Claim Missing Document
Check
Articles

Tradisi Anjala Ombong masyarakat Selayar dalam perspektif geografi Alfiani Dwi Astuti; Budijanto Budijanto; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v26i12021p030

Abstract

This research aims to uncover the relationship between Anjala Ombong Tradition and Selayar community in a geographical perspective. This study uses a qualitative design with a geographical approach. Data collected by using in–depth interview, field observation and documentation. Data were analyzed by using spatial approach, ecological approach, and regional complex approach. The results of this research show that the spatial perspective of Anjala Ombong tradition is the typical conditions of Sangkulu–Kulu River Estuary, that is: the water conditions including salinity (22%), current strength of water (0.071 m/s), water depth (1–1.2 m), and surface temperature (28oC) at July–August, the conditions are suitable for the environment of juku 'lompa. Ecological perspectives in the Anjala Ombong tradition appear in human interaction with the environment, namely the prohibition of fishing, catching juku lompa rollers, the installation of uhara, violations of the restrictions in tradition, and restrictions on fishing time. The regional–complex perspective of Anjala Ombong tradition can be seen by areal differentiation that creates interaction between one region and another, namely: the migration of juku  lompa from Komba Beach headed for the Sangkulu–Kulu River Estuary and the change in the time of the tradition due to external factors.Penelitian ini bertujuan mengungkap keterkaitan antara tradisi Anjala Ombong dengan masyarakat Selayar dalam perspektif geografi yang akan diungkap melalui analisis menggunakan pendekatan keruangan, pendekatan ekologis, dan pendekatan kompleks wilayah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif keruangan dalam tradisi Anjala Ombong tampak pada kekhasan ruang yang dimiliki Muara Sungai Sangkulu–kulu yaitu pada kondisi perairannya meliputi salinitas (22%), kecepatan arus (0,071 m/s), kedalaman perairan (1–1,2 m), dan suhu permukaan (28oC) yang pada bulan Juli–Agustus memiliki kondisi yang sesuai dengan lingkungan hidup juku’ lompa. Perspektif ekologis dalam tradisi Anjala Ombong tampak pada interaksi manusia dengan lingkungannya yaitu larangan menangkap ikan, penangkapan juku’ lompa beramai–ramai, pemasangan uhara, adanya pelanggaran terhadap larangan–larangan dalam tradisi, dan pembatasan waktu penangkapan ikan. Perspektif kompleks–wilayah dalam tradisi Anjala Ombong tampak pada adanya areal differentiation yang menciptakan interaksi antara wilayah yang satu dengan wilayah lainnya yaitu migrasi juku’ lompa dari Pantai Komba menuju Muara Sungai Sangkulu–kulu dan adanya perubahan waktu pelaksanaan tradisi karena adanya faktor dari luar.
Analisis Evaluasi Kesesuaian Lahan Ekowisata Blok Mangrove Bedul Kabupaten Banyuwangi Bigharta Bekti Susetyo; Sudarno Herlambang; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.261 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v20i2.289

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesesuaian lahan Ekowisata Mangrove Bedul di stasiun penelitian A, B dan C serta kesesuaian lahan ekowisata dengan penggunaan lahan di Ekowisata Mangrove Bedul. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei lapangan. Penentuan titik stasiun penelitian menggunakan metode purposive dengan metode plot dan transek garis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan scoring. Hasilnya penelitian ini menunjukkan (1) Stasiun penelitian A, B dan C memiliki kesesuaian lahane kowisata yang berbeda. Stasiun A memiliki nilai 17 (sangat sesuai), stasiun B memiliki nilai 20 (sangat sesuai) dan stasiun C memiliki nilai 16 (Cukup sesuai). (2) Penggunaan lahan di Ekowisata mangrove Bedul didominasi oleh tipe mangrove sungai dan muara yaitu jenis Avecennia, Lumnitcera, Brugruiera, Ceriops dan Sonneratia. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v20i22015p020 
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi untuk Pemodelan Spasial Pengembangan Wisata Pantai di Kabupaten Tulungagung Purwanto Purwanto; I Komang Astina; Yusuf Suharto
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.772 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v20i1.281

Abstract

Abstrak: Tujuan dalam dalam penelitian ini yaitu mengkaji kesesuaian lahan untuk wisata pantai dan menentukan prioritas pengembangan pantai di Kabupaten Tuluangung. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan analisis Sistem Informasi Geografi yaitu pemodelan spasial dengan cara skoring. Analisis dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap I untuk mencari pantai yang sesuai untuk wisata, dan tahap II untuk mencari pantai yang paling prioritas untuk dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 pantai di Kabupaten Tulungagung sebanyak 8 (delapan) pantai memiliki tingkat kesesuain S1 yaitu sesuai dan 2 pantai S2 (sesuai dengan faktor pembatas). Dari pantai yang sesuai tersebut dianalisis lebih lanjut untuk mempeoleh pantai yang paling prioritas untuk dikembangkan. Hasil analisis tahap II pantai yang paling Prioritas untuk dikembangkan yaitu pantai Bayem, Klatak, dan Gerangan. Ketiga pantai tersebut memiliki skor 290, 275, dan 260. Skor yang tinggi menunjukkan bahwa pantai tersebut memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi tempat wisata. Sedangkan pada Prioritas II yaitu pantai Sidem, dan Prioritas III pantai Brumbun, Nglarap, Sine, dan Gemah.Kata Kunci: SIG, Pemodelan Spasial, Pengembangan.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v20i12015p012
STUDI KELAYAKAN ISI BUKU TEKS PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA PADA MATERI FLORA DAN FAUNA Syafril Syafril; Sugeng Utaya; I. Komang Astina; Budi Handoyo
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i3.2643

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan kelayakan isi buku teks mata pelajaran geografi Kelas XI SMA/MA pada Materi Flora dan Fauna. Berdasarkan  survey  lapangan  diketahui salah satu buku yang banyak digunakan adalah  Buku geografi yang disusun oleh K. Wardiyatmoko penerbit Erlangga tahun 2013. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis format instrumen penilaian buku teks pelajaran Geografi SMA/MA yang ditetapkan oleh BSNP (2013). Dalam instrumen tersebut, peneliti menghitung nilai tiap butir instrumen menggunakan teknik rating scale yang kemudian dijumlahkan untuk melihat nilai keseluruhan butir. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa buku yang dianalisis termasuk dalam kriteria layak dengan perolehan nilai 7 atau 58,33% pada sub aspek cakupan materi, skor 33,33% atau tidak layak pada sub aspek akurasi materi, skor 37,5% atau cukup layak pada sub aspek kemutakhiran, skor 37,5% atau cukup layak pada sub aspek kandungan wawasan nilai spiritual, sosial, kinestetis, dan produktifitas, serta skor 75% atau layak pada sub aspek mengembangkan wawasan kebhinekaan dan memperkokoh NKRI. Secara keseluruhan, skor rata—rata yakni 48,5% atau cukup layak. Jadi, Buku Teks Geografi untuk Kelas XI SMA  dan  MA  yang  disusun  oleh  K. Wardiyatmoko  penerbit Erlangga tahun 2013 cukup layak dan harus direvisi untuk digunakan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran geografi di SMA/MA  kelas  XI.Abstract:  This study aims to describe the appropriateness of the contents of textbooks in geography subjects in Class XI SMA / MA on Flora and Fauna Materials. Based on the field survey, it is known that one of the most widely used books is the Geography Book compiled by K. Wardiyatmoko, the publisher of Erlangga in 2013. The data processing technique in this study uses the analysis of the instrument format for assessing textbooks for SMA / MA Geography textbooks determined by BSNP (2013). In the instrument, the researcher calculates the value of each item of the instrument using a rating scale technique which is then summed to see the value of the whole item. Based on the results of the study, that the books analyzed are included in the criteria of feasible with the acquisition of a value of 7 or 58.33% in the sub-aspects of material coverage, a score of 33.33% or not feasible in the sub-aspects of material accuracy, a score of 37.5% or quite feasible on the latest sub-aspects, a score of 37.5% or quite feasible in the sub-aspects of the content of spiritual, social, kinesthetic, and productivity values, and a score of 75% or feasible in the sub-aspects of developing insight into diversity and strengthening the Unitary Republic of Indonesia. Overall, the average score is 48.5% or reasonably good. So, the Geography Textbook for Class XI of SMA and MA compiled by K Wardiyatmoko, the publisher of Erlangga in 2013, is quite feasible and must be revised to be used as a learning resource in learning geography in SMA / MA grade XI
Makna Berpikir Spasial Masyarakat Minangkabau Dalam Logo Pemerintahan Daerah di Sumatera Barat Muhammad Aliman; Silvia Marni; Budijanto Budijanto; Sumarmi Sumarmi; I Komang Astina
JURNAL GEOGRAFI Vol 11, No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v11i2.13049

Abstract

Tujuan penelitian ini memberikan deskripsi tentang makna yang terkandung dari tanda dan simbol pada logo pemerintahan daerah di Propinsi Sumatera Barat. Metode deskriptif  kualitatif digunakan untuk mengkaji tema pada artikel ini dengan pendekatan semiotik. Pendekatan semiotik yang digunakan adalah analisis denotasi dan konotasi. Logo pemerintahan daerah yang dijadikan subjek penelitian mewakili daerah kepulauan, daerah pesisir, daerah dataran rendah dan daerah dataran tinggi. Unsur spasial untuk menganalisis makna logo menggunakan unsur spasial menurut Sharpe dan Huynh. Hasil penelitian menjelaskan makna yang terkandung pada logo pemerintahan daerah berasal dari kearifan lokal masyarakat setempat yang mewakili berbagai elemen fisik maupun non fisik. Salah satu makna yang terkandung adalah elemen fisik berupa unsur spasial. Hal ini menjelaskan bahwa pemikiran masyarakat Minangkabau sejak dahulu berasal dari unsur-unsur spasial dalam kehidupannya. Makna pada logo pemerintahan daerah perlu diungkapkan secara terbuka agar masyarakat dan pegawai pemerintahan dapat mengetahui dan memahami serta memaknainya sebagai kekayaan kearifan lokal yang harus dijaga, diamalkan dan dilestarikan.The purpose of this research is to provide a description of the meaning contained in signs and symbols on the logo of regional government in West Sumatra Province. Qualitative descriptive method is used to examine the theme in this article with a semiotic approach. The semiotic approach used is the analysis of denotations and connotations. The logo of the regional government that was used as the research subject represented islands, coastal areas, lowland areas and highland areas. Spatial elements to analyze the meaning of logos using spatial elements according to Sharpe and Huynh. The results of the study explain the meaning contained in the logo of regional government derived from the local wisdom of the local community which represents various physical and non-physical elements. One of the meanings contained is a physical element in the form of spatial elements. This explains that the thinking of the Minangkabau community has long been derived from spatial elements in his life. The meaning of the logo of regional government needs to be disclosed openly so that the public and government employees can know and understand and interpret it as a wealth of local wisdom that must be maintained, practiced and preserved.
Effects of service-learning with one movement for a nature program on senior high school students pro-environmental behaviors Fathul Bari; Sumarmi Sumarmi; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i22022p175-187

Abstract

This study aims to determine the effect of the service-learning model using one movement for nature activities on students' pro-environmental attitudes. The design used in this study was quasi-experimental. This research was carried out at State Senior High School 1 Tanjung Bumi Madura in class XI IPS 2 as a control class and XI IPS 3 as an experimental class. Data analysis was performed using the SPSS 24.0 application. The results of the normality test suggested that the data were not normally distributed, therefore, the calculation was carried out using the Wilcoxon Signed-Rank test. Based on the results of the Wilcox-on signed-rank test, the Z value was -4.365 and the asymp sig value. (2-tailed) 0.000 was smaller than the five percent alpha level (0.05), signifying that H0 was rejected while H1 was accepted. Therefore, the service-learning model using one movement for nature activities carries effects on students' pro-environmental behavior.
Pengembangan Modul Pembelajaran untuk Kemampuan Berpikir Spasial R. Muhammad Amin Sunarhadi; Sugeng Utaya; I Komang Astina; B Budijanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.35 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan modul pembelajaran kemampuan berpikir spasial. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk mengisi ketiadaan modul kemampuan berpikir spasial yang penting bagi mahasiswa bidang ilmu kebumian pada umumnya dan geografi pada khususnya. Analisis data kualitatif dilakukan terhadap hasil observasi, wawancara, dan dokumen. Analisis kuantitatif menggunakan uji deskriptif statitsitik dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan hasil review tenaga ahli terhadap modul yang dikembangkan dinilai dengan skor 3,33 atau dikategorikan layak. Hasil uji terbatas menghasilkan penilaian dari mahasiswa adalah 3,69 atau layak digunakan. Efektivitas modul kemampuan berpikir spasial diuji dengan quasi eksperimen modul kemampuan berpikir spasial bersama perangkat pembelajaran lainnya. Hasil uji Mann Whitney U menunjukkan nilai p value < batas kritis 0,05 sehingga penerapan modul yang dikembangkan memberikan perbedaan nyata pada hasil kemampuan berpikir spasial mahasiswa.
Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah Geografi siswa Khoirunnisa Hindiyati; Yuswanti Ariani Wirahayu; I Komang Astina; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning Geography is contextual and focuses on problems related to the life of the environment around students. So, we need a learning model that can integrate student knowledge with problems that exist in the surrounding environment. The PBL learning model has the advantage of encouraging students to develop their knowledge in solving a problem individually. In addition, applying the model requires media to make learning more meaningful and effective. The purpose of this study was to determine the effect of PBL learning model assisted by animation media on the problem solving ability of geography students at SMA Negeri 8 Malang. The subjects of this study were students of class X. Class X IPS 2 was chosen as the experimental class while class X IPS 1 was the control class. The results showed that there was an effect of PBL model assisted by animation media on students' problem solving ability. The calculation of the t-test of 0.001 which is less than 0.05 and the average experimental class has a value of 84 while the control class with an average value of 77. So it can be said that the treatment of the PBL model assisted by animation media affects the problem solving ability of class X students. Social Studies at SMA Negeri 8 Malang. Pembelajaran Geografi bersifat kontekstual serta berorientasi terhadap permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan lingkungan sekitar siswa. Maka, diperlukan sebuah model pembelajaran yang dapat mengintegrasikan pengetahuan siswa dengan masalah yang ada di lingkungan sekitar. Model pembelajaran PBL memiliki keunggulan yaitu mendorong siswa untuk mengembangkan pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan suatu masalah secara individu Selain itu, dalam menerapkan model tersebut diperlukan media agar pembelajaran lebih bermakna dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah geografi siswa di SMA Negeri 8 Malang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X. Kelas X IPS 2 dipilih sebagai kelas ekeprimen sedangkan kelas X IPS 1 sebagai kelas kontrol. Hasil mengenai penelitian menunjukkan terdapat pengaruh model PBL berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa. Perhitungan dari uji-t memiliki nilai 0,001 yaitu kurang dari 0,05 serta rata-rata kelas eksperimen memiliki nilai 84 sedangkan kelas kontrol dengan nilai rata-rata 77. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan perlakuan model PBL berbantuan media animasi berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah geografi siswa.
Spatial and Ecological Approach on Marble Mining Land in Tulungagung Regency-Indonesia: Is it Suitable as an Assessment of Disaster Mitigation Efforts? Nur Isroatul Khusna; Sumarmi Sumarmi; Syamsul Bachri; I Komang Astina; Nevy Farista Aristin
Indonesian Journal of Geography Vol 55, No 1 (2023): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.72627

Abstract

Indonesia has a karst region abundant in high-quality marble mining products but is also prone to disasters. Over the years, this area has experienced numerous natural disasters, thereby leading to the need for a land suitability assessment. This is a descriptive qualitative and quantitative research with data collected from field observations, laboratory tests, interviews, and documents. Four places in the center and adjacent areas of marble producers were selected for the research sample. The data collected were analyzed using the spatial and ecological approach, fishbone, tabulation, percentage, and SWOT analysis. The result showed that numerous land mismatches contribute to the occurrence of natural catastrophes, such as improper vegetation kinds, population settlement patterns, excessive exploitation, and unfriendly human activities. This study recommends a variety of measures to improve the mining area.
Potensi Dan Pengembangan Mahakam Riverside Market Melalui Community-Based Tourism Lutviani Silvia Fitri; I Komang Astina; Akmal Fahmi
JURNAL DESTINASI PARIWISATA Vol 10 No 1 (2022): VOL 10, NO 1 (2022): (JANUARY - JUNE) JURNAL DESTINASI PARIWISATA
Publisher : Program Studi Sarjana Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JDEPAR.2022.v10.i01.p05

Abstract

The existence of Mahakam Riverside Market (MARIMAR) as a forum that aims to improve theeconomy in Samarinda City becomes a very interesting object and has the potential to become a newtourist attraction in Samarinda City. MARIMAR has had both positive and negative impacts on society.The resulting positive impacts include increasing the economy and public welfare. However, on theother hand, the opening of tourism like this certainly has a negative impact such as environmentaldamage, air pollution and a decrease in water and environmental quality. This study aims to analyzethe Mahakam Riverside Market (MARIMAR) development strategy through community-based tourism(CBT). This research is a qualitative descriptive research with a naturalistic research design. The dataanalysis used is Tourism Component Analysis 4A and SWOT Analysis. The results of the analysis showthat Mahakam Riverside Market (MARIMAR) has strong potential to be developed into a tourist areathrough local community empowerment (CBT). Empowerment of local communities can be done in 3stages, namely enabling (capacity building), empowering, and protecting (maintaining).Keyword: Mahakam Riverside Market; community-based tourism; Mahakam River; Samarinda
Co-Authors -, Fatimatuzahroh A. Fatchan Ach Fatchan Ach Fatchan, Ach Ach. Fatchan Ach. Fatchan Ach. Fatchan Achmad Fatchan Afrian, Ramdan Ahmad Dzaki As Sajjad Ahmad Syamsu Rijal Aimmaul Allifah Akmal Fahmi Al Musafiri, M. Rizqon Andrinata Andrinata Anisah Anisah Anita Eka Putri, Anita Eka Ardyanto Tanjung Ardyanto Tanjung Arifuddin Abd Muis Aris Yulianto Ariyandi Ajuwan Asri Dyah Kumalasari Astuti, Alfiani Dwi Bangsa, Bryan Kusuma Bayu Wijayanto Bigharta Bekti Susetyo Budi Handoyo Budijanto Budijanto, B Bunga Dwi Immaniar Corrie Teresia Purba roni Dcky Arinta Devi Ratih Retnowati DEWI RAHMAWATI DEWI RAHMAWATI Diah Wijayanti Dicky Arinta Didik Taryana Dwiyono Hari Utomo Eka Andriani Eka Anita Putri Elisecarmel, Sionivena Meyske Erman Syarif Ezheqiel, Ellyzha Maia Fathul Bari Fatiya Rosyida, Fatiya Fauzi Ramadhoan A'Rachman Febriana Adi Saputro Hadi Soekamto Hidayat, Septian Nur I Wayan Resen idin, Juna idin, Juna Ifan Deffinika Ismawan, Khabib Johanis Paulin Buranda Khoirunnisa Hindiyati Kristina Kasi Kurniawati, Risa Amalia Linda Maulidiah Lintang Prawindia Lintang Prawindia Listyo Yudha Irawan Lutviani Silvia Fitri Maria Yosi Felicia Mariana, Irma Masri Ridwan, Masri Masruroh, Heni Mega Rizka Cendikia Moh. Idzham Furqoni Moh. Syafiudin Moh. Wahyu Kurniawan Zain Moh. Wahyu Kurniawan Zain Muchammad Akbar Kurniawan Muhammad Al dilwan Muhammad Aliman, Muhammad Muhammad Rifai Nadliva Mukammilah Qolbi Nailul Insani Najib, Muh. Fatkhul Nakul, Sukma Fira Natasya Shaherani Nevy Farista Aristin NI WAYAN SUASTINI Nikmatussolihah Nikmatussolihah Noenoek Noerhajati Noviani Nurkolis Nur Isroatul Khusna Puri Nofianti Purnamasari, Wulan Safriani Purwanto Purwanto R. Muhammad Amin Sunarhadi Rachman Evendy Ramadhani Lausi Mkumbachi Rendra Arjita Risa Amalia Kurniawati Rissa Permata Sari roni, Corrie Teresia Purba Saiful Amin Salim, Valdesta Rashendy Sari Dewi Sarifah Nur Isra Jairina, Sarifah Nur Isra Setyasih, Iya Shaherani, Natasya Sihasale, Daniel Anthoni Silvia Marni Singgih Susilo Siti Aisyah Soelistijo, Djoko Sudarno Herlambang Sugeng Utaya Sumarmi Sunarhadi, M. Amin Syafril Syafril Syamsul Bachri Syamsul Bachri Syamsuriadi Syamsuriadi Tahirah, Inas Tifani Yuniar Priyandari Tuti Mutia Wahyu Islamul Hayati Wahyu Wardani Waode Yunia Silviariza Wildan Satya Anendra Yusuf Suharto Yuswanti Ariani Wirahayu