran total panjang total berat dan analisis korelasi panjang-berat. Data yang telah dihitung antara korelasi dari jumlah panjang dan jumlah-berat madidihang yang issometric dengan b nilai 3.304. Panjang tuna madidihang yang didaratkan secara keseluruhan berkisar antara 39–68cm FL. Distribusi frekuensi panjang tuna madidihang selama lima bulan didominasi oleh ukuran < 100 cm FL. Berdasarkan pengamatan armada pancing tonda, tiap alat tangkap yang digunakan mempunyai cara yang berbeda-beda dalam operasi penangkapannya dengan hasil tangkapan yang berbeda. Berdasarkan analisis korelasi panjang-berat, madidihang memiliki hasil isometrik yang dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan madidihang berkembang dengan baik. Hasil tangkapan bedasarkan analisis selang kelas panjang madidihang menunjukan 55% hasil tangkapan berada pada ukuran jouvenile.
TINGKAT PEMANFAATAN DAN STATUS KONSERVASI PERIKANAN HIU DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) CILACAP Irfan Hanifa; Mulyono S Baskoro; Sulaeman Martasuganda; Domu Simbolon
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.389 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.25-34

Abstract

Hiu merupakan sumber daya perikanan sangat rentan terhadap usaha penangkapan yang berlebihan (over-eksploitasi). Eksploitasi hiu di Indonesia masih berlanjut hingga hari ini tanpa diimbangi dengan tata kelola dan manajemen yang mengarah pada perikanan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan hiu dan mengidentifikasi jenis hiu yang didaratkan di PPS Cilacap berdasarkan status konservasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2015 di PPS Cilacap, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif survey. Tingkat pemanfaatan dihitung dengan cara menghitung jumlah hasil tangkapan pada tahun tertentu terhadap nilai TAC (Total Allowable Catch) atau jumlah tangkapan yang diperbolehkan. Jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) tersebut adalah 80% dari potensi maksimum lestari (MSY). Pendugaan nilai MSY dianalisis menggunakan model surplus produksi Fox. Status konservasi hiu dianalisis berdasarkan hasil tangkapan hiu yang didaratkan di PPS Cilacap dibandingkan dengan daftar kategori konservasi International Union for Conservation of Nature (IUCN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiu tertangkap dan didaratkan di PPS Cilacap pada bulan Februari-Mei 2015 terdiri dari 11 famili atau 30 spesies. Hasil tangkapan terdiri dari famili Alopiidae, Carcharhinidae, Squalidae, Hexanchidae, Lamnidae, Triakidae, Sphyrnidae, Squatinidae, Rhinidae, Centrophoridae, dan Chimaeridae. Hasil tangkapan tertinggi berasal dari famili Alopiidae (2.028 hiu) dan hasil tangkapan terendah berasal dari famili Chimaeridae (2 hiu). Tingkat pemanfaatan hiu yang didaratkan di PPS Cilacap pada tahun 2010-2014 berdasarkan model surplus produksi Fox adalah 24-81%. Sebagian besar dari jumlah tangkapan hiu mendarat di PPS Cilacap pada bulan Februari-Mei 2015 yang mencakup dalam kategori dari rentan (46,44%) dan hampir terancam (39,65%). Jenis hiu yang didaratkan di PPS Cilacap termasuk dalam kategori rawan adalah A. pelagicus, A. superciliosus, I. paucus, C. plumbeus, R. ancylostoma, I. oxyrinchus, N. acutidens, C. squamosus, C. longimanus, sedangkan jenis hiu yang termasuk dalam kategori hampir terancam adalah C. sorrah, C. falciformis, H. perlo, P. glauca, C. brevivina, C. amblyrhynchoides, G. cuvieri, C. leucas, H. griceus, C. albimarginatus.
ADAPTASI RETINA IKAN SELAR (SELAROIDES LEPTOLEPSIS) TERHADAP INTENSITAS CAHAYA LAMPU Nur Lina M Nabiu; Mulyono S Baskoro; Zulkarnain Zulkarnain; Roza Yusfiandayani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.014 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.97-102

Abstract

Potensi ikan selar merupakan salah satu potensi ikan pelagis yang cukup besar di Indonesia. Nelayan banyak menangkap ikan selar melalui light fishing yang hingga saat ini masih terus dikembangkan teknologinya. Penggunaan cahaya tidak dapat terlepas dari sifat fototaksis positif yang dimiliki ikan. Peranan retina pada mata ikan menjadi penting dalam melihat kemampuan adaptasi ikan, sehingga diperlukan penelitian yang lebih banyak mengenai adaptasi retina ikan pada ikan hasil tangkapan light fishing guna menunjang pengembangan teknologi penangkapan. Penelitian ikan selar ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Ikan, Departemen Budidaya Perikanan, IPB untuk pengamatan retina ikan melalui metode histologi sehingga dapat dilihat rasio penjuluran sel kon mata ikan pada setiap intensitas cahaya, yaitu 10 lux, 20 lux, 35 lux dan 50 lux dengan dua warna cahaya, yaitu putih dan biru. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pergerakan sel kon tetap terjadi seiring dengan peningkatan intensitas cahaya yang dipaparkan. Akan tetapi peningkatan pergerakan sel kon menuju membran pembatas luar untuk tiap warna cahaya berbeda. Pengaruh warna cahaya pada intensitas yang berbeda didapatkan bahwa ikan selar ini sensitif terhadap warna cahaya putih dan biru pada hampir semua intensitas yang diujicoba dengan kisaran penjuluran antara 79%-90%. Ikan selar lebih cepat bereaksi pada cahaya dengan iluminasi rendah karena penjuluran ikan lebih maksimal terjadi pada pemaparan 10 lux hingga 35 lux. Hal ini dapat disebabkan oleh tempat hidup ikan selar yang tergolong pelagik sehingga ikan selar tidak memerlukan iluminasi dan cahaya dengan panjang gelombang yang tinggi.
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS TUNA OLEH KAPAL TUNA LONGLINE YANG BERBASIS DI PPN PALABUHANRATU Mohammad Imron; Roza Yusfiandayani; Mulyono S. Baskoro
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2821.779 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.10.173-181

Abstract

Tuna fishing productivity can be seen from the production of landed production per attempt. The archipelago fishing port Palabuhanratu has become one of the active fishing ports in the southern coastal region in Java Island and it’s one of the centers of capture fisheries in the area of West Java Province. Tuna longline is an industrial-scale fishing unit to catch tuna as an export commodity. Tuna production in PPN Palabuhanratu experienced had a significant increase from 2010 to 2014. In 2014-2018 tuna production in PPN Palabuhanratu experienced had a quite drastic decline. In 2019, production will increase to 1,091,612 tons. Landing Per Unit Effort (LPUE) is used in fisheries research to indicate the abundance of resources used to conduct stock assessments when estimating the relative abundance of an exploited species. The composition of tuna catches by longline tuna vessels consists of yellowfin tuna (Thunnus albacores), big eye tuna (Thunnus obesus), and albakor tuna (Thunnus alalunga). Tuna production which was landed at PPN Palabuhanratu from 2010-2019 experienced is fluctuative. In 2010 the production of yellowfin tuna was 444,952 tons, big eye tuna was 979,189 tons, albakor tuna was 122,671 tons. In 2019 the production of yellowfin tuna was 617,992 tons, big eye tuna was 240,487 tons, albakor tuna was 233,133 tons. The highest productivity occurred in yellowfin tuna in 2014 with a LPUE value of 6,09 with a production of 2,448,171 tons with a total effort of 402. Productivity has fluctuated every year.
Co-Authors A. Fauzi A. Fauzi A. Purbayanto Abdul Hanan Abdul Kohar Mudzakir Achmad Indar Wijaya Adi Saputra Adi Susanto Adi Susanto Adi Susanto Ady Candra Afiyatus sholihah Agnes P. Sudarmo Agus Atmadipoera Agus Santoso Agus Suherman Agus Wahyu Santoso Agustinus Tupamahu Akhmad Fauzi Aksa Azhari Aminullah Alberth Ch Nanlohy Ali Muqsit Am Azbas Taurusman Am Azbaz Taurusman Anggraini, Atika Anjaya Purwa Wiyastra Anwar Bey Pane Anwar, Yanto Arfani Mukrim Ari Purbayanto Arif Satria Aristi Dian Arzali Asep Ma&#039;mun Ateng Supriatna Axeline Estherina Simanjuntak Ayu Wulandari Azis, Ravy Nur Aziz, Ravy Nur Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bartho, Seldi Benaya M. Simeon Bimasakti, Yudha Budhi H Iskandar Budhi H Iskandar Budhi H Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Hascaryo Budi Hascaryo Budi Hascaryo Iskandar Budi Nugraha Budiman, M. Syarif Budy Wiryawan Bunasor Sanim Burhanis Burhanis Chandra Nainggolan D Manurung Dahri Iskandar Dahri Iskandar Daniel Monintja Daniel R Monintja Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Daniel R. Monintja Daniel R. Monintja Daniel Rezki Danu Sudrajat Dareen Nadya Rema Dedi Soedharma Dedy H. Sutisna Deni Achmad Soeboer Deselina M.W. Kaleka Diana Agustina Didik Santoso Didik Santoso Dietriech Geoffrey Bengen Diniah Diniah Djodie Rizky Prima Domu Simbolon Drama Panca Putra Dwi A. Gautama Eko Sri Wiyono Erfind Nurdin Erfind Nurdin Erna Almohdar Ernani Lubis Estu Nugroho Fadlt Syamsudin Firdaus Basbeth Firman Kurniawan Fis Purwangka Fonny J.L. Risamasu Fuad Gentio Harsono Gondo Puspito Hafinuddin Hafinuddin Hanifa, Irfan Hansje Matakupan Hariwisudho, Sugeng Herie Saksono Hiariey, J. Hiariey, Johanis Hutagalung, Bronx Andar Iin Solihin Iin Solihin Ilham Fajri, Ilham Indra Ambalika Syari Indra Ambalika Syari Indra Jaya Indra Jaya J Hiariey Jabbar, Meuthia Aula Jaliadi - Jeti Pulu Johanis Hiariey Johanis Hiariey John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Joko Santoso Karman, Amirul Karnan Karnan Khrisna Samudra Krishna Samudra Kunarso Kunarso Kurman, Mathilda Kurnia, Triono Aries Kusnandar Kusnandar La Anadi Laitupa, Jufri Pachri Lilik Muzayanah Luh Putu Ratna Sundari M Yasin U.P Olii M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Nizar Dahlan M. Nizar Dahlan Mahiswara Mahiswara Matakupan, Hansje Mennofatria Boer Mochammad Riyanto Mohamad Gazali Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muhamad Fedi Alfandi Sondita Muhamad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Agam Thahir Muhammad Agam Thahir Muhammad Ihsan Muhammad Imron Muhammad Imron Muhammad Johar Rudin Muhammad Sulaiman Muhammad Sulaiman Muhammad Wildy Kamaali Mujizat Kawaroe Mulyati, Sri . Mulyono Partosuwirjo Mulyono Partosuwirjo Mustaruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nining S Ningsih Nining Sari Ningsih Nopriyanti Nur Lina Maratana Nabiu Nurhasanah Oktariza, Wawan Picaulima, Simon M. Pipih Suptijah Posundu, Ronald S A Prasetiyo, Shidiq Lanang Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Demo Buana Rafi Ohorella Rahmad, Adrul Rahmat Kurnia Raihan, M. Reza Raihan, Muhamad Reza Raihanah Raihanah Ratih Kusumastuti Ridwan Mulyana Ridwan Mulyana Riena F Telussa Rinda Noviyanti Rizqi Ramadhan Putra Romelus Far Far Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani Roza Yusfidanayani RR. Ella Evrita Hestiandari Runtu, Noriko Sadarun Sadarun Safwan Hadi Salsabila Nafri Saputra, Bonis Andrei Tri Siahainenia, Stevanus M Siti Radarwati Siti Radarwati Soehadi, Imam Soepanto Soemakaryo Soepanto Soemokaryo Soepanto Soemokaryo Sri Harijati Sri Harijati Sudrajad, Dirfas Heronseva Sudrajat Danu Sudrajat, Danu Sugeng H. Wisudo Sugeng Hariwisudho Suharyanto Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sumardi Sadi Supartono Supartono Sutia Yuningsih Syifa Nurul Aini Taeran, Imran Taufiq Taufiq Taufiq Taufiq Taufiq Tirtana, Denta Tri Hariyanto Tri Wiji Nurani Triadhi, Joko Triono Probo Pangesti Tsunoda, Atsuhiro Tupamahu, A. Uju Vatria, Belvi Victor Nikijuluw Vita Rumanti Kurniawati Wahdati, Fajriyah Cahyani Wardani, Puti Wazir Mawardi Welem Waileruny, Welem Wilma Amiruddin Wudianto Wudianto Yopi Novita Yudha Bimasakti Yusfiandayani, S.Pi., Dr. Roza Yusviandayani, Roza Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain . Zulkarnain . Zulkarnain Zulkarnain Zuriat