p-Index From 2021 - 2026
18.103
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Doomscrolling Pada Kesehatan Mental Generasi Z Ariella Ester Sonya Natalia; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial telah meningkatkan paparan informasi negatif yang memicu munculnya perilaku doomscrolling, khususnya pada Generasi Z sebagai kelompok digital native. Doomscrolling didefinisikan sebagai kebiasaan mengakses dan menggulir konten berita buruk secara berulang dan sulit dihentikan, meskipun menimbulkan dampak emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku doomscrolling pada Generasi Z serta menganalisis dampaknya terhadap kesehatan mental. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, yang dilaksanakan di RW 016 Kelurahan Jakasampurna, Kota Bekasi. Subjek penelitian berjumlah 78 responden Generasi Z berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui teknik kategorisasi dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku doomscrolling pada Generasi Z terutama dipicu oleh dorongan internal berupa rasa ingin tahu, kebutuhan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi, serta ketertarikan emosional terhadap konten negatif. Mayoritas responden berada pada kategori sedang hingga tinggi. Selain itu, doomscrolling terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental, terutama dalam bentuk meningkatnya kecemasan dan stres, kelelahan mental, serta gangguan tidur. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan informasi negatif secara berulang menciptakan beban kognitif dan emosional yang berkepanjangan, sebagaimana dijelaskan dalam Uses and Gratifications Theory dan Digital Fatigue Theory. Oleh karena itu, perilaku doomscrolling perlu mendapat perhatian serius sebagai faktor risiko penurunan kesehatan mental Generasi Z.
Adaptasi Mahasiswa Dalam Mengatasi Culture Shock Dalam Perkuliahan Enti Agestia; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v2i4.180

Abstract

The shift from a high school environment to a college environment brings greater demands. This condition can cause the emergence of the culture shock phenomenon. This phenomenon underscores the importance of students having the ability to adapt to all demands that arise during lectures. Lecture adaptation refers to student interaction with the lecture environment. Considering the fact that lecture adaptation is complex, the forms of lecture adaptation are divided into 4 including academic adaptation, social adaptation, emotional adaptation, and adaptation to the institution. The purpose of this study is to find out more deeply about the adaptation carried out by students who experience culture shock in lectures. This research uses a qualitative method, to find out more about the adaptation carried out by students. The results of the study found that 1 in 4 students had not reached the adjusment stage, due to the complexity of adaptation to lectures. The three students who succeeded in adapting were none other than their efforts by being open to change, learning to develop themselves, and social support from dominant friends to help students adapt.
Persepsi Generasi Z terhadap Efektivitas Aktivisme Digital sebagai Bentuk Partisipasi Sosial Indira Nazwa Fazrina; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): Mei: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v3i3.746

Abstract

The advancement of digital technology has transformed the nature of social participation, particularly among Generation Z, who were raised in a digital ecosystem. This study aims to examine Generation Z's perceptions of the effectiveness of digital activism as a form of contemporary social participation. Using a literature review method, the study analyzes various academic sources to explore the dynamics of digital activism within the context of digital natives. The findings reveal that Generation Z perceives digital activism as an effective tool to express opinions, raise public awareness, and foster solidarity. Digital activism offers accessibility, broad reach, and flexibility in conveying social aspirations. However, challenges such as slacktivism and misinformation remain significant barriers. These findings imply the need for strategic approaches to optimize digital activism as a sustainable instrument for social change.
Pendekatan Transdisipliner dalam Menganalisis Permasalahan Pengangguran di Indonesia Mariatul Qibtyah; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangguran di Indonesia merupakan permasalahan yang bersifat kompleks dan multidimensional karena tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan dimensi sosial, pendidikan, dan kebijakan publik. Pendekatan sektoral yang selama ini digunakan dinilai belum mampu menangkap kompleksitas permasalahan secara menyeluruh. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pengangguran di Indonesia melalui pendekatan transdisipliner. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengangguran dipengaruhi oleh interaksi antara dinamika ekonomi makro, kualitas sumber daya manusia, ketimpangan sosial, serta ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Temuan ini menegaskan bahwa penanganan pengangguran memerlukan integrasi lintas disiplin agar kebijakan yang dirumuskan lebih holistik, kontekstual, dan berkelanjutan.
Pendekatan Transdisipliner terhadap Ketergantungan Gadget pada Remaja dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Sosial Annisa Anastasya Ramadhani; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan gadget pada remaja semakin meningkat seiring intensitas penggunaan dalam kehidupan sehari-hari yang tidak hanya terbatas pada komunikasi, tetapi juga mencakup hiburan dan interaksi sosial. Kondisi ini berpengaruh terhadap perilaku sosial remaja, terutama dalam pola interaksi dan keterlibatan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketergantungan gadget pada remaja serta pengaruhnya terhadap perilaku sosial melalui pendekatan transdisipliner. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) yang bersumber dari buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan membaca, mencatat, dan mengelompokkan informasi, kemudian dianalisis dengan menghubungkan temuan dari berbagai literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketergantungan gadget ditandai dengan kesulitan mengontrol penggunaan dan pola penggunaan yang berulang. Dari perspektif sosiologi, penggunaan gadget berkaitan dengan berkurangnya interaksi langsung. Dari perspektif antropologi, penggunaan gadget membentuk kebiasaan dalam kelompok sebaya. Dari perspektif psikologi, ketergantungan gadget berkaitan dengan rendahnya kontrol diri. Kondisi ini berdampak pada perubahan perilaku sosial remaja, terutama dalam pola interaksi sehari-hari.
Peran Pendidikan IPS dalam Meningkatkan Literasi Perlindungan Konsumen di Era Digital: Studi Literatur Bayu Aji Saputra Hasibuan; Desy Safitri; Sujarwo
MUTIARA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JIMI - APRIL
Publisher : PT. PENERBIT TIGA MUTIARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/mutiara.v4i2.496

Abstract

The advancement of digital technology has transformed consumption patterns while simultaneously increasing risks related to consumer protection, including online fraud, information manipulation, and misuse of personal data, thereby requiring more critical and comprehensive literacy skills. This study addresses the problem of low consumer protection literacy, as indicated by high levels of impulsive consumption behavior, limited understanding of consumer rights and obligations, and an imbalance between the intensity of technology use and the ability to evaluate information effectively. The purpose of this research is to examine the role of Social Studies education in enhancing consumer protection literacy, its integration into the learning process, and the effectiveness of its implementation in the digital era through a literature review approach. The findings reveal that consumer protection literacy remains at a moderate to low level, yet it has a significant relationship with rational economic decision-making and the ability to mitigate digital risks. Social Studies education has been proven effective in improving such literacy through contextual, interactive, and experience-based learning, which strengthens students’ understanding, attitudes, and skills as consumers. The novelty of this study lies in the conceptual and practical integration of consumer protection literacy into Social Studies learning, encompassing cognitive, affective, and behavioral dimensions, as well as emphasizing pedagogical strategies based on case studies and reflective discussions as effective approaches to shaping intelligent and responsible consumers in the digital era.
Fenomena “Always Available”: Ekspektasi Sosial Baru terhadap Responsivitas di Era Digital Alvin Adam Purnomo; Desy Safitri; Sujarwo
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena “Always Available” merefleksikan ekspektasi sosial baru terhadap responsivitas digital yang tersebar di antara generasi milenial dan Generasi Z di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis dengan 15 informan yang dipilih secara purposive sampling, didukung wawancara mendalam dan analisis artefak digital. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama: tekanan responsivitas instan, pengaburan batas kerja-privat, normalisasi ekspektasi digital, dampak psikologis negatif, strategi negosiasi batas digital, dan pembentukan identitas sosial digital. Temuan menunjukkan bahwa tekanan sosial horizontal dan vertikal, hiper-konektivitas teknologi, dan dinamika organisasi mendorong normalisasi ekspektasi, sementara individu mengembangkan strategi adaptif untuk menegosiasikan batas digital. Penelitian ini memperkaya kajian sosiologi komunikasi digital dalam konteks budaya non-Barat dan memberikan implikasi praktis bagi organisasi dan pembuat kebijakan dalam mengelola kesejahteraan digital.
Resiliensi Komunitas Urban di Kampung Tongkol dan Relevansinya sebagai Sumber Belajar IPS Firsa Agustiansyah; Sujarwo; Desy Safitri
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis resiliensi sosioekonomi komunitas urban di Kampung Tongkol, Jakarta, serta relevansinya sebagai sumber belajar kontekstual Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat tidak hanya berupa kemampuan bertahan hidup, tetapi juga bentuk negosiasi aktif terhadap marginalisasi struktural. Resiliensi tercermin dalam tiga dimensi utama, yaitu kemandirian sanitasi melalui penggunaan MCK komunal berbayar, adaptabilitas ekonomi pada sektor kerja informal JakLingko, dan ketahanan psikologis dalam menghadapi birokrasi layanan BPJS Kesehatan. Temuan ini memiliki nilai pedagogis dalam pembelajaran IPS karena mampu menghadirkan realitas sosial secara konkret dan kontekstual. Penelitian menyimpulkan bahwa Kampung Tongkol efektif dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan empati peserta didik terhadap ketimpangan sosial masyarakat urban.
Systematic Literature Review: Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality dalam Pembelajaran IPS di SMP Rahma Agistia; Desy Safitri; Sujarwo, Sujarwo
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10003

Abstract

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21, khususnya pada mata pelajaran IPS di SMP. Namun, pembelajaran IPS masih menghadapi kendala, seperti rendahnya keterlibatan siswa dan kesulitan memahami materi yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review terhadap 20 artikel jurnal nasional periode 2021-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa AR mampu meningkatkan hasil belajar, pemahaman konsep, motivasi, minat belajar, serta keterlibatan aktif siswa. Selain itu, AR juga mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan literasi digital melalui visualisasi yang interaktif. Meskipun demikian, implementasi AR masih menghadapi kendala infrastruktur dan kesiapan guru. Oleh karena itu, AR berpotensi besar sebagai media pembelajaran inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS.
Literature Review: Dampak Academic Burnout pada Mahasiswa dalam Pembelajaran Hybrid terhadap Kesehatan Mental Aisha Fadia Salsabilla; Sujarwo Sujarwo; Desy Safitri
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Mei: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v4i3.1662

Abstract

This study aims to examine the impact of academic burnout on students’ mental health in the context of hybrid learning through a literature review approach. The rapid transformation of learning systems in higher education, particularly the integration of online and offline methods, has increased academic demands and adaptation challenges for students. This condition potentially triggers academic burnout, which is characterized by emotional exhaustion, depersonalization, and decreased academic achievement. This research employs a literature review method by analyzing relevant scientific articles published between 2019-2025 obtained from indexed national journals and open-access sources. The findings indicate that academic burnout is still commonly experienced by students, generally at a moderate level, and has a significant impact on mental health, including increased stress, emotional fatigue, and decreased academic performance. The study also identifies several influencing factors, including internal factors such as self-efficacy and hardiness, as well as external factors such as social support, learning environment, and academic workload. Furthermore, technological developments, particularly Artificial Intelligence, have the potential to be utilized as an early detection and prevention tool for academic burnout. This study implies the importance of developing adaptive learning strategies and psychological interventions to support students’ well-being in hybrid learning environments.
Co-Authors abdul haris Fatgehipon Achmad Nur Hidayaht Adam Centuryo Santoso Adi Putra Adinda Anisa Ramadhani Afriandini Aisyah Afrilyanti Aftian Nur Oktavia Agil Syakhirotul Rizkiyah Aidil Pahmi Aisha Fadia Salsabilla Albertus Dias Pamungkas Alifia Zahro Aini Alifiana Alifiana Alisha Zahra Sa’diyah Almadina Puspita Dewi Alvin Adam Purnomo Alya Nabilah Salistya Amirah Zahra Muthi Anbiya Nur Hibatullah Ani Kurniawati Setiawan Anisa Surya Lestari Annisa Anastasya Ramadhani Aradea Ferescky Ardilla Septiawati Ariella Ester Sonya Natalia Arifin Maksum Arina Alva Sinta Arita Marini Arohmawati, Arohmawati Audrey Afralia Ayu Atiyah Kulsum Ayudhia Nur Luthfia Azlea Mayasya Aziz Bayu Aji Saputra Hasibuan Cahya Adrevi Chantika Auliya Choirul Umam Azhari Cindyaningsih Kurniawan Corree Nathalia Tarigan Damayanti Damayanti Deana Amelinda Kriswanto Devi Mayanti Magdalena Manullang Devi Melana Dhaniar Rafida Dinda, Adinda Anisa Ramadhani Dyan Fahira Ellena Evelyn Elok Mely Miskiyah Elsa Suci Ramadhanti Emi Sulistri Emilio, Aldwyn Enti Agestia Eppagelia Mesyakh Sipahutar Erliana Dwi Mutiara Ersya Pricyliana Esya Fitria Sani Fa Akhbar Fadilla Fahma Fadillah, Muhamad Sofian Faisal Achmadhani Fajriyanti, Aura Firsa Agustiansyah Fuji Ochtaulia Gadis Eka Fitri Sibarani Hanifa Sekar Ayunda Hasan Kusuma Wardhana Hayati, Mutiara Herisa Sintia Hilmi Tazkia Ibnu Mustopo Jati Indah Rarasati Indi Rahmawati Indira Nazwa Fazrina Izky Kusumaningrum Izzulhaq Satrio Izzulhaq Satrio Diandono Jeri Saputra Jihan Nafilah Joshua Oktavianus Julius Sagita Kharisma Fitrianinda Kurniasari, Shanti Lailati El Fithria Lailati El Fithria Latif Admadi Leola Dewiyani LIDIA DESIANA Lidya Rahmawati Lutfia Hapsari Mariatul Qibtyah Martini Martini Martini Martini Maulisa Arianti Maulydia Anggraini Meilinda Agustina Mertika Mertika Miftahur Rohmah Mohamad Firdaus Nasori Mohammad Noval Muhamad Rizqi Seputro Muhammad Abdul Aziz Muhammad Alfarid Muhammad Almaida Alfarizi Muhammad Aqshal Wiranata Muhammad Dicky Suandy Muhammad Fikra Firdaus Muhammad Harvani Firmansyah Muhammad Rahmat Alwafi Muhammad Zacky Mulyadi Mulyadi Musril Zahari Nabila Putri Wahiddiyah Nadia Putri Ayu Nadira Choirunnisa Nandi Kurniawan Natasya Natasya Nevin Sebastian Nathanael Nilam Ardiningrum Novi Rahmadani Novita Sari Elisabet Sihite Nuraida Rezeki Fadhilah Nuralifa Yasmin Budiyanti NURUL ISTIQOMAH Nurzengky Ibrahim Padmasari, Azizah Putri Adinda Raraswati PUTRI WULANDARI Rahma Agistia Rahma Mudhiyanti Rahma Mudhiyanti Rania Tinesia Alifa Ratih Kusumastuti Resha Putri Fadhilla Resta Agustiani Retno Kusumawati Riskika Putri Zulkarnaen Rizki Maulana Ardiansyah Rizqi Awalul Rijal Roby, Roby Roro Ayu Sri Arimbi Sabrina Widya Vernanda Saffana Alzahra Saipiatuddin Saipiatudin Saipiatudin Salman Al Farisi Sephia Ananda Putri Sephia Lahma Zuma Kelly Shanti Kurniasari Sherly Octaviana Sri Nuraini Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Syarifa Yusni Putri Syefira Dian Ariani Syifa Annisa Azzahra Taqiyyatus Syakhsiyyah Taufik Rihatno Tri Wina Handani Trioctavia, Trioctavia Tsania Luthfiani Salma Ustutifa Qorry Veriana Vika Maharani Wening Nurul Laily Witri Azkia Wiwid Sekar Utami Yashinta Aulia Sanjaya Yoas Raditya Prasti Saputra Yosafat Waruwu Yuka Azahra Amelya Yusria Isnaina Akbari Zifa Nabilla Zahra Zulela