Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of the Dutch East Indies Government in Building Pontianak City Center Firmansyah, Andang; Mirzachaerulsyah, Edwin
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 7 No 2 (2023): Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan dan Humaniora
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v7i2.3260

Abstract

This research aims to discuss the role of the Dutch East Indies Government in developing the Tanah Seribu area which is now known as Pontianak Kota District. Pontianak Kota District is currently the center of Pontianak City because of the infrastructure that the Dutch built. Dutch heritage buildings contain history that people have begun to forget due to the times. This research method uses a historical method which consists of five stages, namely topic selection, source collection, verification, interpretation and writing. The results of this research reveal the history of buildings left by the Indies government as evidence that the Dutch played a role in forming the center of Pontianak City. Several Dutch heritage buildings were very useful for the Pontianak City Government in the early days of Indonesian independence. Indonesia's unstable conditions do not allow the government to build facilities, so the City Government utilizes Dutch heritage buildings. Some of the buildings are still in use today, and have even become Pontianak City Cultural Heritage because they contain historical significance. This determination shows that the Dutch East Indies Government also left good things for Indonesia.
Tradisi Saprahan Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Kalimantan Barat Putri, Astrini Eka; Firmansyah, Andang; Mirzachaerulsyah, Edwin; Firmansyah, Haris
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i1.3512

Abstract

Lokal history content is always neglected from the national stage as seen in the history learning textbooks presented to student. The narrative that is told is a Javanese historical narrative, causing jealousy among student. One of the lokal traditions that can be used as a source for learning local history is the Saprahan tradition in West Kalimantan. This study aims to find out the history of the Saprahan tradition, the values of local wisdom in the Saprahan tradition that can be integrated into history learning, and to make the Saprahan tradition an alternative source of learning local history. The method used in this research is a qualitative method. The results showed that the Saprahan tradition is one local the local traditions that can be used as a local of local history. The existence of the Saprahan tradition is important because it is a form of local of lokal culture with Islamic culture in West Kalimantan. The local of local wisdom contained in the Saprahan tradition include the value of togetherness, religious value, and the value of cooperation. The provision of local history materials in schools is expected to be able to create positive characters in student.Konten sejarah lokal selalu terabaikan dari panggung nasional seperti yang terlihat dalam buku teks pembelajaran sejarah yang dihadirkan kepada siswa. Narasi yang diceritakan merupakan narasi sejarah Jawa sehingga menimbulkan kecemburuan di kalangan siswa. Salah satu tradisi lokal yang dapat diangkat sebagai sumber belajar sejarah lokal adalah tradisi Saprahan di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah mengenai tradisi Saprahan, nilai-nilai kearifan lokal pada tradisi Saprahan yang dapat dintegrasikan dalam pembelajaran sejarah, dan menjadikan tradisi Saprahan sebagai alternatif sumber belajar sejarah lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Saprahan merupakan salah satu tradisi lokal yang dapat digunakan sebagi sumber sejarah lokal. Keberadaaan tradisi Saprahan menjadi penting karena menjadi salah satu bentuk akulturasi kebudayaan lokal dengan kebudayaan Islam di Kalimantan Barat. Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi Saprahan di antaranya nilai kebersamaan, nilai religius, dan nilai gotong royong. Adanya pemberian materi sejarah lokal di sekolah diharapkan mampu mewujudkan karakter positif pada diri siswa.
Pendudukan Jepang di Mempawah, 1942-1944 Firmansyah, Andang; Mirzachaerulsyah, Edwin; Novitasari, Novitasari
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v6i1.3637

Abstract

Japan entered West Kalimantan for the first time by controlling the administrative city, Pontianak. The control of the Mempawah area is vital because it is located between Pontianak City and Singkawang City, the administrative city of the Netherlands. This study aimed to determine the occupation of the Japanese army in Mempawah City, the entry of Japanese troops in Mempawah City, and the leadership of the Japanese military in Mempawah City. The research uses the historical method with four stages heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results showed that the Japanese entered the city of Mempawah around the end of February 1942. At the beginning of the occupation, the Japanese immediately managed the local government by placing soldiers of the highest rank to lead the city of Mempawah. Japan also recorded and arrested several actual figures who endangered its power in Mempawah. The leadership of the Japanese government left after Japan surrendered to the allies and marked the end of Japanese rule in Mempawah.Jepang pertama kali masuk ke Kalimantan Barat dengan menguasai kota administratif Pontianak. Penguasaan kawasan Mempawah sangat vital karena terletak di antara Kota Pontianak dan Kota Singkawang, kota administratif Belanda. Penelitian ini untuk mengetahui pendudukan tentara Jepang di Kota Mempawah, masuknya pasukan Jepang di Kota Mempawah, dan kepemimpinan militer Jepang di Kota Mempawah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepang memasuki kota Mempawah sekitar akhir Februari 1942. Pada awal pendudukan, Jepang langsung mengatur pemerintahan daerah dengan menempatkan prajurit berpangkat tertinggi untuk memimpin kota Mempawah. Jepang juga mencatat dan menangkap beberapa tokoh nyata yang membahayakan kekuasaannya di Mempawah. Kepemimpinan pemerintah Jepang pergi setelah Jepang menyerah kepada sekutu dan menandai berakhirnya kekuasaan Jepang di Mempawah.
Dinamika Sosial Ekonomi Masyarakat Buruh Pikul Di Pos Lintas Batas Negara Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Tahun 1990 2000 Kevins*, Ligorius; Zakso, Amrazi; Mirzachaerulsyah, Edwin; Firmansyah, Andang; Firmansyah, Haris
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2024): Agustus, Education, Social Issue and History Education.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i3.32699

Abstract

Kecamatan Entikong merupakan salah satu daerah perbatasan yang terdapat di wilayah Kalimantan Barat. Masyarakat yang masih serumpun dengan masyarakat Malaysia dari bahasa, adat, dan suku. Seperti yang kita ketahui bahwa daerah perbatasan memiliki tingkat pekerjaan yang beragam mulai dari perdagangan, pasar, dan jasa. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pekerjaan yang berada dibidang jasa yaitu buruh pikul. Penelitian yang berjudul Dinamika Sosial Ekonomi Masyarakat Buruh Pikul di Pos Lintas Batas Negara Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Tahun 1990-2000 memiliki tujuan khusus, yaitu Mengetahui Dinamika Sosial Ekonomi Di Pos Lintas Batas Negara Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Tahun 1990-2000. Mengetahui Aktivitas Sosial dan Ekonomi Masyarakat Buruh Pikul di Pos Lintas Batas Negara Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Tahun 1990-2000. Mengetahui Dampak Sosial Ekonomi Di kawasan Pos Lintas Batas Negara Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau dengan keberadaan Masyarakat Buruh Pikul Tahun 1990-2000. Metode penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah yang terdiri dari pemilihamn topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan yang terjadi dalam sosial ekonomi yang dialami oleh masyarakat buruh pikul pada tahun 1990-2000. Karena rata-rata kecamatan yang berdekatan dengan Kecamatan Entikong lebih menyukai produk Malaysia. Untuk bisa mengeluarkan produk tersebut dibutuhkan buruh pikul guna membantu mengeluarkan barang dari Malaysia ke Indonesia dengan jumlah yang telah ditentukan bos ataupun toke.
Perkembangan Gereja Katedral Santo Yosep Kota Pontianak Tahun 1909 - 1940 Julianda*, Rizky; Firmansyah, Andang; Mirzachaerulsyah, Edwin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2024): Agustus, Education, Social Issue and History Education.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i3.30910

Abstract

The research was conducted with the aim of knowing the development of St. Yosep Cathedral Church of Pontianak City from 1909-1940. The research method used is the historical research method which consists of a. Topic Selection, b. Heuristics c. Verification, d. Interpretation, e. Historiography. The results of this study indicate that the entry of Catholicism into West Kalimantan in the early 20th century, especially in Pontianak which in 1909 was made a mission center and missionary center, the number of missionaries who came made many mission works established in Pontianak. This greatly influenced the Catholics and the people in Kalimantan especially in Pontianak thanks to Msgr. Pacificus Bos, O.F.M. Cap, and Msgr. Tarcisius Henricus Josephus van Valenberg, O.F.M. Cap. These two men were the pillars of the missionary works built in Pontianak, the most important of which was the Cathedral Church of St. Yosep Pontianak. This church is used as a mission center for missionaries, besides the church there is also Antonius Hospital and schools founded by the Pontianak Brothers School Foundation until now the results of this mission work are still growing and are still active until now, the mission works made by these missionaries greatly influenced the development of Catholics in Kalimantan, especially in Pontianak. In 1938 the Catholics reached 10,000 people but unfortunately in the 1940s the mission work stopped due to Japanese colonization, this made the development of Catholics not develop.
Analisis Kemampuan Berfikir Historis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah kelas XI IPS 2 SMA IT Al-Fityan Kubu Raya Puspita Sari*, Rini; Rustiyarso, Rustiyarso; Mirzachaerulsyah, Edwin; Firmansyah, Andang
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.28163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kemampuan berfikir historis pada mata pelajaran sejarah siswa kelas XI IPS 2 SMA IT Al-Fitiyan Kubu Raya. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. sumber data terdiri dari enam orang informan yang terbagi atas satu guru sejarah dan lima peserta didik kelas XI IPS 2. Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan observasi langsung dengan panduan observasi, teknik momunikasi langsung dengan panduan wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan (1) Kemampuan berfikir historis peserta didik kelas XI IPS 2 pada mata pelajaran sejarah di SMA IT Al-Fitiyan Kubu raya sangat kurang karna peserta didik kurang memahami materi yang diberikan oleh guru. (2) Pemahaman peserta didik pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPS 2 SMA IT Al-Fitiyan Kubu RayaPeserta didik belum mampu untuk manganalisa suatu kejadian yang terjadi pada materi yang di sampaikan, peserta didik juga tidak memiliki wawasan yang luas terhadap materi yang di sampaikan oleh guru mata pelajaran. (3) Kemampuan peserta didik dalam menganalisa materi pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPS 2 SMA IT Al-Fitiyan Kubu Raya sangat kurang menurut guru mata pelajaran sejarah peserta didik cenderung hanya menerima materi yang diberikan oleh guru mata pelajaran sejarah tanpa mencari tau lagi mengenai materi yang di berikan.
Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Sejarah Pada Siswa Kelas X Akuntansi A SMK Negeri 7 Pontianak Lestari*, Putri Pratama; Rustiyarso, Rustiyarso; Firmansyah, Andang
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.28089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Sejarah pada siswa Kelas X Akuntansi A SMK Negeri 7 Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 1 orang guru sejarah, 10 orang siswa kelas X Akuntansi A, serta 1 orang guru tim kurikulum merdeka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran sejarah pada siswa kelas X Akuntansi A SMK Negeri 7 Pontianak sudah dilaksanakan, namun belum sempurna dan maksimal. Guru sejarah sudah menggunakan perencanaan pembelajaran sejarah berupa Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang disediakan oleh pemerintah akan tetapi di modifikasi menyesuaikan kondisi peserta didik. Guru sejarah juga sudah membuat Modul Ajar tetapi tidak membuat setiap pertemuan. Guru sudah melaksanakan pembelajaran sejarah walaupun belum sesuai dengan Modul Ajar yang dibuat. Guru juga sudah menerapkan Asesmen formatif akan tetapi belum menerapkan asesmen sumatif. Adapun hambatan dalam penelitian ini yaitu guru belum bisa menyusun modul ajar secara mandiri, sumber belajar sejarah yang digunakan masih minim, serta sarana dan prasaran yang belum menunjang pembelajaran sejarah.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X1 Ips Di Sma Negeri 5 Pontianak Laila*, Alfa; Firmansyah, Andang; Putri, Astrini Eka
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.27790

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif untuk menyelidiki "Pengaruh Penerapan Model Cooperative Learning Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran DISMA 5 IPS Pontianak." Untuk mengevaluasi masalah penelitian, rumusan berikut dibuat berdasarkan variabel penelitian yang digunakan di SMA Negeri 5 Pontianak: (1) Bagaimana penggunaan model pembelajaran kooperatif Jigsaw di kelas XL IPS SMA5 Negeri Pontianak? (2). Bagaimana hasil belajar siswa kelas XL IPS SMA5 Pontianak setelah penggunaan model? (3) Bagaimana penggunaan model pembelajaran Jigsaw berdampak pada keinginan siswa untuk belajar di kelas XL IPS SMA 5 Negeri Pontianak? Untuk mengumpulkan data tentang motivasi belajar, angket motivasi belajar digunakan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Jigsaw memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar, dengan nilai F positif 1,502 dan nilai signifikansi 0,000. Karena 0,000 0,05, uji ANOVA digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,3% variabel terikat motivasi belajar dipengaruhi oleh variabel independen.
Pengaruh Penerapan Strategi Firingline Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Sejarah Kelas X SMA Islam Bawari Pontianak Januarti*, Kartika; Firmansyah, Andang; Putri, Astrini Eka; Chalimi, Ika Rahmatika
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.27693

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pada penerapan strategi pembelajaran firingline terhadap motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran sejarah kelas X di SMA Islam Bawari Pontianak. Metode penelitian yang diterapkan pada penelitian kali ini ialah metode eksperimen dengan bentuk penelitian quaisy experimental design dengan desain nonequivalent control group design. Sumber data yang digunakan ialah kelas X Ilmu-Ilmu Sosial pada SMA Islam Bawari Pontianak yang terdiri dari tiga puluh peserta didik yang masing-masing terdiri dari lima belas peserta didik untuk satu kelas. Pada penelitian kali Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik komunikasi tidak langsung dengan perantara alat berupa angket, sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan antaralain pedoman observasi, angket dan dokumentasi. Adapun angket yang akan digunakan terdiri dari angket pre-test dan post-test. Pengaruh strategi pembelajaran firingline diukur menggunakan uji-t independent sample test. Hasil awal yang didapat pada pre-test atau sebelum digunakannya strategi pembelajaran firingline diperoleh nilai sebesar 69,00, yang berarti strategi pembelajaran tersebut dapat di kategorikan cukup baik untuk digunakan. Dan didapatkan hasil kedua atau post-testsetelah digunakannya strategi pembelajaran firingline diperoleh hasil sebesar 79,86, yang artinya strategi pembelajaran tersebut dapat dikategorikan baik untuk diterapkan. Berdasarkan pernyataan diatas, dapat ditarik kesimpulanmaka terdapat pengaruh pada penerapan strategi pembelajaran firingline pada motivasi belajar peserta didik di kelas X SMA Islam Bawari Pontianak.Kata Kunci :Firingline, Strategi Pembelajaran, Motivasi Belajar
Efektivitas Media Film Battle Of Surabaya Terhadap Sikap Nasionalisme Peserta Didik Pada Pembelajaran Sejarah Kelas XI SMA Kemala Bhayangkari 1 Kubu Raya Putri*, Wella Prasetya; Chalimi, Ika Rahmatika; Putri, Astrini Eka; Firmansyah, Andang; Firmansyah, Haris
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.27092

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektivitas media film Battle of Surabaya terhadap sikap nasionalisme peserta didik pada pembelajaran sejarah kelas XI SMA Kemala Bhayangkari 1 Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan bentuk Quasi Eksperimental Design tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah peserta didik kelas XI IIS SMA Kemala Bhayangkari. Terdapat dua sampel pada penelitian, yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil dengan teknik Probability Sampling jenis Simple Random Sampling. Data penelitian diperoleh melalui angket, observasi serta dokumentasi. Analisis dari perolehan data penelitian menggunakan uji regresi linear sederhana, uji T-Test independent dan uji effect size. Hasil dari penelitian menunjukkan, pertama sikap nasionalisme peserta didik sebelum menggunakan media film Battle of Surabaya sebenarnya sudah ada namun hanya sebagian dari enam indikator sudah dimiliki peserta didik dengan diperoleh hasil rata-rata Pretest kelas eksperimen sebesar 123.32, dan untuk Pretest kelas kontrol sebesar 109.25. Kedua, sikap nasionalisme peserta didik sesudah menggunakan media film Battle of Surabaya kelas eksperimen hasil rata-rata angket mengalami peningkatan Post Test sebesar 123.55 sedangkan untuk Post Test kelas kontrol sebesar 106.70. Ketiga, hasil uji hipotesis memakai T-Test independent didapatkan nilai signifikansi (sig.2 tailed) 0.000 0.05, maka diartikan penggunaan media film Battle of Surabaya efektif terhadap sikap nasionalisme dan berdasarkan perhitungan uji effect size sikap nasionalisme peserta didik menggunakan media film Battle of Surabaya adalah 1,132.
Co-Authors Abdullah, Imam Achmadi Achmadi Adinda Azzahra Adlika, Nur Meily Adveniati, Angelia Ovi Afianto*, Risky Agus Sastrawan Noor Agus Sastrawan Noor Agus Sastrawan Noor Ahmad Imamul Arifin Alghifari, Muhammad Aqif Aminuyati Amrazi Zakso Ananda, Razi Andari, Desi Anggraini, Joya Reza Asih, Astri Astrini Eka Putri Aulia, Zakiah Baiyeni Amalia Hasanah Baiyeni Amalia Hasanah Bakti, Yunita Chorina, Malisa Delta, Delta Dewantara, Jagad Aditya Dewi Annisa Dianisty, Rizky Ananda Dodi Dores, Florianus Doyok, Hendoyo Dwija Saptahadi Edwin Mirzachaerulsyah Edwin Mirzachaerulsyah Efriani Efriani Eka Putri, Astrini Ellisya Sejarah Evi Dwi Lestari, Evi Dwi Firmansyah, Haris Firmansyah, Harris Fitriani Fitriani Galuh Bayuardi Hadi Kurniawan, Hadi Hadi Wiyono Haris Firmansyah Haris Firmansyah Haris Firmansyah Harris Firmansyah Hasmidar, Oktaviani Helen Sasty Pratiwi Hemri Yansa Hermanu Joebagio Ika Rahmatika Ika Rahmatika Chalimi Ika Rahmatika Chalimi Irena Yovanka T.A. Januarti*, Kartika Jemsy*, Steven Julianda*, Rizky Junaidi, Eko Wahyu Kamini, Tri Kartono, Kartono Kevins*, Ligorius Khofifah Nur Rahmah Kristoforus Bagas Romualdi Laila*, Alfa Lestari*, Putri Pratama Lindaria Purba Maria Ulfah Marsudi, Muhammad Ramadhan Miranda, Kinana Dede Riski Mohammad Rikaz Prabowo Novia Adidatil Jamilia Novitasari Novitasari Novitasari, Intan Patmawati Patmawati, Patmawati Prabowo, M. Rikaz Prabowo, Mohammad Rikaz Pratama, Rio Pratiwi Juniar Putri Purnama Dewi Puspita Sari*, Rini Putri Tipa Anasi Putri*, Wella Prasetya Rahmad Silahudin* rahmah, Khofifah nur Rahmahwati, Ratih Reyhan Ainun Yafi Riski Miranda, Kinana Dede Risky Afianto* Romualdi, Kristoforus Bagas Rum Rosyid Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso, Rustiyarso Salwa Wardina, Yastrid Saptahadi, Dwija Sari, Natalia Shelli Shelli Silahudin*, Rahmad Siti Halidjah Sofian, Ilham Nur Sri Buwono . Sri Maharani Steven Jemsy* Subarjo Subarjo subarjo, Subarjo Sulistyarini, Sulistyarini Superman Superman Tiningsih, Alpi Wahyu Vebianti, Popi Venny Karolina Veronika Senu Wahyuni, Nunung Wiwik Handayani Yansa, Hemri Yuristin, Puput Titania Elisa Yusawinur Barella Zahro, Hanifatuz