p-Index From 2021 - 2026
10.866
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Pastura; Journal Of Tropical Forage Science Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology JURNAL ILMU PERTANIAN Jurnal Produksi Tanaman CEMARA JURNAL AGROTEKNOLOGI JURNAL PETERNAKAN Jurnal Agroekoteknologi Gontor AGROTECH Science Journal AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian JOIV : International Journal on Informatics Visualization Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian JURNAL GALUNG TROPIKA Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Jurnal Biologi Tropis Jurnal Pertanian Agros Journal of Applied Agricultural Science and Technology Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JURNAL PERTANIAN PRESISI (JOURNAL OF PRECISION AGRICULTURE) JURNAL AGROHITA JURNAL AGRIBISAINS Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Hilirisasi IPTEKS (JHI) Jerami Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Jurnal Agrotek Indonesia International Journal of Agricultural Sciences Agroteknika Jurnal Agrotek Lestari Agro Bali: Agricultural Journal Akta Agrosia Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) Jurnal Sains Agro Jurnal Triton Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Terapan Pemerintahan Minangkabau Jurnal Riset Perkebunan (JRP) Journal of Applied Agricultural Science and Technology Jurnal Embrio Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Jagur: Jurnal Agroteknologi SAINTEK Horizon: Indonesian Journal of Multidisciplinary Jurnal Research Ilmu Pertanian Jurnal Pertanian Agros
Claim Missing Document
Check
Articles

The Utilization of Dioscorea Tuber in Self-Rising Starch: a Review Mimi Harni; Tuty Anggraini; Rini Rini; Irfan Suliansyah
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 6 No. 2 (2022): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.944 KB) | DOI: 10.55043/jaast.v6i2.53

Abstract

Self-rising starch is a development product of self-rising flour. This product  minimizes the process, especially in the salt and leavening agent weighing stage, so that it reduces the time in the serving process.  Self-rising flour is generally made of wheat flour.  Currently, due to some medical considerations, many people cannot consume this product. Based on some research results, gluten compound in wheat flour or wheat triggers for the development of type-1 diabetes. This fact has caused Indonesia to be ranked fifth in the world for the diabetic diseases. Thus, one of the ways to overcome this problem is by utilizing the raw materials originating from Indonesia too, namely tubers. Indonesia has a variety of tubers. Some of these tubers, however, have not been explored. These tubers have not only the function as the good sources of carbohydrates but also the bioactive compounds and more functional values, such as water soluble polysaccharides (WSP), diosgenin, inulin and glycemic index. They increase the functional properties of the starch that are produced. The tubers that currently have not been cultivated are the genus Dioscorea. The various tubers that are included in dioscorea family are uwi, gembili, gadung, tomberoso and jebubuk. All of these tubers are good sources of carbohydrates. Uwi, gembili and gadung are tubers that have been cultivated by the people for many years. On the hand, tomberoso and jebubuk tubers grow wildly in the forest that only become the foods for the wild animals in it. The starch derived from the disccorea tubers can be used as self-rising starch because it has the property as food developer. It contains high carbohydrates and bio-active compound, therefore, it is healthier to consume.
APLIKASI KONSORSIUM Bacillus spp DAN SOLID DECANTER UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE NURSERY PADA TANAH BEKAS TAMBANG BIJI BESI Rusmanida Rusmanida; Warnita Warnita; Irfan Suliansyah; Yulmira Yanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.6405

Abstract

Kelapa sawit.merupakan komoditas unggulan bagi Indonesia dalam perdagangan internasional. Berbagai.upaya.dilakukan.oleh.pemerintah maupun perusahaan besar.untuk meningkatkan hasil produksi tanaman kelapa sawit,.terutama.pada.lahan-lahan yang bermasalah seperti.lahan.bekas.tambang yang mempunyai unsur hara yang rendah dan Fe yang tinggi serta keadaan tanah yang masam yang menyebakan tanah tambang ini tidak dapat digunakan oleh petani. Solid decanter merupakan,limbah,padat,dari proses .pengolahan pabrik.kelapa,sawit yang digunakan sebagai.pupuk.organik, sedangkan konsorsium Bacillus spp. adalah bakteri yang bermanfaat untuk,meningkatkan,pertumbuhan,tanaman. Penelitian,ini,bertujuan,untuk,memperoleh dosis solid decanter dan jenis konsorsium Bacillus spp. yang terbaik untuk diaplikasikan pada tanah tambang biji besi. Penelitian telah dilaksanakan pada Juli-November 2021 di. Nagari.Talao.Sungai.Kunyit,.Kecamatan.Sangir.Balai.Janggo,.Kabupaten.Solok Selatan dengan menggunakan Percobaan faktorial 2 faktor dengan 5 kalli ulangan dalam .Rancangan.Acak.Lengkap Faktorial.(RAL). Faktor.pertama.yaitu solid decanter yang,terdiri dari 4 taraf.yaitu : 0g/polybag,400 g/polybag,800g/polybag dan 1200g/polybag, faktor ke 2 yaitu konsorsium Bacillus spp. yang terdiri dari :tanpa konsorsium, konsorsium Bacillusthuringiensis+Bacillustoyonensis,konsorsium Bacillus toyonensis+Bacillus cereus,  dan konsorsium Bacillus thuringiensis+Bacillus cereus. Hasil penelitian menunjuukkan bahwa pemberian solid decanter 800 g/polybag dan konsorsium Bacillus thuringiensis+Bacillus cereus memberikan memberikan pengaruh nyata terhadap klorofil daun, P pada daun, diameter bonggol, dan stomata tanaman sawit di pembibitan pre nursery.
PERBAIKAN SIFAT GANDUM MELALUI MUTASI FISIK IRRADIASI SINAR GAMMA ADAPTIF DATARAN MENENGAH ermawati erma; Irfan Suliansyah
Jurnal Embrio Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v12i2.618

Abstract

Mutasi adalah suatu proses dimana suatu gen mengalami perubahan struktur atau segala macam tipe perubahan bahan keturunan yang mengakibatkan perubahan fenotipe yang diwa- riskan dari satu generasi pada generasi berikutnya. Ada dua macam tipe mutasi yaitu mutasi alam dan mutasi buatan. Dengan menggunakan mutagen atau bahan penyebab mutasi pemulia tanaman dapat menciptakan keragaman baru dalam usaha mendapatkan varietas unggul sesuai dengan tujuan pemuliaan. Dengan menggunakan teknik mutasi, tujuan suatu program pemuliaan dapat lebih cepat tercapai dibanding dengan teknik konvensional. Dengan menggunakan teknik mutasi salah satu sifat dari suatu genotipe dapat diperbaiki tanpa merubah sifat yang lain. Mutasi juga dapat menimbulkan sifat baru yang tidak dimiliki oleh tanaman induknya. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah melakukan perbaikan sifat gandum yang dapat berproduksi tinggi di dataran sedang melalui pemuliaan mutasi. Karakter yang akan diperbaiki terutama berproduksi tinggi di dataran sedang. Mutan yang dihasilkan diharapkan dapat berproduksi tinggi. Disamping itu, diharapkan juga diperoleh mutan-mutan lain yang memiliki karakter yang baik untuk dipergunakan dalam program pemuliaan tanaman gandum adaptif dataran menengah. Benih dari genotipe SO3 dan Is-Jerissa dimasukan dalam 11 kantong plastik/kertas masing-masing seberat 200 gram untuk di iradiasi dengan sinar gamma pada dosis 0 kGy (sebagai kontrol); 0.1 kGy; 0.2 kGy; 0.3 kGy; 0.4 kGy; 0.5 kGy, 0.6 kGy; 0.7 kGy; 0.8 kGy; 0.9 kGy; 1.0 kGy. Kadar air benih ketika diiradiasi 14%. Dihasilkannya mutan gandum yang memiliki karakteristik agronomis yang telah diperbaiki, khususnya tanaman gandum berproduksi tinggi di dataran menengah, maka dapat diharapkan produktivitas gandum meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Benih gandum yang telah diiradiasi menyebabkan tingkat kematian yang tinggi bila dosisnya ditingkatkan. Penggunaan iradiasi sinar gamma dengan dosis rendah dapat menstimulasi pertumbuhan benih. Pemberian iradiasi sinar gamma dengan dosis 100 – 400 Gy pada benih dapat mempertahankan daya hidup benih. Perlakuan dosis tinggi akan mematikan bahan yang dimutasi atau mengakibatkan sterilitas. Pada umumnya dosis yang rendah dapat mempertahankan daya hidup benih. Dari hasil penelitian disarankan mernggunakan iradiasi sinar gamma dengan dosis 100 – 400 Gy.
Inbreeding Depression Test in Phenotypic Characters of Maize Plants from Selfing and Open Pollinated fitri ekawati; Doni Hariandi; Irfan Suliansyah
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 7, No 2 (2021): December 2021
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v7i2.5167

Abstract

The initial step in the assembly of hybrid maize is the formation of inbred lines. This research aims to see the differences in phenotypic characters and to determine the percentage of inbreeding depression between selfing and open-pollinated plant populations. Research activities have been carried out in the cornfield of Nagari Sitiung, Sitiung District, Dharmasraya Regency, West Sumatra. The materials used were F2 maize selected from a cross between BSM0729S3 and BAP27799 and maize S4 from BSM0729S3 (female parent). The research was conducted using a T-test, namely open-pollinated (T1) and selfing (T2). After the T-test was performed, the percentage of inbreeding depression was calculated for each observation variable. The results showed that the open-pollinated treatment was significantly different from the selfing treatment on the variables of plant height, ear height, anthesis time, silking time, harvesting age, ear weight per plant, length and diameter of the ear, kernel row number, and intensity of anthocyanin staining on hair, tassels, and roots. The magnitude of the decrease in vigor in the open-pollinated treatment was smaller than the selfing treatment on all observed variables except for the anthocyanin intensity variable in tassel and roots. Therefore, it is necessary to do further selfing on the S4 population to obtain uniform pure lines and mass selection on the F2 population to produce a uniform maize population.
Responses of Growth and Grain Yield of IR50404 Rice to Temperature Stress Le Huu Phuoc; Irfan Suliansyah; Feri Arlius; Irawati Chaniago; Nguyen Thi Thanh Xuan; Pham Van Quan
International Journal of Agricultural Sciences Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ijasc.6.1.9-18.2022

Abstract

Climate changes, rising warmth, drought, and CO2, are now seriously influencing agriculture. In this study, four separate greenhouses (labeled GH1, GH2, GH3, and GH4) were built with plastic roofs and walls, except GH1, which had three walls with mesh to evaluate the impact of temperature stress on growth, biomass, and yield of rice variety IR50404 under different temperature regimes. The control treatment group was grown ambient, next to these greenhouses. GH1, GH2, GH3, and GH4’s temperatures were from 0.9 oC to 3.1 oC higher than the ambient (as control). Carbon dioxide concentrations in GH2, GH3, and GH4 were recorded higher than the ambient, from 34.1 ppm to 48.2 ppm. Total vegetative dry matter was reduced from 15.9% to 20.5%, while grain yield declined from 20.8% to 24.6% when the mean temperature increased from 2.9 oC to 3.1 oC. High temperature or a combination of high-temperature stress with elevated CO2 concentration reduced the grain yield and total vegetative dry matter.
Kajian: Pengembangan Varietas Unggul Baru Padi (Oryza sativa L.) Lokal melalui Iridasi Gamma Henny Puspita Sari; Irfan Suliansyah; Aswaldi Anwar; Indra Dwipa
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i1.3017

Abstract

The widespread use of mutagenesis for plant genetic improvement can be explained by a number of factors, including the fact that new varieties can be developed in a shorter time than conventional breeding methods and that transgenesis is more difficult to re-engineer. Gamma rays are physical mutagens that are often used in plant mutagenesis techniques and are safe for human health because there is no environmental risk in the induced generations. The method used in this paper is by grouping articles according to their relevance to the subject and year of research, and finally managing the explanatory structure. Journal articles for the period 2012 to 2022 were searched using keywords: breeding, mutation, mutagen, rice, and gamma iridation. The selection of selected articles comes from the PubMed, Elsevier, and Springer web sites. This paper integrates the available data on the effects of mutation breeding of plant varieties in different countries and addresses the potential of gamma irrigation as a flexible and practical approach that can be applied to rice crops and an appropriate selection method.
A Bibliometric Analysis of Hybrid Maize Research using VOSviewer Taufiq Hidayatullah; Irfan Suliansyah; Etti Swasti; Nurwanita Ekasari Putri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): January - March
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i1.4641

Abstract

Corn (Zea mays L.) is one of the most widely cultivated commodities in the world after rice. This study aims to (1) evaluate the most effective database available at Harzing's Publish or Perish software with a year-range search method and the use of additional keywords to obtain the highest number of manuscripts from journal sources relevant to maize hybrids in the field of plant science and agriculture and (2) assess the publication of articles and types of reviews on hybrid maize research related to plant science and agricultural by mapping and visualizing of bibliometric analysis. The data of bibliometric analysis was collected from PubMed, Google Scholar, Semantic Scholar, and CrossRef in Harzing's Publish or Perish software. The keyword used in this research was "hybrid maize" with the year of publication of the article 1962-2021. CrossRef  has the highest number of total relevant manuscripts compared to the others. The search method for years is the most effective and efficient if the number of manuscripts is less than 1000. The topic of hybrid maize was mainly published in 2020. The journal that published the most on maize hybrid was Crop Science, especially from 1982- 2011. VOSviewer keyword analysis found that there were 5 clusters from 122 items, 1851 links, and total link strength of 5516. The topic of hybrid maize has been massively published since 2010. Apart from that, hybrid maize and gene were also the two most discussed topics.
IDENTIFIKASI KUALITAS WARNA BUAH NAGA (Hylocerecus) DENGAN EKSTRAKSI MENGGUNAKAN MICROWAVE-ASSISTED EXTRACT (MAE) Mimi Harni; Tuty Anggraini; Rini B; Irfan Suliansyah
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.1.104-109.2023

Abstract

Buah naga merupakan jenis buah yang kaya dengan zat warna.  Warna ini dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam mengatasi penggunaan pewarna buatan di masyarakat yang diluar ambang batas sehingga menimbulkan resiko bagi kesehatan.  Selain itu warna yang dihasilkan juga  mengandung senyawa polifenol yang merupakan sumber antioksidan.  Penggunaan metode dengan Microwave-Assisted Extract (MAE) dengan tujuan agar kualitas warna lebih baik dan dapat mempertahankan senyawa polifenol yang terdapat dalam buah naga tersebut.  Dari hasil penelitian didapatkan kualitas warna terbaik berasal dari kulit buah naga daging merah dengan uji kualitas  sebagai berikut : polifenol 623,1 mg GAE/100 gram, aktivitas antioksidan 41,18%, antosianin 84 mg/100 gram, betasianin 0,75 mg/100 gram dan warna 21,18.
PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN USAHA PERBENIHAN PADI BERSERTIFIKAT DI NAGARI SUNGAI BATANG, KECAMATAN TANJUNG RAYA, KABUPATEN AGAM Indra Dwipa; Irfan Suliansyah; Syafrimen Yasin; Dini Hervani; Silvia Permata Sari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 11: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i11.5393

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Nagari Tahun 2022 ini merupakan keberlanjutan kegiatan PKM Membantu Nagari Membangun Nagari tahun 2020 dan 2021, yang difokuskan kepada pengembangan dan pemberdayaan usaha perbenihan padi bersertifikat di Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Lima kegiatan yang diberikan pada mitra PKM (KWT Semangat Berkarya) oleh Tim Pengabdian Unand, yaitu: 1). Sosialisasi teknologi pengeringan benih bersertifikat, 2). Penyuluhan dan sekolah lapang pengujian benih hasil penangkaran, 3). Sosialisasi penanganan hama gudang dan penyakit pasca panen, 4). Bimbingan teknis teknologi pengujian viabilitas benih berkualitas gabah hasil penangkaran, 5). Bimbingan teknis teknologi packing gabah hasil penangkaran. Lima kegiatan tersebut diberikan dalam bentuk sosialisasi dan sekolah lapang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan PKM sudah terlaksana dengan baik, sukses, dan capaian tercapai 100%. Pada kegiatan pengabdian ini juga memperlihatkan adanya kolaborasi berbagai instansi, seperti BPSB Provinsi Sumatera Barat, POPT Kabupaten Agam, Instansi pemerintahan setempat. Mitra dari kegiatan PKM ini sangat berterima kasih karena dilatih menjadi penangkar benih padi bersertifikat, bahkan mendapatkan bantuan benih lainnya (kacang tanah) maupun alat produksi sebagai penangkar benih padi bersertifikat (mesin perontok gabah).
UJI DAYA HASIL MUTAN M5 PADI BERAS MERAH (Oryza sativa L.) DENGAN POLA TANAM SISTEM JAJAR LEGOWO Oktafia Melati; Etti Swasti; Irfan Suliansyah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil mutan M5 padi beras merah yang dibudidayakan dengan pola tanam sistem jajar legowo. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan uji multi lokasi dalam rangka pelepasan varietas baru.  Penelitian dilakukan Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat bulan Juni 2022 sampai Oktober 2022. Penelitian merupakan percobaan faktorial yang disusun secara acak lengkap.  Faktor pertama adalah sistem tanam jajar legowo terdiri atas 3 taraf, yaitu jajar legowo: 2:1; 3:1; 4:1. Faktor kedua adalah galur padi mutan terdiri atas 4 taraf,  yaitu Sigah, M5-5-58, M5-13-19, M5-2-209. Data di analisis secara statistik dengan uji F pada taraf nyata 5%, dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple RangeTest (DNMRT) pada taraf nyata 5 %.  Dari hasil penelitian diperoleh interaksi yang nyata antara pola tanam jajar legowo dengan galur mutan M5 pada peubah bobot 1000 butir gabah bernas.
Co-Authors , Kasli . Adrinal . Gusmini Ade Noferta Afifah, Aditya Nurul Afrima Sari Agus Sutanto Anwar, Aswaldi Aprizal Zainal Ardhana, Abdillah Ardi Aries Kusumawati Atman Atman Atman Atman Atman Auzar Syarif Azwaldi Anwar Bambang Hariyanto Benny Warman Budi Santosa Budi, Rahmad Setia Chairil Ezward, Chairil Daimon Syukri Devianto, Dodi Dewi, Riska Kurnia Diah Sundari Ilyani Dini Hervani Dini Hervani Doni Hariandi Edwin Edwin Ekasari Putri, Nurwanita Ekawati, Fitri ekawati, fitri Elfrida Ratnawati ermawati erma Etti Swasti Evricia, Oliviana Ezward, Chairil Ezward Fadilla Arishadea Fahluzi, Dynrum Yendar Fatardho Zudri Feri Arlius Filya Hidayati Harvani, Dini Hasmiandy Hamid Hayati, PK Dewi Helmi Helmi Helmi Helmi Henmaidi Henmaidi Henmaidi, - Henmaidi, Henmaidi Henny Puspita Sari Hervani, Dini Hidayati, Filya I Made Jaya Mejana Indra Dwipa Indri Yeni Indriyani, NLP Indriyani, NLP. Irawati Irawati Chaniago Irawati Irawati Isna Gita Izni Havira J Juniarti Jamsari Jamsari Juniarti Juniarti Khandra Fahmy KRISTINA, NILLA Kusuma, Rudy Le Huu Phuoc Le Huu Phuoc Luthfi Luthfi Majid, Nur Kholish Mala Nurilmala Mardhiyetti Mardhiyetti MARIA ENDO MAHATA Marshanda, Marshanda Masruri Masruri Masruri Masruri Masruri, - Maulidya Fachra Nisa Yusri Mejaya, I Made Jana Melinda Noer Mimi Harni Mimi Harni Mimi Harni Mimi Harni Miskana Miskana Mismawarni Srima Ningsih Mochammad Imron Awalludin Mudinillah, Adam Muhammad Nizar Hanafiah MUHSANATI MUHSANATI Munzir Busniah Musliar Kasim MY SYAHRAWATI Nabila, Fitri Nalwida Rozen Narti Sutia Nasrez Akhir Nela Anggita Netti Herawati Nguyen Thi Thanh Xuan Nguyen Thi Thanh Xuan Nini Marta Nofrizal Nofrizal Nova Suryani Noverina Chaniago Noverina Chaniago Novirman Jamarun Novizar Nazir NOVRI NELLY Nunung Hidayaty Obel, Obel Ogy Saputra Syafril Oktafia Melati Partini Partini Partini Partini, Partini Pham Van Quan Pham Van Quang Purwanto, Hendri Purwoko, Agus Putri Rizki Utami Putri Wulandari Zainal Rachmad Hersi Martinsyah Rahma Salvina Hirza RAHMAT SYAHNI RAHMAT SYAHNI Ramadhan, Nugraha Rasmita Adelina Renfiyeni Rika Ampuh Hadiguna Rince Alfia Fadri Rince Alfia Fadri Rinda Kirana Rini B Rini Rini Rini Rini RINI RINI Rini Suryani Rini Suryani, Rini Riska Riska Riska Roza Yunita RR. Ella Evrita Hestiandari Rusmanida Rusmanida Saipul Sihotang Sanna Paija Hasibuan Sari Susanti sari, sari susanti Sayuti, Kesuma Septaria, Vera Shalati Febjislami Silitonga, Yusnita Wahyuni Silvia Permata Sari Siska Efendi Sobrizal Sobrizal Sobrizal Sobrizal Solly Aryza Sukartini Sukartini Sukartini Sutoyo Sutoyo Syafrimen Yasin Tanjung, Hery Bachrizal Tari Gita Puspa Sari Taufiq Hidayatullah Taufiq Hidayatullah Taufiq Hidayatullah Teguh Budi Prasetyo Tengku Riza Zarzani N Tri Budiyanti Tuty Anggraini Ulvi Fitri Handayani Vera Septaria Vika Amelia Warnita Widodo Haryoko Winda Purnama Sari Winda Purnama Sari Wizna Wizna Wulan Kumala Sari Yasin, Syfarimen Yose Rizal Yosi Amnurrahman Yulistriani, Yulistriani Yulmira Yanti Yusniwati Yusniwati Zulfadli Syarif Zulfadly Syarif Zulkarnaini Zulkarnaini